cover
Contact Name
febrialismanto
Contact Email
febrialisman@gmail.com
Phone
+6281365060583
Journal Mail Official
educhild.journal@gmail.com
Editorial Address
Prodi PD PAUD FKIP UNRI Kampus Bina Widya Simpang Baru - Pekanbaru - Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial
Published by Universitas Riau
ISSN : 20897510     EISSN : 27219909     DOI : http://dx.doi.org/10.33578/jpsbe.v1i1
Core Subject : Education, Social,
The Educhild Journal accepts articles about the following studies: 1. Social science education 2. Mathematics education in 3. Language education 4. Science education 5. Arts and culture education 6. Citizenship education 7. Religious education 8. Sports education 9. Learning and teaching 10. Psychology Education 11. Learning media 12. Management of education 13. Learning media and educational technology 14. Music education 15. Dance and drama education 16. Environment education 17. Early Childhood Education
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 6 Documents clear
THE INFLUENCE OF ANIMATION VIDEO MEDIA ON ABILITY TO KNOW NUMBERS CONCEPTS IN CHILDREN AGED 4-5 YEARS Laras Septiani; Rita Kurnia
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v9i2.7691

Abstract

This research aims to determine the effect of video animation on the ability to recognize the concept of numerals. This research was conducted in Islam Al Azhar 54 Kindergarten, Pekanbaru. This research used an experimental method with one group pretest and posttest design. The sample of 15 children and used saturated sampling technique. Data collection techniques in this research were observation techniques. Data analysis techniques used t-test and SPSS 23. The results of data analysis can be obtained t count 10.990 greater than t table 2.145 with a significance of 0.000 <0.05. It could be concluded that there were differences in knowledge about the ability to recognize the concept of numerals before and after the used of video animation media. The influence given by the video animation media based on the N Gain formula of 40.96% is in the medium category. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video animasi terhadap kemampuan mengenalkonsep bilangan. Penelitian ini dilakukan di TK Islam Al Azhar 54 Pekanbaru. Penelitian inimenggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest posttest dengan jumlah sampel 15orang anak dan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian iniadalah dengan teknik observasi. Teknik analisis data menggunakan uji t-test dengan menggunakanprogram SPSS 23. Hasil analisis data dapat diperoleh t hitung 10,990 lebih besar dari t tabel 2,145dengan signifikansi 0,000<0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan tentangkemampuan mengenal konsep bilangan sebelum dan sesudah penggunaan media video animasi.Pengaruh yang diberikan oleh media video animasi berdasarkan rumus N Gain sebesar 40,96% beradapada kategori sedang.
MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK MATAKULIAH TULISAN ARAB MELAYU DENGAN MENGGUNAKAN CARA ONLINE Hidayatun Nur
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v9i2.7697

Abstract

Global conditions due to COVID 19 change things in life, including the way of learning which was initially carried out using face-to-face changes using online or online methods. This change also occurred in learning Malay Arabic Writing. In the Arabic Malay Writing course, online learning is something new. The purpose of this study was to determine the learning motivation of students in the online Malay Arabic Writing course. This research uses a descriptive quantitative method with a large sample of forty students. From the results of the study, it can be seen that the device that is widely used for online learning is android, the experience of learning Malay Arabic writing is generally at the elementary school level, the device used with the motivation to learn Malay Arabic writing online has no significant relationship, and the learning experience with the motivation to learn writing in Arabic Arab Malay online does not have a significant relationship.Kondisi global akibat akibat COVID 19 mengubah hal kehidupan termasuk dalam cara belajar yang pada awalnya dilaksanakan dengan menggunakan tatap muka berubah menggunakan cara online atau daring. Perubahan ini juga terjadi pada pembelajaran Tulisan Arab Melayu. Pada mata kuliah Tulisan Arab Melayu pembelajaran online merupakan hal yang baru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motivasi belajar Peserta Didik pada matakuliah Tulisan Arab Melayu online. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan banyak sampel sebanyak empat puluh orang Peserta Didik. Dari hasil penelitian dapat diketahui perangkat yang banyak digunakan untuk belajar online adalah android, pengalaman belajar tulisan arab melayu pada umumnya pada jenjang sekolah dasar, perangkat yang digunakan dengan motivasi belajar tulisan arab melayu online tidak memiliki hubungan yang signifikan, dan pengalaman belajar dengan motivasi belajar tulisan arab melayu online tidak memiliki hubungan yang signifikan. 
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Flipped Learning terhadap Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Negeri Pembina 2 Kota Pekanbaru Wichy Septia Rahmadini; Ria Novianti
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v9i2.7693

