cover
Contact Name
Dr. Istiadah, MA
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
egalita@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
EGALITA
ISSN : 19073641     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
EGALITA merupakan Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender yang menyajikan sejumlah hasil penelitian, pemahaman dan perenungan mendalam tentang problematika gender, baik dalam bangunan intelektual maupun konstruksi sosial yang ada pada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2024): December" : 7 Documents clear
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP GENDER EQUALITY Astuty, Delfriana Ayu
EGALITA Vol 19, No 2 (2024): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v19i2.28983

Abstract

Abstract Gender equality is one of the modern paradigms as an effort to create the concept of social justice for all individuals in various fields, including the realisation of the concept of justice for all students, both men and women on campus. Access to information, freedom and participation in every activity, supervision/control of existing policies and the benefits/impact of openness are 4 main indicators in realising gender equality. Perception is a process that occurs in an individual in terms of selecting, organising and translating suggestions, information, in order to form a pattern / picture that has meaning. This study aims to determine how students perceive gender equality. The research method used is descriptive analytic with a cross sectional approach. Based on the analysis that has been done, the majority of respondents' perceptions of gender equality are in the good category, namely 208 people (76.7%) and 63 people (23.3%) in the moderate category and based on the knowledge and attitudes of respondents about gender equality, the majority are in the good category located in the information access indicator, namely 262 people (96.6%), then moderately located in the indicator of the benefits of openness, namely 20 people (7.4%). The results of this study are expected to improve students' perceptions and understanding and contribute to the formulation of policies related to gender equality in higher education. Keywords: Perception; Student; Gender EqualityAbstrak Kesetaraan gender merupakan salah satu paradigma modern sebagai upaya mewujudkan konsep keadilan sosial bagi seluruh individu dalam berbagai bidang, termasuk terwujudnya konsep keadilan bagi seluruh mahasiswa, baik laki-laki maupun perempuan di lingkungan kampus. Akses informasi, kebebasan dan partisipasi dalam setiap kegiatan, pengawasan/kontrol terhadap kebijakan yang ada dan manfaat/dampak dari keterbukaan merupakan 4 indikator utama dalam mewujudkan kesetaraan gender. Persepsi merupakan suatu proses yang terjadi pada diri individu dalam hal menyeleksi, mengorganisasikan dan menerjemahkan saran-saran, informasi, sehingga membentuk suatu pola/gambaran yang memiliki arti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa terhadap kesetaraan gender. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, mayoritas persepsi responden tentang kesetaraan gender berada pada kategori baik yaitu sebanyak 208 orang (76,7%) dan 63 orang (23,3%) pada kategori cukup dan berdasarkan pengetahuan dan sikap responden tentang kesetaraan gender mayoritas berada pada kategori baik terletak pada indikator akses informasi yaitu sebanyak 262 orang (96,6%), kemudian cukup terletak pada indikator manfaat keterbukaan yaitu sebanyak 20 orang (7,4%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan persepsi dan pemahaman mahasiswa serta memberikan kontribusi dalam perumusan kebijakan terkait kesetaraan gender di perguruan tinggi. Kata Kunci: Persepsi; Mahasiswa; Kesetaraan Gender
REALITAS PENGALAMAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN OBSTETRIK DI ASIA, AFRIKA, DAN EROPA: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Zahidah, Alifiah Nur; Poerwandari, Elizabeth Kristi
EGALITA Vol 19, No 2 (2024): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v19i2.29341

