cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
TEORI DALAM PENELITIAN SOSIAL TM Jamil
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia senantiasa berusaha mencari kesempurnaan dan kebenaran, di dorong oleh hasrat ingin tahunya yang selalu ada dan tidak pernah padam. Melalui berbagai penelitian, banyak rahasia tersingkap sudah. Pengetahuan orang semakin luas. Ilmu pengetahuan sebenarnya merupakan kumpulan pengalaman dan pengetahuan sejumlah orang yang dipadukan secara harmonis dalam suatu bangunan yang teratur dan kebenarannya sudah teruji. Maka ilmu pengetahuan mempunyai nilai umum yang dapat dipergunakan menghadapi persoalan hidup sehari-hari. Namun, banyak masalah belum juga terpecahkan; disamping itu muncul masalah-masalah baru. Oleh karena itu, penelitian/ penyelidikan lahir dari masalah kehidupan manusia sendiri yang memerlukan pemecahan. Meskipun tidak ada cara yang sama sekali dapat dipergunakan untuk menghilangkan ketidaktentuan (uncertainty), namun unsur-unsur ketidak tentuan karena kurangnya informasi itu dapat diperkecil dengan mempergunakan metode ilmiah. Metode ini akan mengurangi bahaya berbuat salah atas pilihan dari bermacam-macam tindakan. Riset sebenarnya merupakan penerapan atau aplikasi dari metode ilmiah. Dengan kata lain riset sinonim dengan metode ilmiah.            Sifat ilmiah atau tidak ilmiah erat hubungannya dengan metode penyimpulan. Suatu tulisan disebut ilmiah bila pokok pikiran yang dikemukakannya disimpulkan melalui suatu prosedur yang sistematis dengan mempergunakan pembuktian-pembuktian yang cukup meyakinkan. Bukti yang cukup meyakinkan ini biasanya merupakan fakta-fakta yang didapat secara objektif dan berhasil lolos dari berbagai proses pengujian. Kadar ilmiah dari suatu penelitian dapat bervariasi bergantung pada pengalaman dan keterampilan penelitian serta besarnya dana yang tersedia dan waktu penelitian.
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA DOSEN FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH Ema Sulastri
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STRATEGI PENINGKATAN KINERJA DOSEN FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEHolehEma SulastriFakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Banda Aceh ABSTRAK Peningkatan kinerja dosen merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan di perguruan tinggi, baik mutu profesional maupun mutu layanan. Hal ini dapat dilakukan dengan melaksanakan manajemen yang mendukung tugas dan tanggung jawab dosen sebagai bagian dari civitas akademika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan kinerja dosen pada Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskriptif naturalistik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Subjek penelitian terdiri atas dekan, dosen, Kepala Tata Usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Strategi peningkatan kinerja dosen di Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh dilaksanakan dengan pembinaan kualifikasi dan peningkatan kompetensi dosen melalui penugasan studi lanjut, penataran, lokakarya, dan seminar. 2) Strategi peningkatan kecakapan kinerja dosen sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari perencanaan yang disusun oleh dosen sebelum melaksanakan perkuliahan, pengorganisasian bahan pembelajaran, adanya pengelolaan kegiatan perkuliahan, pengelolaan kelas; penggunaan media dan sumber belajar, penggunaan waktu, serta keaktifan dosen dalam kegiatan penelitiaan dan pengabdian. 3) Strategi peningkatan kesungguhan kinerja dosen meliputi: pembinaan dosen yang berkaitan dengan tanggung jawab dosen terhadap perkembangan mahasiswa dalam belajar, kedisiplinan dosen dalam melaksanakan tugas, berkerja sama dengan teman sejawat, bersifat terbuka terhadap masukkan dan saran, mengembangkan bahan kuliah, mengembangkan perkuliahan yang inovatif, berusaha dalam memperkaya penguasaan materi, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kata kunci: peningkatan, kinerja, dan dosen
EVALUASI PROGRAM IMPLEMENTASI KTSP PADA MATA PELAJARAN PENJASORKES DI SMP NEGERI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2011 Yeni Marlina
