cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2016): November" : 95 Documents clear
AN ANALYSIS OF CULTURE SHOCK EXPERIENCED BY AUSTRALIAN TOURISTS IN ABABI VILLAGE KARANGASEM REGENCY ., I Kadek Gunarsa; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena culture shock yang dialami oleh turis Australia di Desa Ababi. Peneliti membatasi pada analisis fenomena culture shock ketika berinteraksi dengan masyarakat dalam komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah wisatawan Australia yang tinggal di Desa Ababi. Peneliti mengambil data berdasarkan wawancara semi-terstruktur dari 15 wisatawan Australia di Ababi Village. Peneliti adalah instrumen utama, pedoman wawancara, perekam suara dan catatan yang digunakan dalam rangka mengumpulkan data. Teori yang digunakan untuk menganalisis data itu dari Pederson (1995). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua puluh dua fenomena culture shock dari turis Australia di Ababi Village. Ada lima belas fenomena culture shock dalam komunikasi verbal, dan tujuh dalam komunikasi non-verbal. Dari semua fenomena culture shock, fenomena kejutan budaya terbesar datang dari komunikasi verbal. Dalam komunikasi verbal Australia memiliki culture dengan beberapa adat Bali dan kondisi transportasi. Dalam komunikasi non-verbal Australia memiliki culture shock dengan komunikasi sentuhan, ekspresi wajah, gerakan dan kontak mata. Dalam transportasi Australia punya masalah dengan layanan, dan infrastruktur. Ada beberapa cara orang Australia dilakukan untuk mengatasi masalah culture shock mereka. Seperti memikirkan solusi mereka sendiri, meminta dari teman, dan meminta penjelasan kepada masyarakat setempatKata Kunci : Culture Shock, Komunikasi Verbal, Komunikasi Non-verbal, Transportasi. This study aimed in analyzing the culture shock phenomenon experienced by Australian tourists in Ababi Village. The researcher restricts on analyzing the culture shock phenomenon when coping with the society in verbal communication and non-verbal communication. This design of this research is descriptive study. The subjects of this research were Australian tourists who live in Ababi. The researcher took the data based on semi-unstructured interview from 15 Australian tourists in Ababi Village. The researcher was the main instrument, interview guide, Mp3 recorder and note were used to collect the data. The theory used to analyze the data was from Pederson (1995). The result of this study shows that there are twenty two culture shock phenomena of Australian tourist in Ababi Village. There were fifteen culture shock phenomena in verbal communication, and seven in non-verbal communication. From all the culture shock phenomena, the greatest culture shock phenomena were coming from verbal communication. In verbal communication Australian had culture shock with some of Balinese customs and transportation condition. In non-verbal communication Australian had culture shock with Balinese touch communication, facial expression, gesture and eye contact. In transportation Australian had problem with the services, and infrastructures. There were several ways Australian people done to overcome their culture shock problems. Such as thinking the solution by their own, asking from friends, and asking for explanation to the local people.keyword : Culture Shock, Verbal Communication, Non-verbal Communication
THE EFFECT OF APPLYING GINGER CORRECTOR SOFTWARE AS A CORRECTION TOOL ON THE COMPETENCY OF RECOUNT TEXTS OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP N 1 UBUD ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Made Partha Sarathi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9692

Abstract

kompetensi menulis recount text antara siswa yang menulis dengan dikoreksi menggunakan software Ginger Corrector dan siswa yang menulis dengan dikoreksimenggunakan konvensional feedback. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi-Experimental Design yang disebut Post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Ubud dengan sample 64 siswa yang dipilih melalui Purposive Sampling. 32 siswa dari kelas VIII A1 sebegai kelas experimen dimana sofware Ginger Corrector diaplikasikan dan 32 siswa dari kelas VIII A2 sebagai kelas control dimana software Ginger Corrector tidak di aplikasikan. Data diambil melalu tes menulis dengan menggunakan rubric penilaian dan dianalisis menggunakan t-test. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam nilai menulis recount antara siswa yang diajarkan dengan pengaplikasian Ginger Corrector Software dan siswa yang diajarkan tanpa pengaplikasian software Ginger Corrector sebagai alat pengkoreksi Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata dari kelompok eksperimen adalah 79,68 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 72,50. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai tobs lebih tinggi dari tcv. Nilai tobs adalah 4,430 sedangkan nilai tcv adalah 1,6697. Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.Kata Kunci : kompetensi menulis recount teks, CALL, Software Ginger Corrector. This study aimed to investigate whether or not there is any significant difference in the competency of writing recount texts between the students whose writing which is corrected by Ginger Corrector Software and the students whose writing which is corrected by conventional feedback. This study was quasi-experimental design called posttest-only control group design. The population in this study was eighth grade students of SMP Negeri 1 Ubud with the sample of 64 students selected by using Purpossive Sampling. 32 students of VIII A1 class were assigned as the experimental class which were taught by applying Ginger Corrector Software and 32 students of VIII A2 class as the control class which were taught without applying Ginger Corrector Software. The data were collected by using writing test with scoring rubric and analyzed by using t-test. The result of the research showed that there was a significant difference in writing score of the eighth grade students who were taught by applying Ginger Corrector Software and those who were taught without applying Ginger Corrector Software. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 79.68 while the mean score of the control group was 72.50. The result of the t-test also showed that the value of the tobs was higher than the tcv. The value of the tobs was 4.430 while the value of the tcv was 1.6697. Therefore the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted.keyword : Writing Recount Text Competency, CALL Feedback, Ginger Corrector Software.
