cover
Contact Name
Tri Wardhani
Contact Email
twd@widyagama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrika@widyagama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIKA
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 19075871     EISSN : 25416529     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrika mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu pertanian meliputi penelitian di bidang budidaya pertanian, agrobisnis dan teknologi pengolahan hasil pertanian, juga menginformasikan berbagai paket teknologi, ulasan ilmiah, komunikasi singkat dan informasi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 2 (2024)" : 16 Documents clear
INTENSITAS SERANGAN HAMA ULAT KANTUNG (Metisa plana) TERHADAP TANAMAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN LANGSA BARO KOTA LANGSA Sari, Senja Yunita; Mulyani, Cut; Marnita, Yenni
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6463

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi dan sentra penanaman tanaman kelapa sawit. Hama ulat kantung (Metisa plana) merupakan salah satu ulat pemakan daun kelapa sawit yang merugikan secara ekonomi karena dapat mengakibatkan defoliasi 10-13%. Hal ini dapat menurunkan hasil kelapa sawit sekitar 33-40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan hama ulat kantung terhadap tanaman kelapa sawit di perkebunan PT Timbang Langsa Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, dengan ketinggian ±10 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada blok 46 terjadi intensitas serangan hama ulat kantung terbesar yaitu 55% pada luasan 2.7 ha dan tingkat serangan ulat kantung terbanyak yaitu 49 tanaman dengan kategori berat (> 5 ulat/pelepah).  ABSTRACTIndonesia is one of the countries that has the potential and center for oil palm plantations. The bagworm pest (Metisa plana) is one of the caterpillars that eat oil palm leaves that are economically detrimental because it can cause defoliation of 10-13%. This can reduce oil palm yields by around 33-40%. This study aimed to determine the intensity of bagworm pest attacks on oil palm plants on the PT Timbang Langsa plantation, Langsa Baro District, Langsa City, with an altitude of ±10 m above sea level. The study was conducted in July-August 2023. The research method used a descriptive method with purposive sampling. The results showed that in block 46 there was the largest bagworm pest attack intensity, namely 55% in an area of 2.7 ha and the highest level of bagworm attack, namely 49 plants with a heavy category (> 5 caterpillars/stem).
HUBUNGAN KECEPATAN ANGIN DAN EVAPOTRANSPIRASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor L.Moench) Asnita, Desi; Adnan, Adnan; Juanda, Boy Riza; Pristiwantoro, Eko Cahyo; Haiqal, Muhammad
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6493

Abstract

ABSTRAK           Unsur iklim erat hubungannya dengan cuaca yang dapat menurunkan suatu usaha budidaya. Salah satu unsur iklim yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman yaitu angin. Kecepatan angin memegang peran penting dalam evapotranspirasi, karena sebanding dengan evapotranspirasi. Data evapotranspirasi digunakan untuk kepentingan sumber daya air dan menghitung kesetimbangan air khususnya keperluan penentuan kebutuhan air bagi tanaman dalam periode pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana kecepatan angin dan evapotranspirasi mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum. Penelitian dilakukan di lapangan percobaan Stasiun Klimatologi BMKG Aceh, Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisa regresi linier berganda, uji T, uji F, koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Parameter penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah/tanaman dan berat basah/plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan angin berpengaruh terhadap bobot basah tanaman dan bobot basah/plot. Evapotranspirasi berpengaruh secara parsial terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot basah/plot. Hasil analisa uji F simultan menunjukkan bahwa kecepatan angin dan evapotranspirasi memiliki pengaruh secara simultan terhadap tinggi tanaman. Kecepatan angin menunjukkan hubungan yang kuat terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah/plot, serta memiliki hubungan yang cukup berarti terhadap terhadap produksi bobot basah tanaman/plot.  ABSTRACT           Climate elements are closely related to weather which can reduce a cultivation business. One of the climate elements that influences plant growth and productivity is wind. Wind speed plays an important role in evapotranspiration, because it is proportional to evapotranspiration. Evapotranspiration data is used for water resources purposes and calculating water balance, especially for determining water needs for plants during the growth and production period of sorghum plants. This research aimed to determine how wind speed and evapotranspiration affect the growth and production of sorghum plants. The research was carried out at the experimental field of the BMKG Aceh Climatology Station, Aceh Besar. The research methods used include multiple linear regression analysis, T test, F test, correlation coefficient and coefficient of determination. Research parameters included plant height, number of leaves, wet weight/plant and wet weight/plot. The results showed that wind speed had an effect on plant wet weight and wet weight/plot. Evapotranspiration partially influences plant height, number of leaves and wet weight/plot. The results of the simultaneous F test analysis showed that wind speed and evapotranspiration had a simultaneous influence on plant height. Wind speed showed a strong relationship with plant height, number of leaves, and fresh weight/plot, and had a significant relationship with the production of fresh weight of plants/plot.  
EFEK REMEDIASI TANAH DENGAN TANAMAN HIPERAKUMULATOR HANJUANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADI FASE VEGETATIF DI TANAH YANG TERCEMAR TIMBAL Setiawan, Kevin Ishak Tri; Widowati, Widowati; Karamina, Hidayati
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6512

