cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 42 Documents clear
A Descriptive Study of Language Use in Teaching English as a Foreign Language Conducted By Female and Male English Teachers of SMK PGRI 1 Singaraja ., Luh Ririn Sukma Dewi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa oleh guru perempuan dan guru laki-laki dalam pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing di SMK PGRI 1 Singaraja. Masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah: 1) karakteristik dari penggunaan bahasa oleh guru perempuan dan guru laki-laki, 2) dampak dari penggunaan dari karakteristik bahasa yang dimiliki oleh guru perempuan dan guru laki-laki. Penelitian ini menggunakan 1 guru bahasa inggris perempuan dan 1 guru bahasa inggris laki-laki sebagai subyeknya. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan instrumen manusia, rekaman dari hasil kegiatan belajar mengajar dan wawancara sebagain instrumennya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa karakteristik dari penggunaan bahasa yang dimiliki oleh guru bahasa inggris perempuan, yakni guru bahasa Inggris perempuan menggunakan bahasa yang kooperatif, tidak singkat, dan cenderung menggunakan bahasa Indonesia informal dalam proses belajar mengajar. Sedangkan karakteristik dari penggunaan bahasa yang dimiliki oleh guru laki-laki yakni, tidak kooperatif, singkat, dan cenderung menggunakan bahasa Indonesia formal dalam proses belajar mengajar. Dampak dari penggunaan karakteristik bahasa yang dimiliki oleh guru bahasa inggris perempuan adalah siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, tetapi kecenderungan mereka untuk menghormati guru cenderung kurang. Di sisi lain, dampak dari penggunaan karakteristik bahasa yang dimiliki oleh guru laki-laki adalah, siswa cenderung tidak terlalu akif dalam proses pembelajaran, namun rasa hormat yang mereka miliki kepada guru laki-laki cenderung lebih tinggi. Kata Kunci : gender, bahasa, pengajaran bahasa inggris sebagai bahasa asing This research aimed at describing the characteristic of language use conducted by female and male English teacher at SMK PGRI 1 Singaraja. The problems raised in this research were, 1) the characteristic of language use of female and male English teacher, 2) the impacts of the use of the language use characteristic of female and male English teacher. This research used one female English teacher and one male English teacher as its subjects. This research is categorized as a qualitative research, which used human instrument, recording of teaching and learning process, observation sheet and interview guide as its instruments. The result of this research revealed that there were some characteristics of language use possessed by the female English teacher, which were more cooperative, less brief and tended using informal Indonesian in the teaching and learning process. Meanwhile, the characteristics of language use possessed by the male English teacher was less cooperative, brief, and tended using formal Indonesian in the teaching and learning process. The impact of the use of the language use characteristics of the female English teacher was students was more active in learning process, yet their tendency to respect their teacher was less. The impact of the use of the language use characteristics of the male English teacher was students were not active in the learning process, yet their tendency to respect their teacher was high. keyword : gender, language, teaching English as a foreign language
Diglossia Phenomenon of Balinese Variety in Sanda Village ., Ni Wayan Paramita Dewi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.698 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7892

Abstract

