cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
THE EFFECT OF BIG BOOK AS A MEDIA ON STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT FOURTH GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL IN SD LABORATORIUM UNDIKSHA IN ACADEMIC YEAR 20016/2017 ., Luh Putu Ayu Wijayanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman bacaan siswa yang diajar dengan menggunakan buku besar dan mereka yang diajar oleh media konvensional. Rancangan penelitian penelitian ini adalah Quasi Experimental of Posttest Only Control Group Study. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Laboratorium Undiksha Singaraja. Dua kelas digunakan sebagai sampel penelitian ini. Mereka ditugaskan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan undian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa, skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 83,56 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 76,19. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa t-diamati melebihi nilai t-kritis (4,088> 2,042). Dengan demikian, hipotesis nol ditolak, artinya ada pengaruh signifikan dari buku besar sebagai media pembacaan bacaan siswa kelas IV SD SD Undiksha Singaraja.Kata Kunci : Big Book, Pemahaman membaca, Pelajar Pemula This study aimed at investigating whether or not there was any significant effect on students’ reading comprehension who were taught by using big book and those who were taught by conventional media. The research design of this study was Quasi Experimental of Posttest Only Control Group Study. The population of this study was fourth grade students of SD Laboratorium Undiksha Singaraja. Two classes were used as the sample of this study. They were assigned as experimental group and control group by lottery. The obtained data were then analyzed descriptively and inferentially. From the results, it can be seen that, the mean score of the experimental group was 83.56 while the mean score of the control group was 76.19. The result of the t-test also showed that the t-observed exceeded the t-critical value ( 4.088 > 2.042 ). Thus, the null hypohesis was rejected, which means that there was significant effect of big book as a media on students’ reading comprehension at fourth grade of elementary school in SD Laboratorium Undiksha Singaraja.keyword : Big Book, Reading comprehension, Young learners
THE EFFECT OF ICT-BASED INTERACTIVE GAME ON ACHIEVEMENT MOTIVATION AND ENGLISH ACHIEVEMENT OF 6th GRADE STUDENTS IN PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL IN CLUSTER 4 OF SUKASADA DISTRICT, BULELENG REGENCY IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Putu Ratna Puspitadewi; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari permainan interatif berbasis ICT terhadap motivasi prestasi, prestasi Bahasa Inggris, dan secara simultan terhadap motivasi prestasi dan prestasi Bahasa Inggris siswa. Penelitian experimental ini mengambil 174 siswa sekolah dasar sebagai populasi di gugus 4 kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Tahun Akademik 2016/2017, dimana 44 siswa yang melibatkan 22 siswa dari SD Negeri 3 Sukasada menjadi kelompok kontrol dan 22 siswa dari SD Negeri 4 Sukasada sebagai kelompok eksperimen. Mereka dipilih sebagai sampel penelitian melalui teknik random sampling. Data telah dikumpulkan melalui kuisioner motivasi prestasi dan post-test. Data tersebut dianalisis menggunakan ANAVA dan MANOVA satu jalur dengan SPSS 22.0. hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, siswa yang diajarkan permainan interaktif berbasis ICT memiliki motivasi prestasi yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan teknik konvensional, kedua, siswa yang diajarkan permainan interaktif berbasis ICT memiliki prestasi Bahasa Inggris yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan teknik konvensional, ketiga terdapat pengaruh simultan dari permainan interaktif berbasis ICT terhadap motivasi prestasi dan prestasi Bahasa Inggris siswa.Kata Kunci : Motivasi Prestasi, Permainan Interaktif Berbasis ICT, Prestasi Bahasa Inggris, pelajar pemula This research purposed to investigate whether or not there was a significant effect on the use of ICT based interactive game on students’ achievement motivation and English achievement