An Analysis of Strategies Used in Translating the Metaphorical expressions in Harry Potter and Goblet of Fire movie ., Ni Made Pastiyari; ., Drs.Gede Batan,MA; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9694

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan ekspresi metafora yang terdapat dalam filem Harry Potter and the Goblet of Firei. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana data tersebut dijelaskan secara deskriptif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan kuesioner dan analisis dokumen. Dalam menganalisis strategi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan ekspresi metaforis, peneliti menggunakan teori Larson (1984). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat strategi yang diterapkan oleh penerjemah dalam menerjemahkan metafora. Mereka Metafora diterjemahkan kedalam metaphora, (10 data), metafora diterjemahkan kedalam Simile (1 data). Metafora diterjemahkan kedalam term yang sama dengan bahasa target (1 data) and metafora diterjemahkan kedalam non-kiasan(7 data). Kata Kunci : metafora, penerjemahan, strategi penerjemahan. The aim of this study is to find the strategies used by the translator in translating the metaphorical expressions in Harry Potter and Goblet of Fire movie. This study is qualitative study in which the data were analyzed descriptively. In collecting the data, the researcher used questionnaire and document analysis. In analyzing the strategies used by the translator in translating the metaphorical expression, the researcher used Larson’s theory (1984). The result shows that there are four strategies applied by the translator in translating the metaphorical expressions. They are The Metaphor is maintained (10 data), Translating the Metaphor as Simile (1 data) 3). Substitute the Metaphor with Similar Term in Target Language (1 data), Translating the Metaphor without Keeping the Metaphorical Imagery (7 data). keyword : metaphor, translation strategies, translation.
THE EFFECT OF SQ3R METHOD ON READING COMPREHENSION OF THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA LAB UNDIKSHA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Putu Oka Mahendra; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada pengaruh yang signifikan atau tidak pada kemampuan membaca siswa kelas sebelas SMA Lab Undiksha. Desain penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas sebelas SMA Lab Undiksha. Cluster Random Sampling digunakan untuk memilih sampel penelitian. Dua kelas dipilih sebagai sampel penelitian. Satu kelas diperlakukan sebagai grup eksperimen dan yang lain diperlakukan sebagai grup control. Grup eksperimen diajar dengan menggunakan metode SQ3R dan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional (Read aloud). Data penilitian akan dianilis melalui t-test dengan menggunakan SPSS 16.0. Hasil penilitian didapat dari analisis hasil post-test dari kedua grup secara deskriptip dan inferential. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa dalam grup eksperimen menunjukkan hasil lebih baik daripada siswa dalam grup kontrol. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata dari grup eksperimen adalah 82.16 sedangkan nilai rata-rata dari grup kontrol adalah 78.24. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai tobs (2.226) lebih tinggi dari tcv (2.003). Ini berarti ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan membaca siswa yang diajar dengan menggunakan metode SQ3R dan yang diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional.Kata Kunci : metode SQ3R, kemampuan membaca This study was aimed at investigating whether or not there was a significant effect of the implementation of SQ3R method on reading comprehension of the eleventh grade students of SMA Lab Undiksha. The research design of this study was Post-test Only Control Group Design. The population was the eleventh grade students of SMA Lab Undiksha. Cluster Random Sampling was used to select the sample of the study. Two classes were selected as the sample of the study. One was treated as the experimental group and the other one was treated as control group. The experimental group was taught by using SQ3R and the control group was taught by using conventional teaching method (read aloud). The data were analyzed by using t-test through SPSS 16.0. The result of the data analysis showed that students in experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 82.16 while the mean score of the control group was 78.24. The result of the t-test also showed that the value of the tobs (2.226) was higher than the tcv. (2.003). It could be concluded that there was a significant difference on reading comprehension of the eleventh grade students of SMA Lab Undiksha that were taught by using SQ3R method than those who were taught by using conventional teaching method.keyword : SQ3R method, reading comprehension.
