cover
Contact Name
Dr. Wilda Hafni Lubis, drg., M.Si
Contact Email
wilda.hafny@usu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dentika_journal@usu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Dentika Dental Journal
ISSN : 1693671X     EISSN : 2615854X     DOI : -
Core Subject : Health,
d e n t i k a DENTAL JOURNAL is one of the journals managed by TALENTA Universitas Sumatera Utara which first published in 2015. This is an online scientific journal that publishes articles and scientific work from Researches, Case Reports and Literature Reviews in Dentistry and Dental Science. The scopes are varied from Dental Surgery, Dental Forensics, Oral Biology, Oral Medicine, Dental Public Health and Preventive Dentistry, Paediatric Dentistry, Dental Materials and Technology, Conservative Dentistry, Orthodontics, Periodontics, Prosthodontics, to Dental Radiology.
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP KADAR HORMON ESTROGEN DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI TULANG ALVEOLAR MENCIT (MUS MUSCULUS L) YANG MELAKUKAN LATIHAN FISIK MAKSIMAL: EFFECT OF VITAMIN E ADMINISTRATION TO THE LEVEL OF ESTROGEN HORMONE AND HISTOPATHOLOGY OF ALVEOLAR BONE OF THE MICE (MUS MUSCULUS L) WITH MAXIMAL PHYSICAL EXERCISE Kesuma Wardani; Yasmeini Yazir; Syafruddin Ilyas
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 2 (2012): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.775 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i2.1763

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu atom atau molekul yang tidak mempunyai pasangan elektron dan dapat merusakmolekul-molekul penting untuk fungsi seluler. Pada kondisi stres oksidatif, radikal bebas akan menyebabkan terjadinyaperoksidasi lipid membran sel dan merusak organisasi membran sel. Pemberian asupan antioksidan berupa vitamin Edapat menurunkan efek radikal bebas dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada pengaruhpemberian vitamin E terhadap kadar estrogen dan stuktur tulang alveolar mencit akibat radikal bebas. Mencit (Musmusculus L.) betina dibagi dalam 6 kelompok, tiap kelompok terdiri atas 5 ekor, P0= tidak diberi perlakuan (kelompokkontrol); P1= latihan fisik maksimal setiap hari selama 30 hari; P2= vitamin E selama 30 hari; P3= latihan fisik maksimalselama 15 hari, selanjutnya 15 hari lagi vitamin E; P4= vitamin E selama 15 hari, selanjutnya 15 hari lagi latihan fisikmaksimal; P5= latihan fisik maksimal dan vitamin E selama 30 hari. Pada akhir perlakuan sesuai dengan kelompok,dilakukan pemeriksaan terhadap kadar estrogen dan terhadap stuktur tulang alveolar mencit. Hasil penelitian inimenunjukkan vitamin E berpengaruh terhadap kadar hormon estrogen mencit (Mus musculus L.) betina dewasa yangmelakukan latihan fisik maksimal secara bermakna (p<0,05), dan vitamin E juga berpengaruh terhadap stuktur tulangalveolar mencit (Mus musculus L.) betina dewasa yang melakukan latihan fisik maksimal secara bermakna (p<0,05).Sebagai kesimpulan, vitamin E berpengaruh terhadap kadar hormon estrogen dan stuktur tulang alveolar mencit (Musmusculus L.) betina dewasa yang melakukan latihan fisik maksimal secara bermakna (p<0,05).
EKSPRESI COX-2 SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK METANOLIK GETAH BIDURI PADA GINGIVA TIKUS WISTAR: EXPRESSION OF COX-2 AFTER METHANOLIC EXTRACTS OF BIDURI LATEX ADMINISTRATION ON GINGIVAL WISTAR RAT Zahara Meilawaty
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 1 (2012): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.758 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i1.1765

