Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (JISH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JISH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective in society and humanities at a regional, national, and global scale. The writings at JISH will significantly contribute to critical thinking in the area of society and humanities. The scope of the fields contained in JISH covers the following areas: social work, social welfare, social change, and social policy; humanism and human rights; corporate governance, and community studies; crosscultural and multiculturalism studies; population, and development studies; ethics, and intergroup relations; war, conflict, and international relations; linguistics, literature, and media studies; performing arts (music, theatre, and dance); studies of inequality (class, race and gender studies); and other related areas. Articles published on research results and literature review with acceptable research methodologies, qualitative studies, quantitative studies, or a combination of both, statistical analysis, case studies, field research, and historical studies. JISH received manuscripts from various related circles, such as relevant researchers, professors, students, policy-makers, scientists, and others.
Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol 11, No 1 (2022)"
:
16 Documents
clear
How Anxious are Indonesians when They Can Travel Again Soon?
Hakim, Imam Nur;
Amory, I Dewa Gede Richard Alan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i1.38971
When traveling soon, Indonesia faces travel anxiety after experiencing travel restrictions during a pandemic. This study is dedicated to identifying how strong the level of anxiety is and the tactical steps Indonesian tourism policymakers can take. Through a quantitative approach, it was found that there were differences in the application of the theory of anxiety levels initiated by Peplau. However, through adjustments and theoretical extensions to the pandemic situation, this study identifies the readiness of the Indonesians by looking at their feelings of anxiety, which are primarily low and medium. As a result, Indonesians with mid-education levels, low incomes, and living in areas with low tourist movement tend to have low anxiety levels. Meanwhile, the best way to deal with Indonesian people who feel excessive anxiety is to direct them to natural attractions with appropriate amenities that can be reached by private vehicles in short trip durations.
Perubahan Peran Perempuan pada Sektor Pertanian di Desa Tandawang
Amalia, Bawon Rizki;
Yuliati, Yayuk;
Kholifah, Siti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i1.36899
Sektor pertanian identik dengan kekuatan fisik laki-laki. Namun, dengan berjalannya waktu banyak perempuan yang bekerja di sektor pertanian. Padahal, perempuan mendapat stereotype lemah. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses perubahan peran perempuan dan penyebab perubahan peran perempuan, serta menganalisis dampak dari adanya perubahan peran perempuan di sektor pertanian di Desa Tandawang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif serta menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan perjodohan pola. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 2010 terjadi perubahan peran perempuan di sektor pertanian di Desa Tandawang. Mayoritas perempuan mengerjakan hampir seluruh peran di sektor pertanian. Tetapi, perempuan belum sepenuhnya mendapatkan akses sumberdaya pertanian, serta kontrol atau pengambilan keputusan. Di sisi lain, perempuan mendapatkan perubahan manfaat dengan bekerja di sektor pertanian. Perubahan peran perempuan di sektor pertanian disebabkan kebutuhan ekonomi, banyak laki-laki beralih profesi, dan perubahan permintaan tenaga kerja. Bekerjanya perempuan di sektor pertanian dapat memperbaiki kesejahteraan keluarga. Akan tetapi, perempuan mendapatkan peran ganda di sektor publik dan domestik. Dalam feminis liberal, perempuan hanya menginginkan kesetaraan hak yang sama dengan laki-laki. Bekerjanya perempuan di sektor pertanian tidak membuat kesetaraan gender, melainkan yang terjadi ekploitasi terhadap perempuan.Â
Implementation of the Collaborative Principles on Marine Tourism: Lessons from Mud Island, Indonesia
Hariadi, Rahmat Teddy;
Subianto, Agus;
Lubis, Lunariana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i1.41206
This paper aims to examine marine tourism as an empirical phenomenon. To gain insight into the systemic conditions of the collaboration process, it is observed from the point of view of the principles of the collaboration process from Roberts, Van Wyk & Dhanpat. The authors identify the principles implemented in the collaborative process between the Community, Village-Owned Enterprises, and the Government in a collaborative network towards sustainable marine ecotourism. This analytical descriptive study used case survey methods in the partnership networks. The data is obtained through a qualitative approach, observation, semi-structured interviews, and documentation. The findings reveal that stakeholders involved in the collaboration contribute to realizing a common purpose and providing mutual benefits, but the quality of collaboration is not optimal because it is still informal. Lessons learned from the application of collaboration principles on marine tourism in the Lusi Mud Island, Sidoarjo Regency, Indonesia are: the importance of trust and enabling environmental factors that collaboration to be realized; the importance of the characteristics of community leaders who have a deep concern as leaders, and ensure the participation of local communities in the development and management stages of marine tourism towards marine ecotourism.
