cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
THE EFFECT OF PROJECT-BASED FLIPPED LEARNING ON WRITING COMPETENCE OF THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMA N 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Kadek Ari Yuliani; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13273

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Yang pertama adalah untuk menyelidiki tingkat kesiapan siswa kelas 11 SMA N 4 Singaraja terhadap pelaksanaan e-learning. Yang kedua adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja setelah menggunakan project based-flipped learning. Dan yang ketiga adalah mengamati persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran project based-flipped learning. Metode penelitian yang digunakan adalah Explanatory Sequential Mix Method Design. Populasi adalah siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja. Dua kelas digunakan sebagai sampel penelitian baik, dimana kelompok eksperiment diberikan pembelajaran berbasis project based-flipped learning dan kelompok control diberikan pembelajaran berbasis conventional teaching. Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan SPSS 22.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja siap melaksanakan pembelajaran berbasis e-learning. Selain itu, hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Hal itu dibuktikan dengan hasil analisis statistik deskriptif yang menunjukkan skor rata-rata kelompok eksperimen yaitu 79,75 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 73,10. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai t-observation (tobs) adalah 3,465 dan nilai t-critical value (tcv) adalah 2,024. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang diajar dengan menggunakan media konvensional. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis project-based flipped learning.Kata Kunci : Kesiapan terhadap penggunaan e-learning, pembelajaran berbasis project-based flipped learning, kompetensi menulis, persepsi terhadap project-based flipped learning. This present study had three aims. The first was to investigate the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja readiness level of the implementation of e-learning. The second was to determine whether there is a significant difference on writing competence of the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja after the implementation of Project based-flipped learning. And the third was to observe students’ perception toward the implementation of project-based flipped learning. The research design of this study was explanatory sequential mixed methods design. The population was the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja. Two classes were used as the sample of this study. One class was assigned to the experimental group and treated by using project based-flipped learning. Meanwhile, the other class was assigned to the control group and treated by using conventional teaching. The quantitative data that collected in this study were analyzed by SPSS 22.0. The result of the data analysis showed that the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja are ready for the implementation of e-learning. Besides, the result of the quantitative data analysis it showed the experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of a descriptive statistical analysis that showed the mean score of the experimental group was 79.75 while the mean score of the control group was 73.10. The result of the t-test also showed that the value of t-observed (tobs) was 3.465 and the value of t-critical value (tcv) was 2.024. It showed that the value of tobs was higher than the value of tcv. Therefore, it can be concluded that there was a significant difference on students writing competency between students taught by using Project based-learning and students taught by using conventional media. In addition, the result of the interview showed that the students’ had a positive perception toward the implementation of project based-flipped learning.keyword : E-learning readiness, project-based flipped learning, writing competence, students’ perception of project-based flipped learning.
