cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
VISIKES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
EFEKTIFITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DALAM MENURUNKAN KADAR “BOD” DI IPAL RUMAH SAKIT DOKTER RADEN SOETIJONO BLORA TAHUN 2013 Wisnu Handyasmara Putra
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.337 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1117

Abstract

Rumah Sakit dr. R. Soetijono Blora merupakan rumah sakit bertype C. Dari proses kegiatanyang dilakukan rumah sakit ini menghasilkan limbah cair yang berasal dari bangsal, dapurdan tempat cucian. Limbah cair yang dihasilkan debit rata-rata 0,4 liter/detik, rumah sakit dr.R. Soetijono Blora telah melakukan sistem pengolahan limbah cair dengan metode lumpuraktif. Berdasarkan hasil pengukuran kadar BOD pada air limbah IPAL outlet Rumah Sakit dr.R. Soetijono Blora pada bulan Maret 2013 diketahui sebesar 33,4 mg/l, nilai ini tidak sesuaidengan baku mutu menurut PERDA PROV JATENG No. 5 Tahun 2012 yaitu 30 mg/l.Untuk menganalisis Perbedaan Kadar “BOD” Sebelum dan Sesudah Pengolahan di IPALRumah Sakit Dokter Raden Soetijono BloraMenggunakan metode penelitian Observasi, dengan jumlah sampel sebanyak 28 sampellimbah yang terdiri dari 14 sampel limbah sebelum pengolahan dan 14 sampel limbah sesudahpengolahan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh limbah cair yang ada di IPAL RumahSakit Dr. R. Soetijono Blora.Hasil uji Mann-Whitney menunjukan nilai signifikan p. value adalah 0,000. Dengan ± = 0,05 yang artinya p < ±, hal ini menunjukkan ada perbedaan yang bermakna pada angka BOD diinlet dan outlet.Perlu dilakukan pemeliharaan dan perawatan terhadap blower, pada bak chlorinasi pengadukanchlorin sebaiknya diganti dengan mesin pengaduk.Kata Kunci: BOD, Pengolahan Air Limbah, Rumah Sakit
HUBUNGAN ANTARA TRIAS UKS DENGAN PELAKSANAAN PHBS PADA MURID DISEKOLAH DASAR NEGERI PLALANGAN 01 DAN SPLALANGAN 04 GUNUNGPATI SEMARANG Lilia Indah Kusuma
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.848 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1118

Abstract

Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatanserta mensosialisasikan informasi/pendidikan kesehatan sekolah, memberikan akses terhadappelayanan kesehatan, serta berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Melalui program UKS diharapkan anak sekolah dapat menjadi agen pembangunan dan agenperubahan terhadap pembudayaan perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga dan sekitarnya.Tujuan penelitian ini adalaha untuk mengetahui hubungan antara Trias UKS dengan pelaksanaanPHBS pada siswa di Sekolah Dasar Negeri Palangan 01 dan 04 Gunungpati Semarang.Jenis penelitian ini adalah explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah muridkelas 5 dan 6 Sekolah Dasar Negeri Plalangan 01 dan 04 yang berjumlah 129 siswa. Teknikpengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling proporsional sebanyak56 sampel. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner. Analisis hubunganmenggunakan uji Chi Square dan uji Fisher Exact.Hasil analisis univariat menunjukkan pendidikan kesehatan dalam pelaksanaan PHBStermasuk kategori baik sebesar 69,6%, pelayanan kesehatan dalam pelaksanaan PHBStermasuk kategori baik sebesar 82,1%, pembinaan lingkungan sekolah sehat dalampelaksanaan PHBS termasuk kategori baik sebesar 89,3% dan pelaksanaan perilaku hidupbersih dan sehat termasuk kategori baik sebesar 62,5%. Hasil analisa bivariat menunjukkanada hubungan antara pendidikan kesehatan (p value 0,030), tidak ada hubungan antarapelayanan (p value 0,476) dan ada hubungan antara pembinaan lingkungan sekolah sehat (pvalue 0,024) dengan pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat.Penggunaan metode interaktif dalam pendidikan,mengoptimalisasi peran dokter kecil.Diharapkan dapat meningkatkan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaanlingkungan sekolah sehat serta kerjasama antara pihak terkait meliputi kepala sekolah, guruserta stakeholder di lingkungan sekolah, seperti Puskesmas, Posyandu, Rumah Sakit.Kata kunci : Trias UKS, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOYOSO SEMARANG Niken Puji Lestari; Lily Kresnowati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.319 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1120

