cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
THE IDENTIFICATION OF MISBEHAVIORS OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA BHAKTIYASA SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Meindy Ferawati Effendy; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kenakalan yang dilakukan oleh siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja (2) menemukan kenakalan yang paling sering terjadi yang dilakukan oleh siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja. (3) menemukan dan mendeskripsikan penyebab kenapa kenakalan tejadi di siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Alat untuk mengumpulkan data adalah buku tulis, panduan wawancara dan perekam. Data yang telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan teori Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat empat jenis kenakalan yang ditemukan di siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja. Jenis kenakalan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah korupsi (berlaku curang 3,12%), tidak mematuhi aturan (ribut didalam kelas 12,5%, tidak mau berbicara bahasa inggris selama pembelajaran 3.12%), tidak sopan didalam kelas (menggunakan bahasa yang tidak sopan 6,25%, menggunakan nada tinggi ketika berbicara 6,25%, berjalan-jalan di kelas 6.25%), membuang waktu (menggunakan hp saat pembelajaran 12,5%, bolos pelajaran 12,5, melamun 3,12%, tidur saat pembelajaran 6,25%, menggambar 3,12%, merokok di area sekolah 12,5%, pergi ke kantin saat pembelajaran 12,5%). (2) Ribut didalam kelas, menggunakan hp saat pembelajaran, bolos pelajaran, merokok di area sekolah, dan pergi ke kantin saat pembelajaran menjadi kenakalan yang paling sering muncul dalam penelitian ini. (3) penyebab-penyebab dari kenakalan siswa tersebut berasal dari keluarga, bosan, dan faktor-faktor dari luar.Kata Kunci : kenakalan siswa, tipe kenakalan siswa, penyebab kenakalan siswa This research aimed at (1) investigating the types of student misbehavior conducted by the tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja (2) describing the most common misbehaviors conducted by the tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja and (3) describing the causes why misbehaviors at tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja occur. This research used descriptive qualitative study. The instruments of collecting data were Note book, interview guide and a recorder. The data obtained were analyzed qualitatively by using Miles and Huberman theory. The result of this study showed that: (1) there are four types of student misbehavior found at tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja. The types of misbehavior found in this study were corruption (cheating 3.12 %), disobeying authority (avoiding to be quiet in the classroom 12.5 %, avoiding to practice speaking English during lesson 3.12 %), disrespect in the classroom (using impolite language 6.25 %, using harsh tone when speaking 6.25 %, wandering around the classroom 6.25 %), wasting time (using cell phone during lesson 12.5 %, skipping the lesson 12.5 %, daydreaming 3.12 %, sleeping during lesson 6.25 %, drawing/doing graffiti on their book 3.12 %, smoking in school area 12.5 %, going to canteen 12.5 %). (2) Avoiding to be quiet in classroom, using cell phone and skipping the lesson became the most frequent misbehaviors happened inside of the classroom and smoking in school area and going to canteen became the most frequent misbehavior happened outside of the classroom in this study. (3) The causes of their misbehavior were family, boredom and external factors.keyword : student misbehavior, types of misbehavior, causes of misbehavior
LOCAL WISDOM IN PICTURES CONTAINED IN ENGLISH TEXTBOOKS: AN ANALYSIS OF ILLUSTRATION IN ENGLISH TEXTBOOK FOR THE 7TH GRADE IN JUNIOR HIGH SCHOOL ., Ni Luh Wayan Verayanti; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9345

Abstract

