cover
Contact Name
Ike Widyastuti
Contact Email
yazfara_k2@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
yazfara_k2@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Transmisi
ISSN : 02163233     EISSN : 25802283     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TRANSMISI dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang sebagai media diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah baik penelitian dasar maupun terapan di bidang teknik mesin. Berkala ilmiah ini memuat naskah dengan bidang kompetensi konversi energi, material (metalurgi), produksi dan manufaktur baik merupakan penelitian dasar ataupun rekayasa alat terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2021): September 2021" : 7 Documents clear
Analisa Pengaruh Variasi Kecepatan Potong (Vc) Dan Gerak Pemakanan (F) Terhadap Rasio Pemampatan Tebal Geram (λh) Tembaga Pada Proses Sekrap (Shaper Machine) Sudjatmiko Sudjatmiko; Aladin Eko Purkuncoro
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.6706

Abstract

Rasio pemampatan tebal geram (lh) dapat dipergunakan sebagai salah satu tolok ukur pada proses pemesinan,khususnya pada tembaga yang dapat menghasilkan permukaan benda kerja.Kondisi pemotongan pada material benda kerja tergantung dari  jenis mesin perkakas dan parameter pemesinan kecepatan potong (Vc)  dan gerak pemakanan (f) berpengaruh terhadap nilai rasio pemampatan tebal geram (lh), hal ini ditentukan dari perbandingan tebal geram setelah proses pemotongan (hc) secara empirik dengan tebal geram sebelum pemotongan (h) secara teoritis. Permasalahan bagaimana pengaruh dari kecepatan pemotongan (Vc) dan gerak pemakanan (f) terhadap rasio pemampatan tebal geram pada material tembaga dengan proses sekrap konvensional.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kecepatan potong (Vc), gerak pemakanan (f)  terhadap rasio pemampatan tebal geram (lh), sehingga akan berpegaruh terhadap koefisien gesek (μ) antara geram dengan pahat potong. Pengambilan data penelitian dilakukan pada kondisi pemotongan dengan variasi kecepatan potong (Vc); gerak pemakanan (f) ; kedalaman potong (a); geometri pahat sekrap (konstan) dengan sudut potong utama (Kro ): 60o ,sudut bebas (αo) = 8o, sudut penampang (βo) = 72o  sudut geram (go) = 10 o.  Hasil yang dicapai dengan naiknya kecepatan makan (vf) dipengaruhi oleh besarnya gerak pemakanan (f), dapat menurunkan koefisien gesek (μ) sebagai akibat naiknya sudut geser (Φ) yang besar (260o)’akan menghasilkan nilai rasio pemampatan tebal geram (lh),(2.12). Proses pemesinan sekrap nilai rasio pemampatan tebal geram (lh), yang berbanding terbalik dengan sudut geser (φ), memberikan indikasi efisiensi proses pemesinan itu sendiri dapat menghasilkan permukaan yang bagus (halus) serta gaya dan daya pemotongan yang relatif kecil. Semakin tinggi kecepatan potong dan tinggi gerak pemakanan akan diperoleh  nilai rasio pemampatan tebal geram semakin kecil.
Analisis Operation Failure Ditinjau dari Platina dan Sedimenter pada Suzuki Forsa dan Isuzu Panther Saputro, Nurhadi; Febriansyah, Febriansyah; Dika, Johan Wayan; Pratiwi, Yeni Ratih
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.5687

Abstract

Jenis kerusakan yang paling banyak ditangani adalah mobil mogok. Faktor yang mengakibatkan mobil mogok tidak selalu dikarenakan kerusakan pada system penggerak, dapat pula diakibatkan oleh komponen pada system kelistrikan dan system pembakaran. Platina merupakan salah satu komponen penting pada system pembakaran konvensional pada mesin bensin, dan sedimenter merupakan  komponen pada system fuel pump pada mesin diesel. Tujuan dari penelitian ini adalah menganlisis operation failure yang terdapat pada Suzuki Forsa dan Isuzu Panther. Berdasarkan hasil analisis, kerusakan pada platina dan sedimenter dapat dikategorikan sebagai kerusakan ringan, dengan pengecekan rutin dan penggantian terhadap komponen yang rawan kerusakan dapat menghindari mogok pada kendaraan.
Penggunaan Bioaditif Sebagai Upaya Meningkatkan Kinerja Mesin Bensin Winoko, Yuniarto Agus; nugroho, winalda aditia
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.5972

