cover
Contact Name
Abdul Hakim Wahid
Contact Email
hakim.wahid@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrefleksi@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat
ISSN : 02156253     EISSN : 27146103     DOI : -
Core Subject : Social,
Refleksi (ISSN 0215 6253) is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta. The Journal specializes in Qur'an and Hadith studies, Islamic Philosophy, and Religious studies, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 766 Documents
"Muslim Christology": The Islamization of the Gospels in the Muslim Biblical Scholarship Darmadi, Dadi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v1i2.25753

Abstract

This paper tries to discuss the biblical texts and their interpretation in the Islamic tradition. It will essentially explore the specific relations be-tween the Qur’an, and the Bible, and how some Muslim scholars interpret the biblical texts in accordance with the Islamic doctrines. Even though the term “Islamization” of the Gospels has not been widely used in the Muslim scholarship, many Western scholars of Islam have referred to this as one of the major features of the Qur’anic discussion on Jesus and Christian tradition.
Fenomena "Seribu Wajah" Gus Dur Bizawie, Zainul Milal
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v1i2.25754

Abstract

Pembicaraan tentang Gus Dur, panggilan akrab KH Abdurrahman Wahid, sering terjebak pada tudingan kontroversial yang dialamatkan pada berbagai pernyataan dan pemikirannya. Tak ayal ia bahwa sebagai intelektual yang sekaligus sebagai pemimpin organisasi keagamaan NU, Gus Dur oleh sebagian orang memang sulit dipahami dengan baik. Bahkan terkesan aneh dan kontroversial. Perilaku tokoh yang pernah memimpin DKJ ini pun tak jarang menjadi komoditi media massa komersial. Konsekuensinya, pemikiran-pemikiran Gus Dur yang sering kelihatan “nyeleneh” dipandang dengan berbagai kemiringan dan tudingan.
Membingkai Pesan Moral Al-Qur'an tentang Ahli Kitab Ropi, Ismatu
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v1i2.25755

Abstract

Dalam tradisi kesarjanaan Islam, sayangnya, khazanah yang sangat luas dari konsep Ahli Kitab tidak mendapat perhatian yang cukup serius sebagai pijakan kaum Muslimin untuk membangun hubungan antar agama yang inklusif. Sebagaimana istilah-istilah lain dalam tradisi Islam, seperti al-dīn, ummah dan lainnya, istilah Ahli Kitab biasanya dipahami dan difungsikan sebagai kriteria penilai bagi hubungan agama-agama itu. Fungsi ini secara apologetis bisa bermuara pada dua sikap yang saling melengkapi. Pertama, istilah Ahli Kitab digunakan untuk menjustifikasi bahwa dalam Islam hubungan agama-agama telah diintrodusir walau dengan catatan-catatan yang carut-marut. Kedua, dengan istilah itu pula karena gambaran-gambaran kritis yang disajikan al-Qur’an tentang Ahli Kitab menjadi pembenar dan pengesah bagi kaum Muslimin untuk mengambil jarak teologis kepada mereka. Penitikberatan istilah Ahli Kitab sebagaimana di atas merupakan cermin dari keberagamaan yang bersikap normatif-idealistik yang mengukur tingkat keberagamaan dari aspek-aspek formal ajaran agama saja, sehingga semangat dari istilah itu kurang mendapat perhatian serius. Buku yang ditulis oleh Muhammad Ghalib M ini mungkin bisa dimasukkan dalam kategori itu.
"Menikam Mircea Aliade dari Belakang": Kajian Awal tentang Arah Baru Studi Agama-agama Darmadi, Dadi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 2 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i2.25765

Abstract

Tulisan ini diawali dengan sebuah cerita anekdot dari Ron Cameron
Pemikiran Kajian Keislaman Mohammed Arkoun: Sebuah Telaah Awal Fakhruddin, Fakhruddin
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 2 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i2.25766

Abstract

Tulisan ini mengelaborasi pemikiran Mohammed Arkoun tentang teologi, tasawuf, sejarah teks al-Qur'an, wahyu, fungsi kenabian, konteks penafsiran al-QUr'an dan perkembangan dan prospek pemikiran Islam.
Civil Society and Democratization in Indonesia: Transition during President Wahid’s Rule and Beyond Azra, Azyumardi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 3 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i3.25775

Abstract

Civil society dan demokrasi di Indonesia berada dalam transisi menuju penguatan, atau konsolidasi demokrasi, tapi dengan jalan yang masih berliku. Kendala yang mendasar adalah Indonesia masih diselimuti oleh ketidaktentuan baik dalam ekonomi maupun politik.
Al-Farabi tentang "Negara Utama" dan Demokrasi Kusnadiningrat, E.
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 3 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i3.25777

Abstract

Teori politik al-Farabi elitis dan tidak melakukan pembaharuan terhadap konsep negara yang berlaku saat itu (khilafah). Al-Farabi hanya memberikan tawaran konsep alternatif yang dibangun untuk penyatuan antara ilmu politik dengan ilmu ketuhanan yang bersumber pada wahyu. Bisa dimengerti kemudian, demokrasi tidak menjadi pilihan final tapi hanya “bentuk rezim yang tidak utama” (unvirtuous regime).
Agama dan Keragaman Masyarakat Kontemporer Mujiburrahman, Mujiburrahman
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 3 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i3.25778