Penelitian ini adalah analisis deskriptif yang bersifat kualitatif. Studi ini meneliti dan menjelaskan kearifan lokal diwakili dalam gambar yang terdapat dalam buku pelajaran bahasa Inggris untuk kelas 7 SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kearifan lokal diwakili dalam gambar di buku teks bahasa Inggris dari kelas 7 SMP. Subjek penelitian ini adalah buku teks bahasa Inggris untuk kelas 7 SMP; Berjudul "Bahasa Inggris, when English rings the bell (untuk SMP / Mts Kelas VII)". Data dikumpulkan melalui beberapa instrumen penelitian, seperti peneliti, catatan penelitian dan dokumen. Gambar-gambar diselidiki kemudian dikategorikan menjadi tiga tema yaitu nilai keluarga, interaksi guru-siswa, dan interaksi siswa-siswa. Representasi dari kearifan lokal yang terkandung dalam buku ini dapat dianalisis dalam penelitian ini melalui teori semiotik, kerangka tata bahasa visual dan empat dimensi budaya. Penelitian ini menemukan bahwa rasa semantik budaya mendominasi kejadian khas budaya lokal diwakili dalam gambar. Dianjurkan untuk guru menggunakan buku teks bahasa Inggris untuk kelas 7 SMP berjudul Bahasa Inggris, when English rings the bell (untuk SMP / Mts Kelas VII) karena representasi kearifan lokal di di perlihatkan dalam buku ini. Kata Kunci : buku teks, kerangka tata bahasa visual, kearifan lokal This research was in form of descriptive analysis which is qualitative in nature. The study investigates and describes the occurrences in the form of local wisdom is represented in pictures contained in English textbooks for the 7th grade in junior high school. This research aimed at to analyzing how local wisdom was represented in the picture in English textbook of the 7th grade in junior high school. Subject of this study was an English textbook for the 7th grade in Junior High School; Entitled “Bahasa Inggris, when English rings the bell (untuk SMP/Mts kelas VII)”. The data were collected through several research instruments, such as researcher, research note and document. The pictures investigated were then categorized into three themes that is family value, teacher-student interaction, and student-student interaction. The representation of local wisdoms contained in this textbook could be analyzed in this research through semiotic theory, visual grammar framework and the four dimensions of culture. This research found that the semantic sense of culture is dominating the distinctive occurrences of local culture represented in the pictures. It is recommended to the teacher use English textbook for 7th grade in Junior High School entitled Bahasa Inggris, when English rings the bell (untuk SMP/Mts kelas VII) because the representation of local wisdoms is showed in this book.keyword : text book, visual grammar framework, local wisdom .
An Analysis of the Reinforcement Used by the Teachers at Little Sunshine Learning Center Singaraja in the Academic year 2015/2016 ., Luh Putu Nia Arnida Putri; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang penguatan yang digunakan oleh guru-guru di Little Sunshine Learning Center Singaraja. Focus dari penelitian ini berkaitan dengan jenis-jenis penguatan yang digunakan oleh guru-guru di Little Sunshine Learning Center Singaraja selama proses pembelajaran dan respon siswa setelah diberikannya penguatan oleh guru. Dalam hal ini penulis menganalisis penguatan yang diberikan guru di dalam kelas dengan cara observasi. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa guru-guru di Little Sunshine Learning Center Singaraja menggunakan penguatan positif dan penguatan negatif baik penguatan verbal maupun penguatan nonverbal. Respon siswa setelah diberikannya penguatan antara lain siswa semakin berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran serta meningkatkan motivasi dan keantusiasan siswa. Pemberian penguatan negatif juga membuat siswa tau tentang apa yang mereka bisa dilakukan dan yang tidak bisa dilakukan. Kata Kunci : Penguatan, penguatan positif, penguatan negatif This research aimed at analyzing the types of reinforcements used by the teachers at Little Sunshine Learning Center Singaraja. The focus of this research is related with the types of reinforcements used by the teachers at Little Sunshine Learning Center Singaraja during teaching and learning process and the students’ responses after being reinforced by the teacher. This research used descriptive qualitative study. The writer analyzed the reinforcement used by the teacher in the classroom through the observation. The result of the analysis showed that the teacher at Little Sunshine Learning Center Singaraja used positive reinforcement and negative reinforcement both verbal and nonverbal. The students’ responses after being reinforced were they participated more actively in the classroom and also increased the students’ enthusiasm. Negative reinforcements also make the students know what they could do and they could not do. So, it could control their misbehavior too.keyword : Reinforcement, positive reinforcement, negative reinforcement
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS PRODUCED BY ENGLISH TEACHERS IN CLASSROOM TEACHING AND LEARNING PROCESSES AT SMA NEGERI 2 MENGWI IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9441

