cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
IMPROVING STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN WRITING DESCRIPTIVE PARAGRAPHS BY USING PICTURE DICTATION TECHNIQUE Dewi, I A Km Krisna; Sudirman, -; Wedhanti, Ny Karina
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.671 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v7i1.20603

Abstract

This study was classroom based action research which aimed to find out whether the use of Picture Dictation technique can improve students? ability in writing descriptive paragraph, especially in developing the ideas, organizing the ideas, grammar, using appropriate mechanics, vocabulary and content. There were two kinds of data which were collected through tests, questionnaires, and writer?s diary. The result of the tests showed that the students? writing achievement was improved in each cycle. The students? mean score was 54 in pre test, 65.4 in post test 1, and improved became 80.4 in post test 2. It can be seen on the number of students passing the test. There were 1 student passed in the pre test, 16 students in the post test 1, and 28 students in the post test 2. The result of questionnaire and writers? diary showed that the students gave positive response toward the implementation of Picture Dictation technique. The results of the questionnaires showed that 6 (18,2 %) of the students admitted that they really like and 20 (60,6%) of the students like the implementation of Picture Dictation technique. Moreover, some of the students admitted that they were motivated in learning English using Picture Dictation technique. Keywords: Picture Dictation Technique, Writing Achievement, Descriptive Text
Developing Supplementary English Material for Slow Learners of the Eighth Grade at SMP N 1 Bangli to Support the Implementation of Kurikulum 2013 ., Made Eny Andraeni Putri; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8091

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui kualitas materi tambahan Bahasa Inggris untuk siswa kelas delapan dengan kemapuan dibawah rata-rata di SMP N 1 Bangli guna mendukung pengimplementasian Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan model Penelitian dan Pengembangan oleh Sugiyono (2008), namun karena keterbatasan waktu dan biaya penelitian ini hanya dilaksanakan hingga langkah ketujuh. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas delapan dengan kemampuan dibawah rata-rata di SMP N 1 Bangli dan objek penelitian ini adalah materi tambahan yang dikembangkan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan mengadakan analisis dokumen, wawancara, uji ahli dan angket. Data tersebut dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji ahli, skor validitas content adalah 1.00 yang menunjukkan bahwa materi tambahan yang dikembangkan memiliki validitas yang sangat tinggi. Hasil angket guru juga menunjukkan bahwa materi tambahan yang dikembangan telah memenuhi kriteria materi yang sangat baik. Terlebih lagi, hasil dari angket siswa memperoleh balikan yang positif terhadap materi tambahan yang dikembangkan.Kata Kunci : differentiated instruction, materi tambahan Bahasa Inggris, siswa berkemampuan dibawah rata-rata This research and development was aimed at describing the design and measuring the quality of supplementary English material for slow learners of the eighth grader at SMPN 1 Bangli to support the implementation of Kurikulum 2013. Research and Development model by Sugiyono (2008) was used in this study, but due to the limitation of time and cost, it was conducted until the seventh step only. The subjects of this study were the slow learners of the eighth grade at SMP N 1 Bangli and the object of this study was the developed supplementary English material. The data was collected by conducting document analysis, interview, expert judgment, and questionnaire. It was analyzed both qualitatively and quantitatively. Based on the result of expert judgment, the score of content validity was 1.00 which meant that the product had very high validity. And the result of the questionnaire for teacher showed that the product was categorized as excellent material. Additionally, the result of questionnaire for students proved that students gave positive feedback toward the product. keyword : differentiated instruction, slow learner, supplementary English material
MODELS OF TEACHING READING COMPREHENSION APPLIED BY ENGLISH TEACHER OF J-2 SCHOOL IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Wy Oktavia Usadi; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model yang diterapkan oleh guru bahasa Inggris di J-2 SCHOOl. