cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT DAN KUALITAS HIDUP PASIEN OSTEOARTHRITIS DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK ., Nadia Angelina
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.937 KB)

Abstract

Penyakit Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif. Penyakit OA dapat menghambat aktivitas pasien. Kondisi tersebut membuat pasien tidak nyaman sehinggaberpengaruh pada kualitas hidup. Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit OAterdiri dari antiinflamasi nonsteroid (AINS), analgesik, kortikosteroid, dan derivat asam hyaluronat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat OA dan kualitas hidup pasienOA di Instalasi Rawat Jalan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak. Metode yangdigunakan dalam penelitian adalah observasional dengan rancangan studi potong lintang yangbersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner SF-36 kepadapasien OA dan pengumpulan data obat secara rekam medik. Teknik pengambilan sampelmenggunakan purposive sampling dengan jumlah pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak37 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat-obatan yang digunakan pada pasien OA yaitutramadol dan parasetamol sebesar 42,86%, meloksikam sebesar 33,33%, suplemen glukosaminsebesar 11,90%, metilprednisolon, natrium diklofenak masing-masing sebesar 4,76%, danpiroksikam sebesar 2,39%. Kualitas hidup pasien OA termasuk dalam kategori kualitas hidup yangbaik dengan persentase sebesar 67,57% dengan rata-rata skor 65,71. Kesimpulan dari penelitian iniadalah obat yang paling banyak digunakan pasien OA adalah dotramol dengan kategori kualitashidup pasien adalah baik. Kata kunci: Kualitas hidup, Obat, Osteoarthritis.
PENERAPAN PELAYANAN FARMASI KLINIS DI RSUD ADE MUHAMMAD DJOEN KABUPATEN SINTANG TAHUN 2018 BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 Tahun 2016 ., Deti Lolita
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.144 KB)

Abstract

Pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak dapatdipisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit. Pelayanan farmasi klinismerupakan pelayanan yang berinteraksi dengan pasien secara langsung dengandibantu oleh tim kesehatan lainnya untuk meningkatkan kualitas terapi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan standar pelayanan farmasi klinis di RSUD Ade M. Djoen berdasarkan Permenkes Nomor 72 tahun2016. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif. . Metode yangdigunakan yaitu metode cross sectional. Pengumpulan data pada penelitian inimenggunakan wawancara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwaberdasarkan penelitian di RSUD Ade M. Djoen baru melaksanakan pelayananfarmasi klinis yaitu pengkajian dan pelayanan resep pelayanan informasi obat,rekonsiliasi obat, konseling (pasien vip), dan visite (pasien vip). Hal inidikarenakan kurangnya jumlah Apoteker di Rumah Sakit. Jumlah apoteker yangmasih terbilang sedikit menyebabkan belum bisa terlaksana nya pelayanan farmasiklinis secara maksimal. Kesimpulannya RSUD Ade Muhammad DjoenKabupaten Sintang baru melaksanakan 55,56 % pelayanan farmasi klinis dari 11aspek yang diatur dalam Permenkes Nomor 72 Tahun 2016.Kata kunci: Pelayanan Farmasi Klinis, Rumah Sakit , Permenkes Nomor 72Tahun 2016
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK ., Tri Wulandari
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.438 KB)

