cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024" : 9 Documents clear
Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bayam Brazil (Alternanthera sissoo) afandi, subhan affan; Soeparjono, Sigit
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.41224

Abstract

ABSTRACT Spinach plant production has decreased every year and the use of inorganic fertilizers is still often used by farmers. The right innovation of Brazilian spinach cultivation technique is by using biological fertilizers. This study used a non-factorial completely randomized design (CRD) with 5 treatment levels repeated 4 times, namely C0: 0 mg/plant (Control), C1: 20 mg/plant, C2: 40 mg/plant, C3: 60 mg /plant, and C4: 80 mg/plant so that there are 20 experimental treatment units. The variables used in this study were plant height, number of leaves, number of branches, leaf area, chlorophyll content, canopy area, and plant fresh weight. The data obtained were analyzed for variance (ANOVA) and further tested with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) with a confidence level of 95%. The results showed that there was a significant effect of the application of biological fertilizers on the growth and yield of Brazilian spinach (Althernanthera sisso), namely height plants that produce the highest average value of 24.23 cm, the variable number of branches with the highest value is 6.25 branches, the variable leaf area with the highest value is 131.88 cm2, and the variable number of leaves that gives a very significant different effect with the highest value ie 11.25 strands. The correct dosage of biological fertilizers is found in the Agrice Plus fertilizer treatment with a dose of 80 mg/plant for all observed variables. Keywords:, Brazilian Spinach, Biofertilizer
Pengaruh Lama Penyinaran Cahaya Led Terhadap Induksi Pembungaan dan Hasil Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) Izzulhaq, Arief Jelang; Usmadi, Usmadi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.41188

Abstract

Tanaman buah naga termasuk tanaman hari panjang sehingga untuk menginduksi pembungannya setidaknya diperlukan penyinaran lebih dari 12 jam atau lebih dari waktu normal matahari muncul hingga terbenam. Buah naga umumnya berbunga pada bulan Oktober sampai Maret dan di luar bulan tersebut tanaman tidak berbunga atau memasuki masa off-season. Kondisi off-season akan menjadi peluang bagi petani buah naga untuk meningkatkan pendapatan dikarenakan harga jual buah naga di masa off-season relatif lebih mahal dibanding harga normal pada musimnya. Sebagi upaya untuk mengatasi kondisi off season pada tanaman buah naga perlu dilakukan induksi pembungaan dengan memperpanjang lama penyinaran menggunakan cahaya lampu LED. Diharapkan akan diperoleh lama penyinaran tertentu yang mampu menginduksi pembungaan serta meningkatkan hasil panen buah naga guna memenuhi pasokan buah naga di masa off season. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juli 2022. Lokasi peneitian di lahan buah naga di Desa Lidah RT 03 RW 08 Dusun Lidah Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi. Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas empat perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan percobaan terdiri atas : 1. Kontrol (tanpa pencahayaan) (S0), 2. Pemberian cahaya LED tambahan 3 jam per hari (S1), 3. Pemberian cahaya LED tambahan 5 jam per hari (S2), 4. Pemberian cahaya LED tambahan 7 jam per hari (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian tambahan cahaya menggunakan lampu LED selama 29 hari sudah mampu mendorong terbentuknya bunga pada tanaman buah naga dan pemberian cahaya tambahan berpengaruh sangat nyata terhadap variabel jumlah muncul bunga, jumlah bunga rontok, Fruit-set, jumlah buah, berat buah dan grade buah.
Pengaruh Dosis Pupuk Nitrogen dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) Sarumaha, Yoseph Lutern; Hariyono, Kacung
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.44647