Abstract

Inflamasi adalah reaksi jaringan hidup terhadap semua bentuk jejas. Inflamasi dapat menyebabkan terjadinya peningkatanekspresi enzim siklooksigenase di daerah luka. Biduri merupakan tanaman perdu. Ekstrak tanaman ini dapat digunakansebagai antiinflamasi, dan juga dapat mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efekpemberian secara sistemik ekstrak metanolik getah biduri (C. gigantea) terhadap ekspresi COX-2 pada model inflamasisecara imunohistokimia pada binatang percobaan (tikus putih strain wistar). Jumlah sampel penelitian adalah 51 ekortikus putih jantan, umur 3 bulan dengan berat badan 200-300 gram, yang dibagi menjadi 4 kelompok besar. Tiga ekortikus putih diambil secara acak sebagai kelompok normal, yaitu tidak diberi perlakuan apapun. Empat puluh delapan ekortikus putih sisanya dibuat perlukaan pada mukosa gingiva rahang bawah menggunakan punch biopsy (Ó¨ 2,5 mm) sampaimenyentuh tulang, selanjutnya dibagi lagi menjadi 3 kelompok secara acak; yaitu (1) kontrol negatif (-) sebanyak 12 ekor,tidak diberi obat; (2) kontrol positif (+) sebanyak 12 ekor, diberi ibuprofen dosis 108 mg/kg BB ; (3) kelompok perlakuansebanyak 24 ekor, 12 ekor diberi ekstrak getah biduri 50 mg/kg BB, dan 12 ekor diberi ekstrak getah biduri 500 mg/kgBB. Pada hari ke-2 dan ke-4 dilakukan dekapitasi untuk diambil rahang bawahnya, selanjutnya dilakukan pengamatanimunohistokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi COX-2 pada hari ke-4 mengalami peningkatan padasemua kelompok. Kesimpulannya, pemberian ekstrak getah biduri tidak dapat menghambat ekspresi COX-2.
JUMLAH OSTEOBLAS PADA PROSES PENYEMBUHAN TULANG PASCA IMPLANTASI HIDROKSIAPATIT SINTESIS DARI KALSIT: NUMBER OF OSTEOBLAST IN BONE HEALING PROCESS AFTER IMPLANTATION OF SYNTHETIC HYDROXYAPATITE FROM CALCITE Hengky Bowo Ardhiyanto; Widowati Siswomihardjo; Tetiana Haniastuti
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 2 (2012): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.367 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i2.1766

Abstract

Tulang memiliki respons penyembuhan secara alami, namun defek yang besar seringkali menyebabkan tulang tidak dapatberegenerasi dengan baik. Hidroksiapatit (HA) adalah material pengganti tulang yang sudah sering digunakan sebagaibone graft. Material ini dapat disintesis dari berbagai sumber, antara lain dari batuan kalsit. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui jumlah sel osteoblas pada proses penyembuhan tulang setelah diimplantasi dengan hidrosiapatit sintesisdari kalsit sebagai material bone graft. Limapuluh delapan ekor tikus Sprague dawley dibagi menjadi 3 kelompok.Kelompok pertama adalah tikus yang diimplantasi dengan HA kalsit, kelompok kedua adalah tikus yang diimplantasidengan HA 200, dan kelompok ketiga tidak mendapat perlakuan (kontrol). Defek dibuat pada kondilus tulang femurdengan ukuran yang sama (diameter 3mm dan kedalaman 3mm). Enam ekor tikus pada masing-masing kelompokdikorbankan pada hari ke-14, 28 dan 56. Spesimen kemudian diproses secara histologis dan diwarnai denganhematoksilin-eosin. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sel osteoblas pada tikus yang diimplantasi dengan HA 200lebih tinggi jika dibandingkan dengan HA sintesis kalsit. Jumlah sel osteoblas pada tikus yang diimplantasi dengan HAsintesis kalsit lebih tinggi bila dibandingkan dengan kelompok kontrol, secara statistik tidak terdapat perbedaan yangbermakna jumlah osteoblas antar kelompok (p>0,05). Sebagai kesimpulan, implantasi HA sintesis dari kalsit sebagaibone graft dapat meningkatkan jumlah sel osteoblas pada proses penyembuhan tulang, namun peningkatannya tidakbermakna.
PERBAIKAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DENGAN PENAMBAHAN SERAT KACA: IMPROVEMENT OF PHYSICAL AND MECHANICAL PROPERTIES OF THE HOT POLYMERIC ACRYLIC RESIN BY ADDING GLASS FIBRE Zuriah Sitorus; Eddy Dahar
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 1 (2012): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.254 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i1.1768

