cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
A Descriptive Study on the Implementation of the Whole Word Approach to Improve Students' Vocabulary at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten ., Ni Komang Ayu Tri Purwanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11613

Abstract

Bahasa Inggris sangatlah penting karena Bahasa Inggris adalah Bahasa yang paling umum diucapkan dimana saja. Bahasa Inggris digunakan dalam berkomunikasi di seluruh dunia. Bahasa Inggris juga diucapkan sebagai bahasa internasional dan Bahasa Inggris telah menjadi bahasa terpenting di seluruh bagian dunia, seperti di Bali. Untuk menguasai beberapa dasar pemahaman Bahasa Inggris lebih baik belajar Bahasa Inggris sejak usia dini. Namun, terdapat masalah dalam pengembangan kosa kata siswa di sekolah. Penguasaan kosa kata masih tetap rendah. Itu berarti bahwa kemampuan siswa dalam penguasaan kosa kata tidaklah optimal. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengimplementasian the whole word approach untuk meningkatkan pencapaian kosata kata siswa di TK Bilingual Aura Sukma Insani. The whole word approach dapat diimplementasikan dengan banyak aktivitas yang menyenangkan dan menggembirakan. Aktivitas-aktivitas tersebut telah meningkatkan pencapaian kosa kata siswa secara efektif. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mana dilaksanakan terhadap siswa kelas B (5-6 tahun) di TK Bilingual Aura Sukma Insani. Subjek dari penelitian ini adalah siswa TK, guru-guru, and kepala sekolah TK Bilingual Aura Sukma Insani. Penelitian dikumpulkan dengan dua metode, diantaranya metode observasi dan metode interview.Kata Kunci : Whole word approach, Pencapaian kosa kata English is very important since English is the most common language spoken everywhere. It is widely used in communicating around the world, also it is spoken as an international language and it has become the most important language to many parts of the world, such as in Bali. In order to acquire some basics understanding it is better to study English from early age. However, there is problems in developing the student's vocabulary in the school. The mastery of vocabulary is still low. It means that, the student's ability is not optimal in mastering the vocabulary. This study is therefore, intended to describe about the implementation of the whole word approach for teaching students’ vocabulary achievement at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. The whole word approach could be implemented with so many fun and enjoyable activities. Those activities effectively improved students’ vocabulary achievement. This was a qualitative descriptive study which was conducted toward the B Class (age 5-6) in Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. The subjects of this study were the kindergarten students, the teachers and principal of Aura Sukma Insani Kindergarten. This study was collected by two methods, such as observation method and interview method.keyword : whole word approach, vocabulary achievement
AN ANALYSIS OF SWEAR WORD USED BY BALI AGA PEOPLE IN SIDETAPA VILLAGE ., Made Ady Pradana Wiyasa; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18878

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kata-kata umpatan yang digunakan oleh orang-orang di desa Sidatapa. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, yang dilakukan dengan mengamati, mewawancarai subjek, dan rekaman audio. Subjek penelitian ini adalah 10 orang yang berasal dari desa Sidatapa. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kata-kata umpatan yang digunakan oleh orang-orang di desa Sidapa memiliki bentuk, referensi, dan fungsinya. Ada tiga bentuk kata-kata umpatan: (1) dalam bentuk kata-kata, yang dibagi menjadi dua: monomorphemic (sigug 'nakal', bancih 'waria', kables 'berhubungan seks', dll) dan polimorfik (bebereke 'putrid', nusuk 'aduk', ngamah 'makan', dll.), (2) dalam bentuk frasa (belog-beloge 'sangat bodoh', sedeng gati 'sangat gila', lengeh buah 'sangat bodoh', dll), dan (3) dalam bentuk klausa (buduh mene 'kamu bodoh', lengeh mene, 'kamu bodoh', ngamah gro gaen mene 'kamu selalu makan', dll). Referensi dari kata-kata umpatan itu terkait dengan: (a) aktivitas, (b) istilah hewan, (c) fungsi tubuh, (d) kotoran, (e) iblis, (f) kekerabatan, (g) penyakit mental, (h) penyakit mental, ) latar belakang pribadi dan (i) agama. Fungsi kata-kata umpatan adalah: (a) agresif, (b) integratif, (c) untuk membuat identifikasi antarpribadi, (d) untuk memberikan katarsis, (e) penekanan, (f) untuk memprovokasi, (g) untuk menarik perhatian, dan (h) regresif. Dalam hal ini, penggunaan kata makian di desa Sidatapa tidak hanya dalam bentuk makna negatif tetapi juga positif seperti, untuk mengurangi rasa sakit mereka dan juga kesusahan.Kata Kunci : bentuk, fungsi, kata umpatan The main objective of this study is to analyze the swear words used by people in Sidatapa village. To achieve this goal, this study used descriptive qualitative research, which