cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
VISIKES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
KEJADIAN SUSPEK TB PARU DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PARUNGPONTENG KABUPATEN TASIKMALAYA Siti Nurjanah; Sri Andarini I; Suharyo Suharyo
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 1 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.178 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i1.1165

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan yang serius di dunia, termasuk di Indonesia.Dari survey yang didapat di Wilayah Kerja Puskesmas Parungponteng KabupatenTasikmalaya pada tahun 2012 jumlah penderita suspek TB Paru sebanyak 49 orang. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian SuspekTb Paru yang terdiri dari umur, pendidikan, pendapatan, status gizi, kebiasaan merokok,ventilasi, dan keberadaan sumber penularan.Analitik case control. Populasi adalah seluruh penderita suspek Tb Paru di wilayah UPTDPuskesmas Parungponteng yang berjumlah 30 orang pada tahun 2012. Teknik pengambilansampel secara acak dan di dapatkan 30 sampel kasus dan 30 kontrol. Uji statistik yangdigunakan adalah Chisquare.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (P=1,00;OR=0,769; CI 95%= 0,185-3,198), pendidikan (P= 0,195; OR= 0,172; CI 95%= 0,019-1,576), pendapatan (P= 0,417; OR= 1,556; CI 95%= 0,534-4,532), status gizi (P= 0,612; OR= 3,22;CI 95%= 0,316- 32,889), kebiasaan merokok (P= 0,584; OR= 1,351; CI 95%= 0,460-3,968),ventilasi ( P= 0,592; OR= 1,33; 0,465-3,823) dengan kejadian suspek Tb paru, dan adahubungan yang signifikan antara keberadaan sumber penularan dengan kejadian suspek TbParu ( P= 0,005; OR= 2,364; CI 95%= 1,721-3,247).Bagi Puskesmas sebaiknya perlu dilakukan investigasi terhadap kontak serumah dan tetanggapenderita guna menemukan penderita yang belum ditemukan.Kata kunci : suspek Tb Paru
PERILAKU PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM MENGAKSES INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG Wa Mina Sampulawa; Kismi Mubarokah
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 1 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.348 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i1.1166

Abstract

Teknologi adalah sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupanmanusia. Akses informasi melalui teknologi internet faktor pemungkin (enabling) terjadinyaperilaku. Mahasiswa adalah remaja yang dengan ciri dan karakteristiknya dapat mempunyaiperilaku kesehatan reproduksi tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiperilaku pemanfaatan teknologi internet dalam mengakses informasi kesehatan reproduksiremaja pada mahasiswa angkatan 2013 di Universitas Dian Nuswantoro Semarang.Jenis penelitian ini adalah Explanatory Research dengan pendekatan Cross Sectional.Pengumpulan data dilakukan dengan angket terhadap 95 mahasiswa yang diambil secaraproporsional Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa terkait sumber informasi yang benar dan jenis informasi tentang kesehatan reproduksi remaja berada dalam kategoricukup (44,2%), sikap mahasiswa terhadap pemanfaatan teknologi internet dalam mengaksesinformasi kesehatan reproduksi remaja melalui via Online berada dalam kategori cukup(67,4%), dan Praktik tentang pemanfaatan teknologi internet dalam mengakses informasikesehatan reproduksi remaja berada dalam kategori cukup (46,3%). Hasil analisis bivariatyaitu tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik pemanfaatan teknologi internetdalam mengakses informasi kesehatan reproduksi remaja (p = 0,909), dan tidak ada hubunganantara sikap dengan praktik pemanfaatan teknologi internet dalam mengakses informasikesehatan reproduksi remaja ( p = 0,954).Optimalisasi fasilitas yayasan kesehatan (poliklinik), media TV kampus dan web perguruantinggi dapat membantu dalam edukasi kesehatan reproduksi bagi mahasiswa.Kata Kunci : Perilaku, Internet, Kesehatan Reproduksi
FAKTOR PRAKTIK PENCEGAHAN DAN LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA JATIREJO KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO Wahyudi Wahyudi; Widya Hary Cahyati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 2 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.016 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i2.1193