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian qualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) jenis - jenis tindak tutur yang diucapkan oleh guru-guru bahasa inggris (2) bagaimana tindak tutur yang diucapkan dapat disadari dari ucapan – ucapan guru dan (3) fungsi pedagogis dari tindak tutur yang diucapkan oleh guru bahasa inggris dalam proses belajar mengajar dalam ruang kelas di SMA Negeri 2 Mengwi pada tahun ajaran 2016/2017. Subyek dari penelitian ini adalah dua guru bahasa inggris. Data penelitian ini diperoleh melalui hasil observasi dan interview dan dianalisa menggunakan Miles and Huberman (1994) interaktif data analisis. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa guru menggunakan tindak tutur berupa directives, representatives, commisives dan expressives dalam proses belajar mengajar. Tindak tutur kata yang paling sering digunakan adalah directives (55.22%), sementara tutur kata yang jarang digunakan adalah commissives (0.65%). Ada 28 inti ilokusi yang dipergunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Ditemukan juga bahwa guru lebih sering menggunakan tindak tutur kata langsung daripada yang tidak langsung dalam bentuk kalimat deklaratif, interogatif, imperatif dan esklamasi. Fungsi pedagogis dari tindak tutur yang diucapkan guru memiliki tiga fungsi yaitu, lingustik, manajerial dan instruksional.Kata Kunci : Fungsi pedagogis, tindak tutur, proses belajar dan mengajar This research was a qualitative study which aimed to describe and explain (1) the types of speech acts produced by English teachers (2) how teachers’ speech acts were realized in utterances and (3) the pedagogical functions of teachers’ speech acts produced by English teachers in teaching and learning processes in the classroom at SMA Negeri 2 Mengwi in academic year 2016/2017. The subjects of this study were two English teachers. The data of this study were collected through observation and interview and analyzed by following Miles and Huberman’s (1994) interactive cyclical model. This study found that the teachers produced directives, representatives, commissives, and expressives speech acts in the classroom teaching and learning processes. The most frequently used speech act was directives (55.22%), while the least frequent speech act was commissives (0.65%). There were 28 kinds of illocutionary forces performed by the teachers in teaching and learning processes. Furthermore, the teachers were found to use more direct speech act than the indirect ones in the form of declarative, interrogative, imperative and exclamation. The pedagogical functions of the teachers’ speech acts were broken into three functions, namely linguistics function, managerial function and instructional function.keyword : Pedagogical functions, speech acts, teaching and learning process
AN ANALYSIS OF CODES USED BY THE BALINESE FAMILIES OF NUSASARI VILLAGE, MELAYA, JEMBRANA ., I Gede Andre Agasi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kode yang digunakan dan bagaimana kode yang digunakan oleh keluarga Bali di desa Nusasari. Data dikumpulkan dalam tiga domain dari penggunaan bahasa. Domain penggunaan bahasa dalam penelitian ini adalah keluarga, lingkungan, dan persahabatan. Peneliti mewawancarai 2 keluarga untuk mendapatkan data tentang kode yang digunakan di desa. Para peserta ditanya tentang apa bahasa berbicara mereka didasarkan pada tiga domain dari penggunaan bahasa. Observasi, wawancara, dan dokumentasi dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang diperlukan. Data yang dikumpulkan adalah trancribed dan dianalisis. Data dikumpulkan melalui wawancara dan alat perekam dan beberapa instrumen juga disiapkan, seperti catatan lapangan dan kamera. Dalam tiga domain yang dianalisis, mereka menggunakan kode yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kode yang digunakan di desa. Kedua kode yang bahasa Bali dan Bahasa Indonesia. Keunikan Bahasa Bali di Nusa Penida dialek terjadi di beberapa kata dalam pengucapan seperti; [Məhʌnʌʔ], [pəsɛlɛh], [oŋkʌbʌn], [ʌnonə], [bʌbuʌnʌn], [gələŋʌn], [wʌrʌsʌn], [jʌpə], [jʊlon], [bʌŋkag], [ŋrəbes], [Kʌuʔ], dan [ əndok] . Alih kode dan campur kode juga digunakan oleh penduduk desa dalam percakapan sehari-hari.Kata Kunci : campur kode, alih kode, penggunaan kode, domain penggunaan kode This qualitative study aimed to analyze codes used and how the codes were used by the Balinese families in Nusasari village. The data were collected in three domains of language use. The domains of language use in this research were family, neighborhood, and