cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 3 (2016): " : 12 Documents clear
An Analysis of Grammatical Errors in Writing Descriptive Texts Committed by the Tenth Grade Students of SMK Negeri 3 Singaraja in Academic Year 2016/2017 ., Putu Rika Pramayani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jenis-jenis kesalahan grammar yang dilakukan oleh murid-murid dikelas X TKJ 2 di SMK Negeri 3 Singaraja didalam menulis teks deskriptif dan menemukan sumber-sumber dari kesalahan grammar tersebut. Semua data dianalisis dengan menggunakan teori dari Azar dan Wakkad dalam mengelompokkan tipe-tipe kesalahan grammar yang dilakukan oleh siswa. Berdasarkan analisa dari data didalam penelitian ini, terdapat 16 jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa, diantaranya: add a word (25.52%), capitalization(12.41%), verb error (8.62%), pronoun (8.62%), spelling (7.93%), word order (6.55%), word choice (4.83%), singular/plural (5.86%), preposition (4.48%), omit a word (4.48%), meaning not clear (2.76%), word form (2.41%), punctuation (2.07%), article (1.38%), run-on-sentence (1.38%), and incomplete sentence (1.03%). Dalam sumber kesalahan, hasil dari penelitian ini diindikasikan bahwa sumber kesalahan terbanyak adalah kesalahan intralingual (65.77%).Kata Kunci : kesalahan grammar, menulis, teks deskriptif. This research aimed at investigating the types of grammatical errors committed by the students of class X TKJ 2 in SMK Negeri 3 Singaraja in writing descriptive text and finding out the sources of those grammatical errors. All data were analyzed by using Azar and Wakkad’s theory in classifying the types of grammatical error committed by the students. Based on the analysis of the data of this study, there were 16 types of errors committed by the students, which includes: add a word (25.52%),capitalization(12.41%), verb error (8.62%), pronoun (8.62%), spelling (7.93%), word order (6.55%), word choice (4.83%), singular/plural (5.86%), preposition (4.48%), omit a word (4.48%), meaning not clear (2.76%), word form (2.41%), punctuation (2.07%), article (1.38%), run-on-sentence (1.38%), and incomplete sentence (1.03%). In terms of error sources, the result of this study indicated that the major source of errors was intralingual error (65.77%).keyword : grammatical errors, writing, descriptive text.
The Linguistic Evidences That Unite Batur and Pelaga Dialect: A Comparative Study ., I Gede Wahyu W.p; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan persamaan fonologi dan leksikal antara Dialek Batur dan Dialek Pelaga. Tiga narasumber dari kedua dialek dipilih berdasarkan kriteria yang sudah di tentukan. Penelitian ini menggunakan metode komparatif. Penelitian ini membandingkan dua dialek: Dialek Batur dan Dialek Pelaga. Data yang diperoleh dalam bentuk leksikon diidentifikasi menggunakan daftar kata Swadesh, Budasi, dan Hole. Data diperoleh menggunakan teknik mencatat, mendengarkan dan juga merekam pembicaraanya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 51 fonem yang sama dari kedua dialek. Fonem tersebut diantaranya adalah: 1) enam vokal: /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /ɔ/, and /ə/; 2) sembilan diftong: /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /ʌə/, /ʌe/, /ʌɔ/, /iu/, and /ɔʌ/; 3) empat gemenite: , /ʌʌ/, /II/, /ʊʊ/, and /ɔɔ/; 4) sembilan belas konsonan: /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, / tʃ/, / dʒ/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/, and /y/; 5) tiga belas gugusan konsonan: /tl/, /ml/, /mp/, /mb/, /nt/, /nd/, /ŋk/, /ŋs/, /ŋtʃ/ /kl/ /bl/ /pl/, and /kr/. Dari ke tiga daftar kata di temukan bahwa 1029 kata diantaranya memiliki cara penulisan yang sama persis dan 265 di antaranya ditemukan kemiripan diantara Batur dan Pelaga Dialek.Kata Kunci : fonologi, vokal, rangkap, diftong, konsonan, kosa kata, metode komparatif, Dialek Batur, Dialek Pelaga. This research aimed at describing the phonological and lexical similarities between Batur Dialect and Pelaga Dialect. Three informants from those dialects were selected based on a set of criteria. This research applied comparative method. This study compared two dialect: Batur Dialect and Pelaga Dialect. The obtained data in the form of lexicon identified using Swadesh Wordlist, Budasi Wordlist, and Hole Wordlist. Data were collected through noting, listening and recording techniques. The results of this research show that there are 51 same phonemes in both dialects. Those phonemes are: 1) six vowels: /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /ɔ/, and /ə/; 2) nine diphthong: /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /ʌə/, /ʌe/, /ʌɔ/, /iu/, and /ɔʌ/; 3) four geminate: , /ʌʌ/, /II/, /ʊʊ/, and /ɔɔ/; 4) nineteen consonants: /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, / tʃ/, / dʒ/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/, and /y/; 5) thirteen consonants cluster: /tl/, /ml/, /mp/, /mb/, /nt/, /nd/, /ŋk/, /ŋs/, /ŋtʃ/ /kl/ /bl/ /pl/, and /kr/. From the three wordlist there are 1029 words which were exactly the same and 265 similar words found from Batur and Pelaga Dialect.keyword : phonology, vowels, geminate, diphthong, consonants, lexicon, comparative method, Batur Dialect, Pelaga Dialect.
THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF SIDETAPA DIALECT: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY ., Made Sukradana w; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah fonem dari Dialek Sidetapa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang memiliki karakteristik sinkronik. Tiga domain dipilih berdasarkan kriteria yaitu keluarga, persahabatan, dan dilingkungan sekitar. Data dikumpulkan berdasarkan pada percakapan alami yang direkam secara langsung. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa SD memiliki 35, yaitu: enam vokal: /ʌ/, /i/,/u/,/e/,/o/ and /ǝ/, enam diftong; /ʌʊ/, /iʌ/, /uʌ/, /iɔ/,/iu/, and /ʌi/, sembilan belas konsonan; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/,/y/, 4 gugus konsonan; /br/, /pr/, /bl/ and /ŋl/ dan tiga proses fonologi, yaitu asimilasi pemungutan, netralisasi dan variasi bebas. Tidak semua fonem memiliki distribusi yang lengkap (awal, posisi tengah dan akhir)Kata Kunci : sidetapa, sistem fonologi, studi deskriptif kualitatif This study aimed at describing the number of phonemes of Sidetapa Dialect (SD). This study used descriptive qualitative approach which has synchronic characteristic. Three domains were chosen based on a set of criteria, namely: Family, Friendship, and Neighborhood. The data was collected based on natural speech which was recorded spontaneously. The data that has been collected was analyzed descriptively. The result of the study shows that SD has 35 phonemes, namely: /ʌ/, /i/,/u/,/e/,/o/ and /ǝ/, 6 vowels; 6 diphthongs; /ʌʊ/, /iʌ/, /uʌ/, /iɔ/, /iu/, and /ʌi/, 19 consonants; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/,/y/, 4 consonant Clusters; /br/, /pr/, /bl/ and /ŋl/ and 3 phonological processes, namely: regressive assimilation, neutralisation and free variation. Not all of those phonemes have complete distributions (initial, middle, and final position)keyword : descriptive qualitative study, phonological system, sidetapa dialect
THE CORRELATION OF MULTIPLE INTELLIGENCES AND ACADEMIC ACHIEVEMENT OF THE 2nd SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT, GANESHA UNIVERSITY OF EDUCATION ., I Gede Wahyudi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi 1) hubungan antara kecerdasan majemuk dengan prestasi akademik siswa dan 2) kecerdasan majemuk yang paling dapat memprediksi prestasi akademik siswa. Desain dari penelitian ini menggunakan ex post facto dengan analisis korelasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah162 siswa yang dipilih secara acak dari siswa semester 2 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Ganesha. Multiple Intelligences kuisoner yang diadopsi dari McKenzie (1999) dan Armstrong (2009) digunakan untuk memperoleh data dari kecerdasan majemuk siswa, sementara itu nilai prestasi akademik siswa diperoleh melalui KHS. Uji korelasi Spearman’s rho digunakan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan majemuk dengan prestasi akademik siswa. Hasilnya menunjukan bahwa kecerdasan verbal-linguistic, musical, visual-spatial, bodily-kinesthetic, intrapersonal, interpersonal, naturalistic, dan existential mempunyai hubungan yang positive dengan prestasi akademik siswa. Sementara itu, kecerdasan logical-mathematical tidak mempunyai hubungan dengan prestasi akademik siswa. Lebih lanjut lagi, secara berurutan, kecerdasan yang paling bisa memprediiksi prestasi akademik siswa. adalah (1) verbal-linguistic, (2) existential dan (3) intrapersonal.Kata Kunci : kecerdasan majemuk, prestasi akademik The purpose of this study is to investigate (1) the correlation among multiple intelligences and students’ academic achievement and (2) the most predictive intelligences of academic achievement. The design of this study was ex-post facto with a correlational analysis. Sample was 162 students randomly selected from the second semester of English Education Department, Ganesha University of Education. The Multiple Intelligences Questionnaire adopted from McKenzie (1999) and Armstrong (2009) was used to collect the data of the students’ multiple intelligences, while the data of academic achievement was collected through GPA document. Spearman’ rho correlation was used to investigate the correlation among multiple intelligences and students’ academic achievement. The results indicate that verbal-linguistic, musical, visual-spatial, bodily-kinaesthetic, intrapersonal, interpersonal, naturalistic, and existential intelligence have positive and significant correlation with students’ academic achievement. Whereas, logical-mathematical intelligence has no significant correlation to academic achievement. Moreover, the most predictive intelligences to academic achievement are subsequently, (1) verbal-linguistic, (2) existential and (3) intrapersonal intelligence keyword : academic achievement, multiple intelligences
