cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
The Linguistic Evidences That Unite Batur and Pelaga Dialect: A Comparative Study ., I Gede Wahyu W.p; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9696

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan persamaan fonologi dan leksikal antara Dialek Batur dan Dialek Pelaga. Tiga narasumber dari kedua dialek dipilih berdasarkan kriteria yang sudah di tentukan. Penelitian ini menggunakan metode komparatif. Penelitian ini membandingkan dua dialek: Dialek Batur dan Dialek Pelaga. Data yang diperoleh dalam bentuk leksikon diidentifikasi menggunakan daftar kata Swadesh, Budasi, dan Hole. Data diperoleh menggunakan teknik mencatat, mendengarkan dan juga merekam pembicaraanya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 51 fonem yang sama dari kedua dialek. Fonem tersebut diantaranya adalah: 1) enam vokal: /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /ɔ/, and /ə/; 2) sembilan diftong: /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /ʌə/, /ʌe/, /ʌɔ/, /iu/, and /ɔʌ/; 3) empat gemenite: , /ʌʌ/, /II/, /ʊʊ/, and /ɔɔ/; 4) sembilan belas konsonan: /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, / tʃ/, / dʒ/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/, and /y/; 5) tiga belas gugusan konsonan: /tl/, /ml/, /mp/, /mb/, /nt/, /nd/, /ŋk/, /ŋs/, /ŋtʃ/ /kl/ /bl/ /pl/, and /kr/. Dari ke tiga daftar kata di temukan bahwa 1029 kata diantaranya memiliki cara penulisan yang sama persis dan 265 di antaranya ditemukan kemiripan diantara Batur dan Pelaga Dialek.Kata Kunci : fonologi, vokal, rangkap, diftong, konsonan, kosa kata, metode komparatif, Dialek Batur, Dialek Pelaga. This research aimed at describing the phonological and lexical similarities between Batur Dialect and Pelaga Dialect. Three informants from those dialects were selected based on a set of criteria. This research applied comparative method. This study compared two dialect: Batur Dialect and Pelaga Dialect. The obtained data in the form of lexicon identified using Swadesh Wordlist, Budasi Wordlist, and Hole Wordlist. Data were collected through noting, listening and recording techniques. The results of this research show that there are 51 same phonemes in both dialects. Those phonemes are: 1) six vowels: /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /ɔ/, and /ə/; 2) nine diphthong: /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /ʌə/, /ʌe/, /ʌɔ/, /iu/, and /ɔʌ/; 3) four geminate: , /ʌʌ/, /II/, /ʊʊ/, and /ɔɔ/; 4) nineteen consonants: /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, / tʃ/, / dʒ/, /l/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /r/, /w/, and /y/; 5) thirteen consonants cluster: /tl/, /ml/, /mp/, /mb/, /nt/, /nd/, /ŋk/, /ŋs/, /ŋtʃ/ /kl/ /bl/ /pl/, and /kr/. From the three wordlist there are 1029 words which were exactly the same and 265 similar words found from Batur and Pelaga Dialect.keyword : phonology, vowels, geminate, diphthong, consonants, lexicon, comparative method, Batur Dialect, Pelaga Dialect.
