cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
ANALISIS SENYAWA PADA EKSTRAK ETANOL DAUN ALAMANDA (Allamanda cathartica) sebagai Antifertilitas ., Brenda Gunawan
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.14 KB)

Abstract

Alamanda secara empiris digunakan oleh masyarakat Nigeria sebagai pencegahkehamilan. Sedangkan di Indonesia sendiri, alamanda digunakan secara empiris untukpengobatan berbagai penyakit seperti obat penangkal keracunan, mencegah muntah danpencuci perut. Alamanda banyak tumbuh di daerah iklim tropis dan tumbuh di sebagian besarlingkungan dengan laju pertumbuhan yang cukup cepat. Senyawa plumieride memilikiaktivitas antispermatogenik pada tikus jantan. Sedangkan, senyawa β-sitosterol dapat berikatanlebih mudah pada reseptor progesteron dibandingkan hormon progesteron dan chaksine sehingga dapat digunakan pada pria maupun wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikandungan fitokimia dari ekstrak etanol daun alamanda yang memiliki aktivitas antifertilitas.Ekstraksi daun alamanda menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kemudian diuji kandunganfitokimia dengan metode tabung dan kromatografi lapis tipis. Hasil dari uji skrining fitokimiamenunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenol dan steroid. Selainitu, ditemukan senyawa Plumieride dengan nilai Rf 0.52 yang diduga memiliki aktivitasantifertilitas. Kesimpulan yang didapatkan adalah ekstrak etanol daun alamanda memilikiaktivitas antifertilitas yang dapat dikembangkan menjadi alternatif obat kontrasepsi sintetik.Kata Kunci : Daun Alamanda, β-sitosterol, Plumieride, Antifertilitas
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM PADA PEDIATRI PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK ., Nurhalimah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.588 KB)

Abstract

Prevalensi kejadian infeksi saluran kemih (ISK) di Indonesia cukuptinggi pada pediatri. Kondisi ini menjadi perhatian bagi klinisi terutama farmasisdalam menangani pengobatan ISK pada pediatri. Pengobatan ISK pada pediatrimenggunakan terapi antibiotik seperti seftriakson dan sefotaksim. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui penggunaan rata-rata dosis penggunaan, lama pemakaian dan frekuensi penggunaan antibiotik/hari; serta membandingkan efektivitas antara seftriakson dan sefotaksim berdasarkan penurunan jumlahleukosit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancanganstudi potong lintang, dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling,analisis statistik dilakukan untuk mengetahui perbandingan penggunaanseftriakson dan sefotaksim terhadap penurunan jumlah leukosit, dilakukan denganSPSS menggunakan Independent Simple T-test. Berdasarkan rata-rata pemakaiandosis pada seftriakson 1.127,75 mg dan sefotaksim 1.330,5 mg. Rata-rata lamapemakaian seftriakson 3,35 hari dan sefotaksim 5 hari. Rata-rata frekuensipenggunaan antibiotik seftriakson 1,35 kali dan sefotaksim 2,5 kali. Hasil analisisstatistik menunjukkan bahwa seftriakson lebih efektif dibandingkan dengansefotaksim (p<0,05) dalam menurunkan leukosit pada pediatri. Kesimpulan daripenelitian ini adalah penggunaan seftriakson lebih efektif dalam penyembuhanISK pada pediatri dibandingkan dengan sefotaksim.Kata kunci: ISK, Seftriakson, Sefotaksim, Leukosit, Efektivitas
EFEKTIVITAS ANALGETIK NANOPARTIKEL KITOSAN-EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus mucculus) ., Juliferd Gredi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2164.44 KB)

