cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA PENDERES KARET DI KECAMATAN TAMIANG HULU KABUPATEN ACEH TAMIANG (Suatu Studi di Desa Bandar Baru Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang) Raihani -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study entitled "Socio-Economic Conditions in the Village Family Penderes Rubber New Bandar Aceh District Tamiang Hulu Tamiang" aims to Know The Rubber Penderes Socioeconomic Conditions in the village of Bandar Baru. Types of research used in this research is descriptive method with qualitative approach. The population in this study is all the rubber in the village of Bandar penderes New 275 heads of households and sample as many as 27 heads of families taken by random sampling. Data collection techniques used library research and field research with the techniques of data collection by way of observation, documentation and questionnaires. Furthermore, the techniques of data analysis using the percentage formula P = x100%.The results showed that the socio-economic conditions in the village of rubber penderes New Bandar Aceh District Tamiang Tamiang Hulu is still modest compared with other communities in general. while the large rubber penderes income earned each month by an average of Rp 2,444,444.00 and they have been insufficient to meet their needs every day. Furthermore the problems faced in conducting its activities penderes rubber is the rainy season which affects the production of rubber latex per day. Thus, it was indicated that the rubber penderes family or the village of New Airport District Tamiang Hulu regency of Aceh Tamiang have socio-economic conditions are considered. This is consistent with the theory put forward by Suyitno (2005:19): "Indications of a society that has a low socio-economic conditions over more revenue in terms of society itself". Key words: the condition, social and economic
PENELUSURAN LITERATUR PERPUSTAKAAN UNTUK PENDIDIKAN TINGGI Bintang, Sanusi
Mentari Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan yang dicapai oleh manusia dalam berbagai bidang kehidupan dan tuntutan terhadap kualitas layanan telah menyebabkan timbulnya kebutuhan terhadap profesionalisme kerja dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang memerlukannya. Untuk menyambut tuntutan demikian diperlukan upaya penyiapan sumber daya manusia yang dapat dimulai sejak mereka berada dalam proses pendidikan di perguruan tinggi.Perguruan tinggi sebagai lembaga yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusannya melalui berbagai kegiatan yan relevan, antara lain   penambahan keterampilan belajar, termasuk keterampilan penelusuran literatur perpustakaan.Keterampilan penelusuran literatur perpustakaan dimaksudkan memberikan keahlian kepada mahasiswa dalam mencari dan menemukan informasi, baik tercetak mapun elektronik secara cepat dan tepat sehingga dapat memberikan kemudahan bagi yang bersangkutan dalam proses belajar mengajar yang sedang diikutinya dan dalam bekerja nantinya.Tulisan ini memulai uraiannya dengan kedudukan perpustakaan di perguruan tinggi sebagai pusat sumber belajar dan pusat sumber  penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kemudian, memaparkan jenis literatur yang tersedia di perpustakaan dan teknik penelusuran literatur tersebut, baik dokumen tercetak maupun elektronik.
PAIKEM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI Ruaida -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAIKEM stands for active, innovative, creative, effective, and fun is the goal for achieving a high understanding level of the issues being studied. PAIKEM should be applied by teacher to improve the quality of learning that have an impact on students’ learning outcomes. But still there were pros and cons in the use of PAIKEM itselfs among teachers. This may be due to a lack of teachers’ understanding more specifically on the concept of PAIKEM itself. One of the principles of PAIKEM is student centered learning. Teachers need to design learning that enables full engagement of students in the learning process to get better results. PAIKEM in Economic learning is necessary therefore Economics depart from a number of problems that people face in their everyday lives and brought closer to the theoritical concept there is to find solution for the economic problems. A number of models/types of learning in accordance with the principles of PAIKEM that have ever been applied by economics teacher in the learning process is the picture and picture, simulation and STAD. As the result, more and more students are actively involved in the learning process that impact on their learning outcomes is also getting better. Therefore, teachers need to develop learning model in accordance with the principles of economy PAIKEM on different materials. Key words: PAIKEM, and economic learning
PEMBELAJARAN KONSEP GEOMETRI DENGAN MODEL ADVANCE ORGANIZER PADA SMP NEGERI 3 BANDA ACEH -, Suhartati
Mentari Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geometri merupakan bagian dari matematika yang selama ini mendapat sorotan karena rendahnya prestasi yang diperoleh siswa mulai dari siswa Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah  Lanjutan. Demikian juga yang terjadi di SMP Negeri 3 Banda Aceh. Oleh karena itu, melalui penelitian ini dicoba menerapkan model pembelajaran advance organizer pada pembelajaran konsep segi empat dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hal-hal berikut: (1) Aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran yang dilaksanakan dengan model advance organizer, (2) Tanggapan siswa terhadap kegiatan dengan model model advance organizer, (3) Tingkat pencapaian hasil belajar siswa tentang konsep geometri yang diperoleh melalui pembelajaran dengan model advance organizer, dan (4) Ketuntasan belajar siswa pada konsep geometri yang dicapai dengan model. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran Advance Organizer melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar  dan guru kreatif dalam kegiatan mengajar, (2) Siswa umumnya merasa senang dan berminat untuk mengikuti pembelajaran berikutnya dengan model pembelajaran Advance Organizer, (3) Melalui penerapan model pembelajaran Advance Organizer, penguasaan materi Segi empat siswa mencapai tingkat sedang, dan (4) Penerapan model pembelajaran Advance Organizer pada materi Segiempat telah mewujudkan tercapainya ketuntasan belajar secara klasikal Kata kunci : Advance organizer,  konsep Geometri
