cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
IDENTIFIKASI MAKROSKOPIK JAMUR YANG TERDAPAT PADA ULKUS DIABETIKUM DERAJAT III DAN IV WAGNER ., Devi Lufhiani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.024 KB)

Abstract

Latar belakang. Penyakit infeksi merupakan penyebab kesakitan dan kematian yang tinggi diseluruh dunia, khususnya dinegara berkembang seperti Indonesia. Diantaranya infeksi jamur pada pasien Ulkus Kaki Diabetikum (UKD) merupakan jamur patogen, yang dapat menyebabkan kulit kaki menjadi kering, retak, kematian jaringan saraf pada kaki, hingga infeksi tulang kaki. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jamur patogen berdasarkan ciri-ciri makroskopik. Metode. Uji yang dilakukan yaitu uji makroskopik menggunakan media Potato Dextrose Agar (PDA) kemudian disebarkan isolat ulkus dan diinkubasi selama 5 hari pada suhu 37oC. Hasil. Uji makroskopik menunjukan terdapat tumbuh jamur berbentuk koloni bulat elips, berwarna putih dan permukaannya seperti bludru. Kesimpulan. Berdasarkan ciri-ciri makroskopik bahwa jamur yang teridentifikasi yaitu Penicillium sp. yang terdapat pada ulkus diabetikum derajat III dan IV Wagner. Kata Kunci : Identifikasi Makroskopik, Jamur , Ulkus, Penicillium sp.
Uji Efektivitas Penyembuhan Luka Sayat Ekstrak Rimpang Jeringau Merah (Acorus sp.) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar ., Vera Eufrasia
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.345 KB)

Abstract

Latar Belakang. Ekstrak etanol rimpang jeringau merah mengandung flavonoid dan saponin yangdipercaya dapat membantu dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol rimpang jeringau merah terhadap proses penyembuhanluka dan mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak dalam sediaan terhadap prosespenyembuhan luka. Metode. Hewan percobaan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok negatifyang tidak diberikan perlakuan, kelompok positif yang diberikan salep povidon iodin, kelompok F5(konsentrasi ekstrak 5%), kelompok F10 (konsentrasi ekstrak 10%), kelompok F15 (Konsentrasiekstrak 15%) yang diberikan ekstrak yang telah dibuat salep secara topikal. Pengamatan dilakukandengan program Macbiophotonic Image J dengan cara mengukur panjang luka dari hari ke-1 sampaihari ke-9. Analisis data menggunakan One Way Anova dan Post Hoc Test. Hasil. Analisis statistikmenunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara kelompok negatif dengan kelompokpositif, F5, F10 dan F15. Berdasarkan hasil perhitungan total AUC, kelompok F15 dalam salepmemberikan hasil peyembuhan luka secara keseluruhan paling besar yaitu sebesar 326,45 %dibanding kelompok F10 yaitu sebesar 318,17 % dan kelompok F5 yaitu sebesar 301,37 % jugakelompok positif yaitu 291,79 %.Kesimpulan. Ekstrak etanol rimpang jeringau merah (Acorus sp.)menunjukkan adanya aktivitas untuk mempercepat penyembuhan luka dan semakin tinggikonsentrasi ekstrak maka semakin cepat pula proses penyembuhan luka terjadi.Kata Kunci : Ekstrak etanol, rimpang jeringau merah, luka sayat, flavonoid, saponin.
PROFIL DOSIS ANTIHIPERTENSI DALAM MENCEGAH HIPERTENSI INTRADIALITIK PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSI YARSI PONTIANAK ., Dwi Handayani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.983 KB)

Abstract

Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis berisiko untukterjadinya hipertensi intradialitik. Untuk mencegah terjadinya hipertensiintradialitik diperlukan antihipertensi. Beberapa antihipertensi memiliki sifatmudah terdialisis pada saat proses hemodialisis, sehingga diperlukan penyesuaiandosis antihipertensi. Metode penelitian ini merupakan metode observasionaldengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifatdeskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatanrekam medis pasien rawat jalan di RSI Yarsi selama periode Januari-Desember2017. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 30% pasien gagal ginjalkronik yang menjalani hemodialysis mengalami hipertensi intradialitik. Kasushipertensi intradialitik paling banyak terjadi pada pasien yang menggunakanantihipertensi golongan CCB (Calcium Channel Blocker) dengan dosis 2 kalidosis awal yaitu sebanyak 13,33%. Kesimpulan dari penelitian ini adalahpenggunaan antihipertensi golongan CCB mungkin beresiko untuk terjadinyahipertensi intradialitik. Kata kunci: Gagal ginjal kronik, hemodialisis, hipertensi intradialitik
Monitoring Efek Samping Antibiotika yang Merugikan pada Pasien Anak di Puskesmas Kecamatan Pontianak Utara Periode November-Desember 2018 ., Risma Emilia Mayang Utami
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.314 KB)