DISCREPANCY STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF SCIENTIFIC APPROACH IN SMP NEGERI 4 SINGARAJA BASED ON CURRICULUM 2013 ., Made Widi Darma Prasetya; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki (1) perbedaan implementasi pendekatan ilmiah di SMP Negeri 4 Singaraja berdasarkan Kurikulum 2013 dan (2) keyakinan guru bahasa Inggris pada pelaksanaan pendekatan ilmiah di SMP Negeri 4 Singaraja berdasarkan Kurikulum 2013. Subjek penelitian ini adalah dua guru bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Singaraja. Sedangkan objek penelitian ini adalah rencana pembelajaran yang dirancang oleh guru bahasa Inggris dan pelaksanaan pendekatan ilmiah berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang menggunakan Model Evaluasi Provus yang dikembangkan oleh Malcolm M. Provus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan checklist sebagai standar dan wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil evaluasi pelaksanaan pendekatan ilmiah tentang rencana pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Singaraja menunjukkan bahwa ada perbedaan yang kebanyakan ditemukan pada tahap menanya dan mengkomunikasikan dari pendekatan ilmiah berdasarkan kurikulum 2013. Selanjutnya, guru bahasa Inggris percaya bahwa pendekatan ilmiah tidak sesuai dilaksanakan dalam pembelajaran bahasa Inggris tetapi lebih tepat dalam Sains. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pada rencana pembelajaran yang dirancang serta pelaksanaan. Mungkin itu disebabkan oleh keyakinan guru pada kurikulum 2013.Kata Kunci : pendekatan ilmiah, kurikulum 2013, perbedaan This study aimed at investigating (1) discrepancy of scientific approach implementation in SMP Negeri 4 Singaraja based on Curriculum 2013 and (2) English teachers’ belief on the scientific approach implementation in SMP Negeri 4 Singaraja based on Curriculum 2013. The subjects of this study were two English teachers in SMP Negeri 4 Singaraja. While the objects of the research were the lesson plan designed by the English teachers and the scientific approach implementation based on curriculum 2013. This study was an evaluation study which used Provus Discrepancy Model developed by Malcolm M. Provus. The data was collected through observation by using checklist as the standard and interview by using interview guide. The results of evaluation of the scientific approach implementation on lesson plan and teaching English in SMP Negeri 4 Singaraja showed that there were discrepancies found mostly in questioning and communicating steps of scientific approach based on curriculum 2013. Furthermore, English teachers believed that scientific approach is not appropriate implemented in English but it is more appropriate in Science. It can be concluded that there were discrepancies on the lesson plans designed as well as the implementations. Possibly it was caused by the teachers’ beliefs on curriculum 2013. keyword : scientific approach, curriculum 2013, discrepancy
RELATIONSHIP BETWEEN THE CHOICE OF LEARNING STYLE AND THE SPEAKING ABILITY OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 2 SAWAN ., Dewa Gde Panji Prasetya; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Dr.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi (1) gaya belajar yang paling sering di pilih oleh siswa dan (2) hubungan antara pilihan gaya belajar dengan kemampuan berbicara siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Yang dimana data itu dipersentasikan secara deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga instrument yaitu kuisioner, pedoman wawancara, dan nilai berbicara. Sample yang digunakan adalah 30 siswa yang diacak memilih di setiap kelas delapan di SMP Negeri 2 Sawan. Kuisioner gaya belajar di ambil dari seorang ahli Reid (1984) yang digunakan untuk mengumpulkan data gaya belajar siswa. Hasil menunjukan bahwa siswa lebih suka menggunakan gaya belajar visual dari pada gaya belajar yang lainnya karena mereka piker dengan menggunkan gambar dalam pemikiran mereka dan lebih mengerti beleajr dengan menggunakan visual display seperti, diagram buku, dan video. Hubungan antara pilihan gaya belajar dan kemampuan berbicara siswa menunjukan bahwa ada hubungan antara satu sama lain. Itu dapat dilihat dari hasil gaya belajar dan nilai