cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
THE EFFECT OF BIG BOOKS AS TEACHING MEDIA ON THE THIRD GRADE STUDENTS’ READING COMPREHENSION IN EAST BALI ., I Putu Chandra Guna Krisna; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15050

Abstract

Ini merupakan sebuah penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidak perbedaan yang signifikan pada pemahaman membaca siswa kelas 3 SD Baruna Gianyar. Penelitian ini berbentuk Quasi Experimental of Posttest Only Control Group Study. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas 3 di SD Baruna Gianyar. Terdapat dua kelas yang dipilih sebagai sampel. IIIA ditetapkan sebagai kelompok eksperimental dan mendapat Big Book sebagai teaching media sedangkan kelas IIIB ditetapkan sebagai kelompok control yang diajar menggunakan media conventional dalam proses belajar mengajar. Data yang diperoleh dianalisis t-test melalui SPSS 16.0. data hasil dari analisis menunjukan bahwa siswa yang diajar menggunakan Big Books sebagai teaching media memperoleh nilai rata-rata yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok control. yang mana kelompok eksperimental memperoleh nilai rata-rata 83.8571 sedangkan kelompok control memperoleh nilai rata-rata 78.8571. Hasil dari t-test juga menunjukkan bahwa nilai dari t-observed (tobs) adalah 2.068 dan nilai dari t-critical value (tcv) adalah 1.7334 . Hal itu menunjukkan bahwa nilai dari tobs lebih tinngi dari nilai tcv. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada pemahaman mebaca siswa kelas 3 antara siswa yang diajarkan menggunakan Big Books sebagai media dan siswa yang diajarkan menggunakan media konvensional.Kata Kunci : Big Book, media, pemahaman membaca, pembelajaran anak-anak. This is an experimental study that aims to investigate whether or not there is a significant difference in reading comprehension between students who are taught using Big Books as teaching media and thus who were taught using conventional media in grade 3 SD Baruna Gianyar. This quasi experimental study employed Posttest Only Control Group design. The population was taken from the third graders in Baruna Gianyar Elementary School. Two classes were selected as samples in this study class IIIA was designated as experimental group and got Big Books as teaching media while class IIIB was designated as a control group using conventional media in teaching and learning process. The data obtained were analyzed using t-test via SPSS 16.0. The result of the data analysis showed that the students who were taught using Big Books as teaching media gained better average score in comparison to the control group. The experimental was 83.8571 while the control group obtained the average score of 78.8571. The result of t-test also shows that the value of t-observed (tobs) is 2.068 and the value of t-critical value (tcv) is 1.7334. in other words the value of the tobs is higher than the value of tcv. Therefore, it can be concluded that there is a significant effect of the use of Big Books as teaching media on students’ reading comprehension at third grade of elementary school students in SD Baruna Gianyar.keyword : Big Book, Media, Reading Comprhension, teaching young learner.
DEVELOPING HIDDEN OBJECT MEDIA FOR TEACHING ENGLISH AT THIRD GRADE ELEMENTARY STUDENTS IN SD LAB UNDIKSHA SINGARAJA ., Ida Ayu Putu Putri Gita Sari; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan ‘Hidden Object Media’ dalam pembelajaran Bahasa Inggris kelas tiga Sekolah Dasar dan (2) mengetahui kualitas dari penggunaan ‘Hidden Object Media’ untuk pembelajaran Bahasa Inggris kelas tiga di SD Lab Undiksha Singaraja. Subjek dari penelitian ini ialah tiga puluh tujuh siswa kelas III Sekolah Dasar di SD Lab Undiksha Singaraja pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pengembangan yang berdasarkan pada lima prosedur ADDIE oleh Branch (2010) meliputi Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi. Dalam pelaksanaanya, penelitian ini menggunakan beberapa instrumen yaitu panduan wawancara, lembar observasi, kuesioner, rubrik dan catatan. Pada akhir penelitian ini, dihasilkan prototipe produk yaitu Hidden Object Media dalam bentuk handout. Hasil dari penelitian ini ialah empat buah Hidden Object Media yang dikembangkan berdasarkan silabus kompetensi, silabus analisis serta karakteristik dari media dengan topik Animals serta Body Parts. Setiap media yang dikembangkan terdiri dari panduan guru, cerita pendek, Hidden Object Handout, dan daftar kegiatan lanjutan yang dapat diterapkan. Dalam hal kualitas media, berdasarkan hasil dari pengujian ahli serta kuesioner guru, Hidden Object Media termasuk dalam kategori media yang sangat bagus. Maka dari itu, media ini cocok digunakan untuk pengajaran Bahasa Inggris kelas tiga Sekolah Dasar. Kata Kunci : hidden object