cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mediator
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 294 Documents
Konflik dalam Perspektif Komunikasi: Suatu Tinjauan Teoretis Usman, Ridwan
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi adalah sebagai suatu kegiatan dalam pertukaran pesan sesuai dengan pertumbuhan isu atau informasi dalam kehidupan masyarakat. Informasi yang benar akan menimbulkan suatu ketenangan dalam kehidupan masyarakat. Jika isu atau informasi yang dikembangkan orang dalam berinteraksi tidak seirama dengan apa yang terjadi maka timbullah konflik dalam setiap proses pertukaran pesan, baik yang bersifat individu, kelompok, maupun masyarakat. Akibatnya, benturan sosial tidak dapat dihindari, baik dalam bentuk fisik maupun penekanan setiap ide yang berkembang dalam setiap komponen kehidupan masyarakat
Komunikasi sebagai Faktor Determinan Pengendalian Konflik Keorganisasian Ibrahim, Syafei
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan konflik keorganisasian merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari, bahkan diciptakan untuk mendapatkan suatu dinamika organisasi. Perkembangan konflik dalam organisasi dapat bersifat fungsional dan disfungsional. Konflik fungsional mempunyai potensi untuk pengembangan organisasi menuju ke suatu dinamika sehingga dapat tercapai suatu prestasi keorganisasian. Konflik disfungsional mempunyai potensi menjadi pengganggu tumbuhnya organisasi yang berakibat dapat menurunkan kinerja.
Efektivitas Komunikasi Organisasi Kuswarno, Engkus
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat dua aspek penting yang mempengaruhi efektivitas komunikasi organisasi. Pertama, masalah proses pengolahan informasi dalam organisasi, yaitu menyangkut masalah pemaknaan pesan (informasi) dan jumlah informasi; kedua, masalah gaya komunikasi organisasi. Pemahaman kedua hal tersebut menjadi bekal bukan saja bagi para (calon) pemimpin organisasi, manajer, akan tetapi juga bagi semua yang terlibat dalam organisasi. Kegagalan komunikasi adalah menjadi pertimbangan terpenting dari setiap proses komunikasi organisasi, dengan maksud dapat diprediksi, dianalisis, dan ditanggulangi jika hal itu terjadi.
The Role of Center for Broadcasting Development Studies in Improving Professional Education in Indonesia Idris, Naswil
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A change of power in Indonesia marked a change of paradigm concerning almost every aspect of social political life in the country. Among those changes are the reinterpretation of the government role concerning the information control and freedom of press. As consequences of the strengthening of people power and their awareness to apply social control, press paradigm – including broadcasting- also changed. After 1998 reform, people became aware that broadcasting should be used for the people, by the people, and for the benefit of the people. In accordance with this situation, which is provoked by the elimination of the Ministry of Information, there is a need to establish the Center for Broadcasting Development Studies.
Urgensi Komunikasi Pemasaran untuk Partai Politik di Indonesia Hamdan, Yusuf
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi pemasaran memiliki tempat penting dalam aktivitas politik, karena melalui hal itu komunikasi antara partai dengan kontituensnya dapat dijalin dengan baik. Namun demikian, untuk menerapkannya perlu penyesuaian, karena politik sebagai produk memiliki karakteristik khusus. Bukan hanya itu, penerapannya dalam politik menimbulkan perubahan orientasi sistem politik dari orientasi kepada tokoh ke orientasi pasar, yang membuka ruang kepada para teknokrat politik untuk memiliki pengaruh politik.
Pers Indonesia dan Dewan Pers Independen Astraatmadja, Atmakusumah
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewan Pers dibentuk berdasarkan UU Pers 1999, yang disetujui oleh DPR, 13 September 1999 dan ditandatangani oleh Presiden B.J. Habibie sepuluh hari kemudian, 23 September, serta diundangkan hari itu juga. Pasal 15 Ayat (1) undang-undang itu menyatakan bahwa “Dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional, dibentuk Dewan Pers yang independen.” Dewan Pers bukanlah law enforcer (penegak hukum) karena memang hanya punya moral force (kekuatan moral). Karena itu kekuatan lembaga ini berada pada “daya paksa masyarakat”.
Pers, Hak Privasi, dan Hak Publik Sobur, Alex
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggaran terhadap hak privasi kerap terjadi disebabkan adanya asumsi di kalangan wartawan kita bahwa peristiwa rutin tidak akan menghasilkan berita, dan karena itu mereka akan mencari peristiwa yang luar biasa. Namun umumnya, peristiwa luar biasa sering melibatkan kehidupan pribadi individu. Jika peliputan itu diteruskan, maka privasi individu tersebut bisa terganggu. Barangkali tidak mudah menentukan batas privasi individu di negara kita. Tetapi pada dasarnya, setiap individu memiliki hak untuk “sendiri”. Inilah yang harus dihormati para wartawan.
Rethinking Journalism Education in Indonesia: Nine Theses Hanitzsch, Thomas
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since the number of Indonesian mass media products is rapidly increasing, the media industry is seeking – more than ever before – for qualified and professional journalists. Although Indonesia disposes of a broad variety in journalism education, the findings of a qualitative case study show a serious amount of problems and deficiencies. What the Indonesian journalism education currently needs, is a rethinking of political, legal, and curricula aspects within a nationwide debate.
Profil Jurnalis di Era Reformasi: Studi Kualitatif dengan Pendekatan Sense Making tentang Profil Sumber Daya Manusia di Media Cetak, Radio, dan Televisi Rachmiatie, Atie
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk kinerja profesi dapat diukur dari produktivitas, yakni bentuk dan target produksi informasi serta waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk. Selain itu, kinerja mencerminkan pula prestasi kerja yang diukur dari prioritas kerja, penghargaan atau sanksi yang pernah diperoleh. Berdasarkan penemuan penelitian di lapangan, bentuk produk informasi yang dihasilkan wartawan media cetak relatif hampir sama, yakni berupa berita, artikel, kolom opini, atau depth reporting. Untuk wartawan televisi dan radio, terdapat nuansa yang berbeda, yakni bahwa bentuk acara yang dihasilkannya lebih berupa bentuk-bentuk semacam talkshow, siaran reguler, filler /opini, spot iklan, ulasan berita, atau bentuk publikasi lainnya. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan karya jurnalistik, ternyata cukup beragam, sedangkan target produksi yang harus dicapai pada dasarnya ditentukan oleh motivasi kerja pribadi atau keinginan “atasan”. 
Paradigma Baru Penyuluhan Pembangunan dalam Pemberdayaan Masyarakat Karsidi, Ravik
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran penyuluhan pembangunan mengalami gelombang pasang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutannya. Hal itu dipengaruhi oleh paradigma pembangunan yang dianut oleh negara dan komunitas di dalamnya. Kuatnya tuntutan peranserta masyarakat sipil dan pilihan pembangunan yang memihak rakyat, menuntut penyuluhan pembangunan menyesuaikan paradigma keilmuannya yang berorientasi pada sasaran penyuluhan atau pemberdayaan masyarakat sasaran. Pemberdayaan masyarakat tidak lain adalah usaha memotivasi dan memberi dorongan kepada masyarakat agar mampu menggali potensi dirinya dan berani bertindak memperbaiki kualitas hidupnya, melalui cara, antara lain, pendidikan untuk penyadaran dan pemampuan diri mereka. Penyuluhan pembangunan sebagai bidang ilmu terapan, secara metodologis harus menyesuaikan dan mengembangkan prinsip-prinsip dan langkah-langkah teknis-metodologis bagi pengembangan program penyuluhan tersebut.

Page 3 of 30 | Total Record : 294