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU SMP NEGERI DI KECAMATAN MASJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Mukhtar -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru SMP Negeri di Kecamatan Masjid Raya Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah,  guru, dan pengawas. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru dilakukan melalui a) menetapkan kewenangan guru, b) memberikan tugas yang sesuai dengan bidangnya, c) memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan seminar, d) mendatangkan tutor ke sekolah, e) memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, f) menetapkan sebagai pembimbing dalam kegiatan ekstra kurikuler, 2) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin guru yaitu: a) menjalankan peraturan sekolah, b) menciptakan budaya organisasi, c) memberikan sanksi, 3) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi guru adalah: a) menciptakan situasi yang harmonis, b) menempatkan guru sesuai dengan bidangnya, c) memenuhi semua perlengkapan yang diperlukan guru dalam melaksanakan tugasnya, d) memberikan penghargaan dan hukuman, 4) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan komitmen guru adalah: a) mengadakan rapat pada setiap awal semester, b) mengawasi pelaksanaan proses pembelajaran, c) mengevaluasi hasil kinerja guru, d) memberi catatan dalam buku pembinaan. 5) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru adalah a) rendahnya tingkat kedisiplinan guru, b)guru kurang termotivasi dalam meningkatkan kinerjanya c) domisili guru yang jauh dari sekolah, d) fasilitas sekolah yang belum memadai, dan e) rendahnya partisipasi warga lingkungan sekolah. Kata kunci: strategi kepala sekolah dan kinerja guru
PETA KOMPETENSI SISWA PADA UN MATA PELAJARAN EKONOMI-SMA DI KABUPATEN BIREUEN Ruaida -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the basic competencies of what is problematic in the National Examination for Economic Subjects at secondary schools in Bireuen district. Another objective of this study is to determine the response of principal's, economics teacher, and supervisor (stakeholders) about the causes of low student competence in each of the national examination result, as well as the recommended model for problem solving. The samples of this research are SMAN 1 Bireuen, SMAN 1 Jangka, and SMAN 1 Ganda Pura that are taken purposively. The data collection techniques used are documentation techniques, and focus group discussions (FGD) with stakeholders in each school. Data processing techniques used in this study is descriptive analysis. The results showed that there are 15 basic competitions that the accomplishments still have problems or60 on the national exam of economic subjects in secondary school in the Bireuen district. This is due to the professional competence and teachers pedagogic for instance mastery of the material, how to motivate students, the use of methods, and instructional media, IT mastery,remainsproblematic. Another factor is the low awareness of parents in children's learning process and school environments that have not been well ordered. In line with these factors, then the problem-solving model is the provision of the teachers professionalism training, such as stabilization of hard materials, stabilization of the pedagogic and IT mastery, and the provision of learning CD, it will be better if learning economics is hold in teams and involving at least two teachers in the study. In addition, it is needed for teacher to have assistance program in designing and implementing learning, and maximize the function of the school committee as a forum for parents to take care and contributeto the education of theirchildren. Key words: student competence, national exam in Economics Lesson 
INTEGRASI UNIT USAHA SIMPAN PINJAM (USP) MILIK KOPERASI KE DALAM BANK KOPERASI (Analisis Potensi dan Penguatan Finansial Koperasi Menuju Kemandirian) Ishak Hasan
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai badan usaha, koperasi sampai dengan saat ini masih menghadapi berbagai persoalan yang mendasar, di antaranya belum adanya lembaga pendukung keuangan yang secara penuh dimiliki oleh koperasi. Selama ini kita mengenal ada lembaga yang ”berbau” koperasi, seperti Bank BUKOPIN. Akan tetapi, lembaga keuangan tersebut bukanlah milik koperasi secara penuh. Sungguhpun, pada awalnya bank tersebut digagas oleh gerakan koperasi, namun di dalam perjalanannya lembaga tersebut telah beralih ke tangan swasta. Dengan demikian, harapan bahwa koperasi memiliki lembaga keuangan guna mendukung aktivitas usahanya sendiri menjadi buyar di tengah jalan. Oleh karena itu, sudah saatnya dirintis kembali lembaga keuangan milik sendiri dengan cara mengintegrasikan usaha-usaha seperti unit usaha simpan-pinjam yang sudah ada menjadi Bank Koperasi. Apabila ini bisa dilakukan, maka posisi tawar koperasi di bidang finansial akan menjadi lebih kuat, dan marwah koperasi akan terjaga. Alasannya, apabila koperasi membutuhkan modal, dan berbagai pembiayaan, aktivitas transaksi, dan jasa keuangan lain akan lebih mudah memperolehnya secara bersama-sama dengan tanpa mengemis kepada pihak lain di luar koperasi, seperti swasta, dan negara. Keyword:  KSP, Lembaga Keuangan Koperasi.
