cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013): May" : 206 Documents clear
THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF TAMBAKAN DIALECT: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY ., I Wayan Wiranata; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah fonem dari Dialek Tambakan (DT). Penelitian sinkronis ini dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Tiga sampel informan dari DT dipilih berdasarkan seperangkat kriteria. Data dikumpulkan berdasarkan empat daftar kata: Swadesh, Budasi dan Daftar Kata Holle. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DT memiliki 48 fonem, yaitu: 6 vokal; /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, dan /∂/. 11 Diftong; /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /u∂/, /ʌ∂/, /ʌe/, /ʌɔ/, /ui/, /i∂/, dan /iu/, 3 vokal rangkap; /ʌʌ/, /II/, and /uu/, 19 konsonan; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/,/ʔ/,/s/, /c/,/j/, /l/, /r/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, / ŋ/, /w/, dan /y/, dan 9 kelompok konsonan; /kl/, /bl/, /ml/, /pl/, /sl/, /kr/, /pr/, /tr/dan /br/. Tidak semua fonem menyebar di yiga posisi (awal, tengah, dan akhir kata). Kata Kunci : penelitian kualitatif deskriptif, sistem fonologi, dialek tambakan, fonem, vokal, diftong, konsonan dan konsonan kelompok. The study aimed at describing the number of phonemes of Tambakan Dialect (TD). This synchronic study was designed by using a descriptive qualitative research. Three informant samples of TD were chosen based on a set of criteria. The data was collected based on four word lists: Swadesh’s, Budasi’s and Holle’s Word Lists. The obtained data were analyzed descriptively. The result of the study shows that TD has 48 phonemes, namely: 6 vowels; /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, and /∂/. 11 Dipthongs; /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /u∂/, /ʌ∂/, /ʌe/, /ʌɔ/, /ui/, /i∂/, and /iu/, 3 geminate vowels; /ʌʌ/, /II/, and /uu/, 19 Consonants; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/,/ʔ/,/s/, /c/,/j/, /l/, /r/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, / ŋ/, /w/, and /y/, and 9 Consonant clusters; /kl/, /bl/, /ml/, /pl/, /sl/, /kr/, /pr/, /tr/and /br/. Not all of phonemes distribute in three positions (initial, middle, and final position). keyword : descriptive qualitative study, the phonological system, tambakan dialect, phonemes, vowel, diphthong, consonant cluster and consonant.
DEVELOPING A CHARACTER BASED- ENGLISH PICTURE BOOK FOR THE FIFTH GRADE STUDENTS IN SD NO. 1 AMERTA BHUANA ., Ni Kadek Marta Seridewi; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan sebuah buku bergambar berbahasa Inggris berdasarkan nilai karakter, untuk siswa kelas lima SD No. 1 Amerta Bhuana. Penelitian ini adalah salah satu model penelitian dan pengembangan yang mengadaptasi model dari Lee dan Owens (2004).Subjek dari penelitian ini adalah siswa keas lima SD No. 1 Amerta Bhuana. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan interview, kuisoner, dan expert judgments. Hasil interview dan kuisoner menunjukan bahwa nilai karakter dari siswa kelas lima SD No. 1 Amerta Bhuana perlu ditekankan melalui penggunaan buku bergambar, Nilai karakter tersebut adalah: bekerja keras, disiplin, menghargai orang lain, kejujuran, dan demokrasi. Hasil analisis yaitu ditemukan lima topik pelajaran bahasa Inggris untuk kelas lima yang sesuai dengan nilai-nilai karakter tersebut, yaitu: bagian-bagian rumah, aktivitas sehari-hari, menanyakan perasaan dan penampilan, deskripsi dari suatu kepribadian, dan belajar future tense. Hasil pengembangan buku bergambar berbahasa Inggris berdasarkan nilai karakter tersebut kemudian dievaluasi oleh guru bahasa Inggris SD No. 1 Amerta Bhuana dan dua orang dosen bahasa Inggris Undiksha. Dari hasil expert judgments diperoleh hasil akhir untuk nilai produk yang dikembangkan yaitu 85%, sehingga dikategorikan berada pada level bagus berdasarkan level kesuksesan pengembangan produk oleh Sudjana (2008). Oleh karena itu, buku bergambar berbahasa Inggris berdasarkan nilai karakter yang telah dikembangkan siap untuk digunakan oleh siswa kelas lima SD No. 1 Amerta Bhuana.Kata Kunci : TEYL, nilai karakter, buku bergambar. This research attempted to identify and develop a good character based- English picture book for the fifth Grade Students of SD No. 1 Amerta Bhuana. This research was in the form of Research and Development (R&D) adapted from the model of Lee and Owens (2004). The subject of this research was the fifth grade students of SD No. 1 Amerta Bhuana. The data of this research were collected through interview, questionnaire, and expert judgments. The result of this study found that, some character values that need to be reemphasized through media are: hard work, discipline, respectful, honesty, and democratic. The researcher found that there were five topics that were appropriate to be inserted in the character based-English picture book such as: part of the house, daily activities, asking about feel and looks, describing personality, and learning future tense. The result of developed character based-English picture book was judged by the English teacher of SD No. 1 Amerta Bhuana and two lecturers of Ganesha University of Education. The result of the expert judgments was 85% or achieved the level of good criteria, based on the level of success proposed by Sudjana(2008). Therefore, the character based-English picture book is ready to be used.keyword : TEYL, character values, picture book
DEVELOPING A CHARACTER BASED- ENGLISH PICTURE BOOK FOR THE FIFTH GRADE STUDENTS IN SD NO. 1 AMERTA BHUANA ., Ni Kadek Marta Seridewi; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan sebuah buku bergambar berbahasa Inggris berdasarkan nilai karakter, untuk siswa kelas lima SD No. 1 Amerta Bhuana. Penelitian ini adalah salah satu model penelitian dan pengembangan yang mengadaptasi model dari Lee dan Owens (2004).Subjek dari penelitian ini adalah siswa keas lima SD No. 1 Amerta Bhuana. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan interview, kuisoner, dan expert judgments. Hasil interview dan kuisoner menunjukan bahwa nilai karakter dari siswa kelas lima SD No. 1 Amerta Bhuana perlu ditekankan melalui penggunaan buku bergambar, Nilai karakter tersebut adalah: bekerja keras, disiplin, menghargai orang lain, kejujuran, dan demokrasi. Hasil analisis yaitu ditemukan lima topik pelajaran bahasa Inggris untuk kelas lima yang sesuai dengan nilai-nilai karakter tersebut, yaitu: bagian-bagian rumah, aktivitas sehari-hari, menanyakan perasaan dan penampilan, deskripsi dari suatu kepribadian, dan belajar future tense. Hasil pengembangan buku bergambar berbahasa Inggris berdasarkan nilai karakter tersebut kemudian dievaluasi oleh guru bahasa Inggris SD No. 1 Amerta Bhuana dan dua orang dosen bahasa Inggris Undiksha. Dari hasil expert judgments diperoleh hasil akhir untuk nilai produk yang dikembangkan yaitu 85%, sehingga dikategorikan berada pada level bagus berdasarkan level kesuksesan pengembangan produk oleh Sudjana (2008). Oleh karena itu, buku bergambar berbahasa Inggris berdasarkan nilai karakter yang telah dikembangkan siap untuk digunakan oleh siswa kelas lima SD No. 1 Amerta Bhuana.Kata Kunci : TEYL, nilai karakter, buku bergambar. This research attempted to identify and develop a good character based- English picture book for the fifth Grade Students of SD No. 1 Amerta Bhuana. This research was in the form of Research and Development (R&D) adapted from the model of Lee and Owens (2004). The subject of this research was the fifth grade students of SD No. 1 Amerta Bhuana. The data of this research were collected through interview, questionnaire, and expert judgments. The result of this study found that, some character values that need to be reemphasized through media are: hard work, discipline, respectful, honesty, and democratic. The researcher found that there were five topics that were appropriate to be inserted in the character based-English picture book such as: part of the house, daily activities, asking about feel and looks, describing personality, and learning future tense. The result of developed character based-English picture book was judged by the English teacher of SD No. 1 Amerta Bhuana and two lecturers of Ganesha University of Education. The result of the expert judgments was 85% or achieved the level of good criteria, based on the level of success proposed by Sudjana(2008). Therefore, the character based-English picture book is ready to be used.keyword : TEYL, character values, picture book
THE IMPLEMENTATION OF CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING COMBINED WITH VOCABULARY LEARNING STRATEGY IN LISTENING ON THE TENTH GRADE AT SMA LABORATORIUM UNDIKSHA ., Ni Luh Rani Anggraningsih; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3447

