cover
Contact Name
Mita
Contact Email
psik@ners.untan.ac.id
Phone
+6285299696808
Journal Mail Official
psik@ners.untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : 25989014     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v6i2
Core Subject : Health,
This Journal aims to improve nursing science development, especially in nursing education by publishing scientific papers from researchers, lecturers, and practitioners of nursing and health professional both on a national and international.
Articles 501 Documents
KEBUTUHAN SPIRITUAL DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIV/AIDS: LITERATURE REVIEW Ramadani, Siska Putri; Hastuti, Maria Fudji; Yulanda, Nita Arisanti
ProNers Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.762 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v5i2.46092

Abstract

HIV/AIDS menyebabkan perubahan dari segi fisik psikologi, sosial, ekonomi dan spiritual yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Spiritual sangat penting bagi pasien HIV/AIDS karena dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan gambaran kebutuhan spiritual dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Jenis penelitian ini menggunakan narrative review dengan teknik content analysis, artikel diperoleh dari mesin pencari google scholar dan pangkalan data (database) ProQuest, Science Direct dan PubMed, Menggunakan kata kunci: spiritual, kualitas hidup, HIV/AIDS, spirituality, quality of life, HIV/AIDS. Dari hasil literature review ditemukan 9 artikel yang sesuai dengan kriteria. Analisa menunjukan gambaran kebutuhan spiritual pasien HIV/AIDS yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan, membutuhkan dukungan orang terdekat, dan harapan hidup yang lebih baik. Spiritual mempunyai nilai tertinggi pada domain kualitas hidup dimana pasien HIV/AIDS yang mempunyai tingkat spiritual yang baik akan mempunyai kualitas hidup yang baik juga sedangkan domain sosial dan lingkungan memiliki nilai terendah, hal ini dikarenakan tingginya stigma dan diskriminasi yang dirasakan pasien HIV/AIDS. Domain spiritual memiliki nilai tertinggi pada kualitas hidup pasien HIV/AIDS sedangkan domain sosial lingkungan memiliki nilai terendah. Spiritual berhubungan erat dengan kualitas hidup pada Pasien HIV/AIDS sebagai bentuk pertahanan. Kata Kunci: kebutuhan spiritual, kualitas hidup, HIV/AIDS
PENINGKATAN KEPUASAN KERJA PERAWAT PADA PELAKSANAAN MAKP METODE TIM DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Mohlisin, Mohlisin; Mita, Mita; Pramana, Yoga
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48223

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan kerja perawat menjadi elemen penting dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Setiap rumah sakit memiliki sistem asuhan keperawatan untuk menjaga kualitas pelayanannya. Sistem yang telah diterapkan di rumah sakit salah satunya yaitu model asuhan keperawatan profesional dengan metode yang banyak digunakan yaitu metode tim. Metode: Jenis penelitian literatur review dengan kerangka kerja menggunakan SPIDER. Database yang digunakan yaitu Google Scholar, PubMed, Online Library Wiley, Semantic Scholar, dan Science Direct dengan artikel penelitian diterbitkan mulai tahun 2015-2020. Hasil: Hasil penelusuran 1.303 artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi didapatkan 1.226 lalu diskrining didapatkan 38 artikel kemudian diseleksi sesuai kriteria ekslusi didapatkan 7 artikel. 2 artikel menggunakan desain   eksperimental, 2 artikel menggunakan desain quasi eksperimen, 2 artikel menggunakan desain korelasi dan 1 artikel menggunakan desain ethnography. Keseluruhan artikel didapat menjelaskan penggunaan metode tim meningkatkan kepuasan kerja perawat karena mempengaruhi koordinasi, pengawasan, delegasi, komunikasi dan kepemimpinan. Kesimpulan: 7 artikel menjelaskan penerapan metode tim dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan yang menjadi pertimbangan penggunaan metode tim untuk pelaksanaan asuhan keperawatan di rumah sakit.
LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPONSE TIME PERAWAT PADA PENANGANAN IGD Hania, Uray Putri; Budiharto, Ichsan; Yulanda, Nita Arisanti
ProNers Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.13 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v5i2.46168