THE EFFECT OF THE COMBINATION OF IDEA-DETAILS AND P.O.W.E.R.S. STRATEGY ON TENTH GRADE STUDENTS’ WRITING ACHIEVEMENT AT SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Putu Agus Ariangga Iswara; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menulis teks recount siswa kelas 10 dengan menggunakan strategi kombinasi Idea-Details dan P.O.W.E.R.S. di SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Post-test Only Control Group. Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 10 di SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Kemudian, teknik random sampling digunakan untuk memilih sampel dalam penelitian ini. Ada dua kelompok sampel yaitu kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan strategi kombinasi Idea-Details dan P.O.W.E.R.S., dan kelompok kontrol yang diajar menggunakan strategi mengajar menulis konvensional. Data penelitian diambil dari hasil post-test yang diselenggarakan setelah dua kelompok tersebut belajar dengan strategi yang berbeda selama 6 kali pertemuan. Setelah itu, data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil dari analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki kemampuan lebih baik daripada kelompok kontrol dimana nilai rata-rata kelompok eksperimen (88,85) lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelompok kontrol (78,29). Kemudian, pada analisis statistik inferensial, menunjukkan bahwa the observed t value yang sejumlah 3,240 (tobs) lebih tinggi dari t critical value yang sejumalah 2,06 (tcv) pada level standar alfa (α = .05). Hal ini berarti hipotesis nol ditolak atas hipotesis alternatif. Kesimpulannya, hal ini memastikan bahwa ada pengaruh yang signikan pada kemampuan menulis teks recount siswa kelas 10 dengan menggunakan strategi kombinasi Idea-Details dan P.O.W.E.R.S.Kata Kunci : Strategi Idea-Details, Strategi P.O.W.E.R.S., Teks Recount, Kemampuan Menulis This study was aimed at investigating whether or not there was a significant effect on the tenth grade students’ writing achievement in recount text by the combination of Idea-Details and P.O.W.E.R.S. strategy at SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Post-test Only Control Group Design was used as the research design. The population for this study was tenth grade students in SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Then, simple random sampling technique was used in selecting the sample. There were two groups of sample, namely experimental group which was taught by the combination of Idea-Details and P.O.W.E.R.S. strategy and control group which was taught by conventional teaching writing strategy. The data for this study were gathered through the post-test which conducted after those two groups were given different treatment for six meetings. After that, the research data were analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics analysis. The result of descriptive statistics analysis showed that the experimental group had better performance in writing where the experimental group’s mean score (88.85) was higher than the control group’s mean score (78.29). Furthermore, in inferential statistics analysis, it was found that the observed t value of 3.240 (tobs) was higher than the t critical value of 2.06 (tcv) at standard alpha level (α = .05). It means the null hypothesis was rejected in favour of the alternative hypothesis. Therefore, it could be confirmed that there was a significant effect on the tenth grade students’ writing achievement in recount text by the combination of Idea-Details and P.O.W.E.R.S. strategy.keyword : Idea-Details strategy, P.O.W.E.R.S. strategy, Recount Text, Writing Achievement.
THE EFFECT OF THE IMPLEMENTATION OF DICTOGLOSS TECHNIQUE ON LISTENING COMPREHENSION OF THE 10th GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR OF 2016/2017 ., I Kadek Agus Hendra Yasa Dinatha; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada pengaruh yang signifikan pada penerapan teknik Dictogloss pada skor kemampuan mendengarkan siswa kelas sepuluh SMA Negeri 1 Sukasada. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas sepuluh SMA Negeri 1 Sukasada. Cluster Random Sampling diguanakan untuk memilih sampel penelitian. Sampel penelitian ini adalah 20 siswa pada kelas X3 untuk kelas eksperimen dan 21 siswa kelas X2 untuk kelas control. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan teknik Dictogloss dan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional. Data dianalisis melalui uji t dengan menggunakan program SPSS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata dari kelompok eksperimen adalah 81,40 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 78,24. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai tobs lebih tinggi dari tcv. Nilai tobs adalah 2,185 sedangkan nilai tcv adalah 2,023. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada kemampuan mendengarkan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik Dictogloss dibandingkan dengan yang diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional.Kata Kunci : Teknik Dictogloss, pemahaman mendengarkan, penerapan teknik Dictogloss. This study aimed at investigating whether or not there was a significant effect of the implementation of Dictogloss technique upon listening comprehension of the tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada. The research was an experimental one with Post-test Only Control Group Design. The population was the tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada. Cluster Random Sampling was assigned to select the sample of the study. The samples were 20 students at grade X3 for experimental group and 21 at grade X2 for control group. The experimental group was taught by using Dictogloss technique and the control group was taught by using conventional teaching technique. The data was analyzed by using T-test through SPSS program. The result of the data analysis showed that students in experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 81.40 while the mean score of the control group was 78.24. The result of the t-test also showed that the value of the tobs was higher than the tcv. The value of the tobs was 2.185 while the value of the tcv was 2.023. It can be concluded that there was a significant effect on students’ listening achievement that were taught by using Dictogloss technique than were taught by using conventional teaching technique.keyword : Dictogloss technique, listening comprehension, the implementation of Dictogloss technique.