Abstract

Daun pepaya telah terbukti memiiki khasiat sebagai analgetik. Efek analgetik disebabkan oleh kandungan flavonoid didalam daun pepaya. Untuk meningkatkan efektivitas analgetik daun pepaya dilakukan formulasi menjadi sediaan nanopartikel. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat dan mengkarakterisasi nanopartikel dari ekstrak etanol daun pepaya untuk kemudian diuji efektivitas analgetiknya. Penelitian ini menggunakan polimer kitosan dan NaTPP untuk membentuk nanopartikel melalui metode gelasi ionik dan diuji aktivitas analgetik menggunakan metode writhing test untuk kemudian diuji secara statistik. Formula optimal nanopartikel yang dihasilkan adalah pada konsentrasi kitosan 0,2%, Na-TPP 0,1% dan ekstrak 4% dengan perbandingan 6:1:1. Nanopartikel yang terbentuk memiliki ukuran 255,4 nm dengan indeks polidispers sebesar 0,7, zeta potensial sebesar +11,1mV, efisiensi penjerapan sebesar 87% dan bentuk morfologi bulat (sferis). Efektivitas analgetik dilakukan dengan perbandingan aktivitas analgetik antara kelompok ekstrak etanol daun pepaya dan kelompok nanopartikel kitosan-ekstrak etanol daun pepaya secara statistik menggunakan uji Independent T-test. Hasil pengujian secara statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (p< 0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah sediaan nanopartikel kitosan-ekstrak etanol daun pepaya lebih efektif sebagai analgetik dibandingkan dengan ekstrak etanol daun pepaya.
ANALISIS KELENGKAPAN ADMINISTRASI ADMINISTRASI RESEP PASIEN INSTALASI GAWAT DARURAT DI RSUD dr.ACHMAD DIPONEGORO PUTUSSIBAU TAHUN 2014 ., Rudiansyah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.082 KB)

Abstract

Setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan dari fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat mewujudkan derajat kesehatan setinggi-tingginya. Kesalahan pengobatan kemungkinan terjadi dalam proses pelayanan, sedangkan proses pengobatan berarti menjamin kualitas obat dan proses penggunaan obat untuk mancapai pengobatan maksimum dan terhindar dari efek sampingnya. Penanganan kasus gawat darurat selain harus dilaksanakan secara cepat tapi juga harus tepat. Untuk mengantisipasi kesalahan pengobatan pada pasien Instalasi Gawat Darurat, dapat dilakukan salah satunya dengan melakukan skrining resep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan administrasi resep pasien Instalasi Gawat Darurat di RSUD dr. Achmad diponegoro Putussibau. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional (potong lintang) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan cara pengumpulan lembar resep pasien Instalasi Gawat Darurat RSUD Putussibau mulai bulan Januari-Desember tahun 2014. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat administrasi resep yang tidak lengkap meliputi berat badan sebesar 100%, paraf dokter sebesar 58%, alamat pasien sebesar 34%, tanggal resep sebesar 14%, jenis kelamin pasien sebesar 100% dan tanda R/ sebesar 1%. Dari data tersebut dapat disimpulkan resep pasien Instalasi Gawat Darurat di RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau tidak ditemukan yang memenuhi administrasi resep.
Studi Penggunaan Antiretroviral pada Penderita HIV/AIDS di Klinik CST Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong Pontianak Periode Januari-Desember 2017 ., Fransiska Linda
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.351 KB)

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrom (AIDS) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV).HIV/AIDS sampai saat ini belum bisa disembuhkan, namun replikasi virus dapatdihambat menggunakan obat antiretroviral (ARV). Penelitian ini bertujuan untukmengetahui persentase penggunaan antiretroviral pada penderita HIV/AIDS diKlinik CST RSJD Sungai Bangkong Pontianak. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang. Pengumpulan datamenggunakan data secara retrospektif melalui rekam medis penderita HIV/AIDSyang mendapat terapi Antiretroviral (ARV). Sampel yang diperoleh yaitu 40pasien. Hasil ditampilkan dalam bentuk tabel serta penjelasan deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan 60% pasien mendapatkan kombinasi 3TC-AZT-NVP,37,5% mendapatkan kombinasi 3TC-AZT-EFV, 2,5% mendapatkan kombinasi3TC-TDF-EFV. Kesimpulan penelitian ini adalah semua pasien mendapatkanterapi antiretroviral lini pertama yaitu kombinasi dari 2 NRTI+1 NRTI.Kata kunci: HIV/AIDS, Antiretroviral.
PENENTUAN NILAI FICI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KARAS (Aquilaria malaccensis) DAN AMOKSISILIN TERHADAP BAKTERI Escherichia coli ., Nobelia Elok Valentine
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.949 KB)