Abstract

ABSTRAK Limbah pabrik berpotensi mencemari lingkungan. Adanya logam berat dalam tanah dapat diserap oleh tanaman yang dapat berdampak negatif bagi lingkungan dan makhluk hidup. Remediasi lahan perlu dilakukan, di antaranya menggunakan tanaman hiperakumulator hanjuang. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh remediasi lahan dengan tanaman hanjuang terhadap pertumbuhan tanaman padi fase vegetatif. Penelitian dilakukan bulan Maret-Agustus 2024 di Dusun Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari: tanpa hiperakumulator tanpa bahan organik (HB1); tanpa hiperakumulator + pupuk kandang ayam (HB2); tanpa hiperakumulator + pupuk hijau Thitonia diversifolia (HB3); tanpa hiperakumulator + pupuk kompos blotong tebu (HB4); tanaman hanjuang + tanpa bahan organik (HB5); tanaman hanjuang + pupuk kandang ayam (HB6); tanaman hanjuang + Thitonia diversifolia (HB7): tanaman hanjuang + blotong tebu (HB8). Data dianalisa menggunakan anova taraf 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penanaman hiperakumulator hanjuang dan pemberian berbagai jenis bahan organik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan padi fase vegetatif yang meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan dan total klorofil. Pada 56 HST perlakuan HB6 (hiperakumulator hanjuang + pupuk kandang ayam) memberikan jumlah anakan padi yang paling banyak (19.00) dibanding tanpa penanaman hiperakumulator hanjuang (14.33-14.50). Pada 30 HST perlakuan HB6 (24.02 mg/l) juga memiliki total klorofil yang paling banyak (32.71 mg/l) dibanding semua perlakuan lainnya (19.70-26.03). Semua perlakuan tidak mempengaruhi pH tanah.  ABSTRACTFactory waste has the potential to pollute the environment. The presence of heavy metals in the soil can be absorbed by plants that can have a negative impact on the environment and living creatures. Land remediation needs to be carried out, including using hanjuang hyperaccumulator plants. The research aims to study the effect of land remediation with hanjuang plants on the growth of rice plants in the vegetative phase. The research was conducted in March-August 2024 in Gampingan Hamlet, Pagak District, Malang Regency. The study used a randomized block design with eight treatments and three replications. Treatment consisted of: no hyperaccumulator without organic material (HB1); without hyperaccumulator + chicken manure (HB2); without hyperaccumulator + Thitonia diversifolia green manure (HB3); without hyperaccumulator + sugarcane filter cake compost (HB4); hanjuang plants + without organic matter (HB5); hanjuang plants + chicken manure (HB6); hanjuang plant + Thitonia diversifolia (HB7): hanjuang plant + sugar cane filter cake (HB8). Data were analyzed using anova at 5% level and if there was a real effect, it was continued with the least significant difference test at 5% level. The results of the research showed that the hanjuang hyperaccumulator planting treatment and the provision of various types of organic materials had a significant effect on rice growth in the vegetative phase which included plant height, number of tillers and total chlorophyll. At 56 HST the HB6 treatment (hanjuang hyperaccumulator + chicken manure) gave the highest number of rice tillers (19.00) compared to without hanjuang hyperaccumulator planting (14.33-14.50). At 30 HST the HB6 treatment (24.02 mg/l) also had the highest total chlorophyll (32.71 mg/l) compared to all other treatments (19.70-26.03). All treatments did not affect soil pH.
IDENTIFIKASI METABOLIT PRIMER PADA TANAMAN BLACK SAPOTE (Diospyros dygina) Dalimunthe, Nur Asyiah; Steven, Bobby; Fitrah, Saidul; Sahfitra, Angga Ade
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6514