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengurangi jumlah siswa yang memiliki masalah pada kompetensi mendengarkan di kelas X.3 SMA Laboratorium Undiksha dengan menggunakan kombinasi Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Vocabulary Learning Strategy (VLS). Dengan kata lain, penelitian ini ingin meningkatkan kompetensi mendengarkan siswa berdasarkan indikator penilaian yang ditetapkan oleh sekolah. Subjek dari penelitioan ini terdiri dari 25 siswa, 10 orang perempuan dan 15 orang laki-laki. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melaksanakan dua siklus. Ada empat fase yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu planning, action, observation, dan reflection. Data yang didapatkan didapatkan dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah siswa secara umum yang memiliki masalah pada kompetensi mendengarkan secara konsisten menurun. Sedangkan jumlah siswa yang memiliki masalah pada kompetensi mendengarkan berdasarkan jenis teks yang terdiri dari narrative, descriptive, dan news item menurun secara bervariasi dan siswa dapat meningkatkan kemampuan mereka berdasarkan indikator mendengarkan yang ditetapkan. Kesimpulan penilitian ini adalah kombinasi antara CTL dan VLS mampu meningkatkan kompetensi mendengarkan siswa dalam teks narrative, descriptive, dan news item. Kombinasi CTL dan VLS juga membuat siswa mampu mengidentifikasi ide pokok, informasi khusus, acuan kata, dan ati kata/frase/kalimat. Kata Kunci : kompetensi mendengarkan, CTL, VLS The objective of this research was decrease the number of students having problem in listening competency in X.3 class of SMA Laboratorium Undiksha by using the combination of Contextual Teaching and Learning (CTL) and Vocabulary Learning Strategy (VLS). In other words, it improved students’ listening competency based on performance indicator determined by the school. The subject consisted of 25 students with 10 females and 15 males. This research was designed in the form of classroom action-based research which conducted two cycles. There were 4 phases included, namely planning, action, observation, and reflection. The data obtained was analyzed descriptively. The result of research showed that the number of students having listening problem in general decreased consistently, number of students having problem based text types consisted of narrative, descriptive and news item was varied, and students were able to achieve listening’s indicators. It could be conclude that CTL combined with VLS could improve students’ listening competency in narrative, descriptive, and news items especially in identifying main idea, specific information, textual reference and word/phrase/sentence meaning in X.3 class of SMA Laboratorium Undiksha. keyword : Listening Competency, CTL, VLS
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS USED BY LECTURERS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT OF UNDIKSHA IN THE ACADEMIC YEAR OF 2013/2014 ., Gede Surya Ulandara; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3461

Abstract

ABSTRACT This study was conducted to identify kinds of speech acts produced by the lecturers of English Education Department of Undiksha during the teaching and learning process and identify the instructional functions of those kinds of speech acts. The subjects of this study were 2 lecturers who taught the first semester students of English Education Department of UNDIKSHA Singaraja in academic year 2013/2014. This study was a qualitative study and was conducted in the classroom during the teaching and learning process by two lecturers of English Education Department UNDIKSHA. The data were obtained through recording, interview and also observation. The data collected were the lecturers’ utterances. They were transcribed, selected and reduced until the data needed were found. Then, the data obtained were descriptively analyzed. The findings of the study showed that the lecturers used representative, directive, commisive, expressive and declarative speech acts in the classroom. Based on 121 example utterances, lecturers mostly used directive speech acts, it was 41.32%of 121 utterances. According to the interview, it was also found that lecturers uttered directive speech acts in order to make students clearly understood the meaning and avoid understanding. Thus, it was very important for students to understand what lecturers/teacher uttered to avoid