cover
Contact Name
Tri Wardhani
Contact Email
twd@widyagama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrika@widyagama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIKA
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 19075871     EISSN : 25416529     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrika mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu pertanian meliputi penelitian di bidang budidaya pertanian, agrobisnis dan teknologi pengolahan hasil pertanian, juga menginformasikan berbagai paket teknologi, ulasan ilmiah, komunikasi singkat dan informasi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MEMINIMASI PRODUK CACAT PADA BAYAM JEPANG Tio Katana Diana Br Keliat; Hendrik Johannes Nadapdap
Agrika Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v14i2.1357

Abstract

ABSTRAKBayam Jepang adalah komoditas unggulan yang diproduksi oleh PO. Sayur Organik Merbabu dengan tingkat penjualan tertinggi mencapai 1018 kg/bulan. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam proses produksi adalah kualitas produk, karena akan berdampak terhadap kepuasan konsumen. Akan tetapi terdapat kendala dalam proses produksi, yaitu sifat tanaman yang sangat rentan rusak dan patah jika tidak diperlakukan secara tepat. Sehingga perlu dilakukan analisis kualitas terhadap Bayam Jepang untuk menekan tingkat kerusakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis cacat dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas Bayam Jepang.  Penelitian ini dilakukan pada 16 Januari sampai 20 Februari 2020 dengan metode deskripstif kualitatif dan menggunakan alat pengendalian mutu seperti lembar periksa, histogram, peta kendali, pareto dan fishbone. Jumlah informan yang digunakan terdiri dari pemilik usaha, tenaga kerja, petani mitra dan distributor. Setelah dilakukan penelitian ditemukan lima jenis cacat yaitu daun cacat, batang patah, daun kuning, tanaman kerdil dan busuk batang atau daun. Persentase cacat yang paling tinggi adalah daun cacat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas Bayam Jepang adalah faktor manusia, metode, dan lingkungan yang didukung dengan pembuatan diagram fishbone.ABSTRACTJapanese spinach is a superior commodity produced by PO. Sayur Organik Merbabu with the highest level of sales reach 1018 kg / month. One factor that needs to be considered in production process is product quality, because it will have an impact on customer satisfaction. However, there are obstacles in the production process, namely the nature of plants that are very susceptible to damage and broken if not treated properly. So it is necessary to conduct a quality analysis of Japanese spinach on an ongoing basis to reduce the level of damage. The purpose of this study is to determine the types of defects and factors that affect the quality of Japanese spinach. This research was conducted on January 16 to February 20, 2020 with qualitative descriptive methods and using quality control tools such as check sheets, histograms, control maps, pareto and fishbone. The number of informants used consisted of business owners, workers, partner farmers and distributors. After doing the research, five types of defects were found, namely defective leaves, broken stems, yellow leaves, dwarf plants and stems or leaf rot, with the highest percentage of defects being defective leaves. While the factors that influence the quality of Japanese spinach are found, namely human factors, methods, and the environment supported by making fishbone diagrams.
PEMANFAATAN LIMBAH PENCUCIAN IKAN SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum annum) Usman Usman; Rida Oktorida Khastini; Siti Nursiska Widianti
Agrika Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v15i1.1660

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi limbah cair pencucian ikan yang tepat sebagai pupuk organik bagi pertumbuhan tanaman cabai rawit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan 6 taraf konsentrasi limbah cair dan 3 ulangan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Taraf konsentrasi pemupukan yang digunakan yaitu 0% (kontrol), 3,5%, 4%, 4,5%, 5%, 5,5% dan 6%. Parameter pertumbuhan cabai rawit yang diukur adalah tinggi batang, jumlah helai daun dan jumlah bunga. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis of Varians (ANOVA) dengan uji lanjutan menggunakan Duncan Multipe Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik limbah pencucian ikan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit dengan konsentrasi 5%. ABSTRACTThe objective of this study was to determine the fish processing waste water used as organic fertilizer on the growth of pepper plant. This study was an experimental study with 6 levels concentration of waste water and 3 replications using a completely randomized design. The fertilization concentrations levels used in were 0% (control), 3%, 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, and 6%. The growth of papper plant was observed through steam height, number of leaves and number of flowers. The data from the study were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), and followed by Duncan’s Multipe Range Test (DMRT). The results showed that organic fertilizer from the fish processing waste water significantly affected the growth of pepper plants with a concentration of 5%.
PELUANG MINUMAN KOMBUCHA SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Aniswatul - Khamidah; S. S. Antarlina
Agrika Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v14i2.1753