Abstract

Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, penderita ISPA khususnya pneumoniapada usia < 1 th pada tahun 2011 ini mengalami kenaikan 152 kasus dari 1.448 menjadi1.600 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlah penderita ISPA pada bayi dan balitadi Puskesmas Purwoyoso tahun 2012 (Januari – Oktober) mencapai 2088 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan kejadianISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Purwoyoso tahun 2013.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan jenis penelitianexplanatory research dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 66responden. Teknik uji sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah consecutive sampling,uji chi square dan uji fisher exact.Hasil analisa univariat menunjukkan responden yang menderita ISPA 69,7%, dengan kategoriPneumonia 4,3%, status imunisasi lengkap 89,4%, status gizi sedang - lebih 63,7%,pemberian ASI eksklusif 12,1%. Analisa bivariat menunjukkan ada hubungan antara statusgizi (p=0,017) dan pemberian ASI eksklusif (p=0,0001) dengan kejadian ISPA pada bayi danbalita. Sedangkan faktor risiko yang tidak berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi danbalita yaitu status imunisasi (p=0,069).Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan ISPA padabayi dan balita yaitu status gizi dan pemberian ASI eksklusif. Saran bagi masyarakat adalahmemilih makanan yang memiliki nilai gizi tinggi untuk bayi dan balitanya, memberikan ASIeksklusif, pemberian makanan tambahan untuk anak > 6 bulan. Bagi Puskesmas diharapkanmeningkatkan penyuluhan tentang ASI eksklusif dan gizi pada bayi dan balita, memberikanmakanan tambahan kepada bayi dan balita untuk meningkat status gizi dan mencegahkejadian gizi buruk.Kata Kunci : ISPA, Bayi dan Balita
SELF EFFICACY SISWA SDN 6 RAJA DI PANGKALAN BUN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH TERHADAP PERILAKU BERHENTI MEROKOK Siti Salasatun Nisa; Nurjanah Nurjanah
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.113 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1121

Abstract

Self efficacy adalah belief atau keyakinan seseorang bahwa ia dapat menguasai situasi danmenghasilkan hasil (outcomes) yang positif. Beberapa faktor yang mempengaruhi self efficacyyaitu: Pengalaman keberhasilan (mastery experiences), pengalaman orang lain(vicariousexperiences), persuasi sosial (social persuation), keadaan fisiologis dan emosional(physiological andemotional states). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan self efficacysiswa SDN 6 Raja Pangkalan Bun Kalimantan Tengah terhadap perilaku berhenti merokok.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan tehnik pengumpulan dataFocus Group Discussion (FGD) terhadap 8 orang siswa sekolah dasar kelas 6 keabsahandata dilakukan melalui triangulasi sumber kepada guru, teman sebaya dan orang tua subjekpenelitian. Analisis data menggunakan content analysis.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar subyek penelitian berumur 10 tahun, uang saku Rp 5.000 per hari dan disisihkan sebagian untuk membeli rokok. Sebagian kecilpernah mencoba berhenti merokok dan hanya satu subjek penelitian saja yang berhasil berhentimerokok (pengalaman keberhasilan/Mastery experiences). Tidak ada pengalaman oranglain yang berhenti merokok (pengalaman orang lain/Vicarious experiences). Teman sebayamenasehati untuk berhenti merokok namun tidak dihiraukan (sosial persuasi/Socialpersuation). Secara fisik ketika berhenti merokok pernafasan lebih ringan dan secaraemosional ketika berhenti merokok akan membuat perasaan gelisah sehingga membuatnyakembali untuk merokok ( keadaan fisik dan emosional / Physiological and emotional states).Hendaknya pihak sekolah memfasilitasi siswa yang ingin berhenti merokok, orang tuamemberikan contoh yang baik dengan tidak merokok didepan anak, bisa mengecek kesehatansubjek penelitian ketika merokok dan ketika berhenti merokok, mengatur waktu yang tepatagar memperoleh banyak data yang khusus atau lebih privasi.Kata kunci : Self efficacy, siswa sekolah dasar, perilaku berhenti merokok
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU SENJA CERIA SEMARANG Bagus Hari Wibowo; Zaenal Sugiyanto; Lily Kresnowati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.4 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1124