Abstract

Penguunaan bioaditif sebagai pengganti bahan bakar fosil sudah banyak digunakan untuk mesin bensin, salah satunya jenis bioaditif yang digunakan adalah minyak kayu putih, dengan konsentrasi campuran 3%, 6%, 9%. Penggunaan minyak kayu putih diharapkan dapat menyempurnakan pembakaran dalam ruang bakar sehingga dapat meningkatkan kinerja mesin dan mengurangi konsumsi bahan bakar, selain itu minyak kayu putih juga mudah didapat dipasaran dan harga relatif murah. Tujuan penelitian menentukan berapa besar pengaruh penambahan minyak kayu putih pada campuran bahan bakar oktan 90 terhadap kinerja motor bensin dan mendapatkan komposisi bioaditif yang dapat menghasilkan kinerja terbaik pada motor bensin. Metode pengujian kinerja mesin dengan bukaan katup penuh (full open throttle) untuk mendapatkan data dengan variasi putaran mesin 3500 – 8000 rpm. Analisis data menggunakan desain eksperimen, dengan variable terikat daya sepeda motor 150cc dan variable bebas berupa bioaditif 3%, 6% dan 9%. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan campuran bahan bakar dengan bioaditif mampu meningkatan daya sebesar 3,34% terhadap kondisi standart tanpa campuran. Serta komposisi bioaditif terbaik didapat pada campuran 6% yang mampu meningkatkan power mesin dari 10,76 hP menjadi 11,10 hP.
Analisis Kegiatan Produksi Pada PT. Suryaraya Lestari 2 Sulawesi Barat Trimo Arif Jatmiko; I Made Sunada
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.7090

Abstract

Minyak kelapa sawit adalah salah satu komoditas yang memiliki kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Saat ini, Indonesia adalah produsen CPO terbesar di dunia. Banyaknya manfaat Minyak Sawit Mentah (CPO) dan Inti Sawit (PK) untuk industri dan meningkatnya permintaan untuk pasar dunia, industri pengolahan CPO dan PK memiliki prospek yang baik di masa depan. Mengetahui persentase yang diperoleh dari setiap tahap proses produksi kelapa sawit dan inti sawit menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi yang dilakukan. Dimana, menentukan persentase hasil pengolahan akan menjadi tolok ukur dalam mendapatkan hasil maksimal dari pengolahan tanpa banyak kerugian. Tujuan utama dari Pabrik kelapa sawit memproduksi CPO dan PK tinggi, dan pencapaian kualitas produk. Penelitian dilakukan dengan observasi, pengumpulan data sebagai input dalam menghitung hasil proses produksi pabrik kelapa sawit PT.Suryaraya lestari 2 Sulawesi Barat dengan kapasitas produksi 60 ton / jam. Studi proses produksi dan hasil kalkulasi produksi pabrik dapat diacu dalam mengestimasi pencapaian PT. SRL 2 dan koreksi bila diperlukan. Pabrik Kelapa Sawit PT.SRL 2 diperkirakan memproduksi 22,27% CPO dan kapasitas pemrosesan 60 ton / jam.
Analisis Pengaruh Variasi Arus SMAW Dengan Media Pendingin Oli Terhadap Sifat Mekanik Baja ST-37 Alief Muhammad; Dewi Izzatus Tsamroh; Cepi Yazirin
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.7342