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengembangan KTSP pada mata pelajaran penjasorkes di SMPN di kota Banda Aceh, 2) mengetahui guru penjasorkes membuat persiapan untuk proses pembelajaran penjasorkes sesuai dengan sarana dan prasarana, 3) mengetahui guru penjasorkes melaksanakan proses pembelajaran penjasorkes sesuai standar proses, 4) mengetahui hasil pembelajaran penjasorkes yang dicapai oleh siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru penjas. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru penjas. Pengambilan data dengan  teknik  wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah evaluatif deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa tahap (context), aspek sumber daya manusia: 1)pemahaman guru tentang KTSP, dari 19 sekolah 74% guru memahami KTSP dengan baik dan 26% masih kurang. 2) penerapan KTSP, dari 19 sekolah 74% telah di terapkan dengan baik dan 26% masih kurang. Aspek dukungan pemerintah dan masyarakat: 1)dukungan pemerintah, dari 19 sekolah 63% sudah baik dan 37% masih kurang. 2) dukungan masyarakat dari 19 sekolah 5% sudah baik  dan 95% masih kurang. Tahap input, aspek sarana dan prasarana: 1) ketersediaan sarana dan prasarana, dari 19 sekolah, 47% sarana dan prasarana sudah baik dan 53% masih kurang. 2) tingkat kelayakan sarana dan prasarana, dari 19 sekolah 47% sudah baik dan 53% masih kurang. Aspek pengembangan bahan ajar: 1)membuat perangkat kurikulum, dari 19 sekolah 53% sudah baik dan 47% masih kurang. 2) membuat model pembelajaran, dari 19 sekolah 74% sudah baik dan 26% masih kurang. Tahap proses, aspek pelaksanaan KTSP: 1)pelaksanaan KTSP, dari 19 sekolah 84% sudah baik dan 16% masih kurang. 2)kendala dalam penerapan KTSP, dari 19 sekolah 47% tidak ada kendala dan 53% masih ada kendala. Tahap Product, aspek hasil belajar: 1)keberhasilan penerapan KTSP, dari 19 sekolah 95% sudah baik dan 5% masih kurang. 2)hasil penerapan KTSP dari 19 sekolah 58% sudah baik dan 42% masih kurang.  Kata kunci: Evaluasi implementasi KTSP, pendidikan jasmani,            olahraga  dan kesehatan.
PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN Sofyan A Gani
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komite Sekolah/Madrasah mempunyai fungsi strategis dalam mendukung sekolah/madrasah agar pembelajaran di sekolah dapat berlangsung secara benar dan tepat sasaran. Komite sekolah yang efektif harus proaktif dan responsif terhadap permasalahan yang dihadapi sekolah dan secara bersama mencari jalan keluar. Di samping itu, keberadaan komite tidak sebatas simbul atau kelengkapan administrasi sekolah, tetapi perlu menjadi mitra sekolah dalam peningkatan mutu sekolah/madrasah.   Kata kunci: komite sekolah, komite madrasah, sekolah efektif,                     peran komite sekolah
MANAJEMEN BERBASIS ILMU PENGETAHUAN SEBAGAI LANDASAN ORGANISASI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA Nasir Usman
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi merupakan wadah atau proses  manusia melakukan berbagai aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan dirinya dan kebutuhan organisasi. Untuk mencapai kedua kebutuhan tersebut, perlu adanya komponen pimpinan organisasi, tujuan organisasi, kerjasama dan kemampuan anggota organisasi. Sinerji dari beberapa komponen merupakan faktor yang mempengaruhi pencapaian  produktivitas organisasi. Produktivitas organisasi akan terwujud melalui implementasi manajemen berbasis ilmu pengetahuan. Manajemen berbasis ilmu (knowledge based management) pengetahuan berlandaskan  pada  (1) analysis SWOT (2) total quality management, (3) just-in-time, (4) kaizen, dan (5) balanced scorecard.   Oleh karena itu organisasi yang dapat mensinerjikan kebutuhan individu dan organisasi akan dapat mewujudkan kultur organisasi yang efektif. Untuk itu dibutuhkan mindset dari anggota dan pimpinan organisasi dalam mengimplimentasi manajemen berbasis ilmu pengetahuan. Kata kunci: manajemen berbasis ilmu pengetahuan dan organisasi
KEUJRUEN BLANG DAN PEMBERDAYAAN PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR IRIGASI (Suatu Penelitian Aspek Sosiobudaya) Rusli Yusuf
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keujruen Blang merupakan perangkat adat dalam masyarakat Aceh yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengatur, mendampingi dan membina petani sawah termasuk perkumpulan petani pemakai air irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis  persepsi petani sawah (perkumpulan pemakai air  irigasi)  terhadap kehadiran Irigasi teknis, (2)  menganalisis persepsi masyarakat tani terhadap keberadaan  perkumpulan petani pemakai air (P3A) sebagai wadah pengelolaan air irigasi di petak tersier, (3) menganalisis persepsi masyarakat tani terhadap peran  Keujruen Blang sebagai pengelola air pada masa yang lalu (sebelum ada irigasi teknis), (4) menemukan  nilai sosial budaya yang dapat menghambat dan mendorong  peran keujruen blang dalam memberdayakan pengelolaan air irigasi dan petani, dan (5) menemukan komitmen institusi desa (gampong) dan kemukiman terhadap peran keujruen blang dalam pemberdayaan petani pemakai air (petani sawah). Penelitian kualitatif ini dipusatkan pada tiga Kabupaten yang memiliki jaringan irigasi teknis, yaitu Kabupaten Pidie, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat Daya. Untuk menentukan responden digunakan teknik sampel bertujuan (purposive). Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam ini dianalisis secara logis dan komparatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan irigasi teknis dan  Keujruen Blang, baik dalam tatanan nilai budaya Aceh maupun dalam tataran kebijakan pemerintah yang diintegrasikan ke dalam P3A dinilai positif oleh sebagian besar masyarakat tani dalam mengoptimalkan kegiatan pertanian sawah. Peran keujruen blang dinilai cukup dominan dalam memberdayakan petani, karena ia melakukan tugas-tugas seperti  mengkoordinasikan kegiatan gotong-royong pembersihan saluran (limeuh lueng),  mengkoordinasikan  penelusuran saluran sampai dengan sumber air,  membagi air sampai ke petak-petak sawah warga, membantu geuchik mengkoodinasikan kegiatan khanduri, dan menyelesaikan permasalahan yang muncul antar anggota masayarakat yang berkenaan dengan  sengketa pembagian air dan tanah pertanian di sawah.  Kata kunci : keujruen blang dan petani pemakai air irigasi.
UNGKAPAN BEREFEREN BINATANG DALAM BAHASA ACEH DIALEK PEUSANGAN Azwardi -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan sejumlah fakta dan data awal yang berhubungan dengan ungkapan bereferen binatang dalam bahasa Aceh dialek Peusangan yang meliputi hal-hal sebagai berikut: (1) makna, maksud, dan amanat yang terkandung dalam ungkapan referen binatang, dan (2) pemakaian ungkapan referen binatang dalam konteks pemakaian bahasa masyarakat Aceh. Sumber datanya adalah masyarakat penutur asli bahasa Aceh dialek Peusangan yang tersebar di beberapa wilayah kabupaten/kota di Aceh. Berdasarkan beberapa data yang teramati dalam konteks pemakaian ungkapan bereferen binatang, terlihat bahwa ada kecenderungan orang Aceh memosisikan orang-orang yang memiliki moral tercela setara dengan binatang. Jenis binatang yang direpresentasikan sesuai dengan tingkat tabiat atau sifat cela yang dimiliki manusia tersebut. Deskripsi ini sangat penting bagi ketersediaan data awal bagi sebuah penelitian yang komprehensif berkaitan dengan ungkapan bahasa Aceh karena inventarisasi secara spesifik tentang ungkapan-ungkapan bereferen bintang dalam bahasa Aceh secara menyeluruh belum pernah dilakukan, padahal ungkapan-ungkapan tersebut merupakan salah satu sastra lisan, memori kolektif masyarakat Aceh yang perlu dilestarikan dan dikembangkan seperti yang telah dilakukan terhadap sastra lisan bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa lain di Nusantara.  Kata kunci: ungkapan, ungkapan bereferen binatang, bahasa Aceh,  dialek Peusangan
NARKOBA MENURUT PANDANGAN SYARIAT ISLAM Saidi -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            “Satu-satunya jalan agar tidak terjerumus narkoba adalah jangan mencoba menggunakan narkoba. Yang Terbaik dalam hidup akan hilang karena narkoba. Hidup pasti akan berakhir tetapi jangan akhiri hidupmu dengan narkoba!” Demikian salah satu pesan dan peringatan yang pernah penulis baca dan dengar di seputar informasi tentang narkoba dan dampak yang ditimbulkannya. Intinya adalah, “jangan bermain api” dengan narkoba. Cepat atau lambat narkoba akan melumpuhkan dan memusnahkan kehidupan seorang anak manusia dengan penderitaan dan kesengsaraan yang panjang, bukan hanya seorang atau dua orang yang dirugikan oleh narkoba, tetapi juga dan bahkan masa depan generasi bangsa bisa rusak dan hancur akibat penyalahgunaan narkoba.             Kendatipun narkoba pada awalnya dikonsumsi manusia sebagai obat dan digunakan sebagai objek penelitian di bidang ilmu pengetahuan, namun karena kesalahan dalam penggunaannya bisa menjadi penyakit menular yang sangat berbahaya, dan dapat menyebar cepat melalui pergaulan, terutama di kalangan ramaja. Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah dan penyakit yang dapat mematikan kreatifitas dan kesehatan kehidupan  generasi muda, oleh karana itu, bukan hanya di Indonesia, tetapi semua negara di dunia memaklumkan perang terhadap penyalahgunaan narkoba dengan segala bencana yang ditimbulkannya. Fakta dan data menunjukkan bahwa baik secara kualitas maupun kuantitas narkoba secara cepat selalu mengorbankan generasi muda.            Masalah narkotika dan obat-obatan terlarang seperti ganja, morfin, putaw dan jenis lainnya merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa. Di kalangan generasi muda dan masyarakat tertentu telah dirasuki dan bahkan dapat dikategorikan sebagai pecandu yang sulit disembuhkan. Tindakan preventif yang harus dilakukan untuk menghindari terjerumus dan ketergantungan generasi muda terhadap obat-obat terlarang tersebut. Salah satunya adalah dengan pendekatan agama. Mengenai status hukum penyalahgunaan narkoba dalam berbagai jenisnya, apakah ia termasuk kepada yang dilarang agama atau bukan? Tulisan ini akan mengkaji persoalan narkoba dari sudut pandang syariat Islam. 
