cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Maternitas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 73 Documents
PENGALAMAN PERTAMA WANITA PEKERJA SEKS (WPS) SAAT BERHUBUNGAN SEKSUAL DENGAN PELANGGAN DI LOKALISASI ROWOSARI ATAS MANGKANG KOTA SEMARANG Murti Ayu Rosyono; Dwi Susilawati
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 1, No 1 (1): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.276 KB)

Abstract

WPS adalah wanita yang melakukan hubungan seksual dengan lawan jenisnya secara berulangulang dan bergantian pasangan diluar perkawinan yang syah dengan mendapat imbalan uang, materi atau jasa. Bentuk pelayanan yang dilakukan oleh WPS kepada pelanggan yaitu hubungan seksual dengan pelanggan. Hubungan seksual adalah salah satu keadaan fisiologis yang menimbulkan kepuasan fisik dan merupakan respon dari bentuk perilaku seksual yang berupaciuman, pelukan dan percumbuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengalaman pertama WPS saat melakukan hubungan seksual dengan pelanggan di Lokalisasi Rowosari Atas Mangkang Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengambilan sampel secara berantai atau snowball sampling dan sampel yang digunakan adalah lima orang WPS. Pengumpulan data menggunakan in-deph interview dengan jenis wawancara semi structure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasanmenjadi WPS meliputi penghasilan tidak mencukupi kebutuhan, pengangguran, riwayat kegagalan pernikahan, ajakan teman dan perkosaan . Perasaan WPS saat berhubungan seksual dengan pelanggan yaitu perasaan ketidaknyamanan secara fisik, takut, bersalah, berdosa dan merasa puas. Hal yang dipikirkan WPS saat melakukan hubungan seksual dengan pelanggan yaitu tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelanggan kepada dirinya dan takut terkena penyakit. Solusi mengatasi sumber stress yang dipikirkan saat berhubungan seksual denganpelanggan yaitu mempersiapkan diri mereka secara mental, sharing dengan teman, screening, mengecek kondisi kelamin pelanggan saat akan melakukan hubungan seks, pemakaian kondom saat berhubungan seksual dengan pelanggan, melakukan relaksasi tubuh dengan pijit, mengkonsumsi obat guna menghilangkan rasa sakit dan tidak melakukan apa- apa (pasrah). Peneliti mengharapkan adanya penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode yang berbeda yaitu secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan First Coital Affective Reaction Scale(FCARS), Sexual History Form (SHF), Sexual Self-Efficacy Scale–Female Functioning (SSESF), The Sexual Aversion Scale (SAS) sehingga informasi yang didapatkan akan lebih lengkap.Kata kunci : Hubungan seksual, Wanita Pekerja Seks (WPS), Pengalaman, Stress
Media Informatif Tentang Perawatan Kehamilan pada Kelas Ibu Hamil Eko Mardiyaningsih; Umi Setyoningrum
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.05 KB)

Abstract

Tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Menurut SDKI tahun 2012 Angka Kematian Ibu sejumlah 102/100.000 kelahiran hidup sedangkan Angka Kematian Bayi tercatat 32/1.000 kelahiran hidup. Salah satu faktor penentu angka kematian ibu yaitu rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil adalah Kelas Ibu Hamil. Untuk melaksanakan Kelas Ibu Hamil diperlukan suatu media informatif tentang perawatan kehamilan. Tujuan : Untuk meneliti dan mengembangkan suatu media informatif tentang perawatan kehamilan pada kelas ibu hamil. Metode : Penelitian ini menggunakan metode action research yang terdiri atas dua tahap. Tahap pertama mengkaji tingkat pemahaman ibu hamil tentang perawatan kehamilan serta penyusunan draft media. Sedangkan tahap kedua mengimplementasikan media. Jumlah responden 40 ibu hamil. Hasil :Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang perawatan kehamilan rendah sejumlah 22 (55%), keterpaparan informasi tentang perawatan kehamilan kurang sejumlah 24 (60%), sumber informasi sebagian besar dari tenaga kesehatan yaitu sejumlah 32 (80%). Bentuk media yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa leaflet. Kesimpulan : Media berupa leaflet tentang perawatan kehamilan dapat digunakan pada kelas ibu hamil sebagai media pembelajaran informatif.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Di Ruang Wijaya Kusuma Rsud Dr. R Soeprapto Cepu Kurniati Puji Lestari; Asih Yuswiyanti
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.522 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan respon adaptif yang normal terhadap stress karena pembedahan. Rasacemas biasanya timbul pada tahap preoperatif ketika pasien mengantisipasi pembedahannya.Untuk mengurangi kecemasan dapat diatasi dengan menggunakan tehnik relaksasi, salahsatunya adalah dengan relaksasi otot progresif.Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresifterhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien preoperasi di Ruang Wijaya Kusuma RSUDDr. R Soeprapto Cepu.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 Januari-13 Februari 2014. Jenis penelitian denganmenggunakan Quasi-Experimentone group pre test post test design. Teknik sampling yangdigunakan adalah purposive sampling dengan sampel sejumlah 25 responden.Penelitimenggunakan lembar observasi untuk relaksasi otot progresif. Sedangkan pengukuran tingkatkecemasan menggunakan skala HARS (Hamilton Anxienty Rating Scale).Hasil uji Marginal Homogenity didapatkan nilai p 0,000 (<0,05) yang berarti ada pengaruhrelaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien preoperasi di RuangWijaya Kusuma RSUD Dr. R Soeprapto Cepu, Sehingga disarankan pasien diharapkan mampumelakukannya sendiri dalam pelaksanaan relaksasi otot progresif untuk mengatasi kecemasanyang muncul sewaktu-waktu saat akan dilakukan tindakan operasi.