cover
Contact Name
Usman Malik
Contact Email
 usman.malik@lecturer.unri.ac.id
Phone
+62811756227
Journal Mail Official
kfi@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Jurusan FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Komunikasi Fisika Indonesia
Published by Universitas Riau
ISSN : 14122960     EISSN : 2579521X     DOI : 10.31258/jkfi
KFI mempublikasikan artikel hasil penelitian dan review pada bidang fisika, namun tidak terbatas, yang meliputi fisika murni, geofisika, plasma, optik dan fotonik, instrumentasi, dan elektronika, dan fisika terapan (aplikasi fisika).
Articles 390 Documents
Analisa Karakteristik Alat Pemanas Air dengan menggunakan Kolektor Palung Parabola Walfred Tambunan; Maksi Ginting; Antonius Surbakti
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 10 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.969 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.10.658-665

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisa karakteristik alat pemanas air dengan menggunakan kolektor palung parabola. Penelitian dilakukan dengan cara menempatkan kolektor palungan ditempat terbuka dimana sinar matahari jatuh secara langsungkemudiandengan menggunakan pipa aluminium air dialirkan sepanjang garis fokus kolektor palungan lalu setiap 60 menit air yang telah melewati kolektor palungan ditampung dan diamati temperaturnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa temperatur kolektor tertingi rata-rata adalah 50,03 OC dengan temperatur rata-rata air pada bak penampung sebesar 40,070C pada pukul 13.00 WIB sedangkan temperatur kolektor terendah rata-rata adalah 39,140C dengan temperatur rata-rata air pada bak penampung sebesar 35,28 0C pada saat pukul 10.00. Temperatur air tertinggi rata-rata pada pukul 13.00 WIB inidisebabkan karena pada waktu tersebut intensitas radiasi matahari mencapai harga maksimum. Laju kalor yang hilang secara konduksi tertinggi rata-rata 29,05 J/s pada pukul 13.00 WIB sedangkan laju kalor yang hilang secara konduksi terendah rata-rata sebesar 16,85 J/s pada pukul 10.00 WIB. Volume air yang dihasilkan rata-rata sebanyak 38 liter dalam sehari selama 6 jam dari pukul 09.00 WIB sampai pikul 15.00 WIB. Hasil eksperimen secara keseluruhan menunjukkan karakteristik alat pemanas air dengan menggunakan kolektor bentuk palungan ini mempunyai sifat bahwa semangkin tinggi intensitas radiasi matahari yang jatuh pada permukaan kolektor semangkin tinggi pula temperatur air yang dipanaskan.
DESAIN PEREDAM SUARA TABUNG KACA DENGAN SAMPEL CAMPURAN SERBUK KAYU MERANTI DAN PAPAN TELUR UNTUK MENGUKUR KOEFISIEN ABSORBSI BUNYI Riad Syech; Krisman '; Angeline Stefan
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 10 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.36 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.10.666-672

Abstract

Telah dilakukan penelitian penyerapan gelombang bunyi oleh peredam suara tabung kaca dengan sampel campuran serbuk kayu meranti dan papan telur. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan mendesain tabung impedansi yang terbuat dari kaca dengan ukuran 92cm x 20cm x 20cm. Range frekuensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 125Hz, 250Hz, 500Hz, 1000Hz, 2000Hz, 4000Hz. Sampel dibuat dengan cara melakukan perbandingan komposisi serbuk kayu meranti : papan telur : tepung kanji yaitu 72%:25%:3% ; 62%:35%:3% ; 50%:47%:3% ; 47%:50%:3% ; 35%:62%:3%; 25%:72%:3% dan variasi ketebalan yaitu 3mm, 6mm, 9mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien absorbsi bunyi tertinggi yaitu 0,9287 pada ketebalan 3mm frekuensi 1000Hz serbuk kayu meranti 25% dan papan telur 72%. Nilai koefisien absorbsi terkecil adalah 0,1946 pada ketebalan 9mm frekuensi 125Hz serbuk kayu meranti 72% dan papan telur 25%.
PEMETAAN ZONASI AIR AKIUFER BEBAS KOTA PEKANBARU Juandi M '; Ita Purnama Sari; Edisar '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 10 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.448 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.10.673-678

