cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
CHAOS DAN COMPLEXITY MELAHIRKAN ANARKHI DAN KEKERASAN (SEBUAH ILUSTRASI) Muniarti Ar
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chaos dan complexity yang terjadi akan melahirkan anarki dan sifat radikalisme yang terpendam, dan akan terlampiaskan melalui berbagai tindakan anarki yang merusak sistem bermasyarakat dan bernegara, sehingga diperlukan berbagai upaya untuk dapat diperbaiki melaui rekonsiliasi yang bermartabat sehingga setiap warga negara merasakan haknya sebagai warga, dengan demikian akan memudahkan tuntutan kepadanya untuk melakukan kewajiban sebagai warga negara.  Kata Kunci: Chaos dan complexity, anarkhi dan kekerasan
LANGUAGE AND CULTURE (SAPIR-WHORF HYPOTHESIS) Hendra Heriansyah
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidaklah dapat dipungkiri bahwa antara bahasa dan budaya mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain nya dalam hubungan interaksi komunikasi dan sosial baik secara individu maupun kelompak di dalam masyarakat. Artikel ini mendiskusikan hubungan antara bahasa dan budaya yang dihubungkan dengan Sapir-Whorf hipotesis. Diskusi difokuskan terhadap dua versi dari Sapir-Whorf hipotesis yaitu linguistic relativity dan linguistic determinism termasuk juga contoh-contoh yang mendukung kedua versi tersebut. Lebih jauh paper ini juga membahas permasalahan yang muncul dari Sapir-Whorf hipotesis dan kiritikan yang diberikan oleh ahli linguistik dan psikolog terhadap hipotesis tersebut. Kata kunci: bahasa, budaya, Sapir-Whorf hypothesis, linguistic relativity, linguistic determinism
MAKNA RAGAM GERAK DAN NILAI-NILAI BUDAYA TARI RANUP LAMPUAN Cut Zuriana
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak ragam gerak dalam tari Ranup Lampuan tidak dilakukan dengan maksimal dan tidak sesuai dengan yang semestinya. Permasalahan ini terjadi karena tidak dipahaminya nilai-nilai budaya dalam tari Ranup Lampuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna gerak dan nilai-nilai budaya tari Ranup Lampuan. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik) FKIP Unsyiah, yang terdiri lima kelompok tari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kelompok-kelompok mahasiswa Sendratasik FKIP Unsyiah melakukan ragam gerak dan tingkat kemaksimalan gerak yang berbeda-beda, serta pemahaman yang berbeda pula terhadap makna ragam gerak. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya pemahaman nilai-nilai budaya tari Ranup Lampuan. Kata kunci: Ranup Lampuan, teknik gerak
PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA (Solusi dalam Pembentukan Karakter Anak) Armia -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul tulisan ini “Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia” (Solusi dalam Pembentukan Karakter Anak). Permasalahanya adalah (1) nilai-nilai apakah yang harus diintergrasikan untuk pembentukan karakter anak Indonesia sekarang dan generasi yang akan datang? (2) bagaimanakah cara mengintergrasikan nilai-nilai untuk pembentukan karakter anak Indonesia sekarang dan generasi yang akan datang dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia? Tujuan pendeskripsian tulisan ini adalah untuk mencari solusi pembentukan karakter anak, yakni dengan pembelajaran bahasa dan satra Indonesia. Pembelajaran yang dimaksud adalah dengan mengintergrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Nilai-nilai karakter dapat diintergrasikan dengan pengajaran bahasa maupun dengan pengajaran sastra. Nilai-nilai yang dapat dinntergrasikan adalah (1) karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, (2) kemandirian dan tanggung jawab, (3) kejujuran atau amanah, diplomatis, (4) hormat dan santun, (5) dermawan, suka tolong menolong gotong royong, (6) percaya diri dan pekerja cerdas, (7) kepemimpinan dan keadilan, (8) baik dan rendah hati, (9) karakter toleransi, kedamaian dan kesatuan. Cara mengintergrasikan nilai-nilai untuk pembentukan karakter anak Indonesia sekarang dan generasi yang akan datang dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dapat dilakukan dengan (1) memilih topik sesuai dengan nilai yang akan dintegrasikan, (2) mengekplisitkan hal-hal ikhwal dalam paragraf atau karangan (bahasa/ sastra) sesuai dengan SK dan KD. (3) memberi penguatan pada nilai-nilai positif yang dapat membentuk karakter anak. (4) menghindari apresiasi anak yang ambigu/apresiasi yang dapat membawa nilai-nilai negatif untuk pembentukan karakter anak. (5) senantiasa menciptakan suasana proses belajar mengajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.Kata kunci: pengintergrasian, nilai-nilai, karakter
