cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025" : 5 Documents clear
Aplikasi Sludge Biogas dari Limbah Organik sebagai Pendukung Rehabilitasi Tanah Berpasir: Studi pada C Organik, N total, Rasio C/N dan Total Mikroba Nurmalinda Siregar; Aira Hafnizar; Mula Narju; Ikhlas Hamzani
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i2.53700

Abstract

Tanah berpasir memiliki keterbatasan dalam menyimpan unsur hara dan bahan organik, sehingga kurang mendukung prtumbuhan tanaman. Sludge biogas merupakan produk sampingan dari fermentasi anaerob yang kaya akan unsur hara dan berpotensi meningkatkan kesuburan tanah berpasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi sludge biogas dari berbagai bahan organik terhadap kandungan C-organik, N-total, rasio C/N, dan total mikroba tanah. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis bahan sludge (sayuran, buah-buahan, tandan kosong kelapa sawit, sampah kota, dan kotoran sapi) dan dosis aplikasi (0 L/ha, 400 L/ha, 800 L/ha, 1200 L/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi sludge biogas meningkatkan kandungan C-organik, N-total, dan populasi mikroba tanah, dengan peningkatkan tertinggi pada kombinasi sludge dari sampah kota dan kotoran sapi dengan dosis 800-1200 L/ha. Rasio C/N tanah juga mengalami penurunan, menunjukkan peningkatan ketersediaan N bagi tanaman. Secara keseluruhan, aplikasi sludge biogas berkontribusi terhadap perbaikan sifat kimia dan biologi tanah berpasir serta dapat digunakan sebagai alternatif amelioran organik dalam rehabilitasi lahan marginal.
Modifikasi dan Uji Kinerja Mesin Pemasak Semi Otomatis Gula Semut Puspita Yuliandari; Erdi Suroso; Latifa Indraningtyas; Sugiharto, Ribut; Elhamida Rizkiea Amin; Supiatun; Tawarina Br. Siregar
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i2.53701

Abstract

Proses pemasakan dan kristalisasi gula semut, selama ini masih dilakukan dengan metode konvensional. Metode tersebut memiliki kelemahan karena gula yang dihasilkan mengandung kadar air yang tinggi dan memerlukan waktu untuk proses pembuatan yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah memodifikasi dan menganalisis mesin semi otomatis gula semut untuk menghasilkan gula semut dengan kadar air yang lebih rendah. Alat yang digunakan adalah Mesin Pemasak Semi Otomatis Gula Semut. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari frekuensi dan kecepatan pengaduk. Perlakuan kontrol mesin meliputi kecepatan pengaduk dengan penambahan inverter, alat pengaduk, blower (pengganti kipas), dan alat penggerus dengan perlakuan pengaturan 3 (tiga) frekuensi yaitu 20 Hz, 30 Hz, dan 40 Hz dan kecepatan putaran alat pengaduk yaitu 12 rpm, 18 rpm dan 24 rpm. Kedua perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 (tiga) kali. Pengujian mesin menggunakan bahan baku nira kelapa sebanyak 20 l. Peubah dilakukan dengan memperhitungkan penurunan kadar air, kecepatan pengaduk, torsi, kecepatan bahan bakar (LPG), dan biaya listrik. Modifikasi mesin pemasak semi otomatis dengan perubahan kipas menjadi blower dan penambahan inverter menghasilkan durasi pemasakan yang lebih cepat dibanding mesin pemasak sebelum modifikasi. Waktu yang digunakan mesin pemasak setelah modifikasi adalah 119,7 menit pada proses evaporasi dan 12 menit pada proses kristalisasi, sedangkan sebelum modifikasi, waktu yang digunakan untuk proses evaporasi adalah 150 menit dan 40 menit pada proses kristalisasi. Kadar air yang dihasilkan setelah modifikasi berkisar 2,17 – 2,81 % sedangkan sebelum modifikasi 2,96 – 4,56 %. Selain itu, ukuran partikel gula semut yang dihasilkan jauh lebih seragam dimandingkan dengan mesin pemasak sebelum modifikasi (berbentuk bongkahan).
Pengaruh Komposisi Bahan dan Bentuk Media Pembibitan pada Hasil Seedling Tanaman Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Yusuf Rachmandhika; Andhika Setiawan; Tri Wahyu Saputra; Gatot Subroto; Ahmad ilham tanzil; Syafina Pusparani
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i2.53707