Abstract

Kacang buncis merupakan salah satu sayuran kelompok kacang-kacangan yang digemari masyarakat karena merupakan salah satu sumber protein nabati dan kaya akan vitamin A, B dan C. Permasalahan yang sering dihadapi dalam membudidayakan tanaman buncis yaitu penggunaan media tanam dan pupuk yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara kombinasi jenis media tanam dengan pupuk N terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman buncis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu jenis media tanam dengan 3 taraf dan faktor kedua yaitu dosis pupuk N dengan 5 taraf. Faktor pertama yaitu tanah (P1), tanah + pasir (P2) dan tanah + arang sekam (P3). Faktor kedua yaitu Kontrol-Tanpa N (U1), Urea 1,25 gram/tanaman (U2), Urea 2,5 gram/tanaman (U3), Urea 3,75 gram/tanaman (U4) dan Urea 5 gram/tanaman (U5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara media tanam dengan dosis pupuk nitrogen (N) sangat berbeda nyata pada variabel pengamatan luas daun tanaman buncis. Perlakuan jenis media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap panjang polong per tanaman, sedangkan berpengaruh nyata terhadap volume akar. Media tanam yang terbaik adalah tanah (P1) dan Tanah + Pasir (P2) dengan perbandingan media 1:1. Tanah (P1) menghasilkan volume akar (12,01 cm3), jumlah polong per tanaman (101,33 buah). Sedangkan pada Tanah + Pasir (P2) menghasilkan panjang polong per tanaman (15,47 cm) dan bobot polong per tanaman (252,5 gram). Dosis pupuk nitrogen (N) yang terbaik adalah 1,75 gram/tanaman (U2) pada volume akar (13,36 cm2), klorofil (40,59 unit) dan panjang polong per tanaman (15,47 cm).
Pengaruh Dosis Kotoran Kambing Dan Konsentrasi Paclobutrazol Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Mentimun (Cucumis Sativus L.) Kanzana, Gebina; Munandar, Denna Eriani; Purnamasari, Ika; Kurnianto, Agung Sih
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.47784

Abstract

Produktivitas tanaman mentimun di Indonesia umumnya masih rendah, salah satu penyebabnya adalah kondisi tanah yang keras akibat pemupukan anorganik yang terus, menerus. Bunga jantan pada mentimum juga banyak sehingga jumlah buah yang dihasilkan sedikit. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik kotoran kambing yang dapat memperbaiki sifat fisik kimia dan biologi tanah serta zat pengatur tumbuh (ZPT) paclobutrazol yang dapat meningkatkan jumlah bunga betina. Penelitian untuk mendapatkan dosis kotoran kambing dan konsentrasi ZPT paclobutrazol yang tepat dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jember, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kotoran kambing terdiri dari: 0, 10, 20 dan 30 ton/ha. Faktor kedua konsentrasi paclobutrazol terdiri dari : 0; 0,250 ; 0,375 dan 0,500 ml/l, dengan 3 ulangan. Parameter pertumbuhan dan hasil tanaman di analisis dengan analisis varian dan uji t dengan tingkat kepercayaan 95 %, apabila berbeda nyata di uji dengan uji jarak berganda Duncan dengan α,5 %. Hasil penelitian membuktikan bahwa dosis pupuk kotoran kambing 10 - 30 ton/ha meningkatkan tinggi tanaman, luas daun, berat segar dan berat kering total tanaman. Pemberian Paclobutrazol 0,250 - 0,500 ml/liter menurunkan tinggi tanaman, luas daun, berat segar dan berat kering total tanaman serta jumlah bunga jantan. Konsentrasi paclobutrazol 0,375 ml/l berpengaruh terbaik pada jumlah bunga betina dan jumlah buah. Terdapat interaksi perlakuan dosis kotoran kambing dan konsentrasi ZPT Paclobutrazol terhadap bobot buah pertanaman dan potensi produksi dengan perlakuan terbaik : dosis kotoran kambing 20 hingga 30 ton/ha dan Paclobutrazol 0,375 ml/l yang menghasilkan bobot buah pertanaman sebesar : 4200,13 -4338,63 g dan potensi produksi mentimun sebesar : 138,61-143,14 ton/ha.
Analisis Korelasi Karakter Agronomi Kuantitatif Terhadap Penentu Hasil Biji Kacang Kratok (Phaseolus Lunatus) Subekti, Andri Oktavian; Adie, Moch Muchlish; Fanata, Wahyu Indra Duwi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.41196