frienship. The researcher interviewed 2 families to get the data about codes used in the village. The participants were asked about what language they speak based on the three domains of language use. Observation, interview, and documentation were done by the researcher to get the data needed. The data gathered were trancribed and analyzed. The data were collected by interview and recorder tool and some instruments also prepared, such as field note and camera. In the three domains that were analyzed, they were used the same codes. The results showed that there two codes used in the village. Those two codes were Balinese language and Bahasa Indonesia. The uniqueness of Balinese language in Nusa Penida dialect occurred in several words in term of utterance such; [məhʌnʌʔ], [pəsɛlɛh], [oŋkʌbʌn], [ʌnonə], [bʌbuʌnʌn], [gələŋʌn], [wʌrʌsʌn], [jʌpə], [jʊlon], [bʌŋkag], [ŋrəbes], [Kʌuʔ], and [əndok].Code switching and code mixing are also used by the villagers in their daily conversation. keyword : code mixing, code switching, code used, domains of language use
AN ANALYSIS ON CODE SWITCHING USED AS A TEACHING STRATEGY BY TWO TEACHERS IN EFL TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., Pt Maysadevi Kusuma; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis alih kode, fungsi alih kode, dan alasan menggunakan alih kode dengan guru bahasa Inggris kelas XI di SMK Negeri 2 Singaraja pada tahun akademik 2015/2016. Ini adalah studi kualitatif yang menggunakan Modifikasi Analytik Induksi sebagai desain. Data tersebut diperoleh melalui observasi kelas. Peneliti juga melakukan wawancara kepada setiap Guru Bahasa Inggris untuk melengkapi data. Akumulasi data menunjukkan bahwa jenis yang paling dominan dari alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris kelas XI adalah alih kode intra-sentensial (41,5%), dan kemudian diikuti dengan alih kode inter-sentensial (36,0%), dan yang terakhir adalah alih kode inter-personal (22,5%). Fungsi alih kode adalah untuk meminta informasi lebih lanjut, menekankan informasi tertentu, meminta klarifikasi, memberikan instruksi, memberikan penjelasan yang jelas, membenarkan pemahaman siswa, mengatur gilirannya berbicara, membenarkan jawaban siswa, memberikan kesempatan, membuat klarifikasi, memberikan saran, mengelola kelas, membantu guru untuk membuat lelucon, memberikan pertanyaan, dan meminta pendapat. Alasan menggunakan alih kode adalah sebagai bahasa pengantar dan sebagai strategi pembelajaran EFL dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan pemahaman, untuk membantu guru menarik perhatian siswa, dan membangun suasana yang nyaman di dalam kelas. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru untuk menggunakan alih kode sebagai strategi pembelajaran EFL dalam proses belajar mengajar untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dari siswa.Kata Kunci : alih kode, strategi pembelajaran, EFL dalam proses belajar mengajar This study aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by the English teachers of grade XI at SMK Negeri 2 Singaraja in the academic year 2015/2016. It was a qualitative study which used Modified Analytic Induction as the design. The data was obtained through classroom observation. The researcher also did an interview to each English Teacher in order to complete the data. The data accumulation showed that the most dominant type of code switching used by the English Teacher of grade XI is intra-sentential code switching (41,5%), and then followed by inter-sentential code switching (36,0%), and the last is inter-personal code switching (22,5%). The function of code switching were for asking further information, emphasizing certain information, asking for clarification, giving instruction, giving clear explanation, confirming students’ understanding, regulating turn talking, confirming students’ answer, giving chance, making clarification, giving brainstorming, managing classroom, helping the teacher to make jokes, delivering question, and asking opinion. The reasons of using code switching were as an introductory language and as a teaching strategy in EFL Teaching and learning process to increase students’ understanding, to help the teacher attracting students’ attention, and establishing a comfort atmosphere in the classroom. Based on the result of this study, it is suggested for the teacher to use code switching as a teaching strategy in EFL Teaching and learning process to reach a better understanding of the students.keyword : code switching, teaching strategy, EFL teaching and learning process.
