cover
Contact Name
Usman Malik
Contact Email
 usman.malik@lecturer.unri.ac.id
Phone
+62811756227
Journal Mail Official
kfi@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Jurusan FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Komunikasi Fisika Indonesia
Published by Universitas Riau
ISSN : 14122960     EISSN : 2579521X     DOI : 10.31258/jkfi
KFI mempublikasikan artikel hasil penelitian dan review pada bidang fisika, namun tidak terbatas, yang meliputi fisika murni, geofisika, plasma, optik dan fotonik, instrumentasi, dan elektronika, dan fisika terapan (aplikasi fisika).
Articles 390 Documents
ESTIMASI DISTRIBUSI KLOROFIL-a DI PERAIRAN SELAT MALAKA MENGGUNAKAN DATA LIPUTAN CITRA SATELIT FY-1D Riad Syech; Juandi .M; Martin '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 8, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.207 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.8.3.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi distribusi nilai klorfil-a menggunakanmetodologi interpretasi data digital . Pengolahan citranya menggunakan programErmapper versi 5.5 dan arc view.Data yang digunakan adalah citra satelit FY_ID di perairan Selat Malaka yang sudahterkorekasi secara geometric dan radiometric pada bulan Juli 2007 sapai bulanSeptember 2007.Hasil penelitian untuk bulan Juli 2007, klorofil-a yang dominan pada awal bulan 0,89 –1,48 mg/m3, untuk bulan Agustus 2007, klorofil-a yang dominan pada pertengahan bulan0,20 – 0,80 mg/m3 dan untuk bulan September 2007 , klorofil-a yang dominan pada akhirbulan 1,06 – 1,62 mg/m3.
PEMBUATAN RANGKAIAN INVERTER DARI DC KE AC Rahmi Dewi; Usman Malik; Syahrol '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 8, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.741 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.8.3.%p

Abstract

Telah dilakukan penelitian secara eksperimen tentang pembuatan alat yang dapat mengubah tegangansearah menjadi tegangan bolak-balik. Alat tersebut dinamakan dengan inverter. Sumber tegangansearah yang digunakan yaitu sebuah baterai dengan tegangan 12 volt dan arus 60 ampere. Prinsipkerja dari rangkaian inverter ini yaitu tegangan searah dari baterai diubah dengan menggunakantransistor yang berfungsi sebagai sakelar otomatis dan diatur bekerja secara bergantian. Sehingga padabeban akan timbul arus bolak balik pada suatu perioda yang merupakan gelombang sinus setengahgelombang pertama pada posisi positif dan setengah gelombang kedua pada posisi negatif.Selanjutnya akan menghasilkan tegangan bolak-balik yang besarnya 12 volt. Untuk menaikkantegangan bolak-balik tersebut digunakan transformator. Rangkaian inverter pada penelitian ini dapatmenghasilkan tegangan keluaran yaitu sebesar 110 volt, 150 volt dan 220 volt. Untuk tegangankeluaran 110 volt, inverter dapat menahan beban sebesar 70 watt. Untuk tegangan keluaran 150 volt,inverter mampu menahan beban sebesar 100 watt dan untuk tegangan keluaran 220 volt, invertermampu menahan beban 220 watt.
EFEK REDAMAN PADA SIMULASI KONVERVI ENERGI GELOMBANG LAUT MENJADI ENERGI LISTRIK DENGAN PRINSIP RESONANASI Defrianto '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 8, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.843 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.8.3.%p

Abstract

Sistem mekanik yang terdiri dari tabung, pegas dan beban di modelkan untukmenyerap energi gelombang laut menjadi energi osilasi pegas-beban kemudian denganmenggunakan generator diubah menjadi energi listrik. Konversi akan maksimum jikaterjadi resonansi osilasi pegas-beban dengan gelombang laut.Gerakan osilasi pegas-beban akan melambat karena adanya redaman. Untukmengetahui seberapa besar pengaruh redaman terhadap konversi energi gelombang lautmenjadi energi listrik maka disimulasikan sistem yang terdiri tabung bermassa 75 kg danberdiameter 0.2 m, kemudian di dalam tabung tersebut dipasang pegas dengan konstantapegas 5000 N/m, beban bermassa 50 kg dan koefisien redaman sistem yang bervariasi 50,100, 150, 200 dan 250 kg.s/mHasil simulasi menunjukkan bahwa daya maksimum terjadi pada frekwensigelombang laut 2.93 Hz, dimana untuk amplitudo gelombang laut 0.5 m dan koefisienredaman sistem 50, 100, 150, 200 dan 250 kg.s/m, daya yang dapat diserap masing-masing adalah 1460, 700, 500, 350, dan 250 W.
PENGARUH PARAMETER FISIS TERHADAP JUMLAH AIR YANG MENGUAP DI KOTA PEKANBARU Krisman '; Riad Syech; Subehan '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 8, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.606 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.8.3.%p