Abstract

Based on the field observations, it can be seen that the children's independence at the age of 5-6 years,there are still many children who are not independent yet in carrying out daily activities, so it is necessaryto use the flipped learning model. This study is aimed to determine the effect of the use of the flippedlearning model on children's independence. This research was conducted at Pembina 2 KindergartenPekanbaru. This study used an experimental method with a pretest-posttest control group design with apopulation of 82 children. The subject of this research is 30 children. Data collection techniques in thisstudy were observation. The data analysis technique used a t-test. Hypothesis test results using pairedsample t-test method obtained t value = 21.330 with a value (sig 2 tailed) = 0,000 <0.05 it is greater thant table = 2.145, it can be concluded that there is significant effect after using the flipped learning modelthat is equal to 70,44% on children's independence. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dapat diketahui bahwa kemandirian anak usia 5 – 6 tahun masih banyak yang belum mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari, sehingga perlu menggunakan model pembelajaran flipped learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran flipped learning terhadap kemandirian anak. Penelitian ini dilakukan di TK Negeri Pembina 2 Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design dengan jumlah populasi sebanyak 82 orang. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 orang anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi. Teknik analisa data menggunakan uji t-test. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan metode paired sample t-test diperoleh nilai t hitung = 21,330 dengan nilai (sig 2 tailed) = 0,000<0,05 lebih besar dari ttabel=2,145  maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah menggunakan model pembelajaran flipped learning yaitu sebesar 70,44% terhadap kemandirian anak.
THE INFLUENCE OF EDUCATIONAL GAME OF WIRE GAME LINE TROUGHT THE ABILITY OF THE 5-6 YEARS OLD CHILDREN IN RECOGNIZING NUMBERS Frisca Mudia Hawari; Hukmi Hukmi
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v9i2.7692

Abstract

Based on observations in the field, it can be known that knowledge about the concept of numbers in children aged 5-6 years is still in the category of developing, so it is necessary to use APE wire game line. This study aims to understand the effect of the APE wire game line on the ability to recognize the concept of numbers. This research was conducted in Pertiwi Kindergarten Pekanbaru City. This study used an experimental method with one group pretest posttest design with a sample of 13 children and used a saturated sampling purposive. Data collection techniques in this study were observation techniques. The data analysis technique used the t-test using the SPSS 21 program. The results of the data analysis can be obtained t count 23,698 is greater than t table 2.179 with a significance of 0.000 <0.05. It can be concluded that there are differences in knowledge about haze disaster management before and after the use of picture story book media. The influence given by the media illustrated story books based on the N Gain formula of 56,93% was in the medium category.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh APE wire game line terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan. Penelitian ini dilakukan di TK Pertiwi Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest posttest dengan jumlah sampel 13 orang anak dan menggunakan teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik observasi. Teknik analisis data menggunakan uji t-tetst dengan menggunakan program  SPSS 23. Hasil analisis data dapat diperoleh t hitung 23,698 lebih besar dari t tabel 2,179 dengan signifikansi 0,000<0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan tentang kemampuan mengenal konsep bilangan sebelum dan sesudah penggunaan APE wire game line. Pengaruh yang diberikan oleh APE wire game line berdasarkan rumus N Gain sebesar 56,93%  berada pada kategori sedang.
INTRAPERSONAL INTELLIGENCE RELATIONSHIP WITH 4-6 YEARS MORAL BEHAVIOR IN RA ULUL AZMI, PEKANBARU CITY Syukria Elfyana; Zulkifli N
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v9i2.7689

