cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): November" : 293 Documents clear
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN SPEAKING COMMITTED BY THE STUDENTS OF TOUR AND TRAVEL CLASS AT SLC SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., I Gede Shasy Bagus; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa-siswi untuk Tour dan Travel-Sun Lingua College (SLC) Singaraja pada Tahun Akademik 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Ini menggunakan purposive sampling dan subjeknya terdiri dari 24 siswa dan 1 guru tour dan travel. Data dikumpulkan melalui rekaman, penyebaran kuesioner dan wawancara dan dianalisis dengan menggunakan Surface Strategy Taxonomy oleh Dulay, Burt dan Krashen (1982). Ini tentang mengidentifikasi kesalahan, mengklasifikasikan kesalahan, menghitung kesalahan, menganalisis kuesioner dan hasil wawancara, melaporkan hasil analisis dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat jenis kesalahan: kelalaian, penambahan, misformasi dan salah urut, yang dilakukan oleh siswa-siswi. Jumlah kesalahan total adalah 520 yang terdiri dari 43,9% kesalahan kelalaian, 30,8% kesalahan misformasi, 18,9% sebagai penambahan kesalahan, dan 6,6% kesalahan salah urut. Penelitian tersebut menemukan bahwa sumber kesalahan adalah kesalahan antarbahasa serta kesalahan intrabahasa.Kata Kunci : tata bahasa, kesalahan-kesalahan, kesalahan antarbahasa, kesalahan intrabahasa This study aimed at analyzing the types and sources of errors committed by the students of Tour and Travel–Sun Lingua College (SLC) Singaraja in Academic Year of 2017/2018. This study is a descriptive qualitative research. It applied purposive sampling and the subjects of which consisted of 24 students and 1 tour and travel teacher. The data were collected through recording, distributing questionnaire and interview and analyzed by using Surface Strategy Taxonomy by Dulay, Burt and Krashen (1982). It was about identifying the errors, classifying the errors, calculating the errors, analyzing the questionnaire and the result of the interview, reporting the result of the analysis and drawing the conclusion. The results of the study show that there were four types of errors: omission, addition, misformation and misordering, committed by the students. The total numbers of errors were 520 which consisted of 43.9% in omission errors, 30.8% in misformation errors, 18.9% in addition errors, and 6.6% in misordering errors. The study found that the sources of errors were interlingual error as well as intralingual error.keyword : grammar, errors, interlingual error, intralingual error
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGIES THAT USED BY STUDENT TEACHERS IN EFL TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMP NEGERI 2 SAWAN ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni; ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12050

Abstract

Penelitian ini menyoroti realisasi dari strategi kesantunan yang dikemukakan oleh Brown dan Levinson (1987). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi tipe strategi kesantunan yang digunakan oleh mahasiswa praktikan, (2) menemukan alasan dibalik penggunaan strategi kesantunan oleh mahasiswa praktikan, dan (3) mendeskripsikan fungsi pedagogi dari strategi kesantunan dalam kegiatan proses belajar dan mengajar. Penelitian ini menggunakan model kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan realisasi dari strategi kesantunan di kelas mengajar. Subjek dari penelitian ini adalah tiga mahasiswa praktikan yang mengajar bahasa Inggris untuk kelas tujuh di SMP Negeri 2 Sawan. Peneliti merupakan instrument utama dalam penelitian ini yang mengumpulkan data melalui perekaman proses belajar dan mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang diadakan oleh mahasiswa praktikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat strategi kesantunan yang digunakan oleh mahasiswa praktikan. Strategi kesantunan tersebut meliputi bald on record, positive politeness, negative politeness, dan off record. Alasan dari pengaplikasian strategi kesantunan ialah untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan terlepas dari tekanan, dan memfasilitasi peran autoritatif seorang guru yang membuat siswa lebih taat terhadap intruksi yang diberikan. Fungsi pedagogi dari strategi kesantunan diklasifikasikan ke dalam empat pengendalian kelas yang dikemukakan oleh Jiang (2010) yaitu academic instructions, motivation, evaluation, dan