Abstract

Resin akrilik polimerisasi panas (RAPP) banyak digunakan sebagai bahan pembuat basis gigi tiruan, karena memilikisejumlah keunggulan di antaranya bersifat biokompatibel, kualitas estetis yang cukup memuaskan, penyerapan air yangrendah, memiliki konduktivitas termal yang baik, mudah diproses dan direparasi tanpa membutuhkan tenaga ahlilaboratorium. RAPP masih memiliki kekurangan terutama dalam hal kekuatan dan kekerasan sehingga bahan ini tidakjarang mengalami retak atau fraktur akibat pemakaian. Beberapa literatur melaporkan bahwa penambahan serat karbon,serat metal, atau serat kaca dalam jumlah tertentu dapat memperbaiki sifat fisis dan mekanis bahan RAPP. Penelitian inibertujuan untuk membandingkan sifat fisis dan mekanis RAPP yang ditambah serat kaca dengan RAPP tanpapenambahan serat kaca. Serat kaca yang digunakan adalah produk Taiwan Glass berukuran 4 mm, 6 mm dan 8 mmsebanyak 1% dari total volume RAPP. Pengujian yang dilakukan meliputi : densitas, porositas, absorbsi air, kekuatantekan, kekerasan vickers, kekuatan tarik, modulus young’s, kekuatan impak dan kekuatan transversal, koordinat warnadan analisa mikrostruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RAPP dengan penambahan serat kaca ukuran 6 mmmerupakan kondisi optimum, diperoleh : densitas 1,25 g/cm3, porositas 0,46%, absorbsi air 0,36%, kekuatan tekan 88,89Mpa, kekerasan vickers 21,067kg/mm2, kekuatan tarik 70,43 Mpa, modulus young’s 3328,49 Mpa, kekuatan impak 6,70j/mm2, kekuatan tranversal 129 Mpa. Tidak terlihat adanya perubahan yang signifikan pada warna resin akrilik. Sebagaikesimpulan, penambahan serat kaca ukuran 6 mm sebanyak 1% dari total volume RAPP ternyata dapat menghasilkanpeningkatan kualitas fisis dan mekanis yang optimum dari RAPP.
PENGARUH KONSUMSI KOPI ULEE KARENG (ARABIKA) TERHADAP pH SALIVA PADA USIA DEWASA MUDA: EFFECT OF ULEE KARENG COFEE(ARABICA) CONSUMPTION ON SALIVARY pH OF YOUNG ADULTS Poppy Andriany; Rahmi Fanani Hakim; Mahlianur
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 2 (2012): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.062 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i2.1769

Abstract

Kopi Ulee Kareng merupakan minuman yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Aceh. Kandungan Kopi Ulee Karengterdiri atas sukrosa, monosakarida, asam klorogenat dan asam nikotinat. Semua unsur tersebut dapat menyebabkanpenurunan pH saliva. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi kopi ulee kareng terhadappH saliva pada usia dewasa muda. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode Cross Sectional. Jumlahsampel pada penelitian ini adalah 78 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu, pengonsumsi kopi Ulee Kareng danbukan pengonsumsi kopi Ulee Kareng. Uji statistic menggunakan Chi-square Goodness of Fit. Hasil penelitianmenunjukkan ada hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi Ulee Kareng terhadap pH saliva (p= 0,012). Sebagaikesimpulan, ada pengaruh konsumsi Kopi Ulee Kareng terhadap penurunan pH saliva.
PENGUKURAN SENSITIVITAS INDERA PENGECAP RASA MANIS DAN ASIN PADA MAHASISWA PEROKOK: TASTE SENSITIVITY MEASUREMENT SWEETNESS AND SALTNESS IN SMOKING HABIT STUDENT Ameta Primasari; Bong Chen Yong
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 1 (2012): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.59 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i1.1771