Abstract

Abstract Obstetric violence is gender-based violence that occurs against women in health settings during pregnancy, childbirth and postpartum. Obstetric violence is identified as an unique form of violence because it is structural in nature, manifesting in systemic norms in the medical world. This article aims to uncover the phenomenon of obstetric violence in the last ten years by compiling studies from various countries in Asia, Africa and Europe. The literature review used a critical review approach with a narrative format. I prioritized empirical research and research that approached the use of women's perspectives in its methods such as qualitative studies, observational studies, and qualitative systematic reviews. From 13 literatures, I classified obstetric violence into four categories based on the typology of disrespect and abuse and mistreatment, including: physical violence, verbal violence, services without consent and privacy, and neglect and detention. Keywords: Obstetric Violence; Disrespect and Abuse; MistreatmentAbstrak Kekerasan obstetrik merupakan kekerasan berbasis gender yang terjadi pada perempuan dalam lingkungan kesehatan selama kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan. Kekerasan obstetrik diidentifikasi sebagai bentuk kekerasan yang unik karena bersifat struktural, terwujud dalam norma-norma sistemik di dunia medis. Artikel ini bertujuan mengungkap fenomena kekerasan obstetrik dalam sepuluh tahun terakhir dengan menghimpun penelitian-penelitian dari berbagai negara di benua Asia, Afrika, dan Eropa. Penyusunan tinjauan literatur menggunakan pendekatan critical review dengan format naratif. Saya mengutamakan riset empiris dan riset yang mendekati penggunaan perspektif perempuan dalam metodenya seperti studi kualitatif, studi observasi, dan qualitative systematic review. Dari 13 literatur, saya mengklasifikasikan kekerasan obstetrik ke dalam empat kategori berdasarkan tipologi disrespect and abuse dan mistreatment, antara lain: kekerasan fisik, kekerasan verbal, pelayanan tanpa persetujuan dan privasi, serta pengabaian dan penahanan. Kata Kunci: Kekerasan Obstetrik; Disrespect and Abuse; Mistreatment
STRATEGI MENGATASI PERILAKU MALADAPTIF ANAK MELALUI IMPLEMENTASI NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PENGASUHAN POSITIF Rosdiana, Aprilia Mega
EGALITA Vol 19, No 2 (2024): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v19i2.30113

Abstract

Abstract Children have shown maladaptive behavior in the post-pandemic, such as bullying, decreased interest in learning, choosing to play with gadgets rather than socializing, and becoming abusers of their peers. Violence is usually motivated by differences of opinion, ethnic background, culture, and education. This is a serious concern, applying religious moderation values in parenting can help children grow optimally with more adaptive, tolerant, and respectful behavior. This study aims to solve the problem of children's maladaptive behavior by involving the role of parents through positive parenting by implementing the value of religious moderation. This research method uses a Participatory Action Research (PAR) approach, with the value of religious moderation as a framework, including the pillars of national commitment, tolerance, non-violence, and accommodating local traditions. The results showed that children's maladaptive behavior is caused by low parental supervision and lack of activities. The community realizes the need for knowledge about positive parenting that contains the values of religious moderation, the implementation of parenting practice activities, and the evaluation of activities that impact a peaceful and safe life in the community. This research shows the importance of the role of citizens in encouraging the creation of positive parenting and the importance of religious moderation values in instilling the value of diversity and tolerance in children. . Keywords: Child Maladaptive Behavior; Positive Parenting; Religious Moderation And Participatory Action Research (PAR)Abstrak Anak-anak menunjukkan perilaku maladaptif pasca pandemi, seperti perundungan, menurunnya minat belajar, memilih bermain gawai daripada bersosialisasi, dan menjadi pelaku kekerasan terhadap teman sebayanya. Kekerasan biasanya dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat, latar belakang etnis, budaya, dan pendidikan. Hal ini menjadi perhatian serius, penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam pengasuhan anak dapat membantu anak tumbuh optimal dengan perilaku yang lebih adaptif, toleran, dan saling menghargai. Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah perilaku maladaptif anak dengan melibatkan peran orang tua melalui pola asuh positif dengan menerapkan nilai moderasi beragama. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), dengan nilai moderasi beragama sebagai kerangka kerja, meliputi pilar komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan mengakomodasi tradisi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku maladaptif anak disebabkan oleh rendahnya pengawasan orang tua dan kurangnya kegiatan. Masyarakat menyadari perlunya pengetahuan tentang pengasuhan positif yang mengandung nilai-nilai moderasi beragama, pelaksanaan kegiatan praktik pengasuhan anak, dan evaluasi kegiatan yang berdampak pada kehidupan yang damai dan aman di masyarakat. Penelitian ini menunjukkan pentingnya peran warga dalam mendorong terciptanya pola asuh positif dan pentingnya nilai-nilai moderasi beragama dalam menanamkan nilai keberagaman dan toleransi pada anak. Kata Kunci: Perilaku Maladaptif Anak; Pengasuh Positif; Moderasi Beragama dan Participatory Action Research (PAR)
MODEL PERCEIVED SOCIAL SUPPORT PEREMPUAN KADER SURABAYA HEBAT DALAM PENURUNAN PREVALENSI STUNTING Puspitasari, Sendy Krisna; Andriyanto, Andriyanto
EGALITA Vol 19, No 2 (2024): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v19i2.27771

