cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN OLEH KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA MIN RHEUM BARAT KABUPATEN BIREUEN Khairuddin -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi pendidikan merupakan upaya pembinaan guru untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di Madrasah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Pelaksanaan supervisi pendidikan; 2) Teknik supervisi pendidikan; dan 3) Tindak lanjut supervisi pendidikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala Madrasah dan dewan guru MIN Rheum Barat kecamatan Simpang Mamplam kabupaten Bireuen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pelaksanaan supervisi pendidikan oleh kepala madrasah dilaksanakan pada awal dan akhir semester setiap tahun pelajaran dengan melibatkan dewan guru. Program supervisi mencakup analisis kemampuan guru, pengembangan silabus, RPP dan bahan ajar dalam proses pembelajaran oleh guru, dan pembinaan profesionalisme guru; 2) Teknik supervisi pendidikan yang digunakan adalah teknik kunjungan kelas dan supervisi kelompok. Teknik kunjungan kelas dilaksanakan pada awal semester. Dengan kunjungan kelas, supervisor dapat melihat langsung kesiapan, kemampuan, kelemahan dan kegiatan guru dalam proses belajar mengajar. Supervisi kelompok dilaksanakan pada awal dan akhir tahun pembelajaran, yaitu dalam rapat/sidang pembagian tugas atau kenaikan kelas; dan 3) Hasil temuan supervisi pendidikan ditindaklanjuti oleh kepala madrasah melalui pertemuan individual, rapat rutin, diskusi, pembinaan, membimbing dan memberikan saran dalam rangka peningkatan proses pembelajaran. Kata kunci: supervisi pendidikan oleh kepala madrasah
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMP NEGERI 2 BANDA ACEH Syahjuzar -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsikan pelaksanaan model pembelajaran berdasarkan masalah efektif untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Banda Aceh, (2) untuk mengetahui respon siswa terhadap pelaksanaan model pembelajaran berdasarkan masalah pada pembelajaran matematika di kelas VIII SMP Negeri 2 Banda Aceh. Penelitian ini disebut penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Banda Aceh. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.4 yang dipilih dari 6 kelas. Iinstrumen yang digunakan adalah: instrument tes, lembar observasi aktivitas siswa, kemampuan guru mengelola pemeblajaran, dan respon siswa.Data dianalisis dengan menggunakan analisis statisitik deskriptif. Hasil yang diperoleh adalah: (1) pelaksanaan model pembelajaran berdasarkan masalah untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah belum efektif di kelas VIII.4 SMP Negeri 2 Banda Aceh, (2) respon siswa setelah pelaksanaan model pembelajaran berdasarkan masalah di kelas VIII.4 pada materi gradien termasuk kategori positif Kata Kunci: Model pembelajaran berdasarkan masalah, memecahkan masalah
HAMBATAN GURU DALAM PENGEMBANGAN PROFESI (PENELITIAN PADA GURU-GURU SMP NEGERI 4 SEULIMUEM KABUPATEN ACEH BESAR) Nurhayati Ahmad
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan profesi bagi guru-guru sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, guru-guru harus selalu mengembangkan profesi sepanjang masa. Sebelum mengajar, guru-guru dituntut belajar terlebih dahulu, agar proses belajar-mengajar (PBM) yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar sehingga  tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai dengan optimal. Adapun tujuan penelitian adalah: (1) Untuk memperoleh informasi tentang ada tidaknya hambatan-hambatan yang dihadapi guru-guru SMP Negeri 4 Seulimeum Kabupaten Aceh Besar dalam melakukan pengembangan profesi. (2) Ingin membuktikan penyebab hambatan-hambatan yang dialami oleh guru-guru SMP Negeri 4 Seulimeum sehubungan pengembangan profesi pendidikan dan keguruan sesuai dengan bidangnya. Dari hasil pengolahan data dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: (1) Terdapat hambatan yang menggganggu guru-guru SMP Negeri 4 Seulimuem dalam mengembangkan profesi. Mereka masih tetap berusaha menambah pengetahuannya, agar karirnya semakin berkembang sehingga dapat mengajar dengan memperoleh hasil yang baik, (2) Penyebab hambatan dalam mengembangkan profesi guru-guru SMP Negeri 4 Seulimuem yaitu: (1) Tempat tinggal guru-guru sangat jauh dengan lokasi sekolah ia mengajar, (2) Tidak tersedianya buku-buku bacaan di perpustakaan sekolah ia mengajar, (3) Daya serap sudah semakin berkurang, (4) Karena banyaknya kegiatan di luar tugas mengajar, dan (5) Faktor waktu untuk belajar sangat kurang. Kata kunci: hambatan, guru, pengembangan profesi
PETA KOMPETENSI SISWA SMA/MA DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN HASIL UJIAN NASIONAL DI KABUPATEN ACEH BARAT DAN NAGAN RAYA Denni Iskandar