Manifestasi Folklor Roro Anteng: Signifikansi Peran Perempuan dalam Kehidupan Masyarakat Tengger
Ramiyati, Asmi;
Nisa, Feri Choirun;
Jakti, Swa Sekar;
Kutanegara, Pande Made
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i1.39093
Kesetaraan gender menjadi isu yang hangat diperbincangkan masyarakat Indonesia. Salah satu potret kesetaraan gender di Indonesia dapat dilihat dari masyarakat Tengger. Sebagai masyarakat yang berpegang teguh pada budaya dan tradisi leluhurnya, kearifan lokal berupa folklor dijadikan sebagai pedoman hidup masyarakat Tengger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih mendalam tentang pengaruh folklor Roro Anteng terhadap peran perempuan Tengger dalam kehidupan sehari-hari yang mencakup dinamika keagamaan dan tradisi, serta pembagian tugas dalam lingkup rumah tangga dan dunia pekerjaan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat Tengger di Desa Ngadas dan Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Perspektif yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kesetaraan gender dan perubahan sosial. Ditemukan bahwa masyarakat Tengger di Desa Ngadas dan Desa Sapikerep memercayai folklor Roro Anteng, sebagian besar merasakan pengaruhnya dan menerapkan nilai-nilainya dalam keseharian. Perempuan menjadi tonggak kehidupan masyarakat Tengger karena berperan penting baik dalam kehidupan rumah tangga maupun kehidupan sosial (tradisi dan keagamaan). Berkaitan dengan dunia pekerjaan, tidak terdapat diskriminasi perempuan dalam hal beban tugas dan upah. Dalam kehidupan rumah tangga, sebagian masyarakat Tengger sudah berhasil menerapkan konsep kesetaraan gender. Dengan menerapkan ajaran Roro Anteng dan Joko Seger, laki-laki dan perempuan hidup berdampingan dengan harmoni tanpa memandang suatu gender lebih tinggi. Dengan kata lain, kesetaraan gender diimplementasikan dengan sikap saling melengkapi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari melalui pembagian kerja.
Pesilat Conflict Analysis in Madiun: Conflict Resolution Study
Ximenes, Manuel;
Sudarmo, Sudarmo;
Setyowati, Kristina
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i1.37078
Conflict between members of the pencak silat organization is a conflict phenomenon caused by various sources of conflict involving members of the pencak silat organization so that it creates public security disturbances in the Madiun Regency area. The conflict made the government handle it through various efforts to resolve the conflict. The purpose of this study is to find out how conflict and conflict resolution can be created and run in the Madiun area. The research method is this research using qualitative research methods, which is a type of research that emphasizes drawing conclusions based on the interpretation of a phenomenon or fact. The results showed that the silat conflict that occurred in the Madiun area was more of a horizontal conflict, namely the conflict that occurred only among the fighters in the Madiun area and the cause was due to trivial problems that occurred between the silat fighter and his silat association. Next, to deal with this problem, the local government tries to carry out conflict resolution based on a community governance approach, namely as an integrative and participatory community or community empowerment in the decision-making process. The approach taken by the local apparatus succeeded in reducing the conflict and creating peace, although the resolution of the conflict was not able to eliminate the feelings or desires of the fighters to stop the conflict between them.
