cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
AN ANALYSIS OF CODE MIXING IN FACEBOOK STATUS USED BY 8TH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 SERIRIT AND ITS IMPLICATIONS IN LEARNING ENGLISH ., Luh Putu Pipin Dwineta; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis jenis campur kode dalam status facebook digunakan oleh siswa kelas 8 di SMP Negeri 1 Seririt, (2) menganalisis tipe dominan campur kode dalam status facebook, (3) menganalisis alasan siswa dalam menggunakan campur kode, (4) menjelaskan implikasinya dalam belajar bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subjek guru bahasa Inggris dan siswa 8E dan 8F di SMP Negeri 1 Seririt. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini: mengamati, wawancara, dan merekam. Data primer diperoleh melalui facebook status dari sampel penelitian, dan data sekunder diperoleh melalui wawancara. Ada 6 jenis campur kode dalam status facebook digunakan oleh siswa-8 berdasarkan Ho (2007) yaitu: 1) Letter of alphabet 19 kode (13,1%), 2) Short forms: 1 kode (0,6 %), 3) Proper nouns: 2 kode (1,3%), 4) Lexical words: 68 kode (46,8%), 5) Incomplete sentence: 26 kode (17,9%), 6) Single full sentence: 29 kode (20%). Jenis dominan adalah lexical words. Alasan siswa menggunakan campur kode: 1) membantu pengguna facebook lain untuk memahami topik; 3) kebiasan; 4) menunjukkan identitas kelompok mereka; 5) mengutip ungkapan terkenal; 6) membicarakan topik tertentu. Implikasi positif: 1) meningkatkan kosakata bahasa Inggris; 2) menggungkapkan makna. Implikasi negatif: 1) siswa menggunakan pola bahasa Inggris yang tidak sesuai; 2) siswa tidak mampu berkomunikasi secara efektif.Kata Kunci : Campur Kode, Status Facebook, Implikasi dalam Belajar Bahasa Inggris This study aimed at (1) analyzing the types of code mixing in facebook status were used by 8th grade students at SMP Negeri 1 Seririt, (2) analyzing dominant type of code mixing in facebook status, (3) analyzing students’ reasons in using code mixing, (4) describing its implications in learning English. This study was descriptive research with the subjects were English teacher and students of 8E and 8F at SMP Negeri 1 Seririt. The data was obtained through observation and interview. The methods was used in this study were observing, interviewing, and recording. Primary data was obtained through facebook status of the study sample, and secondary data was obtained through interview. There were 6 types of code mixing in facebook status used by 8th students based on Ho‘s (2007) namely: 1) Letter of alphabet: 19 items (13.1%), 2) Short forms: 1 item (0.6%) , 3) Proper nouns: 2 items (1.3%), 4) Lexical words: 68 items (46.8%), 5) Incomplete sentence: 26 items (17.9%), 6) Single full sentence: 29 items (20%). The dominant type was Lexical words. The students’ reasons in using code mixing such as: 1) Helping the other facebook users to understand the topic; 2) student’s habit; 3) Expressing group identity; 4) Quoting the famous expressions; 5) Talking about particular topic. The positive implications such as: 1) Improving English vocabularies; 2) Understanding the meaning of English sentence. The negative implications such as: 1) The students used inappropriate English pattern; 2) The students were not able to communicate effectively. keyword : Code mixing, Facebook Status, Implications in Learning English
PRAGMATIC COMPETENCY OF THE ELEVENTH GRADE STUDENTS IN SPEAKING AT SMA N 1 AMLAPURA ., Ni Luh Putu Meriyanti; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3928

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis tindak tutur, dan gaya berbicara serta kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI di SMA N 1 Amlapura. Penelitian ini dirancang dengan cara kualitatif, dengan merekrut 30 siswa SMA N 1 Amlapura. Tindak tutur dan gaya berbicara diperoleh dengan menggunakan simulasi ujaran. Ucapan direkam, ditulis dan diproses secara kualitatif. Data dianalisis dengan mengelompokkan, mendeskripsikan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Temuan ini menunjukkan sebagai berikut; pertama, ada empat tindak tutur yang paling umum digunakan dalam mengerjakan tugas, yaitu constantives, directives, commisives dan acknowledgement. Constantive adalah jenis tindak tutur yang paling dominan yang digunakan oleh siswa kelas XI di SMA N 1 Amlapura dengan persentase 93%, Frekuensi directives adalah 7 dengan persentase 3%. Acknowledgement menunjukkan frekuensi 6 dengan persentase 2,5%, dan yang terakhir adalah