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris dan siswa J-2 pada tahun akademik 2016/2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan interview. Hasil penelitian ini adalah model bottom-up dan top dalam pengajaran pemahaman bacaan berdasarkan teori Grabe. Frekuensi direktif pada pertemuan pertama dan kedua guru diajarkan dengan model bottom-up. Guru menggunakan model bottom-up untuk mengajar siswa dengan kata-kata yang berarti dan bagian partikel kecil dalam pemahaman membaca. Pertemuan ketiga dan kelima adalah model top-down. Guru akan mengajarkan siswa dengan aspek tertentu, seperti mengajarkan aspek tertentu tentang tes deskriptif. Hal itu bisa membuat siswa lebih kritis terhadap teks. Alasan yang mendasari guru bahasa Inggris menerapkan model dalam mengajarkan pemahaman bacaan adalah dengan membuat proses pengajaran bahasa Inggris dapat berjalan sesuai dengan tingkat siswa dan siswa dapat mengikuti proses secara efisien. Model bottom-up dan top down bisa membuat siswa aktif di kelas.Kata Kunci : guru bahasa Inggris, model pengajaran, pemahaman bacaan This research aimed to analyze the models that applied by the English teacher on J-2 SCHOOl. The subject was the English teachers and the students of J-2 in academic year of 2016/2017. This research was designed as descriptive research design. The researcher instruments are observation and interviewThe result of this study is the used of bottom-up and top models in teaching reading comprehension based on Grabe theory. The frequency of directive in first and second meeting the teacher taught with bottom-up model. The teacher used bottom-up model to teach the students with word meaning and the small particle part in reading comprehension. The third until five meeting was top-down model. The teacher would teach the students with a specific aspect, like teach the students about the specific of descriptive text. It could make students more critical about the text. The underlying reasons of English teacher apply models in teaching reading comprehension are to make the process of teaching English can run appropriately with the students level and the students can join the learning process efficiently. Bottom-up and top down model could make the students active and comfortable in the classroom.keyword : English teacher, teaching models, reading comprehension
AN IDENTIFICATION OF PHRASAL VERB IN THE MOVIE ENTITLED "CRAZY, STUPID, LOVE" ., I Nengah Pastikayana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.509 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe dan arti dari phrasal verb yang digunakan dalam film yang berjudul ?Crazy, Stupid, Love?. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data dari penelitian ini diambil dengan cara menonton dan mentranskrip percakapan dalam film ?Crazy, Stupid, Love?, dan kemudian mengidentifikasi phrasal verb yang terdapat dalam film berdasarkan konteks dalam film. Analisis dari penelitian ini mencakup tiga hal yaitu pengambilan data, data analisis dan penghitungaan data. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 129 phrasal verb dalam film Crazy, Stupid, Love yang dikategorikan kedalam dua tipe yaitu ditemukan 65 kata dikategorikan berjenis instransitive dan 64 kata berjenis transitive (41 seperable dan 23 inseparable). Artinya, kata kerja frase sering digunakan oleh penutur asli dalam percakapan mereka seperti yang dapat dilihat di dalam film berjudul ?Crazy, Stupid, Love? dan penting sebagai seorang pelajar untu belajar mengenai kata kerja frase untuk memahami makna bahasa yang digunakan oleh penutur asli.Persentase phrasal verb yang digunakan dalam konteks informal adalah 79.6% sedangkan penggunaan pada konteks formal adalah 20.93 %. Penggunaan phrasal verb dalam konteks formal lebih rendah daripada konteks informal hal ini dikarenakan kebayakan percakapan dilakukan dalam situasi informal. Kata Kunci : film, kata kerja frase, kosa kata. This study aimed at identifying the types and meanings of the phrasal verbs used in the movie entitled ?Crazy, Stupid, Love?. This study is descriptive study. The data of this study were collected by watching and transcribing the conversations in movie ?Crazy, Stupid, Love?, and then identifying the phrasal verbs existing in the movie according to their contexts. The data analysis consisted of three forms, namely: data collection, data analysis, and calculating the data. The result of this study shows that there are 129 phrasal verbs found in the movie. Those phrasal verbs are 65 intransitive and 64 transitive (41 separable and 20 inseparable).The percentages of the phrasal verbs used in informal contexts are79.6% phrasal verbs and in formal contexts are 20.93 %. It means that, phrasal verbs are often used by native speakers in their conversations as can be seen in the movie entitled ?Crazy, Stupid, Love? and it is important as a learner to learn about the phrasal verbs in order to comprehend the meaning of language which is used by the native speakers. Moreover, the percentage of phrasal verbs used in formal context is lower than informal context. It is because most of the scenes of conversations are done in informal situation. keyword : vocabulary, phrasal verb, movie