THE AFFIXATION OF BALINESE BATURINGGIT DIALECT ., I Gede Bages Rare Prabadesa; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah awalan dan akhiran, jenis item derivasi dan infleksi, dan morfologi menyerupai awalan dan akhiran di Bali Baturinggit Dialek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tiga informan sampel dari Dialek Bahasa Bali Baturinggit dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat awalan dan lima akhiran yang ada di Dialek Bahasa Bali Baturinggit. Awalan {ma-}, {n}, {pa-}, dan {ka-}. Akhiran {-ang}, {-in}, {ne}, {-e}, {-an}. Awalan dan akhiran bersifat infleksi adalah: awalan {ma-}, {n}, dan {-pa} dan akhiran {-ang} dan {-in}. Awalan dan akhiran bersifat derivasi adalah: awalan {ma-}, {n}, dan {ka-} dan akhiran {-ang}, {-in}, {ne}, {-e}, dan {-an}. Item morfologi menyerupai awalan dan akhiran adalah: proklitika (Ja-) dan (kelo-), dan enklitika (-nane).Kata Kunci : Kata kunci: Dialect Bahasa Bali Baturinggit, awalan dan akhiran derivatif, awalan dan akhiran inflektif, proklitika, dan enklitika. This study aimed to describe the number of prefixes and suffixes, the types of prefixes and suffixes, and the affixes-like morpheme found in Balinese Baturinggit Dialect. This research is a descriptive qualitative study. Three informants’ sample of Balinese Baturinggit Dialect were chosen based on a set criteria. The data were collected based on three technique, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are four prefixes and five suffixes existing in Balinese Baturinggit Dialect. The prefixes are {ma-}, {n-}, {pa-}, and {ka-} and the suffixes are {-ang}, {-in}, {-ne}, {-e}, {-an}. The prefixes and suffixes that belong to derivation are: prefix {ma-}, {n-}, and {pa-} and suffix {-ang} and {-in}. The prefixes and suffixes that belong to inflection are: prefix {ma-}, {n-}, and {ka-} and suffix {-ang}, {-in}, {-ne}, {-e}, and {-an}. The morphological items resemble prefixes and suffixes are: proclitic (ja-) and (kelo-), an enclitic (-nane).keyword : Key Words: Balinese Baturinggit Dialect, derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, proclitic, and enclitic.
RELATIONSHIP BETWEEN THE CHOICE OF LEARNING STYLE AND THE SPEAKING ABILITY OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 2 SAWAN ., Dewa Gde Panji Prasetya; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Dr.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi (1) gaya belajar yang paling sering di pilih oleh siswa dan (2) hubungan antara pilihan gaya belajar dengan kemampuan berbicara siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Yang dimana data itu dipersentasikan secara deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga instrument yaitu kuisioner, pedoman wawancara, dan nilai berbicara. Sample yang digunakan adalah 30 siswa yang diacak memilih di setiap kelas delapan di SMP Negeri 2 Sawan. Kuisioner gaya belajar di ambil dari seorang ahli Reid (1984) yang digunakan untuk mengumpulkan data gaya belajar siswa. Hasil menunjukan bahwa siswa lebih suka menggunakan gaya belajar visual dari pada gaya belajar yang lainnya karena mereka piker dengan menggunkan gambar dalam pemikiran mereka dan lebih mengerti beleajr dengan menggunakan visual display seperti, diagram buku, dan video. Hubungan antara pilihan gaya belajar dan kemampuan berbicara siswa menunjukan bahwa ada hubungan antara satu sama lain. Itu dapat dilihat dari hasil gaya belajar dan nilai berbicara siswa adalah ‘baik’ dan ‘sangat baik’.Kata Kunci : gaya belajar, kemampuan berbicara siswa This study aimed to investigate and (1) the most preference learning style which used by the students in eighth grade and (2) relationship between the choice of students’ learning style and students’ speaking ability. The design of this study was descriptive study. In which the data are presented descriptively. The data were collected by using three instruments, namely questionnaire, interview guide, and speaking score. Sample was 30 students randomly selected from the eighth grade students of SMP Negeri 2 Sawan. The Learning style questionnaire adapted from Reid (1984) was used to collect the data of the students’ learning style. The result showed that students preferred to used visual learning style rather than the other learning style because they think by using pictures in their brains and learn faster by using visual displays, such as diagrams, books, and videos. Relationship between the choice of learning style and students speaking score showed that there was relationship between each other. It can be seen from the score of students’ learning style and the students’ speaking score were ‘good’ and ‘very good’.keyword : Learning Style, Students’ Speaking Ability
