cover
Contact Name
anggriawan ntp
Contact Email
anggriawanntp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
peternakansriwijaya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Peternakan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23031093     EISSN : 23031107     DOI : -
Jurnal peternakan sriwijaya is a journal containing a collection of scientific articles, both from the results of research or reviews / literature reviews in the field of animal science.
Arjuna Subject : -
Articles 121 Documents
Reduksi Gas Metan (CH4) dengan Meningkatan Komposisi Konsentrat dalam Pakan Ternak Sapi F. Gustiar; R.A. Suwignyo; Suheryanto .; Munandar .
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.725 KB) | DOI: 10.36706/JPS.3.1.2014.1728

Abstract

Kegiatan peternakan setidaknya menyumbangkan 24,1% dari dari total emisi yang berasal dari sektor pertanian. Emisi yang berasal dari peternakan bersumber dari aktivitas pencernaan dan pengelolaan kotoran berupa gas CH4 (metana) yang dampaknya 21 kali lebih berbahaya dibandingkan dengan CO2. Pemilihan jenis pakan akan sangat mempengaruhi sumbangan gas rumah kaca dari kegiatan peternakan. Pakan ternak ruminansia dapat berupa hijauan (rumput-rumputan) ataupun konsentrat/ ransum. Salah satu caramenurunkan produksi CH4 dalam kegiatan peternakan dengan meningkatkan daya cerna pakan yaitu menambah jumlah konsentrat dalam pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi pakan perbandingan rumput dan konsentrat untuk ternak sapi yang dapat mereduksi gas metana (CH4) dan menganalisis besaran konversi feses ternak sapi menjadi biogas dan metana pada paka tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, perlakuan pakan yang di berikan yaitu A (100 % pakan hijuan), B (80% rumput + 20% Ransum), C (60% rumput + 40% Ransum), D (40% rumput+60% ransum), dan E (20% rumput +80% hijuan). Peubah yang diamati adalah konsentrasi metana dari pernafasan, volume biogas, konsentrasi metana dari biogas. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan ternak sapi dengan komposisi 80% konsentrat dan 20% hijauan (perlakuan E), akan dihasilkan gas metana dari pencernaan paling rendah, dengan pakan tersebut feses ternak akan dihasilkan volume biogas yang paling banyak. Biogas paling sedikit terdapat pada pelakuan 40% konsentrat+60% hijaun (perlakuan D). Feses ternak dengan pakan hijauan (Perlakuan A) saja akan menghasilkan gas metan paling banyak.Kata kunci : Komposisi pakan, konsentrat, metana (CH4), reduksi
Evaluasi Nilai Kecernaan Secara In Vitro Ransum Ternak Sapi Bali yang Disuplementasi dengan Probiotik Bioplus Riswandi .; Muhakka .; M. Lehan
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.205 KB) | DOI: 10.36706/JPS.4.1.2015.2298

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan probiotik bioplusterhadap kecernaan ransum sapi Bali secara in vitro. Penelitian analisa kecernaan ransum denganmenggunakan metode in vitro, analisa bahan kering dan bahan organik dilaksanakan diLaboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Rancanganpenelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4ulangan. Masing-masing perlakuan adalah A0 = Silase + hijauan + 3 kg konsentrat tanpa probiotik(kontrol), A1 = Silase + hijauan + 3 kg konsentrat + bioplus 200 gram, A2 = Silase + hijauan + 3 kgkonsentrat + bioplus 250 gram, A3 = Silase + hijauan + 3 kg konsentrat + bioplus 300 gram.Parameter yang diamati adalah Koefisien Cerna Bahan Kering (KCBK), Koefisien Cerna BahanOrganik (KCBO) dan N-Amonia. Hasil penelitian memperlihatkan perlakuan dengan penambahanprobiotik bioplus tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap Koefisien Cerna Bahan Kering(KCBK), Koefisien Cerna Bahan Organik (KCBO), dan N-Amonia. Hasil penelitian menunjukkanbahwa perlakuan level penambahan probitik A3(300 gram) memiliki nilai kecernaan bahan kering,bahan organic dan NH3 lebih tiinggi dibandingkan perlakuan lain; KCBK 65,51 %, KCBO = 79,,96% ; NH3 = 4,13 mM. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan bahwa pemberianprobiotik bioplus sampai 300 gram belum mampu meningkatkan kecernaan secara in vitro ransumsapi bali, namun ada kecendrungan peningkatan KcBK, KcBO, dan N-NH3 di bandingkan dengankontrol.Kata kunci : Probiotik bioplus, ransum, silase, in vitro
Pengaruh Penambahan Ekstrak Tanin dari Biji Sorgum terhadap Produksi Gas dan Metana secara In Vitro A abrar; A Fariani
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.264 KB) | DOI: 10.36706/JPS.7.1.2018.7082

