cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2016): November" : 95 Documents clear
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS USED BY THE ENGLISH TEACHERS IN THE CLASSROOM TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMA NEGERI 1 SERIRIT ., Ni Made Dwi Darmetri; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan jenis-jenis tindak tutur yang diucapkan oleh guru selama kegiatan belajar mengajar, bagaimana tindak tutur diwujudkan dalam komunikasi pengajaran, dan fungsi pedagogik dari tindak tutur. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru SMA Negeri 1 Seririt. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan Miles and Huberman analisis data interaktif. Temuan penelitian menunjukan bahwa guru hanya menggunakan empat tindak tutur berupa directives, commisives, representatives, dan expressives dalam proses belajar mengajar. Dari 134 ucapan, guru mengucapkan 65% directives, 5.2% commisives, 18.6% representatives, and 11.2% expressives. Ada tiga fungsi pedagogik dari tindak tutur guru, yaitu kontrol, organisasi, dan motivasi. Tindak tutur directives, declaratives, dan commisives berfungsi sebagai kontrol dan organisasi, tindak tutur representatives berfungsi sebagai kontrol dan evaluatif, tindak tutur expressives berfungsi untuk memotivasi. Kata Kunci : Fungsi pedagogik, proses belajar mengajar, tindak tutur This study was intended to describe and explain kinds of speech acts produced by the English teachers during teaching and learning process, how speech acts were realized in instructional communication, and pedagogical functions of speech acts. The subjects of the study were two English teachers in SMA Negeri 1 Seririt. This study was a qualitative study. The data were collected through observation and interview. The data were analyzed by using Miles and Huberman interactive data analysis. The findings show that there were only four types of speech acts performed by the teachers, namely representatives, directives, expressives, and commissives. From 134 utterances, the teachers produced 65% directives, 5.2% commisives, 18.6% representatives, and 11.2% expressives. There were three pedagogical functions of the teachers’ speech acts, namely control, organization, and motivation. Directives and commisives speech acts were functioned as control and organizational function, representatives speech acts were functioned as control and evaluative functions, expressives speech acts was functioned as motivational function.keyword : Pedagogical functions, speech acts, teaching and learning process
THE CORRELATION OF MULTIPLE INTELLIGENCES AND ACADEMIC ACHIEVEMENT OF THE 2nd SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT, GANESHA UNIVERSITY OF EDUCATION ., I Gede Wahyudi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8744

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi 1) hubungan antara kecerdasan majemuk dengan prestasi akademik siswa dan 2) kecerdasan majemuk yang paling dapat memprediksi prestasi akademik siswa. Desain dari penelitian ini menggunakan ex post facto dengan analisis korelasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah162 siswa yang dipilih secara acak dari siswa semester 2 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Ganesha. Multiple Intelligences kuisoner yang diadopsi dari McKenzie (1999) dan Armstrong (2009) digunakan untuk memperoleh data dari kecerdasan majemuk siswa, sementara itu nilai prestasi akademik siswa diperoleh melalui KHS. Uji korelasi Spearman’s rho digunakan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan majemuk dengan prestasi akademik siswa. Hasilnya menunjukan bahwa kecerdasan verbal-linguistic, musical, visual-spatial, bodily-kinesthetic, intrapersonal, interpersonal, naturalistic, dan existential mempunyai hubungan yang positive dengan prestasi akademik siswa. Sementara itu, kecerdasan logical-mathematical tidak mempunyai hubungan dengan prestasi akademik siswa. Lebih lanjut lagi, secara berurutan, kecerdasan yang paling bisa memprediiksi prestasi akademik siswa. adalah (1) verbal-linguistic, (2) existential dan (3) intrapersonal.Kata Kunci : kecerdasan majemuk, prestasi akademik The purpose of this study is to investigate (1) the correlation among multiple intelligences and students’ academic achievement and (2) the most predictive intelligences of academic achievement. The design of this study was ex-post facto with a correlational analysis. Sample was 162 students randomly selected from the second semester of English Education Department, Ganesha University of Education. The Multiple Intelligences Questionnaire adopted from McKenzie (1999) and Armstrong (2009) was used to collect the data of the students’ multiple intelligences, while the data of academic achievement was collected through GPA document. Spearman’ rho correlation was used to investigate the correlation among multiple intelligences and students’ academic achievement. The results indicate that verbal-linguistic, musical, visual-spatial, bodily-kinaesthetic, intrapersonal, interpersonal, naturalistic, and existential intelligence have positive and significant correlation with students’ academic achievement. Whereas, logical-mathematical intelligence has no significant correlation to academic achievement. Moreover, the most predictive intelligences to academic achievement are subsequently, (1) verbal-linguistic, (2) existential and (3) intrapersonal intelligence keyword : academic achievement, multiple intelligences