classroom management. Mahasiswa praktikan cenderung menggunakan bald on record dan positive politeness dalam memberikan instruksi akademik, positive politeness dan negative politeness untuk memotivasi siswa, positive politeness saat melakukan evaluasi, dan bald on record dalam pengelolaan kelas.Kata Kunci : Mahasiswa praktikan, proses belajar dan mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing, strategi kesantunan This study highlighted the realization of politeness strategies which was proposed by Brown and Levinson (1987). This study aimed to (1) identify the type of politeness strategies used by student teachers, (2) find out the reasons behind the use of politeness strategies by student teachers, and (3) describe pedagogical functions did the politeness strategies used to serve in the teaching and learning activity. This study used descriptive qualitative research design to describe the realization of politeness strategies in classroom teaching. The subjects of this study were three student teachers who taught English for seven graders at SMP Negeri 2 Sawan. The researcher was the main instrument in this study that collected the data by recording the EFL teaching and learning process that were conducted by student teachers. The result of this study showed that there were four politeness strategies that were used by student teachers. Those were bald on record, positive politeness, negative politeness, and off record. The reasons of applying politeness strategies were to create a fun learning environment which was less of pressure, and facilitating the authoritative role of a teacher which made students more obedient to the instructions. The pedagogical function of politeness strategies were classified into four different classroom controls which was proposed by Jiang (2010) those were academic instructions, motivation, evaluation, and classroom management. The student teachers tended to use bald on record and positive politeness in academic instruction, positive politeness and negative politeness in motivating the students, positive politeness in doing evaluation, and bald on record for classroom management.keyword : EFL teaching and learning process, politeness strategies, student teachers
AN ANALYSIS OF TEACHERS' NON-VERBAL COMMUNICATION IN EFL CLASSROOM AT SMP NEGERI 3 BANJAR ., I Putu Indrawan; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12051

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk, (1) menganalisa jenis-jenis komunikasi non-verbal yang digunakan oleh guru bahasa inggris ketika proses belajar dan mengajar, (2) mengungkapkan tentang jenis – jenis komunikasi non-verbal yang mempengaruhi motivasi siswa ketika proses pembelajaran di kelas berlangsung, (3) mengungkapkan tentang kontribusi komunikasi non-verbal dalam pembelajaran bahasa inggris. Peneleitian berikut ini merupakan penelitian deskritif kualitatif yang dilaksanakan di SMPN 3 Banjar. Data pada penelitian berikut dengan cara rekaman video, penyebaran kuisioner, dan interview. Terdapat 2 guru bahasa Inggris yang diikutsertakan dalam penelitian ini, dan 40 siswa kelas delapan dari kelas yang berbeda diikutsertakan dalam penelitian berikut ini. Sebelum analisis data, hasil dari penelitian berikut dianalisa secara deskriptip dengan cara mencari phenomena komunikasi non-verbal guru yang terlihat pada rekaman video, menganalisis hasil interview dan mencari perentasi dari hasil kuisioner. Hasil dari analisis data yaitu komunikasi non-verbal guru di SMPN 3 Banjar sudah memenuhi kriteria komunikasi non-verbal yang diusulkan oleh ahli, terdapat beberapa jenis komunikasi non-verbal guru yang berpengaruh terhadap motivasi siswa yaitu ekspresi wajah, gestur, proxcemics (kedekatan), haptics (sentuhan), kontak mata, dan paralanguage. Temuan yang terakhir yaitu, gestur dan paralanguage dianggap sebagai komunikasi non-verbal yang memberikan kontribusi terhadap pemberlajaran bahasa inggris. Kata Kunci : Guru, Komunikasi non-verbal, Motivasi siswa This study aimed at (1) analyzing kinds of non-verbal communication used by English teacher during the teaching and learning process, (2) revealing what kinds of teacher’s non-verbal communications affect students’ motivation during the learning process in the classroom, (3) revealing the contribution of non-verbal communications in English education. This study was a descriptive qualitative study conducted at SMPN 3 Banjar. The data were collected by video recording, questionnaire