cover
Contact Name
febrialismanto
Contact Email
febrialisman@gmail.com
Phone
+6281365060583
Journal Mail Official
educhild.journal@gmail.com
Editorial Address
Prodi PD PAUD FKIP UNRI Kampus Bina Widya Simpang Baru - Pekanbaru - Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial
Published by Universitas Riau
ISSN : 20897510     EISSN : 27219909     DOI : http://dx.doi.org/10.33578/jpsbe.v1i1
Core Subject : Education, Social,
The Educhild Journal accepts articles about the following studies: 1. Social science education 2. Mathematics education in 3. Language education 4. Science education 5. Arts and culture education 6. Citizenship education 7. Religious education 8. Sports education 9. Learning and teaching 10. Psychology Education 11. Learning media 12. Management of education 13. Learning media and educational technology 14. Music education 15. Dance and drama education 16. Environment education 17. Early Childhood Education
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2022)" : 11 Documents clear
ANALISIS KEDISIPLINAN ANAK DI MASA NEW NORMAL PADA ANAK TK B DI KELURAHAN SIDOMULYO BARAT KECAMATAN TAMPAN Ariyanti Ariyanti; Enda Puspitasari; Nurlita Nurlita
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7750

Abstract

The problem observed in this study is the discipline of children in the new normal period. In this study, the researcher wanted to find out more about how the description of discipline in Kindergarten B children after going through online learning. This research uses quantitative descriptive research. The research instrument is a grid of children's discipline indicators with data collection techniques using observation sheets. The data analysis technique used is a quantitative descriptive analysis technique using percentages. The results showed that the discipline of children in the new normal period in Kindergarten B children in the Sidomulyo Barat Village, Tampan District, from the eight indicators, namely, coming to school on time was in the sufficient category (C) with a percentage of 69.16%, dressing according to school attributes was at good category (B) with a percentage of 93.33%, lining up to enter the classroom is in the sufficient category (C) with a percentage of 72.50%, being responsible for the tasks given is in the good category (B) with a percentage of 81.66%, throwing garbage in its place is in the sufficient category (C) with a percentage of 70%, praying after finishing studying is in a good category (B) with a percentage of 85.83%, tidying the seat after use is in the sufficient category (C) with a percentage of 73.33%, and queuing out of class is in the good category (B) with a percentage of 85.83%.Permasalahan yang diamati pada penelitian ini adalah kedisiplinan anak di masa new normal. Dalam penelitian ini peneliti ingin mencari tahu lebih lanjut bagaimana gambaran kedisiplinan pada anak TK B setelah melewati pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen penelitian berupa kisi-kisi indikator kedisiplinan anak dengan teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan anak di masa new normal pada anak TK B di Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan dari kedelapan indikator yaitu, datang ke sekolah tepat waktu berada pada kategori cukup (C) dengan persentase 69,16%, berpakaian sesuai atribut sekolah berada pada kategori baik (B) dengan persentase 93,33%, berbaris memasuki ruang kelas berada pada kategori cukup (C) dengan persentase 72,50%, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan berada pada kategori baik (B) dengan persentase 81,66%, membuang sampah pada tempatnya berada pada kategori cukup (C) dengan persentase 70%, berdo’a setelah selesai belajar berada pada kategori baik (B) dengan persentase 85,83%, merapikan tempat duduk setelah digunakan berada pada kategori cukup (C) dengan persentase 73,33%, dan antri keluar kelas berada pada kategori baik (B) dengan persentase 85,83%. 
Penggunaan Media Big Book Berbasis Budaya Minangkabau Dalam Meningkatkan Bahasa Pada Anak Usia Dini Novita Dewi Yakub; Delfi Eliza zarni
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7756