Abstract

ABSTRAKBlack sapote (Diospyros dygina) termasuk buah yang baru dikenal masyarakat, disukai dan mulai banyak ditanam. Informasi nutrisi pada black sapote masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metabolit primer pada daun dan daging buah black sapote yang dikenal sebagai sawo hitam atau kesemek hitam, menggunakan metode SNI 01-2891-1992. Parameter nutrisi yang diamati mencakup kadar air, karbohidrat, lemak total dan protein. Hasil analisis menunjukkan bahwa daun black sapote mengandung kadar air sebesar 58.8%, karbohidrat 1.95%, lemak total 0.72%, dan protein 87.26%. Sementara itu, daging buahnya memiliki kadar air 84.1%, karbohidrat 2.31%, lemak total 0.29%, dan protein 1.05%. Temuan ini mengindikasikan bahwa black sapote memiliki potensi sebagai sumber pangan bernutrisi tinggi dan dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam pengembangan produk olahan serta mendukung pertanian berkelanjutan. ABSTRACKBlack sapote is a fruit that has just become known to the public, is liked and is starting to be widely planted. Nutritional information on black sapote was still limited, so this research aimed to identify primary metabolites in the leaves and flesh of black sapote (Diospyros dygina), known as sawo hitam or black persimmon, using the SNI 01-2891-1992 method. The nutritional parameters observed included water content, carbohydrates, total fat and protein. The analysis results showed that black sapote leaves contain water content of 58.8%, carbohydrates 1.95%, total fat 0.72%, and protein 87.26%. Meanwhile, the flesh of the fruit had water content of 84.1%, carbohydrates 2.31%, total fat 0.29%, and protein 1.05%. These findings indicated that black sapote had potential as a highly nutritious food source and can be further utilized in developing processed products and supporting sustainable agriculture.  
IDENTIFIKASI LOGAM BERAT PADA TANAMAN PADI DI DAERAH INDUSTRI LIMBAH KERTAS DI KABUPATEN MALANG Lado, Oldiana Umbu; Sutoyo, Sutoyo; Karamina, Hidayati
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6520

