cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminas Competitive Advantage
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
Pengaruh Faktor-Faktor Produksi Terhadap Keuntungan Usahatani Padi ., Wahyunindyawati
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.378 KB)

Abstract

Abstrak Kegiatan pertanian lahan sawah di Jawa Timur didominasi oleh usahatani padi dengan skala sempit dan dikelola secara perorangan, menyebabkan peningkatan produktivitasnya menurun dan beragam serta secara ekonomis kurang efisien sehingga daya saing hasil rendah. Penelitian dilakukan tahun 2009 secara survai,  Pengambilan sampel pada petani yang telah dibina dan tidak dibina sebagai pembanding, masing-masing sampel diambil 100 petani contoh  Data dianalisis dengan regresi metode Ordinary Least Squares. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak jumlah benih yang digunakan, jumlah pupuk urea yang digunakan, jumlah pupuk phonska, jumlah tenaga kerja,  jumlah pupuk organik, luas lahan, dummy varietas unggul baru, pembinaan inovasi teknologi usahatani padi, dan dummy jajar legowo  berpengaruh siginifikan terhadap keuntungan usahatani padi. Kata kunci : faktor produksi, usahatani padi  Abstract The activities of wetland in East Java has been dominated by small scales of paddy agribusiness and individually managed. It caused  declined and fluctuated productivity and economically inefficient so that creates low in competitiveness. This research has been done in 2009 through survey. The samples were farmers who had been trained, and as comparison, there had been collected untrained farmers. They were selected 100 each. Then, the data were analyzed by Ordinary Least Squares regression model. This research  is aimed to recognize what production factors have been influenced towards paddy productivity. The result showed, seed numbers, urea fertilizing, phonska fertilizing, number of workers, organic fertilizing, land space, new superior variety (as dummy), technology innovation training, and jajar legowo (as dummy) are the factors which are significantly influenced  toward paddy agribusiness profit. Keywords : production factors, paddy agribusiness
Analisis Posisi Strategis Usaha Kecil Dan Menengah (UKM) Shuttlecock yunanto, ary
Prosiding Seminas Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.513 KB)

Abstract

ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk menentukan posisi strategis usaha shuttlecock di Kota Tegal. Responden pada penelitian ini adalah para pengusaha shutlecock di Kota Tegal..Untuk menentukan posisi strategis digunakan General Electrics (GE) analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa posisi strategis usaha shuttlecock adalah memiliki daya tarik menengah dan kekuatan persaingan rata-rata, sehingga strategi pengembangan yang cocok adalah melakukan identifikasi segmen pertumbuhan, melakukan spesialisasi dan melakukan investasi secara selektif. Kata kunci: Shuttlecock, Analisis SWOT, Analisis General Electric (GE) ABSTRACT This study aims to determine strategy position of shuttlecock business in Tegal Respondents in this research are entrepreneuh of shutlecock in Tegal. To determine General determine strategy position of shuttlecock business in Tegal was uses Electrics (GE) analysis. Research show that strategy position of shuttlecock business in Tegal acquired a strategic position information shuttlecock business is having a mid-appeal and the average strength of competition, so that a suitable development strategy is to identify growth segments, to specialize and invest selectively. Keywords: shuttlecock, SWOT Analysis, Analysis of General Electric (GE)
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS MINYAK LEGUNDI (Vitex trifolia L) SEBAGAI SEDIAAN ANTI NYAMUK Widiani, Ni Putu Pitri; ., Kartini
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.739 KB)