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas kecernaan, produksi gas dan metana setelah mengalami penambahan tepung biji sorgum dan esktrak tanin dari tepung biji sorgum (TBS) pada pakan ternak sapi secara in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 jenis perlakuan dengan 4 ulangan yaitu P0 = Rumput gajah (kontrol), P1=Rumput gajah + 0,15% TBS,dan P2=Rumput gajah + 0,15% ekstrak tanin dari TBS. Variabel yang diukur dan diamati meliputi kecernaan bahan kering, konsentrasi N-Amonia, VFA, produksi gas kumulatif dan gas metana bruto (CH4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung biji sorgum dan ekstrak tanin dari tepung biji sorgum terhadap kecernaan bahan kering, VFA total, dan produksi gas metan tidak berbeda nyata jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Namun, berbeda nyata terhadap konsentrasi N-Amonia dan produksi gas kumulatif jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan dengan penambahan tepung biji sorgum dan ekstrak taninnya mampu menurunkan produksi gas kumulatif serta mempertahankan kualitas kecernaan namun belum mampu menurunkan emisi metana.Kata kunci : Ekstrak tanin, biji sorgum, produksi gas, metan, in vitro.ABSTRACTThe study aimed to determine the quality of digestibility, gas and methane production after experiencing addition of sorghum seed flour and tannin extract from sorghum seed flour (FFB) in cattle feed in vitro. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 types of treatment with 4 replications, P0 = Elephant grass (control), P1 = Elephant grass + 0.15% TBS, and P2 = Elephant grass + 0.15% tannin extract from FFB. The measured and observed variables included dry matter digestibility, N-Ammonia concentration, VFA, cumulative gas production and gross methane gas (CH4). The results showed that the addition of sorghum seed flour and tannin extract from sorghum seed flour to dry matter digestibility, total VFA, and methane gas production were not significantly different when compared with other treatments. However, it was significantly different from N-Ammonia concentration and cumulative gas production when compared to other treatments. Based on the results of the study it can be concluded that the treatment with the addition of sorghum seed flour and tannin extract is able to reduce cumulative gas production and maintain digestive quality but has not been able to reduce methane emissions.Key words: Beef, black tea, marinade, papaya, pineapple
Kepadatan Spora dan Tingkat Kolonisasi Pueraria phaseoloides (Roxb.) Benth pada Beberapa Tingkat Naungan dan Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskular Asep Indra M. Ali; Yakup .; Sabaruddin .
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.805 KB) | DOI: 10.36706/JPS.1.1.2012.1199