of the 6th grade of primary school. This quasi-experimental research implemented post-test only control group design. The population of this research was all the 6th grade of primary school in cluster 4 in Sukasada district. This research administered cluster random sampling to determine the sample of this research. As the result of administering cluster random sampling, the sample of this study was 22 students of 6th grade students in SD Negeri 3 Sukasada as the experimental group and 22 students of 6th grade in SD Negeri 4 Sukasada as the control group. The data were gathered by achievement motivation questionnaire and a post-test for both group. Then the data were analyzed by using one-way ANOVA and MANOVA assisted by SPSS 22.0. The findings show that, first, the students who were taught by ICT-based interactive game achieved better achievement motivation than those who were taught by conventional teaching, second, the students who were taught by ICT-based interactive game achieved better English achievement than those who were taught by conventional teaching, and third, the was a simultaneous effect of ICT-based interactive game on students’ achievement motivation and English achievement.keyword : ICT-based interactive game, achievement motivation, English achievement, young learners
A COMPARATIVE STUDY OF AMERICAN AND BALINESE SWEARWORDS ., Km Triyunita Yani; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.159 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan bahasa kasar, Amerika dan Bali. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang mana dilaksanakan melalui studi pustaka, observasi, dan metode introspektif. Subyek penelitian ini adalah orang Bali asli dan film Amerika. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persamaan bahasa kasar Amerika dan Bali dilihat dari bentuk, referensi, dan fungsinya. Terdapat tiga bentuk dari bahasa kasar: (1) dalam bentuk kata, yang mana juga terbagi menjadi dua: monomorfemik {Bahasa Bali (pirate, pletan, dll), Bahasa Amerika (dick, pussy, cock, dll)} dan polimorfemik {Bahasa Bali (matan, polone, dll.), Amerika(fucker, fucking, dll.)}, (2) dalam bentuk frasa {Bahasa Bali (ndas teli, lengeh buah dll.), Amerika (fucking crazy, shut up, dll.)}, (3) dalam bentuk klausa {Bahasa Bali(lengeh ti cai, gebuh bungut nannie, dll.), Amerika (what the hell it is, fuck your mouth, dll.)}. Referensi dari bahasa kasar mengacu kepada: (1)agama, (2)jenis kelamin, (3)kotoran, (4)hewan, (5)latar belakang personal, (6) penyakit kejiwaan, dan (7) aktifitas sex. Fungsi dari bahasa kasar tersebut adalah : (1) untuk menarik perhatian, (2) untuk menyampaikan kekesalan/stress, (3) untuk memprovokasi, (4) untuk membentuk identitas interpersonal, (5) integrative, (6) agresif, (7) regresif, dan (8) penekanan. Perbedaanya dari bahasa kasar Amerika dan bahasa Kasar Bali sangat jelas terlihat, bahasa kasar Bali hanya digunakan oleh orang Bali, begitu juga sebaliknya. Kata Kunci : bahasa kasar, bentuk, fungsi, referensi This study aimed in comparing swearwords, Balinese with American. The design of this research was a descriptive research, observing, and introspective method. The subjects of this study were original Balinese and American movie. The results of the study show that the similarities of the Balinese and American swearwords can be seen by their forms, references, and functions. There are three forms of swearwords: (1) in the form of word, which also are subdivided into two: monomorphemic {Balinese (pirate ‘ancestor’, pletan ‘male genital’ etc.), American (dick, pussy, cock, etc)}, and polymorphemic {Balinese (matan ‘eyes’, polone ‘brain’, etc.), American (fucker, fucking, etc.)}, (2) in the form of phrases {Balinese (ndas teli ‘female genital’, lengeh buah ‘so crazy’, etc.), American (fucking crazy, shut up, etc.)}, (3) in the form of clauses {Balinese (lengeh ti cai ‘ you are so crazy’, gebuh bungut nanine ‘you are a liar’, etc.), American (what the hell it is, fuck your mouth, etc.)}. The references of the swearwords were related to: (1) religion, (2) sex, (3) excrement, (4) animals, (5) personal background, (6) mental illness, (7) sex activity. The functions of those swearwords were: (1) to draw attention, (2) to provide catharsis, (3) to provoke, (4) to create interpersonal identity, (5) integrative, (6) aggressive, (7) regressive, and (8) emphasis. The differences of the American and Balinese swearwords are clearly seen; Balinese swearwords are only used by Balinese, vice versa.keyword : swearwords, forms, functions, references