commisives dengan frekuensi 4 dan dengan persentase 1,7%. Kedua, dari segi gaya berbicara, ada perbedaan yang jelas dari frekuensi dan persentase antara bahasa standar dan bahasa non-standar yang digunakan oleh siswa kelas XI di SMA N 1 Amlapura. Frekuensi penggunaan bahasa standar adalah 230 dengan persentase 95,8%. Frekuensi penggunaan bahasa non-standar adalah 10 dengan persentase 4,2%. Ketiga, jenis kesalahan gramatikal merupakan jenis keslahan yang paling dominan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Amlapura dengan frekuensi 10 dari total 240 ucapan. Sementara itu, tidak ada jenis kesalahan lain yang ditemukan dalam jenis tindak tutur lainnya. Kata Kunci : kompetensi pragmatik, deskriptif kualitatif, tindak tutur, jenis kesalahan. This study analyzed the speech act types, and style as well as the errors committed by the eleventh grade students at SMA N 1 Amlapura. This study was designed with qualitative manner, by recruiting 30 students of SMA N 1 Amlapura. The speech acts and styles were elicited by using simulated utterances. The utterances were recorded, transcribed and processed qualitatively. The data were analyzed by categorizing, describing, explaining, and concluding. The finding showed the following; firstly, there were four speech acts most commonly used in excuting the tasks, namely constantives, directives, commisives and acknowledgement. Constantive was the most dominant type of speech act that exist among the eleventh grade students at SMA N 1 Amlapura with the percentage 93%, The frequency of directives was 7 with the percentage 3%. The acknowledgement showed the frequency 6 with the percentage 2.5%, and the last was commisives with the frequency 4 and with the percentage 1.7%. Secondly, in terms of speech style, there was clear distinction of the frequency and the percentage between the standard language and non-standard language used by the eleventh grade students at SMA N 1 Amlapura. The frequency of the use of standard language was 230 with the percentage 95.8%. The frequency of the use of non-standard language was 10 with the percentage 4.2%. The last, grammatical types of errors was the most dominant types of error committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Amlapura with the frequency 10 from the total 240 speeches. Meanwhile, there weren’t any other types of errors found in other locutionary acts.keyword : pragmatic competency, descriptive qualitative, speech acts, types of errors
A STUDY ON THE USE OF CODE SWITCHING AS A COMMUNICATIVE TEACHING STRATEGY BY THE ENGLISH TEACHERS AT SMK NEGERI 2 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Dita Pratiwi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis, fungsi, dan alasan penggunaan alih kode oleh guru Bahasa Inggris kelas XI di SMK Negeri 2 Singaraja pada tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan Modified Analytic Induction sebagai rancangan peenelitiannya. Data diperoleh melalui observasi di dalam kelas saat pelajaran berlangsung. Peneliti juga melakukan wawancara bagi setiap guru Bahasa Inggris kelas XI untuk kelengkapan penelitian. Data akumulasi menunjukkan bahwa jenis alih kode yang paling dominan digunakan oleh Guru Bahasa Inggris adalah intra-sentential code switching (39,5%), kemudian yang berikutnya adalah inter-sentential code switching (36,5%), dan yang paling jarang digunakan adalah inter-personal code switching (24,0%). Fungsi dari penggunakan alih kode adalah untuk meminta informasi lebih lanjut, menekankan informasi tertentu, meminta siswa mengklarifikasi jawabannya, memberikan instruksi, memberikan penjelasan yang lebih rinci, membenarkan pemahaman siswa, mengatur giliran menjawab, membenarkan jawaban siswa, memberikan kesempatan, mengklarifikasi jawaban yang benar, memberikan pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa, mengelola kelas, membuat lelucon, menanyakan hal-hal terkait materi, dan meminta pendapat. Alasan guru menggunakan alih kode adalah sebagai bahasa pengantar dan sebagai strategi pengajaran yang komunikatif, khususnya untuk meningkatkan pemahaman siswa, membantu guru untuk menarik perhatian siswa, serta membangun suasana nyaman di dalam kelas. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru untuk menggunakan alih kode sebagai strategi pengajaran komunikatif sehingga siswa mampu memahami materi pembelajaran dengan lebih baik.Kata Kunci : alih kode, strategi pengajaran komunikatif This study aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by the English teachers of grade XI at SMK Negeri 2 Singaraja in the academic year 2013/2014. It was a qualitative study which used Modified Analytic Induction as the design. The data was obtained through classroom observation. The researcher also did an interview to each English teacher in order to complete the data. The data accumulation showed that the most dominant type of code switching used by the English Teachers of grade XI is intra-sentential code switching (39.5%), and then followed by inter-sentential code switching (36.5%), and the last is inter-personal code switching (24.0%). The functions of using code switching were for asking further information, emphasizing certain information, asking for clarification, giving instruction, giving clear explanation, confirming students’ understanding, regulating turn taking, confirming students’ answer, giving chance, making clarification, giving brainstorming, managing the classroom, helping the teacher to make a joke, delivering question, and asking opinion. The reasons of using code switching were as an introductory language and as a communicative teaching strategy especially to increase students’ understanding, to help the teacher attracting students’ attention, and establishing a comfort atmosphere in the classroom. Based on the result of this study, it is suggested for the teacher to use code switching as a communicative teaching strategy in order to reach a better understanding of the students.keyword : code switching, communicative teaching strategy
WRITTEN CORRECTIVE FEEDBACKS USED BY ENGLISH TEACHERS OF THE STATE SENIOR HIGH SCHOOLS IN EFL WRITING CLASSES: A STUDY ON TEACHERS AND STUDENTS’ PERCEPTIONS ON THE MOST EFFECTIVE FEEDBACKS ., I Komang Sesara Rakayana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis umpan balik korektif tertulis digunakan oleh guru-guru di tiga SMA Negeri di Singaraja di kelas menulis, (2) mencari tahu apa yang guru pikir sebagai umpan balik yang paling efektif di antara jenis umpan balik korektif tertulis, dan (3) mencari tahu apa yang siswa pikir sebagai umpan balik korektif tertulis yang paling menguntungkan untuk peningkatan tulisan mereka. Penelitian ini melibatkan enam guru bahasa Inggris dan tiga belas anak kelas sebelas dari tiga SMA Negeri di Singaraja. Data penelitian ini berupa data pengamatan dan data wawancara. Data pengamatan dikumpulkan melalui pengamatan kelas dan tulisan-tulisan mahasiswa yang telah diperbaiki namun belum dikembalikan oleh guru, sedangkan data wawancara dikumpulkan melalui wawancara guru dan siswa. Semua data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umpan balik terintegrasi tampak mendominasi penggunaan. Para guru dan siswa memiliki persepsi yang beraneka mengenai masukan yang paling efektif dan menguntungkan, yang mencerminkan beberapa korespondensi dan perbedaan. Umpan balik secara lisan yang ditemukan dalam penggunaannya adalah jenis umpan balik formatif. Saran-saran diberikan terutama untuk guru bahasa Inggris dan Lembaga Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Guru.Kata Kunci : Umpan balik korektif, tulisan EFL, umpan balik efektif This study aimed at (1) identifying the types of written corrective feedback employed by the teachers in three state senior high schools in Singaraja in writing classes, (2) finding out what the teachers think as the most effective feedback among the types of written corrective feedback, and (3) finding out what the students think as the most beneficial written corrective feedback for their writing improvement. The study involved six English teachers and thirteen eleven graders from three state senior high schools in Singaraja. The data were in the forms of observation data and interview data. The observation data were collected through classroom observations and student writings which had been corrected but not returned yet by the teachers, while the interview data were collected through teacher and student interviews. The data were all analyzed descriptively. The results indicated that the integrated feedbacks seemed dominated the uses of written corrective feedback. The teachers and the students had varied perceptions on the most effective and beneficial feedbacks, which reflect some correspondences and discrepancies. Oral feedback found in use was the formative feedback. Suggestions were mainly provided for English teachers and the Curriculum of Teacher Training and Education Institution.keyword : Corrective feedback, EFL writing, effective feedback
