cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013): May" : 206 Documents clear
THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF PELAGA DIALECT: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY ., Gusti Ngurah Rai Dwijantara; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3333

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mendiskripsikan jumlah fonem dari dialek Pelaga. Penelitian deskriptif ini di desain dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Tiga narasumber di pilih berdasarkan beberapa kriteria. Data di kumpulkan berdasarkan tiga word list, yaitu Swadesh, Budasi, and Holle. Data yang diperoleh di analisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan PD memiliki 55 fonem, yaitu: 6 vowel: /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, dan /∂/. 4 geminate vowels: /ʌʌ/, /II/,/ɔɔ/, and /ʊʊ/, 19 Consonants: /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/,/ʔ/,/s/, /ʧ/,/j/, /l/, /r/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, / ŋ/, /w/, and /y/, and 19 Consonant clusters: /kl/,/pl/, /bl, /ml/, /tl/, /kr/, /mp/, /mb/, /nt/, /nd/,/nj/, /nc/, /ŋk/, /ŋs/, /ŋg/, /ŋw/, and /ŋky/. Tidak semua distribusi fonem PD ada di tiga posisi (initial. middle and final). Kata Kunci : Kata Kunci: Penelitian deskriptif kualitatif, sistem fonologi ,dialek Pelaga, fonem, vokal, diftong, konsonan and kelompok konsonan. The study aimed at describing the number of phonemes of Pelaga Dialect (PD). This descriptive study was designed by using a descriptive qualitative research. Three informant samples of PD were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three word lists: Swadesh, Budasi, and Holle’s Word Lists. The obtained data were analyzed descriptively. The result of the study shows that PD has 55 phonemes, namely: 6 vowels; /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, and /∂/. 9 Dipthongs; /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /ʌ∂/, /ʌe/, /ʌɔ/, /iu/, and /ɔʌ/, 4 geminate vowels; /ʌʌ/, /II/,/ɔɔ/, and /ʊʊ/, 19 Consonants; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/,/ʔ/,/s/, /ʧ/,/j/, /l/, /r/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, / ŋ/, /w/, and /y/, and 19 Consonant clusters; /kl/,/pl/, /bl, /ml/, /tl/, /kr/, /mp/, /mb/, /nt/, /nd/,/nj/, /nc/, /ŋk/, /ŋs/, /ŋg/, /ŋw/, and /ŋky/. Not all of phonemes distribute in three positions (initial, middle, and final position). keyword : Key Words: Descriptive qualitative study, the phonological system, Pelaga dialect, phonemes, vowel, diphthong, consonant cluster and consonant.
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN RECOUNT TEXT WRITTEN BY GRADE-XI STUDENTS OF SMA N 1 SERIRIT IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Komang Yudi Sulistiani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan tata bahasa yang ditulis oleh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa dan mendeskripsikan penyebab dari kesalahan yang dilakukan siswa. Subyek penelitian ini terdiri dari 32 orang siswa kelas XI IPA 3. Data dikumpulkan melalui pengumpulan teks recount yang ditulis oleh siswa dan hasil wawancara. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa siswa masih melakukan empat jenis kesalahan berhubungan dengan, (1) kesalahan dalam penggunaan kata kerja, (2) kesalahan dalam penggunaan preposisi, (3) kesalahan dalam penggunaan artikel, dan (4) kesalahan dalam penggunaan kata ganti. Total dari seluruh kesalahan yang ditemukan dalam teks recount adalah 716 kesalahan. Sejumlah 512 kesalahan ditemukan dalam penggunaan kata kerja. Sejumlah 112 kesalahan ditemukan dalam penggunaan preposisi. Kesalahan yang ditemukan dalam penggunaan artikel berjumlah 55 kesalahan dan sejumlah 37 kesalahan ditemukan dalam penggunaan kata ganti. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yakni intralingual transfer (overgeneralisasi, kesalahan dalam memahami konsep, kelalaian dalam penggunaan batasan aturan tata bahasa, dan penggunaan tata bahasa yang tidak lengkap) dan interlingual transfer (pengaruh bahasa pertama). Interlingual transfer merupakan penyebab utama siswa melakukan kesalahan dalam menulis. Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Seririt masih melakukan banyak kesalahan dalam penggunaa kata kerja, kata ganti, preposisi dan artikel.Kata Kunci : kesalahan penggunaan tata bahasa, teks recount dan tulisan This study aimed at analyzing the grammatical errors in writing that were committed by the students of XI IPA at SMA Negeri 1 Seririt in the academic year 2013/2014. This study also analyzed and described the causes of the errors committed by the students. The subjects of this study were 32 students of class XI IPA 3. The data were collected through collecting the students’ recount texts and also interview. The result of analysis showed that the students committed four kinds of errors, namely, (1) errors in the use of verbs, (2) errors in the use of prepositions, (3) errors in the use of articles, and (4) errors in the use of pronouns. The total errors in recount text were 716 errors. A number of 512 errors were found in the students’ use of verbs. A number of 112 errors were found in the students’ use of prepositions. Errors in the use of article were 55 errors and a number of 37 errors were found in the students’ use of pronouns. Those errors occurred because of intralingual transfer (overgeneralization, false concept hypothesized, ignorance of rules restriction, the incomplete application of rules), and interlingual transfer (interference of mother tongue). Interlingual transfer was the most dominant causes the students committed errors in writing. It can be concluded that the students of XI IPA SMA 3 Negeri 1 Seririt still committed lots of errors around the use of verb, pronoun, preposition, and article. keyword : grammatical error, recount text and writing.
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN RECOUNT TEXT WRITTEN BY GRADE-XI STUDENTS OF SMA N 1 SERIRIT IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Komang Yudi Sulistiani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan tata bahasa yang ditulis oleh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa dan mendeskripsikan penyebab dari kesalahan yang dilakukan siswa. Subyek penelitian ini terdiri dari 32 orang siswa kelas XI IPA 3. Data dikumpulkan melalui pengumpulan teks recount yang ditulis oleh siswa dan hasil wawancara. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa siswa masih melakukan empat jenis kesalahan berhubungan dengan, (1) kesalahan dalam penggunaan kata kerja, (2) kesalahan dalam penggunaan preposisi, (3) kesalahan dalam penggunaan artikel, dan (4) kesalahan dalam penggunaan kata ganti. Total dari seluruh kesalahan yang ditemukan dalam teks recount adalah 716 kesalahan. Sejumlah 512 kesalahan ditemukan dalam penggunaan kata kerja. Sejumlah 112 kesalahan ditemukan dalam penggunaan preposisi. Kesalahan yang ditemukan dalam penggunaan artikel berjumlah 55 kesalahan dan sejumlah 37 kesalahan ditemukan dalam penggunaan kata ganti. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yakni intralingual transfer (overgeneralisasi, kesalahan dalam memahami konsep, kelalaian dalam penggunaan batasan aturan tata bahasa, dan penggunaan tata bahasa yang tidak lengkap) dan interlingual transfer (pengaruh bahasa pertama). Interlingual transfer merupakan penyebab utama siswa melakukan kesalahan dalam menulis. Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Seririt masih melakukan banyak kesalahan dalam penggunaa kata kerja, kata ganti, preposisi dan artikel.Kata Kunci : kesalahan penggunaan tata bahasa, teks recount dan tulisan This study aimed at analyzing the grammatical errors in writing that were committed by the students of XI IPA at SMA Negeri 1 Seririt in the academic year 2013/2014. This study also analyzed and described the causes of the errors committed by the students. The subjects of this study were 32 students of class XI IPA 3. The data were collected through collecting the students’ recount texts and also interview. The result of analysis showed that the students committed four kinds of errors, namely, (1) errors in the use of verbs, (2) errors in the use of prepositions, (3) errors in the use of articles, and (4) errors in the use of pronouns. The total errors in recount text were 716 errors. A number of 512 errors were found in the students’ use of verbs. A number of 112 errors were found in the students’ use of prepositions. Errors in the use of article were 55 errors and a number of 37 errors were found in the students’ use of pronouns. Those errors occurred because of intralingual transfer (overgeneralization, false concept hypothesized, ignorance of rules restriction, the incomplete application of rules), and interlingual transfer (interference of mother tongue). Interlingual transfer was the most dominant causes the students committed errors in writing. It can be concluded that the students of XI IPA SMA 3 Negeri 1 Seririt still committed lots of errors around the use of verb, pronoun, preposition, and article. keyword : grammatical error, recount text and writing.