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemetaan zonasi air akuifer bebas KotaPekanbaru. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Hasil penelitiandidapatkan zona-zona sebagai berikut: (a). dari Kecamatan Sail relatif lebih besarditandai dengan daerah lebih curam, (b). laju aliran air bawah tanah dari KecamatanRumbai lebih lambat ditandai dengan gradientnya lebih rata-rata. (c). Laju aliran dariKecamatan Lima Puluh relatif besar di bandingkan dengan Kecamatan Tampankarena ditandai dengan lereng yang curam. Berdasarkan model kedalaman akuiferbebas rata-rata tahun 2015 menunjukan adanya 3 zona yaitu (a). model kedalamanakuifer bebas rata-rata dengan nilai 12.3 meter, (b). 8,3 meter, (c). 25 meter.
PENENTUAN FREKUENSI FUNDAMENTAL DAN FORMANT SUARA MANUSIA DEWASA BERDASARKAN PERBEDAAN SUKU DAN GENDER MENGGUNAKAN SOFTWARE PRAAT Endah Mulyani; Erwin '; Salomo '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 10 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.685 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.10.679-685

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisa spektrum suara manusia dewasa dengan umur 30-45 tahun berdasarkan perbedaan suku dan gender. Perekaman suara menggunakan mikrofon yang dihubungkan dengan laptop yang telah dilengkapi dengan software praat. Sampel yang direkam adalah suku Aceh, Batak, Jawa, Melayu, Minang dan Sunda dengan masing-masing suku 8 orang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Setiap pembicara mengucapkan kalimat “Selamat Sore Untukmu Indonesiaku”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap sampel memiliki durasi pengucapan yang berbeda-beda namun memiliki kesamaan dalam pengelompokan kata. Frekuensi dasar perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Hasil analisa pengaruh perbedaan suku terhadap nilai frekuensi dasar untuk gender laki-laki nilai tertinggi yaitu 187,4 Hz pada sample suku Batak diikuti sampel suku Minang 166,16 Hz, nilai terendah yaitu 112,43 Hz pada sampel suku Jawa diikuti sampel suku Sunda 118,85 Hz, untuk gender perempuan nilai tertinggi yaitu 283,5 Hz pada sample suku Batak diikuti sampel suku suku Minang yaitu 257,02 Hz, Frekuensi terendah yaitu 207,18 Hz pada sample suku Sunda diikuti sampel suku Aceh 216,98 Hz. Nilai formant rata-rata F1, F2, dan F3 pada setiap suku pada gender laki-laki maupun perempuan nilainya naik dari formant pertama (F1) sampai formant ketiga (F3).
PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN DI ARAE HYDROCREAKER COMPLEX UNIBON REAKTOR UNIT 211 PT PERTAMINA (PERSERO) REFINERY UNIT II DUMAI Ramadhani Herlly; Erwin '; Riad Syech
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 10 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.456 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.10.686-692

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengukuran tingkat kebisingan di area Hydrocracker Complex Unibon Reaktor Unit 211 PT PERTAMINA RU II Dumai khususnya pada area reaktor, pompa, dan kompressor dengan metode survei lapangan. Alat yang digunakan untuk merekam tingkat kebisingan pada penelitian ini adalah dua buah sound level meter (SLM), sebagai fungsi waktu dan jarak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan tertinggi terjadi pada area kompressor yaitu dalam rentang 93,685 dBA sampai 93,689 dBA. Sedangkan tingkat kebisingan yang terjadi tiap harinya pada area reaktor, pompa, dan kompressor menghasilkan nilai yang hampir sama pada jam kerja yaitu 08:00 to 15:00.. Namun pada hari tertentu dan jam tertentu tingkat kebisingan mengalami fluktuasi yang cukup signifkan. Fluktuasi ini disebabkan oleh adanya kebocoran steam pada pipa koneksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tingkat kebisingan sebagai fungsi jarak dari sumber menuju Maintenance 687 Repository FMIPA 2 dan Campo reaktor menurun seiring dengan pertambahan jarak. Penurunan tingkat kebisingan sebagai fungsi jarak pada Campo Reaktor lebih cepat dibandingkan dengan maintenance dan ditunjukkan oleh persamaan garis lurus antara masing-masing maintenance dan campo reactor yaitu -0,9939d+80,087 dan -1,71d+88,25. Penurunan yang cepat disekitar Campo Reaktor ini disebakan adanya penyerapan bunyi oleh vegetasi disekitar area tersebut.
PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN DI AREA HYDROCRACKER COMPLEX UNIBON REAKTOR PT. PERTAMINA REFINERY UNIT II DUMAI Silvia Noviana; Erwin '; Juandi '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 10 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.73 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.10.693-699

