cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG BERAS DALAM PEMBUTAN KUE BOLU (BHOI), PENGANAN TRADISONAL ACEH, DI KECAMATAN MEURAXA Wardiah -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To keep bhoi exist, we try to just rice flour as the main material in making process. Based on the above statement, this experiment is purpose to (1) Know how many percent of using rice flour can replace wheat flour, (2) Know the taste comparison between bhoi with is made from rice flour to bhoi which is made from wheat flour, (3) Know the texture comparison between bhoi with is made from rice to bhoi which is made from wheat flour. This experiment is conducted in Lambung village Meuraxa sub-district, Banda Aceh district and also in Tata Boga’s Laboratory. Research setting which used is Complete Random Plan system non factorial which consists of six treatment of using rice flour to replace wheat flour in mixing material to make bhoi by composition of rice flour 0%,20%, 40%, 60%, 80%,and 100%. This research is repeated six times through each treatment. There are five informants whose have knowledge and skill in making bhoi and also ten prominent figure woman whose know and ever make bhoi. The experiment is conducted to texture and taste which is examined by ten panelists to the hedonic and acceptability test. From the data can be concluded thah (1) Rice flour can replace wheat flour 0%,20%, 40%, 60%, 80%,and  100%. The most panelist like is the treatment of making bhoi by adding 0% and 100% rice flour, (2) It gives and abvious effect of using rice flour to the taste of bhoi and panelists be fond of the taste at 100%  treatment, (3) It gives an obvious effect of using rice flour to the texture of bhoi at 0% and 100% treatment which the most panelists  like.  Keywords: Bhoi, Aceh’s traditional cake, wheat flour, rice flour.
TRADISI LISAN DODA-IDI SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER ANAK ACEH * (ORAL TRADITION DODA-IDI AS FORMING CHARACTER CHILD ACEH) Armia -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This riset as a flashback to the past Acehnese in function of oral tradition in shaping the character of children. The author sees the point of view of character formation of children in Aceh since the early (since the swing). The issue today is (1) deviated character of today's young generation, (2) concerns about the character of the young generation in the future. Based on the above problems, the formulation of the research problem as follows: (1) how the oral tradition-doda idi child Aceh since past. Description of the purpose of this study was to: (1) describe the oral tradition-doda idi as a child character formation, (2) describe the character formed by tradition-doda idi. This research uses descriptive qualitative method. research results is to set (1) How to integrate the values for the formation of character generation in Aceh can be done by (a) selecting poems-doda idi accordance with the value which would integrated, (b) integrated values-doda idi poem that spoken/sung since the swing. (c) provide reinforcement in the positive values contained in the poem doda idi. (d) the child appreciated avoid ambiguous/appreciation can bring negative values for the formation of the character of the child. (e) maintain the oral tradition as a means of creating a creative for the formation of the character of the child. (2) The values of the characters can be integrated in the poems-doda idi is     (a) the character of the love of God and all His creation, (b) self-reliance and responsibility, (c) honesty or trust, diplomatically, (d) respect and polite, (e) generous, like helping each other and mutual assistance, (f) self-confident and intelligent worker, (g) leadership and justice, (h) a good and humble, (i) the character of tolerance, peace and unity.  Key words: oral tradition, doda-idi, character
KEBERADAAN SERIKAT TOLONG MENOLONG MASYARAKAT ALAS DI DESA TERUTUNG PEDI KECAMATAN BABUSSALAM KABUPATEN ACEH TENGGARA Ahadin -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serikat Tolong Menolong pada masyarakat alas yang ada di Desa Terutung Pedi adalah suatu organisasi atau perkumpulan yang memiliki fungsi untuk membantu sesama anggota dalam hal-hal seperti: pada upacara atau pesta perkawinan, pesta pemamanen, sunat rasul, dan pada saat terjadinya orang meninggal dunia atau kemalangan, organisasi ini dilaksanakan atau di dirikan didasari oleh ikatan atau adanya hubungan persaudaraan yang memiliki ikatan garis keturunan yang berasal dari orang tua yaitu bapak dan anak laki-laki. Keberadaan Serikat Tolong Menolong ini telah ada sejak pada zaman dahulu sampai dengan saat ini, dan sudah merupakan akar budaya atau tradisi bagi masyarakat alas pada umumnya dan masyarakat desa terutung pedi pada khususnya, tradisi ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat dan terus bertahan hidup, hal ini karena selalu dapat menyesuaikan diri dengan segala bentuk perubahan dari zaman ke zaman, dengan segala keadaan yang ada dan perkembangan maupun perubahan dalam masyarakat, hal ini juga membuktikan bahwa ikatan persaudaraan dalam masyarakat alas sangatlah baik dan kuat dengan telah terujinya hubungan perkumpulan yang ada. Organisasi Serikat Tolong Menolong ini bukan hanya menjadi hal yang dapat membantu pada anggota dalam setiap event kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, organisasi ini akan membuat kehidupan dalam masyarakat menjadi lebih baik dan semua anggota masyarakat akan merasakan suatu perlindungan, persaudaraan, kebersamaan dalam tradisi budaya dan dalam kehidupan bermasyarakat, dengan tetap terjaganya organisasi yang dimaksud maka dengan demikian tradisi dan adat istiadat masyarakat alas pun diharapkan tetap terjaga kelangsungannya dalam masyarakat yang berkembang dengan dinamis dan harmonis.  Kata kunci: Serikat tolong menolong, masyarakat, dan adat budaya.