AN ANALYSIS OF STUDENT’S WRITING DEFICIENCIES ACROSS TEXT TYPES AT THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 2 BANJAR ., Pande Nyoman Purwaningsih; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kelemahan yang dibuat oleh siswa-siswi kelas sebelas pada penulisan teks report, teks narrative, dan teks analytical exposition dan (2) untuk mencari tahu kendala-kendala kelemahan siswa pada penulisan teks report, teks narrative, dan teks analytical exposition. Subjek penelitian ini adalah 34 siswa siswi kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 2 Banjar. Model penelitian yang digunakan adalah descriptive qualitative. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan memberikan siswa tugas untuk menulis teks report, teks narrative, dan teks analytical exposition. Sedangkan kendala-kendala yang dialami siswa diperoleh melalui kuesioner. Kelemahan yang dianalisis meliputi tujuh indikator dalam menulis, yakni judul, kalimat utama, pengembangan kalimat, hubungan antar kalimat, gaya penulisan, tata bahasa dan tanda baca. Sedangkan kendala-kendala kelemahan siswa dalam menulis dibedakan menjadi tiga berdasarkan theory Zinsser (2013), kelemahan tersebut meliputi, pengetahuan yang kurang, latihan yang kurang, dan faktor ingatan. Hasil penelitian ini menunjukkan semua kesalahan-kesalahan siswa muncul pada tiga teks yang berbeda. Hasil kuesioner menunjukkan kendala-kendala siswa dalam menulis yakni pengetahuan yang kurang, latihan yang kurang, dan faktor ingatan.Kata Kunci : kelemahan-kelemahan dalam menulis, kendala-kendala kelamahan dalam menulis, menulis This study aimed at (1) describing students writing deficiency at the eleventh grade students in report text, narrative text, and analytical exposition text and (2) discovering the constraints of writing deficiency in report text, narrative text, and analytical exposition text. The research design was descriptive qualitatively. The subjects were 34 students of XI IPA1 class in SMA Negeri 2 Banjar. The data was collected through writing task in form of report text, narrative text, and analytical exposition text. Meanwhile the constraints of writing deficiency were collected through questionnaire. The writing deficiency analyzed including title, topic sentence, developing sentence, coherence, diction, grammar, and mechanics. The constraints of writing deficiency were differentiated based on Zinsser theory (2013), the constraints was including absence of knowledge, less practice, and forgetting. The result of the research found that all of the deficiencies occurred in three different kinds of text. The result of the questionnaire showed that the constraints of student’s writing deficiency were absence of knowledge, less practice, and forgetting.keyword : constraints of writing deficiency, writing, writing deficiency
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS COMMITTED BY THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 2 BANJAR IN WRITING RECOUNT TEXTS, IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Nengah Nitiadhi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8670

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis-jenis dan penyebab dari kesalahan-kesalahan tata bahasa yang dibuat oleh siswa kelas X di SMA Negeri 2 Banjar dalam menulis recount teks, tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 31 siswa kelas X di SMA Negeri 2 Banjar. Objek dari penelitian ini adalah kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh siswa kelas X di SMA Negeri 2 Banjar serta penyebab dari kesalahan-kesalahan tersebut. Berdasarkan temuan, terdapat 327 kesalahan yang ditemukan pada recount teks siswa. Dari 327 kesalahan yang dibuat oleh siswa, terdapat 129 or 39.45% kesalahan dalam bentuk omission, 32 atau 9.78% dalam bentuk addition, 147 atau 44.96% dalam bentuk misformation, dan 19 atau 5.81% dalam bentuk misordering. Disamping itu, kesalahan-kesalahan siswa tersebut disebabkan oleh carelessness, first language interference, dan translation. Dari 327 kesalahan tersebut, 171 atau 52.29%kesalahan disebabkan oleh carelessness, 62 atau 18.96% kesalahan disebabkan oleh first language interference, dan 94 atau 28.75% kesalahan disebabkan oleh translation.Kata Kunci : kesalahan, penyebab-penyebab kesalahan, tulisan, recount teks The purpose of this research was to analyze and describe the types and causes of the grammatical errors committed by the tenth grade students of SMA Negeri 2 Banjar in writing recount texts, in academic year 2015/2016. This research was a qualitative study. The subjects of this research were 31 tenth grade students of SMA Negeri 2 Banjar, in academic year 2015/2016. The objects of this research were the errors and causes of the errors made by the students. Based on the findings, there were 327 errors found in the students? recount texts. Out of 327 errors committed by the students, there were 129 or 39.45% errors in the form of omission, 32 or 9.78% errors in the form of addition, 147 or 44.96% in the form of misformation, and 19 or 5.81% errors in the form of misordering. Besides, it was also found that the errors committed by the students were caused by carelessness, first language interference, and translation. Out of 327 errors committed by the students, there were 171 or 52.29% errors caused by carelessness, 62 or 18.96% errors caused by first language interference, and 94 or 28.75% errors caused by translation.keyword : error, causes of error, writing, recount text