Abstract

Beberapa permasalahan manajemen hijauan di dalam pengintegrasian usaha ternak pada perkebunan kelapa sawit dan karet adalah penurunan cahaya seiring dengan pertumbuhan kanopi tanaman pokok. studi ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat cahaya dan jenis Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) pada kepadatan spora serta tingkat kolonisasi FMA serta mengkaji hubungan antara kepadatan spora dan tingkat kolonisasi dengan kandungan Fosfor, produksi tajuk dan biomasa serta efektifitas  produksi tajuk dan biomasa legum Puero. Perlakuan terdiri dari 4 level naungansebagai petak utama (0%, 25%, 50%, dan 75%) serta  4 jenis FMA sebagai anak petak )indigenous, G. manihotis, indigenous + G. manihotis  dan tanpa inokulasi). Kepadatan spora dipengaruhi oleh tingkat naungan sedangkan tingkat kolonisasi akar dipengaruhi naungan dan inokulasi FMA. Terdapat korelasi positif antara kolonisasi dengan kandungan P, produksi tajuk dan biomasa tanaman, efektifitas produksi tajuk dan efektifitas produksi biomasa.Kata kunci: kepadatan spora, tingkat kolonisasi, Fungi Mikoriza Arbuskular, Pueraria phaseoloides dan Naungan
Pengaruh Rumput Rawa dan Limbah Pertanian sebagai Penyusun Total Mixed Fiber (TMF) terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Protein Kasar secara In Vitro A. Imsya; Riswandi .; M.A. Jakfar; S. Ginting
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.712 KB) | DOI: 10.36706/JPS.6.2.2017.5082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi TMF (Total Mixed Fiber) terhadap kecernaan serat dan protein kasar yang menggunakan bahan baku rumput rawa dan limah pertanian sebagai penyusunnya. Penelitian menggunakan metode rancang acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (rumput gajah 60%), P1 (Kumpai tembaga 40% + jerami padi 20%), P2 (Kumpai tembaga 40% + pelepah sawit 20%), P3 (kumpai tembaga 20% + jerami padi 20% + pelepah sawit 20%), dan P4 (jerami padi 30% + pelepah sawit 30%). Parameter yang diamati adalah kecernaan serat kasar, kecernaan ADF (Acid detergent Fiber) dan protein kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat perlakuan memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan serat kasar, kecernaan ADF, dan kecernaan protein kasar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komposisi TMF yang berasal dari rumput kumpai dan limbah pertanian memiliki kriteria yang baik untuk digunakan sebagai serat pada sapi potong.
Penambahan Metionin dalam Ransum terhadap Kualitas Telur Ayam Arab Silver (Brakel kriel silver) Fase Produksi I D. Octaviani; E. Raudhati; A. Fariani
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.2.2.2013.2011

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan metionin dalam ransum terhadap kualitas telur ayam Arab Silver (Silver Brakel kriel) Fase Produksi I. Dalam penelitian ini digunakan 40 ekor ayam Arab silver umur 32 minggu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (ransum basal + 0,% metionin); P1 (ransum basal + 0,075% metionin); P2 (ransum basal + 0,150% metionin); P3 (ransum basal + 0,225% metionin), P4 (ransum basal + 0,3% metionin). Parameter yang diamati adalah berat telur, persentase putih telur, tinggi albumin, haugh unit, dan tebal kerabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan metionin berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat telur, tinggi albumin, haugh unit, dan tebal kerabang ayam Arab (Brakel kriel silver) fase produksi I. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu penambahan metionin dalam ransum sampai 0,3% atau tptal ransum belum dapat meningkatkan kualitas telur ayam Arab Silver.
Nutritional Value of Fermented Maize Stover as Feed for Ruminant B. Wattanaklang; A. Abrar; A. Cherdthong
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.303 KB) | DOI: 10.36706/JPS.5.1.2016.3919

Abstract

An experiment was undertaken to determine the physical and nutritional properties, in Vitro digestibility of maize stover fermented with different levels of molasses. Maize stover was collected from the field immediately after harvesting the corn, chopped and were preserved in plastic containers under normal condition and were treated, sample fermented without additives (T1), a sample with the addition of water and 5% molasses (T2). After completion of each ensiled period, nutritional properties, in-vitro digestibility and were determined. The result reveals that crude protein (CP), dry matter (DM), ash content of maize stover were increased (P<0.05) while the crude fiber (CF) contents were decreased (P<0.01) after ensiling and the addition of molasses. The highest DM, EE, and CP content was found to be 99.52%, 10.33% and 4.56% in T2 while CF was found highest in T1 32.79%. The OMD(organic matter digestibility) and DMD (dry matter digestibility) contents were decreased by ensiling with molasses. The highest DMD, OMD, N-NH3, total VFA DMD values were observed in treatmentT1 which were 47.71%, 46.78%, 12.50%, 5.42% respectively. Therefore, it can be concluded that the addition of molasses improved and nutritional properties and preservation capacity of maize stover after 21 days of ensilingKeywords: Fermented, Maize stover, Molasses, Nutritional properties, Ruminant
Perlakuan Biologis Dengan Memanfaatkan Fungi Untuk Meningkatkan Kualitas Pakan Ternak Asal Limbah Pertanian. yanuartono - -; Hary - Purnamaningsih; Soedarmanto - Indarjulianto; Alfarisa - Nururrozi; Slamet - Raharjo; Nurman - Haribowo
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 8, No 2 (2019): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.197 KB) | DOI: 10.36706/JPS.8.2.2019.10227