Abstract

Latar Belakang: Penanganan IGD memerlukan response time yang cepat sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien. Ada banyak faktor yang mempengaruhi response time yaitu ketersediaan alat dan obat, sarana prasarana, fasilitas, dan stretcher, kondisi gawat darurat, pelatihan gawat darurat, dan pendidikan, kehadiran petugas, dan beban kerja.Tujuan: Menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Response Time Perawat pada Penanganan IGD.Metode: Tinjauan literature mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi response time perawat. Adapun sumbernya melalui pencaharian menggunakan Google Scholar, Researchget.Net, dan Science Direct. Analisis menggunakan teknik PICO.Hasil: Ditermukan 7 artikel   ditemukan dua faktor yang mempengaruhi response time yaitu faktor eksternal lebih mempengaruhi response time dengan didukung faktor internal. Faktor eksternal terdiri dari ketersediaan alat dan obat, sarana prasarana, fasilitas, stretcher, kehadiran petugas, dan beban kerja. Faktor internal terdiri dari kondisi gawat darurat, pelatihan gawat darurat, masa kerja dan pendidikan.Kesimpulan:   Faktor-faktor yang mempengaruhi response time yaitu ketersediaan alat dan obat, sarana prasarana, fasilitas, stretcher, masa kerja, kondisi gawat darurat, pelatihan gawat darurat, pendidikan, kehadiran petugas, dan beban kerja.  Kata kunci: Response Time Perawat, Waktu Tanggap Perawat, Faktor-Faktor Response Time.Referensi: 56 (2004-2020)
The Effect Of Intradialysis Exercise And Aromatherapy Lavender To Scores Fatigue Patient Hemodialysis In RSU Yarsi Pontianak Wibowo, Widya Astuti
ProNers Vol 5, No 1 (2020): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.809 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v5i1.42905

Abstract

Background: Chronic kidney disease is a renal function disorder in which the body fails to maintain fluid and electrolyte metabolism. Chronic kidney disease causes problems in the body's ability which results in disrupted work activities, the body becomes easily fatigued and fatigued because of that it requires intradialysis exercise intervention and lavender aromatherapy to reduce fatigue felt by patients undergoing hemodialysis. Objective: To analyze the effect of intradialysis exercise and lavender aromatherapy on fatigue scores of patients undergoing hemodialysis. Method: Quantitative research used a quasy experiment with the type of pre test and post test nonequivalent control group in 32 respondents using purposive sampling technique. The instrument used the FACIT fatigue scale (version 4) questionnaire with 13 questions to measure fatigue scores. Test used using Paired T Test and Independent sample t test. Results: Paired T test results obtained on the fatigue score of the intervention group (p = 0,000) 0.005 with the mean value before the intervention of 25,56 and after the intervention 30,81. In the control group (p value = 0.001) 0.005 with a mean value before being given a control of 25,50 and after being given a control of 26,62. Conclusion: There are effects of intradialisis physical exercise and lavender aromatherapy administration on fatigue scores of patients undergoing hemodialysis
PENERAPAN METODE SERVICE EXELLENT DAN SERVICE QUALITY UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW Agustian, Ardi; Mita, Mita; Yulanda, Nita Arisanti
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48056

Abstract

Pelayanan keperawatan yang berkualitas menjadi salah faktor penentu tingkat kepuasan pasien. Pelayanan keperawatan yang diberikan semakin baik maka akan meningkatkan kepuasan pasien. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian literatur review dengan metode pencarian artikel menggunakan SPIDER. Database yang digunakan yaitu PubMed, Science Direct, Neliti, Portal Garuda dan Google Scholar dengan artikel penelitian yang diterbitkan mulai dari tahun 2014 - 2020. Hasil: Tujuh artikel dipakai dalam review. Seluruhnya menunjukkan hasil yang efektif di sebagian besar rumah sakit penerapan metode service excellent dan service quality untuk meningkatkan kepuasan pasien terhapat pelayanan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit. Kesimpulan: Pelayanan prima atau Service Exellent dan pelayanan jasa atau Service Quality adalah pelayanan yang sangat baik dan melampaui harapan pasien. Bagi rumah sakit terutama di pelayanan keperawatan, Service Exellent dan Service Quality penting untuk mempertahankan tingkat kepuasan pasien dan dapat membantu perkembangan rumah sakit sehingga pasien akan loyalitas terhadap rumah sakit karena pelayanan yang diberikan sangat baik. Kata Kunci: Kepuasan pasien, mutu pelayanan kesehatan, pelayanan prima, pelayanan jasa.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KURANG MINATNYA PEREMPUAN USIA SUBUR TERHADAP PEMERIKSAAN IVA: Literature Review Astikasari, Diah
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.49134