Abstract

Language can be interpreted as a tool to convey something that comes to mind or a tool to interact or a tool to communicate in the sense of a tool to convey thoughts, ideas, concepts or feelings. Developing language for early childhood requires learning media that can be applied in language development. The purpose of this research is to describe the use of big book media based on Minang kabau culture in improving language in early childhood. This type of research uses qualitative descriptive with the research location in TK Iffat Payakumbuh. The results of the study using a big book based on the Minang Kabau culture can improve children's language such as listening, expressing and introducing reading to children in preparation for entering high schoolBahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas dalam pikiran di hati atau alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau  perasaan. Mengembangkan bahasa anak usia dini, diperlukan adanya media pembelajaran yang dapat diterapkan dalam perkembangan bahasa. Tujuan Penleitian ini untuk mendiskripsikan pengguanan medi big book berbaasis budaya Minang kabau dalam meningkatkan bahasa pada anak usia dini. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di TK Iffat Payakumbuh. Hasil penelitian menggunakan big book berbasis budaya Minang Kabau dapat meningkatkan bahasa anak seperti menyimak, mengungkapkan serta mengenalkan membaca kepada anak untuk persiapan masuk sekolah lanjut
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI PADA MATA PELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR sintya hayaturrohmah; Mahmud Alpusari; Guslinda Guslinda
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7787

Abstract

This study aims to determine the effect of animated video media on natural science subjects to improve the learning outcomes of elementary school students. This type of research is a Quasi Experiment with a Nonequivalent Control Group Design, the experiment that conducted by two groups or two classes, consists of experimental class and control class. This research was conducted in 5 th grade SD Negeri 006 Balai Jaya. The results showed that the average score of the learning outcomes test given pre-treatment (pretest) in experimental class was 39,54 ; while the average score of the learning outcomes test given final treatment (posttest) was 81,93. The hypothesis test showed the probability sig (2-tailed) 0,000 < 0,005, then Ho was rejected and Ha was accepted. It indicates that there’s an effect of using animated video media on natural science subjects in 5th grade SD Negeri 006 Balai Jaya between given pre-treatment (pretest) and given final treatment (posttest). In conclusion, using animated video media on natural science subjects can improve the student’s learning outcomes in 5th grade SD Negeri 006 Balai Jaya for the 2021/2022 academic year.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video animasi pada mata pelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah Quasi Exsperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design, yaitu penelitian yang dilakukan terhadap dua kelas, yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 006 Balai Jaya kelas V. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skor tes hasil belajar sebelum diberi perlakuan (pretest) pada kelas eksperimen sebesar 39.54, sedangkan rata-rata skor tes hasil belajar setelah diberi perlakuan (posttest) sebesar 81.93. Serta hasil uji hipotesis menunjukan hasil sig (2-tailed) sebesar 0.000 yang mana 0.000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti terdapat pengaruh dalam penggunaan media video animasi pada pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri 006 Balai Jaya antara sebelum diberi perlakuan (pretest) dan sesudah diberi perlakuan (posttest). Sehingga adanya pengaruh media video animasi pada mata pelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar kelas V SD Negeri 006 Balai Jaya tahun ajaran 2021/2022
Analisis Keterampilan Komunikasi dalam Pembelajaran IPS di SD Roseli Amanda; Erlisnawati Erlisnawati; Otang Kurniaman
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7785

Abstract

The purpose of this study was to determine the level of students' oral communication skills in social studies learning in elementary school. This research is a qualitative descriptive study in which research data were collected through interview techniques and social studies learning video documentation which were then analyzed. Based on the results of the study, it was found that the level of students' oral communication was in the good range with a percentage score of 67%. students are able to answer questions briefly and precisely but take a long time, students conclude learning but are still not precise, students are able to make presentations fluently but are still shy, students speak using a medium volume of voice, students speak using language that can be understood but is less effective, students pay attention to the interlocutor but occasionally chat, students do not interrupt the interlocutor's conversation but do not listen to the interlocutor's conversation, students distinguish how to talk to their teachers and friends but do not know the right situation to speak, students speak in a good and polite language and do not mock their friends , and students speak Indonesian but occasionally use village language during the learning process.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterampilan komunikasi lisan siswa dalam pembelajaran IPS di SD. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mana data penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara dan dokumentasi video pembelajaran IPS yang kemudian di analisis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tingkat komunikasi lisan siswa berada pada rentang baik dengan persentase skor 67%. siswa mampu menjawab pertanyaan dengan singkat dan tepat tetapi agak lama, siswa  menyimpulkan pembelajaran tetapi masih kurang tepat, siswa mampu melakukan presentasi dengan lancar tetapi masih malu-malu, siswa berbicara menggunakan volume suara sedang, siswa berbicara menggunakan bahasa yang dapat dipahami tapi kurang efektif, siswa memperhatikan lawan bicara tetapi sesekali mengobrol, siswa tidak memotong pembicaraan lawan bicara tetapi kurang mendengarkan pembicaraan lawan bicara, siswa membedakan cara bicara terhadap guru dan temannya tetapi kurang mengetahui situasi yang tepat untuk berbicara, siswa berbicara dengan bahasa yang baik dan sopan sertas tidak mengejek temannya, dan siswa berbicara menggunakan bahasa Indonesia tetapi sesekali menggunakan bahasa kampung saat proses pembelajaran.
ETNOMATEMATIKA : LITERASI NUMERASI ASMAT-PAPUA DITINJAU DARI BAHASA andri - anugrahana
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7821