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia dengan nilai ekonomis tinggi. Namun, produktivitas sering terganggu oleh kualitas bibit yang kurang optimal. Penelitian ini menguji berbagai komposisi media tanam, termasuk campuran tanah, kompos, dan bahan organik lainnya, serta berbagai bentuk media seperti pot, tray, dan polybag. Dilaksanakan pada Februari 2023 di Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu media tanam (cocopeat, lumut, dan tanah) dan bentuk media (blok tanah, polybag sosis, dan potray), melibatkan 27 unit percobaan dengan 2 ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, jumlah daun, berat segar, dan berat kering. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi cocopeat, lumut, dan tanah memberikan hasil terbaik pada semua parameter pertumbuhan: tinggi tanaman 5,63 cm, jumlah daun 6,11 helai, diameter batang 1,60 mm, berat kering 0,06 gram, panjang akar 11,17 cm, dan berat segar 0,33 gram. Media polybag sosis adalah yang paling efektif, menghasilkan tinggi tanaman 5,89 cm, jumlah daun 6,22 helai, diameter batang 1,48 mm, berat kering 0,07 gram, panjang akar 9,44 cm, dan berat segar 0,37 gram. Hasil ini menunjukkan bahwa pemilihan komposisi media tanam dan bentuk media yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kualitas bibit cabai rawit, yang pada akhirnya dapat mendukung produktivitas dan keberlanjutan pertanian cabai rawit di Indonesia.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Terhadap Pemberian Mulsa dan Pupuk Hayati Safrizal; Sandi, Mey Ryan
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i2.53708

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki nilai ekonomi dan banyak dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia. Penggunaan bahan organik merupakan upaya yang bisa diterapkan dalam upaya menjadi praktik budidaya yang ramah lingkungan. Salah satunya yaitu penggunaan mulsa dan pupuk hayati yang menjadi pendekatan dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang berkelanjutan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa dan dosis pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola  faktorial yang terdiri dari 4x3  perlakuan, masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga secara keseluruhan terdapat 12 unit satuan percobaan.  Adapun faktor pertama adalah jenis mulsa (M) terdiri dari 4 taraf yaitu : M0 = Tanpa Mulsa (Kontrol) M1 = Serbuk Kayu M2 = Mulsa Perak M3 = Mulsa Jerami Padi. Faktor kedua adalah dosis pupuk hayati (H) terdiri dari 3 taraf yaitu : H0 = Kontrol, H1 = 100 Kg/ha, dan H2 = 200 Kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis mulsa dan berbagai dosis pupuk hayati tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang tomat pada umur 30 dan 60 HST. Pemberian dosis pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap jumlah buah pertandan tanaman tomat. Hasil penelitian mengimpilkasin bahwa penggunaan pupuk hayati menunjukan respon lebih tanggap pada fase generatif tanaman tomat.
Analisis Perilaku Konsumen dalam Pembelian Buah Lokal di Kabupaten Jember Nurul Fathiyah Fauzi; Rafazri Akbar Hartanto
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i2.53709

Abstract

Perilaku konsumen buah diperlukan sebagai bahan informasi bagi pedagang buah dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku konsumen, menentukan proses pengambilan keputusan pembelian dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian buah-buahan di kios wilayah kota Jember. Data diperoleh dari 75 responden dengan menggunakan metode convenience sampling dan diteliti dengan analisis sikap (Ab), analisis norma subjektif (SN), analisis perilaku konsumen (B~BI) dan analisis faktor. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku konsumen dalam membeli buah-buahan di kios wilayah kota Jember adalah sebagai berikut: (1) pada kios Wilayah Kaliwates (kios Sari Buah), berada dalam perilaku pasti iya, yang dipengaruhi oleh atribut buah-buahan; (2) pada kios Wilayah Sumbersari (kios Pandawa), pasti iya perilaku yang dipengaruhi oleh atribut buah-buahan; (3) pada kios Wilayah Patrang (barokah), berada dalam perilaku pasti iya, yang dipengaruhi oleh atribut buah-buahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian buah-buahan di wilayah kota Jember berturut-turut adalah faktor harga (harga sesuai manfaat dan harga lebih terjangkau), faktor produk (keyakinan, motivasi dan persepsi), faktor distribusi (ketersediaan, pelayanan penjual dan lokasi) , faktor budaya (kebiasaan konsumsi), faktor individu (usia, Pendidikan, pekerjaan dan gaya hidup) dan faktor sosial (keluarga, teman dekat dan rekan kerja).

Page 1 of 1 | Total Record : 5