cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Maternitas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 73 Documents
Peningkatan Pemanfaatan Pelaksanaan Voluntary Conseling And Test (Vct) Melalui Media Pembelajaran Interaktif Di Puskesmas Baturaden Wilis Dwi Pangesti, M.Keb; Ima Syamrotul Muflihah, M.Keb
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.897 KB)

Abstract

Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune DeficiencySyndrome (AIDS) di Indonesia sampai 30 Maret 2011 telah mencapai 24.482 kasus dan sudah tersebar di32 provinsi (Depkes, 2011). Voluntary Counseling and Testing (VCT) merupakan salah satu strategikesehatan masyarakat yang dilakukan karena merupakan pintu masuk untuk menuju keseluruh layananHIV/AIDS, akan tetapi pemanfaatan layanan VCT oleh masyarakat, khususnya oleh populasi rawanmasih rendah (KPA, 2009). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pemanfaatanpelaksanaan voluntary conseling and test (VCT) melalui media pembelajaran interaktif di PuskesmasBaturaden.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre eksperimental design pendekatan preposttest design one group only untuk mengetahui pengaruh dari intervensi pada subyek dan mengukurhasil atau efek dari intervensi yang diberikan sebelum dan sesudah. Waktu penelitian sejak penyusunanproposal hingga laporan akhir mulai bulan April 2015 sampai dengan Juli 2015. Penelitian ini melibatkanwanita pekerja seks yang melakukan pemeriksaan VCT pada bulan tersebut. Tehnik pengambilan sampeldalam penelitian ini menggunakan tehnik accidental sampling atau pemilihan sampel pada satu waktu.Alat pengambilan data berupa angket / kuesioner tentang data karakteristik responden dan pengetahuanresponden tentang VCT. Adapun data tentang jumlah kunjungan pelayanan VCT diperoleh dari datasekunder Puskesmas Baturaden berupa daftar hadir peserta pelayanan VCT pada bulan tersebut. Analisadata menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan ujichi-square.Hasil: bahwa nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan media pembelajaran sebesar 13,72 dan setelahdiberikan media pembelajaran sebesar 14,90. Hasil analisis didapatkan p value=<0.01 yang berartiterdapat Peningkatan yang signifikan PemanfaatanP elaksanaan Voluntary Conseling And Test (VCT)Melalui Media Pembelajaran Interaktif. Terdapat peningkatan jumlah kunjungan dari 23 peserta menjadi46 peserta. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat peningkatan pemanfaatan pelaksanaan voluntaryconseling and test melalui media pembelajaran interaktif di Puskesmas Baturaden.
TINGKAT NYERI PINGGANG KALA I PERSALINAN MELALUI TEKNIK BACK-EFFLUERAGE dan COUNTER-PRESSURE Sri Rejeki; Ulfa Nurullita; Retno Krestanti RN
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.964 KB)

Abstract

Penanganan dan pengawasan nyeri persalinan terutama pada kala I fase aktif sangat penting, karena ini sebagai titik penentu apakah seorang ibu bersalin dapat menjalani persalinan normal atau diakhiri dengansuatu tindakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan efektifitas teknik Back-Effleurage dan teknik Counter-Pressure terhadap tingkat nyeri pinggang kala I fase aktif persalinan. Metode penelitianyang digunakan adalah penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest dan posttest design. Sampel penelitian ini adalah 48 responden yang dipilih secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan nilai nyeri setelah intervensi sebanyak 3,27. Uji Mann-Whitney menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara efektifitas teknik Back-Effleurage dan teknik Counter-Pressure terhadap tingkat nyeri pinggang kala I fase aktif persalinan dengan nilai p(0,046<0,05). Dari kedua teknik tersebut yang lebih efektif dalam mengurangi nyeri pinggang persalinan adalah teknik Counter-Pressure dengan hasil nilai mean 3,63 lebih besar mean teknik Back-Effleurage2,92. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada perawat/bidan agar dapat membantu memenuhi kebutuhan ibu akan rasa nyaman dalam pengontrolan nyeri saat memberikan pertolongan persalinan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI KECAMATAN NGAMPEL KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH Sri Wahyuni
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 1, No 1 (1): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.709 KB)

Abstract

Latar Belakang, deteksi dini kanker serviks merupakan upaya untuk pencegahan kejadian kanker servik. Tujuan, penelitian ini bertujuan untuk menguji mengetahui faktor yang peling mempengaruhi perilaku deteksi dini kanker serviks. Metodologi, penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental dengan studi korelasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Jumlah responden 80 yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengolahan data menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian, faktor yang paling mempengaruhi perilaku deteksi dini kanker serviks adalah dukungan suami dengan nilai p=0,010 dan OR 3,050. Sehinggadapat disimpulkan bahwa dukungan suami 3,05 kali mempengaruhi perilaku dalam deteksi dini kanker serviks.Kata Kunci: faktor-faktor, perilaku, deteksi dini kanker serviks
Pengaruh Terapi Dzikir Terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi Ca Mammae di Rsud Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto Toni Budiyanto; Atun Raudotul Ma’rifah; Paulina Irma Susanti
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.739 KB)