DEVELOPING A STANDARD ENGLISH LANGUAGE FINAL ACHIEVEMENT TEST INSTRUMENT FOR ELEVENTH GRADE STUDENTS IN BANGLI AND BULELENG REGENCIES IN 2014/2015 ACADEMIC YEAR BASED ON CURRICULUM 2013 ., I Dw Ayu Okky Widyarini Laras; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12399

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) yang didasari oleh model penelitian dan pengembangan yang digagas oleh Borg dan Gall (2003). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah tes akhir prestasi belajar siswa kelas 11 dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, terutama dalam pemahaman membaca, yang standar berdasarkan kurikulum 2013. Subyek dari penelitian ini ialah para siswa di kelas XII MIA 2 di SMA Negeri 2 Singaraja di Kabupaten Buleleng dan para siswa di kelas XII MIA 1 di SMA Negeri 1 Bangli di Kabupaten Bangli. Obyek dari penelitian ini adalah 100 soal yang berbentuk soal pilihan ganda yang diteskan kepada para siswa di kedua sekolah tersebut. Adapun langkah-langkah yang diterapkan dalam pengembangan tes ini, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal sebelum diteskan kepada siswa, (5) perbaikan dari produk awal, (6) uji coba dengan melibatkan siswa, (7) perbaikan dari produk awal menjadi produk akhir. Soal-soal diteskan di kedua kelas tersebut dan hasil dari tes dianalisa dengan menggunakan program Anatest 4.0 mengenai validasi, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, homogenitas dan kualitas daya pengecoh dari jawaban soal. Hasil dari penelitian ini merupakan buku bank soal yang mana dari 100 soal terdapat 73 soal yang dikategorikan sebagai soal yang valid dan standar di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Penelitian dan Pengembangan (R&D), pemahaman membaca, tes standar, validitas dan reliabilitas This research is a research and development (R&D) following the R&D model proposed by Borg and Gall (2003). This research aimed at developing a Standard English Language final achievement test, specifically about the reading comprehension, for eleventh grade students based on curriculum 2013. The subject of this study were the students of Class XII MIA 2 in SMA Negeri 2 Singaraja in Buleleng Regency and the students of Class XII MIA 1 in SMA Negeri 1 Bangli in Bangli Regency. The object of the study was 100 test items in form of multiple-choice test that were tested to the students in the two schools. The steps taken to develop the test were (1) research and information collection, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) preliminary field testing, (5) main product revision, (6) main field testing, and (7) operational product revision. The test items were tried-out in the two classes and the results were analyzed by using Anatest 4.0 version application in term of validity, reliability, index of discrimination, index of faculty, homogeneity and the quality of distractor. The result of the study was the final product of test in form of bank question book where from 100 items, there was 73 items considered as valid and standard in both Bangli and Buleleng Regency.keyword : Research and development (R&D), reading comprehension, standard test, validity and reliability
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGIES USED BY RECEPTIONISTS AT "PURI BAGUS HOTEL" ., Ni Kadek Fiona Yunita Dewi; ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi-strategi kesantunan yang di gunakan oleh resepsionis di Hotel Puri Bagus. Peneliti dalam penelitian ini merupakan instrument utama yang di gunakan dalam mengumpulkan data. Dengan merekan percakapan antara reseptionis dan tamu hotel, mencatat informasi terkait situasi penelitian, dan mewawancarai subjek penelitian. Strategi kesantunan di analisis berdasarkan teori kesantunan Brown & Levinson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kesantuanan yang di gunakan oleh resepsionis ketika berbicara dengan tamu hotel adalah tanpa strategi, strategi kesantunan positif/keakraban, strategi