cover
Contact Name
febrialismanto
Contact Email
febrialisman@gmail.com
Phone
+6281365060583
Journal Mail Official
educhild.journal@gmail.com
Editorial Address
Prodi PD PAUD FKIP UNRI Kampus Bina Widya Simpang Baru - Pekanbaru - Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial
Published by Universitas Riau
ISSN : 20897510     EISSN : 27219909     DOI : http://dx.doi.org/10.33578/jpsbe.v1i1
Core Subject : Education, Social,
The Educhild Journal accepts articles about the following studies: 1. Social science education 2. Mathematics education in 3. Language education 4. Science education 5. Arts and culture education 6. Citizenship education 7. Religious education 8. Sports education 9. Learning and teaching 10. Psychology Education 11. Learning media 12. Management of education 13. Learning media and educational technology 14. Music education 15. Dance and drama education 16. Environment education 17. Early Childhood Education
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 8 Documents clear
Pendidikan Gizi Untuk Anak Usia Dini Rita Kurnia
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v4i2.4992

Abstract

Pendidikan gizi penting untuk anak usia dini karena gizi meningkatkan pertumbuhan  dan perkembangan, kesehatan serta kesejahteraan anak-anak di masa yang akan datang.Tingkat usia dini adalah masa yang mudah untuk menerapkan gizi yang baik.Gizi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik keseharian gizi anak-anak usia dini. Anak usia dini mengerti tentang pentingnya gizi yang sehat dan seimbang, tetapi dari keseharian mereka masih tidak mengamalkan makanan sehat dan seimbang karena hal ini lupa dari pantauan mereka. Informasi ini sangat penting untuk orang tua, guru pendidikan anak usia dini, dan pengelola PAUD bagi menentukan anak-anak mengamalkan gizi yang sehat dan seimbang serta sikap yang positif dari gaya hidup sehat.
PENGEMBANGAN MODEL POS PAUD KELILING Enda Puspitasari
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v4i2.3381

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan tahun 2025 masih menjadi prioritas, hal inidikarenakan PAUD memiliki peranan yang sangat penting dalam mencapai sumber daya yangdapat bersaing secara global. Dari data Dirjen PAUDNI 2012, Angka Partisipasi Kasar (APK)PAUD di Indonesia saat ini rata-rata 53,70%. APK Propinsi Riau 48,07% atau urutan 21 dari 33Propinsi artinya dibawah rata-rata Nasional. Dua dari tujuh kebijakan strategis yang diambil olehDirjen PAUDNI yaitu : (1) strategi mengintensifkan POS PAUD, (2) mengintegrasikan layananPAUD dengan berbagai layanan yang ada dimasyarakat seperti posyandu dan BKB. Dua strategitersebut sangat efektif jika diterapkan di Propinsi Riau untuk menaikkan APK alasannya adalahprogram Posyandu di Propinsi Riau telah berjalan dan telah banyak berdiri tetapi masih sedikityang terintegrasi dengan PAUD terutama Posyandu di daerah pedesaan, selain itu masyarakatsudah sangat familier dengan Posyandu. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana, biayaserta pengetahuan tentang PAUD, maka akan lebih efektif untuk meningkatkan APK PAUD denganmodel POS PAUD Keliling.Kata Kunci: PAUD, Model, Pos PAUD Keliling
Peranan Keluarga Dalam Mempersiapkan Kemandirian Anak Untuk Menghadapi Masalah-Masalah Dalam Kehidupan Wusono Indarto
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v4i2.4993