Abstract

One of The problems occuring on post surgical is the pain patients felt due to the wounds of surgery. After the effect of the anesthesia disappears the patients will feel pain in the area of the breast after mastectomy. This would lead to the comfortable feeling, restless, nervous, and other various disorders of mood or feelings.. When a person is confronted to a state that is likely to cause feeling depressed, they will desperately need a compensation so thet such perceived feelings can be addressed.The purpose of the study was to identify The Effect of Dzikir the Therapy to the Pain Intensity on Mammae Cancer Post Surgical Patients in RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.The study was pre experiment whit one group pretest and posttest design. The sampling technique used was accidental sampling and the sample of this study were all mammae cancer post surgical patients.The result of the study shows thet was average pain prior to treatment was 7.80 with the lowest pain was 7 and the highest was 9. The average pain after the treatment was 3.32 with the lowest was 2 and the highest was 6. There is the effect of dzikir therapy to the pain intensity on Mammae Cancer Post Surgical Patients before and after given the terapy with p-value 0.000, p-value < α (0,000 < 0,05).In conclusion, dzikir therapy very useful to decrease pain of intensity on Mammae Cancer Post Surgical Patients in addition to pharmacological therapy.
Penerapan Model Konsep Need For Help dan Self Care Pada Asuhan Keperawatan Ibu Pre Eklampsia Berat dengan Terminasi Kehamilan Machmudah Machmudah
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.318 KB)

Abstract

Penerapan model konsep Need for Help, sangat tepat dilaksanakan pada pengelolaan ibu hamil dengan PEB dalam kondisi emergency, yang bertujuan untuk mengatasi masalah fisik dan psikologis agar ibu dan keluarga dapat membangun koping yang adaptif terhadap perubahan yang terjadi. Setelah ibu dilakukan terminasi kehamilan, maka perawat dihadapkan pada kondisi pasien postpartum beserta bayinya. Asuhan keperawatan maternitas dalam menangani klien postpartum dapat dilakukan dengan mengaplikasikan model konseptual self care menurut Orem. Perubahan yang terjadi selama periode postpartum menyebabkan penurunan kemandirian klien untuk memenuhi kebutuhannya. Perawat berperan membantu meningkatkan kemandirian klien untuk memenuhi kebutuhan self care nya melalu proses belajar atau latihan dalam bentuk perawatan diri, menciptakan lingkungan yang memfasilitasi tercapainya kemandirian sehingga peran perawat dari memberi bantuan penuh bergeser ke bantuan supportive educative.
DUKUNGAN SUAMI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Dyan Wahyuningsih; Machmudah -
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.886 KB)

Abstract

Pemberian makanan terbaik bagi bayi dan anak menurut para ilmuwan dunia dan telah menjadi rekomendasi WHO adalah memberikan hanya Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan. Permasalahan yang terjadi adalah terjadinya penurunan cakupan ASI Eksklusif.Umur, pendidikan, pekerjaan ibu dan dukungan suami ( informasional, penilaian, instrumental dan emosional ) diduga menjadi salah satu penyebab masalah tersebut. Dukungan suami diharapkan dapatmeningkatkan kembali pemberian ASI eksklusif pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dan dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif, jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional (belah lintang).  Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari 2012 di Kelurahan Susukan Kecamatan Ungaran Timur KabupatenSemarang dengan metode Total Sampling, jumlah sampel 61 orang. Analisis data enggunakan Uji ChiSquare, dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara karakteristik (umur, pendidikan, pekerjaan) ibu dan dukungan ( informasional, penilaian, instrumental dan emosional ) suami dengan pemberian ASI Eksklusif. Saran suami sebagai kepala keluarga diharapkan menjalankan perannya sebagai ayah menyusui, dan sebagai support sytem bagi ibu agar dapatmemberikan ASI Eksklusif.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ibu Hamil untuk Melakukan Screening Hiv/Aids Melalui Program Prevention Of Mother To Child Transmission (Pmtct) di Wilayah Kerja Puskesmas Kretek Bantul Yogyakarta Tyan Ferdiana Hikmah; Dwi Novitasari; Umi Aniroh
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.894 KB)

Abstract

perempuan dalam masa kehamilan. Risiko penularan HIV/AIDS pada ibu yang tidak mendapatkan penanganan saat hamil diperkirakan terjadi sekitar 15-45%. Pemerintah telah melakukan upaya untuk mencegah transmisi vertikal dengan melakukan Program PMTCT dimana salah satu komponennya adalah melakukan screening HIV/AIDS pada ibu hamil. Namun pelayanan PMTCT di wilayah Kretek masih terhitung 54 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil untuk melakukan screening HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional . Besar sampel adalah 50 orang. Analisa data secara univariat, bivariat dengan Chi-Square dan multivariate dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden 27 orang (54%) sudah melakukan screening HIV/AIDS. Faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil untuk melakukan screening HIV/AIDS adalah pekerjaan nilai p = 0,003 (OR= 9,278;95%CI=2,098-41,041), keterjangkauan tempat nilai p = 0,042 (OR=5,061;95%CI=1,063-24,103) dan dukungan suami nilai p = 0,155 (OR =2,788;95%CI=0,678- 11,462). Faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku ibu hamil untuk melakukan screening HIV/AIDS adalah pekerjaan dengan nilai sig. 0,003 dan Exp (B) sebesar 9,278. Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan mengenai risiko penularan HIV/AIDS dari ibu hamil ke bayinya dengan melibatkan suami sehingga ibu dan suami akan menyadari pentingnya screening serta dapat membuat alternatif untuk memudahkan ibu hamil dalam mengaksesnya yaitu dengan PMTCT mobile.
GAMBARAN KEPUASAN IBU HAMIL TERHADAP PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS GETASAN KABUPATEN SEMARANG Aghny Auliya Nissa; - Surjani; Eko Mardiyaningsih
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 1, No 1 (1): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.821 KB)