Abstract

ABSTRAK Sediaan anti nyamuk merupakan sediaan kesehatan rumah tangga berupa larutan yang digunakan untuk mencegah serangan nyamuk. Biasanya digunakan pada bagian luar tubuh manusia, misalnya pada tangan dan kaki. Sediaan anti nyamuk tidak harus menggunakan bahan aktif yang terbuat dari bahan kimia saja, tetapi bisa juga menggunakan bahan aktif dari bahan alami. Misalnya menggunakan minyak Legundi karena didalam minyak tersebut mengandung Camphene dan Pinene. Yang dapat mengeluarkan bau khas yang menyengat sehingga membuat nyamuk menghindar. Maka, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan minyak atsiri legundi sebagai anti nyamuk serta untuk membuat formulasi yang tepat dari sediaan obat nyamuk semprot tersebut. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Farmakognosi dan Farmasetika Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang mulai bulan April – Juni 2011. Penelitian dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu ; pertama, tahap persiapan yang meliputi persiapan sampel daun Legundi yang telah dideterminasi dan persiapan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian. Kedua, tahap pelaksanaan yang meliputi pemilihan daun Legundi yang berwarna hijau, kemudian ditimbang. Selanjutnya daun disuling dengan menggunakan proses destilasi uap selama 8 jam. Ketiga, tahap akhir yang meliputi hasil minyak Legundi diuji secara organoleptis, berat jenis, indeks bias, kemudian minyak yang telah diuji kemurniannya digunakan sebagai bahan aktif pembuatan sediaan anti nyamuk dengan konsentrasi 13%, 15%, dan 17%. Untuk mengetahui manfaat minyak legundi maka sediaan diuji efektifitasnya terhadap nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi minyak Legundi 17% yang efektif sebagai sediaan anti nyamuk, hal ini ditunjukkan dengan sediaan yang disemprotkan pada kain dihinggapi lima ekor nyamuk pada pengamatan selama 60 menit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengujian aktivitas minyak Legundi sebagai sediaan anti nyamuk alami dengan menggunakan ruangan yang lebih luas sebagai pengamatan. Selain itu, diharapkan inovasi sediaan antinyamuk lain dari minyak Legundi ini seperti dalam bentuk gel ataupun lotion. Kata Kunci : uji aktivitas, minyak Legundi (Vitex trifolia L), sediaan anti nyamuk.  ABSTRACT Anti mosquito preparations are household health preparations solution used to prevent mosquito attack. Typically used in outside the human body, such as the hands and feet. Anti-mosquito preparations do not have to use the active ingredient made ​​from chemicals, but can also uses active ingredients from natural ingredients. For example, using Legundi oil because its Camphene and pinene compound which have an characteristic odor that makes the mosquito avoided. Thus, the study was done in order to find out legundi effectiveness of essential oils as an anti-mosquito and to make the right formulation of the spray insect repellent preparations. The research was conducted at the Laboratory of Microbiology, Pharmacognocy, and Pharmaceutical Laboratory of Pharmacy Academy Putra Indonesia Malang began from April to June 2011. The experiment was conducted in three stages, namely: first, the preparation phase which includes the preparation of determinated Legundi leaf samples and tools and materials preparation which used in the study. Second, the implementation phase which includes the selection of a green colored Legundi leaf, and then weighed. Further refined by using the leaf steam distillation for 8 hours. Third, the final stage is organoleptic, density, refractive index test of Legundi oil, then the purity tested oil will be used as the active ingredient in the manufacture of anti-mosquito preparations concentration of 13%, 15%, and 17%. The efficacy of legundi oil preparation can be known by test its effectiveness against mosquitoes. The results showed that Legundi oil concentration 17% is effective as anti-mosquito preparations, as shown by the preparation sprayed on the cloth were seized five mosquitoes in observation for 60 minutes.       Based on this research, more research about the activity testing of Legundi oil as a natural mosquito repellent preparations can be suggested by using a wider room for observation. In addition, another innovation such as gel or lotion anti-mosquito preparation should be done. Key word : Test Activities, Legundi  Oil  (Vitex Trifoli Linn) , Anti Mosquito Preparations
Sholat Dhuha Dengan Gerakan Isometrik Predominan Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat rajin, mukhamad
Prosiding Seminas Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.242 KB)

