cover
Contact Name
anggriawan ntp
Contact Email
anggriawanntp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
peternakansriwijaya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Peternakan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23031093     EISSN : 23031107     DOI : -
Jurnal peternakan sriwijaya is a journal containing a collection of scientific articles, both from the results of research or reviews / literature reviews in the field of animal science.
Arjuna Subject : -
Articles 121 Documents
Pengaruh Air Kelapa Terhadap Kualitas Fisik Daging Sapi D Wahyuni; F Yosi; G Muslim
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2018): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.983 KB) | DOI: 10.36706/JPS.7.2.2018.7471

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh air kelapa sebagai bahan rendaman daging terhadap kualitas fisiknya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan. Perlakuan terdiri dari kontrol (P0),  perendaman daging sapi kedalam air kelapa selama 30 menit (P1), perendaman selama 60 menit (P2), dan perendaman selama 90 menit (P3). Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, daya ikat air dan keempukan daging sapi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH, daya ikat air dan keempukan daging sapi yang diberi perlakuan rendaman air kelapa tidak berbeda nyata dengan kontrol. Nilai pH daging berada di kisaran 5,74-5,86, daya ikat air 33,62-46,21% dan keempukan 6,90-9,39 N. Kesimpulannya adalah penggunaan air kelapa sebagai bahan rendaman daging sapi belum mampu mempengaruhi pH, daya ikat dan keempukan. Kata kunci: Air Kelapa, Daging Sapi, Kualitas Fisik The aim of this research was to find out the effect of coconut water to physical quality of beef. The research designed by Completely Randomized Design (CRD) which consisted 4 treatments. The treatments consisted were control (P0), soaked beef in coconut water for 30 minutes (P1), soaked for 60 minutes (P2) and soaked for 90 minutes (P3). The parameter observed in this research were pH, water holding capacity and tenderness. The result of this research showed that pH, water holding capacity and tenderness of soaked beef had not significantly different than control. Beef pH value range were 5.74-5.86, water holding capacity 33.62-46.21% and tenderness 6.90-9.39 N. The conclusion was the usage of coconut water as beef soaking material didn’t affect pH, water holding capacity and tenderness.  Keyword: Coconut Water, Beef, Physical Quality.
Pengembangan Populasi Ternak Ruminansia Berdasarkan Ketersediaan Lahan Hijauan dan Tenaga Kerja di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan A. Fariani; S Susantina; Muhakka .
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.158 KB) | DOI: 10.36706/JPS.3.1.2014.1722

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi dan pembatas pengembangan populasi ternak ruminansia berdasarkan ketersedian lahan hijau dan tenaga kerja di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dari Januari 2007 sampai Mei 2007. Metode perhitungan menggunakan perhitungan kapasitas peningkatan populasi ternak ruminansia (KPPTR).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kapasitas peningkatan populasi ternak ruminansia (KPPTR) di OKU Timur adalah 226.678,74 ST. Prioritas utama wilayah pengembangan peternakan ruminansia secara berurutan adalah Madang Suku I, Semendawai Suku III, Buay Madang Timur, Belitang II, Madang Suku III, Buay Madang, Semendawai Timur, Buay Pemuka Peliung, Belitang, Semendawai Barat, Belitang III, Jayapura, Madang Suku II, Bunga Mayang, Martapura, dan Cempaka. Faktor pembatas utama dalam peningkatan populasi ternak ruminansia adalah sumber daya lahan hijauan yang rendah dan usaha ternak ini masih dikesampingkan. Kata kunci : Ketersediaan lahan hijauan, tenaga kerja, ternak ruminansia
Tingkat Keberhasilan dan Pengaruh Status Sosial Ekonomi Terhadap Adopsi Inovasi Inseminasi Buatan (IB) Pada Usaha Peternakan Kerbau di Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat E jami; E Heriyanto
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.232 KB) | DOI: 10.36706/JPS.7.1.2018.7077