misconceptions, miscommunication or misunderstanding.Kata Kunci : Key Terms: utterances, speech acts ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur yang diucapkan oleh dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA saat kegiatan belajar mengajar dan juga mengidentifikasi fungsi pengajaran dari jenis tindak tutur tersebut. Subyek penelitian ini adalah 2 dosen yang mengajar mahasiswa semester satu Jurusan Bahasa Inggris UNDIKSHA Singaraja tahun ajaran 2013/2014. Penilitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di dalam kelas saat pengajaran dilakukan oleh kedua dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggiris UNDIKSHA. Data didapatkan melalui perekaman, wawancara dan observasi.Data yang dikkumpulkan merupakan ucapan dosen. Semua itu dideskripsikan, dipilih dan dikurangi hingga data yang diperlukan diperoleh. Kemudian, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dosen menggunakan tindak tutur berupa representative, directive, commisive, expressive dan declarative. Berdasarkan 121 contoh ucapan dosen, dosen lebih sering menggunakan tindak tutur directive, yaitu 41.32% dari 121 sample. Sesuai dengan hasil wawancara, juga ditemukan bahwa dosen menggunakan tindak tutur directive dengan tujuan membuat siswa lebih mudah memahami dan menghindari kesalahpahaman. Sehingga, sangatlah penting agar mahasiswa memahami apa yang dosen ucapkan untuk menghindari konsep, komunikasi dan pemahaman yang salah.keyword : Key Terms: ucapan, tindak tutur
THE EFFECT OF SCRIPTED SONGS AS A TEACHING TECHNIQUE ON ENGLISH COMPETENCE OF 4th GRADE STUDENTS OF PRIMARY SCHOOL IN SD SARASWATI TABANAN IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., I Gede Putu Adhitya Prayoga; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh dari lagu kreasi sebagai sebuah teknik mengajar terhadap kompetensi bahasa Inggris siswa kelas 4 SD Saraswati Tabanan tahun akademik 2013/2014. Post-test only control group design digunakan sebagai desain penelitian. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4. Melalui teknik Cluster Random Sampling, dua kelas diambil sebagai sampel di penelitian ini, yakni kelas 4B and 4C. Kelas 4B dipilih sebagai kelompok kontrol, sedangkan kelas 4C sebagai kelompok eksperimen. Secara keseluruhan, terdapat 75 siswa terpilih sebagai wakil dari populasi. Siswa di kelompok eksperimen diajarkan dengan menggunakan lagu kreasi, sedangkan kelompok kontrol diajarkan dengan menggunakan teknik konvensional. Di akhir pengajaran, kedua kelompok diberikan post-test. Hasil post-test lalu dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan siswa yang diajar menggunakan lagu kreasi memperoleh hasil yang lebih baik ketimbang mereka yang diajar menggunakan teknik konvensional. Ini dibuktikan dari nilai rerata kelompok eksperiment adalah 79,05, sedangkan kelompok kontrol adalah 69,5. Lebih lanjut, hasil dari independen sampel T-test menunjukan t observed (tobs) adalah 5.000. Hasil ini lebih tinggi dari nilai t critical value (tcv) adalah 1.99 (α= 0.05). Ini membuktikan bahwa ada pengaruh signifikan pada kompetensi bahasa inggris antara kelompok eksperimen dan kontrol. Kata Kunci : lagu kreasi, kompetensi bahasa inggris This study aimed at investigating the effect of Scripted Songs as a teaching technique on English competence of the fourth grade students of primary school in SD Saraswati Tabanan in academic year 2013/2014. Posttest only control group design was used as a research design. The population was all the fourth grade students. Through Cluster Random Sampling technique, two classes were taken as the samples in this study, namely class 4B and 4C. Class 4B was assigned as the control group while class 4C as the experimental group. In total, seventy five students were taken as representative of the population. The students in experimental group were taught by using Scripted Songs, while the students in control group were taught by using Conventional Technique. At the end of treatment, both groups were given a posttest. The result of the posttest was then analyzed descriptively and inferentially. Based on the result of data analysis, it was found that the students who were taught by using Scripted Songs obtained better result than those who were taught by using Conventional Technique. It was proven by the mean score of the experimental group was 79.05, while the control group was 69.5. Moreover, the result of the independent sample t-test showed that the value of t observed (tobs) was 5.000. It was higher than the value of t critical value (tcv) was 1.99 (α= 0.05). This proved that there was a significant effect on English competence between experimental and control group.keyword : scripted songs, english competence
