cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (JISH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JISH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective in society and humanities at a regional, national, and global scale. The writings at JISH will significantly contribute to critical thinking in the area of society and humanities. The scope of the fields contained in JISH covers the following areas: social work, social welfare, social change, and social policy; humanism and human rights; corporate governance, and community studies; crosscultural and multiculturalism studies; population, and development studies; ethics, and intergroup relations; war, conflict, and international relations; linguistics, literature, and media studies; performing arts (music, theatre, and dance); studies of inequality (class, race and gender studies); and other related areas. Articles published on research results and literature review with acceptable research methodologies, qualitative studies, quantitative studies, or a combination of both, statistical analysis, case studies, field research, and historical studies. JISH received manuscripts from various related circles, such as relevant researchers, professors, students, policy-makers, scientists, and others.
Articles 626 Documents
STRATEGI PENINGKATAN LITERASI POLITIK PEMILIH PEMULA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Sutisna, Agus
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i2.11771

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian literatur yang membahas isu peningkatan political literacy (melekpolitik)   sebagai   salah   satu   prasyarat   penting   untuk   menghasilkan   pemilu   yang   berkualitas dengan partisipasi yang juga berkualitas dalam konteks agenda besar mengkonsolidasikan dan mengembangkan kehidupan demokrasi, khususnya di kalangan pemilih pemula (pelajar danmahasiswa) melalui pendekatan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Kajian dimaksudkan untuk mendeskripsikan secara kritis urgensi literasi politik dalam kontekspemilu   dan   demokratisasi,   serta   mempromosikan   gagasan-gagasan   konseptual   model pembelajaran   kontekstual   untuk   meningkatkan   derajat   kualitasnya   terutama   di   kalangan pemilih pemula. Metode kajian yang digunakan dalam tulisan ini adalah analisis kepustakaan.Melalui metode ini  rujukan konseptual,  data  dan informasi dihimpun dari pelbagai  sumberliteratur   seperti   jurnal   ilmiah,   buku,   laporan   penelitian   dan   dokumen   literatur   lainnya; kemudian   dianalisis   dengan   pendekatan   kualitatif.   Hasil   kajian   menunjukkan   bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual memiliki potensi sangat efektif untuk digunakan sebagai instrumen   pendidikan   kewarganegaraan   dalam   rangka   meningkatkan   literasi   politik   para pemilih pemula.Kata Kunci: political literacy, pembelajaran kontekstual, demokratisasi, pemilih pemula 
SEMAKIN RELIGIUS, SEMAKIN INTOLERAN? PERAN KEPERCAYAAN POLITIK SEBAGAI VARIABEL MODERATOR Wahyu, Agung Minto; Sa'id, Mochammad
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i1.24226

