cover
Contact Name
Tri Wardhani
Contact Email
twd@widyagama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrika@widyagama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIKA
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 19075871     EISSN : 25416529     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrika mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu pertanian meliputi penelitian di bidang budidaya pertanian, agrobisnis dan teknologi pengolahan hasil pertanian, juga menginformasikan berbagai paket teknologi, ulasan ilmiah, komunikasi singkat dan informasi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI BUKIT LAMBOSIR TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI KABUPATEN KUNINGAN PROVINSI JAWA BARAT Achmad Zubaidi Febriansyah; Purwadi, P; Siswanto, S; Wijaya, Kemal
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7363

Abstract

Bukit Lambosir merupakan kawasan dengan kemiringan lereng yang bervariasi dari agak curam hingga curam serta didominasi oleh penutupan lahan berupa hutan rimba dan semak belukar, yang menjadikannya rentan terhadap erosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat bahaya erosi pada wilayah Bukit Lambosir, Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dengan menggunakan metode universal soil loss equation (USLE). Parameter utama yang digunakan dalam perhitungan USLE meliputi faktor erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), penutup lahan dan pengelolaan tanaman (C), serta tindakan konservasi (P). Data diperoleh melalui survei lapangan, analisis laboratorium, dan data sekunder dari BMKG serta Badan Informasi Geospasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat bahaya erosi bervariasi antar satuan lahan. Semak belukar cenderung memiliki tingkat bahaya erosi yang lebih tinggi dibandingkan hutan rimba akibat rendahnya vegetasi penutup. Beberapa lokasi menunjukkan tingkat bahaya erosi tergolong berat, sehingga diperlukan tindakan konservasi seperti penanaman vegetasi penutup tanah dan penerapan strip rumput permanen. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan lahan dan konservasi tanah di kawasan konservasi lereng Gunung Ciremai.
PENGARUH INTERVAL PENYIRAMAN AIR DAN PEMBERIAN PUPUK SILIKA TERHADAP PRODUKSI DAN KANDUNGAN VITAMIN C PADA TANAMAN KROKOT (Portulaca oleracea L.) Tengtarto, Sefi Gamas; Dewanti, F. Deru; Wurjani , Widi
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7364

Abstract

Krokot (Portulaca oleracea L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi besar sebagai tanaman sayuran maupun obat herbal. Krokot memiliki banyak manfaat yang sangat berharga baik dalam aspek kesehatan, tetapi tidak banyak masyarakat yang mengetahui potensi tersebut sehingga masih kurang maksimal dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh interval penyiraman air dan pemberian pupuk silika terhadap produksi dan kandungan vitamin C pada tanaman krokot. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur pada Bulan Juli-September 2024. Penelitian menggunakan percobaan faktorial yang disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor utama, yaitu interval penyiraman air (A1 = 2 hari sekali, A2 = 4 hari sekali dan A3 = 6 hari sekali) dan dosis pupuk silika (S1 = tanpa pupuk, S2 = 10 g/polibag, S3 = 15 g/polibag dan S4 = 20 g/polibag). Parameter yang diamati adalah jumlah daun, jumlah cabang, diameter tajuk, bobot basah dan kandungan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi yang nyata antara perlakuan interval penyiraman air dan pemberian pupuk silika terhadap parameter jumlah daun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang, diameter tajuk, bobot basah dan kandungan vitamin C. Hasil analisis regresi antara jumlah daun dan bobot basah tanaman menghasilkan nilai koefisiensi (R2) sebesar 0.9795.
ANALISIS POTENSI PENYEBARAN LONGSOR BUKIT LAMBOSIR, TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, JAWA BARAT Pratama, Haqqi Rosi; Wijaya, Kemal; Siswanto, Siswanto
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7365