administration, and interviewing. There were 2 English teachers involved as the subject of this research, and 40 students of eighth grade in different classes were involved. the results of the study analyzed descriptively by finding out the phenomenon of teachers’ non-verbal communication in the video recording, analyzing the interview results, and finding out the percentage of questionnaire administration. The result of data analysis showed that, teachers’ non-verbal communication in SMPN 3 Banjar already fitted with the seventh kinds of non-verbal communication proposed by Burgoon, Buller, and Woodall, (1994) as cited in Birjandi and Nushi (2014), and there are some kinds of non-verbal communication that affect students' motivation, namely facial expression, body movement, gestures, proxemics (proximity), haptics (touch), eye contact, and paralanguage. Gestures and paralanguage are considered as non-verbal communication that gives the contribution to English education. keyword : Teacher, Non-verbal communication, Students motivation
AN ANALYSIS OF CULTURE SHOCK EXPERIENCED BY DANISH TOURISTS IN RELATION TO SINGARAJA CULTURAL VISIT ., Kadek Toni Sumartawan; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis syok budaya yang dialami oleh orang Denmark di Singaraja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Peneliti menganalisis fungsi bahasa dari culture shock, bagaimana cara mengatasi budaya Bali, dan bagaimana caranya beradaptasi dengan budaya. Ada dua bentuk di culture shock, diantaranya adalah verbal komunikasi dan non-verbal komunikasi. Subjek di dalam penelitian ini adalah tiga orang Denmark yang tinggal di Singaraja. Data ini diambil melalui wawancara semi-struktur dan semi secara tidak terstruktur Data tersebut diperoleh melalui wawancara dan rekaman suara. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori dari Pederson (1995). Hasil dari penelitian ini terbukti bakwa ada dua puluh syok budaya di verbal komunikasi dan non-verbal komunikasi dari orang Denmark di Singaraja. Ada sepuluh syok budaya in verbal kommunikasi dan sepuluh syok budaya di non-verbal komunikasi. Fungsi bahasa yang ada di verbal komiunikasi adalah sapaan, pengenalan diri, menanyakan informasi, makanan orang Bali, rumah orang Bali, transportasi, hubungan antara manusia, waktu, kebersihan, dan pemerintahan. Fungsi bahasa yang digunakan di non-verbal komunikasi adalah melambaikan tangan, menyentuh kepala, memberi jempol, banyak senyum, interaksi mata, jarak, berjabat tangan, sapaan, berpelukan, dan perbedaan antara tangan kanan dan tangan kiri. Ada beberapa cara orang Denmark mengatasi syok budaya, diantaranya adalah dengan bertanya ke orang Bali, pemandu wisata, membaca buku, dan menyesuaikan dengan budaya Bali. Kata Kunci : Syok Budaya, Non-verbal komunikasi, Verbal Komunikasi. This study aimed at analyzing the culture shock phenomena experienced by Danish tourists in Singaraja. This research was a descriptive qualitative research. The researcher analyzed the language functions of culture shock, how to adjust the culture, and how to adapt the culture. There were two forms, namely verbal communication and non-verbal communication. The subjects of this research were three Danish tourists who live in Singaraja. The data were obtained through semi-structure and semi-unstructured interview. The interview guide and voice recorder were used to collect the data. The theory was used to analyze the data was from Pederson (1995). The results of this study show that there were twenty phenomena of culture shock in verbal and non-verbal communication experienced by the Danish tourists in Singaraja. Ten culture shock phenomena were in verbal communication, and ten culture shock phenomena in non-verbal communication. The language functions of the culture shock in verbal communication were related to greeting, introduction, asking information, Balinese food, Balinese house, transportation, human relation, time management, cleanness, and government. The language function of culture shock in non-verbal communication were related to waving hands, touching head, giving thumb, more smiling, eye contact, space, shaking hand, greeting, hugging, and the different between right hand and left hand. The Danish tourists adjust their culture shock, such as asking information to local people, tour guide, reading Bali culture, and organized based on rules in Bali. keyword : Culture Shock, Non-verbal Communication, Verbal Communication.