was conducting by observing, interviewing the subjects, and audio recording. The subject of this study were 10 people originally from Sidatapa village. The results of this study found that swear words used by the people in Sidapa village have their forms, references, and functions. There are three forms of swear words: (1) in the form of words, which divided into two: monomorphemic (sigug ‘mischievous’, bancih ‘transvestite’, kables ‘having intercourse’, etc) and polymorphemic (bebereke ‘putrid’, nusuk ‘poke’, ngamah ‘eat’, etc.), (2) in the form of phrases (belog-beloge ‘very stupid’, sedeng gati ‘very crazy’, lengeh buah ‘very stupid’, etc.), and (3) in the form of clauses (buduh mene ‘you are stupid’ , lengeh mene , ‘you are stupid’, ngamah gro gaen mene ‘you always eat’, etc.). The references of the swear words were related to: (a) activity, (b) animal terms, (c) body function, (d) excrement, (e) devils, (f) kinship, (g) mental illness, (h) personal background and (i) religion. The functions of swear words were: (a) aggressive, (b) integrative, (c) to create interpersonal identification, (d) to provide catharsis, (e) emphasis, (f) to provoke, (g) to draw attention, and (h) regressive. In this case, the used of swear word in Sidatapa village was not only in the form of negative meaning but also positive such as, for reducing their pain and also distress.keyword : Keywords: forms, function, swear word
THE IDENTIFICATION OF MISBEHAVIORS OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA BHAKTIYASA SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Meindy Ferawati Effendy; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kenakalan yang dilakukan oleh siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja (2) menemukan kenakalan yang paling sering terjadi yang dilakukan oleh siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja. (3) menemukan dan mendeskripsikan penyebab kenapa kenakalan tejadi di siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Alat untuk mengumpulkan data adalah buku tulis, panduan wawancara dan perekam. Data yang telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan teori Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat empat jenis kenakalan yang ditemukan di siswa-siswa kelas X di SMA Bhaktiyasa Singaraja. Jenis kenakalan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah korupsi (berlaku curang 3,12%), tidak mematuhi aturan (ribut didalam kelas 12,5%, tidak mau berbicara bahasa inggris selama pembelajaran 3.12%), tidak sopan didalam kelas (menggunakan bahasa yang tidak sopan 6,25%, menggunakan nada tinggi ketika berbicara 6,25%, berjalan-jalan di kelas 6.25%), membuang waktu (menggunakan hp saat pembelajaran 12,5%, bolos pelajaran 12,5, melamun 3,12%, tidur saat pembelajaran 6,25%, menggambar 3,12%, merokok di area sekolah 12,5%, pergi ke kantin saat pembelajaran 12,5%). (2) Ribut didalam kelas, menggunakan hp saat pembelajaran, bolos pelajaran, merokok di area sekolah, dan pergi ke kantin saat pembelajaran menjadi kenakalan yang paling sering muncul dalam penelitian ini. (3) penyebab-penyebab dari kenakalan siswa tersebut berasal dari keluarga, bosan, dan faktor-faktor dari luar.Kata Kunci : kenakalan siswa, tipe kenakalan siswa, penyebab kenakalan siswa This research aimed at (1) investigating the types of student misbehavior conducted by the tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja (2) describing the most common misbehaviors conducted by the tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja and (3) describing the causes why misbehaviors at tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja occur. This research used descriptive qualitative study. The instruments of collecting data were Note book, interview guide and a recorder. The data obtained were analyzed qualitatively by using Miles and Huberman theory. The result of this study showed that: (1) there are four types of student misbehavior found at tenth grade students of SMA Bhaktiyasa Singaraja. The types of misbehavior found in this study were corruption (cheating 3.12 %), disobeying authority (avoiding to be quiet in the classroom 12.5 %, avoiding to practice speaking English during lesson 3.12 %), disrespect in the classroom (using impolite language 6.25 %, using harsh tone when speaking 6.25 %, wandering around the classroom 6.25 %), wasting time (using cell phone during lesson 12.5 %, skipping the lesson 12.5 %, daydreaming 3.12 %, sleeping during lesson 6.25 %, drawing/doing graffiti on their book 3.12 %, smoking in school area 12.5 %, going to canteen 12.5 %). (2) Avoiding to be quiet in classroom, using cell phone and skipping the lesson became the most frequent misbehaviors happened inside of the classroom and smoking in school area and going to canteen became the most frequent misbehavior happened outside of the classroom in this study. (3) The causes of their misbehavior were family, boredom and external factors.keyword : student misbehavior, types of misbehavior, causes of misbehavior