Abstract

Antibiotika merupakan obat yang paling banyak dilaporkan menyebabkankejadian efek samping yang merugikan. Efek samping penggunaan antibiotika inirentan terjadi pada anak-anak dan dikhawatirkan dapat menyebabkan kegagalanterapi pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kejadian efek sampingpenggunaan antibiotika yang merugikan pada pasien anak di Puskesmas KecamatanPontianak Utara yang berobat pada bulan November-Desember 2018. Penelitian iniadalah penelitian observasional yang bersifat deskriptif. Data pasien dikumpulkanmelalui wawancara orang tua pasien anak yang memperoleh antibiotika dan datapengobatan diperoleh dari lembar resep. Selama penelitian diperoleh 82 subyekpenelitian yang telah memenuhi kriteria inklusi melalui teknik purposive sampling.Hasil wawancara menunjukkan 74 pasien (90,24%) tidak mengalami kejadian efeksamping dan 8 pasien (9,76%) mengeluhkan adanya efek samping. Efek sampingmerugikan yang terjadi diantaranya gangguan pencernaan berupa nyeri perut, mual dan muntah (3,64%), sakit kepala (2,43%), demam (1,21%) kemerahan pada kulit(1,21%) serta pembengkakan wajah (1,21%). Antibiotika yang dilaporkanmenimbulkan efek samping adalah amoksisilin, eritromisin, kloramfenikol dansefiksim. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu masih adanya kejadian efek sampingsetelah penggunaan antibiotika pada pasien anak.Kata kunci : Antibiotika, Anak, Efek Samping
POTENSI AMILUM LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) SEBAGAI BAHAN PENHANCUR PADA FORMULASI TABLET PARASETAMOL ., Era Kurnializa
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 1, No 1 (2014): Naskah Publikasi Mahasiswa Farmasi Untan
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.055 KB)

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) termasuk famili Palmae. Kelapa sawit ketika berumur lebih dari 25 tahun sudah tidak produktif lagi, namun masih mengandung amilum. Berdasarkan penelitian sebelumnya batang kelapa sawit mengandung amilum sebesar 19,49% yang diduga berpotensi sebagai bahan penghancur tablet karena mengandung amilosa sebesar 28,76%, sehingga dapat meningkatkan manfaat dari limbah batang kelapa sawit. Metode pembuatan tablet parasetamol yang paling cocok adalah metode granulasi basah. Parasetamol mempunyai dosis yang besar, untuk itu diperlukan bahan tambahan tablet yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi amilum batang kelapa sawit sebagai bahan penghancur ditinjau dari sifat fisik tablet yang dihasilkan yaitu keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kerapuhan, kekerasan, waktu hancur dan disolusi. Formula yang digunakan yaitu amilum batang kelapa sawit dengan konsentrasi 5, 10, dan 15% sedangkan formula pembanding menggunakan amprotab dengan konsentrasi 15%. Semua formula yang dihasilkan memenuhi persyaratan tablet yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa p>0,05 berarti formula tablet dengan amilum batang kelapa sawit sebagai penghancur sama dengan amprotab, kecuali pada uji disolusi. Amilum batang kelapa sawit dapat digunakan sebagai bahan penghancur dengan konsentrasi 15% yang paling baik.Kata kunci : Amilum Batang Kelapa Sawit
EVALUASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PERKAWINAN TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) SECARA KUALITATIF ., Frengki Frianto
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.305 KB)

Abstract

Tikus putih (Rattus norvegicus) banyak digunakan sebagai hewan percobaan pada berbagai penelitian.Kondisi kandang tikus yang tidak sesuai dengan yang seharusnya akan berdampak tidak baik terhadap tikus.Tujuan dari penellitian ini adalah untuk melihat pengaruh lingkungan terhadap jumlah perkawinan tikus.Tikusputih yang digunakan adalah tikus dengan galur Sprague Dawley dengan umur 2-3 bulan. Hewan ujidiaklimatisasi sesuai dengan pembagian kelompok uji selama 1 minggu. Hewan uji yang masuk dalamkelompok 1 (K1) diletakkan pada lingkungan dengan kondisi sirkulasi udara yang tidak lancar, cahaya yangkurang, suhu ruang yang tinggi dan kotor. Kelompok 2 (K2) diletakkan pada lingkungan dengan kondisisirkulasi udara yang lancar, cahaya yang cukup, suhu ruang yang baik dan bersih. Tikus betina disatukandengan tikus jantan dengan perbandingan 5:2 selama 5 hari. Tikus yang dikawinkan menunjukkan adanyatingkah laku sebelum tikus kawin yaitu berupa tikus jantan mengendus vagina dan menunggangi tikus betina.Hasil pemeriksaan apusan vagina menunjukkan bahwa tikus pada Kelompok 1 tidak ditemukan adanya benangsperma dan tikus pada Kelompok 2 menunjukkan adanya benang sperma. Berdasarkan hasil pengamatan,lingkungan dengan sirkulasi udara yang lancar, cahaya yang cukup, suhu ruang yang baik dan bersih membuathewan uji lebih nyaman untuk melakukan perkawinan dibanding dengan lingkungan dengan sirkulasi udarayang tidak lancar, cahaya yang kurang, suhu ruang yang tinggi dan kotor.Kata Kunci: Tikus, Kawin, Lingkungan
EVALUASI KEBERADAAN TENAGA KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA PONTIANAK ., Krianus Aspian
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.325 KB)