Abstract

This study aims to determine the relationship between intrapersonal intelligence with moral behavior of children for ages 4-6 years at RA Ulul Azmi Pekanbaru City. The population in this study were children aged 4-6 years in RA Ulul Azmi Pekanbaru City, amounting to 40 people. Because the population population is small, the entire population is sampled, as many as 40 people. The method used in this research is quantitative correlation to see the relationship between intrapersonal intelligence with moral behavior. Data collection techniques used are observation. Data analysis techniques using product moment correlation techniques with SPSS for Windows ver 17. Based on the results of hypothesis testing there is a significant positive relationship between intrapersonal intelligence with moral behavior in children aged 4-6 years in RA Ulul Azmi Pekanbaru City. This is known from the correlation coefficient of rxy = 0.549 and a significance level of 0.000 <0.05. The level of relationship between intrapersonal intelligence with moral behavior is included in the medium category with the resulting determinant coefficient value of KD = r2 x 100% = 30.1%, meaning that intrapersonal intelligence gives an influence of 60.2% on moral behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan intrapersonal dengan perilaku moral anak untuk usia 4-6 tahun Di RA Ulul Azmi Kota Pekanbaru. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 4-6 tahun Di RA Ulul Azmi Kota Pekanbaru yang berjumlah 40 orang. Karena julmah populasi kecil maka seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 40 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi kuantitatif untuk melihat hubungan antara kercerdasan intrapersonal dengan perilaku moral .teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dengan  program SPSS for Windows ver 17. Berdasarkan hasil uji hipotesis terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan intrapersonal dengan perilaku moral pada anak usia 4-6 tahun Di RA Ulul Azmi  Kota Pekanbaru. Hal ini diketahui dari nilai koefisien korelasi sebesar rxy=0,549 dan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Tingkat hubungan antara kecerdasan intrapersonal dengan perilaku moral termasuk dalam kategori sedang dengan nilai koefisien determinan yang dihasilkan adalah sebesar KD = r2 x 100% = 30,1%, memiliki makna bahwa kecerdasan intrapersonal memberi pengaruh sebesar 60,2% terhadap perilaku moral.
PERMAINAN TRADISIONAL DALAM LITERASI BUDAYA DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI PADA ABAD 21 Meyke Garzia
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v9i2.7696

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, permainan tradisional telah mengalami pergeseran dengan permainan modern yakni permainan dunia maya yang dimainkan di gawai dengan teknologi canggih Indonesia merupakan negara adidaya budaya dikarenakan banyak sekali budaya di Indonesia. Literasi budaya yang dikembangkan sangat beragam, salah satunya adalah melek permainan tradisonal. Framework 21 st skills early learning mendukung integrasi keterampilan abad 21 (berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, melek teknologi, dan sosial-emosional. Permainan tradisional memiliki banyak manfaat dalam semua aspek perkembangan anak usia dini yang meliputi fisik-motorik, sosial-emosional, moral, kognitif, dan perkembangan bahasa. Melalui kurikulum 2013 diharapkan mampu memberikan kecakapan hidup di abad 21 kepada generasi penerus bangsa. Pengenalan serta pelestarian budaya permainan tradisional selain dukungan pemerintah tentu juga sangat diharapkan peran orang tua, masyarakat dan generasi muda. Salah satu upaya untuk memfasilitasi pendidikan anak adalah salah satunya mengimplementasikan permainan tradisional di Taman Kanak-kanak (TK). Dengan berpegang pada literasi budaya Indonesia memiliki identitas yang jujur mengenai budaya. Diharapkan bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju dan beradab.

Page 1 of 1 | Total Record : 6