Abstract

Semua kegiatan Industri 4.0 pada manufaktur ini menimbulkan tantangan sekaligus peluang besar bagi teknologi pengelasan (welding) dan khususnya bagi pengembang peralatan pengelasan. Masalah kritis lainnya, yang sedikit diabaikan oleh banyak pendukung dan promotor Industri 4.0 adalah kenyataan bahwa jaringan sistem selalu membawa risiko keamanan. Oleh karena itu, konsep keamanan data dan komunikasi modern harus digunakan dalam memberikan perlindungan bagi jaringan fasilitas produksi. data-data tentang beberapa metode dan jenis pengelasan menjadi sangat penting dan kebutuhan utama untuk produksi di era industri 4.0. Data tidak harus spesifik, namun lebih bersifat eksploratif yang kemudian diolah menggunakan beberapa algoritma hingga mendapat hasil optimasi yang ideal dan terus berkembang. Karena bersifat eksploratif sehingga sejumlah data yang besar diperlukan. Jika dihubungkan dengan era Industri 4.0 saat ini, maka peran peneliti di dunia adalah menyediakan data hingga mengolah data menjadi solusi atau sistem yang baru pada proses manufaktur. Metode penelitian ini menggukanan eksperimental nyata dengan mengidentifikasi pengaruh kuat arus pengelasan SMAW menggunakan media pendingin oli terhadap uji tarik dan uji kerasnya. Jenis sambungan yang digunakan adalah Single V-Groove. Pengujian tarik penelitian ini menggunakan standar JIS Z 2201 1981. Pengujian kekerasan pada penelitian ini menggunakan metode Rockwell dengan bola baja (HRB). Hasil pengujian tarik menunjukkan, tegangan tertinggi secara keseluruhan terjadi pada sampel 140A. Tegangan maksimum tertinggi sebesar 74.92 kgf/mm2. Tegangan patahan tertinggi 60.60 kgf/mm2. Kemudian tegangan yielding tertinggi sebesar 56.93 kgf/mm2. Nilai keras tertinggi pada area las adalah 85 HRB terjadi pada sampel dengan arus 120A. Nilai keras tertinggi pada area HAZ terjadi pada sampel 100A dengan 62.67 HRB.
Analisis Perbandingan Nilai Suaian Mounting Main Pin pada Bucket Hitachi EX3600 BU0052 Sadat N S Sidabutar; Budha Maryanti; Rahmat Tri Wahyudi
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.6571

Abstract

ABSTRACTMounting the main pin on the HITACHI EX3600 bucket is one of the components of the bucket that supports unit work in mining production at PT. THIESS, material wear is one of the problems encountered considering the mounting main pin is used as a place to place the bushing which minimizes friction between the mounting main pin and the bucket pin. Giving an adjusted value to the mounting hole of the main pin is one of the more concerns in order to reduce maintenance costs and repair costs in order to increase the company's profit value. This research was conducted at PT. THIESS, Balikpapan Support Facilities which will be implemented in a period of approximately 3 months. This study uses data collection techniques including: literature study, observation, interviews, and documentation. The independent variables in this study are the number of samples as much as 1 main pin mounting hole (9 measurement points), the dependent variable is the comparison of the effect of the adjustment value on the efficiency of repair costs, and the control variable is measuring the percentage of wear and tear with an adjustment limit of -0.15mm. from the outer diameter of the bushing of 200.34 mm – 200.39 mm. Based on the measurement data and calculation results on the efficiency of repair costs, it shows results of 0.08% and can save repair budget costs up to $ 2,157.20. Thus, the comparison of the adjustment value that is still within the size tolerance limit will be able to save repair costs of $ 2,157.20 compared to the custom value that has passed the size tolerance limit above 200.20 mm. The highest percentage of wear occurs at points A1I.b worth 47% and the lowest percentage of wear occurs at points A1I.a, A1III.a, A1III.b, A1III.c with a value of 27%. Meanwhile, the highest wear rate occurs at points A1I.a and A1I.b with a wear rate value of 0.0000448934 mm/hour and the smallest wear rate occurs at points A1III.a A1III.b with a wear rate value of 0.000016835 mm/hour.           Keywords : mounting main pin, wear rate, efficiency.  ABSTRAKMounting main pin pada bucket HITACHI EX3600 merupakan salah satu komponen bucket yang mendukung kerja unit dalam produksi pertambangan di PT. THIESS, keausan material menjadi salah satu problem yang ditemui mengingat mounting main pin digunakan sebagai tempat peletakan bushing yang meminimalisir gesekan antara mounting main pin dengan pin bucket. Pemberian nilai suaian pada lubang mounting main pin menjadi salah satu perhatian lebih agar dapat menekan  biaya perawatan maupun biaya perbaikan guna meningkatkan nilai profit perusahaan. Penelitian ini dilakukan di PT. THIESS, Balikpapan Support Facilities yang dilaksanakan dalam kurun waktu kurang lebih selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data diantaranya: studi literatur, observasi, interview, dan dokumentasi. Adapun variabel bebas pada penelitian ini adalah jumlah sampel sebanyak 1 lubang mounting main pin (9 titik pengukuran), variabel terikat perbandingan pengaruh besar nilai suaian terhadap efisiensi repair cost, dan variabel kontrol pengukuran persentase keausan dan laju keausan dengan limit suaian sebesar -0,15mm dari diameter luar bushing sebesar 200,34 mm – 200,39 mm. Berdasarkan data pengukuran dan hasil perhitungan pada efisiensi biaya perbaikan menunjukkan hasil sebesar 0,08% dan dapat menghemat biaya anggaran perbaikan hingga $2,157.20. Dengan demikian, perbandingan nilai suaian yang masih berada dalam limit toleransi ukuran akan dapat menghemat biaya perbaikan sebesar $2,157.20 dibandingkan dengan nilai suaian yang telah melewati limit toleransi ukuran diatas 200,20 mm. Persentase keausan tertinggi terjadi pada titik A1I.b senilai 47% dan persentase keausan terendah terjadi pada titik A1I.a, A1III.a, A1III.b, A1III.c dengan nilai 27%. Sedangkan untuk laju keausan tertinggi terjadi pada titik A1I.a dan A1I.b dengan nilai laju keausan sebesar 0,0000448934 mm/jam dan laju keausan terkecil terjadi pada titik A1III.a A1III.b dengan nilai laju keausan sebesar 0,000016835 mm/jam  Kata kunci : mounting main pin, laju keausan, efisiensi.
Pengaruh Tegangan Dalam Akibat Puntiran Terhadap Ketahanan Korosi Dodi Ari Kuncahyo; Jumiadi Jumiadi
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.6705