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki kerawanan bencana alam tinggi, termasuk tanah longsor. Kawasan Bukit Lambosir, Taman Nasional Gunung Ciremai di Desa Randobawa Girang, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan longsor tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan longsor menggunakan pendekatan sistem informasi geografis (SIG) yang melibatkan data curah hujan, kemiringan lereng, erodibilitas tanah, struktur geologi, dan tutupan lahan. Metode yang digunakan adalah analisis spasial dengan model pendugaan yang dikembangkan oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) pada tahun 2004, dengan beberapa modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terletak pada titik H2 (55.05 ha), H3 (54.68 ha), dan H4 (24.17 ha), sementara wilayah dengan kerawanan sedang terdapat pada titik S1 (10.7 ha), S2 (37.41 ha), S3 (79.02 ha), dan H1 (81.86 ha). Analisis ini menunjukkan pentingnya pemetaan kawasan rawan longsor untuk pengambilan keputusan dalam mitigasi bencana.
ANALISIS KARAKTERISTIK SIFAT FISIK TANAH DI BUKIT LAMBOSIR TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT MOCH ADITYAWARDANA; Widjajani, Bakti Wisnu; Purwadi, Purwadi; Wijaya, Kemal
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7366

Abstract

Komponen penting dalam menjaga produktivitas tanaman, menjaga dan memastikan kualitas udara, dan mendukung aktivitas manusia adalah kualitas tanah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kondisi fisik tanah pada penggunaan lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan. Penelitian dilaksanakan di Bukit Lambosir, Taman Nasional Gunung Ciremai, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Analisis data dilakukan dengan mengolah semua parameter yang diperoleh di laboratorium dan lapangan. Hasil yang diperoleh ditabulasi dan dihitung secara matematis, dan digunakan uji F, analisis regresi, dan analisis korelasi. Hasil penelitian ini Hasil analisis menunjukkan bahwa sifat fisik tanah di lahan hutan alami, Bukit Lambosir lebih baik dibandingkan dengan lahan semak belukar. Hal ini terlihat dari nilai permeabilitas, porositas, kapasitas menahan air (WHC), berat isi, dan kandungan bahan organik yang lebih mendukung fungsi ekologis tanah. Di antara semua satuan lahan, lahan H2 memiliki kondisi terbaik, ditandai dengan WHC tertinggi (67%), berat isi terendah (1.23 g/cm³), porositas tinggi (53.5%), dan kandungan bahan organik tertinggi (12.86%).
KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI PADA KOMPOSISI DOSIS PEMUPUKAN N, P, K DAN FREKUENSI PEMBERIAN PACLOBUTRAZOL Rosyad, Faza Fadhlil; Sulistyono, Agus; Wurjani, Widi
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7367

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas penting sebagian masyarakat Indonesia karena kandungan serat pangan, protein, vitamin, mineral, dan karbohidrat tinggi yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis komposisi pupuk N, P, K dan frekuensi pemberian paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 - Januari 2025 di lahan sawah Desa Ronowijayan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan rancangan petak terbagi dengan 2 faktor yaitu kombinasi pupuk N, P, K sebagai petak utama dan frekuensi paklobutrazol sebagai anak petak. Setiap faktor terdiri dari 4 taraf dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik didapat pada kombinasi perlakuan Urea (550 kg/ha) + SP36 (250 kg/ha) + KCl (150 kg/ha) + 3 kali pemberian paclobutrazol dan memberikan hasil terbaik pada panjang tanaman, jumlah daun, umur berbunga tercepat pada umur 65.55 HST, jumlah malai/rumpun 14.4 malai, berat gabah kering panen/rumpun 120.66 gram, berat gabah kering panen/hektar 7.495 ton, dan berat 1000 butir gabah 95.16 gram.
PENGARUH KONSENTRASI ZnNPs DAN ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN ANGGREK DENDROBIUM Wardhana , Arya Wira; Nugrahani, Pangesti; Sutini, Sutini
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7387

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan kualitas planlet Dendrobium adalah dengan menambahkan unsur mikro seperti ZnNPs ke dalam media kultur jaringan. Hal ini dapat mengatasi permasalahan yang timbul akibat batang yang berongga dan mudah patah, karena ZnNPs berperan mengoptimalkan aktivitas enzim dan sintesis lignin yang memperkuat dinding sel dan meningkatkan kepadatan jaringan batang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi ZnNPs (Zinc Nanopartikel) terhadap morfogenesis dan pertumbuhan anggrek Dendrobium. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul tunas, waktu muncul daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi antara ZnNPs dan zat pengatur tumbuh memberikan respon yang bervariasi terhadap parameter waktu muncul tunas, waktu muncul daun, waktu muncul akar, jumlah tunas dan jumlah daun/planlet. Kombinasi perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter waktu muncul tunas, waktu muncul daun, waktu muncul akar dan jumlah tunas.