Abstract

AbstrakKebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi teh, memberikan peluang yang besar dalam pengembangan kombucha. Kombucha merupakan minuman yang terbuat dari teh yang difermentasi menggunakan mikroorganisme, yang mempunyai lebih banyak manfaat dibandingkan dengan teh biasa. Aktivitas mikroorganisme selama fermentasi akan menghasilkan berbagai senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya adalah terbentuknya senyawa fenolik. Semakin tinggi senyawa fenolik yang dihasilkan maka semakin tinggi pula aktivitas antioksidannya. Selain itu kombucha mengandung senyawa-senyawa organik yang bermanfaat bagi tubuh sehingga sangat berpotensial sebagai pangan fungsional. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan peluang kombucha sebagai pangan fungsional, manfaat kombucha, nilai gizi, jenis mikroba yang berperan, proses pembuatan kombucha serta aktivitas antioksidan minuman kombucha dari berbagai komoditas seperti rosela, daun salam, daun jambu, daun sirih, daun sirsak, daun kopi, daun teh, bawang tiwai, teh hijau, teh oolong, daun coklat, daun mangga dan daun tin. Diharapkan minuman kombucha sebagai alternatif diversifikasi pangan fungsional yang dapat bermanfaat bagi kesehatan dan meningkatkan immunomodulator.AbstractThe habits of the Indonesian people in consuming tea, provide a great opportunity in the development of kombucha. Kombucha is a beverage made from fermented tea using microorganisms, which has more benefits compared to original tea. Microorganism activity during fermentation will produce various compounds that are beneficial to health, including the formation of phenolic compounds. The higher the phenolic compound produced, the higher the antioxidant activity. In addition kombucha contains organic compounds that are beneficial to the body so it is very potential as a functional food. This paper aims to explain the opportunities of kombucha as functional food, the benefits of kombucha, nutritional value, the type of microbes that play a role, the process of making kombucha and the antioxidant activity of kombucha drinks from various commodities such as rosella, “salam” leaves, guava leaves, “sirih” leaves, soursop leaves, coffee leaves , tea leaves, onion tiwai, green tea, oolong tea, cocoa leaves, mango leaves and tin leaves. Kombucha drinks are expected as an alternative to functional food diversification that can benefit health and enhance immunomodulators.
HUBUNGAN ANTARA E-SERVICE DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN DI POSIE FLORIST SURAKARTA Djie Desi Betania; Bayu Nuswantoro
Agrika Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v14i2.1407