DEVELOPING A LOCAL CULTURE BASED PICTURE BOOK AS A MEDIA TO TEACH ENGLISH FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 2 PAKET AGUNG ., Gde Arys Bayu Rewa; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan picture book berbasis budaya lokal sebagai media dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung, dan (2) mengetahui kualitas dari picture book berbasis budaya lokal yang dikembangkan. Subjek dari penelitian ini adalah 40 siswa kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung. Data dalam penelitian ini diperoleh dari lembar observasi, panduan wawancara, kuesioner, ceklis, rubrik, dan catatan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti prosedur pengembangan berdasarkan model pengembangan Sugiyono yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Sehingga, pada akhir penelitian dihasilkan sebuah prototipe dari picture book berbasis budaya lokal. Picture book terdiri dari 15 halaman dan berdasar pada budaya lokal di dalam ceritanya. Berdasarkan kualitas media, media dikategorikan sebagai media yang bagus. Sehingga, media picture book berbasis budaya lokal ini cocok digunakan sebagai media dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung. Kata Kunci : budaya lokal, picture book, pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak This research aimed at (1) developing a local culture based picture book as a media to teach English for the fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung, and (2) finding out the quality of local culture based picture book developed. The subject of this research was forty students of fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung. The data of this research were obtained by using observation sheets, interview guide, questionnaire, checklist, rubric, and notes. This research was R & D (research and development) which followed several procedures based on Sugiyono’s model namely identifying potency and problem, collecting data, designing product, validating design product, revising design product, trying-out product, and revising product. Thus, there was a prototype product of a local culture based picture book at the end of this research. The picture book consisted of fifteen pages and is based on local culture in its story. For the quality, the media was as good media. Thus, it was proper to be used as a media to teach English for the fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung. keyword : Local culture, picture book, teaching English for young learners
THE MORPHOLOGICAL PROCESSES OF BALINESE DIALECT SPOKEN BY BATUMULAPAN VILLAGERS: A DESCRIPTIVE STUDY ., Ni Made Arisani; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan afiksasi yang termasuk derivasi dan infleksi dari dialek Batumulapan di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Propinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah penduduk asli dari dialek tersebut. Subjek dari penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan melaksanakan observasi dan teknik perekaman. Data yang diperolah dikumpulkan dari tiga domain yang berbeda yaitu: domain keluarga, pertemanan dan persahabatan dan dianalisis dengan menggunakan prosedur dari data analisis yang diusulkan oleh Miles dan Huberman, (1984). Objek dari penelitian ini adalah afiksasi dari dialek Batumulapan yang termasuk derivasi dan infleksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam jenis awalan di BDBM yaitu: awalan {me-}, {nge-}, {ng-}, {a-}, {ny-}, and {h-}. Ada satu jenis sisipan {-h-}., dan ada lima jenis akhiran di BDBM yaitu: akhiran {-te}, {-an}, {-in}, {-e} and {-ne}. Awalan dan akhiran yang termasuk derivasi di BDBM adalah awalan {me-} dan akhiran {-te}, {-an}, dan {-e}. Awalan dan akhiran yang termasuk infleksi di BDBM adalah awalan {me-}, {nge-}, {ng-}, {ny-}, {a-}, dan {h-}, sisipan {-h-) dan akhiran {-te}, {-an}, {-in}, {-e} and {-ne}.Kata Kunci : Kata-kata kunci: afiksasi, dialek Batumulapan, proses derivasi dan infleksi This study aimed at describing the affixation which belongs to derivation and inflection of Balinese dialect spoken by Batumulapan villagers (BDBM) in Nusa Penida, Klungkung regency, Bali province. This research was a qualitative descriptive study. The subject of this study was the native speakers of the dialect. The subject was taken through purposive sampling technique. The data were collected by conducting observation and recording technique. The obtained data were collected in three different domains: family, friendship, and neighborhood domain, then analyzed by using the procedure of data analysis suggested by Miles and Huberman, (1984). The object of this study is affixation of BDBM that belongs to derivational and inflectional morpheme. The results of this research show that there are six kinds of prefixes: {me-}, {nge-}, {ng-}, {a-}, {ny-}, and {h-} in BDBM. There is one kind of infix {-h-}., and there are five suffixes: {-te}, {-an}, {-in}, {-e} and {-ne} in BDBM. The prefixes and suffixes which belong to derivation in BDBM include: prefix {me-} and suffix {-te}, {-an}, and {-e}. Prefixes and suffixes in BDBM which belong to inflection include: Prefix {me-}, {nge-}, {ng-}, {ny-}, {a-}.and {h-}, infix {-h-) and suffix {-te}, {-an}, {-in}, {-e} and {-ne}.keyword : Key Words: affixation, Batumulapan dialect, derivational and inflectional processes