cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): November" : 62 Documents clear
THE EFFECT OF DIRECTED READING THINKING ACTIVITY IN COOPERATIVE LEARNING SETTING TOWARD STUDENTS’ READING COMPREHENSION OF THE ELEVENTH GRADE STUDENTS IN SMA NEGERI 3 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Sang Ayu Kompyang Arisetyawati; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah terdapat pengaruh yang berarti terhadap pemahaman membaca siswa kelas sebelas antara siswa yang diajarkan menggunakan Directed Reading Thinking Activity in Cooperative Learning Setting dan siswa yang diajarkan dengan Directed Reading Thinking Activity saja. Penelitian ini adalah penelitian ekperimental dengan Post-Test Only Control Group Design. Penilitian ini dilaksanakan di SMA N 3 Singaraja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas sebelas pada tahun ajaran 2016/2017 dengan sampel dari 65 siswa yang dipilih melalui random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan test pemahaman membaca. Data yang terkumpul dianalisa menggunakan t-test dibantu dengan SPSS 22.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan membaca siswa kelas sebelas, dimana siswa yang diajar menggunakan Directed Reading Thinking Activity in Cooperative Learning Setting menunjukkan pemahaman membaca yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar mengunakan Directed Reading Thinking Activity saja (tobs = 4.056, p < 0.05).Kata Kunci : cooperative learning, directed reading thinking activity, kemampuan memahami bacaan This research was aimed at investigating whether there was a significant effect on reading comprehension of the eleventh grade students who were taught by using Directed Reading Thinking Activity in Cooperative Learning Setting and who were taught by using Directed Reading Thinking Activity only. The research was an experimental research with Post-Test Only Control Group Design. The research was conducted at SMA N 3 Singaraja. The population of this research was the eleventh grade students in academic year 2016/2017 with the samples of 65 students who were selected through random sampling technique. The data were collected by using reading comprehension test. The obtained data were analyzed by using t-test assisted with SPSS 22.0. The result of the research showed that there was a significant effect on reading comprehension of the eleventh grade students in which the students who were taught by using Directed Reading Thinking Activity in Cooperative Learning Setting achieved better reading comprehension than who were taught by using Directed Reading Thinking Activity only (tobs = 4.056, p < 0.05).keyword : cooperative learning, directed reading thinking activity, reading comprehension
AN ANALYSIS OF LEXICOGRAMMATICAL FEATURES USED IN FIVE STARS HOTEL WEBSITE ADVERTISEMENTS IN BALI ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8715

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk (1) mengidentifikasi penggunaan ciri-ciri leksikogramatika yang ada pada iklan situs web hotel bintang lima di Bali, dan (2) menemukan persamaan serta perbedaan diantara iklan situs web hotel bintang lima di Bali terkait dengan ciri-ciri leksikogramatika. Data dalam penelitian ini berupa teks yang dikumpulkan dan diseleksi dari sepuluh iklan situs web hotel termasuk spa dan resor bintang lima di Bali. Data tersebut dianalisa secara deskriptif menggunakan kerangka Halliday dan Matthiessen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ranah sistem transitivitas, proses material mendominasi di setiap iklan situs web hotel bintang lima di Bali yang telah terseleksi, diikuti dengan proses relasional. Hasil dari analisis unsur sirkumstansial menunjukkan bahwa sirkumstansi lokasi merupakan unsur sirkumstansial yang paling sering muncul. Sedangkan, dalam ranah sistem mode, tipe mode deklarasi mendominasi kalimat-kalimat di setiap iklan situs web hotel bintang lima di Bali yang telah terseleksi. Lebih jauh lagi, ada pula tipe mode suruhan yang ditemukan pada sepuluh iklan situs web hotel bintang lima di Bali tersebut. Secara mengkhusus, terdapat banyak modal verbal yang ditemukan iklan-iklan tersebut. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kesepuluh iklan situs web hotel bintang lima di Bali tersebut secara menciri bertujuan untuk menginformasikan, menuntun, mengingatkan dan juga membujuk para pembaca yang dalam hal ini adalah para tamu hotel.Kata Kunci : unsur-unsur leksikogramatika, situs web hotel, iklan This study aimed at (1) identifying the use of lexicogrammatical features in five stars hotel website advertisements in Bali, and (2) finding out the similarities and the differences among the five stars hotel website advertisements in Bali in terms of lexicogrammatical features. The study involved ten selected five stars hotel website advertisements in Bali. The data were in the forms of texts collected from the ten five stars hotels