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter kuantitatif yang memiliki korelasi yang erat dengan karakter hasil yaitu berat biji per tanaman dan dapat dijadikan karakter seleksi efektif penentu hasil biji kacang kratok (Phaseolus lunatus). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK). Aksesi yang digunakan merupakan aksesi benih dari kacang kratok (Phaseolus lunatus) sebanyak 20 aksesi. Penelitian ini dilakukan dengan 3 kali ulangan sehingga total tanaman yaitu 60 tanaman. Pertama data hasil karakter kuantitatif dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan apabila terdapat karakter menunjukkan hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) atau Tukey dengan taraf 5 %. Kedua data karakter kuantitatif dianalisis dengan analisis korelasi dan dilanjutkan dengan menggunakan analisis lintas untuk mencari karakter kuantitatif yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap hasil yaitu karakter berat biji per tanaman. Hasil ANOVA didapatkan karakter yang memperlihatkan hasil berbeda nyata yaitu hari berbunga dan berbeda sangat nyata yaitu karakter jumlah cabang dan panjang polong. Hasil analisis korelasi didapatkan karakter yang memiliki korelasi dengan karakter berat biji per tanaman yaitu karakter jumlah polong sebesar 0,655 (kuat), karakter berat polong sebesar 0,898 (sangat kuat) dan karakter berat 100 biji sebesar 0,578 (cukup kuat). Kemudian dilakukan analisis lintas terhadap ketiga karakter tersebut. Berdasarkan hasil analisis lintas dari ketiga karakter tersebut, karakter yang menunjukan pengaruh paling besar dan signifikan yaitu karakter berat polong dengan nilai total pengaruh yang signifikan sebesar 0,871 atau 87,1%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa karakter berat polong dapat dijadikan karakter seleksi yang efektif untuk menentukan hasil biji tanaman kacang kratok (Phaseolus lunatus).
Pengaruh Pemberian Hormon Auksin Dan Asam Humat Terhadap Pertumbuhan Bibit Stek Kopi Robusta (Coffea canephora) helwandi, insan sabri; Subroto, Gatot
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.47648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode aplikasi konsentrasi auksin IBA dan dosis asam humat terhadap pertumbuhan bibit stek kopi robusta. Metode yang digunakan yaitu menggunakan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor 1 yaitu konsentrasi IBA yang terdiri dari 4 taraf. Faktor 2 yaitu dosis asam humat yang terdiri dari 4 taraf. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis ragam, jika terdapat perbedaan yang nyata maka akan dilakukan uji jarak berganda duncan pada taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukan (1) terdapat interaksi antara aplikasi konsentrasi hormon auksin IBA dan dosis asam humat terhadap pertumbuhan bibit stek kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan volume akar dan berpengaruh nyata pada variabel pengamatan panjang akar. (2) Pemberian hormon auksin IBA pada pertumbuhan bibit stek kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan diameter batang dan berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman (3) Pemberian asam humat pada pertumbuhan bibit stek kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan volume akar dan panjang akar namun berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun
Respon Fisiologi Bibit Kopi Robusta (Coffea canephora L.) Pada Berbagai Formulasi Pupuk Organik Padidi, Nober; Wisdawati, Eka; Baba, Basri
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.47487