Abstract

ABSTRACTPosie Florist merupakan toko bunga yang berdiri sejak 2016 di Jebres, Kota Surakarta. Produk bunga potong di Posie florist berupa hand bouqet flower, flower vast, flower box dan dekorasi upacara pernikahan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara e-service dengan keputusan pembelian di Posie Florist Surakarta. Dalam penelitian ini  penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Untuk pengambilan sampel konsumen, peneliti menggunakan convenience sampling. Responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 konsumen Posie Florist. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi rank spearman. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa e-service quality memiliki hubungan yang kuat dan positif terhadap keputusan pembelian produk bunga potong di Posie Florist. ABSTRACTPosie Florist is a flower shop that was established in 2016 at Jebres, Surakarta. Products sold at Posie Florist are hand bouqet flowers, flower vast, flower boxes, and wedding ceremony decorations. The purpose of this study was to analyze the relationship between e-service and purchasing decisions at Posie Florist Surakarta. In this research, the writer uses quantitative descriptive research type. consumer sampling, researchers used convenience sampling. Respondents taken in this study were as many as 50 Posie Florist’s consumers. Data collection was obtained by interview, questionnaire, and literature study. The data analysis technique used is the Spearman rank correlation. The results of this study stated that e-service quality has a strong and positive relationship with purchasing decisions for Posie Florist cut flowers. 
STIMULAT AUXIN ALAMI DAN INTERAKSINYA DENGAN NPK ANORGANIK UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN AWAL BIBIT DAN MENINGKATKAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascallonicum L) Palupi Puspitorini; Eko Wahyu Budiman
Agrika Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v14i2.1616

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mempunyai tujuan untuk  mengetahui  durasi perendaman bibit   dengan auxin alami dan dosis pupuk NPK yang tepat  pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L). Dalam budidaya bawang merah sering dijumpai pertumbuhan benih yang lambat disebabkan karena faktor dalam bibit (endogenous factor) yang merugikan karena akan berdampak pada serangan penyakit busuk umbi. Maka mempercepat munculnya tunas dengan perlakuan pemberian auxin dan pemberian pupuk NPK ini diharapkan akan diperoleh bibit yang segera tumbuh supaya dapat berproduksi dalam keadaan sehat. Pada penelitian ini akan dikaji bagaimana mempercepat pertumbuhan bibit bawang merah dengan perendaman cepat dalam auxin alami yang diinteraksikan dengan pemberian pupuk NPK. Penelitian disusun dalam  RAK  faktorial dengan 2 faktor sebanyak 3 x ulangan. Faktor 1 adalah perlakuan lama perendaman bibit bawang merah (D), yang terdiri dari D0 = tanpa perendaman , D1= perendaman 0,5 jam, D2 = perendaman 1 jam, D3= perendaman 1,5 jam, D4 = perendaman 2 jam. Sedangkan faktor kedua  adalah pemberian pupuk NPK, P1= 100 kg/ha, P2= 200 kg/ha, P3= 300 kg/ha.  Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah batang/rumpun, bobot segar bawang merah/rumpun, jumlah umbi bawang merah/rumpun. Data dianalisis dengan menggunakan Anova dan uji DMRT 5%.  Hasil Penelitian didapatkan  bahwa ada pengaruh interaksi nyata antara perlakuan D (lama perendaman) dan P (dosis pupuk NPK) pada variabel tinggi tanaman, jumlah batang/rumpun, bobot segar bawang merah/rumpun dan jumlah umbi/rumpun.  Perlakuan terbaik adalah D4P3 yaitu perendaman bibit bawang merah selama 2 jam dengan pemupukan NPK anorganik 300 kg/ha.  ABSTRACTThe aims of the study was to  determine  the duration of bulb dipping with  natural auxin on the growth and yield of shallot (Allium ascalonicum L). In shallot cultivation, it is found that the slow growth of bulb is caused by the factors in the bulbs (endogenous factors) because it will impact on bulb rot disease. Then accelerating the emergence of shoots with the treatment of auxin and NPK fertilizer, it is hoped that the bulbs will grow well so that they will be harvested in a healthy condition. In this research, we will study how to accelerate the growth of shallot bulbs with rapid immersion in natural auxin which is interacted with NPK fertilizer. The research was  arranged  in a factorial randomized block design with 2 factors and repeated 3 times, where the first factor was the treatment was the length of dipping the shallot seeds. (D). consisting of D0 = without dipping, D1 = dipping 0.5 hours, D2 = dipping 1 hour, D3 = dipping 1.5 hours, D4 = dipping 2 hours. While the second factor is the provision of  . NPK . fertilizer, P1 = 100 kg / ha, P2 = 200 kg / ha, P3 = 300 kg.ha. The variables observed were plant   height, number of clumps / plant, fresh weight of shallots / plant, number of shallot bulbs / plant. Observation data  were  analyzed by ANOVA and 5% DMRT test. The results showed that there was a significant   interaction effect between D and P treatment on the variable plant height, number of clumps/plant, fresh weight of shallots / plants and number of tubers / plants. The best treatment is D4P3, which is soaking shallot seeds for 2 hours with 300 kg / ha of inorganic NPK fertilization. 
PERSEPSI PETANI TERHADAP TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERILAKU PETANI PADA RISIKO HARGA KENTANG Wenny Mamilianti
Agrika Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v14i2.1390