Abstract

ABSTRAK Sampai saat ini, latihan dengan gerakan isometrik belum banyak dimanfaatkan. Latihan dengan gerakan isometrik telah terbukti dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan efektif. Sholat Dhuha bila dilaksanakan dengan khusu', terjadi Sholat Dhuha Dengan Gerakan Isometrik Predominan Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat gerakan isometrik predominan.Sesuai dengan irama sirkandial, sholat Dhuha dapat menghambat sekresi hormon stress di pagi hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sholat Dhuha dengan gerakan isometrik predominan terhadap penurunan kadar glukosa darah. Metode Penelitian menggunakan True experiment, desain Randomized Control Group Pre test â?? Post test Design. Sampel penelitian simple random sampling. Sholat dhuha dilaksanakan selama 30 menit 8 rakaat, kadar glukosa darah diukur  menggunakan gluko-test. Uji statistik menggunakan Uji T, dengan a = 0,05. Hasil penelitian diketahui  sholat Dhuha dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan nila ρ = 0,000. Berdasarkan hasil penelitian, maka sholat Dhuha dapat dipergunakan sebagai alternatif  pengganti  olahraga  untuk menurunkan kadar glukosa darah di pagi hari dan dapat bermanfaat untuk meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat baik kesehatan jasmani maupun rohani. Kata kunci: sholat dhuha, isometrik predominan, glukosa darah ABSTRACT Until now, Exercise with isometric movement has not been widely utilized. Exercise with isometric movement has been shown to decrease blood glucose levels effectively. Dhuha prayer when carried out with khusu', occurs predominantly isometric movements. In accordance with the rhythm sirkandial, Dhuha prayer can inhibit the secretion of stress hormones in the morning. This researchaimstodetermine the effect ofprayerDhuhawithisometricmovementpredominantlyto the decrease inbloodglucoselevels. Methodusing theTrueExperimentResearch, with design of RandomizedControlGroupPreTest-PostTestDesign.The research sample using simple randomsampling.Duhaprayerheldfor 30minutes 8cycles, bloodglucoselevelsmeasured byarterialbloodsamplesusinggluko-test. Statistical testsusing theTTest, withsignificancelevel ofa=0.05.The resultsobtained that Dhuhaprayercan decreasebloodglucoselevelswithmeaningful with ρ value = 0.000. The results of research known that Dhuha prayer can decrease blood glucose levels with a value ρ = 0.000. Based on this research, then the prayer Dhuha can be used as an alternative exercise to decrease blood glucose levels in the morning and can be beneficial to increase the level of public health both physical and spiritual health. Keywords: dhuha prayer, predominantlyisometric, blood glucose
Strategi Peningkatan Daya Saing BMT Dalam Menggerakkan Sektor Riil Melalui Pembiayaan Modal Kerja Berbasis Dinar Emas Yunan, Zuhairan Yunmi
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.324 KB)