Abstract

Dalam penelitian ini bahan yang di gunakan adalah baja beton dengan panjang 100 mm dan diameter beton 6 mm. Pada proses korosi di lakukan dengan cara perendaman baja beton pada larutan  H2SO4 selama 240 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh tegangan dalam akibat puntiran terhadap   ketahanan korosi pada baja beton yang di rendam pada larutan H2SO4 dengan variasi sudut puntir 300,600,900,1200 dan 1800. Pada hasil pengujian dan perhitungan penelitian ini, nilai yang paling berpengaruh adalah nilai radian puntir. Berdasarkan nilai – nilai laju korosi yang didapatkan, terdapat hubungan bahwa semakin besar nilai radian sudut puntiran, maka semakin besar pula nilai laju korosinya. Begitu pula sebaliknya, semakin kecil radian sudut puntir, maka semakin kecil pula nilai laju korosi yang didapatkan.Dari pengujian dan perhitungan laju korosi didapatkan hasil tertinggi pada radian puntir 31,4rad dan nilai laju korosinya sebesar 13.167,9mpy. Sedangkan hasil terendah laju korosi terdapat pada radian puntir 5,2rad yaitu 8.412,8mpy.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): September (2025) Vol. 21 No. 1 (2025): March (2025) Vol 20, No 2 (2024): September (2024) Vol. 20 No. 2 (2024): September (2024) Vol 20, No 1 (2024): March 2024 Vol 19, No 2 (2023): September 2023 Vol 19, No 1 (2023): March 2023 Vol 18, No 2 (2022): September 2022 Vol 18, No 1 (2022): March 2022 Vol 17, No 2 (2021): September 2021 Vol 17, No 1 (2021): March 2021 Vol 16, No 2 (2020): September 2020 Vol 16, No 1 (2020): March 2020 Vol 15, No 2 (2019): Edisi September 2019 Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017 Vol 13, No 1 (2017): Edisi Pebruari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015 Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 10, No 1 (2014): Edisi Pebruari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Edisi September 2013 Vol 9, No 1 (2013): Edisi Pebruari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012 Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Edisi September 2010 Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Edisi September 2009 Vol 5, No 1 (2009): Edisi Pebruari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008 Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007 Vol 3, No 1 (2007): Edisi Pebruari 2007 Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006 Vol 2, No 1 (2006): Edisi Pebruari 2006 Vol 1, No 2 (2005): Edisi September 2005 Vol 1, No 1 (2005): Edisi Pebruari 2005 Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Transmisi More Issue