THE MORPHOLOGICAL PROCESSES ON BALINESE DIALECT SPOKEN BY GOBLEG VILLAGERS ., Ketut Asri Primayani; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.01 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses morfologi dialek Bahasa Bali yang diucapkan oleh penduduk Desa Gobleg di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah penduduk asli dari Desa Gobleg. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan teknik observasi, rekaman, dan wawancara. melalui tiga bagian yaitu, keluarga, pertemanan, dan tetangga dan dianalisis dengan menggunakan tahap-tahap data analisis dari Miles dan Huberman (1984). Objek dari penelitian ialah tentang proses morfologi dialek Bahasa Bali yang diucapkan oleh penduduk Desa Gobleg. Hasil dari penelitian ini yaitu proses afiksasi (prefik dan sufik). Terdapat dua jenis awalan dari proses derivasi yaitu awalan {me-} dan {N-}, dan dua akhiran proses derivasi yaitu: akhiran {-in} dan {-ang}. Terdapat juga tiga awalan proses infleksi yaitu; awalan {ka-}, {N-} alomorf |ng|, dan {N-} alomorf |m| dan empat akhiran proses infleksi yaitu: akhiran {-e}, {-ang}, {-in}, and {-ne}. Proses morfologi lain yang didapatkan yaitu singkatan dan pengulangan kata. Singkatan yang didapatkan berupa SD, SMP, SMA, WC, dan HP, sementara pengulangan kata berupa salon-salon, girang-girang, amah-amahan, dan jelik-jelike.Kata Kunci : dialek Bahasa Bali, penduduk Desa Gobleg, proses morfologi. This study aimed at analyzing the morphological processes of Balinese dialect spoken by Gobleg villagers in Banjar District, Buleleng Regency. This research was a qualitative research. The subjects of this study were native speakers of the Gobleg villagers. The data were collected by conducting observation, and interviewing technique in three different domains: family, friendship, and neighborhood domain and were analyzed by using procedure of data analysis suggested by Miles and Huberman (1984). The object of this study was morphological processes of Balinese Dialect of Gobleg villagers. The results of this study show the process of affixation (prefix and suffix). There were two derivational prefixes: prefix {me-} and {N-} and two derivational suffixes: suffix {-in} and {-ang}. Meanwhile, there were three inflectional prefixes: prefix {ka-}, {N-} allomorph |ng|, and {N-} allomorph |m| and four inflectional suffixes: suffix {-e}, {-ang}, {-in}, and {-ne}. There were also five items of abbreviation processes that existed in Gobleg dialect: SD, SMP, SMA, WC, and HP. The words that belong to reduplication process: salon-salon, girang-girang, amah-amahan, and jelik-jelike.keyword : Balinese dialect, Gobleg villagers, morphological processes
ENGLISH USED BY STREET VENDORS IN BANJAR HOT SPRING, BALI ., I Gusti Ngurah Budaartha; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, fungsi bahasa dan faktor Bahasa inggris digunakan antara pedagang jalanan ketika mereka berkomunikasi dengan para wisatawan. Penelitian ini dilakukan di Banjar Hot Spring, Bali. Empat pedagang jalanan dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarkan kriteria. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Peneliti adalah instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini. Dua perangkat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yaitu perekam video dan notetaking. Peneliti mengamati data dengan merekam percakapan yang dilakukan oleh subyek selama dua kali. Data ditranskrip dan dianalisis untuk mengetahui bentuk, fungsi bahasa dan faktor bahasa inggris. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bentuk bahasa inggris yang digunakan antara pedagang jalanan adalah penyimpangan dari apa yang biasanya digunakan dalam hal tata bahasa, sintaksis, dan kosa kata dan juga ada beberapa komponen bahasa yaitu phonology, morphology, and syntax, Berdasarkan teori Spratt, Pulverness, dan Williams (2005: 17), ada tujuh fungsi bahasa yang digunakan antara pedagang jalanan ketika mereka berkomunikasi dengan wisatawan. Fungsi-fungsi Bahasa yang di maksud yaitu salam, menawarkan barang dan jasa, meminta pendapat, memberikan informasi, tidak setuju, berterima kasih, dan meninggalkan tempat yang digunakan antara pedagang jalanan, ada tujuh fungsi yang menjadi fokus penelitian ini.Kata Kunci : Bahasa Inggris, Pedagang jalanan, Bentuk, Fungsi Bahasa. This study was aimed at finding out the forms, language function and factor of English used by the Street Vendors when they communicated with the tourists. This study was conducted at Banjar Hot Spring, Bali. Four street vendors were chosen as the subjects of this study based on the criteria. This study was descriptive qualitative in which the data collected were analyzed qualitatively. The researcher is the main instrument employed in this study. Two devices were used by the researcher to collect the data, namely video recorder and notetaking. The researcher observed the data by recording the conversation done by the subjects for two times. The data were transcribed and analyzed to find out the form, language function and factors of English. The result of the data analysis showed that the form of English used by the street vendors was a deviation from what is normally used in terms of grammar, syntax, and vocabulary and also some component of language such as phonology, morphology, and syntax. Based on the theory Spratt, Pulverness, and Williams (2005: 17), there are seven function of language used by Street Vendors when they were communicating with the tourist. Those language functions were greeting, offering goods and service, asking opinion, giving information, disagreeing, thanking, and leave-taking That is used by street vendors, there were seventh function that become the focus of this study.keyword : English, Street Vendors, Form, Language Function.