Abstract

Artikel ini mendiskusikan keragaman masyarakat kontemporer melalui pendekatan sosiologis. Tiga teori dipakai untuk memotret fenomena ini, yaitu: teori globalisasi dan era informasi, teori politik pengakuan dan teori sekularisasi dan pluralisme agama.
Hasyim Asy'ari dan Pemikiran Kalamnya Suryadinata, M.
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 3 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i3.25779

Abstract

Tulisan ini hendak membidikkan perhatiannya pada pemikiran KH. Hasyim Asy’ari dengan fokus utama pada bidang kalam (teologi). Namun, sebelum masuk dalam perbincangan teologis, akan dibahas terlebih dahulu sketsa biografi dan genealogi intelektual tokoh legendaris ini.
Kapitalisme dalam Rangka Penghampiran Teori Rasionalisasi Habermas Darmaji, Agus
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 3 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i3.25780

Abstract

Pembahasan kapitalisme di sini akan melihat dinamika kapitalisme itu sendiri yang kemudian dilanjutkan dengan kritik terhadap kapitalisme dalam rangka penghampiran kritik rasionalisasi Jurgen Habermas

Filter by Year

1998 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 2 (2025): Refleksi Vol. 24 No. 1 (2025): Refleksi Vol. 23 No. 2 (2024): Refleksi Vol 23, No 2 (2024): Refleksi Vol 23, No 1 (2024): Refleksi Vol. 23 No. 1 (2024): Refleksi Vol. 22 No. 2 (2023): Refleksi Vol 22, No 2 (2023): Refleksi Vol 22, No 1 (2023): Refleksi Vol. 22 No. 1 (2023): Refleksi Vol. 21 No. 2 (2022): Refleksi Vol 21, No 2 (2022): Refleksi Vol 21, No 1 (2022): Refleksi Vol. 21 No. 1 (2022): Refleksi Vol 7, No 2 (2005): Refleksi Vol 20, No 2 (2021): Refleksi Vol 20, No 2 (2021) Vol. 20 No. 2 (2021): Refleksi Vol. 20 No. 1 (2021): Refleksi Vol 20, No 1 (2021): Refleksi Vol 19, No 2 (2020): Refleksi Vol. 19 No. 2 (2020): Refleksi Vol. 19 No. 1 (2020): Refleksi Vol 19, No 1 (2020): Refleksi Vol 18, No 2 (2019): Refleksi Vol 18, No 1 (2019): Refleksi Vol 17, No 2 (2018): Refleksi Vol 17, No 1 (2018): Refleksi Vol 16, No 2 (2017): Refleksi Vol. 16 No. 1 (2017): Refleksi Vol 16, No 1 (2017): Refleksi Vol 15, No 2 (2016): Refleksi Vol 15, No 1 (2016): Refleksi Vol 14, No 2 (2015): Refleksi Vol 14, No 1 (2015): Refleksi Vol. 13 No. 6 (2014): Refleksi Vol 13, No 6 (2014): Refleksi Vol 13, No 5 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 5 (2013): Refleksi Vol 13, No 4 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 4 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 3 (2012): Refleksi Vol 13, No 3 (2012): Refleksi Vol 13, No 2 (2012): Refleksi Vol. 13 No. 2 (2012): Refleksi Vol 13, No 1 (2011): Refleksi Vol. 13 No. 1 (2011): Refleksi Vol 11, No 2 (2009): Refleksi Vol. 11 No. 2 (2009): Refleksi Vol 11, No 1 (2009): Refleksi Vol. 11 No. 1 (2009): Refleksi Vol. 10 No. 3 (2008): Refleksi Vol 10, No 3 (2008): Refleksi Vol 10, No 2 (2008): Refleksi Vol. 10 No. 2 (2008): Refleksi Vol 10, No 1 (2008): Refleksi Vol. 10 No. 1 (2008): Refleksi Vol. 9 No. 3 (2007): Refleksi Vol 9, No 3 (2007): Refleksi Vol 9, No 2 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 2 (2007): Refleksi Vol 9, No 1 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 1 (2007): Refleksi Vol. 8 No. 3 (2006): Refleksi Vol 8, No 3 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 2 (2006): Refleksi Vol 8, No 2 (2006): Refleksi Vol 8, No 1 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 1 (2006): Refleksi Vol. 7 No. 3 (2005): Refleksi Vol 7, No 3 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 2 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 1 (2005): Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi Vol 6, No 3 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 3 (2004): Refleksi Vol 6, No 2 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 2 (2004): Refleksi Vol 6, No 1 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 1 (2004): Refleksi Vol 5, No 3 (2003): Refleksi Vol 5, No 1 (2003): Refleksi Vol. 5 No. 1 (2003): Refleksi Vol 4, No 3 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 3 (2002): Refleksi Vol 4, No 2 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 2 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 1 (2002): Refleksi Vol 4, No 1 (2002): Refleksi Vol 3, No 3 (2001): Refleksi Vol. 3 No. 3 (2001): Refleksi Vol. 3 No. 2 (2001): Refleksi Vol 3, No 2 (2001): Refleksi Vol. 2 No. 3 (2000): Refleksi Vol 2, No 3 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 2 (2000): Refleksi Vol 2, No 2 (2000): Refleksi Vol 2, No 1 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 1 (2000): Refleksi Vol 1, No 3 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 3 (1999): Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 2 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 1 (1998): Refleksi Vol 1, No 1 (1998): Refleksi More Issue