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui persepsi petani kentang terhadap penggunaan teknologi informasi dan (2) menganalisis pengaruh penggunaan teknologi informasi dan faktor-faktor lain terhadap perilaku petani pada risiko harga kentang. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pasuruan dengan responden berjumlah 183 orang. Metode analisis yang digunakan adalah metode tabulasi data untuk menggambarkan persepsi petani terhadap teknologi informasi. Analisis untuk mengetahui pengaruh teknologi informasi dan faktor lain terhadap risiko produksi adalah analisis regresi logit. Hasil menunjukkan bahwa teknologi informasi bermanfaat dalam kegiatan usahatani kentang khususnya untuk informasi harga dan pasar. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sikap petani pada risiko harga adalah usia, harga sebelumnya, harga saat ini dan penggunaan teknologi informasi. Teknologi informasi sangat bermanfaat bagi petani dataran tinggi khususnya petani kentang yang terbatas akan akses informasi sehingga perlu adanya penyediaan sarana prasarana yang memadai untuk kemudahan penggunaan teknologi informasi. Perlu ada sarana yang menyediakan informasi harga dan pasar secara terbuka untuk petani. ABSTRACTPurpose of this study is (1) to determine the perception of potato farmers on the use of information technology, and (2) to analyze the effect of the use of information technology and other factors on farmer's behavior on the potato price risk. The study was conducted in Pasuruan Regency with 183 respondents. The analytical method used is the data tabulation method to describe farmers' perceptions of information technology. Analysis to determine the effect of information technology and other factors on production risk is logit regression analysis. The results show that information technology is beneficial in potato farming activities especially for price and market information. The factors that influence the attitude of farmers to price risk are age, previous prices, current prices and the use of information technology. Information technology is very beneficial for highland farmers, especially potato farmers, who are limited in access to information, so there is a need to provide adequate infrastructure to facilitate the use of information technology. There needs to be a means that provides information on prices and markets openly for farmers. 
PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN Tagetes erecta L. DENGAN PEMBERIAN BEBERAPA KOSENTRASI PACLOBUTRAZOL Dwi Zulfita; Agus Hariyanti
Agrika Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v14i2.1460