DEVELOPING GUESSING GAME FOR TEACHING VOCABULARY TO THE FIFTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 5 KUBUTAMBAHAN ., Komang Gede Suardiyasa; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11181

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang menyangkut; Mengidentifikasi jenis kosa kata yang tepat untuk dikembangkan sebagai Guessing Game (GG) untuk pengajaran kosa kata ke kelas lima siswa SD Negeri 5 Kubutambahan. menganalisis kualitas dari Developing Guessing Game (GG) untuk mengajarkan kosakata ke kelas lima siswa SD Negeri 5 Kubutambahan. Penelitian ini mengikuti rancangan R & D yang diusulkan oleh Dick dan Carey (2005). Desain ini meliputi: analisis kebutuhan, analisis instruksional, lingkungan belajar dan pelajar, sasaran kinerja, rubrik penilaian, papan cerita, desain dan pengembangan, evaluasi formatif, revisi dan produk akhir. Subyek penelitian adalah siswa kelas lima dan guru SD Negeri 5 Kubutambahan. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, wawancara, review dokumen dan penilaian ahli. Data hasil observasi, kuesioner, wawancara dan kajian dokumen dianalisis dengan menggunakan Model Analisis Data Interaktif yang diajukan oleh Milles dan Huberman (1987). Hasil penilaian ahli dalam menganalisis kualitas permainan tebakan yang dikembangkan dianalisis dengan menggunakan Model Kesepakatan Interrater yang diajukan oleh Gregory (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada empat permainan menebak telah dikembangkan dengan empat tema berbeda yang bertujuan untuk digunakan sebagai media pengajaran kosakata pada semester pertama siswa kelas 5. Game menebak itu dirancang berdasarkan kriteria silabus bahasa Inggris kurikulum berbasis sekolah untuk semester pertama siswa kelas 5 dan juga berdasarkan kriteria aplikasi pendidikan oleh Lee & Cherner (2015). Produk permainan menebak dipresentasikan ke dalam CD dan buku panduan manual untuk guru. (2) kualitas keseluruhan permainan tebakan yang dikembangkan dari penilaian ahli dikategorikan sangat baik (2,73).Kata Kunci : guessing game, kosa kata, kelas lima This present study was a research and development (R&D) which concerned in; identifying the kinds of vocabulary were appropriate to be developed as Guessing Game (GG) for teaching vocabulary to the fifth grade of students of SD Negeri 5 Kubutambahan, analyzing the quality of the developed Guessing Game (GG) for teaching vocabulary to the fifth grade of students of SD Negeri 5 Kubutambahan. This study followed the R&D design proposed by Dick and Carey (2005). This design involves: need analysis, instructional analysis, learner and learning environment, performance objectives, assessment rubric, story board, design and develop, formative evaluation, revision and final product. The subjects of the study were students of fifth grade and the teacher of SD Negeri 5 Kubutambahan. the data were collected through observation, questionnaire, interview, document review and expert judgment. The data from the result of the observation, questionnaire, interview and document review were analyzed using Interactive Data Analysis Model proposed by Milles and Huberman (1987). The result of the expert judgment in analyzing the quality of the developed guessing game were analyzed using Interrater Agreement Model proposed by Gregory (2000). The result of the study shows that: (1) there were four guessing games have been developed with four different themes which were aimed to be used as a media for teaching vocabulary to the first semester of 5th grade students. Those guessing game were designed based on the criteria of English syllabus of school based curriculum for the first semester of 5th grade students and also based on criteria of educational app by Lee & Cherner (2015). The final of the guessing game were presented into CD and a manual guide book for teacher. (2) the overall quality of the developed guessing game from the judgment of experts was categorized as excellent (2.73).keyword : guessing game, vocabulary, fifth grade.
An Analysis of Culture Shocks of BIPA Students in UPT Bahasa ., Ni Nengah Intan Sariningsih; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.834 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13325