Abstract

Lidah sebagai indera pengecap rasa sangat penting dalam kehidupan manusia. Fungsi lidah tergantung pada pucukpengecap. Sensitivitas indera pengecap lidah dapat dipengaruhi oleh kebiasaan merokok. Pada saat rokok dihisap, nikotinyang terkondensasi dalam asap rokok akan masuk ke dalam rongga mulut dan menempel pada gigi, lidah palatum,gingiva, pucuk pengecap dan membran reseptor rasa pengecap di sekitar pucuk pengecap dan akan menghalangi interaksizat-zat makanan ke dalam reseptor pengecap, terutama pada rasa manis dan asin. Penelitian ini menggunakan rancanganpenelitian experimental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sensitivitas indera pengecap rasaantara kelompok perokok dan non perokok. Pada subjek diteliti nilai ambang rasanya dengan meneteskan larutan sukrosadan NaCl pada bagian anterior lidah mulai dari konsentrasi yang paling rendah sehingga subjek dapat melakukanpersepsi rasa dengan betul. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkanbahwa merokok dapat menurunkan sensitivitas indera pengecap rasa manis dan asin. Kesimpulannya, kedua kelompoksubjek menunjukkan perbedaan sensitivitas indera pengecap yang signifikan. (p = 0,0001).
RESTORATION OF POST ENDODONTIC TREATMENT WITH FIBER-RESIN REINFORCED POST CORE SYSTEM : RESTORASI PASCA PERAWATAN ENDODONTI DENGAN PASAK DAN INTI YANG DIPERKUAT PITA FIBER RESIN Wandania Farahanny
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 3 (2013): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2923.471 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i3.1773

Abstract

Restorasi akhir pada gigi setelah perawatan endodonti sering menggunakan pasak dan inti sebagai fondasi penahan mahkota penuh. Saat ini penggunaan pita fiber resin reinforced yang terbuat dari bahan ultra high polyethylene fiber sebagai pasak menjadi popular. Resiko terjadinya fraktur akar dapat berkurang karena sistem pasak ini tidak memerlukan perluasan saluran akar lebih banyak. Retensi pasak ini didapat dari sistem adhesif sehingga dapat menambah kekuatan struktural dari gigi yang akan direstorasi. Laporan kasus ini membahas perawatan yang dilakukan pada dua orang pasien yang mengalami fraktur mahkota pada gigi insisivus maksila dan membutuhkan segera restorasi estetis. Laki-laki berusia 28 dan 19 tahun. Setelah perawatan endodonti dilakukan, bahan polyethylene fiber digunakan sebagai pasak-inti dengan menggunakan semen luting resin untuk mempertahankan struktur gigi tersisa. Komposit resin micro hybrid diaplikasikan sebagai restorasi veneer untuk membentuk restorasi akhir. Sebagai kesimpulan, bahan polyethylene fiber reinforced dapat membuat restorasi estetis dan memperkuat pasak dan inti secara struktural dalam satu kali kunjungan tanpa harus melalui proses laboratorium.
SINDROMA STEVEN JOHNSON AKIBAT CARBAMAZEPIN PADA PENDERITA GANGGUAN KEJIWAAN : STEVEN JOHNSON SYNDROME DUE TO CARBAMAZEPINE IN PSYCHIATRIC PATIENT DISORDER Rahmi Amtha; Harum Sasanti
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 3 (2013): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3588.011 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i3.1774