AN ANALYSIS OF LEARNING ACTIVITIES IN TEACHING ENGLISH BASED ON THE CURRICULUM 2013 ., Kadek Alit Putri Adriani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan pembelajaran di pengajaran Bahasa Inggris pada Kurikulum 2013. Subjek dari penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran di kelas Bahasa Inggris pada siswa kelas 8. Analisis isi digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian dari kegiatan pembelajaran di RPP dengan kegiatan pembelajaran di pedoman guru. Observasi diadakan untuk mengevaluasi kesesuaian antara kegiatan pembelajaran dengan implementasi dikelas. Interview juga diadakan untuk mendapatkan data yang lebih mendalam mengenai penelitian. Hasil dari penelitian ini, pada RPP guru 1, hanya satu kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan pedoman guru sedangkan pada RPP guru 2, terdapat 4 kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan pedoman guru. Kenyataannya, hasil interview membuktikan bahwa guru tidak menggunakan pedoman guru sebagai acuan dalam membuat RPP, jadi kegiatan pembelajaran yang sesuai hanya suatu kebetulan. Pada implementasi dikelas, tidak ada kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan RPP yang telah dibuat guru. Jadi, guru tidak menggunakan pedoman dalam menentukan kegiatan pembelajaran di RPP dan mereka tidak mengimplementasikan dikelas.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Kegiatan Pembelajaran, RPP, dan Pedoman Guru This study aimed at analyzing the learning activities in teaching English based on the Curriculum 2013. The subject of this study was the learning activities in English class at the Eight Grade students. Content analysis was used in evaluating the consistency of the learning activities in the lesson plan with the learning activities in the teacher?s guideline. Observation was conducted to evaluate the consistency of the learning activities in the lesson plan with the learning activities in the classroom implementation. Interview was also conducted in order to get deeper data regarding with the research. As the result, in the lesson plan of the Teacher 1, there is only one learning activity consistent with the teacher?s guideline while in the lesson plan of the Teacher 2, there are four activities consistent with the teacher?s guideline. In fact, the result of the interview proved that the teacher didn?t use the teacher?s guideline in making lesson plan, therefore the consistent learning activities are only incidental. In the classroom implementation, there are no planned learning activities implemented by the teacher. Therefore, the teachers do not use the teacher?s guideline in determining learning activities in the lesson plan and they do not also implement the planned learning activities in the classroom.keyword : Curriculum 2013, Learning Activities, Lesson Plan, and Teacher?s Guideline
SOUND CHANGES OF THE BORROWING WORDS FROM ENGLISH INTO INDONESIAN IN ROOM DIVISION REGISTER ., Ni Made Eni Parwati; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Ida Ayu Made Istri Utami, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.673 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis perubahan suara dari kata-kata pinjaman dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dalam ranah divisi kamar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga teknik, seperti: wawancara, rekaman dan observasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada 48 kata pinjaman dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia yang digunakan sebagai jargon di Divisi Kamar. Ada 12 kata yang menjalani proses Cluster Reduction, ada 9 kata yang mengalami proses penthesis atau anaptyxis, ada 4 kata mengalami proses vokal atau diphthongization, ada 5 kata yang mengalami proses paragoge dan ada 24 kata yang mengalami proses monpthohngization.Kata Kunci : Perubahan bunyi, kata pinjaman, perubahan fonologis This study aimed at describing the types of the sound changes of the borrowing words from English into Indonesian in Room Division Register. This study, was a descriptive qualitative research. The data were collected by using three techniques, such as: interview, recording and observation. The results of the data analysis show that there were 48 borrowing words from English to Indonesian used as the jargon in Room Division. There were 12 words undergone Cluster Reduction process, there were 9 words undergone penthesis or anaptyxis process, there were 4 words undergone vowel breaking or diphthongization process, there were 5 words undergone paragoge process and there were 24 words undergone monpthohngization process. keyword : sound changes, borrowing words, phonological change