Abstract

Malaria merupakan suatu penyakit yang penyebarannya sangat luas di negara yang beriklimtropis maupun sub-tropis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor praktikpencegahan dan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian malaria di Desa JatirejoKecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan casecontrol menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 36 kasus dan36 kontrol. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Hasil analisisstatistik menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian malaria adalah kebiasaanberada di luar rumah (p=0,001; OR=10,7), kebiasaan menggunakan kelambu (p=0,001;OR=19), kebiasaan menggunakan obat nyamuk (p=0,004; OR=6,4), kebiasaan menutuppintu dan jendela saat senja (p=0,013; OR=4,1), dan keberadaan genangan air (p=0,013;OR=4,1). Keberadaan semak-semak, keberadaan kandang ternak, dan jarak rumah ke sungaitidak berhubungan dengan kejadian malaria. Simpulan dari penelitian ini, faktor risiko malaria di wilayah sasaran meliputi kebiasaan berada di luar rumah, kebiasaan menggunakankelambu, kebiasaan menggunakan obat nyamuk, kebiasaan menutup pintu dan jendela saatsenja, dan keberadaan genangan air. Saran yang diberikan yaitu penyuluhan tentangpemakaian kelambu yang baik, penggunaan obat nyamuk, dan menjaga kebersihanlingkungan.Kata Kunci: Malaria; Praktik Pencegahan; Lingkungan Rumah
PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA ELEKTRONIK (INTERNET, HP, TV) TERHADAP PERGAULAN BEBAS PADA SISWA-SISWI KELAS X DI SMK ISLAM AL HIKMAH MAYONG JEPARA Ita Rahmawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 2 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.181 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i2.1194

Abstract

Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mengatakan bahwa 15% remaja Indonesia yang berusia10-24 tahun telah melakukan hubungan sexual di luar nikah, serta jumlah kasus aborsi diindonesia mencapai 2,3 juta pertahunnya, dengan 20% diantaranya dilakukan oleh para remaja,pergaulan bebas di kalangan remaja banyak berasal dari eksploitasi sexual pada media sepertieksploitasi sexual dalam video klip, majalah, televisi, film-film, dan free seks di kalanganremaja adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa saja, dimana saja. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media elektronik (Internet, HP, TV)terhadap pergaulan bebas pada siswa kelas x di SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara.Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional, populasidari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X di SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara sebanyak 143 siswa-siswi, jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 105 siswa-siswi,menggunakan tehnik stratified random sampling, pengumpulan data dengan metode angketdengan kuesioner, data diolah secara editing, coding, tabulating, dan analisis secara univariatdan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memanfaatkan mediaelektronik (internet, HP, TV) secara tidak baik adalah 92 siswa-siswi (87,6 %), sedangkansiswa-siswi yang melakukan pergaulan bebas adalah 42 siswa-siswi (40 %). Dan uji statistikchi square menunjukkan Asimp. Sig(2-sided) = 0,183 (pvalue > 0,05), sehingga Ho di tolak Hadi terima. Hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu pertimbangan dinaskesehatan kabupaten jepara dalam upaya penanggulangan dan pencegahan dalampenggunaan media elekronik secara tidak baik agar tidak terjadi peningkatan pergaulan bebaspada remaja.Kata kunci : media elektronik, Pergaulan bebas
PERILAKU TIDAK AMAN (UNSAFE BEHAVIOUR) PADA PEKERJA DI UNIT MATERIAL PT. SANGO CERAMICS INDONESIA SEMARANG Bella Sovira; Nurjanah Nurjanah
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 2 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.748 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i2.1195