ANALISIS BENTUK GARAPAN TARI KONTEMPORER DITINJAU DARI SEGI RAGAM GERAK TARI TRADISIONAL ACEH (Penelitian Mandiri di Taman Budaya Aceh) Nurleli -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pengembangan seni beragam caranya, termasuk salah satunya dengan mengeksplorasi hal-hal baru yang kemudian dikembangkan dalam bentuk gerak dalam tari, hal ini dapat dibuktikan dengan semakin banyaknya  lahir tari kreasi baru dan modern, serta banyak sanggar-sanggar yang menggarap tari-tari dengan gerakan-gerakan yang lebih variatif dan beragam yang dikembangkan dari gerak-gerak dasar tari-tari tradisional Aceh. Hal ini karena eksistensi para seniman/ koreografer tari dalam menghasilkan karya-karya baru sebagai sarana mengekspresikan diri dan kepuasan batin dari koreografer tari tersebut, sehingga diharapkan seni tari diAceh akan terus berkembang dimasa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, isi dan teknik penampilan dari tari Reformasi yang merupakan salah satu tari yang sudah dapat dikatakan sebagai karya tari kontemporer hasil karya koreografi pada salah satu sanggar yang ada di Taman Budaya Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sudah banyak koreografer tari diAceh yang karya tarinya mempunyai nilai kreativitas yang tinggi dan memiliki inovasi baru dalam mengembangkan seni tari di Nanggroe Aceh Darussalam. Namun, terdapat juga kendala yang berarti dalam pengembangan tari kontemporer diAceh karena sebagian masyarakat masih ada yang berpandangan negatif dan menutup diri terhadap pengembangan tari kontemporer, sehingga timbul sikap menolak terhadap perubahan-perubahan inovatif dan kreatif yang bernilai positif tersebut.   Kata kunci : tari kontemporer, ragam gerak, tari tradisional Aceh
KONSELING KELUARGA BAGI KLIEN PTSD : PENDEKATAN TERAPI BEHAVIORAL Syaiful Bahri
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai peristiwa belakangan ini, baik karena bencana alam maupun karena ulah manusia telah menjadi pemicu gangguan stres pasca trauma. Salah satu upaya untuk mengatasinya melalui konseling keluarga berbasis pendekatan behavioristik. Tujuan penulisan ini adalah membantu para praktisi (konselor) untuk memahami konsep dasar gangguan stres pasca trauma (Post Traumatic Stress Disorders) dan memahami serta mengimplementasikan konsep dasar, metode dan strategi konseling keluarga berbasis pendekatan behavioristik.  PTSD merupakan kekalutan mental atau gangguan stres pasca trauma yang menunjukkan simptom mengalami kembali seperti aslinya dalam bentuk kilas balik (flashback), cemas (anxiety), marah, perasaan agresif, sulit mengontrol emosi, sulit berkonsentrasi, tertekan yang amat dalam, menghindari aktivitas yang terkait dengan peristiwa traumatis, ketakutan (phobia) dan kurang berminat terhadap aktivitas yang dapat menimbulkan kesenangan (enjoy), jantung berdebar-debar, dan mati rasa. Untuk mengatasi masalah PTSD, melalui konseling keluarga berbasis pendekatan behavioristik dapat dilakukan dengan tahapan yaitu orientasi dan penilaian, pendidikan, pelatihan komunikasi, mengelola perasaan marah, dan latihan pemecahan masalah. Kata Kunci : Konseling Keluarga, Klien PTSD, Terapi Behavioral