Abstract

This study aims to describe the cultural numeracy literacy of the Asmat tribe in Papua. This study used a qualitative approach and ethnographic research type. The instruments in this study were interviews and literature studies. The results of this study indicate that the numeracy literacy used by the Asmat people uses a patterned number system. The pattern used is a pattern formed from jump numbers two, three, four, and five. In addition, it also uses a unit base system for numbers 1 to 10 and tens for numbers 11 to 30.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi numerasi budaya suku Asmat Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian etnografi.  Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa literasi numerasi yang digunakan oleh masyarakat suku asmat menggunakan sistem bilangan yang berpola. Pola yang digunakan adalah pola yang dibentuk dari bilangan lompat dua, tiga, empat dan lima. Selain itu juga menggunakan system bilangan dasar satuan 1-10 dan puluhan 11 – 30.
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI PADA TEMA 4 SUBTEMA 1 UNTUK KELAS III SDN 66 PEKANBARU Siti Sarah; Zaka Hadikusuma Ramadan
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7788

Abstract

The problems discussed in this study are 1) how is the development of animated videos on theme 4 sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru, 2) how are the responses of teachers and students in , 3) How is the validity of developing animated videos in Theme 4 Sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru. This study aims to describe the development of animated videos in Theme 4 Sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru, find out the validity of animated videos developed in Theme 4 Sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru, and determine teacher and student responses to animated videos developed in Theme 4 Sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru. This type of research is development research with reference to the ADDIE. The product developed based on initial research is an animated video on Theme 4 Sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru. The test subjects in this development research were expert validators, namely design experts, linguists, and material experts, as well as third grade students at SDN 66 Pekanbaru and class teachers at SDN 66 Pekanbaru. The technique of collecting data in this study was through validation and teacher response questionnaires. This questionnaire is used to assess the animation videos developed in terms of the physical video, the language used in the development of the animated videos, and in terms of the completeness of the content of the material. Data were analyzed descriptively, quantitatively and qualitatively. The results showed that, in testing the validity of the animated video media on theme 4 sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru, it was included in the valid category. After the revision, the animated video media is included in the very valid category. Thus, the development of animated videos on theme 4 sub-theme 1 for class III SDN 66 Pekanbaru is suitable for use by students. Permasalahan yang di bahas dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana pengembangan video animasi pada tema 4 subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru , 2) bagaimana respon guru dan siswa dalam , 3) Bagaimana validitas pengembangan video animasi pada Tema 4 Subtema 1 untuk  kelas III SDN 66 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan pengembangan video animasi pada Tema 4 Subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru, mengetahui validitas video animasi yang dikembangkan pada Tema 4 Subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru, dan mengetahui respon guru dan siswa terhadap video animasi yang dikembangkan pada Tema 4 Subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan mengacu pada pendekatan ADDIE. Produk yang dikembangkan berdasarkan penelitian awal adalah video animasi pada Tema 4 Subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru. Subjek ujicoba dalam penelitian pengembangan ini adalah validator ahli, yaitu ahli desain, ahli bahasa, dan ahli materi, serta siswa kelas III SDN 66 Pekanbaru dan guru kelas SDN 66 Pekanbaru. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui validasi dan angket respon guru. Angket ini digunakan untuk menilai video animasi yang dikembangkan dari segi fisik video,segi bahasa yang diguanakan dalam pengembangan video animasi, dan dari segi kelengkapan isi materi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada uji kevalidan media video animasi pada tema 4 subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru termasuk dalam kategori valid. Setelah dilakukan revisi, media video animasi termasuk dalam kategori sangat valid. Dengan demikian, pengembangan video animasi pada tema 4 subtema 1 untuk kelas III SDN 66 Pekanbaru ini layak digunakan oleh siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Karakter Untuk Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar Syavara Ramadhani Arianto; Erlisnawati Erlisnawati; Zufriady Zufriady
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7786