Abstract

Reaksi hipersensitivitas obat adalah kondisi patologis yang sering terjadi pada manusia dengan insidensi yang meningkat setiap tahunnya. Stevens Johnson Syndrome (SSJ) adalah salah satu istilah penyakit yang disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas tubuh terhadap obat, bakteri, virus, dan bahan kimia. Salah satu obat yang secara luas dilaporkan memicu terjadinya SSJ adalah karbamazepin, obat sintetis yang umumnya digunakan oleh pasien gangguan saraf dan kejiwaan. Dua kasus SSJ karena penggunaan karbamazepin dilaporkan dengan manifestasi klinis yang hampir sama, hanya berbeda dalam derajat keparahan dan patogenesis munculnya manifestasi akibat reaksi hipersensitivitas obat yang dikonsumsi. Perawatan komprehensif bersifat multi-disiplin melibatkan Bagian Kulit Kelamin, Saraf, Penyakit Dalam, Penyakit Mulut dan Ahli Jiwa memberikan kemajuan penyembuhan pada penderita. Menjaga kebersihan mulut, penggunaan obat kumur prednison dan krim topikal acetonid floucinolon untuk bibir memberikan kemajuan pesat penyembuhan intra-oral dari pasien, mendampingi obat sistemik dari disiplin ilmu yang relevan. Sebagai kesimpulan, SSJ dapat disebabkan oleh penggunaan karbamazepin dan menunjukkan manifestasi yang parah. SSJ perlu dikelola secara akurat dengan pendekatan multidisiplin terapi.
METASTATIC PROCESS OF ORAL SQUAMOUS CELL CARCINOMA: PROSES METASTASE SEL KARSINOMA ORAL SKUAMOUS DI RONGGA MULUT Janti Sudiono; Hanny Japarto
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 3 (2013): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3235.739 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i3.1775

Abstract

Squamous cell carcinoma (SCC) is the most common malignant tumour in oral cavity. This cancer arises from oral mucosal epithel and also it often causes high rate of morbidity and mortality. Metastasis is one of the major causes of mortality in patient with cancer. This is because metastasis has often occurred before the primary tumor it self is detected. Lymphogenous metastasis is specific for carcinoma. In the late stage, cancer cells from the lymphatic system may enter blood circulation. In brief, steps of the metastatic process may be outlined as follows: genetic alteration, modulation of extracellular matrix and proteolysis, damage cell adhesion, damage tumour cell migration, and also angiogenesis. The involved process factors are genetic factors such as nm23, p16, Lin-7C; proteolitic enzyme such as MMP-1, MMP-2, MMP-3, MMP-8 MMP-9, MMP-14, MMP-15, MMP-17, cathepsin B, D, and O; adhesion between adhesive proteins for example integrin, laminin, cadherin, maspin. In conclusion, the whole process from genetic alterations until the occurence of independent cell is a complex process that involves interactions among the related factors.
GAMBARAN RADIOGRAFI DENTOMAXILLOFASIAL PADA PENDERITA PIERRE ROBIN SYNDROME: DESCRIPTION OF DENTOMAXILLOFACIAL RADIOGRAPHY ON PIERRE ROBIN SYNDROME PATIENTS Amrin Thahir; Cek Dara Manja
Dentika: Dental Journal Vol. 17 No. 3 (2013): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2134.071 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v17i3.1776

Abstract

Pierre Robin Syndrome adalah kelainan kraniofasial yang ditemui pada bayi sejak lahir. Gambaran klinis sindrom ini yaitu mikrognasia, glosoptosis, celah langit-langit dan kelainan pada beberapa sistem organ seperti telinga, mata dan jantung. Secara radiografi terlihat hipoplasia mandibula, posisi lidah lebih ke posterior, celah bibir bilateral, kelainan sebagian tulang zigoma dan auditory canal external yang tidak sempurna secara bilateral. Umumnya prognosis penderita Pierre Robin Syndrome baik, yang akan berlanjut secara normal sampai mencapai perkembangan yang sempurna. Tujuan makalah ini adalah agar dokter gigi dapat mengetahui gambaran radiografi dentomaxillofacial pada penderita Pierre Robin Syndrome sehingga dapat menegakkan diagnosa dan membuat rencana perawatan yang tepat terhadap pasien. Sebagai kesimpulan, radiografi dentomaxillofacial yaitu radiografi ekstra oral sefalometri lateral dan frontal serta tiga dimensi dapat dilakukan untuk mendukung diagnosa dan menentukan rencana perawatan yang tepat pada penderita Pierre Robin Syndrom.

Filter by Year

2009 2025