Abstract

Kecelakaan industri secara umum disebabkan oleh 2 hal pokok yaitu perilaku yang berbahaya(unsafe action) dan kondisi yang berbahaya (unsafe condition). Terjadinya kecelakaan kerjasangat besar kemungkinannya ditentukan oleh perilaku berbahaya (unsafe behaviour), namundemikian faktor perilaku berbahaya bukanlah satu-satunya. Karena masih banyak faktorsebelumnya yang menyebabkan terbentuknya perilaku berbahaya. Tujuan dari penelitian iniadalah menganalisis perilaku tidak aman (unsafe behaviour) pada pekerja di unit materialPT. Sango Ceramics Indonesia Semarang.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian explanatory dan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian ini adalah semua pekerja unit material PT. Sango Ceramics IndonesiaSemarang sebanyak 27 pekerja dengan angket.Hasil penelitian menunjukkan perilaku tidak aman antara lain, mengangkat beban yang berlebihandalam posisi membungkuk, bekerja dengan tergesa-gesa dan tidak menggunakan APD yanglengkap. Hasil korelasi menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara umur, masa kerja,pendidikan, kelelahan dengan perilaku tidak aman (unsafe behaviour) dan tidak ada hubunganyang signifikan antara pengetahuan, beban kerja, dan pengawasan dengan perilaku tidak aman(unsafe behaviour) di unit material PT. Sango Ceramics Indonesia Semarang.Kata kunci: Perilaku tidak aman, kecelakaan kerja
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II PADA USIA KURANG DARI 45 TAHUN DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Dewi Endah Setyaningrum; Zaenal Sugiyanto
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 2 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.864 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i2.1196

Abstract

Diabetes melitus adalah suatu keadaan dimana terjadi kelebihan kadar gula darah (glukosa)dalam darah. Kejadian diabetes melitus tipe II 9 kali lebih banyak daripada diabetes melitustipe I. Profil kesehatan Kota Semarang pada tahun 2007-2011 dimana angka tertinggi selama5 tahun terdapat pada kasus diabetes melitus.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untukmengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipeII pada usia kurang dari 45 Tahun di RSUD Tugurejo Semarang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case control study. Dataprimer maupun sekunder diolah dan dianalisa dengan menggunakan uji stastik Spearmanrho.Sampel berjumlah 78 orang, kasus 38 dan kontrol 38.Hasil penelitian menunjukkan variabel yang terbukti memiliki hubungan dengan kejadian diabetestipe II adalah riwayat hipertensi ( p-value = 0,039 OR=2,629), riwayat Dislipidemia ( pvalue=0,007 OR=3,986), kebiasaan olahraga (p-value=0,006 OR=7,333).Diharapkan masyarakat yang memiliki risiko diabetes melitus tipe II seperti hipertensi dandislipidemia untuk melakukan pemeriksaan, supaya dapat mendeteksi penyakit diabetesmelitus tipe II.Kata Kunci: Faktor Risiko, Diabetes Melitus Tipe II, Umur Kurang 45 Tahun
EFEKTIVITAS TANAMAN TERATAI (Nympahea Firecrest) DAN ECENG GONDOK (Eichhornia Crassipes) DALAM MENURUNKAN KADAR BOD (BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Dharma Yoga Nindra; Eko Hartini
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 2 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.853 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i2.1197