KONSEP FITRAH DAN PERBANDINGAN DENGAN TEORI BARAT DALAM PROSES PENDIDIKAN ISLAM Hamdi Yusliani
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman terhadap teori perkembangan manusia yang dikembangkan dewasa ini memberi pengertian bahwa teori barat memegang peran penting dalam proses pendidikan. Di sisi lain, Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan pijakan yang benar tentang tujuan dan hakikat pendidikan sejak ratusan tahun lalu, yakni memberdayakan potensi fitrah manusia yang condong pada nilai-nilai kebajikan yang dapat memfungsikan diri sebagai hamba tanpa kecuali maupun prioritas terhadap suatu potensi tertentu. Dengan demikian, pendidikan menjadi suatu proses dalam membina seluruh potensi manusia sebagai makhluk yang beriman dan bertakwa, berpikir dan berkarya, untuk kemaslahatan diri dan lingkungannya. Kata kunci: teori barat, potensi, pendidikan
HUKUM SEJARAH: KAJIAN FILOSOFIS TERHADAP PEMIKIRAN MUHAMMAD BAQIR AL-SHADR Sanusi Ismail
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu klasik dalam filsafat sejarah yang senantiasa menyita perhatian para filsuf, sejarawan, dan ilmuwan sosial adalah adakah hukum sejarah yang menguasai jalannya proses atau peristiwa-peristiwa yang berkait dengan manusia. Di antara mereka banyak yang berpandangan bahwa hukum sejarah itu ada, dan sebaliknya banyak pula yang berpandangan bahwa hukum sejarah itu tidak ada. Masing-masing pandangan ini membawa konsekuensi masing-masing. Kalau hukum sejarah ada, berarti sejarah bersifat deterministik dan dilandasi asas kausalitas, dan konsekuensinya tidak ada kebebasan buat manusia dalam sejarah, sebaliknya kalau tidak ada hukum sejarah berarti manusia bebas menentukan jalannya sendiri dalam sejarah. Muhammad Baqir al-Shadr memiliki pandangan yang sintetik mengenai hal ini. Ada hukum sejarah dan ada pula kebebasan. Hukum sejarah itu terdiri atas tiga macam, yaitu hukum sejarah hipotetis, orientatif, dan kategoris (determinatif-fatalistik). Dua yang pertama menyediakan ruang kebebasan buat manusia, sementara yang kategoris tidak. Dengan demikian, manusia punya peran aktif dalam kesejarahannya. Gerak sejarah ditentukan oleh jiwa, gagasan, semangat dan perjuangan kolektif. Perubahan subjektif mendahului dan merupakan dasar buat perubahan eksternal (realitas objektif). Kata kunci: Filsafat sejarah, kausalitas, kebebasan.
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP BELANJA PEMELIHARAAN MELALUI BELANJA MODAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA ANGGARAN PEMERINTAH DAERAH Jalaluddin -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is aimed to provide empirical evidence of the influence of real regional income (PAD) and proportion funding toward expense of maintenance through capital expenditure in Aceh government regency/ city and town. Populations used in this research are 18 regencies, and 5 cities and town in Aceh government. Due to the consideration of the data availability, therefore the main targets of this study are 13 regencies and 4 cities and town. Data that used in this research is a secondary data that covers the total of real regional income (PAD), proportion funding, capital expenditure and expense of maintenance that included in revenue and expenditure budget district (APBD) realization of regency, city and town in Aceh government from 2006 to 2008. The data analysis method used in this research is path analysis method. Result of the research shows that simultaneously the allocation of real regional income (PAD) and proportion funding are influential to capital expenditure and expense of maintenance. But, partially, real regional income (PAD) has a negative influence to the expense of maintenance, whereas proportion funding and capital expenditure partially influential toward expense of maintenance. Keywords: real regional income (PAD), proportion funding, capital expenditure, expence of maintenance
ANALISIS DEIKSIS TUTURAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 16 BANDA ACEH Maya Shafira
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is describing about the use of deixis on the teachers’ speech in learning of the State Elementary School 16 Banda Aceh. Specifically, the problems of this research are (1) how does the use of person deixis on the teachers’ speech in learning, (2) how does the use of spatial deixis on the teachers’ speech in learning, and (3) how does the use of temporal deixis on the teachers’ speech in learning. The data of the research was the teachers’ speech containing the deixis, such as a person deixis, a spatial deixis, and a temporal deixis during the learning process at the class. The data collection was carried out by using an observation technique. Data analysis was conducted by identifying data, classfying data, analyzing data, and taking decision. The research results was classified into three groups: the use of person deixis, the use of spatial deixis, and