cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): November" : 180 Documents clear
An Analysis of Parental Involvement in Developing Children Reading Readiness Through Story Reading at Tk Tri Amerta Anturan Singaraja ., Ketut Rafika Yanthi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.127 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13475

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis keterlibatan orang tua siswa di TK Tri Amerta Anturan Singaraja dalam upaya mengembangkan kesiapan membaca anak dengan cara membacakan buku cerita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganasilis buku cerita yang paling sering dibacakan oleh orang tua kepada anaknya, cara orang tua terlibat dan bersikap saat membacakan buku cerita serta hambatan-hambatan saat orang tua membacakan buku cerita kepada anak. Subjek dari penelitian ini adalah 36 orang tua dari siswa TK Tri Amerta Anturan Singaraja serta orang tua siswa dengan kategori pendidikan minimal strata satu. Metode yang digunakan dari penelitian ini yaitu deskritif qualitatif yang terdiri dari checklist, kuesioner, dan wawancara. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa tipe buku cerita yang paling sering dibacakan oleh orang tua siswa adalah dongeng serta bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Selain itu, keterlibatan atau sikap orang tua saat membacakan cerita tergolong sedang, yang bermakna orang tua sudah membacakan cerita tanpa atau belum melibatkan anak serta penjelasan yang dalam. Terdapat 5 hambatan yang paling terjadi saat membacakan cerita yaitu anak mudah bosan, sulit bekonsentrasi dan fokus, banyak berbicara/bertanya/menebak-nebak cerita, orang tua susah mentrasfer kata-kata sulit serta mengulang-ngulang cerita.Kata Kunci : keterlibatan orang tua, buku cerita This research was conducted to analyze the parental involvement to develop children reading readiness through story reading at TK Tri Amerta Anturan Singaraja.The purpose were to analyze the type of story books that commonly read by parents, the way parents behave in the involvement with their children during reading the storybooks and the obstacle faced by the parents during story reading. The subjects of the study were 36 parents who own children study in TK Tri Amerta Singaraja and has minimum under graduated education background. This research was a descriptive qualitative research which was utilizing checklist, questionnaires and interview guide. The findings of the research showed the type of storybook that commonly read by the parents was tale or fairytale storybook with Bahasa Indonesia as the language use. Then, the way parents behave in reading the storybook categorized as “moderate” which means, parents just read the storybook without deep explanation and involvement with the children. In the obstacles, there were 5 obsctales that mostly happened to the parents namely children were bored, difficult to concentrate or focus, talking/asking too much/guessing the plot of the story and parents have dfficulty in trasfering the meaning of difficult vocabularies as well as repeating the story. keyword : parents involvement, storybook
Investigating the Use of Social Media Platforms by the Screenagers and the English Teachers of SMA Negeri 1 Singaraja in the English Instruction ., Anak Agung Gde Putra Aditya Udayana; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.614 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14777

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menyelidiki: (1) jenis-jenis platform media sosial yang digunakan oleh siswa dan guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Singaraja dalam pelajaran bahasa Inggris, (2) manfaat dari menggunakan platform media sosial yang dirasakan oleh siswa dan guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Singaraja dalam pelajaran bahasa Inggris, dan (3) tantangan dari menggunakan platform media sosial yang dihadapi oleh siswa dan guru SMA Negeri 1 Singaraja dalam pelajaran bahasa Inggris. Populasi penelitian adalah 646 siswa berteknologi dan 5 guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Singaraja. Sampel penelitian terdiri dari 80 siswa berteknologi dan 5 guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Singaraja. Data dikumpulkan melalui diskusi kelompok terarah dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun siswa dan guru menggunakan jenis-jenis platform media sosial yang sama — misalnya situs jejaring