Abstract

Industri tahu pada umumnya banyak berbentuk usaha rumahan dan limbah yang dihasilkannyatidak dikelola terlebih dahulu, seperti yang ada di Kelurahan Lamper Kidul KecamatanSemarang Selatan terdapat 3 pengrajin tahu rumahan yang belum memiliki pengolahanlimbah, salah satunya yaitu usaha pengrajin Setia Makmur yang berlokasi di Jl. CempedakSelatan RT 2 / RW 1 Kelurahan Lamper Kidul. Industri ini berdiri sudah 7 tahun tetapi belummemiliki pengolahan limbah tahu limbah yang dihasilkan terdapat dua jenis yaitu limbah cairdan padat, untuk limbah cair dibuang langsung keselokan lingkungan sekitar dan selanjutnyamenuju aliran sungai, sedangkan untuk limbah padat berupa ampas dijual ke pengusaha perternakan. Dalam satu hari bahan baku yang digunakan 50-100 kg kedelai limbah yangdihasilkandapat mencapai 100-150 L air limbah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiefektifitas tanaman teratai dan eceng gondok menurunkan kadar BOD pada limbah cair tahu.Jenis penelitian ini adalah Pra-Eksperimental Static Group Comparation Design denganmelibatkan kelompok kontrol. Penelitian ini melakukan replikasi sebanyak 5 kali pengulangandari percobaan dasar, uji labolatorium menggunakan metode SNI 6989.72.2009 sampel yangdiuji sebanyak 33 terdiri dari 30 sampel perlakuan dan 3 kontrolHasil penelitian kadar BOD pada hari ke 6 belum sesuai dengan baku mutu yaitu, 784,7 mg/l pada tanaman teratai, 1131,38 mg/l tanaman eceng gondok baku mutu yang ditetapkansesuai PERDA Jawa Tengah no. 5 tahun 2012 yaitu 150 mg/l. Yang telah sesuai denganbaku mutu pada perlakuan tanaman teratai pada hari ke 12 yaitu 57,42 mg/l dan hari ke 18yaitu 63,44 mg/l, pada eceng gondok penurunan pada hari ke 12 yaitu 52,72 mg/l dan hari ke18 yaitu 33,68 mg/l dari kadar BOD awal sebesar 1280 mg/l.Tanaman eceng gondok lebih efektif dalam menurunkan kadar BOD, karena dari hasilpenelitian angka penurunan lebih rendah dan perawatan tanaman eceng gondok juga lebihmudah dibandingkan denan tanaman teratai, eceng gondok telah efektif dalam penurunanBOD pada hari ke 12. Industri skala rumah yang lokasinya berdekatan dalam membangunpengolahan limbah sebaiknya melakukan pembangunan secara bersama disatu lokasi yangsama, untuk mengurangi beban biaya operasional pembangunan pengolahan limbah.Kata kunci : Limbah cair tahu, Teratai, Eceng Gondok
HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HYGIENE IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGKANG Herry Tomy Ferllando; Supriyono Asfawi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 2 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.026 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i2.1198

Abstract

Penyakit diare merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena angkakesakitan dan kematian akibat diare masih tinggi. Begitu pula di wilayah kerja PuskesmasMangkang, dimana angka kejadian diare menduduki peringkat 1 di Kota Semarang denganinsidence rate 32,75/1000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubunganantara sanitasi lingkungan dan personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada balita diwilayah kerja Puskesmas Mangkang.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak94 ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Mangkang. Faktor – faktor yang ditelitiadalah personal hygiene ibu, kondisi lingkungan, penyediaan air bersih dan ketersediaan jamban. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsungmenggunakan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan 45,7% balita mengalami diare pada 3 bulan terakhir. Faktorfaktoryang terbukti ada hubungan dengan kejadian diare antara lain personal hygiene (p=0,000)dimana sebagian responden termasuk dalam kategori personal hygiene baik (53,3%), kondisilingkungan (p=0,000) dimana sebagian besar responden termasuk dalam kategori kondisilingkungan baik (51,1%) dan penyediaan air bersih (p=0,023) dimana sebagian besarresponden termasuk dalam kategori tersedia (81,9%). Sedangkan ketersediaan jamban(p=0,504) terbukti tidak ada hubungan.Disarankan kepada masyarakat untuk menjaga kondisi lingkungan dan meningkatkan perilakuhidup bersih dan sehat, terutama dalam melakukan tindakan pencegahan terjadinya diareseperti mencuci tangan dengan sabun setelah BAB, sebelum makan, sebelum menyiapkandan menyuapi balita.Kata kunci : diare, personal hygiene, lingkungan
PERBEDAAN KUALITAS PELAYANAN ANTARA PASIEN DINAS DAN PASIEN UMUM DI BAGIAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI DETASEMEN KESEHATAN PANGKALAN LANUMAD AHMAD YANI SEMARANG Lutfatila Masitoh Masitoh; Eti Rimawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 2 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.407 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i2.1199