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di daerah Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Tingkat keberhasilan adopsi inovasi Inseminasi Buatan (IB) dan 2) Pengaruh status sosial ekonomi peternak kerbau terhadap  proses adopsi inovasi Inseminasi Buatan (IB) di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode survey dan pendekatan analisa data sekunder. Populasi adalah peternak kerbau yang sudah mengadopsi inovasi Inseminasi Buatan (IB), sampel ditetapkan dengan formula Slovin sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 50 peternak. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif yang dihitung dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan IB pada ternak kerbau di Kabupaten Pariaman dilihat dari Service per Conception (S/C) berada pada kategori baik, dimana nilai S/C adalah 1.67, sedangkan dilihat dari Calving Rate (CvR) tingkat keberhasilan hanya 58%. Status sosial ekonomi peternak seperti Skala Usaha (SU), Pendapatan (Pdptn), Resiko (Rsk), Umur (U), Status dalam Kelompok (SdK), dan Keaktifan (K) mencari informasi kurang mempengaruhi peternak kerbau dalam proses pengambilan keputusan adopsi inovasi Inseminasi Buatan (IB) di Kabupaten Padang Pariaman.Kata kunci : Adopsi inovasi, inseminasi buatan (IB), status sosial ekonomi,  ABSTRACTThis research was conducted in Padang Pariaman District, West Sumatera. The purpose of this study was to determine: 1) The success rate of innovation adoption Artificial Insemination (AI) and 2) Effects of socioeconomic status buffalo breeders to the process of innovation adoption Artificial Insemination (AI) in Padang Pariaman regency. This research uses survey method approach and secondary data analysis approach. The population is a buffalo breeder who has adopted the innovation of Artificial Insemination (AI), the sample is determined with Slovin formula so that the number of samples of 50 breeders is obtained. Data analysis is done by descriptive quantitative calculated by using likert scale. The results showed that the level of success of the IB in buffaloes in Pariaman seen from the Service per Conception (S / C) is in either category, where the value of the S / C is 1.67, while the views of Calving Rate (CvR) a success rate of only 58%. Socio-economic status of farmers like Scale Enterprises (SE), Revenue (R), Risk (Rsk), Age (A), the Status of the group (Sog), and Activeness (A) seeking information less affecting farmers buffalo in the decision process of innovation adoption Artificial Insemination (AI) in Padang Pariaman District. Key words: Adoption innovation, artificial insemination socio-economic status
Kualitas Nutrisi Silase Pucuk Tebu (Saccaharum officinarum) dengan Penambahan Inokulan Effective Microorganisme–4 (EM-4) Sofia Sandi; Asep Indra M. Ali; Nugroho Arianto
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.091 KB) | DOI: 10.36706/JPS.1.1.2012.1005