PEMETAAN DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI BERDASARKAN HASIL UJIAN NASIONAL DI KABUPATEN BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH Raihani -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was motivated by the fact the results of National Examination (UN) in the District and Central Aceh highlands where the absorptive capacity of students between the Basic Competence (KD) in a subject is not the same. Certain KD has a low absorption and consistent every year. This study aims to: i) Obtain a map of the competence of high school students in the district of Central Aceh highlands and in the subjects that are the UN, ii) Assess the reasons of failure/success of students in mastering a specific competency in each subject, iii) Determine the model appropriate problem-solving to address the problem sfound. The method used is the servey with Grounded Research approach. The research was carried out in high school in the district and the highlands of Central Aceh. Each of the three school districts selected for the sample schools, namely Takengon SMA 1, SMA 3 and SMA 5 Takengon Takengon in Central Aceh district. While in the highlands district elected Bandar SMA 1, SMA 2 buckle elephant, and a high school hill. Research outputs expected are: i) Current student competence, acquired through the documentation of students' absorption in the UN in the last 3 years on all of the sample, ii) Factors causing the students have not been able to achieve absorption of 60% explored through in-depth interviews with teachers, wakasek curriculum, the school principal, head of administration, and students, and iii) solisi alternative offered, obtained through interviews and FGDs. The results showed consistently in the last three years, there is a problematic KD (UN absorption 60%) of each subject in the UN-in the District and the highlands of Central Aceh. The percentage of the amount of KD is problematic varies greatly, and Economics subjects as the eyes pelajarang recorded with the highest percentage of the amount of KD problematic in the District and the highlands of Central Aceh. All KD problematic in every subject which is the UN has successfully created a map of competence. Factors that cause students not yet able to achieve completeness (absorption 60%) are generally nearly equal between domonan namely: lack of facilities/infrastructure to support learning, lack of teacher competence both professional competence and pedagogic competencies, allocation of teaching time is not right, students are not skilled at analyzing and work on the problems of high level thinking skills, and mismatch. Offered alternative solutions to address the various factors that cause failure are: continuous teacher professional development (CPD) through lesson study, the correct preparation of the syllabus, to complete the facilities/infrastructure to support learning, training and workshop models of innovative learning, reinforcement learning materials, especially KD problematic, monitoring and evaluation of teacher performance on an ongoing basis by the principal and school superintendent. Keywords: mapping, competence, National Examination (UN)
PERANAN KAMPUS & MAHASISWA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI MUDA ACEH BEBAS NARKOBA Rusnaidi -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Secara kualitatif eksistensi mahasiswa dapat dilihat dari empat hal. Pertama, mereka adalah kaum terpelajar atau intelektual karena mereka sedang bergulat dengan penimbaan ilmu pengetahuan di kampus-kampus. Kedua, mahasiswa adalah calon pemimpin. Dengan kapasitas keilmuan dan sikap terpelajar (being educated), memungkinkan mereka untuk menjadi pemimpin dalam segala lapisan di masa yang akan datang.  Ketiga, mahasiswa adalah penggerak perubahan (agent of change). Hal itu dimungkinkan karena kemampuan dan daya banding (comparative adventage) yang mereka miliki, serta banyaknya informasi yang membuat mereka selalu melakukan dan memprakarsai perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Keempat, mahasiswa adalah garda depan perbaikan masyarakat karena potensi intelektualitas, obsesi, dan cita-cita masa depan mereka.            Dengan melihat beberapa posisi mahasiswa tersebut, mahasiswa di mana pun, termasuk mahasiswa Aceh mempunyai peran yang amat penting dalam mewujudkan kampus dan generasi muda Aceh yang bersih dari segala gangguan, penyakit dan berbagai sumber malapetaka yang akan meracuni dan merusak masa depan generasi muda Aceh. Salah satu gangguan, penyakit, dan sumber malapetaka tersebut adalah bahaya “penyalahgunaan Narkoba”. Penyalahgunaan Narkoba dan dampak yang ditimbulkannya selama ini telah menyedot perhatian dunia internasional termasuk bangsa Indonesia untuk memberantasnya. Hal itu karena perlahan tapi pasti, gerakan penyalahgunaan Narkoba akan menghancurkan generasi terbaik sebuah setiap bangsa, termasuk masyarakat Aceh.            Dalam kesempatan ini, penulis mendukung sepenuhnya berbagai program dan kegiatan yang dilakukan Badan Narkotika Provinsi Aceh untuk memberantas dan memerangi Narkoba sampai ke akar-akarnya. Atas dasar itulah, penulis mencoba berbagi saran dan pandangan yang dituangkan dalam makalah sederhana ini dengan judul “Peranan Kampus dan Mahasiswa Aceh dalam Mewujudkan Generasi Muda Aceh Bebas Narkoba”. Kerja sama yang baik, kompak dan terpadu dari pihak Pemerintah Aceh dan setiap komponen masyarakat di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan sangat menentukan berhasil dan suksesnya “aneuk nanggroe” untuk membebaskan dirinya dari belenggu dan jeratan ‘bencana Narkoba”.