Abstract

Hipertensi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan gangguansuplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah sampai ke jaringan tubuh.Mengingat besarkasus dan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi maka perlu dilakukan pencegahan,sehingga di masa mendatang prevalensi hipertensi dapat diturunkan. Tujuan penelitian iniadalah mengetahui faktor-faktor risiko (faktor keturunan, merokok, IMT, olahraga, dan konsumsikopi) yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia SenjaCeria Semarang 2013.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan case control.Lokasi penelitianini di Posyandu Lansia Senja Ceria Semarang.Variabel bebas dalam penelitian ini adalahfactor keturunan, merokok, IMT, olahraga, dan konsumsi kopi. Sampling penelitian ini adalahkasus penderita hipertensi sebanyak 15 orang dan kontrol yang tidak menderita hipertensisebanyak15 orang. Analisis dilakukan dengan ujichi square menggunakan program SPSS16.0 for windows dengan nilai kepercayaan 95% dan tingkat signifikansi 0,05.Hasil penelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara keturunan dengan kejadian hipertensi(p value 0,05) dengan OR 21,000, ada hubungan antara kebiasaan olahraga dengan kejadian hipertensi (p value 0,014) dengan OR 16,000,tidak ada hubungan antara kebiasaan merokokdengan kejadian hipertensi (p value 1,000), tidak ada hubungan antara IMT dengan kejadianhipertensi (p value 1,000), tidak ada hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan kejadianhipertensi (p value 0,427).Berdasarkan hasil penelitian agar responden melakukan olahraga secara teratur minimal 3-4 kali per minggu selama 30-40 menit, mengendalikan berat badan normal dengan makanmakanan yang sehat dan pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teraturkhususnya apabila mempunyai riwayat keturunan hipertensi.Kata Kunci : Faktor Risiko, Hipertensi, LanjutUsia
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN GIZI DAN STATUS GIZI DENGAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN PERUSAHAAN TAHU BAXO BU PUDJI DI UNGARAN TAHUN 2014 Diana Puspita Langgar; Vilda Ana Veria Setyawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.733 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1125

Abstract

Kelelahan kerja yang dialami tiap orang berbeda tapi semuanya akan dapat menurunankapasitas kerja. Resiko dari kelelahan kerja tersebut diantaranya adalah terjadi stress akibatkerja, penyakit akibat kerja dan terjadi kecelakaan akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan antara asupan gizi dan status gizi dengan kelelahan kerja padakaryawan perusahaan Tahu Baxo Bu Pudji di Ungaran tahun 2014. Dari wawancara yangdilakukan di bagian pengisian tahu baxo dari 10 orang yang telah diwawancarai ada beberaparesponden mengeluh tentang kelelahan kerja sebanyak 5 orang.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak24karyawan di bagian pengisian Tahu Baxo Bu Pudji di Kota Ungaran. Metode pengumpulandata dilakukandengan wawancara dan observasi langsung menggunakan instrumen berupakuesioner dan lembar observasi, lembar recall, lembar aktifitas harian 24 jam, pengukurankalori dan kelelahan. Hasil penelitian sebagian besar responden memiliki tingkat kelelahan kerja berat. Dari hasiluji spearman menunjukkan faktor – faktor yang berhubungan kelelahan kerja antara lain masakerja dan status gizi. Sedangkan umur, pendidikan asupan energi, asupan protein, asupanlemak, dan asupan karbohidrat tidak ada hubungan dengan kelelahan kerja di bagian pengisiantahu baxo. Status gizi karyawan dibagian pengisian tahu baxo bu Pudji antara lain normal62,5%, obesitas 16,7%, gemuk 12,5% dan underweight 4,2%. Gambaran kelelahan yangdialami tenaga kerja pengisihan tahu baxo yang paling banyak adalah kelelahan kerja berat.Saran penambahan tenaga kerja dan menambah asupan makanan serta mengkonsumsimakanan yang bergizi.Kata kunci: Kelelahan, Asupan Gizi, Status Gizi
KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KECAMATAN SEMARANG SELATAN 2014 Firman Ardiono; MG. Catur Yuantari
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.776 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1126