FENOMENA DIGLOSIA PADA VARIASI BAHASA BALI DI DESA SANDA Ni Wayan Paramita Dewi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk (1) menyelidiki situasi diglossic terjadi di Desa Sanda, Kabupaten Tabanan, (2) menyelidiki faktor yang mempengaruhi fenomena diglosia di desa Sanda. Penelitian ini dilakukan di Sanda, Pupuan Kecamatan, Kabupaten Tabanan. Subyek penelitian ini adalah orang-orang dari Sanda dalam lima domain: (1) (2) lingkungan (3) friendship (4) (5) pendidikan agama keluarga. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah peneliti, perekam, catatan lapangan, wawancara dipandu, dan laptop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan perekaman. Ada empat langkah yang dilakukan dalam menganalisis data: pengumpulan data, reduksi data, display data, dan data kesimpulan / verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi diglossic terjadi di desa Sanda, itu terlihat dari dua varietas bahasa yang digunakan di Sanda, yaitu: (1) ragam tinggi ditemukan dalam penggunaan basa alus, (2) ragam rendah ditemukan di kesamen basa dan basa kasar dari Bali. Ada dua faktor utama yang mempengaruhi diglosia fenomena di desa Sanda: (1) kelas sosial (2) konteks sosial.Kata Kunci : Diglosia, Variasi Bahasa Bali, Desa Sanda DIGLOSSIA PHENOMENON OF BALINESE VARIETY IN SANDA VILLAGE Ni Wayan Paramita Dewi English Education Department, Faculty of Language and Art Ganesha University of Education Singaraja, Indonesia ABSTRACT This research is descriptive qualitative research which aimed at (1) investigating the diglossic situation occurring in Sanda village, Tabanan regency, (2) investigating the factors that influence the phenomenon of diglossia in Sanda village. This study was conducted at Sanda, Pupuan sub-district, Tabanan regency. The subjects of this study were the people of Sanda in five domains: (1) family (2) neighborhood (3) friendship (4) religion (5) education. The instruments used in gathering the data were researcher, recorder, field note, guided interview, and laptop. The methods used in this research were interviews, observation and recording. There were four steps done in analyzing the data: data collection, data reduction, data display, and data conclusion/verification. The results showed that diglossic situation occurring in Sanda village, it seen from the two varieties of language used in Sanda, that is: (1) High variety discovered in basa alus usage, (2) Low variety discovered in basa kesamen and basa kasar of Balinese. There were two main factors influencing diglossia phenomenon in Sanda village: (1) social class (2) social context. keyword : Diglossia, Balinese variety, Sanda village
THE EFFECT OF PREDICT-LOCATE-ADD-NOTE (PLAN) STRATEGY ON READING COMPETENCY OF EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ade Ari Gianika; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah terdapat pengaruh yang berarti dari strategi predict- locate-add-note (PLAN) terhadap kompetensi membaca siswa kelas delapan di SMP Negeri 3 Singaraja pada tahun akademik 2015/2016. Teknik Sampling yang di gunakan pada penelitian ini adalah Random Sampling dan model penelitiannya adalah Post Only Control Group Design. Dua kelas yaitu kelas VIII F dan kelas VIII E dipilih sebagai Samples pada penelitian ini. Kelas VIIIF di pilih sebagai The experimental Group dan kelas VIII E di pilih sebagai The control Group. Tiap kelas terdiri dari jumlah siswa yang berbeda, kelas VIII F terdiri dari 33 siswa sedangkan kelas VIII E terdiri dari 34 siswa. Data pada kompetensi membaca didapat dengan menggunakan tes kompetensi membaca. Data yang diperoleh kemudian dianalisi dengan menggunakan t-test. Hasil dari Descriptive Analysis menunjukkan nilai rata-rata untuk kelompok yang menggunakan srategi PLAN sebesar 80,06, sedangkan kelompok yang menggunakn strategi Teacher-centered sebesar 64,61. Hasil dari t-test menunjukkan t-observed (to) sebesar 8,354 yang menunjukkan lebih besar daripada t-critical value (tcv), 1,507. Ini berarti Alternative Hypothesis yang dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang berarti terhadap pemahaman membaca siswa kelas delapan antara dua kelompok diterima, yang mana, itu dapat dilihat dari nilai rata-rata kedua kelompok tersebut, pemahaman membaca siswa yang diajar menggunakan strategi PLAN lebih baik daripada pemahaman membaca siswa yang diajar menggunakan strategi Teacher-Centered. Kata Kunci : Kompetensi