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas nutrisi silase pucuk tebu dengan penambahan effective microorganisms-4 (EM-4). Pucuk tebu difermentasi dengan menggunakan effective microorganisms-4 (EM-4) selama 30 hari di dalam silo mini. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap, yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri atas T0 = Pucuk tebu tanpa perlakuan (kontrol), T1 = Pucuk Tebu + 4% EM-4 (v/w), T2 = Pucuk Tebu + 6% EM-4 (v/w), T3 = Pucuk Tebu + 8% EM-4 (v/w), T4 = Pucuk Tebu + 10% EM-4 (v/w). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan EM-4 sebanyak 6% adalah yang terbaik, yaitu terjadinya penurunan serat kasar 17,42%, kehilangan bahan kering 2,99% dan kehilangan bahan organik 2,76%. Kata kunci : silase pucuk tebu, effective microorganisms-4 (EM-4), kualitas nutrisi.
Seleksi pada Sapi Aceh Berdasarkan Metode Indeks Seleksi (IS) dan Nilai Pemuliaan (NP) W.P.B Putra; Sumadi .; T. Hartaik; H. Saumar
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.067 KB) | DOI: 10.36706/JPS.4.1.2015.2294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil seleksi pada calon induk (heifer) dan calonpejantan (bull) sapi Aceh menggunakan metode nilai pemuliaan (NP) dan indeks seleksi (IS)terhadap performans berat badan. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini terdiri daridata recording ternak dari tahun 2010 sampai 2014 yang meliputi data silsilah ternak, datakelahiran, dan data berat badan di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) – Hijauan PakanTernak (HPT) Sapi Aceh Indrapuri. Data recording ternak yang diperoleh digunakan untukmengestimasi heritabilitas, korelasi genetik dan korelasi fenotip. Hasil penelitian menunjukkanbahwa heritabilitas berat sapih (BS), berat setahunan (BY) dan berat akhir (BA) termasuk kategoritinggi. Korelasi genetik BS dengan BY dan BS dengan BA termasuk kategori positif sedang.Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat 14 ekor heifer (48%) dan bull (53%) yang memilikiperingkat NPBA dan IS yang sama dari masing-masing 29 dan 26 ekor sapi yang diuji. Metode ISdapat digunakan sebagai salah satu kriteria seleksi ternak yang lebih akurat.Kata kunci : Heritabilitas, indeks seleksi, korelasi genetik, nilai pemuliaan, sapi Aceh
Effect of Maize Stover in Fermented Total Mixed Ration on Nutritive Value and Digestibility Quality in Vitro R. Buddanoi; A. Abrar; C. Wachirapakorn
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.262 KB) | DOI: 10.36706/JPS.6.1.2017.5078

Abstract

The objective of this experiment was to investigate the effect of maize stover used as roughage source in fermented total mixed ration on nutritive value and digestibility quality by in vitro technique. The experimental compared between the feeds non-fermented total mixed ratio (TMR) group and fermented total mixed ratio (FTMR) group by fermentation 21 days, each group were ratio 60:40 and five replications. The results revealed that CF content of FTMR increased from 33.79% to 40.70% significantly different (P<0.05) and DM, CP, EE and ash were not significantly different between treatments (P>0.05). The digestibility quality were dry matter digestibility (%DMD) in FTMR higher than control group significantly different (P<0.05). Moreover total volatile fatty acids (VFAs) in FTMR increased from 15.00 to 39.50 mM higher than control group not significantly different (P>0.05) and N-NH3 concentrations were not significantly different (P>0.05). The gas production was recorded at 0, 6, 12, 18, and 24h of incubation. The cumulative gas production curve both of treatments was remarkable boost from 0h to 6h incubation of FTMR from 57.5 to 37 ml and then incubation time the cumulative gas production both of them were slowly decrease.
Penambahan Lisin terhadap Kualitas Telur Ayam Arab Silver (Brakel kriel-silver) Fase Produksi I D.P. Sari; E. Raudhati; A. Imsya
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.2.1.2013.2007

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan lisin terhadap kualitas telur ayam arab fase produksi I. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri atas P0 (100% pakan basal), P1 (100% pakan basal + 0,01% lisin), P2 (100% pakan basal + 0,015% lisin), P3 (100% pakan basal + 0,02% lisin), P4 (100% pakan basal +0,025% lisin). Parameter yang diamati adalah berat telur, persentase kuning telur, haugh unit, warna kuning telur, dan tebal kerabang. Data diolah dengan analisis keragaman dan dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lisin berpengaruh tidak nyata terhadap berat telur, persentase kuning telur, haugh unit, warna kuning telur, dan tebal kerabang ayam arab fase produksi I. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penambahan lisin hingga taraf 0,025% tidak mempengaruhi kualitas telur ayam arab fase produksi I.
Level Tepung Kulit Ubi Kayu Fermentasi dalam Ransum terhadap Performa Produksi Puyuh Umur 1 - 8 minggu R. Palupi; E. Sahara; Purwoto .
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.744 KB) | DOI: 10.36706/JPS.5.1.2016.3915