kasantunan negative/formalitas, dan strategi tidak langsung/tersamar. Umumnya, tanpa strategi, startegi kesantunan positi/keakraban, strategi kesantunan negative/formalitas lebih sering di gunakan dibandingkan dengan startegi tidak langsung/tersamar. Adapun berbagai alsan yang di ungkapkan mengapa resepsionis menggunakan strategi-strategi tersebut. Adapun alasan resepsionis ketika berbicara dengan tamu hotel cenderung tidak menggunakan strategi, menggunakan strategi kesantunan positif/keakraban, strategi kesantunan negatif/formalitas di bandingkan dengan strategi tidak langsung/tersamar di karenakan ketika mereka dapat berbicara secara lugas, langsung dan tanpa adanya ambuguitas para tamu hotel akan merasa puas dan nyaman untuk berkomunikasi namun jika mereka menggunakan strategi tidak langsung/tersamar akan membuat tamu hotel merasa tidak puas dan tidak nyaman ketika berbicara dengan resepsionis hotel. Kata Kunci : Tidak menggunakan strategi, Strategi Kesantunan, Resepsionis. This study aimed at explaining the types of politeness strategies used by receptionists at Puri Bagus Hotel. The researcher was the key instrument in this study that collected the data. By audio-recording the conversation between receptionists and guests, taking note of the phenomena and interviewing the subjects of the study. The subjects of the study were the receptionists who talked to hotel guests. The politeness strategies used by receptionists were analyzing based on Brown & Levinson’s theory of politeness. The results of this study show that the strategies used by receptionists when talk to hotel guests are bald on record politeness, positive politeness, negative politeness, and off record. Mostly, bald on record politeness, positive politeness strategy, and negative politeness are often used in similar frequency and off record strategy are rarely use when they talked to hotel guests. There are many reasons why the receptionists use those strategies. The receptionists ‘reasons of using the bald on record, positive politeness and negative politeness most frequently than off record because when they could speak directly and politely without any ambiguity they could make guests satisfy but if they used off-record it made the guests uncomfortable in doing communication with the receptionists and the guests felt unsatisfied.keyword : Bald on record, Politeness Strategies, Receptionists.
THE MORPHOPHONEMIC CHANGE OF BORROWED ENGLISH WORDS IN INFO KOMPUTER MAGAZINES ., KADEK WAHYUTRIYUNI; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14847

Abstract

Penelitian ini menganalisa tentang perubahan morfofonemik dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia yang digunakan dalam majalah-majalah Info Komputer. Majalah-majalah yang digunakan adalah edisi-edisi spesial. Majalah-majalah tersebut dipublikasikan sekitar tahun 2014 sampai 2017. Penelitian ini merupakan content analysis karena data didapatkan dari majalah-majalah. Penelitian ini memakai model Interactive Data Analysis oleh Miles and Huberman (1994). Ada beberapa langkah-langkah untuk penelitian ini seperti, (1) Membaca, menandai, dan mengurutkan kata-kata yang dipinjam, (2) menerjemahkan kata-kata yang dipinjam, meletakkannya dalam tabel-tabel, dan menganalisis perubahan morfofonemik berdasarkan teori oleh Nida (1949), dan (3) menarik kesimpulan dari penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima jenis dari perubahan morfofonemik seperti, lima proses perubahan asimilasi, sepuluh proses penghilangan fonem konsonan, tiga proses penghilangan fonem vokal, satu proses perubahan palatalisasi, dan satu proses perubahan nasalisasi. Kata Kunci : kata-kata yang dipinjam, perubahan bahasa, perubahan morfofonemik This study analyzed the morphophonemic change of English words into Indonesian words which were used in Info Komputer magazines. The magazines which were used were special editions. The magazines were published around the years 2014 until 2017. This study was content analysis since the data were obtained from magazines. This study used Interactive Data Analysis model of Miles and Huberman (1994). There were three steps for this study such as (1) reading, marking, and listing the borrowed words, (2) transcribing the borrowed words, putting the words into tables and analyzing the morphophonemic change based on the theory of Nida (1949), and (3) drawing the conclusion of the study. The result of the study showed that there were five types of morphophonemic change such as five processes of assimilation, ten processes of loss of consonant phonemes, three processes of loss of vowel phonemes, one process of palatalization, and one process of nasalization.keyword : borrowed words, language change, morphophonemic change