membaca, Strategi PLAN, Teacher-Centered Approach. This study was aimed to investigate whether or not there was a significant effect of predict-locate-add-note (PLAN) strategy on the students’ reading competency of the eighth grade students of SMP Negeri 3 Singaraja in academic year 2015/2016. The sampling technique used in this study was Random Sampling and the research design was Post Test Only Control Group Design. Two classes, VIII F and VIII E were selected as the samples of this study. Class VIII F was selected as the experimental group and class VIII E was selected as the control group. Each class consisted of different number of students; VIII F consisted of 33 students, while VIII E consisted of 34 students. Data on reading competency were gathered by using a reading competency test. The obtained data were then analyzed by using t-test. Result of descriptive analysis showed that the mean score for the group using PLAN Strategy was 80,06, while the group using Teacher-Centered was 64,61. The result of t-test showed that t-observed (to) was 8,354, which was higher than the t-critical value (tcv), 1,507. This meant that Alternative Hypothesis which was stated that there was significant difference of the eighth grade students’ reading comprehension between the two groups was accepted, this means that reading comprehension taught by using PLAN Strategy was better than the students’ reading comprehension taught by Teacher-Centered Approach.keyword : Reading Competency, PLAN Strategy, Teacher-Centered Approach
The Comparison Of Derivational and Inflectional Processes of Wongaya Gede and Tajen Dialects ., Gede Agus Lesmana Putra; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8079

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan dan persamaan awalan dan akhiran dalam hal process derivasi dan inlfeksi dari dialek Wongaya Gede dan Tajen. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, rekaman, dan interpiu (mendengarkan dan mencatat). Terdapat enam informan yang dipilih dari dua dialek. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat lima awalan dan enam akhiran yang ada di dialek Wongaya Gede: awalan {ә-}, {kә-}, {mә-}, {N-}, dan {si-} serta akhiran {-an}, {-in}, {-n}, {ne-}, {-ә}, dan {-әng}. Sedangkan, terdapat enam awalan dan akhiran yang ada di dialek Tajen: awalan {a-}, {bә-}, {kә-}, {mә-}, {N-}, dan {si-}, serta akhiran {-ang}, {-an}, {-in}, {-n}, {-ә}, dan {-ne}. Awalan yang sama yang mengalami morfem derivasi adalah awalan {kә-}, {mә-}, {N-}, dan {si-} dan tidak adanya perbedaan awalan. Awalan yang sama yang mengalami morfem infleksi adalah awalan {mә-}, {N-} sedangkan awalan yang berbeda adalah awalan {-ә} di dialek Wongaya Gede yang memiliki fungsi sama dengan awalan {a-} di dialek Tajen yang hanya dibedakan dari cara pengucapannya dan awalan {bә-} yang hanya ada di dialek Tajen. Tidak adanya persamana akhiran yang mengalami morfem derivasi dari kedua dialek, sedangkan akhiran yang berbeda adalah akhiran {-ang}, {-an}, {-in} yang hanya terdapat di dialek Tajen dan akhiran {-әng} di dialek Wongaya Gede yang memiliki fungsi yang sama dengan akhiran {-ang} dari dialek Tajen namun dibedakan dari segi pengucapannya. Persamaan akhiran yang mengalami morfem infleksi adalah akhiran {-an}, {-in}, {-n}, {ne-}, {-ә} dan tidak adanya perbedaan. Kata Kunci : Awalan dan Akhiran Derivasi, Awalan dan Akhiran Infleksi, Dialek Wongaya Gede dan Tajen This descriptive qualitative study aimed at comparing the differences and similarities of prefixes and suffixes in Wongaya Gede and Tajen dialects in the terms of derivational and inflectional processes. The data were collected through observation, recording, and interview (listening and noting) techniques. There were six informants chosen of the two dialects. The results of the study show that there are five prefixes and six suffixes existing in Wongaya Gede: prefix {ǝ-}, {kǝ-}, {mǝ-}, {N-}, and {si-} and suffix {-an}, {-in}, {-n}, {-nǝ}, {-ǝ}, and {-ǝng}. Meanwhile, there are six prefixes and suffixes existing in Tajen dialect: prefix {a-}, {bǝ-}, {kǝ-}, {mǝ-}, {N-}, and {si-} and suffix {-ang}, {-an}, {-in}, {-n}, and {-ǝ}, and {-nǝ}. The same prefixes undergoing derivational morphemes are prefix {kǝ-}, {mǝ-}, {N-}, and {si-} and there is no different prefixes. The same prefixes undergoing inflectional morphemes are prefix {mǝ-}, and {N-} and the difference is prefix {ǝ-} of Wongaya Gede dialect which has the same function with prefix {a-} of Tajen dialect differentiating on how they are pronounced and prefix {bǝ-}. There is no similarities of suffixes which undergo derivational morphemes. The different suffixes undergoing derivational morphemes are suffix {-ang}, {-an}, and {-in} which was found on Tajen dialect, and suffix {-ǝng} of Wogaya Gede dialect which has the same function as suffix {-ang} of Tajen dialect: differentiating on how they are pronounced. The same suffixes undergoing inflectional morphemes are suffix {-an}, {-in}, {-ne}, {-ǝ}, and {-n}. There is no differences.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, Wongaya Gede and Tajen dialects
THE EFFECT OF ROUND ROBIN TECHNIQUE ON THE SPEAKING ACHIEVEMENT OF THE 7TH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 4 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR OF 2015/2016 ., Kadek Lina Kurniawati; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi berbicara antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik round robin dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan teknik praktek percakapan. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas tujuh SMP Negeri 4 Singaraja dan penentuan sampel penelitian menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Kelas VIIB 4 terpilih sebagai kelas ekperimen dimana tehnik round robin digunakan dan kelas VIIB 5 terpilih sebagai kelas kontrol dimana teknik praktek percakapan digunakan. Hasil analis data menunjukan siswa di kelas ekperimen medapatkan hasil yang lebih baik daripada siswa di kelas control. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 8,5 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 7,9. Slain itu, hasil dari uji t-test juga menunjukkan bahwa nilai tob lebih besar dari tcv tersebut. Nilai tob itu-5,726 sedangkan nilai Tcv adalah1,99162 (α = 0,05). Ini berarti bahwa terdapat perbedaan prestasi berbicara yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik round robin dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan teknik praktek percakapan. Jadi dapat disimpulkan bahwa round robin teknik dapat meningkatkan prestasi siswa dalam berbicara.Kata Kunci : teknik round robin, teknik praktek percakapan, prestasi dalam berbicara. This study aimed at investigating whether or not there was significant difference in speaking achievement between students who were taught by using round robin technique and those who were taught by using conversation practice technique. The research design used in this study was Post-test Only Control Group Design. The population in this study was seventh grade students of SMP Negeri 4 Singaraja and the samples of study were selected by using Cluster Random Sampling. Class VIIB 4 was assigned as the experimental group, which was taught by using round robin technique while class VIIB 5 as the control group, which was taught by using conversation practice technique. The result of the data analysis showed that students in the experimental group performed better than the students in the control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 8.5 while the mean score of the control group was 7.9. The result of the t-test also showed that the value of the tob was higher than the tcv. The value of the tob was -5.726, while the value of the tcv was1.99162 (α = 0.05). It means that there was a significant difference speaking achievement on the students who were taught using round robin technique and those who were taught by using conversation practice technique. It was concluded that round robin technique can improve students’ speaking achievement. keyword : round robin technique, conversation practice technique, speaking achievement.