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) Nomor 74Tahun 2016 Pasal 4 (empat) mewajibkan adanya tenaga kefarmasian meliputi Apotekerdan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas untukmelaksanakan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian di Puskesmas meliputipengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai (BMHP) serta pelayananfarmasi klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah tenaga kefarmasian diPuskesmas wilayah Kota Pontianak. Penelitian ini bersifat non eksperimental denganrancangan penelitian cross-sectional. Metode penelitian berupa survei deskriptif.Pengumpulan data dilakukan secara prospektif melalui lembar kuesioner berisi butirpertanyaan yang sudah divalidasi. Lokasi penelitian adalah seluruh Puskesmas diwilayah Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 22 Puskesmas yangbersedia menjadi tempat pengumpulan data. Total tenaga kefarmasian yang terlibatsebanyak 6 Apoteker, 13 Tenaga Teknis Kefarmasian dan 3 Asisten TenagaKefarmasian. Hanya 6 dari 22 Puskesmas yang memiliki Apoteker, 16 lainnya belum. Ada 1 Puskesmas memiliki 2 Apoteker sehingga total Apoteker di Puskesmas wilayahKota Pontianak sebanyak 7 orang. Kesimpulan penelitian ini adalah belum semuaPuskesmas di wilayah Kota Pontianak memiliki Apoteker. Diharapkan ke depannyasetiap Puskesmas di Kota Pontianak bisa memiliki setidaknya 1 tenaga Apoteker.Kata kunci :Tenaga Kefarmasian, Apoteker, Puskesmas, Pontianak
PENETAPAN KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID FRAKSI N-HEKSAN DAN FRAKSI DIKLOROMETANA DARI EKSTRAK ETANOL RIMPANG ACORUS SP. ., Shari Dilvia Rafa
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.588 KB)

Abstract

Tumbuhan rimpang jeringau merah Acorus sp. dapat diterapkan untuk mengobatibeberapa gangguan kesehatan pada tubuh manusia yang disebabkan oleh radikal bebas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penetapan kadar fenolik total dan flavonoid total.Penentuan, penetapan kadar fenolik total dan flavonoid total tersebut menggunakan fraksi nheksandan fraksi diklorometana ekstrak etanol rimpang jeringau merah Acorus sp. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan dan fraksi diklorometana ekstrak etanol rimpangjeringau merah Acorus sp. memiliki nilai kadar fenolik total sebesar 116,693 ± 3,807; 121,192 ±1,146 mg ekuivalen asam galat per gram fraksi dan nilai kadar flavonoid total sebesar 21,003 ±0,248; 22,175 ± 0,137 mg ekuivalen kuersetin per gram fraksi.
Identifikasi Bakteri Clostridium Butyricum Yang Berasal Dari Ulkus Diabetikum Derajat III Dan IV Wagner ., Putri Ari Cahyani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.87 KB)

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Diabetes melitus umumnya diikuti dengan komplikasi,salah satunya terjadinya infeksi superfisial pada kulit penderita yang disebut ulkus. Abses berupa kantong berisi nanah sering menyerang pada penderita ulkus kaki diabetik dan penyebabnya adalah bakteri anaerob. Antibiotik banyak digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Clostridium butyricum yang terdapat pada ulkus kaki diabetikum. Sampel yang digunakan ialah spesimen swab UKD derajat III dan IV Wagner. Identifikasi bakteri dilakukan dengan uji biokimia dan uji pewarnaan Gram. Hasil menunjukkan terdapat bakteri Clostridium butyricum pada ulkus kaki diabetikum.
PROFIL PUSKESMAS YANG MELAKUKAN PENGADAAN OBAT BERDASARKAN KATALOG ELEKTRONIK (E-CATALOGUE) DI KABUPATEN BENGKAYANG TAHUN 2017 ., Chlodia Cahyani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.059 KB)

Abstract

Katalog Elektronik merupakan sistem informasi elektronik yang memuatdaftar, jenis, spesifikasi teknis, dan harga barang tertentu dari berbagai PenyediaBarang/Jasa Pemerintah. Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang mulaimelakukan sistem pengadaan obat berdasarkan Katalog Elektronik pada tahun2016, sementara peraturan PERMENKES RI tentang pengadaan obat berdasarkanKatalog Elektronik telah terbit sejak tahun 2013. Berkaitan dengan hal tersebutperlu dilakukan penelitian tentang profil Puskesmas yang melakukan pengadaanobat berdasarkan Katalog Elektronik di Kabupaten Bengkayang. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui bagaimana profil Puskesmas yang melakukanpengadaan obat berdasarkan katalog elektronik di Kabupaten Bengkayang padatahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental berupawawancara mendalam dengan informan yaitu 3 petugas pengelola obat diPuskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa profil Puskesmas yang melakukan pengadaan obatberdasarkan Katalog Elektronik sudah berjalan dengan baik dengan persentasesebesar 100%. Kata kunci: Katalog Elektronik, Profil, Pengadaan, Puskesmas