TYPES OF FIGURES OF SPEECH USED IN THE TOURISM COMPANIES'WEB ADVERTISEMENT ., I Kadek Yogi Sancaya; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.10628

Abstract

Studi ini merupakan sebuah studi deskriptif kualitatif yang menganalisa tentang penggunaan majas (figure of speech) oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang pariwisata dalam penulisan headline iklannya yang ditemukan pada alamat website perusahaan tersebut. 75 headline yang berasal dari 72 perusahaan jasa pariwisata terkemuka di Bali dipilih sebagai obyek penelitian dalam studi ini. Seluruh data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan analisis dari isi iklan tersebut dan tabel persentase yang bertujuan untuk menentukan jenis majas yang paling banyak digunakan pada headline iklan-iklan pariwisata yang dimaksud. Kategori majas yang digunakan sebagai acuan penelitian pada studi ini adalah berdasarkan klasifikasi majas yang dikemukakan oleh Corbett (1961). Hasil studi menunjukkan bahwa kebanyakan dari perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan majas dalam penulisan headlinenya. Kategori trope dan grammatical structure/scheme banyak muncul pada data. 48% majas yang yang digunakan pada headline tergolong kedalam kategori tropes, sedangkan 52% merupakan kategori schemes. Kategori majas yang banyak digunakan iklan tersebut adalah tropes khususnya metaphor (10.7%), hyperbole (9.3%), dan personification (6.7%). Jenis majas lain yang juga sering digunakan adalah schemes seperti asyndeton (6.7%), assonance (5.3%), end rhyme (5.3%), internal rhyme (4%), polyptoton (4%), dan ellipsis (4%). Faktor penentu yang menyebabkan majas sering digunakan pada penulisan headline oleh para penerbit iklan adalah karena majas dapat memberi efek ‘prosaik’ yang dapat mempengaruhi pikiran para pembaca. Hal ini dipercaya dapat menarik minat pembaca untuk membeli produk yang diiklankan. Sebagai unsur penting dalam penulisan headline sebuah iklan, majas dianjurkan untuk diteliti lebih mendalam dalam penelitian-penelitian yang sama selanjutnya, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan kegiatan promosi produk-produk pariwisata. Hal ini dipercaya dapat memberi keuntungan bagi pengguna jasa iklan dan praktisi yang bergerak dibidang pariwisata.Kata Kunci : headline, iklan ,majas This present study was a descriptive qualitative study which concerned in analyzing the used of figures of speech in tourism companies’ advertisement found in web-sites. There were 75 ads-headlines which randomly selected from 72 leading tourism companies in Bali were used as the objects of the study. The data were analyzed descriptively by providing content analysis and a percentage table which were intended to find out the executional factors and the prominent types of figures used in the headlines. The figures examined in this study, were based on Corbett’s (1961) classification. The results showed that most of tourism companies in Bali used various types of figures in their headline. The figures of trope and grammatical structure/ scheme appeared almost evenly in the data. There were 48% figures belonged to the category of tropes, while the rest, 52% belonged to the schemes. The most prominent figures used on the advertisements were the category of tropes, particulary metaphor (10.7%), hyperbole (9.3%), and personification (6.7%). Other figures, as the part of schemes were also frequently used, such as asyndeton (6,7%), assonance (5.3%), end rhyme (5.3%), internal rhyme (4%), polyptoton (4%), and ellipsis (4%). The executional factor by which the figures commonly applied by the ads-publishers in headline was determined by the extended ‘prosaic’ effect of those kinds of figurative language to the reader’s mind. This phenomenon might impact on the readers’ curiosity to get in the products sale. As the most pominent element used in headline advertisement, figures of speech were recommended to be intensely examined by further researchers or tourism practitioners, especially in dealing with promotional activities or products campaign. It is believed that this concern might give benefits to ads users and practitioners of tourism industry. keyword : advertisement, figures of speech, headline