CULTURE SHOCK EXPERIENCED BY DUTCH TOURISTS IN KALIBUKBUK VILLAGE ., Gede Ari Suyasna Putra; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti fenonema gegar budaya yang dialami oleh turis Belanda dan bagaimana cara mereka mengatasi gegar budaya mereka di Desa Kalibukbuk. Peneliti membatasi pada penelitian gegar budaya yang berhubungan dengan komunikasi lisan dan komunikasi tidak lisan. Penelitian sekarang ini adalah sebuah studi kasus dengan desain penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga turis Belanda yang tinggal di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan wawancara yang terstruktur dan tidak struktur dari tiga turis Belanda di Desa Kalibukbuk. Instrumen utama dari penelitian ini adalah peneliti sendiri, pedoman wawancara, perekam suara dan catatan. Teori dari Pederson yang digunakan didalam menganalisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada sepuluh fenomena gegar budaya didalam komunikasi lisan dan sepuluh didalam komunikasi tidak lisan. Dari semua gegar budaya, sebagian besar turis Belanda mengalami gegar budaya tentang transportasi. Selain itu, ada empat cara dari turis Belanda untuk mengatasi gegar budaya seperti meminta orang lokal untuk menjelaskan, mencoba untuk melakukan hal yang sama, berpikir solusi dengan cara mereka dan menghormati perbedaan budaya. Data dari observasi dan wawancara menyatakan masalah dari turis Belanda didalam meniru budaya baru di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Kata Kunci : gegar budaya, komunikasi tidak lisan, komunikasi lisan This study aimed at investigating the culture shock phenomena experienced by Dutch tourists and how the way they overcome their culture shock in Kalibukbuk village. The researcher limited on investigating the culture shock that related with verbal communication and non-verbal communication. This present study was a case study with qualitative research design. The subjects of this research were three Dutch tourists who stay in Kalibukbuk village, Buleleng regency, Bali. The researcher collected the data based on semi structure interview and semi unstructured interview from three Dutch tourists in Kalibukbuk village. The main instrument of this study was the researcher itself, interview guide, voice recorder and note. Pederson’s theory that used in analyzes the data. The result of this research shows that there were ten culture shock phenomena in verbal communication and ten in non-verbal communication. From all the culture shock, the most Dutch tourists experienced culture shock about transportation. Moreover, there were four ways of Dutch tourists to overcome the culture shock such as asked the local people to explain, tried to do the same thing, thought the solution their own and respect the difference culture. The data from observation and interview reveals the Dutch tourists’ problems in copying the new culture in Kalibukbuk village, Buleleng regency, Bali. keyword : culture shock, non-verbal communication, verbal communication
THE ANALYSIS OF FIGURATIVE EXPRESSIONS IN ADVERTISEMENTS APPEARING IN THE 2016 ISSUES OF GLAMOUR MAGAZINE ., I Gede Widiana Pradana; ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12087

Abstract

Kegiatan pemasaran melalui iklan semakin populer di masyarakat. Kegiatan beriklan menggunakan bahasa kiasan yang sangat menarik untuk mempengaruhi para pembaca. Bahasa pada iklan tidak dapat dimaknai secara harfiah karena mengandung makna makna kiasan di dalamnya. berdasarkan hal tersebut kajian studi tentang iklan ini dilaksanakan. penelitian ini berjutuan untuk mengidentifikasi jenis ekspresi kiasan yang digunakan, menganalisa keberhasilan fungsi dari ekspresi kiasan yang digunakan, dan menginterpretasi makna sebenarnya yang terkadung pada ekpresi kiasan dalam iklan. sumber data pada penelitian ini adalah teks iklan pada majalan Glamour yang di terbitkan pada bulan Agustus hingga Desember tahun 2016. penelitian dilaksanakan dengan metode deskripsi kualitatif. Data diperoleh dari teks iklan yang ditulis dengan ukuran besar. Data dianalisis dengan metode dokumen analisis. berdasarkan penelitian ditemukan sepuluh jenis ekspresi kiasan yang digunakan pada iklan diantaranya: hyperbole (19), personification (13), alliteration (10), metonymy (5), parallelism (4), metaphor (3), simile (2), paradox (2), onomatopoeia (2) dan apostrophe (2). Terdapat empat fungsi dari ekspresi kiasan pada iklan diantaranya: to give imaginative pleasure (31), to add emotional intesity (18), to bring additional imagery (10) dan for saying much in bref compass (6). Makna dari ekspresi kiasan mengandung makna yang tidak dapat diartikan secara harfiah, konotasi, dan makna sesuai konteks. makna pada ekpresi kiasan haruslah dimaknai berdasrkan pada elemen-element disekitarnya pada iklan.Kata Kunci : ekspresi kiasan, fungsi, makna, iklan Marketing through advertisement is popular nowadays. It uses persuasive language which is attractive for