Abstract

ABSTRAKBudidaya tanaman Tagetes erecta L  di Kalimantan Barat sampai saat ini belum banyak dilakukan. Usaha pengembangan budidaya tanaman T. erecta L di Kalbar mempunyai potensi dan prospek yang baik. Salah satu permasalahan budidaya tanaman T. erecta L. adalah tanaman yang cukup tinggi dengan percabangan yang banyak dan mudah rebah apabila akan dijadikan tanaman hias dalam pot. Salah satu usaha yang dapat dilakukan  untuk membuat tanaman ini menjadi tanaman hias pot yang memiliki nilai estetika tinggi adalah dengan pemberian zat penghambat tumbuh (growth retardant)  paclobutrazol. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konsentrasi paclobutrazol terbaik untuk pertumbuhan dan pembungaan T. erecta L. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan yaitu p1 (Paclobutrazol konsentrasi 50 ppm), p2= (Paclobutrazol konsentrasi 100 ppm), p3 (Paclobutrazol konsentrasi 150 ppm) dan p4 (Paclobutrazol konsentrasi 200 ppm).  Variabel yang diamati adalah volume akar, tinggi tanaman, waktu berbunga, jumlah kuntum bunga dan diameter bunga. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians (uji F taraf 5%).Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  konsentrasi paclobutrazol 200 ppm paling baik dalam mempengaruhi pertumbuhan dan pembungaan T. erecta L.ABSTRACTThe cultivation of Tagetes erecta L. plant in West Kalimantan has not been done much conducted. Effort to develop the plant in West Kalimantan has a good potential and prospect. One of the problems of it’s cultivation is the height of the plant that is really tall with a lot of branches. When potted, this plant is likely to fall down. Making this plant more estetical can be done by giving growth retardant paclobutrazol. The purpose of this study was to obtain the best concentration of paclobutrazol for the growth and flowering of T. erecta L. The study was conducted with a completely randomized design with 4 treatments and 6 replications. Paclobutrazol concentration factors consist of 4 levels, namely p1 (Paclobutrazol concentration of 50 ppm), p2 = POC (Paclobutrazol concentration of 100 ppm), p3 (Paclobutrazol concentration of 150 ppm) and p4 (Paclobutrazol concentration of 200 ppm). The variables observed were including root volume, plant height, flowering time, number of flower buds and flower diameter. The observed data were statistically analyzed using analysis of variance (F test level of 5%). If the F test showed a significant effect, the test will be continued with Duncan's multiple range test at 5% level. The results showed that the concentration of paclobutrazol 200 ppm was the best in influencing the growth and flowering of T. erecta L. 
EFEK PERLAKUAN LOW TEMPERATURE LONG TIME BLANCHING TERHADAP KARAKTERISTIK CABAI KERING Nunik Lestari; Ratnawaty Fadilah; Andi Muhammad Akram Mukhlis; Samsuar Samsuar
Agrika Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v14i2.1619

Abstract

ABSTRAKProses pretreatment sebelum cabai dikeringkan berperan penting untuk menghasilkan cabai kering dengan kualitas lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek pretreatment LTLT blanching sebelum proses pengeringan terhadap karakteristik pengeringan dan kualitas cabai kering. Penelitian dilaksanakan dengan 12 perlakuan, yaitu pengeringan dengan pretreatment LTLT blanching pada suhu 60, 70, dan 80 oC masing-masing selama 10, 15, dan 20 menit, lalu pengeringan dengan pretreatment HTST blanching pada suhu 100 oC selama 10 detik, pengeringan tanpa pretreatment blanching di dalam alat pengering ERK, serta pengeringan tanpa pretreatment blanching di bawah sinar matahari secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif pretreatment LTLT blanching dapat mempercepat laju pengeringan, menghasilkan cabai kering dengan kadar air rendah sesuai standar SNI, menghasilkan warna cabai kering yang menarik, serta memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi dibanding cabai kering tanpa pretreatment blanching. Secara keseluruhan, perlakuan pretreatment LTLT blanching pada suhu 80 oC selama 20 menit adalah perlakuan terbaik dari penelitian ini dengan kadar air akhir 8.17%, laju pengeringan yang tercepat, kandungan vitamin C sebesar 0.96%, dan warna yang menarik. ABSTRACTThe pretreatment before drying chilies plays an important role to produce better quality of dried chilies. This study aims to determine the pretreatment effect of LTLT blanching before the drying process on the drying characteristics and quality of dried chilies. This research was carried out with 12 treatments, namely drying with LTLT blanching pretreatment at 60, 70, and 80 oC for 10, 15, and 20 minutes respectively, then drying with HTST blanching pretreatment at 100 oC for 10 seconds, drying without pretreatment blanching in the ERK dryer, and drying without pretreatment blanching in direct sunlight. The results show the positive effect of LTLT blanching pretreatment which can accelerate the drying rate, produce dry chilies with low water content according to SNI standards, produce an attractive dried chilies color, and have a higher vitamin C than dried chilies without blanching pretreatment. Overall, pretreatment with LTLT blanching at 80 oC for 20 minutes is the best treatment in this study with a final moisture content of 8.17%, the fastest drying rate, a vitamin C content of 0.96%, and an attractive color. 
POTENSI MANGKOKAN (Nothopanax scutellarium) DAN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) SEBAGAI UV PROTEKTAN SLNPV JTM 97C Nahdia Putri; Tri Wardhani; Untung Sugiarti; Toto Suharjanto; Firman Hidayat
Agrika Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v15i1.3557