Abstract

Produk samping tanaman kopi berupa limbah kulit kopi, masih dapat dimanfaatkan dengan diolah menjadi pupuk organik berkualitas yang diperkaya dengan tanaman penghasil nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian berbagai formulasi pupuk organik dari bahan utama limbah kulit kopi terhadap fisiologi tanaman kopi robusta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan berbagai formulasi pupuk organik dari limbah kulit kopi, yaitu tanpa pupuk organik (tanah) atau kontrol (P0), pupuk organik tanpa penambahan tanaman penghasil nitrogen (P1), pupuk organik dengan penambahan tanaman babadotan (P2), pupuk organik dengan penambahan tanaman mucuna (P3) dan pupuk organik dengan penambahan tanaman lamtoro (P4). Dosis yang diberikan per tanaman adalah 300 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dengan penambahan tanaman lamtoro menghasilkan rata-rata luas daun terbesar, tetapi tidak berbeda nyata dari perlakuan dengan penambahan mucuna dan tanpa penambahan tanaman penghasil nitrogen. Pada variabel jumlah stomata, kerapatan stomata dan volume akar, perlakuan formulasi dengan penambahan tanaman lamtoro juga menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
Pengaruh Dosis Kompos dan Trichoderma sp. Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kembang Kol (Brassica oleracea var. Botrytis L.) Dataran Rendah Adityo, Vega Danar; Tri Haryadi, Nanang
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.44716

Abstract

Produktivitas kembang kol pada tahun 2020 mencapai 13,03 ton/ha dan 13,42 ton/ha pada tahun 2021, namun mengalami penurunan pada tahun 2022 yang hanya mencapai 12,54 ton/ha. Produktivitas tersebut masih tergolong cukup rendah, Salah satu permasalahan budidaya kembang kol yaitu penggunaan pupuk anorganik yang berdampak pada kualitas tanah. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman adalah penambahan pupuk organik yang dapat memperbaiki sifat-sifat tanah dan penambahan Trichoderma sp. untuk mempercepat tersedianya hara sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis kompos dan dosis Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kembang kol. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama dosis kompos yang terdiri dari 4 taraf, yaitu K0 (tanpa kompos), K1 (75 g), K2 (100 g) dan K3 (125 g), sedangkan faktor kedua dosis Trichoderma sp. terdiri dari 4 taraf yaitu, T0 (tanpa Trichoderma sp.), T1 (15 g), T2 (25 g) dan T3 (35 g). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Apabila terdapat hasil yang berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara kompos dan Trichoderma sp. Perlakuan kompos memberikan pengaruh berbeda nyata. Perlakuan dosis 100 g/tanaman memberikan hasil terbaik pada jumlah daun, berat kering kembang kol, diameter kembang kol dan kandungan klorofil. Perlakuan Trichoderma sp. pada dosis 15 g/tanaman hanya memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter volume akar.
Pengambilan Keputusan Konsumen dalam Membeli Bawang Merah di Pedesaan: Sebuah Analisis Deskriptif Zainuddin, Ahmad; Rahman, Rena Yunita; Magfiroh, Illia Seldon; Setyawati, Intan Kartika; Suciati, Luh Putu
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.48167

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu kebutuhan utama bagi rumah tangga khususnya di Kabupaten Jember. Adanya perubahan harga yang sering terjadi menyebabkan perubahan terhadap keputusan konsumen dalam membeli bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keputusan konsumen dalam membeli bawang merah di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan jumlah responden sebanyak 120 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukan bahwa keputusan konsumen dalam membeli bawang merah memperhatikan terkait dengan ukuran bawang, kebiasaan, dan harga. Informasi terkait pembelian bawang merah sebagian besar berasal dari penjual, teman dan diri sendiri. Informasi yang penting bagi konsumen meliputi kondisi fisik, dan harga bawang merah. Pembelian bawang merah biasanya dilakukan tergantung situasi konsumen dengan frekuensi pembelian 4 kali dalam sebulan. Keputusan pembelian sangat tergantung pada istri/ibu rumah tangga. Berdasarkan harga, bawang merah dianggap tidak terjangkau oleh konsumen karena sering mengalami kenaikan. Konsumen juga akan tetap membeli bawang jika harga naik karena merupakan kebutuhan utama. Selain itu, konsumen memilih tempat belanja yang dekat dengan tempat tinggal.

Page 1 of 1 | Total Record : 9