Abstract

bstrak: Gagal jantung kongestif (GJK) didefinisikan sebagai kondisi dimana jantung tidak lagidapat memompakan cukup darah ke jaringan tubuh. Penyakit GJK menjadi penyebab utamakematian di negara maju dan negara berkembang. Sehingga pasien GJK memerlukan terapi untukmenurunkan angka morbiditas dan mortalitas tersebut. Terapi obat yang diberikan berdasarkantatalaksana GJK yaitu obat diuretik, ACE inhibitor/ ARB, dan beta bloker. Penelitian ini bertujuanuntuk mendeskripsikan obat yang digunakan dan obat yang paling dominan diberikan pada pasienGJK. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi potong lintang(cross sectional) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektifberdasarkan catatan rekam medik pasien GJK rawat inap di Rumah Sakit Sultan Syarif MohamadAlkadrie Pontianak tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan persentase pasien GJK yangterbanyak adalah perempuan 54,84% dan laki-laki 45,16%. Terapi obat yang diberikan dari 31sampel menunjukkan bahwa penggunaan obat yang paling sering diberikan adalah obat golongandiuretik 62,50%, ARB 23,75%, ACE inhibitor 7,50%, dan beta bloker 6,25%. Kesimpulan daripenelitian ini adalah obat yang paling dominan digunakan di Rumah Sakit Sultan Syarif MohamadAlkadrie Pontianak adalah obat golongan diuretik yaitu obat furosemid 37,50%.Kata kunci: Gambaran obat, Gagal Jantung Kongestif, Rumah Sakit Sultan Syarif MohamadAlkadrie Pontianak
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI YANG MENGGUNAKAN MONOTERAPI DAN KOMBINASI ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS PERUMNAS I KOTA PONTIANAK MELALUI EUROPEAN QUALITY 5 DIMENSIONS (EQ5D )QUESTIONNAIRE ., Winda Zuraida
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.69 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit hipertensi dapat mempengaruhi kualitas hidupseseorang terhadap kondisi fisik psikologis, sosial, dan lingkungan dalamkehidupan sehari-hari yang dialaminya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untukmengetahui perbedaan kualitas hidup pasien hipertensi yang menggunakanmonoterapi dan kombinasi antihipertensi. Perbedaan kualitas hidup pada pasienhipertensi dilakukan dengan mengkaji jenis antihipertensi monoterapi maupunkombinasi antihipertensi menggunakan European Quality Of life 5 Dimensions(EQ5D)Questionnaire. Metode : Metode yang digunakan adalah observasionalcross sectional dengan teknik purposive sampling pada pasien yang mendapatkanantihipertensi monoterapi dan kombinasi. Sampel yang digunakan dalampenelitian ini yaitu pasien di Puskesmas Perumnas I Kota Pontianak yangmemenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil : Hasil uji Mann Whitney untukmengetahui perbedaan kualitas hidup pada EQ5D Indeks diperoleh p= 0,410.Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada perbedaan kualitas hidupantara pasien yang mendapat antihipertensi monoterapi maupun kombinasi.Kata Kunci : Kualitas Hidup, Hipertensi, EQ5D, Antihipertensi
ANALISIS KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN GAGAL JANTUNG TERHADAP RISIKO REHOSPITALISASI DI UPTD RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK TAHUN 2017 – 2018 ., Fuji Hastuti Fatimah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.764 KB)