media, handout, pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak - anak This research aimed to (1) develop ‘Hidden Object Media’ in teaching English for third-grade of elementary school and (2) investigate the quality of ‘Hidden Object Media’ for teaching English at third-grade elementary students in SD Lab Undiksha Singaraja. The subject of this research was thirty seven of third grade students in SD Lab Undiksha Singaraja at even semester academic year 2016/2017. This research categorized as ‘Research and Development’ (R & D) in which it was following five procedures of ADDIE based on Branch (2010). The five procedures consist of Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation. In executing the procedures, some instruments were used to conduct this research. There was interview guide, observation sheet, item of questionnaire, rubric, and notes. In the end of this research, there was a prototype product named hidden object media which was in a form of handout. The result of this research is four hidden object media that were developed based on syllabus competences, syllabus analysis as well as characteristics of media developed based on two topics which are animals and body parts. Each media consist of teacher’s guidelines, brief story, hidden object handout, and list of possible post activities. In term of quality, based on the result of expert judgment and teacher’s questionnaire it was found that hidden object media were categorized as excellent media. Thus, this media was proper to use for teaching English for third grade students. keyword : hidden object media, handout, teaching English for young Learners
AN ANALYSIS OF QUESTION POSED BY ENGLISH TEACHER DURING TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., PUTU AYU LINDA KRISTIANA DEWI; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bagaimana guru bahasa inggris memberikan pertanyaan kepada siswa, (2) medeskripsikan bagaimana respon siswa terhadap pertanyaan guru. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan subjek penelitian seorang guru bahasa inggris dan siswa kelas tujuh di SMP Negeri 6 Singaraja. Data dari penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, maupun wawancara. Adapun instrument yang digunakan yaitu lembar observasi dan rekaman video, checklist, dan panduan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitaf dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) guru sebagian besar mengajukan pertanyaann convergent (61.07%) yang digunakan untuk mengecek pemahaman siswa. (2) pertanyaan procedural (25.89%) yang digunakan untuk mengevaluasi persiapan siswa dan berhubungan dengan rutinitas kelas, dan pertanyaan divergent (13.04%) yang digunakan untuk memelihara wawasan dengan memaparkan hubungan baru. Kemudian, adapun enam strategi yang digunakan, yaitu no calling out, cold call, repeating, prompting, waiting, and probing. Strategi yang paling banyak digunakan oleh guru adalah no calling out dengan presentase (54.35%). Kemudian, siswa memberikan tiga jenis respon dalam bentuk verbal (81,42%), non-verbal (4,74%), dan no-response (13,84%).Kata Kunci : Pertanyaan guru, Respon siswa This study aimed to (1) describe how the English teacher gives question to the students, (2) describe how the students give response to the teacher’s question. This study was a case study with the subject of an English teacher and seventh grade students at SMP Negeri 6 Singaraja. The data were collected through observation and documentation, as well as interview. The instrument used were observation sheet and video recorder, checklist, and interview guide. The collected data were analyzed quantitatively and qualitatively. The result showed that (1) the teacher mostly posed convergent question (61.07%) which were used to check students’ understanding, (2) procedural question (25.89%) which were used to evaluate student preparation and dealt with classroom routines, and (3) divergent question (13.04% ) which were used to nurture insight by exposing new relationship. Then, six strategies were used, namely no calling out, cold call, repeating, prompting, waiting, and probing. The most used strategy by the teacher was no calling out with percentage (54.35%). Then, the students provided three kinds of response in the form of verbal (81.42%), non-verbal (4.74%), and no-response (13.84%). keyword : Students’ responses, Teacher’s question