Abstract

Survei Wahid Foundation dan LSI (2017) menunjukkan adanya penguatan terhadap intoleransi politik. Satu faktor yang memperkuat intoleransi politik adalah religiusitas. Tujuan penelitian ini adalah 1) memaparkan pengaruh religiusitas sebagai prediktor terhadap intoleransi politik. 2) memaparkan efek kepercayaan politik dalam memoderasi variabel religiusitas sebagai prediktor intoleransi politik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek penelitian sebanyak 85 Mahasiswa. Sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria subjek beragama islam, berstatus mahasiswa aktif, dan berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Instrumen penelitian menggunakan skala likert. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara religiusitas terhadap intoleransi politik (t hitung = -2,490 ; p<0,05 ; R-Square = 0,070). Sedangkan kepercayaan politik sebagai variabel moderator berhasil memperkuat pengaruh religiusitas terhadap intoleransi politik (R-Square = 0,144). Kesimpulannya bahwa keseluruhan uji hipotesis terbukti sehingga H1a dan H1b diterima.
IDENTIFIKASI SEKTOR UNGGULAN DI KOTA SALATIGA PERIODE 2010-2016 Edon, Timothy Jason
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v8i2.21378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekonomi di Salatiga guna mempercepat pertumbuhan ekonomi Salatiga, mengidentifikasi dan menentukan sektor unggulan di Kota Salatiga untuk meningkatkan potensi ekonomi daerah. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian meliputi analisis Location Quotient (LQ), analisis Shift-Share, dan Indeks Spesialisasi. Hasil dari perhitungan analisis LQ menunjukkan sektor  penyediaan akomodasi dan makan minum dan jasa perusahaan menempatin urutan teratas diantara 12 sektor unggulan yang didapat. Hasil analisis Indeks Spesialisasi didapatkan nilai IS mendekati nol tiap tahunnya. Yang berarti peranan tiap sektor di Kota Salatiga cenderung merata. Berdasarkan hasil analisis Shift Share didapatkan sektor indutri pengolahan dan disusul sektor kontruksi di posisi kedua. Hal ini menandakan bahwa sektor industri pengolahan mampu memberikan konstribusi terbesar bagi PDRB Kota Salatiga. Sehingga dapat dikatakan tidak terjadi pergeseran struktur ekonomi di Kota Salatiga.Kata kunci  :   Sektor unggulan, LQ, Shift Share, Indeks Spesialisasi, Salatiga
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN UNDIKSHA DAN KEPUASAN PENGGUNANYA Dharma, Nyoman Oka
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v2i2.2177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan Perpustakaan Undiksha dengan kepuasan penggunanya. Pengukuran kualitas pelayanan berdasarkan pada lima dimensi kualitas pelayanan yang dikemukakan oleh Parasuraman,dkk, yaitu bukti langsung (tangible), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Penelitian ini menggunakan pendekatan ex post facto. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Undiksha yang berkunjung ke perpustakaan Undiksha sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental random sampling. Data utama dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner, sedangkan data pendukungnya dikupulkan dengan observasi dan wawancara. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengunjung perpustakaan Undiksha dilihat dari aspek bukti langsung (katagori agak rendah); kehandalan (katagori cukup); cepat tanggap (katagori tinggi); kepastian (katagori agak rendah); dan empati (katagori tinggi). Secara umum besarnya korelasi antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengunjung r = 0,952 sedangkan kontribusinya sebesar 0,906 atau 90,60%, dimana hal ini diinterpretasikanke dalam katagori sangat kuat
MODEL PENGATURAN ANTI OBESITAS DALAM RANGKA PENGUATAN SERTA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA Bagiastra, I Nyoman; Yuliartini Griadhi, Ni Made Ari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v8i2.22377

Abstract

Secara regulasi, sejatinya pemerintah Indonesia menyadari akan bahaya dampak serta resiko  yang ditimbulkan dari obesitas. Terlihat dikeluarkannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 Tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak Serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji yang selanjutnya diamandemen dengan Permenkes Nomor 63 Tahun 2015. Di Negara maju yaitu Amerika dan Jepang memiliki program khusus serta regulasi terkait penanganan obesitas. Malaysia merupakan yang menjadi negara pertama di Asia yang memiliki undang-undang antiobesitas agar obesitas menurun di masyarakatnya. Roscoe Pound menyatakan hukum dapat berfungsi sebagai alat merekayasa masyarakat (law as a tool of social engineering). Hukum dalam arti kaedah atau peraturan hukum memang bisa berfungsi sebagai alat (pengatur) atau sarana pembangunan dalam arti penyalur arah kegiatan manusia ke arah yang dikehendaki oleh pembangunan. Prevalensi obesitas di Indonesia mengalami peningkatan mencapai tingkat yang membahayakan. Intervensi pemerintah dalam hal ini sangat dibutuhkan, yatu dengan membuat suatu regulasi sebagai alat untuk merekayasa sosial terkait permasalahan obesitas di Indonesia. Kata kunci  : Pengaturan, Obesitas, Kesehatan Masyarakat
PEREBUTAN MODALITAS SOSIAL DAN MODEL INTEGRASI DESA BERLEGITIMASI RELIGIUS PADA MASYARAKAT PANTAI UTARA DI PROVINSI BALI Artanayasa, I Wayan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v3i1.2926