DEVELOPING CHARACTER BASED LANGUAGE LEARNING GAMES IN TEACHING ENGLISH FOR SECOND GRADE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Ni Wayan Devi Crisnady; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8175

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk (1) mengembangkan permainan pembelajaran bahasa berbasis pendidikan karakter dalam mengajar bahasa Inggris untuk siswa kelas 2 SMP dan (2) menganalsis kualitas dari produk tersebut sebagai sebuah strategi mengajar. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 4 Singaraja di kelas VIII B6. Model penelitian Sugiyono digunakan dalam prosedur penelitian ini. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen penelitian seperti; lembar observasi, kueisioner, panduan wawancara mendalam, checklist, dan rubrik penilian sikap. Data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan persentase frekuensi dan data dari kualitas produk dianalisis secara kuantitatif menggunakan rumus dari Nurkancana and Sunartana. Berdasarkan perolehannya, telah dikembangkan empat permainan yang disajikan kedalam buku pedoman permainan, dan hasil dari validasi ahli menunjukan bahwa permainan yang dikembangkan dan buku pedoman permainan yang dirancang dikategorikan sebagai produk unggulan. Terlebih lagi, hasil yang sama dari kuesioner guru menunjukan kualitas produk sebagai kategori unggulan. Hasil dari kuesioner siswa juga menunjukan bahwa mereka sangat antusias dan termotivasi dengan aktifitas pembelajaran menggunakan permainan. Disamping itu, karakter yang diturunkan dari permainan yang dikembangkan sudah mulai terlihat pada beberapa siswa selama permainan tersebut dimainkan.Kata Kunci : buku permainan, karakter, permainan pembelajaran bahasa This research is a research and development study which aimed at (1) developing character based language learning games for teaching English for second grade junior high school students and (2) analyzing the quality of that product as teaching strategy. The subjects of this study were the 2nd grade junior high school students of VIII B6 class in SMP Negeri 4 Singaraja. Sugiyono design model was employed as the present research procedures. The data were collected by using several research instruments, such as observation sheets, questionnaires, in-depth interview guide, checklists, and affective rubrics. The data obtained were analyzed qualitatively by using percentage of frequency and the data of the product’s quality were analyzed quantitatively by using Nurkancana and Sunartana formula. From the result, four games which presented into a manual games book were developed, and the result of experts’ validation showed that the games developed and the manual games book designed were categorized as excellent prototype. In addition, the result of teacher’s questionnaire showed the product’s quality as excellent category. Result of students’ questionnaire also showed that they were so enthusiastic and motivated with the learning activities using game. Besides, the inherited characters from the game were starting to emerge to some students during the game was played.keyword : games book, characters, language learning games
THE EFFECT OF USING SNAKE AND LADDER BOARD GAME TOWARD THE FIFTH GRADE STUDENTS’ ENGLISH LEARNING ACHIEVEMENT OF ELEMENTARY SCHOOL IN SUKASADA, BULELENG REGENCY IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Made Dewi Setyathi; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan Snake and Ladder Board Game terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas lima sekolah dasar di Sukasada. Penelitian ini meupakan penelitian eksperimen menggunakan post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas lima sekolah dasar di Sukasada, yang terdiri dari 98 siswa. Dalam menentukan sampelnya, penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling; sehingga didapatkan SD Negeri 2 Sukasada sebagai kelompok kontrol dan SD Negeri 3 Sukasada sebagai kelompok eksperimen, dengan jumlah sampel sebanyak 53 siswa. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen (88,3), yang diajarkan dengan menggunakan Snake and Ladder Board Game, lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelompok kontrol yang diajarkan dengan media konvensional (80,5). Hasil penelitian, dimana tobv= 3,256 lebih besar dari tcv (2,0076, dengan α=0,05), menunjukkan bahwa Snake and Ladder Board Game memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas lima sekolah di Sukasada, kabupaten Buleleng, tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : prestasi belajar bahasa Inggris, Snake and Ladder board game, pebelajar anak-anak This research aimed to investigate the effect of using Snake and Ladder Board Game toward the fifth grade students’ English learning achievement of Elementary School in Sukasada. It was an experimental research using post-test only control