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk pemetaan tingkat kebisingan diarea Hydrocracker complex unibon Reaktor PT. Pertamina Refinery Unit II Dumai dengan metode survey lapangan. Tingkat kebisingan diukur berdasarkan titik-titik kordinat dengan menggunakan sound level meter (SLM). Pengukuran ini dilakukan dari tanggal 13 – 23 April 2015 mulai jam 08:00 sampai 15:00 wib. Data hasil penelitian tingkat kebisingan diarea Hydrocracker Complex Unibon Reaktor secara umum jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ambang batas yang ditetapkan menurut keputusan menteri tenaga kerja nomor : KEP-51/MEN/1999, tentang nilai ambang batas (NAB) kebisingan ditempat kerja yang telah 694 2 ditetapkan sebesar 85 dBA. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran selanjutnya diinputkan kedalam software “surfer 11” untuk diproses sehingga dperoleh peta kontur kebisingan diarea hydrocracker unibon reaktor dengan pewarnaan yang bervariasi yaitu: kuning, hijau, biru, ungu kemerahan, merah, dan coklat tua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kebisingan tertinggi terletak pada area make-up kompressor yaitu mencapai 93,7 dBA yang ditunjukkan oleh warna coklat tua pada kordinat (4,18) dan tingkat kebisingan terendah yaitu 77,2 dBA terdapat pada kordinat (9,0) ditunjukkan oleh warna kuning pudar. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa tingkat kebisingan diarea Hydrocracker Complex Unibon Reaktor PT. Pertamina RU II berasal dari kompresor, pompa dan reaktor dengan nilai tingkat kebisingan masing masing adalah (90,0-93,3) dBA, (83,0- 92,3) dBA, (82,3-92,8) dBA.
SENSOR KOIL DATAR UNTUK ENGSEL ELEKTRONIK DENGAN ALGORITMA KOREKSI SUHU LINGKUNGAN Usman Malik; Lazuardi Umar; Widya Nora Nasution
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.073 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.701-706

Abstract

Telah dilakukan penelitian meggunakan sensor koil datar sebagai elemen pengindra terhadap pengembangan engsel elektronik untuk aplikasi rumah pintar. Dalam pengukuran ini jarak minimum yang diukur ialah 5 mm dan jarak maksimum 20 mm. penelitian ini dilakukan dengan suhu bervariasi yaitu 30C, 40C, 50C dan 60C. Nilai tegangan keluaran untuk suhu 30C hingga 60C berkisar antara 1,468 mV sampai dengan 2,863 mV. Hasil yang diperoleh ialah grafik dengan kurva berlapis. Dari hasil grafik dilakukan pemodelan menggunakan persamaan matematis. Dan hasil yang didapat ialah berupa persamaan umum yaitu ܷUo(d,0)=yo(0)+a(0)e^[-(b(0))d].
ANALISA SIFAT NUTRISI TANAH PERKEBUNAN YANG DIBERI PUPUK UREA (CO(NH2)2) MENGGUNAKAN SENSOR NUTRISI TANAH Yanuar Hamzah; Lazuardi Umar; Susi '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.722 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.707-713