AN ANALYSIS OF STUDENTS' GRAMMATICAL ERRORS IN WRITING RECOUNT TEXT OF EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMPN 2 SERIRIT IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Putu Tri Martya Ersa Fridayanthi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan kesalahan yang sering dilakukan dalam menulis teks recount oleh siswa kelas delapan di SMPN 2 Seririt; dan (2) menemukan sumber kesalahan yang dilakukan dalam menulis teks recount oleh siswa kelas delapan di SMPN 2 Seririt. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah analisis dokumen. Instrumen yang digunakan adalah peneliti dan sampel tulisan siswa. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Terdapat 30 tulisan siswa yang dianalisis berdasarkan taksonomi strategi permukaan (surface strategy taxonomy) yang diajukan oleh Dulay et al. (1981). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 170 kesalahan yang dilakukan oleh subjek yakni kesalahan pengurangan (omission) 131 (77,01%), kesalahan penempatan (misordering) 14 (8,23%), kesalahan bentuk (misformation) 13 (7.64%), dan kesalahan penambahan (addition) 12 (7,12%). Kelalaian pengurangan (omission) menjadi kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa. Namun, ada tiga jenis sumber kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu transfer intralingual (90,96%), transfer interlingual (7,22%), dan konteks pembelajaran (1,8%).Kata Kunci : analisis kesalahan, kesalahan tata bahasa, teks recount The study aimed at (1) finding the errors commonly made in writing recount text by eighth grades students at SMPN 2 Seririt; and (2) finding the sources of the errors committed in writing recount text by eighth grades students at SMPN 2 Seririt. This study was designed as descriptive qualitative study. The methods used to collect data was document analysis. The instruments used were the researcher and the sample of writing. The data in this study were analyzed descriptively. There were 30 students’ writing which analyzed based on surface strategy taxonomy proposed by Dulay et al. (1981). The result of this study shows that, there are 170 errors committed by the subject including 131 (77.01%) omission errors, 14 (8.23%) misordering errors, 13 (7.64%) misformation errors, and 12 (7.12%) addition errors. Omission error becomes the most frequent errors committed by the students. However, there were three types of errors sources found in this study, those are intralingual transfer (90.96%), interlingual transfer (7.22%), and context of learning (1.8%). keyword : error analysis, grammatical error, recount text
The Effect of Using Kim's Board Game towards the 4th Grade Students' English Learning Achievement of Elementary School in Sangsit, Buleleng Regency in Academic Year 2015/2016 ., Putu Dinda Mirahayu; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8253

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Kim's board game terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas 4 SD di Sangsit, Kabupaten Buleleng, tahun pelajaran 2015/2016. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4 SD di Sangsit, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016, di mana terdapat sembilan kelas dari delapan sekolah dasar yang terdiri dari 203 siswa. Penelitian ini menggunakan model post-test only control group design dan menggunakan teknik cluster random sampling untuk menentukan sampel. SDN 8 Sangsit, melalui lotre ditetapkan sebagai kelompok eksperimen dan diajarkan menggunakan Kim?s board game, sedangkan SDN 4 Sangsit, melalui lotre ditetapkan sebagai kelompok kontrol dan diajarkan tanpa menggunakan media Kim?s board game. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa di kelompok eksperimen memperoleh prestasi belajar Bahasa Inggris yang lebih tinggi dibandingkan siswa di kelompok kontrol. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh oleh siswa dari kedua kelompok: kelompok eksperimen yaitu 80, sedangkan kelompok kontrol yaitu 74. Hasil dari uji t juga membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan Kim?s board game terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris siswa, di mana nilai t yang diperoleh yaitu 3,293, lebih besar dibandingkan nilai t pada tabel yaitu 2,008559 (? = 0,05). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa belajar Bahasa Inggris menggunakan media Kim?s board game memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas 4 SD di Sangsit, Kabupaten Buleleng, tahun ajaran 2015/2016. Kata Kunci : prestasi belajar Bahasa Inggris, Kim?s board game, media pengajaran Abstract This research aimed at finding the effect of using Kim?s board game toward the fourth grade students? English learning achievement of elementary school in Sangsit, Buleleng Regency in academic year 2015/2016. The population of this research was all the fourth grade students in nine classes from eight schools in Sangsit, Buleleng, Bali, consisted of 203 students. The design of this research was post-test only control group design and used cluster random sampling technique to determine the sample. SDN 8 Sangsit was determined by lottery as the experimental group and treated by using Kim?s board game, while SDN 4 Sangsit was determined by lottery as the control group and treated without using