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberi pemahaman dikalangan orang tua agar dapat mempersiapkan kemandirian anak untuk mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan. Untuk mengkaji masalah tersebut penulis menggunakan pendekatan studi kepustakaan baik yang diambil dari buku teks maupun dari journal hasil-hasil penelitian yang relefan dengan pokok bahasan. Kemandirian yang diharapkan dapat berupa kemandirian emosional, kemandirian behavioural, dan kemandirian nilai.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (Diklat) DENGAN KINERJA GURU PENDIDIK ANAK USIA DINI KOTA PEKANBARU Wilson '; Wusono Indarto
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v4i2.3382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kinerja guru paud yang sedang kuliahdi program S1 PG PAUD Unri setelah mereka mendapatkan pendidikan dan pelatihan, danapakah ada hubungan antara mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan kinerja mereka dalammelaksanakan. Penelitian ini dilaksanakan di kota pekanbaru dengan responden semua guruPAUD yang sedang kuliah di program S1 PG PAUD Unri sebanyak 56 orang. Sebagai penelitianSurvey, datanya diambil dengan menggunakan angket. Data di analisis dan hasilnya penelitianini adalah: (1) Ada 89,29% telah mengikuti diklat tingkat dasar, 10,71% juga pernah ikut diklatlanjut, dan belum ada yang pernah mengikuti diklat tingkat mahir. (2) Tingkat Tingkat kinerja gurusetelah mendapatkan pendidikan dan pelatihan (diklat) dalam membuat perencanaan,melaksanakan proses pembelajaran dan melakukan penilaian yaitu 19,64% berkinerja tinggi,69,65% berkinerja sedang dan 10,71% berkinerja rendah. (3) Nilai r hitung( 0,503) lebih besardari nilai (0,273) pada taraf signifikan 5%, maka hipotesis nol ditolak, berarti ada korelasipositif yang signifikan antara mengikuti diklat dengan kinerja guru.Keywords: Kinerja, Diklat, Pendidikan Anak Usia Dini
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK FKIP UNRI Ria Novianti; Febrialismanto '
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v4i2.3383

Abstract

Membaca adalah salah satu kemampuan dasar yang penting dikuasai anak sejak dini. Padapendidikan anak usia dini (PAUD), anak belajar membaca mulai dari penguasaan kemampuanyang paling mudah hingga yang lebih kompleks sesuai dengan tahapan perkembangannya.Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah media pick and play berpengaruh terhadapkemampuan membaca dari 16 orang anak berusia 5-6 tahun di level B TK FKIP Unri. Penelitianini menggunakan metode eksperimen dengan one sample test. Data diperoleh melalui observasi,interview dan dokumentasi. Hasil T-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikandan berdasarkan analisis data, diketahui bahwa skor pretest adalah 41,80% atau berada padakategori sedang, sedangkan skor post test adalah 61,31% atau berada pada kategori baik. Halini mengindikasikan peningkatan kemampuan membaca anak sebesar 26,19%, yang berartibahwa media pick and play dapat meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun diTK FKIP Unri. Penggunaan media pick and play dapat dimanfaat secara umum oleh guru maupunorang tua dalam membantu anak menguasai dan meningkatkan pengetahuannya mengenaikonsep membaca, karena media yang tepat dan interaktif dapat membantu anak belajar dengangembira sambil bermain.Kata Kunci: kemampuan membaca, anak usia dini, mind mapping
METODE DAN TEKNIK MENGAJARKAN BUDAYA ANTRI PADA ANAK USIA DINI Daviq Chairilsyah
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v4i2.3379