berbicara siswa adalah ‘baik’ dan ‘sangat baik’.Kata Kunci : gaya belajar, kemampuan berbicara siswa This study aimed to investigate and (1) the most preference learning style which used by the students in eighth grade and (2) relationship between the choice of students’ learning style and students’ speaking ability. The design of this study was descriptive study. In which the data are presented descriptively. The data were collected by using three instruments, namely questionnaire, interview guide, and speaking score. Sample was 30 students randomly selected from the eighth grade students of SMP Negeri 2 Sawan. The Learning style questionnaire adapted from Reid (1984) was used to collect the data of the students’ learning style. The result showed that students preferred to used visual learning style rather than the other learning style because they think by using pictures in their brains and learn faster by using visual displays, such as diagrams, books, and videos. Relationship between the choice of learning style and students speaking score showed that there was relationship between each other. It can be seen from the score of students’ learning style and the students’ speaking score were ‘good’ and ‘very good’.keyword : Learning Style, Students’ Speaking Ability
THE EFFECT OF RECIPROCAL TEACHING STRATEGY ON THE READING COMPREHENSION OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 6 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR OF 2016/2017 ., Gusti Komang Sukerti; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dari penggunaan Reciprocal Teaching Strategy terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa SMP kelas 8. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Posttest Only Control Group Design. Sampel dari penelitian ini adalah siswa SMP kelas 8 sebanyak 60 siswa yang dikelompokan secara acak menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik yang digunakan untuk mengelompokan adalah teknik undian. Kelas VIII B5 terpilih menjadi kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan Reciprocal Teaching Strategy sedangkan kelas VIII B6 sebagai kelas kontrol diberi perlakuan menggunakan strategi mengajar konvensionalPair work). Hasil yang diperoleh dianalisis secara statistik dan inferensial menggunakan SPSS versi 16.0. Hasilnya menunjukan bahwa kemampuan pemahaman membaca siswa yang diberi perlakuan menggunakan Reciprocal Teaching Strategy lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang diberi perlakuan menggunakan strategi mengajar Pair work. Ini dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata dari group eksperimen yaitu 83,90 sementara nilai rata-rata group kontrol yaitu 76,87. Disamping itu, hasil dari analisis t-test menunjukan bahwa nilai dari t-observe (tobv) yaitu 4.484. Nilai ini lebih tinggi dari nilai t-critical value (tvc) yaitu 2.003 pada level signifikan 0,05. Disamping itu, hasil dari perhitungan effect size yaitu 0,8, yang berarti bahwa Reciprocal Teaching Strategy mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa. Hasil ini menunjukan bahwa null hypothesis ditolak dalam penelitian ini. Kesimpulannya, Reciprocal Teaching Strategy memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa SMP kelas 8.Kata Kunci : Kata Kunci : Kemampuan Pemahaman Membaca, Reciprocal Teaching Strategy. This study aimed at determining the effectiveness of the use of Reciprocal Teaching Strategy on eighth grade students’ reading comprehension skill at junior high school. This study was an experimental study, which adopted Post-test Only Control Group Design. The samples of this study were the 8th grade of junior high school students, as many as 60 students were grouped randomly into control and experimental group by using lottery. Class VIII B5 was selected as experimental group which was treated using Reciprocal Teaching Strategy, while class VIII B6 as control group was treated by using conventional teaching strategy. The results of the obtained data were analyzed both statically and inferentially by using SPSS 16.0. The result showed that reading comprehension at the students who were taught by Reciprocal Teaching Strategy was significantly higher than the students who were taught by conventional teaching strategies (pair work). It was proven by mean score of experimental group was 83.90 while the mean score of control group was 76.87. Moreover, the result of t-test analysis showed that the t-observed (tobv) was 4.484. It was higher than the t-critical value (tvc) that was 2.003 at the level significant 0.05. Furthermore, the result of the effect size calculation was 0.8, which means that reciprocal teaching strategy has high influence on students’ reading comprehension. These results indicate that the null hypothesis was rejected. In conclusion, the used of Reciprocal Teaching Strategy gave a significant effect on students ‘reading comprehension skill of junior high school. keyword : Students ‘reading Comprehension Skill, Reciprocal Teaching Strategy