Abstract

Spodoptera litura NPV (SlNPV) dapat berfungsi sebagai biopestisida yang digunakan untuk mengendalikan hama tanaman. SlNPV memiliki beberapa kelebihan dalam mengendalikan S. litura yaitu memiliki inang yang spesifik sehingga tidak membahayakan organisme selain hama sasaran maupun lingkungan. Kelemahannya adalah bahwa SlNPV menjadi inaktivasi setelah terpapar sinar ultraviolet (UV). SlNPV mulai kehilangan keefektifan setelah 12 jam terpapar sinar matahari secara langsung dan tingkat patogenitasnya (virulensi) menurun 50%. Upaya meningkatkan keefektifan SlNPV di lapangan dilakukan dengan rekayasa formulasi yaitu menyertakan bahan tambahan (adjuvant) yang dapat melindungi SlNPV dari sinar ultraviolet. Kaolin selama ini digunakan sebagai UV protektan bagi SlNPV JTM 97C karena sifat menghantarkan panasnya rendah tetapi bukan sumber daya alam terbarukan. Penelitian ini dilakukan untuk mencari bahan adjuvant sebagai UV protektan pengganti kaolin. Daun mangkokan dan daun kemangi memiliki potensi sebagai UV protektan karena mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang bermanfaat sebagai antioksidan dan berkhasiat sebagai tabir surya. Penelitian dilakukan secara faktorial dengan faktor pertama  UV protektan berupa kaolin, ekstrak daun mangkokan ekstrak daun kemangi. Faktor perlakuan kedua adalah durasi penyinaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flavonoid, fenolik dan tanin pada ekstrak daun kemangi secara kualitatif lebih banyak dibanding ekstrak daun mangkokan. Pada 4 jam setelah inokulasi jumlah larva Spodotera litura  yang stop feeding pada kombinasi perlakuan UV protektan kaolin yang disinari UV 9 jam lebih tinggi dibanding kombinasi perlakuan ekstrak daun kemangi yang disinari 6 jam, dan juga lebih tinggi dibanding perlakuan ekstrak daun mangkokan yang disinari UV 9 jam. Namun larva S. litura yang mati sampai dengan 10 hari setelah aplikasi tidak berbeda antara UV protektan kaolin, ekstrak daun kemangi dan ekstrak daun mangkokan. ABSTRACTSpodoptera litura NPV (SlNPV) can function as a biopesticide used to control plant pests. SlNPV has several advantages in controlling S. litura, namely specific host so that it does not harm organisms other than the target pest and the environment. The disadvantage is that SlNPV becomes inactivated upon exposure to ultraviolet (UV) light. SlNPV began to lose effectiveness after 12 hours of direct sunlight and decreased its pathogenicity (virulence) by 50%. Efforts to increase the effectiveness of SlNPV in the field are carried out by engineering formulations that include adjuvants that can protect SlNPV from ultraviolet light. Kaolin has been used as a UV protector for SlNPV JTM 97C because of its low heat conductivity, but it is not a renewable natural resource. This research was conducted to find adjuvants as UV protectors to replace kaolin. Mangkokan leaves and basil leaves have potential as UV protectors because they contain flavonoid and phenolic compounds that are useful as antioxidants and are efficacious as sunscreens. The research was carried out in a factorial experiment with the first factor was UV protectors in the form of caolin, mangkokan leaf basil leaf extract. The second treatment factor is the duration of irradiation. The results showed that the flavonoids, phenolics and tannins in the basil leaf extract were qualitatively more than the mangkokan leaf extract. At 4 hours after inoculation the number of Spodotera litura larvae that stopped feeding in the combination of UV protectant kaolin treatment with 9 hours UV irradiation was higher than the combination of basil leaf extract treatment with 6 hours irradiation, and also higher than that of the mangkokan leaf extract treatment with 9 hours UV irradiation. . However, the larvae of S. litura that died up to 10 days after application did not differ between the UV protectors of kaolin, basil leaf extract and mangkokan leaf extract.  
AIR KELAPA TERFERMENTASI SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH PADA TANAMAN SAWI (Brasica juncea L.) Elik Murni Ningtias Ningsih; Yuni Agung Nugroho
Agrika Vol 15, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v15i2.3224