Pengembangan Pariwisata Perdesaan Bali: Integrasi Potensi, Kearifan Lokal dan Ekonomi Kreatif
Wesnawa, I Gede Astra
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i1.44184
Perdesaan di Pulau Bali memiliki berbagai daya tarik wisata untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Sebagai sebuah industri kreatif, pariwisata mampu meningkatkan pendapatan wilayah dan kehidupan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan potensi lokal, kearifan lokal dan ekonomi kreatif dalam pengembangan pariwisata perdesaan di Pulau Bali. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Interdisipliner. Populasi penelitian meliputi desa wisata yang tersebar di kabupaten/kota Provinsi Bali, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Sampel subjek melibatkan informan kunci yang terdiri dari kepala dinas pariwisata kabupaten, kepala desa, kelompok wisata, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, dan masyarakat sekitar. Data dikumpulkan melalui FGD, wawancara, dan observasi. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif melalui analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan: bentuk-bentuk pariwisata yang dikembangkan meliputi bentuk daya tarik alam, daya tarik budaya dan daya tarik buatan berdasarkan sumberdaya desa wisata. Lebih lanjut, integrasi potensi lokal, kearifan lokal dan ekonomi kreatif diperlukan dalam rangka pengembangan pariwisata perdesaan di Pulau Bali. Integrasi ketiga komponen tersebut menjadi pondasi dan strategi yang kuat untuk mengembangkan pariwisata perdesaan secara berkelanjutan.
Pendidikan, Kesehatan dan Penanggulangan Kemiskinan di Kalimantan Barat: Menuju Sustainable Development Goals
Bariyah, Nurul
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i1.39343
Pengentasan kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan ketahanan pangan dan gizi, adalah prioritas utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tipologi kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan, melalui analisis silang antara kemiskinan dan pendidikan dan antara kemiskinan dan kesehatan pada 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat untuk tahun 2014 & 2019. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang diolah dengan metode statistika, dengan mengandalkan data sekunder berupa data deret lintang. Penelitian ini juga menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan grafis. Bentuk analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diagram Kartesius dan diagram sebar. Hasil estimasi untuk tahun 2014 dan 2019 memperlihatkan inkonsistensi indikator makro dan pembangunan di sebagian besar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat. Hanya ada dua daerah yang secara konsisten berada pada kuadran tertinggi, yaitu kombinasi “tingkat kemiskinan rendah-tingkat pendidikan tinggi-tingkat kesehatan tinggiâ€, yaitu Kota Singkawang (tahun 2014) dan Kota Pontianak (tahun 2019). Sedangkan daerah yang secara konsisten berada pada kuadran terendah, yaitu kombinasi “tingkat kemiskinan tinggi-tingkat pendidikan rendah-tingkat kesehatan rendah†hanya ada pada tahun 2014, yaitu Kabupaten Sambas. Kabupaten/kota lainnya, baik pada tahun 2014 maupun pada tahun 2019 berada di antara kedua kategori tersebut. Penelitian ini dapat memperkaya analisis empiris mengenai keterkaitan antara tingkat kemiskinan dan indikator pendidikan dan kesehatan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang mendukung tercapainya Sustainable Development Goals.