THE USE OF SPEECH ACTS AMONG FRONT OFFICE STUDENTS IN LEARNING EFL AT SMK PARISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA ., I Putu Sujana; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3464

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tindak tutur yang dipakai oleh siswa front office untuk menjalankan tugas-tugas seorang resepsionis di SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja, menganalisis gaya bahasa yang dipakai dalam menjalankan tugas-tugas resepsionis, dan menganalisis errors yang diucapkan oleh siswa di SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bidang penelitian lapangan. Subjek dari penelitian ini adalah kelas XII AP1 jurusan akomodasi perhotelan. Data diperoleh melalui metode eliciting data, rekaman, dan transkripsi. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan Searle’s Taxonomy, yaitu: Representatives, Directives, Commissives, Expressives and Declaratives. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur locutionary yang digunakan oleh siswa front office adalah directives asking, directives requesting, directives commanding, directives inviting, directives permiting, directives welcoming, representatives insist, representatives state, representatives report, representatives suggest, commissives promise, commissives appointment, commissives offer, expressive thanking, expressive apologizing, dan declaratives promoting. Gaya bahasa yang dipakai oleh siswa front office dalam menjalankan tugas- tugas front office dalam kategori bahasa resmi adalah 83.75% menggunakan bahasa formal dan 16.25% menggunakan bahasa tidak formal. Selain itu, errors yang dilakukan dalam tindak tutur dan gaya bahasa siswa front office tersebut adalah dalam tata bahasa yaitu 5.69% dan diksi yaitu 12.08%. Sebagian besar siswa front office tersebut melakukan errors karena gangguan dari stuktur bahasa asli terhadap stuktur bahasa asing. Kata Kunci : SMK, belajar EFL, tindak tutur, gaya bahasa, errors This research aimed at analyzing the locutionary acts used in utilizing front office tasks by the students of front office at Vocational School or Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata Triatmajaya Singaraja, analyzing speech styles used in utilizing the front office tasks by the students of front office in terms of formality at SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja and analyzing errors are committed in their speeches in terms of grammar and diction at SMK Pariwisata Triatnajaya Singaraja. This study was qualitative research in terms of field research. The subjects of this study were the front office students of SMK Pariwisata Triatnajaya singaraja especially the XII AP1 Class. The data were obtained through eliciting data, recording and data transcription. The obtained data were analyzed based on Searle’s Taxonomy, namely: Representatives, Directives, Commissives, Expressives and Declaratives. The result of this study shows that the locutionary acts in utilizing front office tasks by the students of front office at SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja were directives asking, directives requesting, directives commanding, directives inviting, directives permiting, directives welcoming, representatives insist, representatives state, representatives report, representatives suggest, commissives promise, commissives appointment, commissives offer, expressive thanking, expressive apologizing, and declaratives promoting. The speech styles used in utilizing front office tasks by the students of front office in terms of formality among prospective front officers at SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja were 83.75% of formal language and 16.25% of informal language. Besides, the errors that were committed in their speeches in terms of grammar and diction were 5.69% errors of grammar and 12.08% errors of diction. Most of the prospective front officers’ errors that they committed were call as interlanguage errors. These errors happened when the interference of students’ first language occurred in the target language. keyword : vocational school, learning EFL, speech acts, speech styles, errors.