Abstract

ABSTRAKZat/hormon pengatur tumbuh memegang peranan untuk memacu pertumbuhan tanaman.  Zat pengatur tumbuh kelompok auxin mampu memacu pertumbuhan tanaman dengan mempercepat pembesaran sel tanaman.  Pemberian zat pengatur tumbuh auxin dari air kelapa terfermentasi pada pembibitan akan memacu pertumbuhan bibit tanaman yang selanjutnya dapat memacu pertumbuhan tanaman.   Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman dengan pengaplikasian air kelapa terfermentasi.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan.  Perlakuan terdiri dari  K0 = tanpa pemberian air kelapa, K1 = pemberian air kelapa terfermentasi dengan air (1 : 1), K2 = pemberian air kelapa terfermentasi dengan air (1 : 2), K3 = pemberian air kelapa terfermentasi dengan air (1 : 3), K4 = pemberian air kelapa terfermentasi dengan air (1 : 4).  Pengamatan pertumbuhan pada parameter panjang tanaman dan jumlah daun, mulai umur 20 hst  sampai umur 60 hst.  Pengamatan hasil pada umur 60 hst, meliputi berat basah tanaman dan berat kering tanaman sawi.  Analisis data menggunakan anova, uji rata-rata perlakuan menggunakan beda nyata jujur (BNJ).  Perlakuan aplikasi air kelapa yang difermentasi mengandung zat pengatur tumbuh auxin mempengaruhi pembentukan panjang tanaman dan jumlah daun tanaman sawi pada umur 20 sampai 60 hst. Perlakuan P2 menghasilkan berat basah 119,14 g/tnm dan bering tanaman 8.85 g/tanaman yang tertinggi saat panen. ABSTRACTGrowth regulators substances/hormone play a role to stimulate plant growth. The growth regulators of the auxin group are able to stimulate plant growth by accelerating the enlargement of plant cells.  Provision of growth regulator auxin from fermented coconut water in nurseries will stimulate the growth of plant seeds which in turn can stimulate plant growth. The aim of the study was to determine plant growth by applying fermented coconut water.  The study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments consisted of K0 = without giving coconut water, K1 = giving fermented coconut water with water (1 : 1) ratio, K2 = giving fermented coconut water with water (1 : 2) ratio, K3 = giving fermented coconut water with water (1 : 3 ) ratio, K4 = giving fermented coconut water with water (1 : 4)  ratio.  Observation on the growth of plant length and number of leaves, from the age of 20 day after planting (DAP) to 60 DAP. Observation results at the mustard age of 60 DAP, including the wet weight of the plant and the dry weight of the mustard plant. Analysis of the data using ANOVA, test the average treatment using Tukey Test.  The application treatment of fermented coconut water containing the growth regulator auxin affects the formation of plant length and number of leaves of mustard plants at the age of 20 to 60 days after planting. The P2 treatment resulted in a fresh weight of 119.14 g/plant and a dry weigtht of 8.85 g/plant which was the highest yield at harvest.