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh parameter fisis terhadap jumlah air yangmenguap di kota Pekanbaru. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodestatistika regresi linier ganda. Data-data yang digunakan merupakan data sekunder yangdiperoleh dari Badan Meteorologi dan Geofisika Bandara Sultan Syarif Kasim II PekanbaruRiau. Dengan menggunakan metode statistika analisa regresi linier ganda, dapat diketahuiadanya pengaruh antara kelembaban udara, kecepatan angin dan suhu udara terhadap jumlahair yang menguap sehingga diperoleh nilai korelasi antara parameter fisis terhadap jumlah airyang menguap. Nilai korelasi ini menunjukkan hubungan yang kuat antara variabel-variabeltersebut yang diperhitungkan setiap bulan. Penguapan tertinggi tahun 2008 terjadi pada bulanOktober yaitu sebesar 4,9 mm dan penguapan terendah terjadi pada bulan juli yaitu sebesar3,9 mm dan penguapan tertinggi tahun 2009 terjadi pada bulan Maret yaitu sebesar 6,4 mmdan penguapan terendah terjadi pada bulan Februari yaitu sebesar 3,9 mm sedangkanPenguapan tertinggi tahun 2010 terjadi pada bulan Mei yaitu sebesar 6,9 mm dan penguapanterendah terjadi pada bulan Desember yaitu sebesar 3,5 mm.
PEMANFAATAN SERAT LIMBAH INDUSTRI PULP MENJADI KARTON Perdinan Sinuhaji
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 8, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.043 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.8.3.%p

Abstract

Karton jenis chipboard yang memenuhi SNI telah dibuat dari serat limbah industri pulpdari Toba Pulp Lestari – Porsea Sumatera Utara menjadi lembaran karton denganmencampurkan pulp serat limbah dengan perekat tapioka 5% dan pengisi kaolin 5%.Pengujian sifat fisik karton, yang dihasilkan berturut-turut memiliki gramatur 353 gr/m2,densitas 0,570 gr/cm3, ketebalan 0,525 mm. Pengujian sifat mekanik lembaran karton :indeks tarik 1,459 Nm/gr, indeks retak 0,192 kPa.m2 /gr, ketahanan tekan lingkar 155,82N, kadar air 8,61%. Lembaran karton yang diperoleh telah memenuhi persyaratan kartonjenis chipboard dengan SNI 14 – 0095 – 1996.
SOLITON TRAPPED IN 2X2 DIRECTIONAL FIBER COUPLER Dedi Irawan; Saktioto '; H.M. Hairi; Jalil Ali
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 10, No 6 (2013)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.733 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.10.6.446-451

Abstract

The study of soliton trapped in 2X2 directional fiber coupler is reported. By introducing an optical signal with high intensity into two cores of directional fiber coupler will create the soliton pulse in that coupling region. Soliton can carry the data in an extended distance without distortion with high-speed, so that it is promising an ideal communication system in a long distance. In its propagation, the loss was still appears. It is caused by the trapping of soliton pulses at the coupling region so that the collision take placed.The collision of two coupled solitons was determined from the Non-linear Schroodinger Equation (NLSE) based on the Coupling Mode Theory (CMT). The distance of collision can be reduced by decreasing the separation of the two soliton pulses. Another way can be done by choosing a value of medium misalignment saturation H. for the value of H=0.1, it can be seen clearly that length of pulse propagating more broaden. The relationship between the amplitude and width of a soliton is also investigated. It is found that increasing the width, the amplitude also increases. However, the knowledge of collision between two trapped solitonsis important and promises a good application forthe optical switching.
A DESIGN OF TWISTED DOUBLE CHANNEL SCISSORS FOR OPTICAL FILTER H. M. Hairi; T. Saktioto; Dedi Irawan; J. Ali
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 10, No 6 (2013)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.616 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.10.6.452-459