An Analysis of Male and Female Teachers’ Verbal Interaction in English Classes of Grade 11 at SMK Negeri 2 Denpasar ., Ni Putu Ekayanthi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara guru laki-laki dan perempuan di kelas bahasa Inggris dalam menggunakan verbal interaksi kepada siswa khususnya di kelas XI di SMK Negeri 2 Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan yaitu guru bahasa Inggris laki-laki dan perempuan yang terdiri dari 2 guru bahasa Inggris laki-laki dan 2 guru bahasa Inggris perempuan. Penelitian ini menggunakan teori dari Flander yang di kenal dengan FIACS (Flanders Interaction Analysis Category System). Terdapat 10 kategori dari FIACS yaitu (1) Accepting feeling, (2) Praises or encouragement, (3) Accepts or uses ideas of students, (4) Ask questions, (5) Lecturing, (6) Giving direction, (7) Criticizing or justifying authority, (8) Students’ talk response, (9) Students’ talk initiation, (10) Silent or confusion. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan merekam kejadian di dalam kelas, kartu data dan wawancara terhadap guru sebagai data pendukung. Hasil yang didapat pada penelitian ini bahwa kategori tertinggi yang muncul yaitu kategori “students’ talk response” dimana siswa lebih dominan dalam verbal interaksi di dalam kelas pada saat proses belajar dan mengajar. Penelitian ini mengungkapkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara guru laki-laki dan perempuan di SMK Negeri 2 Denpasar.Kata Kunci : Verbal interaksi, proses belajar mengajar, guru laki-laki dan perempuan. This study aims to describe the differences between male and female teachers’ verbal interaction in English classes in grade 11 at SMK Negeri 2 Denpasar. This research was qualitative descriptive, which involves 2 male and 2 female English teachers. This qualitative descriptive research used the theory by Flander which called FIACS (Flanders Interaction Analysis Category System). There were ten categories of this theory, they are (1) Accepting feeling, (2) Praises or encouragement, (3) Accepts or uses ideas of students, (4) Ask questions, (5) Lecturing, (6) Giving direction, (7) Criticizing or justifying authority, (8) Students’ talk response, (9) Students’ talk initiation, (10) Silent or confusion. This study used the method of video recording, observation sheet and interview to support the data. The finding reveals that the category with the highest frequency of occurrences was “students’ talk response” where the students more dominant in verbal interaction in the classroom during teaching and learning process, and there was no significant difference between male and female teachers at SMK Negeri 2 Denpasar.keyword : Verbal interaction, teaching and learning process, male and female teachers.
AN ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGIES USED BY FREELANCE GUIDES IN UBUD TOURISM OBJECT ., I Kadek Mudita; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) strategi komunikasi yang digunakan oleh guide freelance di obyek-obyek wisata di Ubud, (2) alasan mengapa para guide freelance menggunakan strategi komunikasi saat mereka berkomunikasi dengan tamu. Penelitian ini menggunakan teori dari Dornyei tentang klasifikasi dari strategi komunikasi. Subyek dari penelitian ini adalah tiga orang guide freelance yang telah diseleksi menggunakan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 93 ucapan yang bisa di klasifikasikan kedalam strategi komunikasi. Jenis-jenis strategi komunikasi yang digunakan oleh guide freelance adalah time gaining strategy, literal translation, circumlocution, language switch, appeal for assistance, approximation dan word coinage. Dalam menggunakan strategi komunikasi, para guide menggunakan strategi komunikasi karena kurangnya pemahaman tentang bahasa inggris dan beberapa dari mereka menggunakan strategi komunikasi karena mereka perlu waktu untuk berfikir karena keterbatasan pengetahuan kosakata. Para guide juga menggunakan strategi komunikasi sebagai strategi untuk menjaga komunikasi.Kata Kunci : Strategi komunikasi, freelance guide This present study was aimed to discover (1) the communication strategy used by freelance guides in Ubud’s tourism object, (2) the reason why the freelance guide used communication strategy when communicating with guest. This study used Dornyei classification of communication strategy. The subjects of this study were three freelance guide which selected by using purposive sampling. The result of this study found that there are 93 utterances that can be classified as communication strategy. The type of communication strategy used freelance guide were time gaining strategy, literal translation, circumlocution, language switch, appeal for assistance, approximation, and word coinage. In using the communication strategy, the guide used communication strategy because of the lack of understanding the language that is English, and some of them using communication strategy because of the need to think since the vocabulary are limited. The guide was also used communication strategy as a means to maintain communication.keyword : Communication strategy, freelance guide
The Effect of Audio Visual Media on The Tenth Grade Students' Speaking Ability at SMA N 1 Sawan ., MADE DYAN WIDHIADNYANI KUNDE; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18784