A SOCIOLINGUISTIC STUDY OF SPEECH USED BY SOME PEOPLE IN TRADITIONAL MARKET KEBON ROEK AMPENAN MATARAM ., Mas Arya Suwardana; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan dari kata kasar sekitaran masyarakat yang bekerja di pasar tradisional Kebon Roek di Mataram. Kata-kata kasar adalah bahasa yang biasa di Mataram dan selalu digunakan setiap hari oleh warga Lombok yang kelas rendah dalam percakapan mereka. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif qualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan merekam, observasi dan wawancara beberapa orang yang bekerja di pasar tradisional di Kebon Roek Ampenan di Mataram. Temuan ditunjukan bahwa penggunaan kata-kata kasar dari warga ini memiliki beberapa tipe dalam pembicaraan mereka. Tipe dari kata-kata kasar yang digunakan berhubungan terhadap beberapa latar belakang, yaitu: kata yang berhubungan dengan religi (setan, selaq, iblis), kata yang berhubungan dengan kelamin (tain tele, pepek, ancot), kata yang berhubungan dengan kotoran (tai, busuk, bais), kata yang berhubungan dengan nama spesies binatang (acong, bawi, ulah, godeg, kaok, brong, berelong, boteq), kata yang berhubungan dengan latar belakang pribadi(sundal, banci, kancut, anak selaq medol, anak kone, ubeq), kata yang berhubungan dengan penyakit mental (cine bute, binjat, lejah bikas, isin gawah), dan kata yang berhubungan dengan hubungan sex (betian, btelen, bekarong). Mereka mengguankan kata-kata kasar tersebut dalam percakapan merekea ketika mereka merasa buruk. Kata Kunci : Kata kunci: Sosiolinguisrik, kata-kata kasar, bahasa sasak, pasar tradisional This study aimed at analyze swearwords used in the speesch of the people who work in Traditional Market at Kebon Roek Ampenan Mataram. The swearwords are always used by people of the lower class in everyday conversation. This study was qualitative descriptive research. This study was conducted by observing and interviewing a number of people who works in Traditional Market at Kebon Roek Ampenan Mataram. The findings showed that those people used swearwords of various types in their speech. The types of swearwords used are related to certain background namely; word related to religion (setan, selaq, iblis), word related to sex (tain tele, pepek, ancot), word related to excrement (tai, busuk, bais), word from name of animal (acong, bawi, ulah, godeg, kaok, brong, berelong, boteq), word related to personal background (sundal, banci, kancut, anak selaq medol, anak kone, ubeq), word from mental illness (cine bute, binjat, lejah bikas, isin gawah), and word related to sex activities (betian, btelen, bekarong). They used those swearwords in their conversations when they had bad. keyword : Sociolinguistics, swearwords, sasak language, traditional market
AN ANALYSIS OF INDONESIAN ENGLISH CODE MIXING USED BY THE CHARACTERS IN THE NOVEL TRILOGY OF JENDELA-JENDELA, PINTU AND ATAP BY FIRA BASUKI ., Fitria Ningtyas; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe campur kode yang digunakan oleh karakter-karakter pada novel trilogi Jendela-Jendela, Pintu dan Atap karya Fira Basuki. Penelitian ini juga bertujuan untuk menginvestigasi tipe campur kode yang sering digunakan oleh karakter-karakter pada novel trilogi Jendela-Jendela, Pintu dan Atap karya Fira Basuki. Desain penelitian ini adalah desain analisis konten yang mengacu pada segala prosedur sistematis dan objektif dalam pengambilan kesimpulan dengan cara menemukan pesan dari buku-buku atau dokumen-dokumen. Analisis data dilakukan berdasarkan dua kerangka klasifikasi yang diaplikasikan oleh Ho (2007) dan Kannaovakun (2003). Kerangka klasifikasi oleh Ho (2007) terdiri atas huruf abjad (letters of alphabet), bentuk singkat (short forms), kata benda (proper nouns), kata-kata leksikon (lexical words), frase (phrase), kalimat tidak sempurna (incomplete sentence) dan kalimat sempurna (single full sentence). Sementara itu, kerangka klasifikasi yang diaplikasikan oleh Kannaovakun (2003) terdiri dari bentuk singkat (truncation) , hibridisasi (hybridization), konversi (conversion), pergeseran makna (semantic shift), reduplikasi (reduplication) and pergeseran susunan kata (word order shift). Berdasarkan klasifikasi oleh Ho (2007), ditemukan bahwa kata-kata leksikon (lexical words) merupakan tipe campur kode yang memiliki frekuensi terbesar (34%), diikuti oleh kalimat tidak komplit (incomplete sentence) 29 %, frase (16%), kalimat komplit (12%), kata benda (5.8%), dan bentuk singkat (1.7%). Sementara itu, tipe campur kode