Abstract

ABSTRAKIndustri kertas merupakan salah satu industri penting di Indonesia yang cukup besar kontribusinya terhadap pendapatan negara. Industri kertas menghasilkan limbah yang disebut sebagai sludge. Sludge dapat dikategorikan sebagai limbah organik karena berasal dari kayu dan bubur kertas (pulp) yang diolah untuk menjadi kertas. Akan tetapi limbah tersebut terindikasi mengandung logam berat yang diperlukan sebagai bahan baku dan katalis. Pencemaran logam berat pada lahan pertanian dapat berlanjut pada tercemarnya organ tanaman seperti akar, daun, batang dan gabah yang dihasilkan. Hal ini berbahaya bagi kesehatan lingkungan dan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji unsur cuaca selama pertanaman padi dan kandungan logam berat (Hg, Cd dan Pb) pada tanaman padi (akar, batang, daun dan bulir) di kawasan industri limbah kertas di Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan dengan mengkaji data cuaca dari BMKG Karangploso dan menguji organ tanaman padi di lahan pertanian di sekitar industri tersebut. Penelitian dilaksanakan Februari-Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur rata-rata tertinggi dan temperatur maksimum tertinggi serta lama penyinaran terpanjang dan radiasi matahari tertinggi terjadi pada Oktober 2023 berturut-turut adalah 25.6°C; 32.3°C; 92% dan 445 gr Kal/cm2, sedangkan temperatur minimum tertinggi 21.1°C pada November 2023. Curah hujan tertinggi sebesar 496 mm pada September 2022. Uji laboratorium menunjukkan bahwa logam berat Hg, Cd, dan Pb yang ditemukan pada organ tanaman padi (akar, batang, daun dan bulir) pada lahan pertanian lokasi atas, tengah dan bawah di sekitar industri kertas semuanya berada di atas ambang batas yang diijinkan.  ABSTRACTPaper industry is one of the key industries in Indonesia, significantly contributing to state income. This industry produces waste known as sludge, which can be categorized as organic waste because it comes from wood and pulp processed to make paper. However, this sludge is indicated to contain heavy metals which are needed as raw materials and catalysts. Heavy metal pollution on agricultural land can lead to contamination of plant organs such as roots, leaves, stems and grain produced. This is dangerous for the environment and human health. The aim of this research is to examine weather elements during rice planting and heavy metal content (Hg, Cd and Pb) in rice plants (roots, stems, leaves and grains) in the waste paper industrial area in Malang Regency. The research was carried out by reviewing weather data from BMKG Karangploso and testing rice plant organs on agricultural land around the industry. The research took place in February-March 2024. The results showed that the highest average temperature, highest maximum temperature, longest exposure time, and the highest solar radiation occurred in October 2023, with values of 25.6°C; 32.3°C; 92% and 445 gr Cal/cm2, respectively. Meanwhile, the highest minimum temperature was 21.1°C in November 2023. The highest rainfall was 496 mm in September 2022. Laboratory tests showed that the heavy metals Hg, Cd, and Pb were found in the rice plant organs (roots, stems, leaves and grain) on agricultural land in the upper, middle and lower locations around the paper industry, all exceeding the permitted threshold.  
KEPADATAN CACING TANAH PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI KAMPUNG SALOR INDAH DISTRIK KURIK KABUPATEN MERAUKE Wida, Wa Ode Asryanti; Rupang, Maya Sari; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar; Rizal, Abdul; Endrawati, Tri
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6685

Abstract

ABSTRAK Cacing tanah merupakan salah satu organisme tanah yang mempunyai peran penting dalam memperbaiki aerasi tanah, mengurai bahan organik dan meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan cacing tanah pada tanaman hortikultura. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Penelitian diawali dengan melakukan survei untuk menginventarisir jenis tanaman hortikultura yang ada di Kampung Salor Indah. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel tanah pada lahan tempat budidaya tanaman kangkung, jagung, sawi, tanaman terong dan pada lahan yang tanpa tanaman. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan luasan P x L x T yaitu 25 cm x 25 cm x 20 cm. Selanjutnya dilakukan pengamatan keberadaan cacing tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada budidaya tanaman hortikultura di Kampung Salor Indah Distrik Kurik Kabupaten Merauke kepadatan cacing yang paling banyak ditemukan pada lahan jagung dengan total 34 cacing, setelah itu pada lahan kangkung 21 cacing, pada lahan sawi sebanyak 18 cacing, pada lahan terong 12 cacing dan pada tanah tanpa tanaman 10 cacing.  ABSTRACT Earthworms are one of the soil organisms that have an important role in improving soil aeration, breaking down organic matter and increasing soil fertility. This research aims to determine the density of earthworms on horticultural plants. The method used is descriptive quantitative. The research began by conducting a survey to inventory the types of horticultural plants in Salor Indah Village. Next, soil samples were taken on land where kale, corn, mustard greens, eggplant plants were cultivated and on land without plants. Soil samples were taken with an area of L x W x H, namely 25 cm x 25 cm x 20 cm. Next, observations were made for the presence of earthworms. The results of the research showed that in the cultivation of horticultural crops in Salor Indah Village, Kurik District, Merauke Regency, the highest density of worms was found in corn fields with a total of 34 worms, followed by 21 worms in water spinach fields, 18 worms in mustard fields, and 12 worms in eggplant fields. and on land without plants 10 worms. 

Page 2 of 2 | Total Record : 16