Abstract

Hasil survei yang dilakukan di salah satu SD Negeri di wilayah Semarang Selatan, dari 33 siswayang di survei 45,4% mengeluhkan nyeri pada kaki, 3% mengeluhkan nyeri pada tangan, 9%mengeluhkan pada leher dan 21,2% mengeluhkan pada punggung. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada siswa sekolahdasar.Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan crossectional. Populasi dalampenelitian ini adalah siswa kelas IV sekolah dasar yang berada di 32 sekolah dasar wilayahKecamatan Semarang Selatan. Sampel dalam penelitian ini di ambil secara purposive sampling,dengan menggunakan kriteria inklusi dan kemudian di dapat 6 sekolah dasar dengan jumlahmurid keseluruhan sebanyak 189 siswa.Hasil penelitian menunjukkan, keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh siswa terletak padabagian leher bagian atas, bahu kanan, bahu kiri, dan betis kiri. Dari analisa data data yang dilakukan,dalam sampel ini diketahui bahwa siswa perempuan lebih banyak dari pada laki-laki, mayoritassiswa masuk kategori indeks massa tubuh “kurus”, beban tas yang paling berat dibawa sebesar7 Kg, jenis “tas punggung” lebih banyak digunakan oleh siswa dan mayoritas siswa memilikipengetahuan yang baik tentang pencegahan keluhan muskuloskeletal. Variabel “beban tas” terbuktiberhubungan dengan keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh siswa (p value 0,005).Kata Kunci : Keluhan muskuloskeletal, berat beban, siswa sekolah dasar
KESIAPAN PEKERJA SEKTOR INFORMAL (SOPIR TRUK CONTAINER) DALAM MEMBAYAR JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI KOTA SEMARANG Ajeng Silvira Hermanto; Eti Rimawati; Dyah Ernawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.386 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1127

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional adalah salah satu bentuk perlindungan social dibidang kesehatanuntuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan yang layak melalu ipenerapan sistemyang terkendali. Sektor informal merupakan sektor yang tidak terorganisasi, tidak teratur, dankebanyakan legal tetapi tidak terdaftar. Masalah yang ada dimana para sopir truk containerbelum meiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dengan berbagai fungsi didalamnya.Pemberlakuan iuran terhadap pekerja dikhawatirkan akan memberatkan para pekerja terutamapekerja sektor informal dalam hal ini sopir truk container oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui kesiapan pekerja sektor informal (sopirtruk container) dalammembayarJaminan Kesehatan Nasional (JKN).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primermelalui wawancara mendalam kepada sopir truk container di Kota Semarang yang dipilihsecara purposive sampling serta menggunakan metode analisi data thematic.Variabel dalampenelitian ini antar lain pengetahuan, sikap, Ability ToPay (ATP), dan Willingness To Pay(WTP).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar dari subyek penelitian tidak mengetahuitentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), namun dari sikap sebagian besar subyekpenelitian bersedia untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).Dari hasilperhitungan Ability To Pay (ATP) sebagian besar subyek penelitian mampu untuk membayarpremi sebesar Rp. 25.500, tetapi kemauan subyek penelitian dalam Willingness To Pay (WTP)hanya Rp. 5.000 – Rp. 10.000 per bulan per kepala.Perlunya sosialisasi kepada masyarakat khusunya pekerja sektor informal terkait denganJaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun bukan hanya sektor informal saja, semua pihakyang terkait seperti pemberi kerja juga harus diberi sosialisasi.Kata kunci : Pekerja, Sektor Informal, Jaminan Kesehatan Nasional
PENGARUH SIKAP INDIVIDU DAN PERILAKU TEMAN SEBAYA TERHADAP PRAKTIK SAFETY RIDING PADA REMAJA (STUDI KASUS SISWA SMA NEGERI 1 SEMARANG) Andi Sumiyanto; Eni Mahawati; Eko Hartini
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.265 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1129