Abstract

Target utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan dinamika konflik yang terjadi dalam masyarakat tradisional kawasan pantai utara Bali, sebagai potret salah satu masyarakat Bali Kuno berkaitan dengan adanya upaya terprogram untuk memodernisasi agama demi kepentingan industri kepariwisataan berdasarkan tingkat dan jenis konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat desa adat, serta mengembangkan model penanganan konflik berbasis kearifan nilai-nilai lokal masyarakat desa adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research & Development). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan dari Plomp (1997). Prosedur  pengembangan model, meliputi fase-fase: (1) analisis kebutuhan, (2) pengembangan model, (3) integrasi model, (4) validasi preliminary model, (5) penerapan model. Pada penelitian ini, analisis data dilakukan secara deskriptip-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) masyarakat desa adat Bali Utara memandang bahwa konflik adat yang terjadi merupakan imbas dari “ketidaknyamanan” sekelompok orang dalam mengelola diri dan lingkungannya. (2) konflik adat yang terjadi pada desa adat Bali Utarasebagai dampak dari pengembangan industri pariwisata dan diperkuat lagi oleh sengketa masalah konservasi dan kepemilikan tanah adat terpola menjadi dua, yaitu konflik yang bersifat horizontal dan konflik yang bersifat vertikal. (3) pengembangan industri pariwisata di desa adat Bali Utara telah membawa dampak yang sangat tajam pada aspek sosial-ekonomi masyarakat. (4) sistim dan bentuk tata pemerintahan desa adat diantara desa adat Bali Utaramemiliki persamaan yang sangat banyak, karena kedua desa tersebut tergolong ke dalam desa adat kuno yang merupakan desa yang dibangun oleh para pelarian Majapahit gelombang pertama. (5) faktor dominan yang memicu timbulnya konflik adat di kalangan masyarakat desa Bali Utara, yaitu: pengembangan desa adat sebagai kawasan wisata budaya, sistim konservasi dan kepemilikan tanah adat sebagai pendukung industri pariwisata, “upaya penjualan” simbol-simbol keagamaan dan budaya masyarakat bagi kepentingan pengembangan industri pariwisata, dan kebijakan pemerintah desa adat dan pemerintah daerah setempat.
PERUBAHAN SOSIAL PETANI PENERIMA PROGRAM BUMDES AGENG DI DESA NGROTO KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Meylavinasari, Kiki; Purnomo, Agus; Ruja, I Nyoman
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.17778

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan sosial pada petani penerima program BUMDes Ageng Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan penelitian ini adalah BUMDes memberikan perubahan pada kondisi sosial masyarakat Desa Ngroto khususnya para petani. Perubahan sosial mempengaruhi mata pencaharian, interaksi, pendapatan, pendidikan. Petani di Desa Ngroto memilih menggunakan pinjaman usaha bibit di BUMDes Ageng karena lebih menguntungkan bagi kondisi sosial petani.Program yang diberikan BUMDes Ageng juga berhasil mengentaskan sebagian Rumah Tangga Hampir Miskin di Desa Ngroto dari 477 KK menjadi 27 KK.
PADA GELAHANG: SUATU PERKAWINAN ALTERNATIF DALAM MENDOBRAK KEKUATAN BUDAYA PATRIARKI DI BALI Pursika, I Nyoman
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v1i2.4497