Abstract

Peningkatan kualitas pakan hewan merupakan hal penting dan mendasar dalam pengelolaan peternakan supaya menjadi lebih baik. Sampai sat ini telah diakui bahwa kualitas pakan yang rendah bertanggung jawab terhadap rendahnya penampilan hewan ternak. Bagi sebagian besar peternak, pakan merupakan komponen biaya paling tinggi dalam usaha peternakan. Pakan alternatif dapat diperoleh dari limbah pertanian yang banyak terdapat dalam jumlah besar di seluruh dunia. Faktor utama yang membatasi pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami padi, jerami gandum dan jerami jagung adalah kecernaan, kadar protein dan palatabilitas yang rendah. Namun, nilai gizi dari limbah pertanian dapat ditingkatkan melalui perlakuan biologis sehingga memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi hewan. Perlakuan biologis merupakan pendekatan alternatif dengan memanfaatkan fungi untuk meningkatkan kecernaan limbah pertanian. Penggunaan white rot fungi, brown rot fungi dan soft rot fungi yang memetabolisme lignoselulosa merupakan perlakuan biologis potensial untuk meningkatkan nilai gizi limbah pertanian tersebut. Makalah ini bertujuan untuk membahas peran fungi dalam meningkatkan nilai gizi limbah pertanian seperti jerami padi, jerami gandum dan jerami jagung.
Biodegradasi Lignoselulosa dengan Phanerochaete chrysosporium terhadap Perubahan Nilai Gizi Pelepah Sawit A. Imsya; E.B. Laconi; K.G. Wiryawan; Y. Widyastuti
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.021 KB) | DOI: 10.36706/JPS.3.2.2014.1762

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui interaksi terbaik dari dosis inokulan dan waktuinkubasi biodegradasi pelepah sawit dengan P.chrysosporiumterhadap perubahan nilai gizi pelepahsawit. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial. Perlakuanterdiri dari 2 faktor yaitu dosis inokulan (105cfu/ml, 106cfu/ ml, and 107cfu/ml) dan lama inkubasi(10, 15, dan 20 hari). Tidak terdapat interaksi antara dosis inokulan dan lama inkubasi terhadapkandungan bahan kering, bahan organik, protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan BETNfermentasi pelepah sawit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah interaksi terbaik antara dosisinokulan dan lama fermentasi adalah 105cfu/ml dan 10 hari.Kata kunci : Biodegradasi, nilai gizi, pelepah kelapa sawit, Phanerochaete chrysosporium
Estimasi Output Sapi Potong di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan A.E. Susanti; N. Ngadiyono; Sumadi .
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.511 KB) | DOI: 10.36706/JPS.4.2.2015.2803

Abstract

Penelitian bertujuan untuk membuat estimasi out put ternak sapi potong di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan secara survei di Kecamatan Betung, Talang Kelapa dan Tanjung Lago. Data diambil dengan metode wawancara terhadap 1180 responden. Data yang diambil meliputi komposisi populasi dan pengelolaan reproduksi. Data komposisi populasi dan pengelolaan reproduksi dianalisis dengan rata-rata dan standar deviasi, sedangkan output sapi potong diestimasi dengan teori pemuliabiakan ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi sapi tertinggi adalah bangsa Pesisir 81,15%, efisiensi reproduksi (ER) 98,27%, natural increase 24,39%, net replacement rate jantan 143,26% dan betina 220,15% dan output sapi potong sebesar 24,30% atau 7.267 ekor. Kata kunci:  Estimasi output, Sapi potong, Banyuasin

Page 2 of 13 | Total Record : 121