ANALYSIS OF PERCEPTIONS ON ENGLISH NEEDS FOR STUDENTS OF MARKETING PROGRAM OF SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., I Pt Hendry Gunawan; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi persepsi dari keperluan bahasa Inggris oleh siswa jurusan pemasaran di SMK Negeri 1 Singaraja melalui murid di jurusan pemasaran, guru yang mengajar bahasa Inggris dan perusahaan yang bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah kelas B tingkat sebelas di jurusan pemasaran di SMK Negeri 1 Singaraja yang beranggotakan 41 siswa. Data dari penelitian ini diperoleh melalui kuesioner, panduan wawancara, rekaman suara, dan catatan. Penelitian ini adalah deskriftif kualitatif penelitian kasus. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa kemampuan berbicara dan istilah-istilah tekhnikal di pemasaran adalah hal yang utama untuk diajarkan kepada siswa di jurusan pemasaran dan diperlukan adanya materi yang secara spesifik mengajar siswa mengenai bahasa yang digunakan di sektor pemasaran.Kata Kunci : Bahasa Inggris untuk Pemasaran, Keperluan, Keperluan Siswa TThis research aimed at investigating the perceptions on English needs of students of marketing study program in SMK Negeri 1 Singaraja through the students in marketing study program, the teacher who teaches English, and one of the stakeholders of SMK Negeri 1 Singaraja. The subject of this research was B class of eleventh grade in marketing study program in SMK Negeri 1 Singaraja which consisted of 41 students. The data of this research were obtained by using questionnaire, interview guide, audio recorder, and notes. This research is descriptive qualitative case study research. The result of this research found speaking skill and marketing technical terms were the most priority to be taught for the students in marketing study program and it needed materials which specifically teach students about the language which is used in marketing sector.keyword : English for Marketing, Needs, Needs Analysis
An Analysis of Grammatical Errors in Writing Descriptive Texts Committed by the Tenth Grade Students of SMK Negeri 3 Singaraja in Academic Year 2016/2017 ., Putu Rika Pramayani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jenis-jenis kesalahan grammar yang dilakukan oleh murid-murid dikelas X TKJ 2 di SMK Negeri 3 Singaraja didalam menulis teks deskriptif dan menemukan sumber-sumber dari kesalahan grammar tersebut. Semua data dianalisis dengan menggunakan teori dari Azar dan Wakkad dalam mengelompokkan tipe-tipe kesalahan grammar yang dilakukan oleh siswa. Berdasarkan analisa dari data didalam penelitian ini, terdapat 16 jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa, diantaranya: add a word (25.52%), capitalization(12.41%), verb error (8.62%), pronoun (8.62%), spelling (7.93%), word order (6.55%), word choice (4.83%), singular/plural (5.86%), preposition (4.48%), omit a word (4.48%), meaning not clear (2.76%), word form (2.41%), punctuation (2.07%), article (1.38%), run-on-sentence (1.38%), and incomplete sentence (1.03%). Dalam sumber kesalahan, hasil dari penelitian ini diindikasikan bahwa sumber kesalahan terbanyak adalah kesalahan intralingual (65.77%).Kata Kunci : kesalahan grammar, menulis, teks deskriptif. This research aimed at investigating the types of grammatical errors committed by the students of class X TKJ 2 in SMK Negeri 3 Singaraja in writing descriptive text and finding out the sources of those grammatical errors. All data were analyzed by using Azar and Wakkad’s theory in classifying the types of grammatical error committed by the students. Based on the analysis of the data of this study, there were 16 types of errors committed by the students, which includes: add a word (25.52%),capitalization(12.41%), verb error (8.62%), pronoun (8.62%), spelling (7.93%), word order (6.55%), word choice (4.83%), singular/plural (5.86%), preposition (4.48%), omit a word (4.48%), meaning not clear (2.76%), word form (2.41%), punctuation (2.07%), article (1.38%), run-on-sentence (1.38%), and incomplete sentence (1.03%). In terms of error sources, the result of this study indicated that the major source of errors was intralingual error (65.77%).keyword : grammatical errors, writing, descriptive text.