READING HABITS AND THE STUDENTS’ READING COMPETENCY IN THE JUNIOR SECONDARY SCHOOL IN SINGARAJA ., Made Lady Agustina; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Gede Mahendrayana, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan membaca dan kompetensi membaca pada deskriptif teks serta hubungan antara dua variable. Penelitian ini dirancang dalam metode kuantitatif korelasil. Populasi penelitian siswa kelas VII di SMPN 5 Singaraja yang berjumlah 352 siswa sedangkan sample penelitian ini yaitu siswa kelas VII F dan VII K yang berjumlah 64 siswa. Sample penelitian ini menggunakan purposive random sampling. Penelitian ini menggunakan dua instrument yaitu angket kebiasaan membaca dan tes kompetensi membaca. Angket kebiasaan membaca digunakan untuk memperoleh data kebiasaan membaca siswa dan tes kompetensi membaca digunakan untuk memperoleh data kompetensi siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan langkah- langkah deskriptif dan koefisien korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara kebiasaan membaca siswa dan komptensi membaca. Kata Kunci : Kebiasaan Membaca, Kompetensi Membaca, Koefisien Korelasi The current research objectives were focused on the students’ reading habits and reading competency on descriptive profiles as well as the relationships between the two variables. This research was designed in a correlation quantitative methodology. The population was seventh grade students of SMPN 5 Singaraja consist of 352 while the sample was VII F and VII K class which consisted of 64 students. The samples were selected by purposive random sampling. The two instruments consisted of reading habits questionnaire and reading competency test. Questionnaire was used to obtain the data of students’ reading habits and reading test to obtain the data of reading competency. The obtained data were analyzed using descriptive measures and Pearson’s Product Moment Correlation Coefficient. The research findings showed that there is a significant positive correlation between students’ reading habits and their reading competency. keyword : Reading Habits, Reading Competency, Correlation Coefficient.
DEVELOPING INQUIRY-BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Putu Febby Laksmi Decker; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.264 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13428

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah video instruksional pembelajaran berbasis Inquiry yang dilengkapi dengan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan termasuk buku manual. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian D & D yang mengadaptasi model Dick dan Carey. Data dari penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Buleleng yang bertujuan untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan dan dua dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Selain itu, objek penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis Inquiry. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata dari kedua ahli adalah 4,4; oleh karena itu video instruksional ini termasuk dalam kategori baik. Perbaikan produk yang disarankan dari hasil penilaian ahli meliputi perbaikan pada beberapa bagian video seperti kualitas audio, kecerahan, dan stabilitas beberapa adegan. Maka dari itu, produk ini sudah dikategorikan sebagai produk yang bagus.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Instruksional, Pembelajaran Berbasis Inquiry, Pembelajaran Berpusat pada Siswa. The purpose of the present research was to develop an Inquiry-based learning instructional video supplemented with its manual book based on the needs analysis conducted in this study and describe the features as well as the quality of the developed video including the manual book. This research employed a D&D Research Design adapting Dick and Carey model. The data would be analyzed both qualitatively and quantitatively. The subjects of this study were three junior high school English teachers in Buleleng regency to gather needs analysis data and two lecturers of English Education Department UNDIKSHA to collect data about the quality of the product developed. Besides, the object was Inquiry-based learning instructional video. The instruments used in this study were observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of this research showed that the mean from both of expert judgments was 4.4; therefore this instructional video belonged to the good category. Suggested product improvements from the expert judgments result included fixing some parts of the video such as the audio quality, brightness, and stability of some scenes. Since, the product has been categorized as good product. keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Inquiry-based Learning, Students-centered Instruction (SCI).

Page 70 of 188 | Total Record : 1873