AN ANALYSIS OF AFFIXATION IN BALINESE SERAYA DIALECT: DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESS ., I Gede Novan Giri Prabawa; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran pada Dialek Bali Seraya (BSD) yang termasuk derivasi dan infleksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Beberapa informan dari BSD dipilih berdasarkan tiga ruang lingkup: keluarga, kekerabatan dan ketetanggaan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga tehnik, yaitu: observasi, tehnik perekaman dan tehnik wawancara. Beberapa instrumen digunakan dalam mengumpulkan data, yaitu: peneliti itu sendiri, Swadesh dan Nothofer daftar kata, kamera, alat perekam digital dan tekts wawacara. Ada tiga proses dalam menganalisa data, data reduction, data display dan conclusion drawing. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ada dua jenis awalan pada BSD: awalan {me-} dan {N-}. Ada tiga jenis akhiran pada BSD: akhiran {-ang}, {-in} dan {-nye}. Awalan dan akhiran pada BSD yang termasuk derivasi adalah awalan {me-} dan {N-} dan akhiran {-ang}, {-in} dan {-nye}. Awalan dan akhiran pada BSD yang termasuk infleksi adalah awalan {N-} dan akhiran {-ang}, {-in} dan {-nye}.Kata Kunci : Morfem Derivasi, Morfem Infleksi, Dialek Bali Seraya The study aimed at describing the prefixes and suffixes in Balinese Seraya Dialect (BSD) which belonged to derivation and inflection process. This research was a descriptive qualitative research. There were some informants of BSD were chosen based on three domain: family, friendship and neighborhood. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview technique. The data were collected by some instruments, those were the researcher himself, Swadesh and Nothofer word lists, digital recorder, camera, and interview guide. There were three processes in analyzing the data, data reduction, data display and conclusion drawing.The results of the study showed that there were two kinds of prefixes in BSD; prefix {me-} and {N-}. There were three kinds of suffixes in BSD; suffix {-ang}, {-in} and, {-nye}. Prefixes and suffixes in BSD which belonged to derivation were prefix {me-}, {N-} and suffix {-ang}, {-in}. Prefixes and suffixes in BSD which belonged to inflection were prefix {N-}and suffix {-ang}, {-in} and, {-nye}.keyword : Derivational Morpheme, Inflectional Morpheme, Balinese Seraya Dialect (BSD)
THE EFFECT OF THE TRANSITION-ACTION- DETAILS AND ACTION-FEELINGS-SETTING STRATEGIES ON STUDENTS’ WRITING COMPETENCY AT TENTH GRADE STUDENTS OF SMA N 1 SAWAN ., Ni Kadek Widiantari; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh dari strategi pembelajaran Transition-Action-Details (TAD) dan Action-Feelings-Setting (AFS) terhadap kompetensi menulis siswa. Lima puluh dua orang siswa kelas X dari SMA Negeri 1 Sawan dipilih sebagai sampel melalui Cluster Random Sampling. Randomized Pretest- Posttest Control Group Design diterapkan dalam penelitian ini. Prates diterapkan sebelum perlakuan setelah perlakuan, pascates diberikan untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan. Dikarenakan desain penelitian adalah Randomized Pretest- Posttest Control Group, nilai prates dan pascates diubah ke dalam gain skor ternormalisasi. Kemudian gain skor ternormalisasi dianalisis menggunakan uji-t. Dari data yang dianalisis secara deskriptif dan inferensial diperoleh rata-rata nilai gain skor ternormalisasi dari kelompok eksperimen X (TAD) sebesar 0,55 dan kelompok eksperimen Y (AFS) sebesar 0,4. Hasil dari uji-t juga menunjukkan nilai tobs adalah 7,081 sedangkan nilai dari tcv adalah 2,06. Penelitian ini menemukan bahwa ada perbedaan nilai yang signifikan antara para siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran TAD dan siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran AFS dalam kemampuan menulis. Siswa yang diajarkan dengan strategi TAD memperoleh kemampuan menulis yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan menggunakan strategi AFS.Kata Kunci : Action-Feelings-Setting (AFS, Kompetensi Menulis, Transition-Action-Details (TAD) This study aimed at investigating the effect of the Transition-Action-Details (TAD) and Action-Feelings-Setting (AFS) Strategies on students’ writing competency. 