Kim?s board game. The result of data analysis showed that the experimental group students achieved a higher English learning achievement than the control group. It was proven by the mean score obtained by both groups: the experimental group was 80 while the control group was 74. The result of t-test also proved that there was a significant effect of using Kim?s board game toward the students? English learning achievement, in which the tobs was 3.293. It was higher than the tcv at 2.008559 (? = 0.05). Thus, it can be stated that learning English by using Kim?s board game gives a significant effect toward the fourth grade students? English learning achievement of elementary school in Sangsit, Buleleng Regency in academic year 2015/2016. keyword : English learning achievement, Kim?s board game, teaching media
THE EFFECT OF PROJECT-BASED FLIPPED LEARNING ON WRITING COMPETENCE OF THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMA N 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Kadek Ari Yuliani; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.186 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13274

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Yang pertama adalah untuk menyelidiki tingkat kesiapan siswa kelas 11 SMA N 4 Singaraja terhadap pelaksanaan e-learning. Yang kedua adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja setelah menggunakan project based-flipped learning. Dan yang ketiga adalah mengamati persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran project based-flipped learning. Metode penelitian yang digunakan adalah Explanatory Sequential Mix Method Design. Populasi adalah siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja. Dua kelas digunakan sebagai sampel penelitian baik, dimana kelompok eksperiment diberikan pembelajaran berbasis project based-flipped learning dan kelompok control diberikan pembelajaran berbasis conventional teaching. Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan SPSS 22.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa kelas XI SMA N 4 Singaraja siap melaksanakan pembelajaran berbasis e-learning. Selain itu, hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Hal itu dibuktikan dengan hasil analisis statistik deskriptif yang menunjukkan skor rata-rata kelompok eksperimen yaitu 79,75 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 73,10. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai t-observation (tobs) adalah 3,465 dan nilai t-critical value (tcv) adalah 2,024. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang diajar dengan menggunakan media konvensional. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis project-based flipped learning.Kata Kunci : Kesiapan terhadap penggunaan e-learning, pembelajaran berbasis project-based flipped learning, kompetensi menulis, persepsi terhadap project-based flipped learning. This present study had three aims. The first was to investigate the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja readiness level of the implementation of e-learning. The second was to determine whether there is a significant difference on writing competence of the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja after the implementation of Project based-flipped learning. And the third was to observe students’ perception toward the implementation of project-based flipped learning. The research design of this study was explanatory sequential mixed methods design. The population was the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja. Two classes were used as the sample of this study. One class was assigned to the experimental group and treated by using project based-flipped learning. Meanwhile, the other class was assigned to the control group and treated by using conventional teaching. The quantitative data that collected in this study were analyzed by SPSS 22.0. The result of the data analysis showed that the eleventh-grade students of SMA N 4 Singaraja are ready for the implementation of e-learning. Besides, the result of the quantitative data analysis it showed the experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of a descriptive statistical analysis that showed the mean score of the experimental group was 79.75 while the mean score of the control group was 73.10. The result of the t-test also showed that the value of t-observed (tobs) was 3.465 and the value of t-critical value (tcv) was 2.024. It showed that the value of tobs was higher than the value of tcv. Therefore, it can be concluded that there was a significant difference on students writing competency between students taught by using Project based-learning and students taught by using conventional media. In addition, the result of the interview showed that the students’ had a positive perception toward the implementation of project based-flipped learning.keyword : E-learning readiness, project-based flipped learning, writing competence, students’ perception of project-based flipped learning.