Abstract

Abstrak Baitul Maal wat Tamwil (BMT) merupakan lembaga keuangan mikro yang mampu menghasilkan nilai sosial dan nilai ekonomi. Dengan pandangan tersebut, selayaknya operasional BMT bergerak dalam motif sosial dan motif keuntungan. Motif sosial bermakna upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menggerakkan sektor riil. Motif keuntungan bermakna pengembangan dan peningkatan daya saing BMT. Konsep yang paling utama dari BMT adalah jaminan sosial melalui pengelolaan dana baitul maal. Jaminan sosial ini dapat berupa insentif ekonomi ataupun berupa insentif sosial lainnya. Kajian ini merupakan studi literatur mengenai penggunaan Dinar Emas sebagai basis untuk pembiayaan modal kerja. Akad Qard Hasan digunakan dalam pembiayaan ini. Penerapan pembiayaan modal kerja berbasis Dinar Emas dengan Qard Hasan akan mampu mendorong proses transformasi ekonomi sekaligus membuka jalan bagi terwujudanya entrepreneurship di masyarakat.   Kata Kunci: Dinar Emas, Daya Saing, BMT, Entrepreneurship, Qard Hasan   Abstract Baitul Maal wat Tamwil (BMT) is one of micro finance that gives the social values and economic values. Based on that perspective, BMT should operate their systems in the social motive and the profit motive. Social motive means the effort to improve the living standard for the society by moving the real sector. Profit motive means develop and improve the competitiveness of BMT. The main concept of BMT is social security through the BMT fund management. Profit motive is to develop and to improve the competitiveness of BMT. It can be economic incentives or other social incentives. This is a literature review on using of Gold Dinars as a basis for the financing of working capital. Qard Hasan contract is used on this financing. The application of working capital based on Gold Dinar with Qard Hasan will be able to encourage the process of economic transformation and open up the realization of entrepreneurship in the community. Keywords: Gold Dinar, Competitiveness, BMT, Entrepreneurship, Qard Hasan
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MINI LAB UNTUK MELATIH DASAR – DASAR ENTREPRENEURSHIP PADA SISWA MENENGAH PERTAMA Ningsih, Puji Rahayu
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.826 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri. Untuk membekali hal tersebut, maka tugas pendidik tidak hanya menuangkan sejumlah informasi ke dalam benak siswa, tetapi juga merancang sebuah pembelajaran inovatif yang pada akhirnya membuat peserta didik memiliki berbagai macam kecakapan hidup. Salah satu kecakapan hidup yang harus dimiliki  adalah kecakapan entrepreneurship. Namun kecakapan tersebut tidak diberikan secara langsung melainkan harus bertahap sesuai dengan jenjang pendidikannya. Karena subjek pada penelitian ini adalah siswa menengah pertama, maka peneliti menggunakan  metode pembelajaran mini lab untuk melatih dasar – dasar entrepreneurship. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan; aktivitas siswa dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan subyek penelitian siswa kelas VII C SMP IPIEMS Surabaya yang berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar aktivitas siswa dan soal tes evaluasi hasil belajar. Hasil analisi data diperoleh bahwa: 1) secara keseluruhan kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan rancangan, siswa lebih aktif dan tidak pasif, dan 2) hasil belajar siswa, menunjukkan bahwa untuk ketuntasan klasikal kelas adalah 81,25 %, dimana ketuntasan ini lebih besar dari ketuntasan yang diterapkan di sekolah tersebut yaitu 75%. Kata Kunci: Mini lab, Enterpreneurship, SMP  ABSTRACT National education aims at developing the potential of learners in order to become a man of faith and fear of God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative and independent. To equip it, then the task of educators is not just pour some of the information into the minds of students, but also to design an innovative learning that ultimately makes the students have a wide range of life skills. One of the skills they must possess the skills of entrepreneurship. But these skills are not given directly but must be phased in accordance with education levels. Because the subjects in this study were junior high students, the researchers used a mini-lab learning methods for basic training - basic entrepreneurship. The purpose of this study was to determine and describe; student activities and student learning outcomes during the learning process takes place. The study was carried out descriptive quantitative research, the study subjects VII C grade junior high school students IPIEMS Surabaya, amounting to 32 students. The instrument used is a student activity sheets and learn about the results of evaluation tests. The results of analysis of data obtained that: 1) overall good learning activities, students are more active and not passive, and 2) student learning outcomes, show that for classical completeness of classes is 81.25%, where the completeness is greater than that applied in the thoroughness the school is 75% Keywords: Mini lab, Entrepreneurship, Junior High School
Pasar Tunggal Asean 2015: Diplomasi Indonesia Dan Penguatan Kapasitas Tenaga Kerja Terdidik srikandini, annisa gita
Prosiding Seminas Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.348 KB)