TAHAPAN BELAJAR MOTORIK DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI Razali -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar motorik adalah belajar yang difokuskan pada penguasaan keterampilan gerak melalui respons-respons masculer sebagai hasil dari latihan .Dalam belajar motorik, materi yang dipelajari adalah pola-pola gerak keterampilan tubuh, misalnya gerakan-gerakan dalam olahraga Hal ini menunjukkan bahwa ranah kemampuan yang paling intensif keterlibatannya dalam belajar motorik adalah ranah psikomotor. Namun, bukan berarti ranah kognitif dan afektif tidak terlibat di dalam belajar motorik. Kedua ranah tersebut tetap terlibat meskipun tidak merupakan unsur sasaran sentral.  Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam belajar motorik adalah tahapan belajar motorik. Tahapan belajar motorik terdiri atas  tahap kognitif (cognitive stage), tahap asosiatif (associative stage), dan  tahap otonom (autonomous stage). Ketiga tahap ini harus mendapat perhatian lebih serius dalam belajar motorik agar hasil yang dicapai sesuai dengan harapan dengan waktu yang lebih efisien. Kata kunci: tahap kognitif, tahap asosiatif, tahap otonom
CATATAN NIKAH MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA Muhammad Iqbal
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage has a vital value in personal life, family and social life. The act No.1, 1974 about marriage and its various directions for use, requires all citizen to register their marriage at a legal institution (The office of religious affair) in order to have legal force. However, Islamic law does not require the registration of marriage because, in Islamic law it is more important to fulfill the obligatory rules of marriage it self. The discussion in this writing aims to explore the position of marriage registration in Islamic Law Perspective and Positive Law in Indonesia. Key words: marriage registration, legal force women                     and children protection.     
IMPROVING THE QUALITY OF PERFORMANCE APPRAISALS OF EMPLOYEES AT SYIAH KUALA UNIVERSITY Sayed Mahdi
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan sumber daya manusia yang unggul di sebuah universitas di percaya dapat menciptkan keunggulan kompetitif bagi sebuah universitas. Keunggulan tersebut sangat sulit di tiru oleh pesaing pesaing dalam jangka pendek.Oleh karena itu, artikel ini membahas beberapa aspek penting dalam penilain kinerja karyawan yang umumnya di implementasikan dalam dunia perusahaan,kemudian disesuaikan untuk di terapkan di dalam dunia perguruan tinggi. Artikel ini juga menyarankan Unsyiah memodel penilain kinerja  SDM nya seperti yang telah sukses di implementasikan banyak perguruan tinggi berpengaruh di Amerika. Institusi perguruan tinggi di harapkan secara regular memperbaiki sistem penilaian kinerja SDM nya untuk meningkatkan keobyektifan dalam pengevaluasi human capitalnya secara regular. Sistem evaluasi tersebut diharapkan tidak hanya  berfokus pada kebutuhan administrative, melainkan juga untuk pengembangan staff pengajarnya. Keywords: Performance Appraisal, Productivity and University
UNCATEGORIZED WORDS IN ENGLISH (The analysis of*matern, *feder, *deterg, and *magn) Samsul Bahri Ys
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap kata dalam bahasa Inggris, dan juga dalam bahasa-bahasa lain di dunia, memiliki kelas kata yang disebut part of speech atau word category, seperti kata benda, kata sifat, kata kerja, kata keterangan, kata depan, dll. Namun, ada beberapa kata dalam Bahasa Inggris tidak termasuk ke dalam kelas kata tersebut. Kata-kata ini dinamakan bound root (akar kata terikat). Beberapa contoh akar kata terikat adalah *matern, *feder, *deterg, dan  *magnyangditemukan dalam kata maternity, maternal, federal, federate, detergent, deterge, magnify, dan magnification. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kata-kata tersebut secara terperinci dan menyeluruh. Metode yang digunakan adalah analisa korpus. Korpus yang digunakan dalam penelitian ini adalah British National Corpus (BNC), Corpus of Contemporary American English (COCA), dan Corpus of Historical American English (COHA).Hasil dari analisis korpus sangat mengejutkan, dimana akar kata terikat ini tidak pernah muncul secara terpisah dari imbuhan. Dari penemuan ini bisa disimpulkan bahwa akar kata terikat bukan merupakan “kata”. Bagian dari kata-kata ini, yang sebelumnya dianggap imbuhan, ternyata bukan imbuhan tetapi hanya suku kata atau bagian suku kata yang terlihat seperti imbuhan yang tidak memiliki fitur sebuah imbuhan. Sebagai contoh, *-al dalam kata federal seolah-olah sama dengan –al yang ada dalam kata several. Kata kunci: *matern, *feder, *deterg, and  *magn