group design. The population was all of the fifth grade students in Sukasada, consisted of 98 students. The present study used cluster random sampling technique in determining the sample, namely, SD Negeri 2 Sukasada as the control group and SD Negeri 3 Sukasada as the experimental group, with 53 students as the total number of research samples. The data were analyzed by using descriptive and inferential statistical analysis. It was found that the mean score of the experimental group (i.e. 88.3), which was taught by using Snake and Ladder Board Game, was higher than the mean score of the control group, which was taught by using conventional teaching media (i.e. 80.5). The result of this research, in which the tobv= 3.256 was higher than the tcv of the data (i.e. 2.0076, at the level of significance α=0.05), showed that Snake and Ladder Board Game gave a significant effect toward the fifth grade students’ English learning achievement of Elementary School in Sukasada, Buleleng regency, in academic year 2015/2016.keyword : English learning achievement, Snake and Ladder board game, young learners
IMPROVING STUDENTS’ WRITING COMPETENCY IN DESCRIPTIVE TEXT BY USING MAKE A MATCH TECHNIQUE AT EIGHT GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 ATAP PEJUKUTAN IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., I Kadek Wardita Eka Putra; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8247

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif dan motivasi siswa dengan menggunakan tehnik Make-a-Match pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Atap Pejukutan. Pada penelitian awal menyatakan bahwa siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Atap Pejukutan memiliki kemampuan menulis yang rendah serta motivasi belajar yang rendah. Subjek pada penelitian ini berjumlah 36 orang siswa. Untuk menemukan hasil dari kemampuan siswa pada kempetensi menulis teks descriptif menggunakan tehnik Make-a-Match, dan penulis menggunakan jenis penelitian penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat proses, diantaranya: rencana, pelaksanaan, penelitian, dan refleksi. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan informasi yang didapat pada observasi. Dan pencapaian siswa pada penelitian awal digunakan untuk mendukung pengumpulan data. Penelitian ini menunjukan bahwa menggunakan tehnik Make-a-Match dalam menulis mampu meningkatkan kompetensi dan motivasi siswa dalam menulis. Data telah dikumpulkan berdasarkan evaluasi menulis. Respon siswa menunjukan bahwa mereka bersemanga tuntuk menulis, karena mereka merasa lebih mudah untuk menulis menggunakan tehnik Make-a-Match. Persentase siswa yang mampu mencapai standar nilai pada observasi awal hanya 2 siswa (6%), pada siklus I 14 siswa (39%), sementara itu, pada siklus II meningkat menjadi 31 siswa (86%). Itu bisa disimpulkan bahwa implementasi tehnik Dictogloss dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penulis menyarankan pada guru bahasa inggris untuk menggunakan tehnik Make-a-Match dalam mengajar menulis teks deskriptif.Kata Kunci : Metode Make-a-Match, kompetensi menulis, teks deskriptif This study was conducted to improve students writing competency in descriptive text and motivation using Make-a-Match technique at eighth grades students of SMP Negeri 1 Atap Pejukutan. The Preliminary observation indicated that student class VIII of SMP Negeri 1 Atap Pejukutan had low writing in descriptive text and low motivation in learning. The subjects of this study were consisted of 36 students. To find out the result of students writing competency in descriptive text using Make-a-Match technique, the writer used Classroom Action Research (CAR) as the method of research. This study consisted of two cycles, each cycle consisted of four steps, and they were: planning, action, observation, and reflection. To collect and analyze the data, the writer used the information from observation, and the students’ achievement in preliminary and evaluation to support data collected. This study showed that using Make-a-Match technique in teaching writing descriptive text could improve students’ writing competency in descriptive text and motivation. The students’ responses showed that they were excited in writing because they felt easier to write using Make-a-Match technique. The percentage of students who had passed the passing score of writing in preliminary observation were 2 students (6%), in cycle I were 14 students (39%), meanwhile in cycle II were improved into 31 students (86%). It could be concluded that the implementation of Make-a-Match technique could improve the students’ writing competency in descriptive text. And the writer suggested to the other English teacher to use Make-a-Match Technique in teaching writing descriptive text.keyword : Make-a-Match technique, Writing competency, Descriptive text.