An analysis of jargon used by waiters and waitresses in food and beverage at Krisna Beach Street Singaraja. ., Putu Sutarma; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan jenis jargon, makna dan fungsi jargon yang digunakan oleh para pelayan dan pramusaji di Jalan Pantai Krisna Singaraja. Dalam menganalisa jargon, teori ini didukung oleh teori Allan & Burridge (2006), Chaer & Agustina (2010) dan Yule (2006). Analisis ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pelayan laki-laki dan pelayan wanita di departemen makanan dan minuman di Krisna Beach Street Singaraja. Teknik pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Ditemukan jenis jargon yang digunakan oleh pelayan dan pramusaji, seperti singkatan 6 (26%), pinjaman 5 (21%) dan kata 17 (73%). Ditemukan bahwa artinya 28 jargon digunakan oleh para pelayan dan pramusaji di Krisna Beach Street. Dalam fungsi jargon, teori ini didukung oleh teori Allan & Burridge (2006) dan Ivess (1999) menemukan dua jargon fungsi yang digunakan oleh pelayan dan pelayan, (1) jargon sebagai bahasa yang efisien dan efektif dalam komunikasi dan (2) Jargon sebagai Identifikasi kelompokKata Kunci : jargon, food and beverage department , waiters and waitresses dan Krisna Beach Street This study aimed at analyzing and describing the types of jargon, meaning and function of jargon used by the waiters and waitresses in Krisna Beach Street Singaraja. In analyzing jargon, it was supported by theories from Allan & Burridge (2006), Chaer & Agustina ( 2010) and Yule (2006). This analysis used qualitative method. The subjects of this study were waiters and waitresses of the food and beverage department at Krisna Beach Street Singaraja. The technique of data collection was observation, documentation and interview. It was found types of jargon used by waiters and waitresses, such as abbreviation 6 (26 %) , borrowing 5 (21 %) and word 17 (73 % ). It was found that meaning 28 jargons used by the waiters and waitresses in Krisna Beach Street. In function of jargon, it was supported by theories from Allan & Burridge ( 2006) and Ivess( 1999) it found two functions jargons used by waiters and waitresses, (1) jargon as efficient and effective language in communication and ( 2) Jargon as group identification. keyword : jargon, food and beverage department , waiters and waitresses dan Krisna Beach Street
CULTURE SHOCK EXPERIENCED BY DUTCH TOURISTS IN KALIBUKBUK VILLAGE ., Gede Ari Suyasna Putra; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti fenonema gegar budaya yang dialami oleh turis Belanda dan bagaimana cara mereka mengatasi gegar budaya mereka di Desa Kalibukbuk. Peneliti membatasi pada penelitian gegar budaya yang berhubungan dengan komunikasi lisan dan komunikasi tidak lisan. Penelitian sekarang ini adalah sebuah studi kasus dengan desain penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga turis Belanda yang tinggal di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan wawancara yang terstruktur dan tidak struktur dari tiga turis Belanda di Desa Kalibukbuk. Instrumen utama dari penelitian ini adalah peneliti sendiri, pedoman wawancara, perekam suara dan catatan. Teori dari Pederson yang digunakan didalam menganalisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada sepuluh fenomena gegar budaya didalam komunikasi lisan dan sepuluh didalam komunikasi tidak lisan. Dari semua gegar budaya, sebagian besar turis Belanda mengalami gegar budaya tentang transportasi. Selain itu, ada empat cara dari turis Belanda untuk mengatasi gegar budaya seperti meminta orang lokal untuk menjelaskan, mencoba untuk melakukan hal yang sama, berpikir solusi dengan cara mereka dan menghormati perbedaan budaya. Data dari observasi dan wawancara menyatakan masalah dari turis Belanda didalam meniru budaya baru