The Linguistic Evidences That Unite Batur and Pelaga Dialect: A Comparative Study ., I Gede Wahyu W.p; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9696

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan persamaan fonologi dan leksikal antara Dialek Batur dan Dialek Pelaga. Tiga narasumber dari kedua dialek dipilih berdasarkan kriteria yang sudah di tentukan. Penelitian ini menggunakan metode komparatif. Penelitian ini membandingkan dua dialek: Dialek Batur dan Dialek Pelaga. Data yang diperoleh dalam bentuk leksikon diidentifikasi menggunakan daftar kata Swadesh, Budasi, dan Hole. Data diperoleh menggunakan teknik mencatat, mendengarkan dan juga merekam pembicaraanya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 51 fonem yang sama dari kedua dialek. Fonem tersebut diantaranya adalah: 1) enam vokal: /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /ɔ/, and /ə/; 2) sembilan diftong: /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /ʌə/, /ʌe/, /ʌɔ/, /iu/, and /ɔʌ/; 3) empat gemenite: , /ʌʌ/, /II/, /ʊʊ/, and /ɔɔ/; 4) sembilan belas konsonan: /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, / tʃ/, / dʒ/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/, and /y/; 5) tiga belas gugusan konsonan: /tl/, /ml/, /mp/, /mb/, /nt/, /nd/, /ŋk/, /ŋs/, /ŋtʃ/ /kl/ /bl/ /pl/, and /kr/. Dari ke tiga daftar kata di temukan bahwa 1029 kata diantaranya memiliki cara penulisan yang sama persis dan 265 di antaranya ditemukan kemiripan diantara Batur dan Pelaga Dialek.Kata Kunci : fonologi, vokal, rangkap, diftong, konsonan, kosa kata, metode komparatif, Dialek Batur, Dialek Pelaga. This research aimed at describing the phonological and lexical similarities between Batur Dialect and Pelaga Dialect. Three informants from those dialects were selected based on a set of criteria. This research applied comparative method. This study compared two dialect: Batur Dialect and Pelaga Dialect. The obtained data in the form of lexicon identified using Swadesh Wordlist, Budasi Wordlist, and Hole Wordlist. Data were collected through noting, listening and recording techniques. The results of this research show that there are 51 same phonemes in both dialects. Those phonemes are: 1) six vowels: /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /ɔ/, and /ə/; 2) nine diphthong: /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /ʌə/, /ʌe/, /ʌɔ/, /iu/, and /ɔʌ/; 3) four geminate: , /ʌʌ/, /II/, /ʊʊ/, and /ɔɔ/; 4) nineteen consonants: /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, / tʃ/, / dʒ/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/, and /y/; 5) thirteen consonants cluster: /tl/, /ml/, /mp/, /mb/, /nt/, /nd/, /ŋk/, /ŋs/, /ŋtʃ/ /kl/ /bl/ /pl/, and /kr/. From the three wordlist there are 1029 words which were exactly the same and 265 similar words found from Batur and Pelaga Dialect.keyword : phonology, vowels, geminate, diphthong, consonants, lexicon, comparative method, Batur Dialect, Pelaga Dialect.