DEVELOPING LANGUAGE LEARNING SONGS AS A STRATEGY FOR TEACHING ENGLISH TO THE SECOND SEMESTER OF 7TH GRADE STUDENTS IN SINGARAJA ., Ni Wayan Devi Astuti; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8745

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk (1) mengembangkan lagu pembelajaran bahasa yang dapat digunakan untuk mengajar bahasa Inggris dengan tema yang berbeda pada siswa kelas 2 SMP semester kedua (2) mengukur kualitas lagu-lagu pembelajaran bahasa sebagai strategi mengajar inggris untuk semester kedua dari siswa kelas tujuh. Model penelitian yang digunakan dalam prosedur penelitian ini ialah model penelitian pengembangan oleh Peffers (Pada Junipisa, 2012). Data yang diperoleh dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen penelitian seperti; lembar observasi, panduan wawancara dan rubtik penilaian untuk para ahli. Data telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikannya secara rinci dan data dari kualitas produk dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dari kedua ahli. Asilnya menunjukan bahwa lagu pembelajaran bahasa yang dikembangkan dikategorikan sebagai produk unggulan.Kata Kunci : Lagu Pembelajaran Bahasa, Strategi Pembelajaran, Buku Pedoman This research is a research and development study which aimed at (1) developing suitable language learning songs that can be used for teaching English with different themes for the second semester of 7th grade students and (2) measuring the quality of language learning songs as a strategy for teaching English to the second semester of 7th grade students. The model of research and development by Peffers (in Junipisa, 2012) was employed as the present research procedures. The data were collected by using several research instruments, such as observation sheets, interview guide, and rubric of expert judgment. The data obtained were analyzed qualitatively by describing them in detail and the data of product’s quality were analyzed quantitatively by calculating the mean score from each expert. The result shows that the developed language learning songs were categorized as excellent.keyword : Language Learning Song, Teaching Strategy, Manual Book
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF MYTH FOR YOUNG LEARNERS ., Ni Putu Puspita Selly Aryati; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar berbasis budaya lokal dalam bentuk mitos untuk peserta didik muda. Budaya lokal yang dirujuk adalah kesusastraan Bali dalam bentuk mitos. Penelitian ini menggunakan kerangka penelitian dan pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono (2014). Produk dikembangkan dengan menggabungkan karakteristik peserta didik muda dan kriteria buku cerita bergambar yang baik. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah buku cerita bergambar berjudul “Kala Rau dan Asal-Mula Gerhana”. Isi buku cerita bergambar tersebut divalidasi oleh dua ahli dengan hasil adalah 1.00 yang menunjukkan validitas sangat tinggi dan telah memenuhi seluruh kriteria buku cerita bergambar yang baik. Selain itu, dari segi kualitas, hasil yang diperoleh adalah 4.75 yang menandakan bahwa buku cerita bergambar tersebut dapat dikategorikan sangat baik. Dengan demikian, produk ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan tambahan untuk kesenangan bagi peserta didik muda.Kata Kunci : budaya lokal, mitos, buku cerita bergambar This study aimed at developing a local culture-based picture storybook in the form of myth for elementary school students. The local culture referred to is Balinese literature in the form of myth. It used research and development framework proposed by Sugiyono (2014). The product was developed by combining characteristics of young learners and the criteria of good picture storybook. The result of this research is the picture storybook entitled “Kala Rau and the Origin of Eclipses”. The picture storybook was validated its content validity by two experts and the result of validation was 1.00 which means very high validity and had met all of the criteria of good picture storybook. Moreover, in terms of quality, the result was 4.75 which signified that the picture storybook was categorized as excellent. Thus, this product can be used as a supplementary reading for pleasure material for young learners.keyword : local culture, myth, picture storybook