sosial, blog, dan situs tanya dan jawab, situs jejaring sosial yang digunakan oleh para siswa lebih bervariasi daripada yang digunakan oleh para guru. Selain itu, ada lima manfaat dari menggunakan platform media sosial dalam pelajaran bahasa Inggris yang diungkapkan oleh siswa, yaitu: (1) membuat siswa lebih mudah mendapatkan informasi, (2) meningkatkan kolaborasi siswa, (3) menyediakan tempat untuk berbagi informasi, (4) memfasilitasi interaksi siswa, dan (5) memperkaya kosakata bahasa Inggris siswa. Ada dua manfaat yang diungkapkan oleh para guru seperti membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan menulis siswa. Selain itu, ada empat tantangan dari menggunakan platform media sosial dalam pelajaran bahasa Inggris yang diidentifikasi oleh para siswa, yaitu: (1) kurangnya aksesibilitas, (2) kurangnya tujuan, (3) kurangnya fleksibilitas, dan (4) kurangnya dukungan sosial. Ada tiga tantangan yang diidentifikasi oleh para guru, yaitu: (1) kurangnya pelatihan, (2) kurangnya motivasi, dan (3) manajemen waktu.Kata Kunci : Pelajaran bahasa Inggris, platform media sosial, siswa berteknologi. This qualitative descriptive research was aimed to investigate: (1) the types of social media platforms used by the students and the English teachers of SMA Negeri 1 Singaraja in the English instruction inside and outside the classroom, (2) the benefits of using the social media platforms felt by the students and the English teachers of SMA Negeri 1 Singaraja in the English instruction, and (3) the challenges of using the social media platforms faced by both students and the teachers of SMA Negeri 1 Singaraja in the English instruction. The population of the study was 646 screenagers and 5 English teachers of SMA Negeri 1 Singaraja. The samples of the study consisted of 80 screenagers and 5 English teachers of SMA Negeri 1 Singaraja. The data were collected through focus group discussion and in-depth interview. The results showed that although both of students and the teachers use the same types of social media platforms—e.g., social networking sites, blog, and questions and answers sites, the social networking sites utilized by the students are more varied than those used by the teachers. Moreover, there were five benefits of using the social media platforms in the English instruction expressed by the students, namely: (1) making the students easier to get the information, (2) enhancing the students' collaboration, (3) providing the place for sharing information, (4) facilitating the students' interaction, and (5) enriching the students’ English vocabulary. There were two benefits expressed on the part of the teachers such as making the students active in the learning process and improving the students’ writing skill. Furthermore, there were four challenges of using the social media platforms in the English instruction identified by the students, namely: (1) the lack of accessibility, (2) the lack of purpose, (3) the lack of flexibility, and (4) the lack of social support. There were three challenges identified on the part of the teachers, namely: (1) the lack of training, (2) the lack of motivation, and (3) the time management.keyword : English instruction, screenagers, social media platforms.
AFFIXATION OF PACUNG DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Kadek Sudarma; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penggunaan dari prefixes, suffixes, infixes, and penggabungan dari prefix dan suffix di dialek Pacung. Penelitian ini menggunakan deskriptif qualitative. Tiga informan dari dialek Pacung dipilih sebagai sampel penelitian berdasarkan kreteria yang ditetapkan oleh Samarin (1967) dalam penelitian budasi (2015) dan salah satu kreteria yang terpenting adalah bahwa informan harus berasal dari orang asli yang ada di desa Pacung. Data ini di kumpulkan menggunakan 4 instrumen yaitu: peneliti sebagai instrumen utama, observasi, daftar kata dari Swades dan Budasi, dan interview. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 6 prefixes, 6 suffixes, dan 2 penggabungan dari prefix dan suffix yang ada di dialek Pacung. Jenis prefix yaitu {ma-}, {ka-}, {pa-}, {a-}, {pari-}, dan {pati}. Jenis suffix yaitu {-in}, {-an}, {-ang}, {-ȇ}, {-nȇ} and {-a}. Jenis penggabungan dari prefix dan suffix yaitu prefix {ma-} dengan suffix {-an} dan prefix {ma-} dengan suffix {-ang}. Kedua prefix dan suffix tidak terjadi perubahan pengucapan. Juga tidak terdapat tanda-tanda dari infix karena tidak ada bahasa yang di pengaruhi oleh infix.Kata Kunci : Dialek Pacung, affixation, infix, prefix, suffix This study aimed at describing the uses of prefixes, suffixes, infixes, and combination of prefix and suffix in Pacung Dialect. This research was a descriptive qualitative research. Three informants of Pacung Dialect were chosen as the samples of the study based on a set of criteria established by Samarin (1967) in Budasi’s (2015) and one of the important criteria was that the informant must belong to the original people of Pacung village. The data were collected by using four instruments, namely: the researcher as the main instrument, observation, wordlist (Swadesh and Budasi wordlist), and interview technique. The results of the study showed that there were six prefixes, six suffixes, and two combinations of prefix and suffix existing in Pacung Dialect. The prefixes are {ma-}, {ka-}, {pa-}, {a-}, {pari-}, and {pati-}. The suffixes are {-in}, {-an}, {-ang}, {-ȇ}, {-nȇ} and {-a}. The uses of combination of prefix and suffix are in the form of prefix {ma-} with suffix {-an} and prefix {ma-} with suffix {-ang}. Both prefixes and suffixes do not change the part of speech. There was also no indication of infixes because there are no words influenced by infix.keyword : Pacung dialect, Affixation, infixes,prefixes, suffixes,
THE IMPLEMENTATION OF VARIOUS GROUPING STRATEGIES IN ENGLISH CLASSES IN JUNIOR HIGH SCHOOLS IN SINGARAJA: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Wayan Purnawirawan; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Dr.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi pengelompokan direncanakan oleh guru bahasa Inggris, bagaimana strategi tersebut diterapkan dan bagaimana persepsi siswa terhadap penerapan strategi pengelompokan di kelas bahasa Inggris. Rancangan penelitian ini adalah desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan lima instrumen, antara lain observasi kelas, pedoman wawancara, dokumentasi, kuesioner dan daftar strategi pengelompokan. Subjek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris dan 99 siswa dari tiga SMP negeri yang berbeda di Bali Utara. Sekolah dipilih melalui random sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris merencanakan strategi pengelompokan di kelas bahasa Inggris. Terdapat dua belas rencana pelajaran yang digunakan oleh guru di berbagai sekolah menengah pertama di Singaraja pada delapan belas kali pertemuan. Pada rencana pelajaran, guru merencanakan strategi STAD, di mana siswa dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari empat sampai lima siswa. Kemudian, kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan materi yang diberikan oleh guru. Berdasarkan delapan belas observasi kelas, para guru menerapkan teknik STAD, Jigsaw, Think-Pair-Share dan Team Games Tournament. Berdasarkan hasil kuesioner, ditemukan bahwa siswa memiliki persepsi positif tentang penerapan strategi pengelompokan di sekolah menengah pertama di Singaraja.Kata Kunci : Rencana Guru, Strategi Pengelompokan, Persepsi Siswa This study aimed at describing how grouping strategies were planned by English teachers, how those strategies were implemented and how students perceived the implementation of grouping strategies in English classes. The design of this study was a descriptive qualitative one. The data were collected by using five instruments, those are, classroom observation, interview guide, documentations, questionnaire and grouping strategies checklist. The subjects of this study were the three English teachers and 99 students from three different public junior high schools in North Bali. The schools were decided through random sampling. The result showed that English teachers planned grouping strategies in English classes. There were twelve lesson plans used by teachers in different junior high schools in Singaraja on eighteen times of meetings. On lesson plans, the teacher planned STAD strategy, in which students were divided into groups of four to five students. Then, the groups were assigned to discuss material given that was by the teacher. Based on eighteen classroom observations, the teachers implemented STAD, Jigsaw, Think-Pair-Share and Team Games Tournament technique. Based on the result of questionnaire, it was found that students had positive perception about the implementation of grouping strategies in junior high schools in Singaraja.keyword : Teachers’ Plans, Grouping Strategies, Students’ Perception