AN ANALYSIS OF TYPES AND STRUCTURES OF COMPOUND WORDS IN PEGAYAMAN DIALECT OF BALINESE A DESCRIPTIVE STUDY ., Nurlita Habibah; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8445

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan menginvestigasi tipe-tipe dan struktur-struktur kata majemuk pada bahasa bali dialek Pegayaman. Terdapat tiga informan yang dipilih dalam penelitian ini. Subjek penelitian ini ialah 50 orang penutur asli bahasa bali dialek pegayaman , dan objek penelitian ini ialah tipe dan struktur kata majemuk dalam bahasa bali dialek pegayaman. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga teknik, yaitu teknik observasi, teknik mendengarkan dan mencatat, serta teknik elisitasi, yang selanjutnya dianalisis secara descriptif. Hasil yang diperolah dari penelitian ini ialah, terdapat dua tipe utama kata majemuk bahasa bali dialek pegayaman yaitu kata majemuk endosentrik yang terdiri atas kata majemuk nomina, kata majemuk adjektiva, kata majemuk verba, dan kata majemuk adverbial, lalu terdapat pula kata majemuk eksosentrik yang terdiri atas kata majemuk adjectiva, kata majemuk verba, kata majemuk nomina, dan kata majemuk adverbial. Terdapat setidaknya enam belas struktur pembentuk kata majemuk endosentrik dan eksosentrik tersebut. Kata Kunci : Dialek, kata majemuk, tipe kata majemuk, struktur kata majemuk This research was a descriptive study which aimed at investigating the types and structures of compound words in Pegayaman Dialect of Balinese. There were three native speakers of Pegayaman Dialect of Balinese chosen as the informants of the study. The subjects of this study were 50 native speakers of Pegayaman Dialect of Balinese, and the objects of the study were the types and structures of compound words in Pegayaman Dialect of Balinese. The data obtained from observing, listening and noting, and eliciting techniques were then analyzed descriptively. As the result, there are two main types of compound words in Pegayaman Dialect of Balinese, namely endocentric compound words which consist of compoun noun, compound adjective, compound verb, and compound adverb, also exocentric compound words which consist of compound adjectives, compound verb, compound noun, and compound adverb. There are at least 16 structures which form both endocentric compound words and exocentric compound words.keyword : Compound Words, Dialect, Types of Compound Words, Structure of Compound Words
Language Use : An Analysis of Expressive Acts Used by The Eleventh Grade Students of SMA Negeri 1 Sawan ., Ester Adi Wiryani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7915

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata Kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. ABSTRACT This study was a qualitative research. This study is intended : 1) to identify and classify the types of expressive acts used by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressive. 2) to identify the style of the students locutionary acts to express thank, apology, condole, congratulation, welcome and deplore. 3) to identify and classify the types of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressing their ideas in terms of grammar and diction 4) to analyze the sources of errors committed by the students in their locutionary acts. The subjects of this study were the eleventh grade students of SMAN 1 Sawan. The data were collected by using one instrument, namely: performance assesment. The results of the study showed that 1) The types of expressive acts used among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were apologizing (250 speeches), thanking (180 speeches), congratulating (200 speeches), welcoming (120 speeches) and protesting (150). 2) The speech style used in terms of formality among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were 598 informal speeches and 175 formal speeches from the whole 773 speeches made by the students. 3) The errors committed in their utterances in terms of grammar and diction of SMA N 1 Sawan were 255 errors of grammar and 217 errors of diction from the whole 472 errors made by the students. 4) The sources of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were from 200 speeches which have their errors, the most errors are caused by incomplete application of rules with 92 errors while the less one is caused by over generalization with 5 errors only. These errors happened when the interference of students’ first language occurred in the target language. In other words, the students assumed that the organization of word was correct. keyword : Key Words: Speech act, expressive acts, language style, errors, source of errors