the use of temporal deixis. Firstly, person deixis found on the teachers’ speech consist of the first singular person, the first plural person, the second singular person, the second plural person, and the third singular person. The first singular person, includes the form of greetings Ibu, Ibu Ani, and Bu Ani, the first plural person is kita. Besides, kita was also used to refer to the second singular and plural person. The second singular person, includes the form of kamu and greeting Nak. Apart from using as the second singular person, kamu and greeting Nak was also used to refer to the second plural person. The second plural person was in the form of kalian. The third singular person, includes dia, attachment form -nya, and the greeting forms Ibu itu and Bu Cut. Form -nya, was not only used as the second plural person, but also as the second singular and plural person. Secondly, the spatial deixis found on the teachers’ speech, includes ini, sini, di sini, itu, di situ, ke situ, di sana, ke sana, kemari, and ke belakang. Third, temporal deixis found on the teachers’ speech, includes nanti, sebentar, sebentar lagi, sekarang, besok, besok-besok, dari tadi, tadi, hari ini, kemarin, lusa, tahun yang kemarin, kemarinnya dulu, and kemarin dulu. Kata kunci: deiksis, tuturan guru, dan pembelajaran
KEMAMPUAN GURU BAHASA INGGRIS MELAKSANAKAN MODEL PEMBELAJARAN AUTHENTIC ASSESSMENT DI SMA KOTA BANDA ACEH Asnawi -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru Bahasa Inggris melaksanakan model pembelajaran Asesmen Otentik di SMA Negeri Kota Banda Aceh. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap pelaksanaan model pembelajaran Asesmen Otentik di SMA Negeri Kota Banda Aceh. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif-kualitatif. Populasi penelitian ini adalah semua guru bahasa Inggris di SMA Kota Banda Aceh, sedangkan sample/subjek penelitian ini adalah tiga orang guru Bahasa Inggris dan lima orang siswa yang  dipilih dari tiga SMA di Kota Banda Aceh secara acak. Metode pengumpulan data dalam penelitian  adalah dengan menggunakan lembar observasi pengamatan guru dan angket respon siswa. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan pengolahan data diperoleh hasil: (1) tingkat kemampuan guru Bahasa Inggirs SMA dalam melaksanakan model pembelajaran Asesmen Otentik di kota Banda Aceh termasuk kategori baik, (2) pada umumnya siswa SMA memberikan respon senang terhadap pelaksanaan model pembelajaran Asesmen Otentik di kota Banda Aceh.   Kata Kunci: kemampuan guru, autentik asesmen,
UPAYA MENEMUKAN BUKU PELAJARAN YANG BERKUALITAS MELALUI STUDI KETERBACAAN (Studi Kasus pada Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMP di Kota Banda Aceh) Rajab Bahri
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ”Upaya Menemukan Buku Pelajaran Yang Berkualitas Melalui Studi Keterbacaan” ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbacaan buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia yang dipakai siswa SMP di Kota Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Penelitian ini dilakukan terutama untuk mengetahui apakah buku-buku yang digunakan di sekolah sekarang ini layak digunakan sesuai dengan konsep keterbacaan. Penelitian ini menggunakan tes klose dan IRI sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 judul buku yang dikaji taraf keterbacaannya didapati bahwa 20 (67%) buku berada pada level intruksional, yaitu buku yang cocok digunakan untuk siswa SMP di Kota Banda Aceh. Sementara itu, 7 (23%) buku berada pada level mandiri (independen level) dan 3 (10%) buku berada pada level frustrasi (frustration level). Kata Kunci: keterbacaan, buku pelajaran
KEDUDUKAN SYARIAT ISLAM DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (NAD) DALAM SISTEM HUKUM NASIONAL Mohammad Irham
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era reformasi, Pemerintah Republik Indonesia  memberikan kembali kewenangan kepada Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (selanjutnya disebut NAD) untuk melaksanakan syariat Islam. Pemberian tersebut dikokohkan dengan payung hukum berupa UU RI Nomor 44 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Keistimewaan Aceh dan UU RI Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Sebagai Provinsi NAD.Pemberian kewenangan dalam kedua peraturan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan langkah legalisasi (taqnin) syariat Islam yang hasilnya disebut qanun. Meskipun langkah legalisasi  syariat Islam masih diperdebatkan, baik dari kalangan pemikir muslim, maupun non-Muslim, namun tidak dapat disangkal bahwa legalisasi merupakan salah satu ciri periode modern perkembangan hukum Islam (fiqh). Pada periode inilah terjadi gerakan-gerakan baru di dunia Islam untuk menerapkan syariat sebagai ganti hukum positif, atau untuk menyelaraskan hukum positif agar sejalan dengan hukum syariat dengan mengadopsi berbagai pemikiran madzhab dalam bentuk legislasi.Â