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalsis fenomena geger budaya yang dialami oleh siswa asing yang datang ke Bali untuk belajar tentang budaya Bali di UPT Bahasa Undiksha yang merupakan i salah satu tempat untuk belajar bagi para siswa asing. Di sana mereka belajar tentang budaya, bahasa,makanan khas Bali, dan lain-lain. Peneliti membatasi penelitian pada analisis fenomena geger budaya yang berhubungan dengan komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Desain dari penelitian ini adalah desain penelitian deskritif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga siswa asing yang belajar tentang budaya di ULB Undiksha Singaraja. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Selain itu peneliti juga mengumpulkan data dengan cara memberikan kuesioner kepada tiga siswa asing yang belajar di UPT Bahasa. Instrumen utama dari penelitian ini adalah peneliti sendiri. Instrumen-instrumen lain yang digunakan adalah pedoman wawancara, perekam suara, kuesioner dan catatan. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori dari Pedersen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada sebelas fenomena geger budaya yang ditemukan dalam komunikasi verbal dan lima fenomena dalam komunikasi nonverbal. Dari semua fenomena geger budaya, siswa mengalami geger budaya pada kebiasaan penduduk lokal,transportasi dan pasar tradisional. Selain itu para siswa asing mempunyai cara untuk mengatasi geger budaya tersebut seperti meminta informasi kepada penduduk lokal, mengikuti dengan hal yang sama, mecari solusi dengan cara mereka sendiri dan saling menghormati antar sesama budaya. Data dari hasil observasi, wawancara dan pemberian kuesioner menyatakan masalah dari siswa asing dalam beradaptasi dengan lingkukan baru selama belajar di UPT Bahasa Undiksha Singaraja dan tinggal di Bali. Kata Kunci : Kata kunci: Geger budaya, komunikasi verbal, dan komunikasi nonverbal Abstract This study aimed at analyzing the culture shock phenomena experienced by foreign students who come to Bali to study about culture especially in UPT Bahasa (Language Service Unite) Undiksha as one of the places for foreign students. In UPT Bahasa they study about culture, Bahasa Indonesia, Balinese food. The researcher limited her study to an analysis of the culture shock that is related to verbal communication and non-verbal communication. The design of this study was a qualitative research design. The subjects of this research were three foreign students who studied about Indonesian culture in UPT Bahasa Undiksha. The researcher collected the data by using semi structured interview and semi unstructured interview. The researcher also gave questionnaire to those three foreign students. The main instrument of this study was the researcher herself. Other instruments were interview guide, voice recorder, questionnaire, and note. The data in this research were analyzed with Pedersen’s theory. The result of this research showed that there were ten culture shock phenomena of verbal communication and five culture shock phenomena in non-verbal communication. From all the culture shock phenomena, the students experienced culture shock in the habit of local people, transportation and the traditional market. , The foreign students had some ways to overcome the culture shock such as by asking information to local people, trying to do something, thinking about the solution by themselves to overcome the culture shock, and respecting the different culture. The data from observation, interview and questionnaire revealed that the foreign students adapted to the new environment during their studies in UPT Undiksha and during their stay in Bali. keyword : Keywords: Culture shock, non-verbal communication, verbal communication.
THE USE OF JARGONS UTTERED BY FOOD AND BEVERAGE WORKERS AT PURI BAGUS LOVINA HOTEL ., Made Gede Viktor; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12130

Abstract

Dalam penelitian ini, penggunaan jargon yang diucapkan oleh para pegawai F&B servis di Puri Bagus Lovina Hotel diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dari jargon-jargon, arti dari jargon-jargon, dan fungsi dari jargon-jargon yang digunakan oleh pegawai tersebut. Sebuah desain penelitian yang digunakan dalam penyelidikan ini adalah pendekatan studi kasus. Tambahannya, teknik observasi, teknik rekaman, teknik transfer, dan teknik interview digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Hasil dari investigasi ini menunjukkan bahwa terdapat 104 jargon, yang termasuk: 6 singkatan, 1 akronim, 54 kata, dan 43 frase. Berhubungan dengan arti dari jargon-jargon yang digunakan, mereka mengenai arti-arti konotatif dari jargon-jargon yang diterapkan oleh para pegawai. Arti-arti tersebut terhubung dengan konteks-konteks tertentu dari jargon-jargon yang digunakan. Dalam kaitannya dengan fungsi dari jargon-jargon yang dipakai, ditemukan bahwa ada dua fungsi utama dari jargon-jargon tersebut, yaitu: ‘untuk berkomunikasi dengan efisien’ dan ‘untuk meningkatkan solidaritas internal group’. Jargon-jargon