Abstract

Gagal jantung kronik sering mengakibatkan rehospitalisasi dan memiliki tingkatkematian yang tinggi. Pasien GJK sering dirawat inap ulang di rumah sakit karenaadanya kekambuhan. Kekambuhan disebabkan pasien tidak mampu melaksanakanterapi pengobatan dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaran karakteristik pasien meliputi usia, jenis kelamin, kepatuhan danrehospitalisasi, obat antigagal jantung yang digunakan, serta hubungan kepatuhanpengobatan pada pasien gagal jantung terhadap risiko rehospitalisasi di UPTDRSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak tahun 2017. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional analitik denganrancangan penelitian yang digunakan adalah studi kohort. Pengukuran kepatuhanmenggunakan metode Medication Possession Ratio (MPR). Data dianalisismenggunakan uji Chi-Square dan Kapplan-Meier. Jumlah subyek penelitianadalah 45 pasien yang menggunakan obat gagal jantung tahun 2017 (tanggalindeks pengobatan) dan diikuti proses perjalanan pengobatan sampai akhirpengamatan (31 Desember 2018). Hasil penelitian menunjukkan gagal jantungmayoritas dialami oleh pasien usia > 45 tahun (84,44%), pasien perempuan(51,11%), tidak patuh (73,33%), dan mengalami rehospitalisasi (56%). Hasil ujichi-square diperoleh hubungan kepatuhan dengan usia (p= 0,90; RR= 0,97;95%CI= 0,58-1,61), kepatuhan dengan jenis kelamin (p=0,92; RR= 0,98; 95%CI=0,69-1,40), dan kepatuhan dengan risiko rehospitalisasi (p=0,65; RR= 1,15;95%CI= 0,60-2,17). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungankepatuhan dengan usia, jenis kelamin, dan risiko rehospitalisasi.Kata Kunci: Gagal Jantung, Kepatuhan, Rehospitalisasi
UJI AKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK ETANOL DAUN SOKA (IXORA JAVANICA (BLUME) DC) TERHADAP LARVA AEDES AEGYPTI ., Alexandra Victoria Atmaja
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.427 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Denguedari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. DBD ditularkan ke manusia melalui gigitannyamuk Aedes yang terinfeksi virus Dengue. Tanaman soka (Ixora javanica (Blume)DC) merupakan tanaman yang berfamili Rubiaceae diketahui memiliki senyawaalkaloid, flavonoid, tanin, fenol, saponin, dan steroid/triterpenoid. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui bahwa ekstrak etanol daun soka memiliki aktivitaslarvasida terhadap larva Aedes aegypti instar III/IV. Hasil ekstrak dibuat serikonsentrasi 0,1% ; 0,2% ; 0,3% ; 0,4% ; 0,5% dan 0,6%. Larva instar III/IV diberilarutan seri konsentrasi dan diamati selama 24 jam. Jumlah mortalitas setelah 24 jamdianalisis secara probit. Hasil menunjukkan konsentrasi 0,6% memiliki aktivitaslarvasida yang menyebabkan kematian sebesar 100% dan nilai probit LC50 1,05g/mLdalam perhitungan manual dan 2,57 g/mL dalam perhitungan Excel.
PENGARUH LAMA PENGGUNAAN SUNTIK KB 3 BULAN (DMPA) TERHADAP KENAIKAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA AKSEPTOR DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK ., Syaazaratul Qamelia Innas
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.606 KB)

Abstract

Kontrasepsi suntik adalah obat hormonal yang digunakan untuk mencegah kehamilanyang digunakan dengan jalan menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur.Kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan berat badan. Tujuan penelitian inidilakukan ialah untuk mengetahui lama penggunaan suntik KB 3 bulan (DMPA)terhadap kenaikan IMT pada akseptor. Penelitian ini merupakan penelitianobservasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yangbersifat analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor baru suntik KB3 bulan di Puskesmas Perumnas II Pontianak pada bulan Januari 2018 hingga Maret2019. Variabel dari penelitian ialah usia, pekerjaan, paritas, dan lama penggunaan.Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis paired t-test. Teknik pengambilansampel yang digunakan ialah purposive sampling, dengan sampel sebanyak 81akseptor. Hasil yang didapatkan ialah sebagian besar akseptor berusia 20-35 tahun,bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mempunyai lebih dari 2 anak. berdasarkanhasil analisis paired t-test penggunakan suntik KB 3 bulan (DMPA) memilikipengaruh terhadap kenaikan IMT akseptor dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Akseptoryang menggunakan suntik KB 3 bulan (DMPA) ≥12 bulan mengalami peningkatanIMT hingga klasifikasi obesitas kelas 1, sedangkan pada akseptor <12 bulanmengalami peningkatan IMT tetapi tidak mengalami peningkatan klasifikasi obesitas. Kata kunci: Kenaikan IMT, Lama penggunaan, DMPA, Risiko Obesitas
Profil Penggunaan Antipsikotik Tipikal Pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Pontianak ., Nova Claudia Sendika
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.09 KB)