Abstract

Kanker  serviks  yang  disebabkan  oleh  virus  HPV  (Human Papiloma  Virus)  menyerang  wania  usia  subur  dan  juga  merupakan  kankerdengan kejadian  kasus  terbesar.  Untuk  mengetahui  faktor-faktor  yang  dapat  memengaruhi  kurang  minat  perempuan  usiasubur  terhadap  pemeriksaan  IVA.Jenis  penelitian  ini  menggunakan  literature  review  dengan  teknik  analisa  menggunakan  PiCoT  dan  artikel  diperoleh  dari  databaseGoogle  Schoolar,  Pubmed dan  Sciencedirect  dengan  menggunakan  kata  kunci  dalam  bahasa  inggris  "the  factors  that  affecting,women  of  childbearing  age,  visual  inspection  with  acetic  acid, VIA  examination"  dan  bahasa  indonesia  "  faktor-faktor  yangmemengaruhi, perempuan  usia  subur,  inspeksi  visual  asam  asetat,  pemeriksaan  IV".  Kemudian dilakukan  esktraksi  databerdasarkan  nama  pengarang,  tahun,  negara,  tujuan, reponden,  desain,  temuan.
PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS KAMPUNG DALAM KECAMATAN PONTIANAK TIMUR Mu’min, Nyemas; Rachmadi, Fidi; Fahdi, Faisal Kholid
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.184 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.42867

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS KAMPUNG DALAM KECAMATAN PONTIANAK TIMUR (The Effect Of Tomato Juice (Solanum Lycopersicum) Consumption On Blood Pressure In People With Hypertension In Kampung Dalam Public Health Center Eastern Pontianak) Nyemas Mu"™min*, Fidi Rachmadi**, Faisal Kholid Fahdi*** *Mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Tanjungpura, **Kepala Pelayanan Medik Balai Paru-Paru Kota Pontianak ***Dosen Program Studi Keperawatan Universitas Tanjungpura ABSTRAK Latar Belakang : Hipertensi merupakan kondisi yang sering ditemukan pada pelayanan primer kesehatan, dan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg. Selain penanganan farmakologi, penanganan pada hipertensi dapat dilakukan dengan bahan alamiah salah satunya adalah jus tomat. Jus tomat memiliki kandungan kalium dan likopen yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan pendekatan non randomized control group pre test post test, teknik sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel 38 responden. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil : Hasil uji Wilcoxon sebelum dan sesudah intervensi tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi di dapatkan masing-masing nilai p value 0,05. Hasil uji Mann Whitney tekanan darah sistolik dan diastolik sesudah intervensi pada kedua kelompok didapatkan masing-masing nilai p 0,05. Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian jus tomat (solanum lycopersicum) terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Kampung Dalam Kecamatan Pontianak Timur, sehingga direkomendasikan untuk menjadi salah satu pilihan alternatif penanganan non farmakologi pada pasien yang menderita hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Jus Tomat, Tekanan Darah
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT : Literature Review Anggraini, Riska; Ernawati, Ernawati; Nurfianti, Arina
ProNers Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.323 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v5i2.46205