STRATEGI PEMBANGUNAN ACEH BESAR BERBASIS EKONOMI KERAKYATAN Gunawan -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya semua pembangunan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibarengi dengan usaha-usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dalam upaya memacu pembangunan daerah. Maka perlu dikenali berbagai tantangan, kendala dan peluang. Kendala utama masa lalu dalam pembangunan adalah efisiensi dan berkelanjutan. Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu kabupaten yang berada dalam wilayah NAD yang terletak diujung pulau Sumatera dengan luas wilayah adalah 2.974,12 km2 dibagi dalam 23 kecamatan yang terdiri dari 68 Pemukiman, 608 Desa, 18 pulau, 14 Gunung dan 83 Sungai dengan jumlah penduduk ± 302.662 jiwa. Yang terdiri dari laki-laki 155.443 dan perempuan 147.219. (Aceh Besar Dalam Angka: 2006).Kabupaten Aceh Besar sampai dengan sekarang ini belum terjadi atau mengalami pemekaran menjadi kabupaten baru sebagaimana halnya kabupaten-kabupaten lain, namum dalam wilayah kabupaten Aceh Besar telah terjadi pemekaran kecamatan sejak tahun 1999, yaitu dari 13 kecamatan menjadi 23 kecamatan. Pemekaran kecamatan tersebut bukan dilakukan secara sewenang-wenang namun atas dasar permintaan atau aspirasi masyarakat setempat, mereka menginginkan agar daerahnya yang selama ini kurang berkembang dengan harapan menjadi lebih cepat berkembang dalam membangun begitu juga kesenjangan sosial ekonomi, antar wilayah dapat diperkecil. Pembangunan kabupaten Aceh Besar merupakan bagian penting dari pembangunan regional dan nasional yang saat ini sedang dipacu pelaksanaannya, konflik vertikal yang dialami selama ini telah menyebabkan terjadinya perubahan dalam pembangunan, potensi ekonomi yang sudah terbangun sebagian sudah hancur terutama disektor pertanian, sektor kehutanan dan perkebunan, sektor industri dan pertambangan dan sektor-sektor lainnya sehingga membawa pengaruh terhadap tingkat perekonomian masyarakat, agar hal-hal tersebut dapat diminimalkan dampaknya dalam pelaksanaan pembangunan Aceh Besar yaitu memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik yang bermuatan sinergis dapat dilakukan skala prioritas, memilih urutan-urutan berdasarkan pentingnya suatu tujuan, sasaran dalam suatu program, memudahkan mengadakan pengawasan dalam evaluasi. (Aceh Besar Dalam Angka, 2006)Dalam alam reformasi sekarang ini dan otonomi yang luas bagi daerah kinerja-kineria ekonomi dan pembangunan tidak cukup dilaporkan secara kualitatif karena mekanisme demokrasi akan memberi kesempatan yang besar bagi masyarakat untuk memantau dan mengevaluasi kinerja-kinerja pemerintah. (Riyadi dan Dedi Supriady : 2004)Masyarakat akan menggunakan indikator-indikator yang dipublikasikan untuk publik sebagai alat untuk mengobservasi apakah suatu pemerintah berhasil, kurang berhasil, atau tidak berhasil dalam pencapaian sasaran ekonomi dan pembangunannya. Oleh karena itu, perencanaan strategi sebagai langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah berupaya untuk menginterprestasikan segenap keahlian SDM dan sumber daya lainnya sehingga mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan stratejik Daerah, Nasional dan lokal dalam tuntutan manajemen Nasional. (AR Mustopradidjaja : 2003).Permasalahan yang dihadapi oleh Aceh Besar sebagai berikut.1)  Laju pertumbuhan sektor pertanian relatif lebih lamban dan tertinggal dibandingkan dengan faktor industri dan manufaktur serta jasa lainnya apalagi setelah krisis ekonomi melanda negara Indonesia. Hal ini tercermin dari tingkat produktifitas dan kualitas pertanian yang masih rendah serta tingkat investasi pertanian yang masih sangat kurang di Kabupaten Aceh Besar.2)     Sistem pemasaran hasil pertanian yang masih berskala lokal dan belum mampu menembus pemasaran secara langsung untuk pasar nasional, rendahnya semangat kerja masyarakat Aceh Besar untuk menggalakkan kegiatan sektor pertanian sebagai sektor yang menampung aktifitas ekonomi masyarakat.3)     Dari berbagai jenis tanaman perkebunan yang diusahakan petani pada umumnya diusahakan secara tradisional sehingga