52 students at tenth grade of SMA N 1 Sawan were chosen as the sample through Cluster Random Sampling. The Randomized Pretest-Posttest Control Group Design was implemented in this study. Pretest was administrated before the treatment then after the treatment, posttest was administrated to find out the impact of the treatment. Because the research design was The Randomized Pretest-Posttest Control Group Design, the pretest and posttest scores were transformed into normalized gain score. The normalized gain score were then analyzed by using t-Test. From the data that were analyzed descriptively and inferentially, it was obtained that the mean normalized gain score of Exp. Group X (TAD) is 0.55 and Exp. Group Y (AFS) is 0.4 while, the result of t-Test showed that the value of tobs is 7.081 and tcv is 2.06. This study discovered that there is significant difference between the students taught by using TAD and those taught by using AFS strategies on students’ writing competency, the students taught by using TAD have better writing competency than those taught by using AFS.keyword : Action-Feelings-Setting (AFS, Transition-Action-Details (TAD), Writing Competency
AN ANALYSIS ON CODE-SWITCHING USED BY MALE AND FEMALE TEACHERS AS A TEACHING STRATEGY IN TEACHING LEARNING EFL AT SMP NEGERI 3 SUKASADA ., Ni Kadek Deni Nitiasih; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris pria dan wanita di SMP Negeri 3 Sukasada. Subyek penelitian ini adalah guru laki-laki dan perempuan yang mengajar bahasa Inggris di SMP Negeri 3 Sukasada. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan desain deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) perekam suara, (2) lembar observasi, dan (3) pedoman wawancara. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi kelas menggunakan perekam suara digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru laki-laki dan perempuan menggunakan tiga jenis alih kode. Ketiga jenis tersebut adalah alih kode intra-sentensial (13% dan 5,7%), alih kode inter-sentensial (55,1% dan 62,3%), dan alih kode Interpersonal (31,9% dan 32%). Ada 5 fungsi alih kode yang digunakan oleh guru laki-laki. Fungsi-fungsi tersebut adalah emphasis, attention, clarification, sociolinguistics play, dan instruction. Fungsi yang paling dominan digunakan oleh guru laki-laki adalah fungsi clarification. Sementara itu, fungsi yang paling dominan digunakan oleh guru wanita adalah fungsi emphasis. Ada beberapa alasan guru menggunakan alih kode dalam pengajaran bahasa Inggris. Alasan-alasan tersebut adalah kurangnya kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki oleh siswa, kurangnya rasa percaya diri siswa saat berpartisipasi di dalam prosess pembelajaran, guru berusaha untuk membuat siswa lebih mudah menangkap materi yang diajarkan, untuk menekankan poin-poin tertentu pada materi pelajaran, dan membantu guru saat menyampaikan materi pelajaran.Kata Kunci : Alih kode, guru laki-laki dan perempuan This research aimed at finding out code switching used by male and female English teachers of eighth grade at SMP Negeri 3 Sukasada. The subjects of this research were male and female teachers teaching English at SMP Negeri 3 Sukasada. To achieve the goal, the researcher used the qualitative descriptive design. The instruments used in this research were (1) tape recorder, (2) observation sheet, and (3) interview guide. The researcher collected the data through class observation using a digital tape recorder. The results of this study showed that both of male and female teachers used three types of code switching. Those were Intra-sentential code switching (13% and 5.7%), Inter-sentential code switching (55.1% and 62.3%), and Interpersonal code switching (31.9% and 32%). There were five functions used by male teacher. Those functions were emphasis, attention, clarification, sociolinguistics play, and instruction. The most dominant function used by male teacher was clarification function of code switching. Meanwhile, the most dominant function used by female teacher was emphasis function. There were several reasons of using code switching. Those reasons were the students had lack of registrar competence, students had lack of confidence to participate in teaching and learning process, teacher tried to make the students easier to catch the material, to emphasize particular point, and help the teacher easier to deliver the material.keyword : code switching, male and female teachers