Abstract

Abstract Stunting is a health problem in children due to chronic malnutrition that has a negative impact. Reducing the prevalence of stunting is a commitment of Kader Surabaya Hebat (KSH) women by prioritizing perceived social support. The role of KSH women as the leading sector in reducing the prevalence of stunting is evident in this study. This study aims to explore the model and process of perceived social support in the role of KSH women in the community. KSH women are also the main focus of the research and how the model becomes a modality of character building in Surabaya City. This research uses descriptive qualitative methods through observation and interviews. The results showed that the perceived social support model applied by KSH women is emotional support, instrumental support, information support, appreciation support, and social network support. The process of perceived social support starts from face-to-face dialogue, building trust, commitment to the process, sharing understanding, and temporary results that are carried out have gone well and are effective in reducing the prevalence of stunting in Surabaya City. . Keywords: Kader Surabaya Hebat Women; Stunting; Perceived Social SupportAbstrak Stunting merupakan permasalahan kesehatan pada anak akibat malnutrisi kronis yang berdampak buruk. Penurunan prevalensi stunting menjadi komitmen perempuan Kader Surabaya Hebat (KSH) dengan mengutamakan perceived social support. Peran perempuan KSH menjadi leading sector dalam penurunan prevalensi stunting terbukti pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model dan proses perceived social support dalam peran perempuan KSH di masyarakat. Perempuan KSH juga menjadi fokus utama penelitian serta bagaimana model tersebut menjadi satu modalitas pembangunan karakter di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model perceived social support yang diterapkan perempuan KSH adalah dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi, dukungan apresiasi, dan dukungan jaringan sosial. Proses perceived social support dimulai dari dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, berbagi pemahaman, dan hasil sementara yang dilakukan sudah berjalan baik dan efektif dalam penurunan prevalensi stunting di Kota Surabaya.  Kata Kunci: Perempuan Kader Surabaya Hebat; Stunting; Perceived Social Support
PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL BERBASIS MASJID DALAM MEWUJUDKAN MASJID RAMAH PEREMPUAN DAN ANAK Ch, Mufidah; Rouf, Abd.
EGALITA Vol 19, No 2 (2024): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v19i2.29464