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis persepsi masyarakat terhadapperkawinan pada gelahang sebagai perkawinan alternatif di Provinsi Bali, (2) menganalisissistem pewarisan dalam perkawinan pada gelahang bagi laki-laki dan perempuan, (3)menganalisis pola pengasuhan anak dalam perkawinan pada gelahang, (4) menganalisisproses pelaksanaan perkawinan pada gelahang, (5) menganalisis persamaan danperbedaan pelaksanaan perkawinan pada gelahang dengan perkawinan nyentana.Penelitian ini menggunakan pendekatan Etnography Research dalam paradigma penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Bali. Persepsi masyarakat Bali terhadapperkawinan pada gelahang termasuk positif, karena dipandang sebagai realitas yang sudah ada di masyarakat, dan tidak pernah dipersoalkan. Sistem pewarisan dalam keluarga yangmelaksanakan perkawinan pada gelahang di Bali pada dasarnya menganut asas parental, yaitu sistem pewarisan yang mewarisi pihak keluarga laki-laki dan keluarga perempuan.Pola pengasuhan anak dalam keluarga yang terbentuk melalui perkawinan pada gelahang pada umumnya memilih pola asuhan demokratis yang dicirikan dengan adanya hak dankewajiban orang tua dan anak adalah sama, dalam arti mereka saling melengkapi. Prosespelaksanaan perkawinan pada gelahang tidak berbeda dengan proses perkawinan biasa, dan pada umumnya dilaksanakan dengan proses meminang, yang sebelumnya diawalidengan masa pacaran. Dalam perkawinan pada gelahang ada dua kali upacara yang relatifsama, yaitu di rumah kediaman mempelai laki-laki dan di rumah kediaman mempelaiperempuan. Persamaan perkawinan pada gelahang dengan perawinan nyentana yaitu: sama-sama merupakan perkawinan alternatif, didasarkan cinta sama cinta, ada saksiagama (banten upacara) dan saksi sosial (masyarakat) dan sama-sama ingin mendapatkanketurunan. Sedangkan perbedaannya adalah bahwa perkawinan pada gelahang status laki-laki dan perempuan tidak ada perubahan status, sehingga sering disebut parental.Kedudukan anak-anak yang dilahirkan dimiliki secara bersama-sama, kecuali ada perjanjianlain. Aspek penting dalam perkawinan pada gelahang yang jarang ditemui adalah adakesepakatan antara suami dan istri yang disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak,perjanjian tersebut bisa tertulis dan bisa lisan.   
Discourse Analysis of PB Djarum vs KPAI Polemic Reported by 3 Mass Media (CNN Indonesia, Detik, and Kompas.com) During the Period of September – October 2019 Setiawan, Adeline; Daisy adela, brigitta
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i1.24717

Abstract

This study analyzes and investigates several online news launched by 3 mass media (CNN Indonesia, Detik, and Tirto) related to PB Djarum vs KPAI Polemic in September 2019, using Van Dijk’s discourse analysis. It aims was to explore how different each article used its standpoints in reporting the issue, by looking at Text, Social Cognition, and Context dimensions. In text dimensions, it examines how the articles constructed through micro structure, super structure, and macro structure. Moreover, it is also trying to look beyond the written text, while analyzing in social cognition and context dimensions. This study concludes that the media, in this case the online news media, can be a powerful channel to influence readers through its construction of the polemic issue. As the tobacco industry still known as the main sponsor of badminton-coaching industry in Indonesia, most of the media were portraying positive image of PB Djarum.  Keywords: Discourse analysis, Mass Media, Text, Social Cognition, Context Dimension, Van Dijk’s, 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DAERAH TUJUAN WISATA DESA PEMUTERAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Mudana, I Wayan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i2.6381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrepsikan tentang bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Desa Pemuteran.  Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan triangulasi. Melalaui hal itu dapat dikemukakan bahwa bentuk pemberdayaan yang dikembangkan adalah  bentuk pemberdayaan masyarakat lokal. Strategi pemberdayaannya dilakukan secara terpadu baik yang  bersifat mikro, mezzo, maupun makro. Kebijakan pemberdayaan masyarakat Desa Pemuteran meliputi pengembangan SDM, pengembangan ekonomi, pengembangan kelembagaan, pengembangan prasara/sarana, dan pengembangan informasi. Pemberdayaan masyarakat Desa Pemuteran seperti itu dapat mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Page 7 of 63 | Total Record : 626