Interaksi Simbolik Keluarga Petani Penggarap Berdasarkan Gender Anak di Lingkungan Rawa Pasang Surut Kabupaten Barito Kuala
Alif, Muhammad;
Yulianti, Mira
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i1.37532
Konstruksi sosial dalam masyarakat pedesaan seringkali meminggirkan perempuan, yang membuat kondisi ketidaksetaraan gender. Perempuan diekspetasikan memiliki perilaku tertentu, diharuskan menjaga martabatnya dan harga dirinya karena posisinya yang sering kali subordinat dari laki-laki. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa interaksi simbolik dan komunikasi orang tua berdasarkan gender anak di lingkungan rawa pasang surut (studi pada petani penggarap di Barito Kuala). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitian adalah petani penggarap di Desa Jejangkit Timur dan Jejangkit Barat kabupaten Barito Kuala. Data primer diperoleh dari hasil wawancara kepada dua kepala desa dan empat keluarga petani penggarap sebagai key informant. Hasil dan pembahasan, komunikasi yang terbentuk antara orang tua dan anak anak dapat digambarkan sebagai hubungan yang memiliki kualitas diantara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbentuk antara orang tua dan anak anak dapat digambarkan sebagai hubungan yang memiliki kualitas diantara keduanya Kualitas komunikasi orang tua itu sendiri berdampak kepada perkembangan anak. Komunikasi berdasarkan gender antara orang tua dan anak yang terjadi di masyarakat lingkungan rawa pasang surut ditemukan masih adanya pembeda diantara anak laki-laki serta anak perempuan, ada perbedaan perlakukan untuk hal hal-hal tertentu. Interaksi simbolik keluarga mempergunakan bahasa secara langsung karena mudah untuk dipahami, dimengerti dan jelas apa yang ingin disampaikan.Â
Community Livelihood Diversification as a Result of Mining Industry Activities: A Case Study of Soligi Village, South Halmahera
Izzudin, Muhammad;
Santoso, Anang Dwi;
Baiquni, Muhammad;
Nugroho, Agung Satriyo
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i1.41106
Indonesia is one of the world's largest archipelagic countries. Diversification is the process of increasing household economic income in various sectors to improve welfare and survival opportunities. This study demonstrates that the people of Obi Island's livelihoods are diversifying due to mining and pressure from the immigrant population. This study is necessary to determine how mining depletes natural resources affects the livelihood strategies of the Indonesian archipelagic community, particularly in Maluku. On the other hand, they must contend with dwindling natural resources. This study employed a semi-structured questionnaire to conduct a home survey with 153 respondents in Soligi Village. In-depth interviews were also conducted to delve deeper into the research findings. This study demonstrates that physical capital and natural capital are the essential livelihood assets for the inhabitants of Soligi Village, and mining has resulted in the diversification of people's occupations into non-permanent mining employees.Â
Model Proses Penanganan COVID-19 dalam Perspektif Multi-Stakeholder Partnership
Amin, Raja Muhammad;
Febrina, Rury;
Wicaksono, Baskoro
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jish.v11i1.39418
Paradigma kemitraan multi-stakeholder layak menjadi alat analisis dimana Multi-Stakeholder Partnership (MSP) menekankan pada keterlibatan sektor publik, swasta, dan masyarakat sipil yang berorientasi pada membangun dialog dan kolaborasi konstruktif berbasis kesukarelaan. Tujuan penelitian adalah mengeksporasi model proses pencegahan dan pengendalian COVID 19 di Kota Pekanbaru melalui perspektif MSP. Kota Pekanbaru yang merupakan ibu kota Provinsi Riau tercatat sebagai wilayah dengan penyebaran dan kasus positif COVID-19 tertinggi dibandingkan wilayah lainnya. Empat fase utama dalam MSP yang diuraikan dalam makalah ini adalah inisiatif, perencanaan adaptif, tindakan kolaboratif dan pemantauan refleksi. Tulisan ini didasarkan pada hasil penelitian dengan menggunakan metode kualitatif dengan analisis eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MSP tertuang dalam struktur formal yaitu terbentuknya satuan tugas penanganan COVID 19 di Kota Pekanbaru yang terdiri dari multistakeholder dan terbagi dalam beberapa bidang kerja dan turunannya. struktur ke tingkat masyarakat. Formasi ini tidak serta merta menunjukkan adanya kemitraan yang baik, masih terdapat permasalahan terkait dominasi struktural kekuasaan formal dan dinamika sosial mengenai ambiguitas dan kompleksitas keanggotaan. Selain itu, aspek ketergantungan antar aktor serta kesetaraan dan kepercayaan juga menjadi permasalahan yang menunjukkan MPS belum optimal dalam mengimplementasikan kebijakan terkait pencegahan dan pengendalian COVID-19.