Abstract

This study aims to produce good character animation video media that can be used in social studies learning in elementary schools. The development model used is the ADDIE model. The data in this study were collected in the form of questionnaires and interviews. The media feasibility assessment was obtained from the validation results by 2 validators, namely media experts and material experts, one-on-one trials, limited trials, and teacher responses. Validation from material experts got a percentage score of 98.8%. Validation from media experts got a percentage score of 85.11%. The one-on-one trial got a percentage score of 87.27%. The limited trial got a score of 89.01% and the teacher's response got a score of 86.9%. Based on the average score of each media validator, it can be categorized as very feasible to use. The media received responses with very good categories for teacher responses and student responses. Therefore, the media can be used in social studies learning in elementary schools.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media video animasi karakter yang baik dan dapat digunakan dalam pembelajaran ips di Sekolah Dasar. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE . Data dalam penelitian ini dikumpulkan dalam bentuk angket dan wawancara. Penilaian kelayakan media didapatkkan dari hasil validasi oleh 2 validator yaitu ahli media dan ahli  materi, uji coba satu-satu, uji coba terbatas, serta respon guru. Validasi dari ahli materi mendapat skor persentase sebesar 98,8%. Validasi dari ahli media mendapat skor persentase 85,11%. Uji coba satu-satu mendapatkan skor persentase 87,27%. Uji coba terbatas memperoleh skor 89,01% dan respon guru mendapatkan skor 86,9%.  Berdasarkan rata-rata skor dari masing-masing validator media dapat dikartegorikan sangat layak untuk digunakan. Media mendapatkan respon dengan kartegori sangat baik untuk respon guru maupun respon siswa. Oleh karena itu media dapat digunakan dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar 
PENERAPAN METODE MULTISENSORI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK KELAS AWAL SEKOLAH DASAR gita sari; otang kurniaman; munjiatun munjiatun
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7797

Abstract

This research was motivated by all first graders of elementary school to improve reading ability learning outcomes. The purpose of this study was to improve learning outcomes of early reading skills using the multisensory method and the factors experienced by students with reading difficulties. This type of research is classroom action research (CAR). Sources of data in this study are teachers and students with research subjects are all first grade elementary school students. Reading is the teacher's goal of understanding for children who have just entered and are in elementary school and are intended to be able to start reading. Learning to read is a very important basic academic effort. The results of this study are to improve learning outcomes of early reading skills in early grade elementary school children by using the multisensory method where in the application of this learning method can improve the learning process in the classroom and can improve learning outcomes student. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seluruh kelas I Sekolah Dasar untuk meningkatkan hasil belajar kemampuan membaca. tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan metode multisensori dan faktor-faktor yang dialami kesulitan membaca oleh siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Sumber data dalam penelitian ini adalah Guru dan siswa dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas I Sekolah Dasar. Membaca menjadi tujuan pemahaman guru kepada anak yang baru masuk dan duduk di bangku Sekolah Dasar dan ditujukan agar bisa membaca permulaan. Pembelajaran membaca adalah upaya dasar akademik yang sangat penting.Hasil dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar kemampuan membaca permulaan pada anak kelas awal Sekolah Dasar dengan menggunakan metode multisensori dimana dalam penerapan metode pembelajaran ini dapat memperbaiki proses pembelajaran di dalam kelas dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Etnoekologi dalam Dongeng Masyarakat Desa Pebenaan Kecamatan Keritang kabupaten Indragiri Hilir Muhammad Azwan; Noni Andriyani
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7784