produksi persatuan luas tanaman perkebunan sangat rendah apabila dibandingkan dengan produksi standar untuk masing-masing jenis tanaman perkebunan.4)     Perkembangan industri masih terbatas pada industri kecil dan industri rumah tangga, hal ini tidak terlepas dari krisis ekonomi yang berkepanjangan ditambah dengan ketidakpastian politik luar negeri telah membawa dampak perekonomian rakyat secara keseluruhan.5)     Perkembangan dibidang pertambangan belum begitu kelihatan hal ini disebabkan belum adanya investor asing yang mau menanamkan modalnya di Kabupaten Aceh Besar.6)     Prasarana irigasi Kabupaten Aceh Besar masih minim bila dibandingkan dengan luas baku lahan sawah (30,421 Ha) hanya sebagian yang sudah mendapat pelayanan irigasi.7)     Dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan menyebabkan roda perkembangan sektor riel dan masyarakat mengalami kemunduran. (Aceh Besar Dalam Angka : 2006) 
Invasi Akasia Berduri (Acacia nilotica) (L.) Willd ex Del. Di Taman Nasional Baluran Jawa Timur dan Strategi Penanganannya Djufri -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acacia nilotica is a thorny wattle native species in India, Pakistan and much of Africa. This Acacia is widely distributed in tropical and subtropical Africa from Egypt and Mauritania to South Africa. The invasion of A. nilotica has resulted in the reduction of savannah wide in Baluran National Park reaching about 50%. Presure to the savannah has a great impact on the balance and preservation of whole ecosystem in Baluran. Some efforts have been to fight against the wide-spreading of invasion of A. nilotica for example eradication chemically use Indamin 72 HC and 2,4 D Dinitropenol, but result is not effective. And so it is with eradication in the mechanic use bulldozer appliance, and cut away to burn, not yet given optimal result, proven invasion of A. nilotica in this time not yet deductible, exactly growing wide. For the reason, require to be looked for alternative is way of the other eradication, so that the wide-spreading of preventable invasion A. nilotica. Otherwise hence the possibility of big savannah exist in National Park of Baluran metamorphose to become forest of A. nilotica.
PENGELOLAAN LABORATORIUM KOMPUTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA SMP NEGERI 2 BANDA ACEH Khairuddin -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan laboratorium komputer sebagai media pembelajaran sangat berperan penting terhadap proses keberhasilan pembelajaran di sekolah sehingga guru dan siswa diharapkan dapat menguasai teknologi dan informasi yang sangat penting di era globalisasi sekarang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem rekrutmen staf, penggunaan, dan pengembangan laboratorium komputer di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara dan Studi Dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Pengelola Laboratorium, Tenaga Laboran dan Siswa. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Perekrutan tenaga laboran berasal dari guru bidang studi sehingga kemampuannya kurang maksimal karena bukan ahli dibidangnya. 2) Penggunaan laboratorium komputer untuk memenuhi kebutuhan kegiatan belajar mengajar pengelola dan guru terlebih dahulu membuat suatu rancangan kegiatan dan jadwal pemakaian laboratorium untuk kegiatan pembelajaran, juga disertai dengan peraturan penggunaan laboratorium, dalam  pembelajaran masing-masing siswa mendapat satu komputer ketika proses belajar di laboratorium, sistem pembelajaran dilakukan secara langsung yaitu siswa melihat langsung kepada monitor sehingga langsung dapat dipraktekkan. 3). Pengembangan laboratorium komputer dilakukan melalui peningkatan kemampuan staf laboran dengan mengikuti pelatihan sehingga kemampuan guru meningkat, melaksanakan program e-learning sehingga guru dan siswa dapat mengembangkan program e-learning sebagai media pembelajaran, pengembangan bengkel komputer sehingga siswa mengetahui tentang perangkat keras (Hardware), dan meminta pengadaan komputer baru kepada Dinas pendidikan Kota Banda Aceh.  Kata Kunci : pengelolaan, media pembelajaran