influencing readers. The language in advertisement cannot be taken literally, it applies figurative meaning inside the advertisement. Considering to the thought above, the analysis study on advertisement was conducted. This research was aimed at identifying the types of figurative expression used in advertisement, analyzing successfulness of function of figurative expression and interpreting the meaning intended by figurative expression. The data source of this research were the text of advertisements from Glamour Magazine published in August 2016 to December 2016. This study employed descriptive qualitative method. The data were taken from the larger typed text on the advertisements. The data were analyzed using a document analysis method. The research findings showed there were ten types of figurative expressions that appeared in advertisement: hyperbole (19 times), personification (13), alliteration (10), metonymy (5), parallelism (4), metaphor (3), simile (2), paradox (2), onomatopoeia (2) and apostrophe (2). There were four functions served by figurative expression they were to give imaginative pleasure (31 times), to add emotional intensity (18), to bring additional imagery (10) and for saying much in brief compass (6). The meaning of the figurative expression contained non literal meaning, connotative and contextual meaning. It could not be taken literally and should be interpreted by relating to the surrounding elements of advertisement.keyword : figurative expression, meaning, advertisement
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION THROUGH INITIAL RESPONSE FOLLOW UP MODEL DURING ENGLISH LEARNING PROCESS AT VIII-1 GRADES OF SMP NEGERI 3 BANJAR ., I Gede Yoga Pramana; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe interaksi kelas dan menjabarkan proses dari setiap tipe dan kesulitan-kesulitan guru yang terjadi di dalam interaksi kelas selama proses pembelajaran bahasa inggris di kelas VIII-1 SMP Negeri 3 Banjar. Peneliti mengunakan sebuah metode qualitatif deskripsi. Data yang dikumpulkan dengan mengobservasi satu guru bahasa inggris dan dua puluh dua siswa dan melakukan wawancara tatap muka dengan guru bahasa inggris yang sama. Proses menganalisis data menggunakan Sinclair and Coulthard’ IRF teori model (1975). Hasil dari analisi data menunjukan bahwa ada tujuh tipe-tipe interaksi kelas, yaitu, teacher elicit, teacher direct, teacher inform, teacher check, student elicit, re-initiation (ii), and repeat. Tipe yang sering muncul selama proses pembelajaran bahasa inggris adalah teacher elicit. Berlawanan dengan itu, tipe yang jarang muncul adalah student elicit. Untuk sisa tipe-tipe lainnya, itu terjadi secara merata. Oleh karena itu, guru yang dominan melakukan interaksi kelas dari pada siswa. Selain itu, ada dua kesulitan-kesulitan yang dari interaksi kelas yang dihadapi guru di dalam mempromosikan Initial Response Follow up, yaitu, guru tidak memberikan perhatian yang setara untuk siswa dan guru memiliki rendahnya kemampuan pengelolaan terhadap interaksi kelas. Kesulitan pertama menunjukan bahwa itu merusak struktur dari teacher elicit type. kesulitan kedua menampilkan bahwa itu merusak struktur dari teacher elicit type dan teacher inform typeKata Kunci : Interaksi kelas, Proses pembelajaran bahasa inggris, Sinclair dan Coulthard' IRF This study aimed at analyzing the types of classroom interaction and describing the process of each type and the teacher’s difficulties happened in classroom interaction during English learning process at VIII-1 grades of SMP Negeri 3Banjar. The researcher used a descriptive qualitative method. The data were collected by observing one English teacher and twenty two students and doing face to face interview to one English teacher. Procedures of analyzing the data used Sinclair and Coulthard’ IRF model theory (1975). The results of the data analysis showed that there were seven types of classroom interaction, namely, teacher elicit, teacher direct, teacher inform, teacher check, student elicit, re-initiation (ii), and repeat. The most type happened during English learning process was teacher elicit. On the contrary, the least type was student elicit. For the rest of types, it happened moderately. Therefore, the teacher was dominant in conducting classroom interaction rather than students. Moreover, there were two difficulties encountered by the teacher in classroom interaction, namely, teacher does not give equal attentions for students and teacher has less management on classroom interaction. First difficulty showed that it broke the structure of teacher elicit type. Second difficulty showed that it broke the structure of teacher elicit and teacher inform type. keyword : Classroom interaction, English learning process, Sinclair and Coulthard' IRF