Abstract

Microring resonators have emerged in the past few years in integrated optics and have been used extensively in many fields due to its advantages. The response from coupled ring resonators can be custom designed by the use of different coupling configurations [1]. In certain cases, ring resonators can be used as wavelength filter when the wavelength fits a whole multiple times in the circumference of the ring [5,6]. In this paper, we compare and contrast the effect of light propagation/ power distribution characteristics associated with ring configurations. We have limited our study to side-coupled integrated space sequence of resonators or as known as SCISSORs using OptiFDTD Photonics Simulation Software V8.0.
KINEMATIC MOTION OF POSITIVE CARBON ION SPECIES: A PROPOSAL METHOD M.S. Roslana; Saktioto '; J. Ali
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 10, No 6 (2013)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.816 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.10.6.460-466

Abstract

The ion carbon species are massively produced througharc plasma for synthesizing carbon nanotube. Positive ions would have tendencies to move towards the negative charged cathode. The moving of the massive ions generated electric field in direction parallel with the ion movement. In this paper, we discuss the particle collisions subsequently resulting a new carbon species namely carbon nanotube (CNT) composed from single/many graphene layer rolled up alike nanostraw structure.
PENGARUH INTI KOIL TERHADAP TEGANGANINDUKTOR DAN RESISTOR YANG DIRANGKAI SECARA SERI Salomo '; Erwin '; Surya Ningsih
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 10, No 6 (2013)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.302 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.10.6.467-475

Abstract

Telah dibuat koil (solenoida) dan inti koil yang bervariasi. Koil divariasikan dengan jumlah lilitan: 50 lilitan, 100 lilitan, 150 lilitan dengan panjang 5 cm dan diameter 3,5 cm, sedangkan inti koil divariasikan dari beberapa material seperti Fe (besi), Cu (tembaga), dan Al (aluminium) dengan panjang 5 cm dan diameter 3 cm. Koil ini dirangkai secara seri dengan resistor yang memiliki resistansi 150 Ω, sumber tegangan dan saklar, kemudian dilakukan pengukuran tegangan induktor dan resistor pada koil. Pengukuran ini dilakukan untuk koil tanpa inti dan koil dengan tambahan inti Fe, Al, serta Cu. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh tegangan induktor menurun seiring pertambahan waktu, besarnya tegangan tersebut juga dipengaruhi oleh medan magnet koil. Penambahan inti Fe pada koil 150 lilitan menghasilkan tegangan induktor sebesar 2,54 volt saat t = 5 detik, sedangkan penambahan inti Cu menghasilkan tegangan induktor sebesar 0,42 volt pada waktu yang sama. Tegangan resistor pada koil 100 lilitan dengan inti Fe adalah 0,21 volt pada t = 5 detik, namun begitu intinya diganti dengan Cu tegangannya menjadi 2.42 volt. Ini berarti koil dengan medan magnet besar akan menghasilkan tegangan induktor yang besar sedangkan tegangan resistor utuk koil dengan medan magnet besar akan bernilai kecil.
TEKNOLOGI ALAT PENGERING SURYA UNTUK HASIL PERTANIAN MENGGUNAKAN KOLEKTOR BERPENUTUP MIRING Maksi Ginting; Salomo '; Egi Yuliora
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 10, No 6 (2013)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.55 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.10.6.476-482

Abstract

Sistem pengering tenaga surya ini digunakan untuk mengerigkan singkong yang telah diiris membujur setebal 2mm. pada penelitian ini sebagai pengumpul utama panas adalah kolektor berpenutup miring yang dihubungkan keruang pengering. Udara panas dikolektor bergerak keruang pengering dan dipercepat oleh ventilator. Penelitian ini dilakukan pada saat ruang pengering dalam keadaan kosong suhu terendah 42.50C terjadi pada dulang 3 saat jam 09.00 WIB dan tertinggi 50.50C di dulang 2 pada jam 12.00 WIB. Bahan yang dikeringkan adalah 500 gr singkong dengan kandungan air 56.1 %. Massa bahan didalam ruang pengering setelah tiga hari pengamatan adalah 219.5 gr dengan kandungan air 2.73 % dan diluar ruang pengering bermassa 241.8 gr dengan kandungan air 5.9 %.

Page 2 of 39 | Total Record : 390