Abstract

ABSTRAK Paper ini berargumen bahwa dalam rangka menyambut Pasar Tunggal ASEAN2015, Indonesia harus pula meningkatkan kesiapan sektor jasa nya melalui penguatan kapasitas tenaga kerja terdidik. Dalam lima prioritas sektor jasa yang akan diintegrasikan di Pasar Tunggal ASEAN 2015, yaitu kesehatan, e-commerce, pariwisata, pelayanan jasa penerbangan dan logistik, peran tenaga kerja terdidik menjadi elemen yang esensial bagi terwujudnya kepentingan nasional Indonesia. Dalam membahas isu ini, pemaparan mengenai pendekatan â??top-downâ?? approachâ?? dan â??bottom- up approachâ?? dalam mempersiapkan pasar tunggal ASEAN harus pula dilihat. Kepentingan nasional yang telah diformulasikan di level nasional harus mampu diimplementasikan di level daerah. Sedangkan, masyarakat harus mampu pula menjadi activator network yang membantu upaya diplomasi Indonesia.Salah satu upaya yang bisa dilakukan Indonesia adalah memanfaatkan diplomasi luar negeri nya untuk memperkuat kapasitas tenaga kerja terdidik. Paper ini akan berusaha memaparkan mekanisme diplomasi dan peran masyarakat yang bisa dilakukan dalam mendukung upaya diplomasi penguatan kapasistas tenaga kerja terdidik Kata kunci: tenaga kerja terdidik, penguatan kapasitas, diplomasi, two level game. ABSTRACT This paper argues that in order to prepare ASEAN Economic Community 2015, Indonesia should improve their competence in service sector through skilled labourempowerment. Within five priorities in service sector; health, e-commerce, tourism, flight service and logistics, the role of skilled labourplays an essential factor for the achievement of Indonesian national interest. In order to discuss this issue, the explanation about â??top-down approachâ?? and â??bottom-up approachâ?? of Indonesian policy toward ASEAN Single Market 2015, should be perceived. National Interest which has been formulated in the national level should be feasible to be implemented in the local level. Meanwhile, the society ought to plays their role as activator network to support Indonesian diplomacy. Indonesia can use their mechanism of diplomacy to empower the worker. Further, this paper will also try to elaborate the role of society as an important variable for Indonesian diplomacy. Keywords: skilled labour, capacity building, diplomacy, two level game.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Anak di R.A Darussalam Desa Sumber Mulyo, Jogoroto, Jombang Fatimah, Listriana
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.608 KB)

Abstract

Abstrak Orang tua mempunyai pola asuh tersendiri dalam mendidik anak-anaknya, dan ini mempengaruhi perkembangan anak. Perkembangan yang abnormal berpengaruh terhadap keberhasilan dalam meraih cita-cita anak. Tujuan penelitian  untuk mengetahui hubungan  pola asuh orang tua dengan pertumbuhan anak di R.A Darussalam  Desa Sumber Mulyo, Jogoroto, Jombang. Penelitian menggunakan desain analitik  pendekatan cross sectional. Dilaksanakan bulan Januari â?? April 2012. Sampel penelitian  sebagian orang tua anak di RA Darussalam, sebanyak 44 responden dengan teknik simple random sampling. Analisa data menggunakan rumus Kendaliâ??s Tau. Hasil penelitian menyebutkan setengahnya pola asuh orang tua baik yaitu 22 responden (50 %), dan sebagian besar perkembangan anak normal yaitu 32 responden (72,7 %). Hasil analisa data dengan rumus kendallâ??s tau didapatkan hasil 0,002 lebih besar dari nilai signifikan 0,05, sehingga  disimpulkan ada hubungan  pola asuh orang tua dengan perkembangan anak. Kata Kunci: pola asuh, orang tua, perkembangan anak  Abstract Parents have their own upbringing in educating his children, and this affects the childâ??s development. Abnormal development affect the success in achieving the ideals of the child. Purpose of the study to determine the relationship of parenting parents with growing child in RA Darussalam, SumberMulyo village, Jogoroto, Jombang. Research using cross sectional design of the analytical approach. Conducted months of January to April 2012. Some studies sample of parents of children in RA Darussalam, 44 respondents with simple random sampling technique. Analysis of the data using the Kendallsâ?? tauâ??s formula. The study says half of the pattern of good parenting that is 22 respondents (50%), and the majority of normal child development that is 32 respondents (72.7%). The results of dataâ??s analysis with the kendall's tauâ??s formula  is 0.002 greater than the value significantly 0.05, so it is concluded there is a parenting parents with growing child. Keywords: parenting, parent, growing child
Penaksiran waste pada proses produksi sepatu dengan waste relationship matrix Mughni, Ahmad
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.328 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan utama dari lean manufacturing adalah pelancaran aliran proses produksi. Menurut sistem produksi Toyota, lean dapat dicapai dengan minimisasi aktivitas tak memberi nilai tambah dan tak diperlukan (waste) yang dibedakan menjadi 7 macam jenis yaitu: defect, waiting, overproduction, excessive inventory, unnecessary motion, inapropriate process dan transportation. Agar usaha minimisasi waste dapat memberikan imbal manfaat terbesar, diperlukan identifikasi tingkat signifikansi waste. Sayangnya perusahaan hanya mendoku-mentasikan sebagian kecil saja waste yang ada sehingga rencana penerapan lean manufacturing kurang memiliki dasar yang kuat. Paper ini bertujuan untuk melaporkan penggunaan waste relationship matrix (WRM) dan kerangka hubungan antar waste yang dikembangkan oleh Rawabdeh (2005) untuk mengetahui bobot waste. Kerangka kerja ini dinilai unggul dari metode perangkingan subyektif karena mempertimbangkan sifat saling-terkait antara jenis waste yang satu dengan yang lainnya. Enam pertanyaan iteratif diaplikasikan untuk menguji 31 hubungan dari 7 buah waste yang ada. Dari pengolahan data diketahui bahwa defect merupakan jenis waste paling signifikan diikuti dengan overproduction dan unnecessary motion. Di perusahaan sepatu tempat dilangsungkan studi kasus, tools tersebut dianggap memberikan kerangka penaksiran yang lebih rasional, mudah dan dapat diandalkan. Kata kunci : waste relationship matrix, lean manufacturing, waste assessment Abstract The main objective of lean manufacturing is to make production process flowing faster and smoother.   According to Toyota Production System, lean can be achieved by minimizing necessary but non-value added and eliminating non value added activities (waste). These activities are defect, waiting, overproduction, excessive inventory, unnecessary motion, inappropriate process and transportation. The significance of these wastes needs to be assessed carefully so we can prioritize the elimination and minimization process. However, not every waste is well recorded in the company so the implementation of lean manufacturing would not have a proper basis. This paper aims to report the use of waste relationship matrix (WRM) framework which is developed by Rawabdeh (2005) to identify the significance of wastes in a shoe manufacturer. This framework is more reliable than subjective method which is widely used. The framework adequately considers inter-relationship nature among the wastes. Six iterative questions applied to test 31 relationships among the 7 wastes. The result indicates that defect is the most significant waste followed by overproduction and unnecessary motion. The framework is valued as more rational, easy and reliable than the popular subjective method. Keywords: waste relationship matrix, lean manufacturing, waste assessment
Analisis Sektor Unggulan Kota Bandar Lampung (Sebuah Pendekatan Sektor Pembentuk PDRB) yunan, zuhairan yunmi
Prosiding Seminas Vol 1, No 1 (2011): Seminas Competitive Advantage I
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.736 KB)