Abstract

Abstract Cases of sexual violence have recently occurred frequently in the public sector, such as workplaces, public services, educational institutions, and even places of worship like mosques. The Indonesian Mosque Council (DMI), as an authoritative institution, aims to create mosques that are friendly to women and children to address this issue. This hope is carried out by the leadership of the Indonesian Mosque Council from the central level to the regions. This research aims to examine the responses and prevention models of sexual violence that will be implemented by the Regional Leadership of the Indonesian Mosque Council (PD DMI) in Malang Regency in realizing mosques that are friendly to women and children. This research is a field study with a phenomenological qualitative approach. Primary data sources include the PD DMI of Malang Regency, the Expert Council of PD DMI of Malang Regency, the management of the Great Mosque and the Grand Mosque, as well as the Department of Empowerment of Muslimah, Children, and Families (PPMAK) at PD DMI of Malang Regency. Meanwhile, the secondary data consists of literature books, journals, laws, and related regulations obtained from interviews and documentation. The results obtained indicate that realizing a mosque that is friendly to women and children is not only achieved through the provision of information and education on the prevention of sexual violence but also includes the establishment of regulations, integration of themes in Friday sermons, education through study circles, infrastructure improvements, the establishment of family corners, and collaboration with relevant institutions Keywords: Indonesian Mosque Council; Sexual Violence; Women and Children Friendly MosqueAbstrak Kasus kekerasan seksual belakangan sering terjadi di sektor publik seperti tempat kerja, layanan publik, lembaga pendidikan, bahkan terpat peribadatan seperti masjid. Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebagai lembaga berwenang ingin mewujudkan masjid ramah perempuan dan anak untuk mengatasi kasus tersebut. Harapan ini dilakukan oleh pimpinan Dewan Masjid Indonesia di tingkat pusat sampi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat respons dan model pencegahan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Malang dalam mewujudkan masjid ramah perempuan dan anak. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif fenomenologis. Sumber data primer meliputi PD DMI Kabupaten Malang, Dewan Pakar PD DMI Kabupaten Malang, Takmir Masjid Besar dan Masjid Agung, serta Departemen Pemberdayaan Potensi Muslimah, Anak dan Keluarga (PPMAK) pada PD DMI Kab. Malang. Sedangkan data skunder berupa buku literatur, jurnal, undang-undang, dan peraturan terkait yang diperoleh dari wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh yaitu dalam mewujudkan masjid ramah perempuan dan anak tidak hanya dilakukan melalui pemberian informasi dan edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual, tetapi juga mencakup pembentukan regulasi, integrasi tema dalam khutbah Jum'at, pendidikan melalui pengajian, perbaikan infrastruktur, pendirian family corner, serta kolaborasi dengan lembaga-lembaga terkait. Kata Kunci: Dewan Masjid Indonesia; Kekerasan Seksual; Masjid Ramah Perempuan dan Anak
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN DIBAWAH UMUR AKIBAT PERKAWINAN DINI PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH Sukadi, Imam; Rudolf Banoet, Charles Gustaf; Amilia, Zakia
EGALITA Vol 19, No 2 (2024): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v19i2.29726

Abstract

Abstract This study aims to evaluate the legal protection for underage girls vulnerable to early marriage in Indonesia, analyzed from the perspective of maqashid syariah. Early marriage has shown adverse impacts on health, education, and psychological well-being, raising concerns about the sufficiency of existing legal protections. This normative study employs a conceptual approach by examining Indonesian regulations, including Law No. 16 of 2019, which amends Law No. 1 of 1974 on Marriage, assessing its alignment with maqashid syariah principles that emphasize the protection of religion (hifz al-din), life (hifz al-nafs), intellect (hifz al-aql), progeny (hifz al-nasl), and wealth (hifz al-mal). Although the legal age for marriage is set at 19, the provision for marriage dispensations with court approval presents a gap that facilitates child marriages. The findings reveal that dispensations are frequently granted without considering the long-term physical and mental health consequences for young girls. This study underscores the need for stricter regulation on marriage dispensations and advocates for community education programs involving religious and educational leaders to raise awareness about the negative effects of early marriage. The recommendations align with broader efforts to protect girls through enhanced community engagement, rigorous oversight, and legal enforcement based on maqashid. Keywords: Early Marriage; Legal Protection; Women’s RightAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perlindungan hukum bagi anak perempuan di bawah umur yang rentan terhadap perkawinan dini di Indonesia dalam perspektif maqashid syariah. Perkawinan dini terbukti berdampak buruk terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan psikologis, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kecukupan perlindungan hukum yang ada. Penelitian normatif ini menggunakan pendekatan konseptual dengan mengkaji regulasi di Indonesia, termasuk UU No. 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, menilai kesesuaiannya dengan prinsip maqashid syariah yang menekankan perlindungan terhadap agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal). Meskipun usia minimal pernikahan ditetapkan pada 19 tahun, adanya dispensasi pernikahan dengan persetujuan pengadilan membuka celah yang memungkinkan terjadinya perkawinan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dispensasi ini sering diberikan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang pada kesehatan fisik dan mental anak perempuan. Penelitian ini menekankan perlunya pengawasan lebih ketat dalam pemberian dispensasi dan menyarankan adanya program edukasi masyarakat yang melibatkan tokoh agama dan pendidik untuk meningkatkan kesadaran akan efek negatif perkawinan dini. Rekomendasi penelitian ini mendukung upaya yang lebih luas dalam melindungi anak perempuan melalui keterlibatan masyarakat, peningkatan pengawasan, dan penegakan hukum yang lebih ketat sesuai dengan prinsip maqashid syariah, guna mencegah perkawinan dini di Indonesia. Kata Kunci: Perkawinan Dini; Perlindunhan Hukum; Maqashid Syariah; Hak Perempuan
WOMEN EMPOWERMENT AND GENDER EQUALITY IN THE SALE OF BORAN RICE IN LAMONGAN INDONESIA Yuniar, Dea Hernawati; Riyanto, Edi Dwi; Afdholy, Nadya
EGALITA Vol 19, No 2 (2024): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v19i2.27389