AN ANALYSIS OF CULTURE SHOCK EXPERIENCED BY AUSTRALIAN TOURISTS IN ABABI VILLAGE KARANGASEM REGENCY ., I Kadek Gunarsa; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena culture shock yang dialami oleh turis Australia di Desa Ababi. Peneliti membatasi pada analisis fenomena culture shock ketika berinteraksi dengan masyarakat dalam komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah wisatawan Australia yang tinggal di Desa Ababi. Peneliti mengambil data berdasarkan wawancara semi-terstruktur dari 15 wisatawan Australia di Ababi Village. Peneliti adalah instrumen utama, pedoman wawancara, perekam suara dan catatan yang digunakan dalam rangka mengumpulkan data. Teori yang digunakan untuk menganalisis data itu dari Pederson (1995). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua puluh dua fenomena culture shock dari turis Australia di Ababi Village. Ada lima belas fenomena culture shock dalam komunikasi verbal, dan tujuh dalam komunikasi non-verbal. Dari semua fenomena culture shock, fenomena kejutan budaya terbesar datang dari komunikasi verbal. Dalam komunikasi verbal Australia memiliki culture dengan beberapa adat Bali dan kondisi transportasi. Dalam komunikasi non-verbal Australia memiliki culture shock dengan komunikasi sentuhan, ekspresi wajah, gerakan dan kontak mata. Dalam transportasi Australia punya masalah dengan layanan, dan infrastruktur. Ada beberapa cara orang Australia dilakukan untuk mengatasi masalah culture shock mereka. Seperti memikirkan solusi mereka sendiri, meminta dari teman, dan meminta penjelasan kepada masyarakat setempatKata Kunci : Culture Shock, Komunikasi Verbal, Komunikasi Non-verbal, Transportasi. This study aimed in analyzing the culture shock phenomenon experienced by Australian tourists in Ababi Village. The researcher restricts on analyzing the culture shock phenomenon when coping with the society in verbal communication and non-verbal communication. This design of this research is descriptive study. The subjects of this research were Australian tourists who live in Ababi. The researcher took the data based on semi-unstructured interview from 15 Australian tourists in Ababi Village. The researcher was the main instrument, interview guide, Mp3 recorder and note were used to collect the data. The theory used to analyze the data was from Pederson (1995). The result of this study shows that there are twenty two culture shock phenomena of Australian tourist in Ababi Village. There were fifteen culture shock phenomena in verbal communication, and seven in non-verbal communication. From all the culture shock phenomena, the greatest culture shock phenomena were coming from verbal communication. In verbal communication Australian had culture shock with some of Balinese customs and transportation condition. In non-verbal communication Australian had culture shock with Balinese touch communication, facial expression, gesture and eye contact. In transportation Australian had problem with the services, and infrastructures. There were several ways Australian people done to overcome their culture shock problems. Such as thinking the solution by their own, asking from friends, and asking for explanation to the local people.keyword : Culture Shock, Verbal Communication, Non-verbal Communication
IMPROVING STUDENTS WRITING COMPETENCY THROUGH THE IDEA-DETAILS STRATEGY IN CLASS XI IPA-2 OF SMA N 1 SUKASADA IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Putu Ngurah Wirabawa Jelantik; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pelaksanaan The Idea-Detail Strategi dapat meningkatkan kompetensi menulis siswa dalam XI IPA-2 di SMA N 1 Sukasada. Ada 9 perempuan dan 11 siswa laki-laki di kelas XI IPA 2. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas yang melibatkan empat langkah, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu menulis uji kompetensi, angket, dan studi observasi checklist.The dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari dua pertemuan pada setiap siklus. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa siswa menghadapi masalah dalam menulis kompetensi. Ada 80% dari total siswa memperoleh skor kurang dari yang diharapkan mencetak 75 dan hanya ada 20% mencapai skor lebih tinggi dari skor standar atau sama dengan 75. Rerata kompetensi menulis siswa dalam observasi awal adalah 69,5. Setelah pelaksanaan The Idea Detail-Strategi, ditemukan bahwa ada peningkatan menulis kompetensi siswa. persentase siswa yang mencapai skor yang lebih tinggi dari atau sama dengan 75 meningkat dari 20% di observasi awal untuk 85% pada siklus 2. Sehubungan dengan indikator kinerja, siklus dihentikan karena persentase siswa yang mencapai lewat sakit lebih dari 75%. Hasil ini diperkuat dengan respon siswa terhadap penerapan The Idea-rincian Strategi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan The Idea-Detail strategi dapat meningkatkan kompetensi menulis siswa.Kata Kunci : Kata kunci: Menulis Kompetensi, The Idea-Detail Strategi. The aim of this study was to find whether the implementation of The Idea-Details Strategy could improve students’ writing competency in XI IPA-2 at SMA N 1 Sukasada. There were 9 female and 11 male students in class XI IPA 2. This study was conducted in form of Classroom Action Research which involved four steps, namely planning, action, observation, and reflection. The data were collected through some instruments namely writing competency test, questionnaire, and observation checklist.The study was conducted in two cycles that consisted of two meetings in each cycle. The result of preliminary observation showed that the students faced problems in writing competency. There were 80% of total students obtaining score less than the expected score 75 and there were only 20% achieving higher score than the standard score or equal to 75. The mean of students’ writing competency in preliminary observation was 69.5. After the implementation of The Idea Details-Strategy, it was found that there was improvement of students’ writing competency. the percentage of students who achieved score higher than or equal to 75 increased from 20% in preliminary observation to 85% in cycle 2. Regarding to the performance indicator, the cycle was stopped since the percentage of the students who achieved the passing sore were more than 75%. This result was strengthened by students’ response toward the application of The Idea-details Strategy. It could be concluded that the use of The Idea-Details strategy could improve students’ writing competency. keyword : Key words: Writing Competency, The Idea-Details Strategy.
THE CORRELATION BETWEEN SELF-REGULATED LEARNING STRATEGIES AND THE 10TH GRADE STUDENT’S ENGLISH ACHIEVEMENT AT SMA NEGERI 2 BANJAR ., Kadek Andi Arta Dinata; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 3, No 3 (2016):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui korelasi antara strategi belajar regulasi diri dan prestasi belajar bahasa Inggris kelas 10 di SMA Negeri 2 Banjar, dan strategi regulasi diri yang paling sering digunakan oleh siswa kelas 10 di SMA Negeri 2 Banjar. Penelitian ini menggunakan desain ex-post facto dengan studi korelasi yang melibatkan 152 siswa sebagai sampel penelitian. Data dalam studi ini didapatkan melalui penyebaran kuisioner dan pengoleksian daftar nilai bahasa Inggris siswa. Hasil penelitian menunjukkan:1) terdapat korelasi yang signifikan antara strategi belajar regulasi diri dengan prestasi belajar bahasa Inggris siswa di SMA Negeri 2 Banjar, dan 2) strategi regulasi diri dalam belajar secara berpasangan merupakan strategi belajar regulari diri yang paling sering digunakan oleh siswa. Kata Kunci : Strategi Belajar Regulasi Diri, Prestasi Belajar Bahasa Inggris This study aimed at finding out the correlation between self-regulated learning strategies and the 10th grade student’s English achievement at SMA Negeri 2 Banjar and the most frequent self-regulated learning strategies used by the 10th grade students at SMA Negeri 2 Banjar. The design of this research was an ex-post facto research using correlational study involving 152 students as the population sample. The data of the study were obtained through questionnaire and record keeping document related with the student’s English achievement. The result of the study shows that: 1) there is a significant correlation between self-regulated learning strategies and 10th grade student’s English achievement at SMA Negeri 2 Banjar, and 2) the most frequent self-regulated learning strategies used by the 10th grade students at SMA Negeri 2 Banjar is peer learning strategies. keyword : Self-regulated Learning Strategies, English Achievement

Page 1 of 2 | Total Record : 12