tersebut dikategorikan secara fungsional sebagai berikut; 7 jargon termasuk dalam fungsi jargon-jargon yang digunakan pertama, dan 97 jargon termasuk ke fungsi jargon-jargon yang digunakan kedua. Kata Kunci : jargon, pegawai F&B servis, Hotel Puri Bagus Lovina In this study, the use of jargons uttered by Food and Beverage (F&B) workers at Puri Bagus Lovina Hotel was investigated. The study aimed at investigating the forms of jargons, the meanings of jargons, and the functions of jargons applied by the F&B workers. The research design used in this investigation was case study approach. In addition, observation technique, recording technique, transferring technique, and interview technique were conducted to collect the data of this study. The result of this investigation shows that there were 104 jargons, which included: 6 abbreviations, 1 acronym, 54 words, and 43 phrases. In connection with the meanings of jargons used, they concerned the connotative meanings of jargons applied by the workers. The meanings were related to particular contexts of jargons implemented. In relation to the functions of jargons used, it was found that there were two main functions of jargons being used, namely: ‘to conduct an efficient communication’ and ‘to enhance in-group solidarity’. The jargons used by the workers were functionally categorized as follows; 7 jargons belonged to the first function of jargons used, and 97 jargons were in line with the second function of jargons used.keyword : jargon, food & beverage workers, Puri Bagus Lovina Hotel
The effectiveness of teacher and peer feedback techniques toward the writing achievement of the eleventh grade students of SMA Negeri 1 Gianyar ., I Kadek Dwi Armawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12156

Abstract

Feedback guru dan feedback teman sebaya berdasarkan penelitian sebelumnya merupakan teknik yang efektif untuk pembelajaran menulis kepada siswa EFL. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi keefektifan dari kedua teknik tersebut terhadap prestasi menulis dari siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Gianyar tahun akademik 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sampel ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, dimana dua kelas dipilih sebagai sampel dari penelitian. Melalui lotre, kelas XI MIPA 6 dan kelas XI MIPA 7 sebagai sampel dari penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data adalah test siswa (post-test) dan di bantu dengan rubrik penilaian menulis, tulisan siswa selama proses pengambilan data dan dibantu oleh rubric menulis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa feedback guru berkontribusi presentase lebih besar pada aspek ide, sedangkan feedback teman sebaya pada aspek mekanik. Kedua feedback tersebut juga berkontribusi positif pada grammar dan pilihan kata Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan SPSS 21.00 untuk Windows. Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimental adalah 85.46 dan nilai rata rata untuk grup control adalah 82.51. Berarti bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimental lebih baik daripada grup control. Jadi, dapat disimpulkan bahwa feedback teman sebaya lebih efektif dari feedback guru.Kata Kunci : feedback guru, feedback teman sebaya, prestasi menulis Teacher and peer feedback based on the previous studies are effective techniques for teaching writing to ELF students. This study aimed to verify the effectiveness of both techniques toward the writing achievement of eleventh grade students of SMA Negeri 1 Gianyar in the academic year 2017/2018. This study was descriptive quantitative and qualitative research. The samples were determined by using cluster random sampling technique, whereby two classes were selected as the samples. Through the lottery, the class of XI MIPA 6 and XI MIPA 7 were chosen as the sample of the study. The instruments used to collect the data were student’s post-test completed with a writing rubric, students writing during the treatment assessed by writing rubric. The result indicated that the teacher feedback contributes higher percentage to the idea aspect, while peer feedback to mechanics aspect. Yet, both feedbacks also contribute positively on organization and diction aspects. Additionally, the data were analyzed descriptively with the help of SPSS 21.00 for Windows The result of descriptive statistical analysis shows that the mean score of the experimental group was 85.46 while the mean score of the control group was 82.51. It means that the experimental group was better than the control group in terms of their writing achievement. So, it can be concluded that peer feedback was more effective than teacher feedback.keyword : teacher feedback, peer feedback, writing achievement