Abstract

Latar Belakang: Tingkat kepuasan pasien akan sangat dipengaruhi oleh mutu pelayanan keperawatan. Masyarakat selalu mengharapkan agar pelayanan rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta dapat memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan bagi setiap pengguna yang memanfaatkannya. Dengan demikian pihak rumah sakit dituntut untuk selalu berusaha meningkatkan layanan kepada pasien. Mutu pelayanan yang sempurna dapat menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Kepuasan muncul akibat dari kinerja layanan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkan. Tujuan: Mengetahui hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien rawat inap rumah sakit. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian literatur review dengan metode pencarian artikel menggunakan SPIDER. Database yang digunakan yaitu Google Scholar, PubMed, dan Science Direct dengan artikel penelitian yang diterbitkan mulai dari tahun 2014-2020. Jumlah artikel jurnal sebanyak 8 artikel yang dianalisis. Hasil: Menunjukkan bahwa responden merasa sangat puas dengan aspek daya tanggap dengan ketanggapan memberikan layanan keperawatan terhadap pasien. Dengan demikian daya tanggap yang tinggi dari pihak pengelola rumah sakit akan memberikan rasa kepercayaan pada pasien bahwa mereka akan selalu tertolong. Kesimpulan: Kepuasan merupakan suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan yang di perolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Jika pasien tidak puas terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan, dia tidak akan mencari layanan itu atau menerimanya, walaupun layanan tersebut tersedia, mudah di dapat dan di jangkau.
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK Wahdania, Nunung
ProNers Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i1.48005

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi ginjal yang tidak dapat pulih kembali dan bersifat progresif serta irrveversibel, tubuh tidak mampu memelihara metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolitnya akan berakibat pada peningkatan ureum. Penyebab utama terjadinya gagal ginjal kronik yaitu diabetes mellitus dan hipertensi. Masalah yang sering terjadi pada pasien gagal ginjal kronik yaitu kepatuhan pasien. Penyakit ini sangat fatal jika tidak segera ditangani dengan cara yang baik misalnya dengan mematuhi diet karena jika pasien tidak patuh maka menyebabkan kenaikan berat badan 5%, edema, ronchi basah diparu-paru, sesak napas karena kelebihan cairan. Kepatuhan diet harus didukung oleh orang lain serta kesadaran sendiri atau penerimaan diri dengan perubahan saat ini. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik non probability sampling dengan jumlah sampel 57 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner penerimaan diri dan kuesioner kepatuhan diet. Uji statistic yang digunakan adalah uji spearman. Hasil: Berdasarkan uji spearman menunjukkan bahwa tingkat penerimaan diri terhadap kepatuhan diet, P value 0,244 (0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan penerimaan diri dengan kepatuhan diet pasien gagal ginjal kronik yang menajlani hemodialisis.Kata Kunci: Gagal ginjal kronik, penerimaan diri, kepatuhan diet.
PENGARUH TERAPI PIJAT BAYI TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI DURIAN ., Suliyem; ., Adriana; Wulandari, Desy
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.987 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.42354

Abstract

Latar Belakang : Masa bayi merupakan masa keemasan dan juga masa kritis padaperkembangan seseorang. Salah satu indikator untuk melihat kesehatan bayi adalahmelihat peningkatan BB (Berat Badan) pada bayi. Salah satu upaya untuk mengatasimasalah BB adalah memberikan stimulus seperti pijat bayi. Hal ini menjadi ketertarikanpeneliti karena terapi pijat bayi belum pernah dilakukan atau diberikan kepada bayiyang berada diwilayah kerja Puskesmas Sungai Durian.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap perubahan berat badan bayidibeberapa posyandu wilayah kerja Puskesmas Sui Durian.Metode : Penelitian kuantitatif, dengan menggunakan Quasi Experiment denganrancangan pretest-post tes with control group. Pada 32 bayi yang berada dibawah kurvayang berada diwilayh kerja Puskesmas Sungai Durian. Dengan menggunakaninstrumen SOP terapi pijat bayi dan lembar observasi. Hasil : Setelah diberikan pijat bayi pada bayi terdapat perubahan berat badan bayi yangdilakukan pijat bayi dan yang tidak dilakukan pijat. Nilai mean pre test pada kelompokintervensi 6,54 dan post test 6,69 sedangkan pada kelompok kontrol nilai mean pre test6,37 dan post test 6,43. Uji T berpasangan dengan nilai p 0,012 Kesimpulan : Ada pengaruh pijat bayi terhadap perubahan berat badan bayi dibeberapaposyandu wilayah kerja Puskesmas Sui Durian. Sehingga direkomendasikanmenggunakan terapi piyat bayi sebagai terapi komplementer dalam meningkatkan beratbadan bayi.