AN ANALYSIS OF LEARNING ACTIVITIES IN WRITING CLASSES BASED ON THE CURRICULUM 2013 AT SMPN 4 SINGARAJA ., Komang Juni Artini; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan kegiatan-kegiatan pembelajaran dalam belajar menulis berdasarkan kurikulum 2013 dalam perencanaan pembelajaran guru dan pengimplementasian kegiatan pembelajaran oleh para guru bahasa inggris dalam pembelajaran bahasa inggris. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui analisa dokumen, wawancara, dan pengamatan. Data analisis berdasarkan topic, prosedur inti, prosedur khusus dan komen. Subjek penelitian ini adalah para guru bahasa inggris di kelas delapan dan objek penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran yang di rencakanakan dalam prencanaan kgitaian guru dan penerapan kegiatan pembelajaran dikelas. Hasil dari penelitian menunjukkan (1) kegiatankegiatan pembelajaran yang direncanakan tidak semua di implementasikan di dalam kelas. (2) kedua guru masih kesulitan dalam merencanakan kegiatan pembelajaran di karenakan karena kurangnya interaktif dan semangat siswa.Kata Kunci : kurikulum 2013, kegiatan pembelajaran, pendekatan scientific. The objectives of this study were describing the planning of learning activities in teaching writing based on the Curriculum 2013 in learning activities in the teachers’ lesson plans and the implementation of learning activities based on the Curriculum 2013 and This study was descriptive qualitative. The data were collected through doing document, interview, and observation. The data were analyzed based on topic, main procedures, specific procedures, and comment. The subject was the eighth grade English teachers and the objects of this study were learning activities contained in the lesson plans, and its implementation in the classroom. The result of this study shows (1) the learning activities planned were not fully implemented in the classroom, especially in questioning due to reason: time and classroom situation, and (2) both of teachers were still difficult in designing the learning activities in the lesson plans due to reason: were not interactive and motivating in the learning process.keyword : the Curriculum 2013, learning activities, scientific Approach.
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION USING FOREIGN LANGUAGE INTERACTION ANALYSIS SYSTEM AT LITTLE SUNSHINE LEARNING CENTER ., Putu Anastasia Mayrika; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori interaksi kelas yang terjadi di Little Sunshine Learning Center berdasarkan sistem Foreign Language Interaction Analysis (FLINT), dan juga kategori ujaran guru dan siswa yang paling sering dan jarang terjadi. Subjek penelitian yaitu 3 orang guru dan 14 orang siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasi studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hubungan antara perasaan terjadi sebesar 4.3%, memuji atau mendorong terjadi 6.1%, lelucon terjadi 0.4%, menggunakan pendapat siswa terjadi 1%, mengulang respon siswa harafiah terjadi 4%, presentase memberi pertanyaan terjadi 10.3%, presentase memberikan informasi 3.5%, presentase membenarkan tanpa penolakan 1.4%, presentase memberikan arahan terjadi 29.2%, presentase mengkritisi prilaku siswa 1.8%, presentase mengkritisi respon siswa 2.1%, respon siswa-spesifik 10.3%, respon siswa terbuka-tertutup atau inisiasi-siswa 15.4%, keheningan terjadi 0.6%, presentase keheningan-audiovisual (AV) 0.1%, kekacauan berorientasi-kerja yaitu 0.5%, kekacauan tidak berorientasi-kerja 0.4%, gelak tawa yaitu 2.5%, menggunakan bahasa asli yaitu 4.1%, dan presentase non-verbal yaitu 2.5%, (2) kategori ujaran guru yang paling sering terjadi yaitu memberikan arahan, seperti mengarahkan siswa untuk membuat lingkaran dan mengarahkan siswa saat bermain dan saat membuat kerajinan. Sedangkan kategori ujaran siswa yang menjadi kategori yang paling sering terjadi yaitu respon siswa terbuka-tertutup atau inisiasi-siswa; kategori ujaran guru yang paling jarang terjadi yaitu lelucon, sedangkan kategori ujaran siswa yang paling jarang ditemukan yaitu keheningan-audiovisual (AV). Keheningan-audiovisual merupakan keheningan yang terjadi saat guru menyiapkan perangkat audiovisual.Kata Kunci : interaksi, interaksi kelas, sistem Foreign Language Interaction Analysis (FLINT), pelajar anak-anak This study aims at finding the classroom interaction categories occurred in Little Sunshine Learning Center based on Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System and also teacher and student talk category which most and least frequently occurred in the learning center. The subjects of the study were 3 teachers and 14 students. This study employed observational case study research design. The result presented that: (1) the percentage of deals with feelings occurred 4.3%, praises or encourages was 6.1%, jokes was 0.4%, uses ideas of students was 1%, repeats student response verbatim occurred 4%, asks questions occurred 10.3%, gives information was 3.5%, corrects without rejection was 1.4%, gives directions was 29.2%, criticizes student behavior was 1.8%, criticizes student response was 2.1%, the percentage of student response-specific was 10.3%, student response open-ended or student-initiated occurred 10.3%, the percentage of silence was 0.6%, silence-audiovisual (AV) was 0.1%, confusion work-oriented was 0.5%, confusion non-work oriented was 0.4%, laughter was 2.5%, the percentage of using the native language was 4.1%, and nonverbal was 2.5%, (2) the teacher talk category that mostly occurred was giving direction like asking the students to make a circle and directing the students in doing the games and craft. Meanwhile the student talk category that became the most frequently occurred was student response, open ended or student initiated; the teacher talk category which least occurred was jokes, while the student talk category which least found was silence-audiovisual (AV) which is the pause or silence that occurred when the teacher prepared the audiovisual media.keyword : interaction, classroom interaction, Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, young learners
EFL LEARNING ACTIVITIES BASED ON THE 2013 CURRICULUM AT THE SENIOR VOCATIONAL SCHOOL ., Ni Nyoman Pradnyani Prawira; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18783

Abstract

Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengevaluasi perencanaan kegiatan belajar oleh guru, 2) untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan belajar oleh guru, dan 3) kendala dalam perencanaan dan implementasi pembelajaran di SMK Negeri 1 Sawan. Digunakan tiga instrument untuk mengumpulkan data, yaitu 1) rencana pelajaran yang disiapkan oleh guru, 2) daftar observasi yang digunakan untuk menilai kemampuan guru dalam melaksanakan kekegiatan pembelajaran 3). wawancara mendalam untuk mengidentifikasi kendala dalam perencanaan serta pelaksanaanya didalam kelas. Hasil menunjukkan bahwa guru mampu merancang dan melaksanakan rencana berdasarkan rencana kegiatan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013. Namun terdapat kendala yang dihadapi oleh guru. Kendala perencanaan ditemukan pada 1) menyatakan kompetensi dasar, 2) menyatakan tujuan pembelajaran dan 3) menyesuaikan kegiatan pemebelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. Kesulitan yang ditemukan dalam melaksanakan rencana pelajaran tersebut, terutama dalam 1) melaksanakan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan konteks pembelajaran, perbedaan siswa, tujuan belajar, dan pengetahuan siswa sebelumnya, dan 2) melaksakan apersepsi pembelajaran dan menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa 3) ketidakmampuan menggunakan media untuk membuat pesan informatif 4) ketidakmampuan untuk menjaga antusiasme siswa. Guru EFL disarankan untuk mempelajari pedoman Kurikulum 2013 dan bekerja kolaboratif dengan guru EFL lainnya.Kata Kunci : perencanaan, pengimplementasian, kendala The research aimed at 1) evaluating the teachers’ learning activities planning, 2) evaluating the teachers’ learning activities implementation, and 3) identifying and understanding the teachers’ constraints in EFL learning activity planning and implementation at the Senior Vocational School 1 Sawan. The three instruments administered to collect the data were namely 1) lesson plans prepared by the EFL teachers, 2) an observation checklist used to analyze the teachers’ ability in implementing such lesson plans, and 3) an in-depth interview for identifying constraints in planning as well implementation in the classrooms. The obtained data were analyzed descriptively for instructional meanings. The result shows the EFL teachers were able to design and implement such lesson plans based on the 2013 Curriculum. However, they were confronted with constraints. The planning constraints were found in 1) stating the basic competence, 2) stating the learning objectives and 3) designing learning adjusted to students’ characteristics. The difficulties were found in implementing such lesson plans, especially in 1) implementing learning activities adjusted to learning contexts, students’ differences, learning goals, and students’ prior knowledge, and 2) implementing the learning apperception and explaining the learning objectives to students’ 3) inability to use the media to create informative message 4) inability to maintain students enthusiasm. The EFL teachers are suggested to study the 2013 Curriculum guidelines and work collaborative with other EFL teachers.keyword : planning, implementing, constraint