Abstract

Schizophrenia is a psychiatric disorder caused by damage to the brain. Schizophrenia is treatedwith antipsychotics. The use of antipsychotics can cause side effects of extrapyramidal syndromein schizophrenic patients. This study aims to determine the antipsychotic drugs used anddetermine the percentage of patients with extrapyramidal reactions from the use of antipsychoticsin schizophrenics in Bangkong River Region Psychiatric Hospital Pontianak. This type ofresearch uses observational methods with cross sectional research design that is descriptive. Datacollection was carried out retrospectively from the patient's medical record. The study populationwas all inpatients in January-December 2018 who met the inclusion criteria. The number ofstudy subjects was 61 patients. The results of the study based on the characteristics ofschizophrenia patients showed 60.66% more male patients than women. The highest age groupof patients is in the adult age group of 18-40 years which is equal to 62.30%. The mostextrapyramidal symptoms were found in akathisia 34.42%, dystonia and tardive dyskinesia18.03%, and parkinsonism 29.52%. The percentage of drugs most commonly used inschizophrenia patients are typical antipsychotics 50.83% namely Trifluperazin 23.76%,Haloperidol 15.47, chlorpromazine 11.05%, Flufenazin 0.55% . The conclusion of the study isthat the use of the combination Triheksifenidil still causes Extrapyramidal in patients receivingtypical antipsychotics.
UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA GEL KOMBINASI EKSTRAK ETANOL SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN MINYAK CENGKEH (Syzigium aromaticum L.) KONSENTRASI 10% PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR METODE DRESSING NON-DEBRIDEMENT ., Ariyani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.589 KB)

Abstract

Kehilangan integritas kulit dapat membuka jalan terhadap bakteri untuk masuk ke dalam tubuhsehingga memperlambat penyembuhan luka. Tanaman Piper betle L. dan minyak Syzygiumaromaticum ini telah digunakan untuk mengobati luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiaktivitas antibakteri sediaan gel kombinasi ekstrak etanol Piper betle L dan minyak Syzygiumaromaticum dengan berbagai variasi perbandingan, yaitu F1(25:75), F2(50:50) dan F3(75:25). Digunakan metode luka tikus stadium II tertutup non-debridement, dilakukan pengamatankualitatif dan kuantitatif selama 21 hari, diukur luas area luka menggunakan programMacbiopotonic Image J untuk memperoleh nilai Area Under Curve (AUC) dan dianalisisstatistik menggunakan One Way ANOVA. Hasil analisis nilai AUC menunjukkan bahwakelompok F2 memiliki nilai AUC lebih besar secara signifikan dari pada F3. Hasil uji statistikkelompok F2 tidak berbeda siginifikan (p>0,05) dengan kontrol positif. Hasil penelitianmenunjukkan sediaan F2 memiliki efektivitas terbaik dibandingkan F3 dalam mempercepatproses penyembuhan luka stadium II tertutup non-debridement. Kata kunci: Sirih, Cengkeh, luka, deressing non-debridement.
ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU PADA PASIEN DEWASA DI UNIT PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU (UP4) PONTIANAK PERIODE JANUARI-DESEMBER 2014 ., Shinta Anggraini
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.305 KB)

Abstract

Pasien Tuberkulosis Paru (TB Paru) diketahui menerima lebih dari 1 obat baik Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan Non OAT. Dengan banyaknya obat yang diterima tersebut maka risiko terjadinya  interaksi obat lebih besar. Interaksi obat adalah suatu perubahan konsentrasi dari obat-obat yang diminum secara bersamaan yang dapat menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kejadian interaksi obat, persentase kejadian interaksi OAT dengan non OAT seperti penggunaan isonazid dengan vitamin B6 dan lainnya, persentase tipe interaksi farmakokinetik, farmakodinamik maupun unknown yang terjadi dalam pengobatan TB Paru pada pasien dewasa di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru (UP4) Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional) dan bersifat deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien TB Paru yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan data rekam medik pasien TB Paru dewasa yang mendapatkan terapi OAT dan non OAT. Dari hasil penelitian diperoleh telah terjadi interaksi obat pada pengobatan TB Paru pada pasien dewasa di UP4 Pontianak sebanyak 94,54 %, tipe interaksi obat antara lain interaksi farmakokinetik sebesar 99,01 % , pada interaksi farmakodinamik tidak terjadi interaksi  dan  interaksi unknown sebesar 0,98 %. Dari interaksi farmakokinetik tersebut terdiri atas fase absorpsi 45,69%, fase metabolisme 29,13%, fase ekskresi 25,16% dan tidak terjadi interaksi pada fase distribusi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kejadian interaksi obat pada pasien TB Paru dewasa di UP4 Pontianak masih sangat tinggi.