IDENTIFICATION OF ENGLISH TEACHERS' AND STUDENTS’ READINESS TO IMPLEMENT ICT BASED INSTRUCTION IN PUBLIC JUNIOR HIGH SCHOOLS OF BULELENG SUB DISTRICT ., Ni Made Dian Damayanti; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.772 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15055

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terintegrasi di dalam semua aspek pendidikan. Kurikulum di Indonesia yaitu kurikulum 2013 mengharuskan guru untuk menerapkan TIK di dalam kelas. Penggunaan TIK di dalam kelas sangatlah penting untuk memberikan siswa kesempatan belajar dan menerapkan keterampilan yang dibuperlukan untuk abad 21. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan guru bahasa Inggris dan siswa untuk menerapkan instruksi berbasis TIK pada SMP negeri di Kecamatan Buleleng dan untuk mengetahui jenis-jenis prasarana pendukung yang digunakan guru bahasa Inggris pada SMP negeri di kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara, hasil kuesioner dan wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Studi ini menunjukkan bahwa (1) guru bahasa Inggris dan siswa siap untuk menerapkan instruksi berbasis TIK dan 2) Laptop, LCD dan speaker adalah jenis-jenis prasarana pendukung yang paling sering digunakan oleh guru Bahasa InggrisKata Kunci : Kesiapan, TIK Information and Communication Technology (ICT) is integrated in all aspects of education. In Indonesia, the curriculum which is known as curriculum 2013 requires teacher to implement ICT in the classroom. The use of ICT in the classroom is important for giving students opportunities to learn and apply the required 21st century skills. Therefore, this study aimed at identifying the English teachers’ and students’ readiness to implement ICT based instruction in public junior high schools of Buleleng sub district and to describe kinds of infrastructures that use as supporting tools by the English teachers in public Junior high schools of Buleleng sub district. This study was a descriptive qualitative study. This study was done by using a descriptive qualitative method. The data of the research was collected by using questionnaire and interview, the result of questionnaire and interview were analyzed by using descriptive analysis. The study showed that (1) the English teachers and students were ready to implement ICT based instruction and 2) Laptop, LCD and speaker were kinds of infrastructures that mostly use as supporting tools by the English teacherskeyword : Readiness, ICT
DEVELOPING E- LEARNING ENGLISH MATERIAL OF FRONT OFFICE SUBJECT FOR ELEVENTH GRADE STUDENTS AT SMKN 2 SINGARAJA ., Gusti Ayu Made Dwi Adi Susanti; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11242

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk: (1) mengembangkan materi Bahasa Inggris dalam bentuk e-learning untuk pelajaran Front Office bagi siswa kelas 11 jurusan Akomodasi Perhotelan di SMK N 2 Singaraja; (2) mengukur kualitas produk e-learning. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan oleh Lee & Owen (2004). Data penelitian dikumpulkan melalui analisis wawancara, observasi, dokumen, angket, uji ahli dan uji lapangan. Hasil data dari analisis wawancara, observasi, dokumen, dan angket dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, data dari uji ahli dianalisis dengan menggunakan Interrater Agreement Model, dan data dari studi lapangan dianalisis melalui hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas 11 dalam pelajaran Front Office membutuhkan materi Bahasa Inggris khusus dalam bentuk e-learning dan dapat diintegrasikan dengan menggunakan Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK); (2) materi Bahasa Inggris khusus dalam bentuk e-learning dikategorikan sebagai materi berkualitas tinggi berdasarkan validitas isi dan uji lapangan. Kata Kunci : R & D, e-learning, Front Office This study is research and development study. This study aimed at developing good E-Learning English of Front Office Subject for Eleventh Grade Students at SMKN 2 Singaraja, and knowing the quality of e-learning product. This study was done by using the research and development design of Lee & Owen (2004). The data of the research was collected by using interview analysis, observation analysis, document analysis, questionnaire, expert judgments, and field test. The result of interview analysis, observation analysis, document analysis, and questionnaire were analyzed by using descriptive analysis, the data of expert judgments were analyzed by using Inter-rater Agreement Model, and the result of field study were analyzed by using questionnaire result. The study showed that (1) the students need English material that appropriate with their major department and appropriate with their career target in the future; (2) the e- learning English materials of Front Office subject for eleventh grade students at SMKN 2 Singaraja categorized as high quality based on content validity and field test. keyword : R & D, e-learning, Front Office