Abstract

Mikroba penyebab infeksi salah satu contohnya adalah Escherichia coli.Escherichia coli menyebabkan gastroenteritis, menghasilkan penyakit di salurancerna. Penggunaan obat antimikroba seperti Amoksisilin paling banyak digunakandi Indonesia, namun telah mengalami resistensi. Escherichia coli resisten terhadapamoksisilin sebesar (75%). Resistensi dapat diatasi dengan pengombinasiandengan daun Karas (Aquilaria malaccensis Lam.) yang mempunyai aktivitasantibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai Fractional InhibitoryConcentration Index (FICI) dari kombinasi ekstrak etanol daun karas (Aquilariamalaccensis Lam.) dengan antibiotik amoksisilin pada bakteri uji Gram negatifyaitu Escherichia coli menggunakan metode difusi Kirby Bauer. Sebelum itu, kitaharus mengetahui nilai MIC dari ekstrak etanol daun karas (Aquilaria malaccensisLam.) dan antibiotik amoksisilin masing-masing terhadap bakteri Escherichiacoli. Uji yang dilakukan meliputi sterilisasi alat, pembuatan media, pembuataninokulum bakteri, pembuatan larutan seri konsentrasi, penentuan nilai MinimumInhibitory Concentration (MIC). Hasil MIC ekstrak etanol daun karas (Aquilariamalaccensis Lam.) terhadap bakteri Escherichia coli adalah 0,5 mg/ml. Hasil MICamoksisilin terhadap Escherichia coli adalah 0,0156 mg/ml. Kedua hasil MIC inidiukur berdasarkan diameter zona hambat dan diukur dengan menggunakanjangka sorong.Kata kunci : antibakteri, daun karas, amoksisilin, MIC
OPTIMASI SUHU DESAIN PRIMER GEN CAT (Chloramphenicol Acetyl Transferasse) RESISTENSI BAKTERI Clostridium botulinum ., Veny Karlina
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.7 KB)

Abstract

Clostridium botulinum, bakteri penghasil neurotoksin yang dapatmenyebabkan kondisi lumpuh yang berpotensi fatal pada manusia. Clostridiumbotulinum memiliki kerentanan resistensi menengah terhadap kloramfenikol.Penyebab resistensi terhadap kloramfenikol diperantarai oleh plasmid yangmengandung gen Chloramphenicol Acetyltransferase (CAT). Tujuan penelitianini yaitu mengoptimasi suhu untuk mendapatkan primer dengan kriteria yangterbaik dari gen CAT bakteri Clostridium botulinum serta mengetahui susunannukleotida dari hasil perancangan primer sekuen nukleotida gen CAT bakteriClostridium botulinum. Optimasi suhu dilakukan dengan pengaturan suhu yangdilakukan pada rentang 52ËšC, 55ËšC, 58ËšC, 57ËšC, 60ËšC, dan 63ËšC melalui programPrimer3Plus. Hasil optimasi suhu terbaik yang didapat adalah pada suhu 60ËšCyang memperlihatkan 1 kandidat primer dengan kriteria primer terbaik. Ukuranpanjang basa yang dimiliki 22 dengan urutan primer forwardGCATGACTCTCTACAGCCATCA dan primer reverse TTGATCCTCAGCTATTGTAGGG dengan ukuran 22 panjang basa. Primer yangdidapat menunjukkan bahwa kandidat primer yang didapat bisa digunakan sebagaiprimer untuk mendeteksi resistensi antibiotik kloramfenikol dengan menggunakanPCR. Keyword: Optimasi suhu, desain primer, gen CAT, Clostridium botulinum.
Uji Aktivitas Antibakteri Bakteriosin dari Lactobacillus brevis, Lactobacillus casei dan Lactobacillus plantarum Terhadap Bakteri Patogen Gram Negatif ., Narimo
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.027 KB)