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN WRITING RECOUNT TEXT COMMITTED BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 3 BANJAR ., I Made Pebri Artono; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tipe-tipe kesalahan tata bahasa dan faktor-faktor yang mempengaruhi siswa-siswa tingkat 8 SMP Negeri 3 Banjar dalam melakukan kesalahan dalam tulisan teks recount. Penelitian ini menggunakan deskriptif qualitatif metode. Data diikumpulkan dengan meminta 30 siswa menulis teks recount yang berjumlah 5 sampai 10 kalimat. Tata cara analisa kesalahan untuk menganalis data menggunakan klasifikasi dari Dulay, Burt, dan Krashen, (1982). Selain itu, faktor yang mempengaruhi siswa dalam melakukan kesalahan-kesalahan diklasifikasikan kedalam faktor interlingual dan intralingual (Richard, 1974). Hasil pengolahan data menunjukan bahwa jenis kesalahan tata bahasa yang paling sering muncul yang dilakukan oleh siswa adalah kesalahan penghilangan kata (39,86%), yang diikuti oleh kesalahan penambahan kata (23,07%), kesalahan pembentukan kata (20,97%), dan jenis kesalahan yang paling sedikit muncul adalah kesalahan penyusunan kata (16,08%). Sumber kesalahan interlingual menempati faktor tertinggi yang mempengaruhi siswa dalam melakukan kesalahan-kesalahan. Kata Kunci : faktor interlingual, faktor intralingual, kesalahan tata Bahasa, teks recount, tulisan This study aimed at analyzing the types of grammatical errors and the factors affecting the eighth grade students of SMP Negeri 3 Banjar in committing errors. The researcher used a descriptive qualitative method. The data were collected by asking 30 students to write recount texts consisting of 5 to 10 sentences. Error analysis procedures used Dulay, Burt, and Krashen (1982) in analyzing the data in this study. Moreover, the factors affecting the students in committing errors are classified into interlingual factor and intralingual factor (Richard, 1974). The results of the data analysis showed that the most frequent types of grammatical errors committed by the students were omission errors (39.86%), followed by addition errors (23.07%), misformation errors (20.97%), and the least frequent types of errors were misordering errors (16.08%). Interlingual source of errors played the highest factor affecting the students in committing errors.keyword : grammatical errors, interlingual factor, intralingual factor, recount text, writing
CLASSROOM INTERACTION IN A BILINGUAL KINDERGARTEN: A CASE STUDY IN AURA SUKMA INSANI BILINGUAL KINDERGARTEN SINGARAJA ., Ida Bagus Gede Suaditya; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kategori dari interaksi kelas yang muncuk di kelas B1 di Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten Singaraja berdasarkan dari Flander Interaction Analysis Categories (FIAC) System, dan interaksi yang memberi dampak pada tingkah laku siswa. Subjek dari penelitian ini adalah seorang guru dan 33 siswa di kelas B1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan: (1) semua kategori dari interaksi kelas berdasarkan Flander Interaction Analysis Categories (FIAC) System muncul dalam proses pembelajaran, meliputi: accepting feeling sebanyak 9.6%, praising or encouraging sebanyak 3.5%, accepting ideas sebanyak 0.6%, asking questions sebanyak 12.3%, lecturing sebanyak 11,3%, giving directions sebanyak 11%, criticizing or justifying authority sebanyak 2%, students’ talk response sebanyak 45,6%, students’ talk initiation sebanyak 2.2%, and silence or confusion sebanyak 1,9%. (2) Interaksi antara guru dan siswa berjalan sangat aktif dan lancar. Melalui interaksi kelas, semua siswa memperoleh hasil pembelajaran yang baik dan bertingkah laku dengan sangat baik di setiap proses belajar.Kata Kunci : Interaksi Kelas, Taman kanak-kanak dua bahasa, pelajar anak-anak, Flander Interaction Analysis Categories (FIAC) System. This study aimed at finding the classroom interaction categories occurring in the B1 class at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten Singaraja based on Flander Interaction Analysis Categories (FIAC) System, and how the interaction give impacts to the students’ achievement and behavior. The subjects of the study were one teacher and 33 students in B1 class. This study was designed by using descriptive qualitative research. The result of the research shows that: (1) all categories of classroom interaction based on Flander Interaction Analysis Categories (FIAC) System exist during teaching and learning process. Those are accepting feeling was 9.6%, praising or encouraging was 3.5%, accepting ideas was 0.6%, asking questions was 12.3%, lecturing was 11.3%, giving directions was 11%, criticizing or justifying authority was 2%, students’ talk response was 45.6%, students’ talk initiation was 2.2%, and silence or confusion was 1.9%. (2) The interaction between teacher and students run very active and smoothly. Through the classroom interaction, all of the students get good achievement and they behave very well in every meeting.keyword : Classroom Interaction, Young Learners, Flander Interaction Analysis Categories (FIAC) System.