Abstract

Akhir-akhir ini masyarakat kita sudah mulai melupakan budaya antri. Ini terlihat pada saat antrimembayar di kasir atau membayar tiket, antri mengambil formulir, antri saat ke bank ataukantor, maupun antri dalam kegiatan sosial dan masyarakat, terlihat bahwa masih banyakmasyarakat Indonesia yang tidak mau antri dan memotong antrian orang lain. Hal ini bersumberdari luntrurnya budaya antri yang sudah mulai tidak diajarkan lagi di pendidikan formal dalampendidikan moral dan karakter. Budaya antri adalah berpusat pada pengajaran dan bukan padahukuman. Dengan budaya antri anak diberikan informasi yang benar dan dibutuhkan agarmereka dapat belajar dan mempraktekkan tingkah laku yang benar. Selain itu, dapat diajarkanpada anak bagaimana membina hubungan baik seperti saling menghargai, bekerjasama,melibatkan ketegasan, kewibawaan dan rasa hormat pada sesama dan pada orang yang lebihtua. Budaya antri yang efektif dan positif menyangkut bagaimana pendidik mengajar danmembimbing anak, termasuk anak Taman Kanak-kanak (TK) untuk mengenal berbagai aturanyang berlaku di lingkungannya. Dengan menerapkan teknik yang tepat dan sesuai denganperkembangan anak memungkinkan budaya antri yang dikenalkan kepada anak TK dapatdipahami. Guru seharusnya dapat mengajarkan budaya antri pada anak dimulai dengan halhalkecil seperti: Guru mengajarkan anak untuk dapat bergiliran main dalam permainan, Gurumengajarkan anak berurutan masuk kelas dan keluar kelas, Guru mengajarkan bergiliran ketikaingin bertanya, Guru mengajarkan untuk dapat bergantian ketika ingin maju kedepan kelas,Guru mengajarkan anak ketika berpamitan ingin pulang harus secara berurutan. Orang tuaseharusnya juga dapat mengajarkan budaya antri pada anak dimulai dengan hal-hal kecilseperti: Orang tua mengajarkan anak untuk dapat bergiliran ketika ingin mengambil makanan,Orang tua mengajarkan anak untuk dapat berurutan masuk dan keluar rumah, Orang tuamengajarkan bergantian ketika ingin menonton tv, Orang tua mengajarkan anak untuk dapatbergantian untuk membersihkan rumah atau membantu membersihkan rumah, danmemberikan contoh modeling dalam meningkatkan budaya antri pada anak usia dini.Kata kunci: metode, mengajarkan, budaya antri, anak usia dini
Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Kemampuan Sains di Kelompok B TK 008 Melur Pulau Terap Kecamatan Kuok Nurhidayati Nurhidayati
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v4i2.4989

Abstract

Artikel ini membahas tentang penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan kemampuan sains di kelompok B TK 008 Melur Pulau Terap Kecamatan Kuok.  Kemampuan sains anak terlihat masih rendah.penyebab masalah ini adalah kurangnya kemampuan guru memberikan pembelajaran yang bervariasi kepada anak, sehingga anak kurang berminat terhadap kegiatan yang dilaksanakan.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan sains anak melalui metode eksperimen.Guna untuk meningkatkan kemampuan sains anak maka diadakan perbaikan kegiatan pembelajaran dengan  PTK. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada siklus pertama masih 20 % dari jumlah anak dengan kategori nilai sangat baik, 40 % baik dan 40 % anak belum mampu. Dan pada siklus kedua mengalami kemajuan yang cukup baik, dengan skor nilai 30 % dengan nilai sangat baik, 60 %  baik dan 10 % anak yang belum mampu.Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan metode eksperimen dapat meningkatkan kemampuan sains anak di TK 008 Melur Pulau Terap
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOEPERATIF TIPE TEAMS GAME TURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKANMOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IX 3 SMP NEGERI 2 KAMPAR ARMIATI '
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v4i2.3380

Abstract

Salah satu permasalahan belajar adalah motivasi belajar siswa. Peran guru sangat pentinguntuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Untuk meningkat motivasi belajar tersebut bisadengan mendesain model pembelajaran. Peneliti mencoba menggunakan model pembelajarankooperarif tipe tems geam tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa padamata pelajaran IPS kelas IX 3 SMP Negeri 2 Kampar. Penelitian ini dilakukan di kelas IX 3 SMPNegeri 2 Kampar tahun pelajaran 2010/2011. Sampel yang digunakan sebanyak 24 orangsiswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Dari hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkanmotivasi belajar. Peningkatan motivasi belajar terjadi cukup signifikan. Sebelum perlakuanmotivasi belajar siswa sebesar 60,00% dengan kategori baik, setelah tindakan menjadi 80,63%dengan kategori sangat baik, perubahan motivasi belajar terjadi peningkatan sebesar 20,63%.Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif TGT,Motivasi Belajar Siswa

Page 1 of 1 | Total Record : 8