Abstract

Safety riding adalah perilaku mengemudi secara selamat yang bisa membantu untukmenghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas. Safety riding dirancang untuk meningkatkankesadaran pengendara terhadap segala kemungkinan yang terjadi selama berkendara. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap individu dan perilaku teman sebayaterhadap praktik safety riding pada remaja (studi kasus siswa SMA Negeri 1 Semarang).Jenis penelitian ini menggunakan Eksplanatory Research dengan pendekatan cross sectional.Teknik analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment dan regresilinier sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1Semarang yang berjumlah 423 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 82 orang yangdipilih secara “purposive sampling”Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek safety riding responden secara umum baik.Aspek safety yang sering dilakukan yaitu membawa STNK setiap kali berkendara, kendaraandilengkapi STNK, menggunakan helm setiap kali berkendara, menyalakan lampu sein kiri/kanan sebelum belok. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh perilaku teman sebayaterhadap praktik safety riding (p value = 0,000), F=20.593, R2= 0,205 yang artinya 20,5%praktik safety riding dipengaruhi oleh perilaku teman sebaya, sedangkan sisanya 79,5%dipengaruhi oleh sebab-sebab lain.Kata kunci : Perilaku tema sebaya, sikap, Keselamatan berkendaraan
PENGEMBANGAN DESAIN MAP REKAM MEDIS (FOLDER) DENGAN KODE WARNA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN ARANG BOYOLALI Khoirun Nisaa; Tri Lestar; Sri Mulyono
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.321 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1130

Abstract

Kejadian misfile di RSUD Pandan Arang Boyolali terjadi diantaranya karena ketidaktelianpetugas dalam mengembalikan dokumen rekam medis, selain itu belum adanya kode warnapada map rekam medis (folder) menjadi salah satu penyebab kejadian misfile. Jika terjadimisfile maka petugas membutuhkan waktu 15 menit untuk melakukan pencarian DRM.Kejadian misfile ini terjadi pada section 0 dan 9, 4 dan 9, 6 dan 2 dengan tingkat persentasemisfile sebesar 5 %. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti desain map rekam medis yangdigunakan dan membuat pengemabangan desain map rekam medis (folder) dengan kodewarna di RSUD Pandan Arang Boyolali.Jenis penelitian ini deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 petugas filing dan kepala rekam medis di RSUD Pandan Arang Boyolali, sedangkan objek yang digunakan adalahpengembangan desain map rekam medis (folder) dengan kode warna. Analisis datamenggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa map rekam medis (folder) yang digunakan di RSUDPandan Arang Boyolali belum menggunakan kode warna, belum adanya kode warnamenyebabkan dengan mudahnya terjadi misfile. Dalam hal ini peneliti membuatpengembangan desain map rekam medis (folder) dengan kode warna.Tujuan dari kode warnatersebut yaitu untuk memudahkan petugas dalam melihat lokasi penyimpanan danpengambilan kembali sesuai dengan warna yang tercantum sehingga lebih cepat, danmemudahkan petugas dalam memantau (menyisir) keseragaman pada masing-masingsection, jika terjadi misfile maka petugas dapat dengan mudah menemukenali DRM tersebutdan mengembalikan pada section yang seharusnya.Dari latar belakang masalah ini maka diharapkan RSUD menggunakan kode warna dalammap rekam medis (folder), karena fungsi dari kode warna yang ada pada map rekam medis(folder) ini sangat penting dan kode warna itu harus ada karena untuk mengurangi terjadinyamisfile.Kata Kunci : Misfile, Desain Map Rekam Medis (folder), Kode Warna

Page 7 of 47 | Total Record : 465