di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Kata Kunci : gegar budaya, komunikasi tidak lisan, komunikasi lisan This study aimed at investigating the culture shock phenomena experienced by Dutch tourists and how the way they overcome their culture shock in Kalibukbuk village. The researcher limited on investigating the culture shock that related with verbal communication and non-verbal communication. This present study was a case study with qualitative research design. The subjects of this research were three Dutch tourists who stay in Kalibukbuk village, Buleleng regency, Bali. The researcher collected the data based on semi structure interview and semi unstructured interview from three Dutch tourists in Kalibukbuk village. The main instrument of this study was the researcher itself, interview guide, voice recorder and note. Pederson’s theory that used in analyzes the data. The result of this research shows that there were ten culture shock phenomena in verbal communication and ten in non-verbal communication. From all the culture shock, the most Dutch tourists experienced culture shock about transportation. Moreover, there were four ways of Dutch tourists to overcome the culture shock such as asked the local people to explain, tried to do the same thing, thought the solution their own and respect the difference culture. The data from observation and interview reveals the Dutch tourists’ problems in copying the new culture in Kalibukbuk village, Buleleng regency, Bali. keyword : culture shock, non-verbal communication, verbal communication
THE EFFECT OF TEACHING USING AUDIOVISUAL (VIDEO) MEDIA, ON SEVENTH GRADE STUDENTS’ LISTENING COMPREHENSION AT SMP NEGERI 1 MENGWI ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., I Putu Fendy Cahya Kusuma Brian; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.945 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara siswa kelas tujuh yang diajar dengan media audiovisual (video) dengan siswa yang diajar tanpa media audiovisual atau dengan media audio saja (cara konvensional dalam mengajar listening) di SMP Negeri 1 Mengwi, tahun ajaran 2017/2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas tujuh di SMP Negeri 1 Mengwi, tahun ajaran 2017/2018 yang dimana jumlah seluruhnya adalah 402 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas VII A dan VII B di SMP Negeri 1 Mengwi yang dimana tiap kelas terdapat 32 jumlah siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda (multiple choice test), dengan total jumlah pertanyaan adalah sebanyak 20. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis, data menunjukkan bahwa thit > ttab yaitu 7.34 > 1.99. Jika dibandingkan akan terlihat bahwa thit > ttab. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari mengajar listening dengan menggunakan media audiovisual (video) daripada menggunakan cara yang konvensional dalam mengajar listening (dengan menggunakan media audio saja).Kata Kunci : Pemahaman Listening, Media Audiovisual, Media Audio (Cara yang biasa) The purpose of this study was to know the differences between the seventh-grade students who were taught by audiovisual (video) media and the students who were taught without audiovisual media or by audio media only (conventional way in teaching listening) at SMP Negeri 1 Mengwi, academic year 2017/2018. The population of this study was the whole students in class VII of SMP Negeri 1 Mengwi academic year 2017/2018 in which the total students were 402. The samples in this study were Class VII A and VII B in SMP Negeri 1 Mengwi in which each class consisted of 32 students. The data were collected by using a multiple-choice test, with the total number of the questions were 20 questions. The data collected were analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics analysis (t-test). Based on the result of the analysis, it showed t.obs > t.cv which was 7.34 > 1.99. If compared, it showed that t.obs > t.cv. Therefore, it can be concluded that there was a significant effect of teaching listening by using audiovisual media rather than using the conventional way in teaching listening (by using audio media only).keyword : Listening Comprehension, Audiovisual Media, Audio Media (Conventional Way)

Page 2 of 28 | Total Record : 271