huruf abjad (letters of alphabet)memiliki frekuensi terendah yaitu sebesar 0.6 %. Di sisi lain, berdasarkan klasifikasi oleh Kannaovakun (2003) ditemukan bahwa tipe pergeseran susunan kata (word order shift)merupakan tipe campur kode yang memiliki persentase tertinggi yaitu sebesar 46 %, kemudian diikuti oleh hibridisasi (33%), konversi (10%), dan bentuk singkat (7.7 %). Sementara itu tipe campur kode pengulangan (reduplication) memiliki persentase terendah yaitu sebesar 2.6 %. Kata Kunci : campur kode, Fira Basuki, novel, trilogi The study aimed to analyze the types of code mixing which are used by the characters of trilogy novel Jendela-Jendela, Pintu and Atap by Fira Basuki. The study also aimed to investigate the types of code mixing which frequently used by the characters of trilogy novel Jendela-Jendela, Pintu and Atap by Fira Basuki. The design of this research was content analysis design which refers to any procedure for drawing conclusion by finding given message from the books or documents systematically and objectively. The analysis of the data was done based on two classification frameworks applied by Ho (2007) and Kannaovakun (2003). Ho’s (2007) classification framework consist of letters of alphabet, short forms, proper nouns, lexical words, phrases, incomplete sentence and single full sentence. Meanwhile, Kannaovakun’s (2003) classification framework comprised truncation, hybridization, conversion, semantic shift, reduplication and word order shift. According to Ho’s (2007) classification framework, it was found that lexical words as the most frequently used code mixing (34%), followed by incomplete sentences (29%), phrases (16%), single full sentences (12%), proper nouns (5.8%), and short forms (1.7%) respectively. Meanwhile, code mixing type letters of alphabet was used at the lowest frequency (0.6%). On the other hand, based on Kannaovakun’s (2003) classification framework, the word order shift was found as the most frequently used (46 %), followed by hybridization (33 %), conversion (10 %), and truncation (7.7 %) respectively. Meanwhile, the nativized feature reduplication was found as the least occurrence at 2.6 %. keyword : code mixing, Fira Basuki, novel, trilogy
AMORPHOLOGICAL STUDY ON THE USE OF REVERSED WORDS IN BALINESE LANGUAGE USED BY THE PEOPLE IN TIANYAR TIMUR ., Ni Made Astiti Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3961

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan bentuk kata terbalik digunakan oleh orang-orang di Tianyar Timur dalam proses morfologi dan untuk menggambarkan fungsi kata terbalik dalam percakapan sehari-hari. Obyek penelitian terbalik kata-kata sebuah studi morfologi dilakukan dalam bahasa Bali yang digunakan dalam Tianyar Timur. Mereka adalah tiga jenis pembentukan kata yang ditemukan dalam kata-kata terbalik yang digunakan dalam Tianyar Timur: 1) tipe pertama pembentukan kata dibentuk dengan mengucapkan suku kata dari kata dari suku kata kembali ke suku kata depan, 2) jenis kedua kata formasi dibentuk dengan mengucapkan huruf dari kata dari huruf terakhir dengan huruf depan, 3) jenis ketiga adalah suara vokal: A, I, U, E, O, e yang konstanta, dan suara konsonan harus diubah menjadi: BJ, CD, F, P, V NY, GW, HR, Q, KN, LT, Y NG, MS, Z. Kata akan berubah karena; kata ini memiliki suara yang sama dan suara dari kata yang penting. Kata Kunci : Kata Terbalik, studi morfologi, Pidato Community. ABSTRACT This study attempted to describe the forms of the reversed word used by people in Tianyar timur in morphological process and to describe the function of the reversed word in daily conversation. The objects of study were reversed words a morphological study conducted in the Balinese language used in Tianyar Timur. They were three types of word formation found in the reversed words used in Tianyar Timur: 1) the first type of word formation was formed by uttering the syllable of the word from the back syllable to the front syllable, 2) the second type of word formation was formed by uttering the letter of the word from the last letter to the front letter, 3) the third type is the vocal sound: A,I,U,E,O,e are constants, and the consonant sound must be changed to become: B J, C D, F,P,V NY, G W, H R, Q,K N, L T, Y NG, M S,Z. The word changes because; this word has a same sound and the sound of the word which is important. Key Words: Reversed word , Morphological study, Speech Community. keyword : Key Words: Reversed words , Morphological study, Speech Community