including resort and spa website advertisements in Bali. The data were analyzed descriptively through Hallidays and Matthiessens framework, specifically focusing on transitivity system and mood system. The result showed that, in terms of transitivity system, material processes seemed dominated in every selected website advertisement, followed by relational processes. The result of circumstantial elements analysis showed that circumstances of location was the most frequent circumstantial element. Meanwhile, in terms of mood system, declarative mood types dominated in every selected five stars hotel website advertisement in Bali. Moreover, there were imperatives found on the ten selected hotel website advertisement. Specifically, there were numerous modal verbs found in the advertisements. The result of this study indicated that the ten selected five stars hotel website advertisements were characteristically meant to inform, guide, remind, as well as persuade the readers who were the hotels guests.keyword : lexicogrammatical features, hotel website, advertisement
ANALYZING ENGLISH TEXTBOOK ENTITLED “BAHASA INGGRIS SMA/MA/SMK/MAK KELAS X SEMESTER 1” USING LITTLEJOHN’S FRAMEWORK ., Ni Wyn Deni Apriani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8754

Abstract

Absrak Penelitian analisis deskriptif ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan fitur eksplisit buku ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’ (2) menjelaskan nilai pedagogik buku tersebut dan (3) meneliti kelebihan dan kekurangannya dilihat dari fitur explicit dan nilai pedagogiknya. Objek penelitian ini adalah buku ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’ yang merupakan materi pembelajaran dipersiapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu langkah implementasi Kurikulum 2013. Teori analysis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Littlejohn (1992). Teori ini terdiri dari analisis aspek fisik dan tugas-tugas yang ada dalam buku. Physical Analysis Sheet dan Task Analysis Sheet digunakan sebagai instrument dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku yang dianalisis dalam penelitian ini (1) merupakan buku bilingual yang memiliki fitur eksplisit seperti full color printing, daftar isi, halaman, serta delapan jenis aktivitas umum yang dimuat dalam setiap bab dan petunjuk penggunaan yang dijabarkan dalam buku guru (2) memiliki tiga nilai pedagogik yaitu: (a) fokus pada tugas tertulis berupa kata-kata, kalimat, atau frasa yang berhubungan dengan penggunaan, arti, maupun struktur bahasa (b) lebih memfokuskan kegiatan yang menekankan arti bahasa yang digunakan daripada aturan bahasanya (c) lebih menekankan pada tugas-tugas yang membutuhkan siswa untuk bekerja sendiri daripada kelompok ataupun sebangku, dan (3) memiliki tujuh kekurangan (tiga dari segi fitur eksplisit, 4 dari nilai pedagogik) dan 7 kelebihan (4 dari segi fitur eksplisit, 3 dari nilai pedagogik). Kata Kunci : Kata Kunci: Analisis buku, Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’, Teori Littlejohn Abstract This descriptive analysis study aimed at (1) describing the explicit nature of the English textbook ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’ (2) explain its pedagogic values, and (3) examine its strengths and weaknesses viewed from its explicit nature and pedagogic values. The object of this study is the English textbook ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’ which is a prepared materials for English class of tenth grade Senior High School students from the Ministry of Education and Culture as one step implementation of Kurikulum 2013. The analysis framework used in this study was proposed by Littlejohn (1992). The framework consists of the analysis of physical aspect and tasks in the textbook. Physical Analysis Sheet and Task Analysis Sheet were used as the instruments. The result of the analysis showed that the textbook under study (1) is a bilingual book which has some explicit features like full color printing, content list, page number, and eight kinds of activities used in every chapter (2) has three pedagogic values: (a) mostly focuses on written tasks in form of individual words, sentence, or phrases which are related to language use, meaning, or structure (b) focus on tasks that emphasize meaning rather than form or structure (c) emphasizes more on individual tasks than pair or group work and (3) has seven strength (3 from explicit nature, 4 from pedagogic values) and seven weaknesses (4 from explicit nature, 3 from pedagogic values). keyword : Keywords: ‘Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Semester 1’, Littlejohn Framework, Textbook analysis
AN ANALYSIS OF LEARNING MATERIALS IN LEARNING ENGLISH AT THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMPN 4 SINGARAJA IN TERMS OF SPEECH ACT TYPE, SUB TYPE AND SPEECH FORMALITY BASED ON CURRICULUM 2013 ., Luh Putu Dewi Lestari; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8776