DEVELOPING BILINGUAL CHILDREN STORYBOOK AS MEDIA FOR TEACHING READING FOR THE IV GRADE STUDENTS OF SDN 3 BANJAR JAWA IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Citra Dewi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui topik yang di butuhkan untuk mengembangkan buku cerita dwibahasa anak-anak yang dapat digunakan sebagai media pengajaran membaca di SDN 3 Banjar Jawa, (2) mengetahui nilai-nilai yang dibutuhkan dalam buku cerita dwibahasa anak-anak untuk mengembangkan karakter siswa dan (3) mengetahui kualitas dari buku cerita bilingual anak-anak yang di kembangkan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di SDN 3 Banjar Jawa. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan lembar observasi, wawancara, kuesioner, ceklis, rubrik, dan catatan. Penelitian ini adalah penelitian R & D (penelitian dan pengembangan) yang diikuti beberapa prosedur berdasarkan model dari Sugiyono (2009), yaitu mengidentifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, merancang produk, validasi desain produk, revisi produk desain, uji coba produk, dan revisi produk. Dengan demikian pada akhir penelitian ini, ada prototipe dari buku cerita dwibahasa anak-anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis buku cerita dwibahasa anak-anak yang dikembangkan dengan tema pengenalan, sekolah dan keluarga. Setiap buku cerita dwibahasa anak-anak terdiri dari empat belas sampai dengan lima belas halaman dan pendidikan karakter dimasukkan ke dalam cerita. Pada kualitas media, ditemukan bahwa buku cerita dwibahasa anak-anak yang dikembangkan dikategorikan sebagai media yang sangat baik. Dengan demikian, buku cerita dwibahasa anak-anak sangat tepat untuk digunakan sebagai media untuk mengajar membaca pada siswa kelas IV SD.Kata Kunci : buku cerita bilingual, pendidikan karakter, membaca, mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak This research aimed to (1) know the topic that are needed to develop a bilingual children storybook at SDN 3 Banjar Jawa, (2) know the values are needed to develop the student’s character in the bilingual children storybook and (3) know the qualities of the developed bilingual children storybook. The subject of this research was the fourth grade students of elementary school at SDN 3 Banjar Jawa. The data of this research were obtained by using observation sheet, interview guidelines, item of questionnaire, checklist, rubric, and notes. This research was R & D (research and development) which followed several procedures based on Sugiyono, (2009) model namely identifying potency and problem, collecting data, designing product, validating design product, revising design product, trying-out product, and revising product. Thus, there was a prototype of bilingual children storybook in the end of this research. The result of this research showed that there were three kinds of character bilingual children storybook developed with the theme introduction, school and family. Each bilingual children storybook consisted of fourteen up to fifteen pages and was inserted character education in its story. For the quality of the media, it was found that the bilingual children storybook developed was categorized as excellent media. Thus, it was proper to be used as a media for teaching reading at fourth grade students of elementary school. keyword : bilingual story book, character education, reading, teaching English for young learners
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF FOLKTALE FOR YOUNG LEARNERS ., Ni Putu Eka Maryani Dewi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8748

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku cerita bergambar berbasis budaya lokal dalam bentuk cerita rakyat pelajar muda. Penelitian ini termasuk dalam penelitian dan pengembangan (R&D) yang menerapkan pola pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2014). Karakteristik dari pelajar muda dan kriteria buku cerita bergambar yang baik menjadi pertimbangan dalam mengembangkan produk. Data yang digunakan dikumpulkan melalui proses pengamatan, wawancara, dan tinjauan pustaka sebelum merancang produk. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) buku cerita bergambar yang berjudul Cupak dan Gerantang dan (2) kualitas dari produk penelitian ini dinilai sangat baik dengan nilai 4.63 (Sr ≥ 4.5 = sangat baik; skor total adalah lebih tinggi atau setara dengan 4.5) dan memiliki validasi isi yang sangat tinggi dengan nilai (cv=1.00). Dengan demikian, produk yang dikembangkan sesuai untuk pengajaran Bahasa Inggris sebagai materi tambahan dalam pengajaran Bahasa Inggris untuk pelajar muda.Kata Kunci : Budaya, Buku Cerita Bergambar, Cerita Rakyat Bali The purpose of this research was to develop a local culture-based picture storybook in the form of folktale for young learners. This research was a Research and Development (R&D) applying the model proposed by Sugiyono (2014). Both characteristics of young learners and criteria of good picture storybook were considered in designing the product. The data were collected by observation, interview, and literature review before designing the product. The results of research are: (1) picture storybook entitled Cupak and Gerantang and (2) the quality of the product which is judged excellent with the score 4.63 (Sr ≥ 4.5 = excellent; total score is more or equal as 4.5) and has very high content validity with the score (cv=1.00). Thus, this product developed is appropriate in teaching English as supplementary reading for pleasure material for teaching English for young learners (TEYL).keyword : Culture, Picture Storybook, Balinese Folktale
DISCREPANCY STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF SCIENTIFIC APPROACH IN SMP NEGERI 4 SINGARAJA BASED ON CURRICULUM 2013 ., Made Widi Darma Prasetya; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki (1) perbedaan implementasi pendekatan ilmiah di SMP Negeri 4 Singaraja berdasarkan Kurikulum 2013 dan (2) keyakinan guru bahasa Inggris pada pelaksanaan pendekatan ilmiah di SMP Negeri 4 Singaraja berdasarkan Kurikulum 2013. Subjek penelitian ini adalah dua guru bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Singaraja. Sedangkan objek penelitian ini adalah rencana pembelajaran yang dirancang oleh guru bahasa Inggris dan pelaksanaan pendekatan ilmiah berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang menggunakan Model Evaluasi Provus yang dikembangkan oleh Malcolm M. Provus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan checklist sebagai standar dan wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil evaluasi pelaksanaan pendekatan ilmiah tentang rencana pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Singaraja menunjukkan bahwa ada perbedaan yang kebanyakan ditemukan pada tahap menanya dan mengkomunikasikan dari pendekatan ilmiah berdasarkan kurikulum 2013. Selanjutnya, guru bahasa Inggris percaya bahwa pendekatan ilmiah tidak sesuai dilaksanakan dalam pembelajaran bahasa Inggris tetapi lebih tepat dalam Sains. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pada rencana pembelajaran yang dirancang serta pelaksanaan. Mungkin itu disebabkan oleh keyakinan guru pada kurikulum 2013.Kata Kunci : pendekatan ilmiah, kurikulum 2013, perbedaan This study aimed at investigating (1) discrepancy of scientific approach implementation in SMP Negeri 4 Singaraja based on Curriculum 2013 and (2) English teachers’ belief on the scientific approach implementation in SMP Negeri 4 Singaraja based on Curriculum 2013. The subjects of this study were two English teachers in SMP Negeri 4 Singaraja. While the objects of the research were the lesson plan designed by the English teachers and the scientific approach implementation based on curriculum 2013. This study was an evaluation study which used Provus Discrepancy Model developed by Malcolm M. Provus. The data was collected through observation by using checklist as the standard and interview by using interview guide. The results of evaluation of the scientific approach implementation on lesson plan and teaching English in SMP Negeri 4 Singaraja showed that there were discrepancies found mostly in questioning and communicating steps of scientific approach based on curriculum 2013. Furthermore, English teachers believed that scientific approach is not appropriate implemented in English but it is more appropriate in Science. It can be concluded that there were discrepancies on the lesson plans designed as well as the implementations. Possibly it was caused by the teachers’ beliefs on curriculum 2013. keyword : scientific approach, curriculum 2013, discrepancy
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF LEGEND FOR YOUNG LEARNERS ., Luh Gede Puspayanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8750

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengembangkan sebuah buku cerita bergambar berbasis budaya lokal untuk pelajar anak-anak. Budaya lokal yang dimaksudkan mengacu pada kesusastraan Bali dalam bentuk legenda yang berjudul “Asal Mula Selat Bali” Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono (2014). Data dalam penelitian ini diperoleh dari (1) wawancara, (2) pengamatan, dan (3) kajian pustaka. Kemudian, data tersebut dianalisa secara descriptif dalam bentuk narasi untuk produk yang dikembangkan dan validasi isi menggunakan rumus Gregory. Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh peneliti, produk ini sesuai untuk siswa sekolah dasar karena produk dikembangkan dengan mempertimbangkan kriteria dari buku cerita bergambar yang baik dan karakteristik dari pelajar anak-anak. Hasil validasi isi dari produk yang dikembangkan adalah 1.00 dengan kriteria sangat tinggi. Kemudian, kualitas dari produk diukur menggunakan skala Likert dengan hasil 4.75 yang dikatagorikan sangat baik. Validasi isi dan qualitas produk dinilai oleh ahli uji. Maka, produk dari penelitian ini direkomendasikan untuk pelajar anak-anak sebagai materi bacaan untuk kesenangan.Kata Kunci : legenda, budaya lokal, buku cerita bergambar This study focused on developing a local culture-based picture storybook for young learners. The local culture referred is Balinese literature in the form of legend entitled “The Legend of Bali Strait”. This study was conducted by using a Research and Development (R&D) model proposed by Sugiyono (2014). The data were obtained by (1) interview, (2) observation, and (3) literature review and were analyzed descriptively for the product developed and content validity using Gregory formula. Based on the analysis done by the researcher, the product is suitable for young learners since it is developed by considering the criteria of good picture storybook and the characteristics of young learners. The result of content validity of the product is 1.00 with very high criteria. Then, the quality of the product is measured by using Likert Scale with the result is 4.75 and categorized as excellent. Both content validity and quality of the product were judged by expert judges. Therefore, the product of this study is recommended for young learners as reading for pleasure material.keyword : legend, local culture, picture storybook
AFFIXATION OF KUTUH DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESSES ., Kadek Prajinggo Patrya; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8751

Abstract

Penelitian ini berbentuk kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran dalam dialek Kutuh yang mengalami proses infleksi and derivasi. Ada tiga informan dipilih berdasarkan kriteria yang ada. Tiga teknikdigunakan untuk mengumpulkan data yaitu: observasi, perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam awalan dan enam akhiran ada dalam dialek Kutuh. Awalannya adalah {N-}, {me-}, {ka-}, {pe-}, {a-} and {maka-}. Sedangkan akhirannya adalah {-ang}, {-in}, {-an}, {-o}, {-e} and {-nyo}. Awalan yang mengalami proses derivasi adalah {N-}, {me-}, {ka-} and {pe-} sedangkan akhirannya {-ang}, {-an} and {-in}. Jumlah imbuhan dalam dialek Kutuh yang mengalami proses infleksi adalah empat awalan dan enam akhiran. Awalan tersebut adalah {N-}, {me-}, {a-} and {maka-}. Sedangkan Akhirannya adalah {-ang}, {-an}, {-o}, {in}, {-e} and {- nyo}. Kata Kunci : awalan dan akhiran derivasi, awalan dan akhiran infleksi, dialek Kutuh This study was a descriptive qualitative research. The study aimed at describing the prefixes and suffixes in Kutuh dialect which undergo derivational and inflectional process. There were three informants chosen based on a set of criteria. Three techniques were used to collect the data, namely observation, recording, and interview technique (listening and note-taking). The results of the study show there are six prefixes and six suffixes exist in Kutuh dialect. Those are prefixes {N-}, {me-}, {ka-}, {pe-}, {a-} and {maka-}. Meanwhile, the suffixes were {-ang}, {-in}, {-an}, {-o}, {-e} and {-nyo}. The prefixes which undergo derivational process are {N-}, {me-}, {ka-} and {pe-} while, the suffixes are {-ang}, {-an} and {-in}. The number of affixes in Kutuh dialect undergo inflectional process are four prefixes and six suffixes. The prefixes are {N-}, {me-}, {a-} and {maka-}. Whereas, the suffixes are {-ang}, {-an}, {-o}, {in}, {-e} and {- nyo}.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, Kutuh dialect
THE EFFECT OF TALKING CHIPS TECHNIQUE TOWARD SPEAKING ACHIEVEMENT OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 4 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Desak Ayu Made Pradnya Iswari; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi berbicara antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik talking chips dan mereka yang menggunkan teknik konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 4 Singaraja dengan sample 64 siswa yang dipilih melalui Cluster Random Sampling. 32 siswa dari kelas VIIIB2 sebegai kelas experimen dimana teknik talking chips diterapkan dan 32 siswa dari kelas VIIIB1 sebagai kelas kontrol dimana teknik konvensional diterapkan. Data diambil melalu tes berbicara dengan menggunakan rubric penilaian dan dianalisis menggunakan t-test. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan dalam prestasi berbicara yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik talking chips dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan teknik konvensional (tobs= 2,415, P

Page 5 of 10 | Total Record : 95