THE EFFECT OF THE COMBINATION OF IDEA-DETAILS AND P.O.W.E.R.S. STRATEGY ON TENTH GRADE STUDENTS’ WRITING ACHIEVEMENT AT SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Putu Agus Ariangga Iswara; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menulis teks recount siswa kelas 10 dengan menggunakan strategi kombinasi Idea-Details dan P.O.W.E.R.S. di SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Post-test Only Control Group. Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 10 di SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Kemudian, teknik random sampling digunakan untuk memilih sampel dalam penelitian ini. Ada dua kelompok sampel yaitu kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan strategi kombinasi Idea-Details dan P.O.W.E.R.S., dan kelompok kontrol yang diajar menggunakan strategi mengajar menulis konvensional. Data penelitian diambil dari hasil post-test yang diselenggarakan setelah dua kelompok tersebut belajar dengan strategi yang berbeda selama 6 kali pertemuan. Setelah itu, data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil dari analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki kemampuan lebih baik daripada kelompok kontrol dimana nilai rata-rata kelompok eksperimen (88,85) lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelompok kontrol (78,29). Kemudian, pada analisis statistik inferensial, menunjukkan bahwa the observed t value yang sejumlah 3,240 (tobs) lebih tinggi dari t critical value yang sejumalah 2,06 (tcv) pada level standar alfa (α = .05). Hal ini berarti hipotesis nol ditolak atas hipotesis alternatif. Kesimpulannya, hal ini memastikan bahwa ada pengaruh yang signikan pada kemampuan menulis teks recount siswa kelas 10 dengan menggunakan strategi kombinasi Idea-Details dan P.O.W.E.R.S.Kata Kunci : Strategi Idea-Details, Strategi P.O.W.E.R.S., Teks Recount, Kemampuan Menulis This study was aimed at investigating whether or not there was a significant effect on the tenth grade students’ writing achievement in recount text by the combination of Idea-Details and P.O.W.E.R.S. strategy at SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Post-test Only Control Group Design was used as the research design. The population for this study was tenth grade students in SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Then, simple random sampling technique was used in selecting the sample. There were two groups of sample, namely experimental group which was taught by the combination of Idea-Details and P.O.W.E.R.S. strategy and control group which was taught by conventional teaching writing strategy. The data for this study were gathered through the post-test which conducted after those two groups were given different treatment for six meetings. After that, the research data were analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics analysis. The result of descriptive statistics analysis showed that the experimental group had better performance in writing where the experimental group’s mean score (88.85) was higher than the control group’s mean score (78.29). Furthermore, in inferential statistics analysis, it was found that the observed t value of 3.240 (tobs) was higher than the t critical value of 2.06 (tcv) at standard alpha level (α = .05). It means the null hypothesis was rejected in favour of the alternative hypothesis. Therefore, it could be confirmed that there was a significant effect on the tenth grade students’ writing achievement in recount text by the combination of Idea-Details and P.O.W.E.R.S. strategy.keyword : Idea-Details strategy, P.O.W.E.R.S. strategy, Recount Text, Writing Achievement.