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah terpetakannya kompetensi siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/MA di Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya. Basis utama data penelitian sebagai dasar pemetaan kompetensi adalah hasil Ujian Nasional Bahasa Indonesia siswa SMA/MA tahun 2008, 2009, dan 2010. Peta kompetensi yang diperoleh kemudian dijadikan dasar penentuan model perlakuan peningkatan dan pembinaan profesionalisme guru.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Kaway XVI dan SMAN 1 Meulaboh untuk Kabupaten Aceh Barat serta MAN Jeuram dan SMAN 2 Darul Makmur  untuk Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, angket, dan wawancara. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 9 rumpun KD (tersebar dalam 23 KD) yang diuji dalam UN 2007, 2008, dan 2009, di Aceh Barat ada 1 bidang KD, yaitu tentang karya tulis atau karya ilmiah yang pencapaiannya di bawah 60 atau berkategori buruk. Di Kabupaten Nagan Raya, ada 2 rumpun KD yang pencapaiannya di bawah 60, yaitu KD tentang paragraf/teks nonsastra dan karya tulis. Hal ini mengindikasikan bahwa kompetensi siswa tentang paragraf/teks nonsatra dan karya tulis tergolong buruk.     Kata Kunci: pemetaan, kompetensi, ujian nasional, siswa SMA/MA
KOMUNIKASI GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN Yusri M Daud
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran, komunikasi memegang peranan penting. Tulisan ini menfokuskan pada teknik ko­munikasi yang sekiranya tepat guna untuk dapat menyukseskan pendidikan, terutama proses belajar mengajar di antara guru dan murid. Karya ini diharapkan adanya nilai tambah bagi para guru guna melengkapi dirinya dalam hal mengemban tugasnya sebagai pendidik, yang akhirnya dapat di­harapkan terjadinya peningkatan mutu pengajaran. Kata Kunci: guru, komunikasi, pembelajaran
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGAMBAR BENTUK ALAM BENDA MELALUI PENGOLAHAN UNSUR VISUAL PADA MATA KULIAH GAMBAR BENTUK II Ismawan -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.096 KB)

Abstract

This study departs from a problem student difficulties in drawing of natural objects. Based on that problem, posed research questions: What is the processing of visual elements of composition, proportion, lighting, objects and characters can enhance students' ability in drawing natural objects like object. The purpose of this study is to train students to have the ability to process visual elements (composition, proportion, lighting, objects and characters) so it can draw an object like object. The procedures used in Classroom Action Research study is a qualitative approach. Form cycles, performed repeatedly and sustainable (spiral cycle). Research subjects were students of Form II Fig subject while the object of research is the process of student learning through observation and work through the study documentation. The results obtained: 1) To control the composition, students should be told the rules of composition and exercise. The accuracy of the composition done by looking at the position of objects in the image area by way away-closer; 2) mastery of proportion can be done by applying the structure of objects. The difficulty of drawing parts of objects that is proportional resolved by giving the task of drawing objects outside of lectures and 3) the optimal use of shading to produce the impression of lighting, volume, character and a sense of material objects; 4) To draw the object in a similar need to control visual elements, observe carefully shapes and characteristic sof objects. Keywords: processing, visual elements, drawing shapes
PERKEMBANGAN GERAK FUNDAMENTAL PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK Ahadin -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan gerak fundamental pada anak taman kanak-kanak terdiri atas gerak lokomotor, gerak nonlokomotor, dan gerak manipulatif. Gerak ini merupakan gerak dasar yang perlu dipelajari dan dilatih bagi anak-anak usia taman kanak-kanak. Apabila gerak fundamental ini dipelajari dan dikuasai dengan konsep pembelajaran gerak yang benar dan tepat, dapat diharapkan anak memiliki fondasi untuk mempelajari keterampilan gerak pada berbagai cabang olahraga kemudian hari baik. Gerak lokomotor terdiri dari gerak: lari, lompat, congklang, loncat, dan melewati, gerak nonlokomotor terdiri dari gerak: mendorong, menarik, menekuk, melingkar, dan berbelok, sedangkan gerak manipulatif terdiri dari gerak: melempar, menangkap, menyerang, menendang, dan menderibel. Gerak fundamental mempunyai format dasar dari seluruh gerakan yang sering juga dideskripsikan sebagai dasar dari penguasaan keterampilan gerak bagi anak usia taman kanak-kanak.  Penguasaan gerak fundamental pada anak taman kanak-kanak dipengaruhi oleh pertumbuhan, perkembangan, lingkungan, dan ketepatan dalam memberikan tugas dan latihan dengan mengikuti tahapan-tahapan pembelajaran yang tepat. Kata kunci:   gerak fundamental, lokomotor, nonlokomotor,                       dan manipulatif