Abstract

Bakteriosin merupakan produk metabolit sekunder dari bakteri asam laktat (BAL)yang bersifat antimikroba sehingga berpotensi sebagai bahan pengawet alami. Isolat BALyang digunakan pada penelitian ini adalah lactobacillus brevis, lactobacillus casei danlactobacillus plantarum. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteribakteriosin yang dihasilkan oleh massing-masing isolat BAL meliputi pengaruh variasi pHdan pemanasan terhadap proteus mirabillis ,salmonella thypi dan pseudomonas aeruginosa.Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Ujikonfirmasi menggunakan enzim proteolitik bertujuan untuk mengetahui zona hambat yangdihasilkan oleh bakteriosin dari L.Brevis,L.Casei dan L. Plantarum terhadap Proteousmirabillis masing-masing adalah 15,70 mm;16.40 mm dan 14.5 mm ,terhadap Salmonellathypi adalah 13,36 mm; 14,10 mm dan12,53 mm dan terhadap Pseudomonas aeruginosamasing-masing adalah 11,36 mm;14,50 mm dan 12,45mm Aktivitas bakteriosin berkurangdengan penambahan tripsin dan katalase,bakteriosin aktif pada rentang pH 2-10 danpemenasan 40-121C. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa penambahan tripsin dankatalase serta variasi pH dan pemanasan berpengaruh secara signifikan (P<0,05) terhadapaktivitas antibakteri yang dihasilkan oleh bakteriosin dari L.Brevis,L.Casei dan L. Plantarum.
UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA KRIM KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) KONSENTRASI 10% PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR METODE DRESSING NON-DEBRIDEMENT ., Ridho Bayu Saputra
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.648 KB)

Abstract

Luka merupakan kerusakan fisik akibat dari terbukanya atau hancurnya kulit yangmenyebabkan ketidakseimbangan fungsi dan anatomi kulit normal. Daun sirih hijau dan minyakcengkeh merupakan bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat pada luka.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa krim kombinasi ekstrak daun sirih hijau (Piperbetle L.) dan minyak cengkeh (Syzgium aromaticum L.) konsentrasi 10% memiliki efektivitasterhadap penyembuhan luka tikus stadium II metode dressing non-debridement pada tikus. Krimdiformulasikan dalam tipe M/A dengan tiga variasi perbandingan, yaitu F1(25-75), F2(50-50)dan F3(75-25). Krim dioleskan pada luka tikus dan dikuantifikasi luas area luka denganmenggunakan program Macbiophotonic Image J untuk memperoleh nilai Area Under Curve(AUC) berdasarkan % daya penyembuhan luka dan dianalisis statistik menggunakan SPSS22.Hasil rata-rata nilai AUC F1 (1033,79% x hari), F2 (844,68% x hari) dan F3 (855,11% x hari).Krim kombinasi F1 memiliki potensi penyembuhan luka stadium II metode dressing nondebridementyang lebih baik dibandingkan dengan F2 dan F3. Hasil penelitian baik basis krimmaupun krim F1, F2 dan F3 memenuhi syarat organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat.Kata Kunci: Penyembuhan Luka, Piper betle L., Syzygium aromaticum L., Dressing, Nondebridement
OPTIMASI KONSENTRASI BASIS HPMC PADA FORMULA PATCH EKSTRAK ETANOL BIJI PINANG (Areca catechu L.) ., Wulandari Nurfitriani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.207 KB)

Abstract

Ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu L.) diformulasikan menjadi sediaan patch dengan konsentrasisebesar 2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum basis HPMC terhadap formulapatch ekstrak etanol biji A. catechu L. Basis merupakan komponen penting dalam sediaan patch yangberkontak langsung dengan kulit sehingga berperan dalam mengendalikan penghantaran obat, lajupelepasan dan adhesi patch. Pemilihan basis dan konsentrasi yang tepat akan menentukan sifat fisik patchyang baik. Formulasi patch ekstrak etanol biji A. catechu L. dibuat menjadi 3 formula dengan variasikonsentrasi HPMC diantaranya F1 (6%), F2 (7%), dan F3 (8%). Penentuan formula optimum didasarkanpada evaluasi optimasi basis patch yakni kemampuan daya tuang dan kecepatan waktu mengering. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa konsistensi sediaan meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasiHPMC yang digunakan, yangmana patch dengan konsentrasi 6% memiliki konsistensi yang paling rendahdibandingkan formula lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa F1 lebih mudah dituang dibandingkanformula lainnya. Sementara pengujian kecepatan waktu mengering juga menunjukkan bahwa F1 memilikiwaktu pengeringan yang lebih singkat dibanding formula lainnya.Kata Kunci: patch, biji A. catechu L, HPMC.