AN ANALYSIS OF BALINESE SWEAR WORDS AMONG THE NORTHERN BALINESE TEENAGERS IN SERIRIT DISTRICT IN THEIR DAILY CONVERSATION ., Made Arsana; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa kasar yang digunakan oleh remaja di Kecamatan Seririt. Subjek dari penelitian ini adalah remaja di kecamatan Seririt yang melakukan percakapan berdasarkan dua domain yaitu, keluarga dan pertemanan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang memberikan gambaran tentang bahasa kasar yang digunaan oleh dua domain di Kecamatan Seririt. Data dikumpulkan melalui teknik observasi. Penelitian ini menggunakan observasi partisipasi dimana peneliti menjadi bagian dari penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dua domain yaitu keluarga dan pertemanan tidak mempengaruhi bahasa kasar yang digunakan oleh remaja. Peneliti menemukan 16 bahasa kasar yang digunakan di Kecamatan Seririt. Bahasa kasar itu di kelompokkan menjadi kata-kata yang berhubungan dengan religi, kata-kata yang berhubungan dengan seks, kata-kata yang berhubungan dengan kotoran, kata-kata yang berhubungan dengan nama-nama binatang, kata-kata yang berhubungan dengan latar belakang pribadi, kata-kata yang berhubungan dengan penyakit mental dan kata-kata yang berhubungan dengan aktivitas seks. Kecamatan Seririt mempunyai kata pirata sebagai kata-kata yang berhubungan dengan religi, 4 kata-kata yang berhubungan dengan seks: naskleng/kleng, peletan, celak, teli, 2 kata-kata yang berhubungan dengan kotoran: sien teli, tai, 2 kata-kata yang berhubungan dengan nama-nama binatang: cicing, bojog, 2 kata-kata yang berhubungan dengan latar belakang pribadi: bencong, sundel, 2 kata-kata yang berhubungan dengan penyakit mental: lengeh, buduh, kata-kata yang berhubungan dengan aktivitas seks: ngangkuk/mekatuk. Kata Kunci : Penelitian deskriptif, bahasa kasar, remaja di kecamatan Seririt. The study aimed at describing the swear words that were used by the teenagers in Seririt district. The subjects of the study were teenagers in Seririt district who conversing in two domains namely family and friendship. This study is descriptive study which gives description of the swear words that were used by two domains in Seririt district. Data were collected through observation technique. This study used participate observation where the researcher was being part of the study. Results of the study showed that two domains did not influence the way teenagers used the swear words. The researcher obtained 16 swear words that were used by teenagers in Seririt district. Those swear words were comprised into words related to religious, words related to sex, words from excrement, words from name of animal, words related to personal background, words from mental illness, words related to sex activities. Seririt district has pirata as words related to religious, 4 words related to sex: naskleng/kleng, peletan, celak, teli, 2 words from excrement: sien teli, tai, 2 words from name of animal: cicing, bojog, 2 words related to personal background: bencong, sundel, 2 words from mental illness: lengeh, buduh, words related to sex activities: ngangkuk/mekatuk.keyword : Descriptive study, swear words, teenagers in Seririt district.
An Analysis of Affixation System of Balinese Dialect of Budakeling, Karangasem ., Dewa Gede Rai Bisma Putra; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9717

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran di Dialek Bali Budakeling yang termasuk derivasi dan infleksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Beberapa informan dari Budakeling dipilih berdasarkan tiga ruang lingkup: keluarga, kekerabatan dan ketetanggaan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga tehnik, yaitu: observasi, tehnik perekaman dan tehnik wawancara. Beberapa instrumen digunakan dalam mengumpulkan data, yaitu: peneliti itu sendiri, Swadesh dan Nothofer daftar kata, kamera, alat perekam digital dan tekts wawacara. Ada tiga proses dalam menganalisa data, data reduction, data display dan conclusion drawing. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ada dua jenis awalan di Dialek Bali Budakeling: awalan {me-}, {n-} dan {ke-}. Ada tiga jenis akhiran di Dialek Bali Budakeling: akhiran {-ang}, {-in} dan {-e}. Awalan dan akhiran di Dialek Bali Budakeling yang termasuk derivasi adalah awalan {me-}, {n-}, {ke-} dan akhiran {-ang} dan {-in}. Awalan dan akhiran di Dialek Bali Budakeling yang termasuk infleksi adalah awalan {n-}, {ke-} dan akhiran {-ang}, {-in} dan {-e}. Kata Kunci : Kata kunci: Morfem Derivasi, Morfem Infleksi, Dialek Bali Budakeling Abstract The study aimed at describing the prefixes and suffixes in Balinese Dialect of Budakeling which belonged to derivation and inflection process. This research was a descriptive qualitative research. There were some informants of Budakeling were chosen based on three domain: family, friendship and neighborhood. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview technique. The data were collected by some instruments, those were the researcher himself, Swadesh and Nothofer word lists, digital recorder, camera, and interview guide. There were three processes in analyzing the data, data reduction, data display and conclusion drawing. The results of the study showed that there were two kinds of prefixes in Balinese Dialect of BUdakeling; prefix {me-} {n-} and {ke-}. There were three kinds of suffixes in Balinese Dialect of Budakelin; suffix {-ang}, {-in} and, {-e}. Prefixes and suffixes in Balinese Dialect of Budakeling which belonged to derivation were prefix {me-}, {n-}, {ke-} and suffix {-ang}, {-in}. Prefixes and suffixes in Balinese Dialect of Budakeling which belonged to inflection were prefix {n-}, {ke-} and suffix {-ang}, {-in} and, {-e}. keyword : Key Words: Derivational Morpheme, Inflectional Morpheme, Balinese dialect of Budakeling
IMPROVING STUDENTS WRITING COMPETENCY THROUGH THE IDEA-DETAILS STRATEGY IN CLASS XI IPA-2 OF SMA N 1 SUKASADA IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Putu Ngurah Wirabawa Jelantik; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9718

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pelaksanaan The Idea-Detail Strategi dapat meningkatkan kompetensi menulis siswa dalam XI IPA-2 di SMA N 1 Sukasada. Ada 9 perempuan dan 11 siswa laki-laki di kelas XI IPA 2. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas yang melibatkan empat langkah, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui beberapa instrumen yaitu menulis uji kompetensi, angket, dan studi observasi checklist.The dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari dua pertemuan pada setiap siklus. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa siswa menghadapi masalah dalam menulis kompetensi. Ada 80% dari total siswa memperoleh skor kurang dari yang diharapkan mencetak 75 dan hanya ada 20% mencapai skor lebih tinggi dari skor standar atau sama dengan 75. Rerata kompetensi menulis siswa dalam observasi awal adalah 69,5. Setelah pelaksanaan The Idea Detail-Strategi, ditemukan bahwa ada peningkatan menulis kompetensi siswa. persentase siswa yang mencapai skor yang lebih tinggi dari atau sama dengan 75 meningkat dari 20% di observasi awal untuk 85% pada siklus 2. Sehubungan dengan indikator kinerja, siklus dihentikan karena persentase siswa yang mencapai lewat sakit lebih dari 75%. Hasil ini diperkuat dengan respon siswa terhadap penerapan The Idea-rincian Strategi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan The Idea-Detail strategi dapat meningkatkan kompetensi menulis siswa.Kata Kunci : Kata kunci: Menulis Kompetensi, The Idea-Detail Strategi. The aim of this study was to find whether the implementation of The Idea-Details Strategy could improve students’ writing competency in XI IPA-2 at SMA N 1 Sukasada. There were 9 female and 11 male students in class XI IPA 2. This study was conducted in form of Classroom Action Research which involved four steps, namely planning, action, observation, and reflection. The data were collected through some instruments namely writing competency test, questionnaire, and observation checklist.The study was conducted in two cycles that consisted of two meetings in each cycle. The result of preliminary observation showed that the students faced problems in writing competency. There were 80% of total students obtaining score less than the expected score 75 and there were only 20% achieving higher score than the standard score or equal to 75. The mean of students’ writing competency in preliminary observation was 69.5. After the implementation of The Idea Details-Strategy, it was found that there was improvement of students’ writing competency. the percentage of students who achieved score higher than or equal to 75 increased from 20% in preliminary observation to 85% in cycle 2. Regarding to the performance indicator, the cycle was stopped since the percentage of the students who achieved the passing sore were more than 75%. This result was strengthened by students’ response toward the application of The Idea-details Strategy. It could be concluded that the use of The Idea-Details strategy could improve students’ writing competency. keyword : Key words: Writing Competency, The Idea-Details Strategy.