Abstract

The elements of culture consist of language, knowledge system, social organization, living equipment system/technology, livelihood system, religious system, and art. Based on the existing cultural elements, this research limits the study to three elements, namely, the religious system, the livelihood system, and the system of living equipment/technology. The purpose of this study is to analyze, interpret, describe and conclude ethnoecology related to religious systems, livelihood systems, and living/technology equipment systems in the Tale of the Community of Pebenaan Village, Keritang District, Indragiri Hilir Regency. The results of the study show that there are cultural elements related to ethnoecology in the form of a religious system, a livelihood system, and a living/technology equipment system in the Fairy Tale of the Pebenaan Village Community, Keritang District, Indragiri Hilir Regency, namely the religious system as a whole there are 15 data (sample 3 data), livelihood system 23 data (sample 8 data), and living equipment system/technology there are 26 data (sample 8 data). The more dominant ethnoecology in this fairy tale is ethnoecology in living equipment/technology systems because generally these tales tell the daily lives of characters who use tools to help them fulfill their daily needs. Unsur-unsur kebudayaan terdiri dari bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup/teknologi, sistem mata pencarian, sistem religi, dan kesenian. Berdasarkan unsur-unsur kebudayaan yang ada maka penelitian ini penulis batasi kajiannya pada tiga unsur yaitu, sistem religi, sistem mata pencarian, dan sistem peralatan hidup/teknologi. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis, menginterpretasikan, mendeskripsikan dan menyimpulkan etnoekologi yang berkaitan dengan sistem religi, sistem mata pencarian, dan sistem peralatan hidup/teknologi dalam Dongeng Masyarakat Desa Pebenaan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir. Hasil penelitian menunjukan adanya unsur-unsur kebudayaan yang berkaitan dengan etnoekologi berupa sistem religi, sistem mata pencaharian, dan sistem peralatan hidup/teknologi dalam Dongeng Masyarakat Desa Pebenaan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir yaitu sistem religi secara keseluruhan terdapat 15 data (sampel 3 data), sistem mata pencaharian 23 data (sampel 8 data), dan sistem peralatan hidup/teknologi terdapat 26 data (sampel 8 data). Etnoekologi yang lebih dominan dalam dongeng ini adalah etnoekologi dalam sistem peralatan hidup/teknologi karena pada umumnya dongeng-dongeng tersebut menceritakan kehidupan keseharian tokoh yang banyak menggunakan alat-alat untuk membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL IBU TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK FELIX FUN KIDS KECAMATAN SIAK HULU KABUPATEN KAMPAR Agrimei Nuran Br Nasution; Hukmi Hukmi; Nurlita Nurlita
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v11i2.7745

Abstract

This study aims to find out the influence of maternal intererpersonal communication on the speech skills of children aged 5-6 years. This research was conducted at Felix Fun Kids Kindergarten, Siak Hulu District, Kampar Regency. The sample was used as many as 52 people. Data collection techniques in this study through questionnaires and observation sheets. Data analysis techniques use Simple Linear Regression. The results showed that the influence of maternal interpersonal communication on the speaking skills of children aged 5-6 years in Felix Fun Kids Kindergarten, Siak Hulu District, Kampar Regency led to a positive relationship. The percentage of the influence of maternal interpersonal communication on the speech skills of children aged 5-6 years is 59.1%, while the rest is influenced by other factors.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi intererpersonal ibu terhadap keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dilakukan di TK Felix Fun Kids, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Sampel yang digunakan sebanyak 52 ibu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui kuesioner angket dan lembar observasi. Teknik analisa data menggunakan Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh komunikasi interpersonal ibu terhadap keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun di TK Felix Fun Kids Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar mengarah ke hubungan yang positif. Persentase pengaruh komunikasi interpersonal ibu terhadap keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun adalah sebesar 59,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain

Page 1 of 2 | Total Record : 11