AN ANALYSIS OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL MORPHEME IN SILANGJANA DIALECT ., I Gede Erlan Cahaya Unggawan; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran di Silangjana Dialek yang mengalami proses derivasi dan infleksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dua informan sampel Silangjana Dialek dipilih berdasarkan seperangkat kriteria. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam jenis prefiks di Silangjana Dialek; awalan {mΛ-}, {n-}, {} ŋ-, {ñ-}, {m-} dan {Λ}-. Ada tiga macam akhiran di Silangjana Dialek; akhiran {-ē}, {-Λŋ}, dan {}-In. Prefiks dan sufiks di Silangjana Dialek menjalani proses derivasi: prefix {mΛ-}, {n-}, dan {m-} dan sufiks {-Λŋ}, dan {-in}. Prefiks dan sufiks di Silangjana Dialek menjalani proses infleksional: prefix {n-}, {} ŋ-, {ñ-}, {m-}, dan {Λ}-dan akhiran {-ē}, {-Λŋ}, dan {-In}.Kata Kunci : derivasi, infleksi, dialek silangjana The study aimed at describing the prefixes and suffixes in Silangjana Dialect which undergo derivational and inflectional processes. This research is a descriptive qualitative research. Two informants sample of Silangjana Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that there were six kinds of prefixes in Silangjana Dialect; prefix {mΛ-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-} and {Λ-}. There were three kinds of suffixes in Silangjana Dialect; suffix {-ē}, {-Λŋ}, and {-In}. Prefixes and suffixes in Silangjana Dialect undergo derivational process: prefix {mΛ-}, {n-}, and {m-} and suffix {-Λŋ}, and {-in}. Prefixes and suffixes in Silangjana Dialect undergo inflectional process: prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {Λ-} and suffix {-ē}, {-Λŋ}, and {-In}.keyword : derivational, inflectional, morpheme and silangjana dialect
An Analysis of Pidgin English Used by Tourism Police at Lake Beratan Tourism Object, Bali ., Ni Putu Yeni Andriyani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk, makna, dan fungsi dari Pidgin English yang digunakan oleh Polisi Pariwisata saat berkomunikasi dengan wisatawan berbahasa Inggris. Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Wisata Danau Beratan, Bali. Tiga orang polisi dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarkan beberapa kriteria. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dimana data yang telah dikumpulkan dianalisa secara kualitatif. Peneliti merupakan intrumen yang digunakan dalam penelitian ini. The researcher is an instrument employed in this study. Dua buah alat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yaitu perekam video dan panduan wawancara. Peneliti berperan sebagai non-participant observer dimana data dikumpulkan dengan cara merekam percakapan yang dilakukan oleh para subyek sebanyak 17 kali. Kemudian data ditranskrip dan dianalisa untuk menemukan bentuk, makna, dan fungsi dari Pidgin English. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dai Pidgin English yang digunakan oleh para polisi menyimpang dari bentuk yang biasa digunakan berkaitan dengan tata bahasa, pelafalan, sintaksis, dan kosa kata. Sementara itu, hasil menunjukkan bahwa makna Pidgin English bersifat ambigu karena tata bahasa menyimpang yang digunakan oleh para polisi. Derdasarkan teori Tighe (2007), fungsi bahasa yang digunakan oleh para polisi saat berkomunikasi dengan wisatawan berbahasa Inggris adalah menyapa, memperkenalkan diri, menanyakan informasi, menanyakan pendapat, memberikan informasi, memberikan petunjuk arah, berterima kasih, dan berpisah. Selain itu, ditemukan juga bahwa polisi yang diteliti juga menggunakan Pidgin English untuk mengungkapkan pujian, penawaran, dan permintaan maaf. Kata Kunci : Pidgin English, Polisi Pariwisata, Bentuk, Makna, Fungsi Bahasa This study was aimed at finding out the forms, meanings, and function of Pidgin English used by the Tourism Police when communicating with the English-speaking tourists. This study was conducted at Lake Beratan Tourism Object, Bali. Three police officers were chosen as the subjects of this study based on a set of criteria. This study was designed by using descriptive qualitative approach in which the data collected were analyzed qualitatively. The researcher is an instrument employed in this study. Two devices were used by the researcher to collect the data, namely video recorder and interview guide. The researcher acted as non-participant observer in which the data were gathered by recording the conversation done by the subjects for 17 times. The data, then, were transcribed and analyzed to find out the form, meaning, and function of Pidgin English. The result of the data analysis showed that the form of Pidgin English used by the police officers was a deviation from what is normally used in terms of grammar, pronunciation, syntax, and vocabulary. Meanwhile, the result shows that the meaning of Pidgin English is ambiguous because of the incorrect grammar used by the police officers. Based on theory from Tighe (2007), the language functions used by the police officers when communicating with the English-speaking tourists are greeting, introducing, asking information, asking opinion, giving information, giving direction, thanking and leave-taking. Besides, it was also found that the police officers under study also used Pidgin English to express praises, offers, and apologizes.keyword : Pidgin English, Tourism Police, Form, Meaning, Language Function.
THE EFFECT OF SCRIPTED SONGS UPON THE ENGLISH COMPETENCE OF FOURTH GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS (An Experimental Study toward the Students of SD Negeri 4 Padangkerta in the Academic Year 2013/2014) ., Ni Kadek Suartini; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3365

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengungkap ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan teknik lagu-lagu kreasi dan siswa yang diajar menggunakan teknik konvensional dalam hal kompetensi berbahasa Inggris. Desain penelitian ini menggunakan Post-Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas empat sekolah dasar di SD Negeri 4 Padangkerta pada tahun ajaran 2013/2014. Kelas IV A dan kelas IV B terpilih sebagai sampel melalui teknik Cluster Random Sampling. Sampel penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok experimen dan kelompok kontrol,yang masing- masing diajar menggunakan teknik yang berbeda. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari hasil post-test sesudah pengajaran dilakukan. Hasil tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa kelompok experimen memperoleh nilai rata-rata 82, sementara kelompok kontrol memperoleh nilai rata-rata 73. Hasil dari analisis inferensial melalui uji-t menunjukan nilai dari to (t-hitung) yaitu 4.034, melampaui nilai dari tcv (t-tabel) yaitu 1.99 (dengan level signifikan 5%). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kompetensi berbahasa Inggris kelompok experimen dan kelompok kontrol. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan lagu-lagu kreasi sebagai teknik dalam pengajaran Bahasa Inggris memiliki pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan teknik konvensional.Kata Kunci : kompetensi berbahasa Inggris, lagu-lagu kreasi This is research was an experimental research which concerned on revealing whether or not there was a significance difference in students’ English competence taught by using scripted songs and conventional technique. The design of this research was Post-Test Only Control Group Design. The population of the study was all fourth grade students of SD Negeri 4 Padangkerta in the academic year 2013/2014. Class IV A and class IV B were chosen as the sample through Cluster Random Sampling. The samples were divided into two groups, experimental group and control group, which were given different treatment. The data in this research were obtained from the result of posttest after the treatments were given and were analyzed further descriptively and inferentially. The result from descriptive analysis showed that the experimental group achieved higher mean score in English competence than the control group, in which the mean score of experimental group was 82 and the mean score of control group was 73. The result of the inferential statistical analysis through independent sample t-test showed that value of to (t-observed) was 4.034, exceeding value of tcv (t-critical value) at 1.99 (significance level 5%). Those results concluded that there was a significant difference between the experimental group and the control group, in which scripted songs as a technique for teaching English affected better than conventional technique.keyword : English competence, scripted songs
THE ANALYSIS OF GRAMMATICAL COHESIVE DEVICES IN THE EIGHTH GRADE STUDENTS’ WRITING OF SMP N 1 SINGARAJA ., I Komang Oka Agustiyana; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Ni LP. Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe-tipe Grammatical Cohesive Devices dan Error yang ditemukan dalam karangan Recount siswa kelas delapan SMP N 1 Singaraja. Karangan siswa dianalisa menggunakan teori Halliday dan Hasan (1976). dalam jumlah terbatas, sejumlah enam belas karangan Recount siswa dianalisis dalam penggunaan grammatical cohesive devices. Terdapat 339 penggunaan grammatical cohesive devices dalam karangan siswa. Siswa sebagian besar menggunakan Conjunction (Kata Pennghubung) dalam karangan recount untuk membuat karangan yang cohesive. Penggunaan kata penghubung merupakan yang terbayak. Sebesar 49.85%, dengan penggunaan sebanyak 169 penggunaan. Penggunaan Reference (Kata Acuan) sebesar 41.30% atau 140 temuan penggunaan. Penggunaan Ellipsis (Elipsis) sebesar 8.85%, atau 30 kali penggunaan. Namun demikian, penggunaan Substitution (Substitusi) tidak ditemukan penggunaannya dalam karangan siswa. Hasil temuan menunjukkan dari 339 penggunaan, 94.40% atau 320 penggunaan grammatical cohesive devices digunakan dengan tepat. Sedangkan 5.60% atau 19 error ditemukan dalam karangan Recount siswa. Error yang ditulis oleh siswa berupa penggunaan Reference 47.37%, atau sebanyak 9 penggunaan. Error dalam penggunaan Ellipsis dan Conjunction masing-masing 5 penggunaan yang sebanding dengan 52.63%.Kata Kunci : reference, substitution, ellipsis, conjunction, grammatical cohesive devices The purposes of the study were to identify kinds of grammatical cohesive devices and errors found in the eighth grade students’ recount writing of SMP N 1Singaraja. The analysis was based on Halliday and Hasan’s theory (1976). There were sixteen students’ recount writings analyzed restrictively on the grammatical cohesive devices use. There were 339 grammatical cohesive devices occurrences found in the students’ writing. The students used Conjunction dominantly in Recount to create cohesion in their writing. The use of conjunction was the biggest one. It was 49.85%, with 169 occurrences. The use of reference was 41.30%, or 140 occurrences. The use of ellipsis was found 8.85%, or 30 occurrences. However, the use of Substitution was not found in the students’ writing. The results of the findings show from the 339 occurrences, the appropriately used grammatical cohesive devices are 94.40% or 320 occurrences. Meanwhile, there are 5.60% or 19 errors appeared on the students’ recount writing. The errors are produced in the use of Reference 47.37%, or equal to 9 occurrences. The error use of Ellipsis and Conjunction contribute 5 errors each which are equal to 52.63%.keyword : reference, substitution, ellipsis, conjunction, grammatical cohesive devices

Page 4 of 21 | Total Record : 206