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu tolak ukur yang dapat dipakai untuk meningkatkan adanya pembangunan suatu daerah dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat perubahan ekonomi. Pembangunan daerah harus sesuai dengan kondisi potensi serta aspirasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang. Apabila pelaksanaan prioritas pembangunan daerah kurang sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah, maka pemanfaatan sumber daya yang ada akan menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi dan mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi di Kota Bandar Lampung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder kurun waktu tahun 2003-2008 bersumber dari BPS Provinsi, BPS Kota, serta Bapeda Provinsi Lampung. Model analisis yang digunakan yakni Analisis LQ, Shift-Share dan Tipologi Sektoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sektor Keuangan, Persewaan, Jasa Perusahaan dan Sektor Industri Pengolahan merupakan dua sektor yang mempunyai daya saing paling tinggi dibandingkan dengan sektor-sektor yang lainnya. Kata kunci: Sektor Unggulan, Pertumbuhan Ekonomi, Pembangunan Daerah, Daya Saing   ABSTRACT Economic growth is one benchmark that can be used to enhance the development of a region from a variety of economic sectors that indirectly describe the level of economic change. Regional development must be compatible with the potentials and aspirations of the people who grow and develop. If the implementation of priority regional development less appropriate to the potential possessed by each region, then the utilization of existing resources will be less than optimal. This study aims to analyze the economic potential and identify the economic sectors in the city of Bandar Lampung. Used data in this research is data of secondary range of time in 2003-2008 from the BPS, BPS City, and Bappeda Province of Lampung. This research used Analysis of LQ, Shift-Share Analysis and Typology of Sectoral as a method. The results of this research conclude that the Financial Sector, Rental, Corporate Services Sector and Industrial Sector are the two sectors that have the highest competitiveness compared with other sectors. Keywords: leading sector, economic growth, regional development, competitiveness