DEVELOPING MULTIMEDIA OF MICROTEACHING USING VARIATION IN TEACHING SKILL AND TEACHING SMALL GROUP AND INDIVIDUAL SKILL IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT OF UNDIKSHA ., Ni Kadek Debi Kurniati; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3488

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran microteaching untuk mata kuliah microteaching di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA. Terdapat dua ketermapilan mengajar yang dikembangkan menjadi multimedia pembelajaran, yaitu keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dan keterampilan menggunakan variasi dalam mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan Borg dan Gall, yang terdiri dari 5 langkah penelitian yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data awal, (2) perencanaan, (3) pembuatan produk awal, (4) uji coba awal, dan (5) perbaikan produk awal. Produk multimedia di validasi oleh seorang ahli isi, seorang ahli desain pembelajaran, seorang ahli media pembelajaran, seorang guru dalam uji coba perorangan, dan dua puluh lima siswa dalam uji coba kelompok kecil. Instrumen pengumpulan data adalah angket. Teknik untuk mengolah data adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari komentar, saran, atau mauskan dari ahli, uji coba perorangan, dan uji coba kelompok kecil. Sementara, data kuantitatif diperoleh dari skor yang deberikan pada angket. Hasi penelitian menunjukan bahwa kualitas multimedia keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dan keterampilan menggunakan variasi dalam mengajar ditinjau dari aspek; (1) isi adalah baik dan sangat baik dengan persentase 84% dan 90 %. (2) media pembelajaran adalah baik untuk kedua multimedia keterampilan mengajar dengan presentase 81% dan 80%, (3) desain pembelajaran adalah baik untuk kedua multimedia keterampilan mengajar dengan presentase 83% dan 81%, (4) tes perorangan adalah sangat baik untuk kedua multimedia keterampilan mengajar dengan presentase 997% dan 98%, and (5) tes kelompok kecil adalah baik untuk kedua multimedia keterampilan mengajar dengan presentase 88.52% dan 88.12%. Hasil validasi tersebut menunjukan bahwa multimedia yang dikembangkan tidak perlu direvisi. Berdasarkan hasil validasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa multimedia microteaching dapat digunakan dalam proses belajar mengajar sebagai multimedia pembelajaran.Kata Kunci : multimedia pembelajaran, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, keterampilan menggunakan variasi dalam mengajar, validasi. This development research was aimed at producing instructional multimedia of microteaching for microteaching course in English Education Department of UNDIKSHA. There were two skills of teaching being developed as instructional multimedia, those are teaching small group and individual skill and using variation in teaching skill. The research method of this study was research and development Borg and Gall Model which consisted of five steps, namely: (1) research and data collection, (2) planning, (3) making the initial product, (4) preliminary testing, and (5) upgrading the product. The product of the multimedia were validated by a content expert, an instructional design expert, an instructional media expert, a teacher in individual test, and twenty five students in small group test. The instrument used for collecting the data was questionnaire. The techniques of data analysis were descriptive qualitative and descriptive quantitative. Qualitative data were gained from comments, suggestions, or feedback given by experts, individual testing, and small group testing, while quantitative data were gained through the score given on the questionnaires. The result of the study showed that the validity of the multimedia of both teaching small group and individual skill and using variation in teaching skill in terms of; (1) content aspect were good and very good, with 84% and 90%, (2) instructional media aspect were good for both of the multimedia with 81% and 80%, (3) instructional design aspect were good for both of the multimedia with 83% and 81%, (4) individual testing aspect were very good for both of the multimedia with 997% and 98%, and (5) small group testing aspect were good for both of the multimedia with 88.52% and 88.12%. The result of the validation indicates that the multimedia does not need to be upgraded. Based on the result of the validation, it can be concluded that this multimedia of microteaching can be used in the process of teaching and learning as an instructional multimedia.keyword : instructional multimedia, teaching small group and individual skill, using variation in teaching skill, microteaching.