DEVELOPING BILINGUAL STORYBOOKS AS SUPPLEMENTARY MATERIALS FOR TEACHING ENGLISH VOCABULARY FOR ELEMENTARY STUDENTS GRADE 4 AT SDN 6 BANYUNING ., Gusti Ayu Yulia Andarini; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan bilingual storybooks sebagai materi tambahan untuk mengajar kosa kata bahasa Inggris untuk kelas 4 SDN 6 Banyuning, dan (2) menganalisis kualitas dari pengembangan bilingual storybooks. Desain penelitian ini mengadaptasi dari model Dick dan Carey (2001). Prosedur yang digunakan adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran, menganalisis pembelajaran, menganalisis pelajar dan konteks, menulis tujuan kinerja, mengembangkan instrumen penilaian, mengembangkan desain produk, mengembangkan produk, melaksanakan penilaian formative dan merevisi produk. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas 4 yang berjumlah 23 orang, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui lembar observasi, panduan wawancara, kuisioner dan rubrik. Bilingual storybooks dikembangkan berdasarkan 5 tema, sehingga, terdapat 5 buah prototype produk di akhir penelitian ini. Bilingual storybooks dikembangkan dalam format small book (A5) dengan full-text translation. Validasi dari uji ahli menentukan bahwa pengembangan bilingual storybooks sebagai kategori yang baik. Sedangkan dari penilaian pengguna, buku dikategorikan sangat baik. Analisis dari kuisioner siswa menyatakan bahwa buku mudah untuk dibaca dan memotivasi mereka untuk belajar. Sehingga, bilingual storybooks cocok digunakan sebagai materi tambahan untuk mengajar kosa kata bahasa Inggris bagi siswa kelas IV di SDN 6 Banyuning. Kata Kunci : bilingual storybooks, mengajar kosa kata, pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak This study aimed at (1) developing bilingual storybooks as supplementary materials for teaching English vocabulary for Grade 4 SDN 6 Banyuning, and (2) analyze the quality of bilingual storybooks developed. This research was R & D (research and development) which adapted from Dick and Carey model (2001). The procedures used namely, identifying instructional goals, conducting instructional analysis, analyzing learner and context, writing performance objective, developing assessment instrument, developing design product, developing the product, conducting formative evaluation and revise the product. The subject of this research was 23 students comprising 14 males and 9 females. The data of this research were obtained by using observation sheet, interview guide, questionnaire and rubric. There were 5 prototype products which were developed based on 5 themes in the end of this research. Bilingual storybooks were developed in the form of small book (A5) and presented with full-text translation. Expert judge’s validation found that developed bilingual storybooks were in a good category. Meanwhile, from the user judges, the books were categorized into very good category. The analysis of students questionnaire reveals that the books were easy to read and motivating to learn. Thus, the bilingual storybooks were proper to be used as supplementary materials for teaching vocabulary for fourth Grade students at SDN 6 Banyuning. keyword : bilingual storybooks, teaching vocabulary, teaching English for young learners

Page 7 of 30 | Total Record : 293