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION PATTERN IN SINGARAJA MONTESSORI SCHOOL (SMS) ., Aldea Pramesti Angelina; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18871

Abstract

Interaksi antara siswa dan guru sangat penting didalam pembelajaran. Akan tetapi, tutur guru dan tutur siswa di dalam kelas tidak seimbang. Tutur guru lebih mendominasi tutur siswa, dan hal tersebut mengurangi kesempatan siswa untuk berbicara didalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola-pola interaksi dan pola dominan di Singaraja Montessori School (SMS). Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dalam bentuk analisis wacana dengan berpedoman pada kerangka analisis dari Ur (1996). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima pola yang muncul didalam kelas seperti, choral responses, closed-ended teacher questioning, individual work, student initiates – teacher answers, dan teacher talk. Closed-ended teacher questioning merupakan pola dominan di SMS. Pola-pola interaksi dihasilkan dari guru ke siswa, siswa ke guru, dan siswa ke siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa proses belajar-mengajar tidak selalu didominasi oleh guru. Para siswa mempunyai peranan aktif dalam berpartisipasi di kelas.Kata Kunci : interaksi kelas, kerangka analisis Ur (1996), metode Montessori, tutur guru dan tutur siswa, wacana kelas Interaction is really important in language teaching. However, the balance between teacher and students talk was not equal. Teacher talk dominated students talk and it decreased students’ chance to talk in the classroom. This study then aimed at identifying the interaction patterns found and the dominant pattern in Singaraja Montessori School (SMS). This study used descriptive qualitative method in form of discourse analysis by using Ur (1996) framework. The findings show that 1) the patterns of interaction emerge in the class are choral responses, closed-ended teacher questioning, individual work, student initiates – teacher answers, and teacher talk, 2) Closed-ended teacher questioning become the dominant pattern in SMS. The patterns of interaction are produced from teacher to student(s), student to teacher, and student(s) to student(s). These patterns are produced constantly. They show that teaching-learning process is not always dominated by the teacher. The students also actively participate in the class.keyword : classroom discourse, classroom interaction, Montessori Method, teacher talk and student talk.
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN STUDENTS' WRITING RECOUNT TEXT COMMITTED BY TENTH GRADE STUDENTS OF SMA N 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2018 ., Ni Nyoman Indah Ayu Maharani; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan-kesalahan tata bahasa pada tulisan recount yang dibuat oleh siswa-siswa di SMA N 4 Singaraja tahun ajaran 2018. Penelitian ini dilakukan melalui deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kesalahan tata bahasa yang dibuat oleh siswa. Subjek dari penelitian ini adalah 59 siswa dari kelas X MIPA 3 dan X MIPA 6. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah analisa dokumen dan wawancara. Selain itu, sumber dari kesalahan-kesalahn yang dibuat siswa adalah kesalahan intralingual, kesalahan interlingual, dan strategi komunikasi. Penelitian ini juga mengandung saran untuk para guru agar lebih perhatian pada kesulitan siswa dalam mengerti dan memberi banyak latihan. Strategi ini dapat membantuk siswa untuk lebih terbiasa dengan tata bahasa dari bahasa target.Kata Kunci : Tata Bahasa, Kesalahan, Tulisan This study aimed at analyzing of grammatical error in students’ writing recount text committed by tenth grade students of Sma n 4 Singaraja in academic year 2018. It was conducted through descriptive qualitative. This