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada dua masalah. Pertama, perencanaan materi pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 dalam buku siswa dan rencana pelaksanaan pembelajaran guru dianalisis dalam hal jenis tindak tutur utama dan spesifik dan sub jenis serta variasi bahasa. Kedua, pelaksanaan materi pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 seperti yang direncanakan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran guru dianalisis dalam hal jenis tindak tutur utama dan spesifik dan sub jenis serta variasi bahasa. Subjek penelitian terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran guru, buku siswa dan guru bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, observasi, dan pedoman wawancara. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1) perencanaan materi pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 seperti yang direncanakan dalam buku siswa dan RPP guru, yaitu: a. direktif dengan sub jenisnya bertanya, meminta, memesan, mengundang, melarang. b. asertif dengan sub jenisnya menyatakan, mengeluh dan menjelaskan. c. komisif dengan sub jenisnya menjanjikan, menolak dan menawarkan dan d. ekspresif dengan sub jenisnya menyapa, berterima kasih, meminta maaf, memberi selamat dan memuji. Semua dari mereka menggunakan pidatonya formalitas formal dan informal. 2) pelaksanaan materi pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 seperti yang direncanakan dalam RPP guru, yaitu: a. direktif dengan sub jenisnya bertanya, meminta dan memerintah, b. asertif dengan sub jenisnya menyatakan, c. komisif dengan sub jenisnya menolak dan d. ekspresif dengan sub jenisnya berterima kasih dan memuji. Semua itu menggunakan tuturan resmi dan tidak resmi. Kata Kunci : bahan pembelajaran, tindak tutur, tuturan formal dan informal The research focused on two problems. First, the planning of learning materials based on Curriculum 2013 in the students’ book and teacher’s lesson plan in terms of the main and specific speech act types and sub types as well as speech variation. Second, the implementation of learning materials based on Curriculum 2013 as planned in the teacher’s lesson plans in terms of the main and specific speech act types and sub types as well as speech variation. Research subjects consisted of teacher’s lesson plans, students’ book and the English teacher. The Data were collected through document study, observation, and interview guide. The data were analyzed qualitatively. The results show the following: 1) the planning of learning materials based on Curriculum 2013 as planned in the students’ book and lesson plans, namely: a. directive with the sub type questioning, requesting, ordering, inviting, prohibiting. b. assertive with the sub type stating, complaining and describing. c. commisisve with the sub type promising and refusing, and d. expressive with the sub type greeting, thanking, apologizing, congratulating and praising. All of them used speech formality formal and informal.2) the implementation of learning material based on Curriculum 2013 as planned in the students’ book, namely directive with the sub type questioning, requesting and commanding, assertive with the sub type stating, commisisve with the sub type refusing and expressive with the sub type thanking and praising. All of them used speech formality formal and informal. keyword : learning material, speech act, speech formality
An Analysis of the Reinforcement Used by the Teachers at Little Sunshine Learning Center Singaraja in the Academic year 2015/2016 ., Luh Putu Nia Arnida Putri; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang penguatan yang digunakan oleh guru-guru di Little Sunshine Learning Center Singaraja. Focus dari penelitian ini berkaitan dengan jenis-jenis penguatan yang digunakan oleh guru-guru di Little Sunshine Learning Center Singaraja selama proses pembelajaran dan respon siswa setelah diberikannya penguatan oleh guru. Dalam hal ini penulis menganalisis penguatan yang diberikan guru di dalam kelas dengan cara observasi. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa guru-guru di Little Sunshine Learning Center Singaraja menggunakan penguatan positif dan penguatan negatif baik penguatan verbal maupun penguatan nonverbal. Respon siswa setelah diberikannya penguatan antara lain siswa semakin berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran serta meningkatkan motivasi dan keantusiasan siswa. Pemberian penguatan negatif juga membuat siswa tau tentang apa yang mereka bisa dilakukan dan yang tidak bisa dilakukan. Kata Kunci : Penguatan, penguatan positif, penguatan negatif This research aimed at analyzing the types of reinforcements used by the teachers at Little Sunshine Learning Center Singaraja. The focus of this research is related with the types of reinforcements used by the teachers at Little Sunshine Learning Center Singaraja