A STUDY OF MORPHOLOGICAL PROCESSES ON BALINESE DIALECT OF KEDISAN ., Ni Kadek Winda Arianti; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.874 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses morfologi dialek Bahasa Bali di Kedisan yang meliputi afiksasi, kata majemuk, pengulangan kata, pemotongan kata, dan kata pinjaman. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian deskripsi. Penelitian ini mengunakan tiga ranah dalam mengumpulkan data yang meliputi ranah keluarga, ranah tetangga, dan ranah pertemanan. Data didapatkan dengan menggunakan empat tehnik yang meliputi observasi, interview, rekaman, dan elisitasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat enam proses morfologi dalam dialect Bahasa Bali yang diucapkan oleh penduduk di Kedisan Kelod. Morfologi proses meliputi afixasi, kata majemuk, pengulangan kata, pemotongan kata, dan kata pinjaman. Penelitian ini menemukan tiga proses afiksasi meliputi awalan, akhiran, awalan – akhiran. Affiksasi ini mengalami dua proses yakni proses derivasi dan proses infleksi. Terdapat 3 awalan derivasi me-}, {a-}, dan {ng-}, dua akhiran derivasi {-ang} dan{-in}, dan awalan – akhiran derivasi {pe-an}. Disamping itu juga, terdapat empat awalan infleksi {me-}, {ke-}, {N-}, dan{ng-}, empat akhiran infleksi {-ne}, {-e}, {-ang}, dan {-an}, dan satu awalan – akhiran infleksi {ke-an}. Penelitian ini juga menemukan dua jenis pengulangan kata yaitu pengulangan kata persis dan pengulangan kata ablaunt. Disamping itu, ditemukan juga kata majemuk, pemotongan kata, dan kata pinjaman.Kata Kunci : Proses morfologi, afiksasi, kata majemuk, pengulangan kata, pemotongan kata, dan kata pinjaman. This study aimed at analyzing a morphological process on Balinese dialect of Kedisan which covered affixation, compounding, reduplication, clipping, and borrowing. The subjects of this study was Kedisan villagers especially in Banjar Kedisan Kelod. This study is a descriptive qualitative research. In this case, three domains are used in collecting the data which covered family domain, neighbor domain, and friendship domain. The obtained data were collected based on four techniques, namely observation, interviewing, recording, and elicitation. The results of this study show that there were five kinds of morphological process on Balinese Dialect of Kedisan. The morphological processes are affixation, compounding, reduplication, clipping, and borrowing. There were three kinds of affixation found in Balinese dialect of Kedisan. Those are prefixes, suffixes, and circumfixes. These affixes have two roles called derivational affixes and inflectional affixes. There were three derivational prefixes {me-}, {a-}, and {ng-}, two derivational suffix {-ang} and{-in}, and one derivational circumfix {pe-an}. In addition, there were four inflectional prefixes {me-}, {ke-}, {N-}, and {ng-}, four inflectional suffixes {-ne}, {-e}, {-ang}, and {-an}, and one inflectional circumfix {ke-an}. Reduplication includes exact reduplication and ablaut reduplication. There are some words found as compound word, clipping, and borrowing. Key words: Morphological process, affixation, compounding, reduplication, clipping, borrowing keyword : Morphological process, affixation, compounding, reduplication, clipping, borrowing
AN ANALYSIS OF ERRORS IN THE USE OF GRAMMATICAL COHESIVE DEVICES BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 SERIRIT IN THEIR NARRATIVE WRITING ., I Gusti Agung Putu Samiasri; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12173