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisa sifat nutrisi tanah perkebunan kelapa sawit yang diberi pupuk urea CO(NH2)2 menggunakan sensor nutrisi tanah modifikasi Wenner. Konsentrasi nutrisi tanah disimulasikan dengan memvariasikan jumlah massa pupuk, dimana massa pupuk yang digunakan adalah 5, 10, dan 15 gram. Kemudian dilakukan pengukuran untuk melihat pergeseran frekuensi dan amplitudo. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi pergeseran frekuensi ¨I kHz dari masing – masing massa pupuk 5 gram ,10 gram dan 15 gram. Perbedaan frekuensi tidak cukup signifikan jika dibanding dengan perubahan amplitudo pada kurva (U0) untuk masingmasing massa pupuk urea. Dengan menggunakan persamaan model matematis dapat ditentukan puncak dari grafik tersebut. Daerah puncak untuk massa urea 5 gram yaitu 5.5 MHz, massa urea 10 dan 15 gram pada 5.45 MHz.
PENENTUAN LAJU PENURUNAN KADAR AIR RENGGINANG UBI DENGAN MENGGUNAKAN KOLEKTOR PLAT DATAR BERENERGI BIOMASSA LIMBAH KAYU AKASIA Juandi M '; Febryadi Tulus M; Mbantun Ginting
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.714-719

Abstract

Telah dilakukan penelitian menentukan laju pengeringan kadar air rengginang ubi berenergi biomassa kayu akasia. Sistem pengeringan menggunakan sebuah ruangan kolektor berukuran 150 cm x 100 cm x 112 cm, dilengkapi cerobong, rak rotan dan drum sumber energi panas. Dinding ruangan dari plat seng dicat hitam dan dilapisi papan. Biomassa divariasikan sebesar 3 kg, 6 kg dan 9 kg. Sampel rengginang yang digunakan antara 20 gram sampai 28 gram. Suhu ruangan diatur berkisar 45ºC sampai 65ºC. Pengeringan dilakukan 100 menit dengan interval waktu pengamatan 10 menit. Penelitian dilakukan dengan membandingkan massa sebelum dan setelah pengeringan selama 10 menit. Hasil pengeringan diperoleh penurunan massa dengan biomassa 3 kg pada kedua rak adalah 7,43 gram dan 8,12 gram. Biomassa 6 kg pada kedua rak adalah 9,32 gram dan 10,55 gram. Biomassa 9 kg pada kedua rak adalah 9,95 gram dan 10,49 gram. Penurunan kadar air pada kedua rak adalah 33,14% dan 36,71% untuk biomassa 3 kg. Biomassa 6 kg pada kedua rak adalah 35,47% dan 39,02%. Biomassa 9 kg pada kedua rak adalah 35,24% dan 39,66%. Pengaruh massa biomassa terlihat terhadap penurunan kadar air antara massa 3 kg dibandingkan massa 6 kg dan 9 kg. Pengeringan dengan biomassa kayu akasia berhasil meningkatkan penurunan kadar air pada rengginang ubi.
PENGEMBANGAN DAN OPTIMALISASI ELEMEN PELTIER SEBAGAI GENERATOR TERMAL MEMANFAATKAN ENERGI PANAS TERBUANG Walfred Tambunan; Lazuardi Umar; Dara Fuji
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.657 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.720-726

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya listrik dari elemen Peltier. Energi listrik merupakan kebutuhan primer bagi manusia, namun penggunaan yang berlebihan akan menyebabkan kelangkaan energi listrik, sehingga diperlukan upaya untuk mencari energi alternatif yang terbarukan. Salah satunya dengan memanfaatkan panas buangan menggunakan elemen Peltier yang akan dirubah menjadi energi listrik dan diaplikasikan menjadi pembangkit daya termoelektrik. Pembangkit daya termoelektrik TEG (Thermoelectric Generator) dapat menghasilkan energi listrik ketika ada perbedaan suhu yang terjadi antara dua material semi konduktor yang berbeda prinsip ini dikenal dengan nama “efek Seebeck” yang merupakan kebalikan dari efek Peltier TEC (Termoelectric Cooling), dimana variasi tegangan travo toroid pada pemanas sebagai simulasi dari panas terbuang pada kendaraan yakni sebesar 10 volt mulai dari 30 volt hingga 80 volt selama 40 menit. Hasil pengujian menunjukan tegangan bergantung pada perbedaan suhu antara sisi panas dan dingin. Dimana tegangan yang dihasilkan berbanding lurus dengan perbedaan suhu elements peltier, begitu juga dengan arus dan daya yang dihasilkan. Penelitian tentang TEG ini memiliki prospek yang cerah untuk masa depan sebagai sumber energi listrik.

Page 5 of 39 | Total Record : 390