during teaching and learning process and the students’ responses after being reinforced by the teacher. This research used descriptive qualitative study. The writer analyzed the reinforcement used by the teacher in the classroom through the observation. The result of the analysis showed that the teacher at Little Sunshine Learning Center Singaraja used positive reinforcement and negative reinforcement both verbal and nonverbal. The students’ responses after being reinforced were they participated more actively in the classroom and also increased the students’ enthusiasm. Negative reinforcements also make the students know what they could do and they could not do. So, it could control their misbehavior too.keyword : Reinforcement, positive reinforcement, negative reinforcement
DEVELOPING LANGUAGE LEARNING SONGS AS A STRATEGY FOR TEACHING ENGLISH TO THE SECOND SEMESTER OF EIGHTH GRADE STUDENTS IN SINGARAJA ., Putu Indah Darmayani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8652

Abstract

Penelitian ini adalah dalam bentuk penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk (1) mengembangkan lagu-lagu pembelajaran bahasa yang tepat yang dapat digunakan untuk mengajar bahasa inggris dengan topic yang berbeda untuk semester kedua dari siswa kelas delapan dan (2) mengukur kualitas lagu-lagu pembelajaran bahasa sebagai strategy untuk mengajar bahasa inggris untuk semester kedua dari siswa kelas delapan. Desain model Peffers digunakan pada penelitian ini. Subjek dari penelitian ini adalah siswa-siswa kelas delapan di kelas VIII A3 di SMP Negeri 1 Singaraja. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrument penelitian, seperti lembar observasi, panduan wawancara, analisis dokumen, and rubric penilaian ahli. Data yang didapat dianalisis secara kuantitaif dan kualitatif dengan mendeskripsikannya secara rinci dan data dari kualitas produk dianalisis dengan menemukan rata-rata dan kategori skor. Berdasarkan perolehannya, telah dikembangkan delapan lagu pembelajaran bahasa yang disajikan kedalam buku pedoman dan cd dan hasil dari validasi ahli menunjukkan bahwa lagu-lagu pembelajaran bahasa yang dirancang dikategorikan sebagai produk unggulan.Kata Kunci : Lagu-lagu pembelajaran bahasa, Buku Pedoman, Strategy mengajar This research was in form of Research and Development (R&D) which aimed (1) developing the suitable language learning song that can be used for teaching English with different topic for the second semester of the eight grade students and (2) measuring the quality of language learning songs as a strategy for teaching English to the second semester of 8th grade students. Peffers design model was used in this present study. The subjects of this study were the eighth grade students in VIII A3 class in SMP Negeri 1 Singaraja. The data were collected by using several research instruments, such as observation sheet, interview guide, document analysis, and rubric of expert judgment. The data obtained were analysed qualitatively by describing them in detail and the data of product’s quality were analysed quantitatively by finding means and score categories. From the result, eight language learning songs which presented into a manual book and cd were developed and the result of experts’ validation showed that the language learning songs designed were categorised as excellent prototype. keyword : Language Learning Songs, Manual Book, Teaching Strategy
DEVELOPING SUPPLEMENTARY SPEAKING MATERIALS FOR THE FRONT OFFICE SUBJECT OFFERED TO TENTH GRADE STUDENTS AT THE ODD SEMESTER AT SMK NUSA DUA SAWAN ., Ni Made Dwi Jayanti; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8668

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan materi berbicara untuk mata pelajaran “front office” yang digunakan oleh kelas X di SMK Nusa Dua Sawan. Buku yang telah dikembangkan memiliki materi berbicara yang berdasar pada silabus yang dimiliki oleh SMK Nusa Dua Sawan. Disamping itu beberapa materi berbicara diambil dari situasi nyata di hotel guna menyiapkan materi berbicara yang mencerminkan apa yang siswa hadapi di dunia nyata guna menyiapkan siswa untuk bekerja nantinya. Penelitian ini terfokus pada kemampuan berbicara karena berdasarkan penelitian awal, boku yang dimiliki obeh guru tidak terdiri dari materi berbicara. Penelitian ini mengadopsi model Dick & Carey (2005). Berdasarkan Dick & Carey (2005) ada 10 (sepuluh) tahapan dalam mengembangkan produk, namun penelitian ini hanya menggunakan 7 (tujuh) tahapan tersebut yaitu mengidentifikasi tujuan, melakukan analisis gagasan, menganalisis pelajar dan keadaan, mengembangkan model buku, mengembangkan buku, mengembangkan dan melakukan penilaian formatif, dan merevisi buku. Tahapan – tahapan itu dikelompokkan menjadi 3 prosedur penelitian yaitu analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan penilaian. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan beberapa instrument seperti observasi, angket, analisis silabus, dan catatan. Setelang mengumpulkan data, peneliti mulai membuat produk. Produk yang telah dikembangkan diuji ahli oleh para ahli guna mengetahui kualitas dari produk yang telah dibuat. Menurut ahli, buku yang telah dikembangkan digolongkan sebagai buku yang sangat baik. Kata Kunci : front office, materi berbicara, kebutuhan siswa, silabus, buku This study was conducted to develop the speaking materials for front office subject that was used for the Tenth Grade Students in SMK Nusa Dua Sawan. The textbook consisted of speaking materials developed based on the syllabus that the school had. Besides that, some materials were also taken from authentic materials used by front office department in the hotels. T he speaking materials that was presented reflected the real situation in the hotel thus, the students will be more ready to work in their workplace later on. This study was focused on speaking materials because according to preliminary observation, the textbook that the teachers used in the school was not consisted of speaking materials. This study adapted research and development design proposed by Dick, Carey & Carey model (2005). According to Dick, Carey and Carey (2005) there are 10 stages in developing an educational product, meanwhile this study only used 7 stages, namely: Identify the instructional goal, conduct instruct analysis, analyze learners and contact, develop design of the textbook, develop the textbook, develop and conduct formative evaluation, and revise the textbook. The seventh stages were categorized into 3 procedures namely: need analysis, product development and evaluation. In collecting the data, the researcher used several instruments, such as observation, questionnaire, syllabus analysis, and note. After collecting the need in the need analysis step, the researcher started to develop the product. The product that was made was evaluated by the expert judgments in order to know the quality of the textbook. According to the experts, the textbook that was developed was categorized as an excellent textbook. keyword : front office, textbook, speaking materials, syllabus, students’ need
THE CONTRIBUTION OF METACOGNITIVE AWARENESS AND LEARNING ENVIRONMENT ON ACADEMIC ACHIEVEMENT OF THE FOURTH SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT, GANESHA UNIVERSITY OF EDUCATION ., Putu Seriardana; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8702

Abstract

This study was a correlational study with ex-post facto research design, which aimed at investigating (1) the contribution of metacognitive awareness on students’ academic achievement, (2) the contribution of learning environment on students’ academic achievement, (3) the simultaneous contribution of metacognitive awareness and learning environment on academic achievement of the fourth semester students of English Education Department, Ganesha University of Education in academic years 2015/2016. Ex-post facto research design was a research design to investigate the correlation between independent variables and dependent variable by (1) determining the sample, (2) designing and developing the questionnaires, (3) distributing the questionnaires, (4) analyzing the obtained data, and (5) drawing the conclusion. The sample of the study was chosen by using simple random sampling technique, in which there were 145 students. The analysis was conducted based on multiple linear regression test supported by SPSS version 16 program. This study reveals that: (1) there is no contribution of metacognitive awareness on students’ academic achievement; (2) there is no contribution of learning environment on students’ academic achievement; and (3) there is no contribution of metacognitive awareness and learning environment on students’ academic achievement. keyword : metacognitive awareness, academic achievement, learning environment
An Analysis of Learning Materials for the Seventh Grade Students at SMP Negeri 4 Singaraja in Implementing the 2013 Curriculum ., Nyoman Andika Juniarta; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8716

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis materi pembelajaran yang direncanakan dalam buku teks siswa yang berjudul "When English Rings a Bell", dan dalam rencana pembelajaran untuk siswa kelas tujuh, dan penerapan materi pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Bahan pembelajaran dianalisis dalam hal jenis tindak tutur utama dan spesifik serta penggunaan tindak tutur dan tempat tindak tutur. Subjek penelitian ini terdiri dari rencana pelajaran, buku siswa, dan seorang guru bahasa Inggris. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari dokumen, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, bahan yang didasarkan pada 2013 Kurikulum seperti yang direncanakan dalam buku siswa yaitu: directive dengan sub tipe questioning dan ordering, assertive dengan sub tipe stating dan describing, commisisve dengan sub tipe offering, eexpressive dengan sub tipe greeting, thanking, apologizing, feeling, dan taking leave. Fungsi tindak tutur yaitu interactional, personal, heuristik, instrumental, informative, dan attention getting. Tempat tindak tutur yaitu formal, informal, dan non-formal. Jenis tindak tutur utama dan spesifik serta penggunaan tindak tutur dan tempat tindak tutur dalam buku sama seperti dalam rencana pembelajaran. Kedua, materi pembelajaran dilaksanakan sepenuhnya didasarkan pada rencana pelajaran. Hasil menyiratkan bahwa asertif, direktif, commisive dan ekspresif harus direncanakan dalam bahan dan guru belajar harus menumbuhkan kompetensi komunikatif siswa dan berusaha untuk memberikan mereka kesempatan lebih untuk berlatih menggunakan tindak tutur dalam Bahasa Inggris.Kata Kunci : Rencana Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Tindak Tutur The objectives of this study were to analyze the learning materials planned in the students’ textbook entitled “When English Rings a Bell”, and in the lesson plans for the seventh grade students, and the implementation of the learning materials in the teaching learning activity. The learning materials were analyzed in the terms of the main and specific speech act types as well as speech use and speech setting. Subjects studied consisted of lesson plan, students’ book, and the English teacher. The design of this study was descriptive qualitative. The data were collected from document, interview, and observation. The results show the following. First, learning materials based on the 2013 Curriculum as planned in the students’ book namely: directive with the sub type questioning and ordering, assertive with the sub type stating and describing, commisisve with the sub type offering, expressive with the sub type greeting, thanking, apologizing, feeling, and taking leave. The speech uses were interactional, personal, heuristic, instrumental, informative, and attention getting. The settings were formal, informal, and non-formal. These speech acts, specific speech acts, speech use, and speech setting were found are same as in lesson plans. Second, the learning material implemented wholly based on the lesson plans. The results imply that assertive, directive, commisive and expressive should planned in learning materials and teacher should cultivate the students’ communicative competence and attempt to give them opportunities to practice more English speech acts. keyword : Lesson Plans, Learning Materials, Speech Acts
AN ANALYSIS OF CODE SWITCHING USED IN ADVERTISEMENT AT GUNTUR RADIO SINGARAJA ., Iffatul Muslimah; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penggunaan alih kode pada pengiklanan yang terdapat di radio Guntur Singaraja dan (2) mengetahui fungsi yang mendasari terjadinya alih kode yang terdapat di radio Guntur Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah pemasang iklan yang ada di radio Guntur Singarja. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan perekam suara, lembar transkrip, dan lembar observasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang diikuti beberapa prosedur berdasarkan model dari Miles dan Huberman (1994), yaitu: penurunan data, menampilkan data, menggambarkan kesimpulan dan memverifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ungkapan dari pemasang iklan menghasilkan 9 (11.69%) intra-word switching sebagai alih kode yang paling sedikit digunakan. Yang paling banyak digunakan ditunjukkan dari intra-sentential switching yang menunjukkan 54 (70.13%) penggunaan alih kode dan inter-sentential switching sebanyak 14 (18.18%) dari 77 alih kode. Fungsi dari allih kode yang sering digunakan pada pengiklanan di radio Guntur Singraja adalah kutipan, panggilan spesifikasi, dan kata seru.Kata Kunci : Alih kode, Pengiklanan, Radio This research aimed to (1) know the used of code switching in advertisements which were announced in Guntur Radio Singaraja, and (2) know the functions underlying the occurrence of code switching which exist in Guntur radio in Singaraja. The subject of this study was the advertiser of Guntur Radio Singaraja. The data of this research were obtained by using observation sheet, tape recorder, and transcription sheet. This research was a descriptive qualitative study which followed several procedures based on Miles and Huberman (1994) model, namely: data reduction, data display, drawing conclusion and verification. The result of this research showed that the utterance of advertiser produced 9 (11.69 %) was intra-word switching as the less dominant switching. The most dominant was from intra-sentential switching that was 54(70.13%) and inter-sentential switching was 14 (18.18%) from 77 switching. The functions of code switching which were often used in the advertisement announced at Guntur Radio Singaraja were quotation, addressee specification, and interjection.keyword : Advertisement, Code Switching, Radio