study is intended to find out the error committed by students. The subjects of this study were 59 students of X Mipa 3 and Mipa 6. The method were document analysis and interview. There were 340 errors which were classified into 15 types. Besides, the sources of those errors were intralingual error, interlingual error, and communication strategy. It is futher suggested for the teachers to pay more attention to students' difficulties in learning grammar. The teachers were expected to ask the students about which part were still difficult to understand and gave many practices. This strategy could help students to be more familiar with the grammar of targer language.keyword : Grammar, Error, Writing
An Analysis of Jargon Used by Housekeeping Staff at The Westin Resort Nusa Dua ., Ni Pt Repin Cemara Dewi; ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1)bentuk linguistic dari jargon yang di gunakan antara staff housekeeping di The Westin Resort Nusa Dua. (2) konten semantik dari jargon yang digunkan antara staff housekeeping di The Westin Resort Nusa Dua. (3) Fungsi dari jargon yang di gunakan antara staff housekeeping di The Westin Resort Nusa Dua. (4) konteks spesifik dari jargon yang digunakan antara staff housekeeping di The Westin Resort Nusa Dua. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah staff housekeeping di The Westin Resort Nusa Dua. Data pada penelitian ini didapatkan melalaui percakapan dari staff housekeeping di The Westin Resort Nusa Dua. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui merekam percakapan, menulis penjelasan dari percakpan, menganalisis percakapan, wawancara dan mengumpulkan dokumen housekeeping. Dalam penelitian ini instrument utama adalah peneliti, sebagai instrument utama peneliti menggunakan beberapa alat untuk mengumpulkan data seperti: perekam suara, kamera dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menununjukkan ada 145 jargon yang digunakan antara staff housekeeping di The Westin Resort Nusa Dua. Terkait dengan bentuk linguistik, jargon yang digunakan antara staff housekeeping yang diselediki berdasarkan proses pembentukan kata seperti singkatan 31, akronim 3, pinjaman 14, kliping 3, kata kerja 14, kata benda 18, kata sifat 7, frase kata benda 52, dan frase posisional 3. Konten semantik dari 145 jargon diselidiki berdasarkan makna teknis yang bukan makna leksikal. Fungsi dari jargon dibagi menjadi dua, pertama adalah memberikan bahasa teknis untuk komunikasi yang efisien 51 dan fungsi yang kedua adalah mendorong solidaritas kelompok 94. Berkaitan dengan konteks spesifik diamana jargon digunakan antara staff housekeeping di The Westin Resort Nusa Dua, data dikategorikan menjadi dua: pertama adalah memberikan informasi 94 dan kedua adalah memberikan instruksi 49. Kata Kunci : bahasa dan masyarakat, jargon, housekeeping This research aimed at analyzing the jargon used by the housekeeping staff at The Westin Resort Nusa Dua through the types, semantic content, function and the specific context in which it is used by the housekeeping staff. The data of this research was from the conversation among the housekeeping staff at The Westin Resort Nusa Dua. Data were collected by recording the conversation, transcribing the conversation, analyzing the conversation, interview and collecting the housekeeping’s files. In this research the main instrument is the researcher, as the main instrument the researcher was used some tools in obtaining the data such as: recorder, camera and interview guide. The study shows that there are 145 jargons which used among the housekeeping staff at The Westin Resort Nusa Dua. Related to the linguistic forms, jargon which used among the housekeeping staff was investigate based on the word formation process like abbreviation 31, acronym 3, borrowing 14, clipping 3, verb 14, noun 18, adjective 7, noun phrase 52, and proportional phrase 3. The semantic content of the 145 jargons was investigated based on the technical meaning which instead of lexical meaning. The data was divided into two functions of jargon, first is providing a technical language for efficient communication 51 and the second function is encouraging in group solidarity 94. Regarding with the specific context in which jargon used by housekeeping staff at The Westin Resort Nusa Dua, the data is categorized into two: first is giving information 94 and the second give instruction 49. keyword : language and society, jargon, housekeeping