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PETA KONSEP PADA MATERI SISTEM GERAK PADA MANUSIA DI KELAS VIIIc MTs DARUL IHSAN ACEH BESAR Eliyanti -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada materi Sistem Gerak Manusia disebabkan oleh kesulitan siswa dalam memahami materi ini, selain itu metode pembelajaran yang digunakan juga kurang tepat. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan metode peta konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa pada materi Sistem Gerak Manusia dan respon siswa terhadap penerapan metode peta konsep pada pembelajaran materi sistem gerak manusia. Subyek  penelitian ini adalah siswa kelas VIIIc MTs Darul Ihsan sebanyak 34 orang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one shot case study. Pengambilan data menggunakan test dan angket, analisis data melalui teknik persentase. Hasil penelitian diperoleh 30 siswa (88,23%) mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM) yang ditetapkan 63. Respon siswa terhadap pembelajaran dengan mengunakan peta konsep yang diterapkan sangat  positif. Keyword: penerapan metode pembelajaran, peta konsep 
STUDI ISLAM KOMPREHENSIF Zul Azimi
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Untuk memahami ajaran Islam memang diperlukan metodologi. Metodologi yang tepat akan mengantarkan umat Islam terhadap pemahaman yang utuh dan integral terhadap Islam itu sendiri. Sebaliknya, memahami Islam secara parsial (sepotong-sepotong/sepihak) akan menimbulkan penilaian yang berat sebelah alias tidak seimbang.            Metodologi ibarat kunci yang bisa membuka pintu rumah, pintu mobil, atau pintu lemari. Tanpa kunci kita tidak akan mampu membuka pintu rumah dan melihat isinya. Tanpa kunci kita tidak bisa menjalankan mobil dan mengantarkan kemana arah yang kita tuju. Tanpa metodologi kita tidak mampu melihat isi ajaran Islam dengan baik. Tanpa metodologi pula kita tidak akan mampu sampai kepada tujuan pemahaman Islam secara efektif, efisien dan cerdas.            Seseorang yang hanya memahami Islam hanya dari sudut pandang fiqih semata akan menimbulkan ketidakutuhan dalam menilai ajaran Islam, seolah-olah Islam itu hanya berisi hukum-hukum saja. Islam juga agama yang berbicara tentang sains, teknologi, sejarah, pemikiran, ekonomi, politik, dakwah, teologi, tasawuf, filsafat, pendidikan, serta aspek-aspek lainnya.              Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana memposisikan Islam sebagai sasaran penelitian? Atho Mudzhar berpendapat bahwa kajian tentang Islam secara garis besar dapat mengambil dua bentuk kajian: pertama, kajian terhadap Islam sebagai wahyu; kedua, kajian tentang Islam sebagai produk sejarah.            Dalam ungkapan yang berbeda, Jacques Waardenburg menyatakan bahwa studi-studi keislaman melingkupi studi mengenai Islam sebagai agama dan tentang aspek-aspek keislaman dari kebudayaan masyarakat Muslim. Lebih lanjut Waardenburg menjelaskan bahwa untuk meneliti Islam harus dibedakan antara Islam normatif yang berupa preskripsi-preskripsi, norma-norma, dan nilai-nilai yang termuat dalam petunjuk suci (Alquran Alsunnah) dan, Islam aktual, berupa semua bentuk gerakan, praktek dan gagasan yang pada kenyataannya eksis dalam masyarakat Muslim dalam waktu dan tempat yang berbeda-beda.
KEMAMPUAN MAHASISWA MEMAHAMI UNSUR INTRINSIK DAN KOSAKATA HIKAYAT ACEH Sa'adiah -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Kemampuan Mahasiswa Memahami Unsur Intrinsik dan Kosakata Hikayat Aceh” mengangkat masalah tentang bagaimanakah kemampuan mahasiswa dalam memahami unsur-unsur intrinsik hikayat. Unsur-unsur intrinsik itu meliputi alur, tema, penokohan, latar, pusat pengisahan/sudut pandang. Dalam penelitian ini dibahas pula mengenai bahasa hikayat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam memahami unsur intrinsik dan bahasa hikayat. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), FKIP, Unsyiah, angkatan 1990, semester VII. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan diperoleh dari hasil instrumen serta wawancara dengan para mahasiswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 5% siswa berkriteria baik dalam memahami unsur instrinsik hikayat, 12% berkriteria dengan sedang, dan 83% berkriteria rendah. Simpulan penelitian ini membuktikan kemampuan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia semester VII tergolong ke dalam kriteria rendah. Ketidakmampuan mahasiswa dalam memahami unsur intrinsik hikayat disebabkan oleh faktor pemahaman mahasiswa terhadap bahasa hikayat.  Kata kunci: kemampuan, unsur intrinsik, kosakata