THE EFFECT OF THE IMPLEMENTATION OF DICTOGLOSS TECHNIQUE ON LISTENING COMPREHENSION OF THE 10th GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR OF 2016/2017 ., I Kadek Agus Hendra Yasa Dinatha; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada pengaruh yang signifikan pada penerapan teknik Dictogloss pada skor kemampuan mendengarkan siswa kelas sepuluh SMA Negeri 1 Sukasada. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas sepuluh SMA Negeri 1 Sukasada. Cluster Random Sampling diguanakan untuk memilih sampel penelitian. Sampel penelitian ini adalah 20 siswa pada kelas X3 untuk kelas eksperimen dan 21 siswa kelas X2 untuk kelas control. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan teknik Dictogloss dan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional. Data dianalisis melalui uji t dengan menggunakan program SPSS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata dari kelompok eksperimen adalah 81,40 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 78,24. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai tobs lebih tinggi dari tcv. Nilai tobs adalah 2,185 sedangkan nilai tcv adalah 2,023. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada kemampuan mendengarkan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik Dictogloss dibandingkan dengan yang diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional.Kata Kunci : Teknik Dictogloss, pemahaman mendengarkan, penerapan teknik Dictogloss. This study aimed at investigating whether or not there was a significant effect of the implementation of Dictogloss technique upon listening comprehension of the tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada. The research was an experimental one with Post-test Only Control Group Design. The population was the tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada. Cluster Random Sampling was assigned to select the sample of the study. The samples were 20 students at grade X3 for experimental group and 21 at grade X2 for control group. The experimental group was taught by using Dictogloss technique and the control group was taught by using conventional teaching technique. The data was analyzed by using T-test through SPSS program. The result of the data analysis showed that students in experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 81.40 while the mean score of the control group was 78.24. The result of the t-test also showed that the value of the tobs was higher than the tcv. The value of the tobs was 2.185 while the value of the tcv was 2.023. It can be concluded that there was a significant effect on students’ listening achievement that were taught by using Dictogloss technique than were taught by using conventional teaching technique.keyword : Dictogloss technique, listening comprehension, the implementation of Dictogloss technique.
ANALYSIS OF PERCEPTIONS ON ENGLISH NEEDS FOR STUDENTS OF MARKETING PROGRAM OF SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., I Pt Hendry Gunawan; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi persepsi dari keperluan bahasa Inggris oleh siswa jurusan pemasaran di SMK Negeri 1 Singaraja melalui murid di jurusan pemasaran, guru yang mengajar bahasa Inggris dan perusahaan yang bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah kelas B tingkat sebelas di jurusan pemasaran di SMK Negeri 1 Singaraja yang beranggotakan 41 siswa. Data dari penelitian ini diperoleh melalui kuesioner, panduan wawancara, rekaman suara, dan catatan. Penelitian ini adalah deskriftif kualitatif penelitian kasus. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa kemampuan berbicara dan istilah-istilah tekhnikal di pemasaran adalah hal yang utama untuk diajarkan kepada siswa di jurusan pemasaran dan diperlukan adanya materi yang secara spesifik mengajar siswa mengenai bahasa yang digunakan di sektor pemasaran.Kata Kunci : Bahasa Inggris untuk Pemasaran, Keperluan, Keperluan Siswa TThis research aimed at investigating the perceptions on English needs of students of marketing study program in SMK Negeri 1 Singaraja through the students in marketing study program, the teacher who teaches English, and one of the stakeholders of SMK Negeri 1 Singaraja. The subject of this research was B class of eleventh grade in marketing study program in SMK Negeri 1 Singaraja which consisted of 41 students. The data of this research were obtained by using questionnaire, interview guide, audio recorder, and notes. This research is descriptive qualitative case study research. The result of this research found speaking skill and marketing technical terms were the most priority to be taught for the students in marketing study program and it needed materials which specifically teach students about the language which is used in marketing sector.keyword : English for Marketing, Needs, Needs Analysis
An Analysis of Grammatical Errors in Writing Descriptive Texts Committed by the Tenth Grade Students of SMK Negeri 3 Singaraja in Academic Year 2016/2017 ., Putu Rika Pramayani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jenis-jenis kesalahan grammar yang dilakukan oleh murid-murid dikelas X TKJ 2 di SMK Negeri 3 Singaraja didalam menulis teks deskriptif dan menemukan sumber-sumber dari kesalahan grammar tersebut. Semua data dianalisis dengan menggunakan teori dari Azar dan Wakkad dalam mengelompokkan tipe-tipe kesalahan grammar yang dilakukan oleh siswa. Berdasarkan analisa dari data didalam penelitian ini, terdapat 16 jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa, diantaranya: add a word (25.52%), capitalization(12.41%), verb error (8.62%), pronoun (8.62%), spelling (7.93%), word order (6.55%), word choice (4.83%), singular/plural (5.86%), preposition (4.48%), omit a word (4.48%), meaning not clear (2.76%), word form (2.41%), punctuation (2.07%), article (1.38%), run-on-sentence (1.38%), and incomplete sentence (1.03%). Dalam sumber kesalahan, hasil dari penelitian ini diindikasikan bahwa sumber kesalahan terbanyak adalah kesalahan intralingual (65.77%).Kata Kunci : kesalahan grammar, menulis, teks deskriptif. This research aimed at investigating the types of grammatical errors committed by the students of class X TKJ 2 in SMK Negeri 3 Singaraja in writing descriptive text and finding out the sources of those grammatical errors. All data were analyzed by using Azar and Wakkad’s theory in classifying the types of grammatical error committed by the students. Based on the analysis of the data of this study, there were 16 types of errors committed by the students, which includes: add a word (25.52%),capitalization(12.41%), verb error (8.62%), pronoun (8.62%), spelling (7.93%), word order (6.55%), word choice (4.83%), singular/plural (5.86%), preposition (4.48%), omit a word (4.48%), meaning not clear (2.76%), word form (2.41%), punctuation (2.07%), article (1.38%), run-on-sentence (1.38%), and incomplete sentence (1.03%). In terms of error sources, the result of this study indicated that the major source of errors was intralingual error (65.77%).keyword : grammatical errors, writing, descriptive text.