THE EFFECT OF RECIPROCAL QUESTIONING STRATEGY IN COOPERATIVE LEARNING SETTING TOWARD STUDENTS’ READING COMPREHENSION OF SMA NEGERI 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Indah Puspitasari; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8700

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menginvestigasi ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan dalam kemampuan memahami bacaan antara siswa yang diajar menggunakan strategi Reciprocal Questioning dalam situasi Cooperative Learning dan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional. Penelitian inimerupakan penelitian eksperimen dengan desain Post-test Only Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Singaraja. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas sebelas di SMA Negeri 4 Singaraja pada tahun akademik 2016/2017 dengan 60 siswasebagaisampel yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan reading comprehension test. Data yang terkumpul dianalisis dengan t-test yang dibantu oleh SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara siswa kelas sebelas yang diajar menggunakan strategi Reciprocal Questioning dalam situasi Cooperative Learning dan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional (t=3.845, p
The Implementation of Mobile Assisted Language Learning (MALL) Strategy through Quizizz Application in Grammar Class of English Language Education UNDIKSHA ., Nyoman Ayu Purnama Dewi; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18782

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian strategi MALL (Mobile Assisted Language Learning) melalui aplikasi Quizizz di kelas grammar (mata kuliah Complex English Grammar) dan mengetahui bagaimana respons siswa terhadap penggunaan strategi MALL melalui aplikasi Quizizz di kelas grammar (mata kuliah Complex English Grammar). Penilitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk memberikan deskripsi detail tentang proses pembelajaran di kelas tentang pengimplementasian strategi MALL melalui aplikasi Quizizz di kelas bedasarkan data yang didapatkan melalui kelas observasi dan juga digunakan untuk mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan strategi MALL melalui aplikasi Quizizz di kelas yang didapatkan melalui jurnal refleksi siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas grammar (mata kuliah Complex English Grammar) di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA. Hasil dari penitian yakni; siswa-siswa mengikuti aktivitas pembelajaran dan pengajaran yang konsisten yang mana proses pembelajaran bedasarkan prosedur pembelajaran dan pengajaran, namun terdapat sedikit perbedaan pada pengadaan kuis menggunakan aplikasi Quizizz yaitu waktu yang ditentukan untuk mengerjakan kuis, topik dan sesi aktivitasnya. Sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap penggunaan strategi MALL melalui aplikasi Quizizz yaitu mereka merasa senang, tidak bosan, terhibur dan lain lain. Mereka juga mengaggap bahwa aplikasi Quizizz adalah aplikasi tambahan yang penting digunakan pada pembelajaran grammar. Namun, koneksi, kuota internet dan juga waktu yang terbatas dalam pengerjaan kuis menjadi hambatan dan kelemahan pada aplikasi Quizizz bagi sebagian besar siswa. Kata Kunci : Aplikasi Quizizz, Complex English Grammar, Mobile Assisted Language Learning, Strategi MALL This study aimed at describing the implementation of MALL (Mobile Assisted Language Learning) strategy through Quizizz application in grammar class and the students responses toward the use of MALL strategy through Quizizz application in grammar class (Complex English Grammar course). A descriptive qualitative analysis was used in this study to give detailed description about the implementation of MALL strategy through Quizizz application in the classroom based on the data collected from classroom observation and the students responses toward the use of MALL strategy through Quizizz application in teaching and learning process based on the data collected from students reflective journal. This study was conducted in a grammar class (Complex English Grammar course) of English Language Education UNDIKSHA. The results showed that; in implementing MALL strategy through Quizizz application in grammar class, the students followed consistent activity in which the teaching and learning process based on the teaching and learning procedure, but how the Quizizz application implemented were slightly different in terms of time allocated, topic and the session of activity to conduct Quizizz application. Most of students gave positive responses toward the use of MALL strategy through Quizizz application such as felt excited, happy, fun, not boring, entertaining, etc and also considered Quizizz as an important supplementary tool in learning grammar. However, internet connection, quota and time limitation given in answering questions became the weaknesses and limitations of Quizizz application for them. keyword : Complex English Grammar, MALL strategy, Mobile Assisted Language Learning, , Quizizz Application

Page 71 of 188 | Total Record : 1873