Abstract

Permasalahan kualitas pelayanan pada pasien dibagian pendaftaran rawat jalan diDENKESLAN adalah karyawan yang kurang peduli terhadap pasien yang berobat keDENKESLAN, hal ini terlihat sebesar 70% pasien merasa tidak puas terhadap pelayananrawat jalan di DENKESLAN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaankualitas pelayanan antara pasien dinas dan pasien umum dibagian pendaftaran DENKESLAN.Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik, dengan pendekatan cross sectional. Jumlahsampel penelitian adalah 30 pasien dinas dan 30 pasien umum, yang diambil secara accidentalsampling dengan kriteria inklusi pasien sudah melakukan pelayanan. Analisis yangdigunakan adalah uji beda (uji t).Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan antara emphaty pasien dinas dengan pasienumum (p value 0,001 < 0,05) dan ada perbedaan assurance pasien dinas dan pasien umum(p value 0.0001 < 0,05). Peningkatan kualitas pelayanan antara pasien dinas dan pasien umum, meningkatkan kualitaspelayanan kepada pasien yang difokuskan kepada petugas bagian pendaftaran dalam upayauntuk meningkatkan kualitas layanan pasien dinas dan pasien umum, meningkatkan kapabilitasdan komitmen petugas bagian pendaftaran dan meningkatkan kepercayaan dan kepuasanpasien.Kata kunci :Empaty, Assurance, Kepuasan Pasien.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK PADA PESERTA KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN PEDURUNGAN SEMARANG Pradita Ayu Sekar S; Kriswiharsi K Saptorini
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 2 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.956 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i2.1200

Abstract

Salah satu strategi dari pelaksanaan program Keluarga Berencana sendiri seperti tercantumdalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2004 – 2009 adalahmeningkatnya penggunaan non metode kontrasepsi jangka panjang (non MKJP) sepertikontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik menjadi alternatif pilihan metode kontrasepsi yangideal karena bersifat jangka panjang dan memiliki banyak keuntungan. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan penggunaankontrasepsi suntik pada peserta Keluarga Berencana.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan secara Cross Sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta Keluarga Berencana yang tercatatdalam wilayah Kecamatan Pedurungan. Sampel dalam penelitian sejumlah 120 orang.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data yang diperoleh dalampenelitian ini diolah dengan menggunakan statistik uji Chi - Square dengan derajat kemaknaan(α) = 0,05Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang terdapat hubungan dengan penggunaan kontrasepsi suntik pada peserta Keluarga Berencana di Kecamatan Pedurungan adalahpersepsi kualitas pelayanan KB suntik (p value = 0,004). Sedangkan variabel yang tidakberhubungan adalah usia (p value = 1,000), tingkat pendidikan (p value = 0,433), pekerjaan(p value =0,305), pendapatan (p value = 0,495), pengetahuan (p value = 0,773), persepsibiaya (p value = 0,846), persepsi rasa aman (p value = 0,326).Saran yang dapat diajukan adalah perlunya peran aktif dari puskesmas dalam peningkatanjumlah akseptor kontrasepsi suntik, yang bisa dilakukan dengan pemberian penyuluhan –penyuluhan dengan tema kontrasepsi suntik, pemberian informasi lengkap tentangkontrasepsi suntik saat kunjungan pertama klien untuk menentukan pilihan berkontrasepsidan memotivasi setiap calon akseptor KB baru untuk menggunakan kontrasepsi suntik.Kata Kunci : Kontrasepsi suntik, persepsi biaya, persepsi rasa aman, persepsi Kualitas

Page 9 of 47 | Total Record : 465