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari media audio visual pada kemampuan berbicara siswa di SMA N 1 Sawan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang menggunakan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah 248 siswa dan sampel penelitian ini adalah kelas X IPA 1 dan kelas X IPB 1, di mana 36 siswa kelas X IPA 1 berada dalam kelompok eksperimen dan kelas X IPB 1 yang terdiri dari 36 siswa berada dalam kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes berbicara, rencana pelajaran dan rubrik berbicara untuk menilai siswa berbicara. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan program SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 78,61 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 73,88. Ini berarti bahwa skor rata-rata pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada skor rata-rata pada kelompok kontrol. Hasil uji t menunjukkan 0,039 (Sig.2-tailed). Ini menunjukkan ada pengaruh signifikan media audio visual pada kemampuan berbicara siswa di SMA N 1 Sawan. Disarankan bahwa guru bahasa Inggris yang memiliki masalah serupa harus mencoba menggunakan media audio visual untuk mengajar berbicara. Kata Kunci : berbicara, mengajar berbicara, media audio visual ABSTRACT This study aimed to investigate whether there was a significant effect of audio visual media on the students’ speaking ability at SMA N 1 Sawan. The present study was an experimental research that used post-test only control group design. The population of this study were 248 students and the sample of this study was class X IPA 1 and class X IPB 1, where 36 students of class X IPA 1 was in experimental group and class X IPB 1 that consisted of 36 students was in control group. The instruments used for collecting the data were speaking test, lesson plan, teaching scenario for the treatment and speaking rubric for assessing speaking. The data were analyzed descriptively and inferentially by using SPSS 24 program. The result of the study showed that the mean of experimental group was 78.61 while the mean of control group was 73.88. It means that mean score in the experimental group is higher than mean score in control group. The result of t test showed .039 (Sig.2-tailed). This indicated there is a significant effect of audio visual media on the students’ speaking ability at SMA N 1 Sawan. It is suggested that English teachers who have similar problems should try using audio visual media for teaching speaking. keyword : speaking, teaching speaking, audio visual media
THE IMPLEMENTATION OF INCLUSIVE EDUCATION BY ENGLISH TEACHERS TO TEACH SLOW LEARNERS AT SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., Made Chintya Maha Yekti; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18872

Abstract

Pendidikan inklusif telah meningkat secara signifikan di Singaraja dan membantu siswa dengan kebutuhan khusus dalam memperoleh hak mereka untuk mencapai pendidikan yang layak. Sekolah dan guru di Singaraja memiliki kesiapan yang sangat terbatas baik dalam keterampilan mengajar dan pengembangan materi untuk memenuhi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pelaksanaan pendidikan inklusi oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar siswa dengan kesulitan belajar di kelas regular. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris menggunakan persiapan pembelajaran yang sama dan memodifikasi beberapa kegiatan dalam proses pembelajaran dan menggunakan penilaian yang berbeda. Hasil penelitian ini juga menyebutkan beberapa faktor pendukung dan tantangan dalam menerapkan pendidikan inklusif. Pendidikan inklusif telah dilaksanakan tetapi masih harus ditingkatkan di Singaraja. Kata Kunci : pendidikan inklusif, pengajaran bahasa Inggris, sekolah regular, siswa dengan kebutuhan khusus, siswa dengan kesulitan belajar, Inclusive education has been increasing significantly in Singaraja and helping the students with special needs as well as getting their right to have proper education. It was found that schools and teachers in Singaraja had very limited preparedness either in teaching skills or the material development to meet the actual needs of students with special needs. This study was aimed at investigating the implementation of inclusive education by English teachers to teach slow learners included in a regular classroom. This research was in the form of qualitative research with a case study approach. The data were obtained through document study, interviews, and observations. The findings show that (1) the English teachers used same teachers’ preparation and modified some activities in learning process and used different assessment, and (2) there are also found supporting and challenging factors in implementing inclusive education. Inclusive education has been implemented but still has to be improved in Singaraja. keyword : inclusive education, regular classroom, students with special needs, slow learner, teaching English