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh level penggunaan tepung kulit kayufermentasi dalam ransum puyuh terhadap performa pertumbuhan ternak puyuh sampai umur 8minggu. Materi penelitian menggunakan 100 ekor burung puyuh betina jenis Coturnix-coturnixjaponica umur 14 hari (2 minggu). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)yang terdiri 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan merupakan level penggunaan tepung kulitubi kayu fermentasi dengan level 0% (R0), 10% (R1), 20% (R2), dan 30% (R3) dalam ransum.Peubah yang diamati pada penelitian ini adalah konsumsi ransum, konsumsi protein, konsumsilemak, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Data dianalisis menggunakan analisisragam, jika terdapat perbedaan yang nyata pada perlakuan terhadap peubah yang diamati, makadilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menyimpulkan bahwapenggunaan tepung kulit ubi kayu fermentasi sampai level 10% mampu meningkatkan performapertumbuhan puyuh umur 1 – 8 minggu.Kata kunci : Performa, Pertumbuhan, Puyuh, Tepung kulit ubi kayu fermentasi.
Dampak Pemberian Minyak Atsiri Bawang Putih terhadap Histologi Illeum Itik Cihateup Fase Pertumbuhan yang Dipelihara Sacara Ekstensif Andi Mushawwir; Nono Suwarno; An An Yulianti; Ronnie Permana
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 8, No 2 (2019): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.607 KB) | DOI: 10.36706/JPS.8.2.2019.10115

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan selama sebulan dengan menggunakan delapan puluh ekor itik Cihateup berumur tiga bulan berjenis kelamin betina telah digunakan untuk mengkaji dampak penggunaan minyak atsiri terhadap kondisi histologik illeum. Pemisahan minyak atsiri dilakukan dengan menggunakan teknik destilasi. Setiap kelompok percobaan terdiri dari 20 ekor itik, masing-masing diberi perlakuan L0=tanpa minyak atsiri; L1= Pemberian minyak atsiri 150 mL/ekor; L2 = Pemberian minyak atsiri 175 mL/ekor; L3= Pemberian minyak atsiri 175 mL/ekor. Pengambilan sampel jaringan dilakukan pada akhir penelitian dengan menggunakan laturan fiksatif dan pembuatan preparat jaringan dilakukan dengan teknik Mallory-Asan dan dianalisis menggunakan mikroskop binokuler. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri mempengaruhi (P<0,05) morfometrik illeum (villi, plak peyeri dan sel goblet) dan semakin meningkat dengan meningkatnya pertambahan level minyak atsiri. Disimpulkan bahwa minyak atsiri mampu menstimulan anabolisme protein dan lipid, juga signal hormonal terkait dengan pertumbuhan jaringan illeum.
Penggunaan Tepung Limbah Udang Olahan dalam Ransum terhadap Performa Ayam Ras Petelur Fase Produksi I D. Sartika; R. Palupi; A. Fariani
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.2.1.2013.2006

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa ayam ras petelur fase produksi I yang diberi tepung limbah udang olahan (TLUO). Penelitian ini menggunakan 40 ekor ayam ras petelur tipe medium strain Lohmann umur 5 bulan yang diproduksi oleh PT. Comfeed Multi Breeder. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Ransum perlakuan yang digunakan adalah ransum tanpa penggunaan TLUO (R0); penggunaan TLUO 6,6% (R1); penggunaan TLUO 13% (R2); dan penggunaan TLUO 20% (R3) dalam ransum. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, berat telur, produksi telur, dan konversi ransum. Data diolah dengan analisis keragaman dan dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung limbah udang olahan dalam ransum ayam ras petelur strain Lohmann fase produksi I berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, berat telur, produksi telur, dan konversi ransum.

Page 3 of 13 | Total Record : 121