COMMUNICATION STRATEGIES USED BY SOME SHOPKEEPERS IN GUNUNG KAWI TOURISM OBJECT TO COMMUNICATE WITH FOREIGN TOURISTS ., Ida Bagus Putu Suryadiputra; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3489

Abstract

The existence of an ancient temple complex called Gunung Kawi in Tampaksiring, Gianyar makes the tourists from many countries visit the place. It encourages the shopkeepers in that area to communicate intensively to the tourists. Sometimes they use communication strategies to help them communicate. This study investigates the types of the communication strategies used by some shopkeepers in Gunung Kawi tourism object in communicating with foreign tourists, the type of communication strategies used most frequently by some shopkeepers and their reasons in applying communication strategies to communicate with foreign tourists. Two main methods used in this study were observation and interview. Five shopkeepers were observed. The findings of this study show that the shopkeepers used eight type of communication strategy namely approximation, circumlocution, clarification request, comprehension check, language switching, paralanguage, topic avoidance, and using pictures or objects. Paralanguage was the communication strategy which was used most frequently. Two main reasons why they applied communication strategies were found. They were to run the communication well and effectively, and to avoid misunderstanding during the communication process.Kata Kunci : Communication Strategies, Shopkeeper Keberadaan kompleks wisata pura Gunung Kawi di Tampaksiring, Gianyar menyebabkan banyaknya kunjungan wisata dari berbagai negara. Hal tersebut menyebabkan para pedagang cinderamata di tempat tersebut terbiasa berkomunikasi dengan para turis asing. Terkadang, mereka menggunakan strategi komunikasi untuk mempermudah komunikasi mereka. Penelitian ini membahas tentang tipe-tipe strategi komunikasi yang digunakan oleh para pedagang di tempat tersebut ketika berkomunikasi dengan turis asing, tipe strategi komunikasi yang paling sering digunakan ketika berkomunikasi dengan turis asing, dan alasan para pedagang tersebut menggunakan strategi komunikasi ketika berkomunikasi dengan turis asing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan interview dimana lima pedagang diobservasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para pedagang yang diobservasi menggunakan delapan jenis strategi komunikasi yaitu approximation, circumlocution, clarification request, comprehension check, language switching, paralanguage, topic avoidance, and using pictures or objects. Paralanguage adalah tipe strategi komunikasi yang paling sering digunakan. Ada dua alasan utama tentang penggunaan strategi komunikasi yang dikemukakan oleh para pedagang yaitu untuk membuat komunikasi berjalan lancar dan efektif, serta untuk menghindari kesalahpahaman selama komunikasi berlangsung.keyword : Strategi Komunikasi, Pedagang
THE IMPLEMENTATION OF SCRIPTED SONGS AS INNOVATIVE TEACHING TECHNIQUE UPON STUDENTS’ ENGLISH COMPETENCY IN FOURTH GRADE STUDENTS OF SDN 1 SEMARAPURA TENGAH IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Made Wahyu Mahendra; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan dalam pemanfaatan scripted songs sebagai strategi belajar terhadap kompetensi bahasa Inggris siswa. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN 1 Semarapura Tengah, Klungkung. Untuk menentukan sample, peneliti menggunakan teknik cluster random sampling dimana dua kelas terpilih setelah melalui proses lotre. Hasil lotre menunjukkan bahwa kelas IV C ditetapkan sebagai grup eksperimen dan IVB sebagai grup kontrol. Kedua kelompok ini kemudian diberikan perlakuan berbeda dimana grup eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan lagu, sedangkan grup kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan teknik konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan pelaksanaan pembelajaran dan post test sebagai instrumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial. Hasil dari statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimen adalah 76.89, sedangkan nilai grup kontrol adalah 70.11. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan lagu memberikan efek yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan teknik konvensional. Secara inferensial, didapatkan bahwa nilai tob adalah 2.16, sedangkan nilai tcv adalah 1.99. Dari perbandingan keduanya, didapati bahwa nilai tob lebih besar dari tcv . Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan lagu dan yang diberi perlakuan dengan teknik konvensional. Dapat disimpulkan juga bahwa hipotesis alternatif dapat diterima.Kata Kunci : Scripted Songs, Kompetensi Bahasa Inggris Siswa This study aimed at investigating whether or not there was a significant difference in students’ English competency between students who were taught by scripted songs as innovative teaching technique and conventional technique. The population in this study was the students of grade four in SDN 1 Semarapura Tengah, Klungkung. Cluster random sampling was applied to obtain the sample of study, and two classes were taken by using lottery. The result of lottery shows that IVC was chosen as the experimental group, and IVB as the control group. In order to obtain the required data, the two groups were given treatments. The experimental group was taught by using scripted songs, while the control group was taught by using conventional technique. The instruments used in this study were teaching scenario and post test. The obtained data were analysed through descriptive and inferential statistics. From the descriptive statistics, it was shown that the mean score of the experimental group was 76.89, while the mean score of the control group was 70.11. It means that songs as technique in teaching affects better than conventional technique. From the inferential statistics, it was found that the value of t observed ( to ) was 2.16. While, the critical value of t (tcv) is 1.99. From the comparison of these two values, it was clear that the to exceeded the tcv. It means that there was a significant difference in students’ English competency for those who were taught by using songs and conventional technique. Thus, the alternative hypothesis was accepted.keyword : Scripted Songs, Students’ English Competency

Page 6 of 21 | Total Record : 206