AN ANALYSIS OF THE ENGLISH LEARNING MATERIALS BASED ON CURRICULUM 2013 AT SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Anak Agung Istri Pita Paramita Octovia; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan materi pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 yang terdapat dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang direncanakan oleh guru, dan penerapan kegiatan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 oleh guru dalam pembelajaran bahasa Inggris. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis isi, dan hasil pengamatan. Analisis isi digunakan untuk menganalisis perencanaan materi pembelajaran, pengamatan dilaksanakan untuk mengumpulkan data tentang implementasi materi pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa inggris dan objek dalam penelitian ini adalah materi pembelajaran dalam perencanaan pelaksanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru beserta implementasinya di kelas. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Singaraja. Data dikumpulkan dengan melakukan studi dokumen, wawancara dan observasi. Data dianalisis berdasarkan fungsi sosial, unsur kebahasaan, dan struktur teks. Hasil dari penelitian menunjukkan (1) perencanaan materi pembelajaran direncanakan berdasarkan KI, KD, Indikator, fungsi sosial, unsur kebahasaan dan struktur teks, (2) materi pembelajaran pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran tidak spenuhnya dilaksanakan di dalam kelas.Kata Kunci : Kurikulum 2013 ,materi pembelajaran, fungsi sosial, unsur kebahasaan, struktur teks. This study aimed at analyzing the planning of learning materials the teacher’s lesson plans and its implementation in teaching English based on the Curriculum 2013. This study was descriptive qualitative. Content analysis and observational study were used in this research. Content analysis was used for analyzing data about planning of learning materials based on the Curriculum 2013, observational study was conducted in collecting data about implementation of learning materials based on the Curriculum 2013. The subject was the English teacher and the objects of this study were learning materials contained in the teacher’s lesson plan, and implementation in the classroom. The setting of the study was in SMP Negeri 2 Singaraja. The data were collected by doing document study, interview, and observation. The data were analysed based on topic, social function, language feature, and text structure. The result of this study shows that (1) The learning materials planned in the lesson plans were planned based on KI, KD, Indicator, social function, language feature and text structure, (2) the learning materials in the lesson plan were not fully implemented in the classroom.keyword : Curriculum 2013, learning materials, social function, language feature, text structure.
THE USE OF THINK TALK WRITE AND MIND MAPPING TECHNIQUE OF TEACHING DESCRIPTIVE WRITING (A COMPARATIVE STUDY) ., Putu Adelina Kartika Dewi; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penggunaan tehnik Think Talk Write dan Mind Mapping dalam menulis paragraf deskriptif untuk kelas delapan di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian perbandingan. Penelitian ini menggunakan sampling acak sebagai tehnik menentukan sampel. Kelompok 1 diajarkan dengan menggunakan tehnik Think Talk Write dan Kelompok 2 diajarkan menggunakan tehnik Mind Mapping. Data dari penelitian ini didapat dari melakukan tes tulis. Nilai rata-rata kelompok 1 = 86.0, sedangkan kelompok 2 = 75.6. Kemudian data terseut di analisis menggunakan formula uji t. Hasil test menunjukkan bahwa nilai Sig. = 0.605, lebih tinggi dari 0.05. Sig. (2-tailed) = 0.000 (tobs = 7.375). Ini menunjukkan Sig. (2-tailed) kurang dari tingkat alpha standar yaitu 0.05. Jadi, hipotesa alternatif diterima. Ada perbedaan yang signifikan pada penggunaan tehnik Think Talk Write dan Mind Mapping tehnik dalam menulis paragraf deskriptif. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kolaboratif memberikan efek yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa.Kata Kunci : mind mapping, pembelajaran kolaboratif, think talk write This study aimed to investigate the use of Think Talk Write and Mind Mapping technique of teaching writing descriptive text to the eighth-grade students of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. The study was a comparative study. This study uses cluster random sampling as the sampling technique. The group 1 was taught by using Think Talk Write technique and the group 2 was taught by using Mind Mapping technique. The data of the test were collected by administering a written test. The mean score of group 1 = 86.0, while the group 2 = 75.6. The data were analyzed by using t-test formula. The result of the analysis shows that Sig. value is 0.605, it was higher than 0.05. The sig. (2-tailed) was 0.000 (tobs = 7.375). It indicated that the observed level of significance (sig. (2-tailed)) was less than standard alpha level (p