A STUDY ON CODE SWTCHING USED BY EIGHTH GRADES ENGLISH TEACHERS AT SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Gusti Ayu Santika Dewi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3962

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan campur kode terutama oleh guru bahasa inggris di SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini berfokus pada jenis-jenis campur kode, alas an dibalik penggunaan campur kode, dan sikap dari guru yang menggunakan campur kode. Subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa inggris di SMP Negeri 3 Singaraja. Dari 4 guru yang mengajar kelas VIII, ada 3 guru yang dipilih. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah perekaman data, wawancara, dan observasi. Hasil dari analisis data yang dilakukan terdapat 272 ungkapan yang mengandung campur kode dari 876 ungkapan. Dari hasil analisi tersebut terdapat tiga jenis campur kode yang muncul yaitu intra-sentential, inter-sentential dan inter-personal. Dari ketiga jenis campur kode tersebut yang paling banyak muncul adalah intra-sentential code switching sebesar 82.36% (224 ungkapan), 10.29% (28 ungkapan) untuk inter-sentential dan 07.35% untuk inter-personal. Ada beberapa alasan dalam penggunaan campur kode yaitu untuk menunjukan hal-hal penting dalam pelajaran, membantu siswa untuk lebih mudah memahami pelajaran dan untuk mengalihkan topic pembelajaran. Dari semua alasan yang diberikan tersebut para guru menyatakan bahwa mereka memiliki sikap yang positive terhadap penggunaan campur kode selama itu digunakan dengan alasan yang jelas dan pasti.Kata Kunci : campur kode,jenis-jenis campur kode, alasan penggunaan campur kode, sikap dalam penggunaan campur kode. This qualitative research was aimed at finding out the use of code switching, particularly by the teachers in SMP Negeri 3 Singaraja. It was concerned with the types of code switching, the reason underlying the use of code switching, and the attitude of the switcher toward code switching. The subject of this study was the teacher in SMP Negeri 3 Singaraja. From 4 teachers, three of them: teacher 1, teacher 3 and teacher 4, were selected purposively on the basis of their working experience as a teacher. The method used in collecting the data were: recording the data, interviewing the subject and observation. As a means of collecting data, the researcher used tape recorder and interview sheet. From the recorded data, 876 utterances were produced by the teacher, and the result of the analysis showed that there were three types of code switching occurred in the data: intra-sentential code switching, inter-sentential code switching, and inter-personal code switching. Among those type of code switching, intra-sentential code switching was the most dominant type of code switching occurred in the data: it was about 25.6% (224 utterances). Inter-sentential code switching was found about 3.2% (28 utterances) from the entire recorded utterances. Inter-personal code switching occurred about 2.3% (20 utterances). Behind the production of code switching, the broadcaster claimed that it was done to show off the important point of the lesson, to help students easier to catch the lesson, to switch the topic of the lesson. From those reasons they strongly gave positive attitude toward code switching especially when it was done accurately and under positive reasons.keyword : code switching, type of code switching, reason of code switching, attitude toward code switching
IMPROVING THE EIGHTH GRADE STUDENTS WRITING ACHIEVEMENT BY USING THE COMBINATION OF T.A.D. AND P.L.E.A.S.E. STRATEGY AT SMP NEGERI 1 BANJAR IN THE ACADEMIC YEAR OF 2013/2014 ., Putu Rony Putrawan; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi menulis recount siswa di SMP Negeri 1 Banjar melalui kombinasi TAD dan HARAP Strategi. Subyek penelitian adalah kelas 8F siswa SMP Negeri 1 Banjar, yang terdiri dari 14 laki-laki dan 18 perempuan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan berbasis kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus melibatkan empat langkah, seperti: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data diperoleh melalui empat jenis instrumen, yaitu: wawancara, peneliti buku harian, angket dan tes. Sebuah pre-test diberikan sebelum melakukan tindakan untuk mendapatkan data awal dari para siswa. Post-tes diberikan setelah melakukan tindakan. Kemudian, data yang diperoleh secara deskriptif dianalisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kompetensi menulis siswa meningkat. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata siswa. Rata-rata siswa adalah 42,53 di pre-test. Setelah pengobatan dilakukan, meningkat menjadi 70,06. Akhirnya, skor rata-rata siswa bisa mencapai 76,28 setelah melakukan siklus 2 Selain itu, lebih dari 90,63% dari semua siswa bisa lulus tingkat yang baik dari penguasaan belajar. Selain itu, kombinasi ini juga membawa efek positif dalam mendorong motivasi dan minat belajar bahasa Inggris siswa. Kata Kunci : Key Terms: kompetensi menulis, TAD strategy, Please strategi, teks recount The study was aimed to improve the students’ recount writing competency at SMP Negeri 1 Banjar through the combination of T.A.D and P.L.E.A.S.E. Strategy. The subjects of the study were class 8F students of SMP Negeri 1 Banjar, which consisted of 14 males and 18 females. This study was classroom based action research that was conducted in two cycles. Each cycle involved four steps, such as: planning, action, observation and reflection. The data were obtained through four kinds of instruments, namely: interview, researcher’s diary, questionnaire and test. A pre-test was given before conducting the action to obtain preliminary data of the students. Post-tests were given after doing action. Then, the data obtained was descriptively analyzed. The findings of the study showed that the students’ writing competency improved. It was shown by the improvement of students’ mean score. Students’ mean score was 42.53 in pre-test. After the treatment was conducted, it increased into 70.06. Finally, the students’ mean score could reach 76.28 after conducting cycle 2. Besides, more than 90.63% from all of the students could pass the good level of learning mastery. In addition, this combination also brought positive effect in fostering students’ motivation and interest in learning English. keyword : Key Terms: writing competency, TAD strategy, PLEASE strategy, recount text
CODE-SWITCHING: AN ANALYSIS OF BROADCASTER'S SPEECH IN PHOENIX RADIO BALI ., Luh Made Astiti Partama; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3966

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mencari tahu pergantian pola bahasa yang dihasilkan oleh ungkapan penyiar radio di Phoenix Radio. Penilitian lebih mencari persentasi perubahan pola, jenis perubahan pola dan alasan penyiar melakukannya. Data dijelaskan dengan menggunakan cara penjelasan qualitative. Penelitian menggunakan rekaman, wawancara dan observasi untuk memecahkan masalah yang ada. Penelitian di analisis dengan menyalin data, mengkodekan,mengkelompokan dan menghitung data yang di dapat dan di masukan ke dalam table. Peneliti menemukan 0.42% (1) adalah pola pergantian menambahkan diposisi terendah. Yang paling banyak adalah pola pergantian kata 81.78% (193) dan pola perubahan kalimat 17.80% (42) dari 236 pola perubahan dari 946 kalimat. Ada beberapa alasan yang telah di hasilkan sesuai dengan Holmes seperti ciri-ciri istimewa dan topic. Ciri-ciri istimewa dibagi menjadi spesifikasi lawan bicara, tanda pengenal, sopan santun dan status sosial. Pola pergantian bahasa bisa membantu orang untuk belajar bahasa lain melalui memahaminya dalam bentuk konteks kata lalu kalimat.Kata Kunci : Pola pergantian bahasa, ciri-ciri keistimewaan, topik The study aimed to find out switching that produced broadcaster’s speech in Phoenix Radio. The study was focus to find out the percentage of the switching, the types of code switching produced and the reasons underlying the switching. The data explained in the descriptive qualitative research. This study used recording, interviewing and observing to solve the problem. The study was analyzed by transcribing the data, codifying, classifying and calculating the data and inserting to the table. The research was found that the broadcasters were produced 0.42% (1) was tag switching as the less dominant switching. The most dominant was from the intrasentential switching that was 81.78% (193) and intersentential switching was 17.80% (42) from the 236 switching in 946 utterances. There are some reasons that underlying the switching was produced accordance to Holmes such as participant’s features and topic. The participant features involved addressee specification, ethnic identity marker, express solidarity and assert social status. Code switching can help people to learn others language through mastering in the form of word context and then utterance.keyword : Code switching, participants features, topic

Page 99 of 188 | Total Record : 1873