Abstract

Latar Belakang : Kualitas pelayanan antenatal dapat diukur dengan membandingkan persepsi antara pelayanan yang diharapkan dengan pelayanan yang diterima dan dirasakan oleh ibu hamil. Salah satu tujuan antenatal care adalah mendeteksi komplikasi selama kehamilan yang dapat mengancam jiwa ibu dan bayi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Getasan Kab Semarang sejumlah 33 responden, teknik sampling menggunakan stratified random sampling.Hasil Penelitian : Analisa univariat didapatkan data bahwa sebagian besar responden (48,5%) mengatakan bahwa cukup puas dengan pelayanan antenatal care , sedangkan dalam kategori puas (36,3%) dan sedikitnya responden mengatakan (15,2%) kurang puas dengan pelayanan antenatal care. Kesimpulan : Ibu hamil diharapkan secara rutin melakukan antenatal care, agar dapat diketahui perkembangan kehamilannya sehingga terjadinya komplikasi selama kehamilan dapat dicegah secara dini.Kata kunci: antenatal care, kepuasan, pelayanan
Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Pengurangan Tingkat Nyeripersalinan Kala I Fase Aktif pada Primigravida di Ruang Bougenville Rsud Tugurejo Semarang Priharyanti Wulandari; Prasita Dwi Nur Hiba
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.84 KB)

Abstract

On preliminary studies conducted in local General Hospital of Tugurejo there are primigravida petient are in the stage of labor when on the 1 active phase. Mother states can not stand the pain that is felt especially in the abdomen, waist, back, and spread to the backbone, so the mother continues to feel pain during the 1 stage of labor. The purpose of this study was to determine the effect of massage effleurage to reduction on the level of labor pain of stage I active phase in primigravida at Bougenville room of local General Hospital of Tugurejo Semarang. Methode: This research is a quasy experimental approach to one group pre test – post test design without control group. The study population was all primigravida mothers birth normally in local General Hospital of Tugurejo. The sampling technique by using Accidental Sampling. Samples are used 23 respondents. Instrument used is NRS observation sheet. Analysisstatistic used Wilcoxon test.Result : Pain level result obtained before doing Massage Effleurage the mean value of 3,78, after doing Massage Effleurage the mean value of 2,96 with p-value (0,000) ≤ α (0,05) and the value of z count : -4,359.Conclusion: There are any effect of massage effleurage to reduction on the level of labor pain of stage I active phase in primigravida at Bougenville room of local General Hospital of Tugurejo Semarang.
PEMAHAMAN PASANGAN USIA SUBUR PARITAS RENDAH (PUSMUPAR) TERHADAP NORMA KELUARGA KECIL, BAHAGIA DAN SEJAHTERA (NKKBS) Yuliaji Siswanto; Puji Pranowowati; Sigit Ambar Widyawati
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.61 KB)

Abstract

Peningkatan laju pertambahan penduduk yang tinggi akan mengancam kelangsungan kehidupan karena ketidakmampuan penyediaan sumberdaya untuk pemenuhan sandang, pangan dan papan.  ProgramKB menjadi satu keharusan untuk dilaksanakan demi mengurangi laju pertambahan penduduk serta membentuk keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.  Salah satu permasalahannya adalah bagaimana pemahaman Pasangan Usia Subur  Paritas Rendah (PUSMUPAR) saat ini terhadap program KB dan konsep NKKBS?. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemahaman PUSMUPAR saat ini terhadap program KB.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei dan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Kota Semarang dan Kabupaten Grobogan.  Kota Semarang berdasarkan persentase pencapaian PA pria / total PA Kota yang terendah di Jawa Tengah sebesar 1,76%, sedangkan Kabupaten Grobogan berdasarkan persentase pencapaian PA pria / total PA Kabupaten yang terendah di Jawa Tengah sebesar 1,09%.   Hasil penelitian mendapatkan : sebagian besar dari responden (73%) mempunyai pemahaman dasar tentang kehamilan yang baik. Sebanyak 70% responden mempunyai pengetahuan tentang tujuan KB yang baik. Sebagian dari resonden (54%) mempunyai pelembagaan dan pembudayaan  NKKBS baik.Sebanyak 52% responden menganggap hambatan dalam penerimaan NKKBS adalah kecil. Hampir seluruh responden (80%) memiliki persepsi nilai anak yang baik.