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perangkat kohesif gramatikal yang digunakan oleh siswa dalam teks naratif, kesalahan dan sumber kesalahan dalam perangkat kohesif gramatikal yang dilakukan oleh siswa dalam teks naratif mereka di SMP Negeri 1 Seririt. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Ada 30 tulisan naratif yang ditulis oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seririt, yang dianalisis dengan menggunakan teori dari Halliday dan Hasan (1976). Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teori Halliday dan Hasan tentang perangkat kohesif gramatikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 738 item kohesif gramatikal yang digunakan oleh siswa. Referensi adalah item yang paling dominan digunakan oleh siswa, dan diikuti oleh penggunaan kata penghubung dan elipsis. Penggunaan substitusi tidak ditemukan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada 69 kesalahan yang diidentifikasi pada tulisan siswa tersebut termasuk kesalahan penggunaan referensi dengan 43 kejadian (62,31%) dan kata penghubung dengan 26 kejadian (37,68%). Sumber kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah factor interlingual dan factor intralingual.Kata Kunci : perangkat kohesif gramatikal, penulisan naratif, kesalahan, sumber kesalahan The aim of this study was to find out the grammatical cohesive devices used by the students in their narrative texts, the errors and the sources of error in grammatical cohesive devices committed by the students in their narrative texts in SMP Negeri 1 Seririt. This study was a descriptive qualitative study. There were 30 narrative writings written by the eighth grade students of SMP Negeri 1 Seririt, which were analyzed using the theory from Halliday and Hasan (1976). The data obtained were analyzed qualitatively by using Halliday and Hasan’s theory of grammatical cohesive devices. The result of this study showed that there were 738 grammatical cohesive items used by the students. The reference was the most predominant item used by the students, and it was followed by the use of conjunction and ellipsis. The use of substitution was not found. The result also showed that there were 69 errors identified in those students’ writings including errors on the use of reference with 43 occurences (62.31%) and conjunction with 26 occurences (37.68%). The sources of error found in this study were interlingual transfer and intralingual transfer.keyword : grammatical cohesive devices, narrative writing, errors, source of errors
AN ANALYSIS OF AUTHENTIC MATERIALS USED BY SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS IN SINGARAJA ., Yogi Mahendra; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.965 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15065

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2017 dengan melibatkan tiga orang guru bahasa Inggris di tiga sekolah menengah atas dan kanjuruhan di Singaraja. Penelitian ini dilakukan di tiga kelas. Penelitian ini terkait dengan jenis materi autentik yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris dan implementasi materi autentik tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu tentang jenis materi autentik yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris di Singaraja dan implementasi materi autentik tersebut di kelas. Data diambil dari semua elemen proses belajar mengajar antara guru dan siswa, dan pendukung laiinya yaitu beberapa buku dan rpp. Penilitian ini menggunakan metode deskriptif yang menggunakan wawancara, dokumentasi dan obsrvasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang tidak mencakup perhitungan dan langkah-langkah statistik. Hasil dari pelitian ini yaitu ada tiga macam materi autentik yang digunakan oleh guru yaitu cartoon movie, brochure, dan short animated video. Dalam penelitian ditemukan bahwa penggunaan materi autentik sangat efektif dalam proses belajar – mengajar serta mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Kata Kunci : autentik material, Guru Bahasa Inggris This study was conducted on October 2017 by involving three English teachers at three Senior High School in Singaraja. This research was observed in three classrooms. The research focuses on the kind of authentic materials used by English teachers and the implementation of authentic materials in teaching and learning process. The purpose of this research is to identify kinds of authentic materials used by English teachers and the implementation of authentic materials in teaching and learning process. The data are taken from all elements of teaching-learning process committed by the teacher and the students and other sources such as books, and lesson plan. The method of collecting data is descriptive method by employing interview, documentation and observation. This research is descriptive research which does not include any calculation or statistic procedure. The result of the research is there are three kinds of authentic material used by the teacher that is cartoon movie, brochure, and short animated video. This research also found that the use of authentic material is very effective in teaching and learning process and able to increase students' motivation in learning English.keyword : Authentic Materials, English teacher