AN ANALYSIS OF BALINESE SWEAR WORDS AMONG THE NORTHERN BALINESE TEENAGERS IN SERIRIT DISTRICT IN THEIR DAILY CONVERSATION ., Made Arsana; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa kasar yang digunakan oleh remaja di Kecamatan Seririt. Subjek dari penelitian ini adalah remaja di kecamatan Seririt yang melakukan percakapan berdasarkan dua domain yaitu, keluarga dan pertemanan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang memberikan gambaran tentang bahasa kasar yang digunaan oleh dua domain di Kecamatan Seririt. Data dikumpulkan melalui teknik observasi. Penelitian ini menggunakan observasi partisipasi dimana peneliti menjadi bagian dari penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dua domain yaitu keluarga dan pertemanan tidak mempengaruhi bahasa kasar yang digunakan oleh remaja. Peneliti menemukan 16 bahasa kasar yang digunakan di Kecamatan Seririt. Bahasa kasar itu di kelompokkan menjadi kata-kata yang berhubungan dengan religi, kata-kata yang berhubungan dengan seks, kata-kata yang berhubungan dengan kotoran, kata-kata yang berhubungan dengan nama-nama binatang, kata-kata yang berhubungan dengan latar belakang pribadi, kata-kata yang berhubungan dengan penyakit mental dan kata-kata yang berhubungan dengan aktivitas seks. Kecamatan Seririt mempunyai kata pirata sebagai kata-kata yang berhubungan dengan religi, 4 kata-kata yang berhubungan dengan seks: naskleng/kleng, peletan, celak, teli, 2 kata-kata yang berhubungan dengan kotoran: sien teli, tai, 2 kata-kata yang berhubungan dengan nama-nama binatang: cicing, bojog, 2 kata-kata yang berhubungan dengan latar belakang pribadi: bencong, sundel, 2 kata-kata yang berhubungan dengan penyakit mental: lengeh, buduh, kata-kata yang berhubungan dengan aktivitas seks: ngangkuk/mekatuk. Kata Kunci : Penelitian deskriptif, bahasa kasar, remaja di kecamatan Seririt. The study aimed at describing the swear words that were used by the teenagers in Seririt district. The subjects of the study were teenagers in Seririt district who conversing in two domains namely family and friendship. This study is descriptive study which gives description of the swear words that were used by two domains in Seririt district. Data were collected through observation technique. This study used participate observation where the researcher was being part of the study. Results of the study showed that two domains did not influence the way teenagers used the swear words. The researcher obtained 16 swear words that were used by teenagers in Seririt district. Those swear words were comprised into words related to religious, words related to sex, words from excrement, words from name of animal, words related to personal background, words from mental illness, words related to sex activities. Seririt district has pirata as words related to religious, 4 words related to sex: naskleng/kleng, peletan, celak, teli, 2 words from excrement: sien teli, tai, 2 words from name of animal: cicing, bojog, 2 words related to personal background: bencong, sundel, 2 words from mental illness: lengeh, buduh, words related to sex activities: ngangkuk/mekatuk.keyword : Descriptive study, swear words, teenagers in Seririt district.

Page 9 of 10 | Total Record : 95