AN ANALYSIS OF THE ENGLISH TEACHERS' SPEECH ACTS DURING THE CLASSROOM TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., Ni Kadek Warmasari; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan (1) bentuk tindak tutur guru Bahasa Inggris, (2) bagaimana guru menyadari tindak tutur dalam komunikasi pembelajaran, (3) dan fungsi pedagogik dari tindak tutur yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar di dalam kelas pada SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah dua guru Bahasa Inggris. Data dalam penelitian ini adalah ujaran-ujaran yang digunakan selama proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Kemudian data ditulis dalam bentuk tulisan, kemudian dipilih yang berdasarkan tujuan dari penelitian, kemudian dituliskan ke lembar data, lalu diterjemahkan dan dianalisa dengan menggunakan teori tindak tutur yang dikemukakan oleh Searle. Hasil dari penelitian ini menunjukan ada empat macam tindak tutur yaitu representatif, direktif, ekspresif, dan komisif. Tidak ilokusi yang paling sering muncul adalah direktif (72,7%), sedangkan tindak ilokusi yang paling sedikit muncul adalah komisif (0.7%). Fungsi tindak ilokusi yang digunakan oleh guru sangan bervariasi. Jenis tindak ilokusi yang digunakan oleh guru yaitu menginformasikan, menyatakan, mengumumkan, mengklarifikasi, menjelaskan, mengkonfirmasi, bertanya, meminta, menyuruh, melarang, memotivasi, menyarankan, mengingatkan, memperingatkan, memperbolehkan, menjanjikan, menyapa, memuji, berterimakasih, mengapresiasi, dan bergurau.Data menunjukan fungsi ilokusi yang sering muncul adalah menyuruh dalam bentuk direktif (43,9%). Tuturan yang digunakan oleh guru dinyatakan sebagian besar merupakan tuturan langsung dari pada tuturan tidak langsung. Fungsi pedagogik dari tindak tutur yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris dibagi menjadi tiga bagian yaitu: fungsi mengontrol, mengorganisasikan, memotivasi/mengevaluasi.Kata Kunci : Klasifikasi tindak tutur, proses belajar mengajar, tindak tutur This study aimed to describe and explain (1) the types of speech acts produced by English teachers, (2) how the teachers' speech acts are realized in the instructional communication, and (3) the pedagogical functions of speech acts that performed by the English teachers in teaching and learning process at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. To achieve these objectives the researcher used descriptive qualitative research design. The subjects were two English teachers. The data collection in this study was using observation and interviews. Then the data were transcribed into the written form, selected to fit the objectives of the study, recorded into the data sheets, interpreted and analyzed using the theory of speech acts proposed by Searle. The research findings show that there were four kinds of speech acts performed by the teacher, namely representatives, directives, expressives, and commisives. The most frequently used illocutionary acts were directives (72.7%), while the least frequent illocutionary acts were commisives (0.7%). The illocutionary forces performed by the teacher were varied. The illocutionary forces that was performed by the English teachers were informing, stating, announcing, clarifying, explaining, confirming, questioning, requesting, commanding, prohibiting, motivating, suggesting, reminding, warning, permitting, promising, greeting, praising, thanking, appreciating, and joking. The frequency shows that commanding (43.9%) was the most dominant illocutionary forces of directives produced by the teachers. Furthermore, the teachers were found to use more direct speech acts than the indirect ones. The pedagogical functions of speech acts performed by the English teachers divided into three such as: control, organizational, and motivation/evaluative function.keyword : Classification of speech acts, speech acts, teaching and learning process
An Analysis of Derivational and Inflectional Morphemes of Nusa Penida Dialect Spoken by Jungut Batu Villagers ., I Putu Suamba Wijaya; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran dari Dialek Jungut Batu dan awalan dan akhiran yang menjurus ke morfem infleksi dan derivasi. Penelitian deskriptif qualitatif ini menggunakan empat informan dari penutur Dialek Jungut Batu yang dipilih berdasarkan kriteria. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik rekaman. Tiga proses dalam menganalisis data adalah pemilihan data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada tujuh jenis awalan dalam Dialek Jungut Batu, yaitu {mǝ-}, {m-}, {ɳ-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {Ʌ-} dan ada enam jenis akhiran dalam Dialek Jungut Batu, yaitu {-Ʌŋ}, {-Ʌn}, {-ē}, {-ǝ}, {-Ʌn}, dan {-In}. Awalan dalam Dialek Jungut Batu yang termasuk dalam morfem derivasi, yaitu {mǝ-}, {m-}, dan {ɳ-}. Akhiran yang termasuk morfem derivasi, yaitu {-Ʌŋ} dan {-Ʌn}. Awalan dan akhiran di Dialek Jungut Batu yang termasuk dalam morfem infleksi yaitu awalan {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, {Ʌ-} dan akhiran {-ē}, {-ǝ}, {-Ʌn}, {-In}.Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksi, dan dialek Jungut Batu This study aimed at describing kinds of prefixes and suffixes of Jungut Batu Dialect and prefixes and suffixes belonging to inflectional and derivational morphemes. This descriptive qualitative study involved four informant samples from Jungut Batu Dialect speakers. They were selected based on criteria. The data were collected using three techniques, namely: observing, interviewing, and recording technique. The three processes in analyzing the data were data reduction, data display, data conclusion or verification. The results of the study showed that there are seven kinds of prefixes occurring in Jungut Batu Dialect. They are {mǝ-}, {m-}, {ɳ-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {Ʌ-} and there are six kinds of suffixes in Jungut Batu Dialect, there are {-Ʌŋ}, {-Ʌn}, {-ē}, {-ǝ}, {-Ʌn}, dan {-In}. The prefixes in the Jungut Batu Dialect that belonging to the derivational morpheme are {mǝ-}, {m-}, dan {ɳ-}. The suffixes belonging to derivational morpheme are {-Ʌŋ} dan {-Ʌn}. The prefixes and suffixes in Jungut Batu Dialect that belongs to inflectional are the prefix {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, {Ʌ-} and the suffix {-ē}, {-ǝ}, {-Ʌn}, {-In}.keyword : derivational morpheme, inflectional morpheme, and Jungut Batu dialect
THE SPECIFIC CODE USED AMONG MEMBERS OF TRANSGENDER COMMUNITY IN SINGARAJA : A SOCIOLINGUISTIC STUDY ., Maria Cynthia Meilina; ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11941

Abstract

Penelitian kualitatif ini ditujukan untuk menganalisa kode tertentu yang digunakan oleh anggota dari komunitas waria dan fungsi dari bahasa yang digunakan. Peneliti mewawancarai dan merekam percakapan dari 5 subjek untuk memperoleh data tentang bahasa yang digunakan oleh anggota dari komunitas waria dalam percakapan keseharian mereka. Para subjek diwawancarai mengenai bahasa yang biasa dipergunakan di dalam komunitas mereka. Observasi, rekaman, wawancara, dan dokumentasi dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara dan rekaman, serta beberapa perangkat juga dipersiapkan diantaranya alat perekam, catatan, dan kamera. Berdasarkan bahasa yang digunakan, data yang ditemukan dalam bentuk istilah dan klasifikasi data. Peneliti menemukan 83 macam bahasa yang digunakan oleh anggota dari komunitas waria dalam percakapan keseharian mereka seperti, sekong, jahara, minitusin dan pinalinis. Di samping itu, bahasa yang digunakan juga diklasifikasikan berdasarkan topik dalam konteks situasi tertentu seperti, kata-kata yang berhubungan dengan aktifitas, kata-kata yang berhubungan dengan gosip, dan kata-kata yang berhubungan dengan aktifitas seks. Peneliti juga menemukan bahwa fungsi dari penggunaan bahasa oleh para anggota dari komunitas waria bedasarkan dari (SPEAKING) teori oleh Hymes yang mana adalah untuk mengekspresikan perasaan mereka dan sebagai medium dari komunikasi mereka. Kata Kunci : kode, komunitas waria, sosiolinguistik. This qualitative study is aimed at analyzing the specific code used among the members of transgender community and the functions of the language used. The researcher interviewed and recorded the conversation of 5 subjects to get the data about the language used among the members of transgender community in their daily conversation. The participants were asked about the language that often used in their community. Observation, record, interview and documentation were done by the researcher to the get the data needed. The data were collected by doing interview and record tool and some devices also prepared, such as tape recorder, field note and camera. Based on the language used, the data was found in the forms of terms and word classifications. The researcher found 82 items of language used among members of transgender community in their daily conversation such as sekong, jahara, minitusin and pinalinis. Besides, the language used also classified based on the topic in the context of situation such as, the words related to activity, words related to gossiping, and words related to sex activity. The researcher also found that the functions of the language used among the members of transgender community based on SPEAKING theory by Hymes are, to express their feeling and to be a medium of their communication. keyword : code, sociolinguistic, transgender community.