Abstract

Abstract Women's empowerment and equality in the economic sector have become widespread due to the successful implementation of the feminist movement. In socialist feminism, the oppression of women in the world of work was rampant, and this has slowly diminished with the empowerment of women in the social and economic sectors. The selling of boran rice by women only in Lamongan, East Java, Indonesia, has a uniqueness because it is one of Lamongan's traditional foods. This research aims to discuss women's empowerment and gender equality in the production and selling practice of boran rice in Lamongan. This research uses descriptive qualitative methods and a phenomenological approach. The data taken in this study is from interviews with boran rice sellers in Lamongan. The results of this research suggest that boran rice sellers do not mind being supporters of the family economy. The women empowerment act is found in the association that houses boran rice sellers in the west of the Lamongan plaza. The gender equality found in the opportunity for women to have a job. This reflects that women and men have their own roles, and their skills are equally useful.. Keywords: Boran Rice; Gender Equality; Women EmpowermentAbstrak Pemberdayaan dan kesetaraan perempuan di sektor ekonomi berkembang pesat karena adanya Gerakan feminisme. Dalam Gerakan feminisme sosialis, penindasan terhadap perempuan di dunia kerja merajalela perlahan-lahan berkurang dengan adanya pemberdayaan perempuan di sektor sosial dan ekonomi. Nasi boran merupakan makanan tradisional Lamongan, Jawa Timur, yang telah menjadi sebuah komoditas. Keunikan dari komoditas ini ialah penjualan nasi boran hanya dilakukan oleh perempuan di Lamongan, Jawa Timur yang tidak dapat ditemukan di daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan pemberdayaan perempuan dan aspek kesetaraan gender dalam penjualan nasi boran di Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan fenomenologi. Data yang diambil dalam penelitian ini berasal dari hasil wawancara dengan penjual nasi boran di Lamongan. Hasil wawancara penelitian ini menunjukkan bahwa penjual nasi boran tidak keberatan menjadi salah satu pendukung ekonomi keluarga. Upaya pemberdayaan perempuan ini terdapat pada paguyuban yang menaungi para penjual nasi boran di Lamongan, dan penyerahan tanggung jawab penjualan nasi boran sepenuhnya kepada perempuan. Hal ini mencerminkan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki perannya masing-masing, dan keterampilan yang dimiliki masing-masing memiliki manfaat yang sama. Kata Kunci: Nasi Boran; Kesetaraan Gender; Pemberdayaan Perempuan

Page 1 of 1 | Total Record : 7